cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
ANALISIS PENGARUH KANDUNGAN SIC, TEMPERATUR CAIRAN, KECEPATAN PUTAR DAN DURASI WAKTU PENGADUKAN PADA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT AL-SIC Sadi, Sadi; Wildan, M. Waziz; Suyitno, Suyitno
ROTASI Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.613 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.1.7-13

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kandungan SiC, temperatur cairan, kecepatan putar dan durasi waktu pengadukan pada kekuatan tarik komposit Al-SiC menggunakan metode Taguchi. Material komposit yang digunakan adalah aluminium paduan Al-Si sebagai matrik dan partikel SiC (silicon carbide) ukuran -400 mesh sebagai penguat. Spesimen komposit Al-SiC dibuat menggunakan proses stir casting. Kekuatan tarik spesimen komposit Al-SiC diuji menggunakan mesin uji tarik servopulser. Kandungan SiC, temperatur  cairan, kecepatan putar dan durasi waktu pengadukan, masing-masing menggunakan 4 variasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa menaikkan kecepatan putar pengadukan sampai 300 rpm dan durasi waktu pengadukan sampai 30 menit mampu menaikkan kekuatan tarik komposit Al-SiC, tetapi menaikkan kandungan SiC di atas 5 % berat dan temperatur cairan di atas 680oC dapat menurunkan kekuatan tariknya. Kandungan SiC pengaruhnya paling besar pada kekuatan tarik komposit Al-SiC dengan kontribusi 68,86 %. Sruktur mikro coran komposit Al-SiC diamati menggunakan scanning electron microscope (SEM).
Front Matter Rotasi Vol. 19 No. 4 Oktober 2017 Saputra, Eko
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.018 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.i-v

Abstract

PENGARUH ZALIR DAN PUTARAN KATUP TERHADAP UNJUK KERJA PEREDAM VISKOUS Darmadi, Djarot B; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 3, Nomor 2, April 2001
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.028 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.3.2.21-27

Abstract

Fenomena getaran bebas teredam dengan getaran satu derajat kebebasan ini diuji di Laboratorium FenomenaDasar Mesin dengan memanfaatkan alat uji getaran Sanderson (Sanderson Simple Vibration Aparatus). Pengujiandilakukan dengan mengganti peredam zalir yaitu SAE 20, SAE 40 dan SAE 90, serta mengganti jumlah putaran katup(dashpot) untuk menghasilkan osilasi pada alat uji yang ditunjukkan dengan grafik gelombang sinusoidal di plotteralat uji.Data yang didapatkan berupa data amplitudo getaran terhadap waktu. Dipilih dua amplitudo X1 dan X2 yangberurutan sehingga didapatkan besaran-besaran yang mempunyai hubungan dengan fenomena getaran bebas teredamyaitu pengurangan logaritmik (), rasio peredaman () dan konstanta peredaman (c). Dengan melakukan analisa datasecara grafik dan matematik diperoleh kesimpulan semakin besar putaran katup memberikan efek peredaman yangmenurun dan peredam zalir yang memberikan efek peredaman dari yang terbesar secara berturut-turut SAE 40, SAE90 dan SAE 20.
SENSOR FUSION MENGGUNAKAN ACCELEROMETER RATE GYRO (ARG) UNTUK ESTIMASI SUDUT EULER PADA WAHANA TERBANG Ariyanto, Mochammad
ROTASI Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.926 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.17.2.84-92

Abstract

Pada sistem control wahana terbang tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle) gabungan sensor accelerometer dan gyroscope sering dipakai untuk mengestimasi sudut Euler seperti sudut roll, pitch, dan yaw. Dalam penelitian ini, akan didesain sebuah instrumen yang dapat digunakan untuk mengestimasi sudut Euler wahana terbang tanpa awak dengan menggunakan gabungan sensor accelerometer dan gyroscope yang menggunakan algoritme sensor fusion seperti Accelerometer Rate Gyro (ARG). Intrumen ini dapat mengukur dan mengestimasi kecepatan sudut putar, percepatan linear, serta sudut Euler wahana terbang tanpa awak. Pada estimasi sudut menggunakan sensor accelerometer, hasilnya akan cukup bagus jika sensor accalerometer dalam kondisi statis, namun jika dalam kondisi dinamik maka sensor accelerometer akan gagal untuk mengestimasi sudut karena berasal dari error ketika mengalami percepatan. Sedangkan jika menggunakan gyroscope, estimasi sudut akan bagus dalam kondisi dinamik, dan buruk jika dalam kondisi statik karena adanya error drift. Oleh karena itu perlu dilakukan sensor fusion antara accelerometer dan gyroscope. Pemodelan dan algoritme sensor fusion dilakukan dalam lingkungan MATLAB/Simulink, implementasinya dilakukan menggunakan hardware in the loop simulation. Evaluasi kinerja sensor fusion yang sudah dibuat akan dilakukan dengan menganalisa pada kondisi steady state. Dari hasil pengujian HILS didapatkan bahwa masih terdapat noise yang relatif kecil pada sudut Euler.
Pengaruh Proses Pembubutan Muka (Facing) pada Arah Forward dan Backward Terhadap Besarnya Defleksi yang Terjadi serta Daya Permesinan yang Dibutuhkan Rusnaldy, Rusnaldy; Tauviqirrahman, Mohammad; Prasetyo, Yudhi
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.277 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.3.144-148

