cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
SIMULASI BALISTIK PLAT BAJA UNTUK KENDARAAN MILITER PENDOBRAK DENGAN PELURU MU4-TJ MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Ismail, Rifky; Ramadan, Yogi Reza
ROTASI Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.471 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.2.51-56

Abstract

Indonesia telah berhasil memproduksi kendaraan tempur yang diakui oleh dunia internasional. Kendaraan yang diberi nama Anoa dan Komodo ini dikategorikan sebagai Battering Ram atau Kendaraan Pendobrak. Jenis ini digunakan untuk pertempuran khusus dan aktivitas anti teror. Kendaraan pendobrak ini mampu  menabrak beton setebal 30 cm dan dikendarai saat gelap karena menggunakan sistem kamera night vision. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan peralatan elektronik dan komunikasi canggih mendukung operasi khusus. Penelitian ini fokus pada kendaraan Komodo dengan plat baja penyusun setebal 4 mm. Pelat baja ini telah mengalami uji tembak eksperimental untuk mengetahui karakteristik balistik dari material. Hasilnya didapatkan bahwa pada pengujian balistik plat baja tersebut diketahui bahwa ketebalan 8 mm dari plat baja ini tidak sampai tertembus peluru tajam pada sudut tembak 90°. Hanya satu jenis peluru yang digunakan dalam uji eksperimen plat tersebut.  Diperlukan kajian tambahan yaitu analisa balistik pada plat baja penyusun kendaraan Komodo Pendobrak menggunakan metode elemen hingga dengan jenis peluru yang lain. Kajian  dilakukan dengan software ABAQUS pada sudut tembak paling kritis 90o dan peluru baru  yaitu MU4-TJ. Hasil analisa tersebut adalah peluru dapat menembus plat baja 4 mm 10 m dengan peluru MU4-TJ. Penggunaan plat baja 4 