Abstract

Makalah ini membahas tentang pengaruh proses facing terhadap besarnya defleksi yang terjadi pada benda kerja terutama pada bagian facenya yang dikurangi ketebalannya dari 5 mm hingga 0,3 mm. Proses facing yang digunakan disamping menggunakan pergerakan pahat pada arah forward juga digunakan pergerakan pahat pada arah backward. Disamping itu besarnya daya permesinan yang digunakan juga diukur untuk melihat tingkat keekonomisan proses facing pada arah forward dan backward. Parameter proses permesinan yang digunakan adalah putaran spindel sebesar 500 rpm, feeding sebesar 0,4 mm/rev, depth of cut sebesar 1 mm dan kondisi permesinan tanpa menggunakan cairan coolant. Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa proses facing pada arah forward menghasilkan defleksi yang lebih rendah dibanding proses facing pada arah backward. Semakin tipis bagian face pada benda kerja yang dihasilkan semakin besar defleksi yang terjadi. Namun, facing pada arah forward ternyata membutuhkan daya permesinan yang lebih besar dibanding pada arah backward.
EVALUASI PROSES DAUR ULANG SEL ACCU BEKAS SERTA KUALITAS PRODUK TIMBAL Bayuseno, Athanasius Priharyoto
ROTASI Volume 11, Nomor 1, Januari 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5626.651 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.11.1.15-24

Abstract

Baterai/Accu merupakan komponen penting di dalam kendaraan bermotor. Sampai saat ini komponen utamanya masih terbuat dari logam timbal (Pb). Accu yang sudah mati umumnya didaur ulang atau dilebur kembali. Tujuan utama dari daur ulang baterai adalah untuk mengambil timbal dan box plastik sebagai ingot. Teknologi yang digunakan saat ini masih bervariasi dari yang sangat sederhana hingga teknologi tinggi, tetapi pada dasarnya logam timbal dipisahkan dengan cara proses peleburan, sehingga disamping menghasilkan logam timbal juga menghasilkan sisa dari peleburan yang berupa artikel yang sangat berbahaya terhadap manusia dan lingkungan karena sisa peleburan ini termasuk kedalam limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Didalam penelitian ini peleburan sel accu bekas dilakukan dengan incinerator dengan menambahkan sistem penangkap partikel yang berupa siklon dan scrubber. Kegiatan penelitian ini menggunakan limbah baterai sepeda motor, sementara peleburan sel baterai dilakukan pada suhu 500 derajat celcius serta variasi penahanan waktu peleburan selama 15, 30 dan 45 menit. Pengujian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kadar timbal yang terkandung di dalam air dan debu dari sisa peleburan, pengujian debu terdiri dari bottom ash, fly ash di siklon dan fly ash di scrubber. Adapun karakteristik logam timbal daur ulang dilakukan pengujian antara lain; komposisi, kekerasan, porositas dan tahanan listrik. Dari hasil pengujian untuk ketiga variasi penahanan ternyata di dalam air tidak terdapat kadar timbal, sedangkan bottom ash mendekati persamaan y = -522,5t + 2155,3 dan fly ash di siklon mendekati persamaan y = 34,802t + 630,86 dan fly ash di scrubber mendekati persamaan y = 186,98t + 468,04. Dari beberapa pengujian didapat komposisi timbal 93,332% sampai dengan 97,800%, angka kekerasan HB 5,201 sampai dengan 6,006 dan tahanan listrik 20,0 mikrohm.
KARAKTERISTIK ALAT PENEPUNG DISC MILL FFC-XX UNTUK PENEPUNGAN TONGKOL JAGUNG KERING Ariwibowo, Didik
ROTASI Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.66 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.3.69-75

Abstract

Sisa tanaman pertanian yang cukup melimpah tetapi masih jarang digunakan sebagai bahan ransum pakan hewan adalah tongkol jagung. Pengurangan ukuran partikel pakan dengan cara penggilingan kemudian dibuat pelet merupakan salah satu perlakuan pradigesti pada pakan berserat secara fisik yang mampu meningkatkan kecernaan. Alat penepung tipe disc mill merupakan alat penggiling yang telah banyak diproduksi secara komersial. Namun, karakteristik disc mill terhadap bahan umpan perlu diinvestigasi terkait dengan kapasitas produksi dan konsumsi energi spesifik untuk bahan dengan tingkat kekeringan tertentu. Riset ini bertujuan untuk menginvestigasi karakteristik suatu alat penepung tipe disc mill FFC-XX untuk memproduksi tepung dari bahan tongkol jagung. Tongkol jagung yang diumpankan memiliki kandungan air (moisture content - MC) 22% dan 33%. Tongkol jagung digiling menjadi tepung dengan ukuran mesh-20, mesh-25, dan mesh-80. Karakteristik yang dideskripsikan yaitu kapasitas produksi (kg/jam) dan konsumsi bahan bakar spesifik (Liter/kg). Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kandungan air bahan umpan berefek pada perbedaan kapasitas produksi pada mesh-20 dan mesh-25. Kapasitas produksi pada mesh-20 berturut-turut adalah 8,44 kg/jam untuk MC 22 dan 10,61 kg/jam untuk MC 33, dan pada mesh-25 berturut-turut adalah 10,36 kg/jam untuk MC 22 dan 11,98 kg/jam untuk MC 33. Namun pada mesh-80, kandungan air tidak berefek pada perbedaan kapasitas. Kapasitas produksi pada mesh-80 berada pada rentang 1,95 kg/jam - 2,15 kg/jam. Analisis sidik ragam pada konsumsi bahan bakar spesifik (L/kg) menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar spesifik berbeda pada pengoperasian alat dengan mesh-25. Pada mesh tersebut, konsumsi bahan bakar spesifik adalah 0,1 L/kg untuk MC 22 dan 0,07 L/kg untuk MC 33
PENGARUH PENAMBAHAN UNSUR Cr DAN Cu TERHADAP KEKUATAN TARIK BESI COR KELABU FC20 Suprihanto, Agus; Satrijo, Djoeli; Suratman, Rochim
ROTASI Volume 9, Nomor 1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.469 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.1.17-24

Abstract

The mechanical properties of grey cast iron are influenced by cooling rate, thickness of casting, heat treatment,liquid treatment and alloying. Some aplications of its materials need high strength grey cast iron. To improve itstensile strength usually its added with unsures which known as carbide promoteur ie. Cr and Cu.In these research the effect of Cr and Cu on the mechanicals properties of grey cast irons has been evaluated.Base material FC 20 which alloyed with Cr 0,23 %, 0, 32% and 0,47% and Cu between 0,6% to 0,7% have beentested. The tensile test and metallographyc examinations have been conducted to known of its efects.From tensile test there is an improvement of tensile strength about 20% from 191MPa to 232MPa. However themicrostructure of specimens are same which are pearlitic grey cast irons, with graphite type VII (flake), Adistributions and size of graphite are 3-5.
Pengaruh Kekasaran Permukaan terhadap Performa Slider Bearing Bertekstur dengan Menggunakan Pendekatan CFD Tauviqirrahman, Mohammad; Suryaman, Mufti M.; Muchammad, Muchammad
ROTASI Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.118 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.1.56-60

Abstract

Dalam teori pelumasan klasik hidrodinamika, asumsi permukaan kontak bearing yang benar-benar halus sering kali digunakan. Meskipun demikian, telah dibuktikan bahwa asumsi tersebut tidak realistis dikarenakan pada umumnya, tidak ada permukaan bearing yang benar-benar halus. Tulisan ini membahas pengaruh kekasaran permukaan terhadap performa slider bearing bertektur dengan menggunakan pendekatan CFD (computational fluid dynamic). Model kavitasi multi-phase digunakan untuk memodelkan fenomena kavitasi yang lebih riil. Performa slider bearing dengan tingkat kekasaran permukaan tertentu dibandingkan dengan slider bearing halus dengan menvariasikan kondisi inersia. Berdasarkan hasil simulasi, ditemukan bahwa tekanan hidrodinamik dan daya dukung beban berkurang dengan bertambahnya kekasaran permukaan. Selain itu, jika bearing dirancang agar memiliki kondisi inersia yang rendah, daya dukung beban akan menjadi lebih besar.
Pengaruh PWHT dan Preheat pada Kualitas Pengelasan Dissimilar Metal antara Baja Karbon (A-106) dan Baja Tahan Karat (A312 TP-304H) dengan Filler Metal Inconel 82 Nugroho, Sri; Sudiarso, Wiko
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.822 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.1.16-20

Abstract

Sebuah alat di Primary Reformer adalah suatu alat yang dioperasikan pada suhu 600-800oC dan tekanan 30-40 kg/cm2. Primary reformer dibuat material yang berbeda, material baja karbon (flange) dan material baja tahan karat(top tube). Kedua material tersebut disambung dengan menggunakan las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan filler metal inconel 82. Namun ditemukan kobocoran (disbonding) antara sambungan pada material baja karbon dan weld metal. Tugas Akhir ini meneliti pengaruh preheat dan PWHT terhadap kualitas hasil pengelasan DMW. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini dapat mengungkap lebih jelas penyebab kebocoran pada pipa Primary Reformer di atas. Beberapa pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain : PWHT (tungku heatreatment), struktur mikro (mikroskop optik), dan nilai kekerasan (mikro vikers). Pengujian struktur mikro didapatkan hasil pelebaran ukuran dark band efek dari variasi temperatur PWHT pada batas fusi sambungan baja karbon dan weld metal, serta terjadi pengkasaran butir pada daerah HAZ baja karbon yang berstruktur full ferit. Nilai kekerasan pada daerah dark band ini lebih tinggi dibanding daerah lainya, dan menurunya nilai kekerasan pada daerah HAZ baja karbon. Turunya nilai kekerasan pada HAZ baja karbon dapat menimbulkan kegagalan jika komponen ini semakin lama dipakai pada aplikasi tersebut.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue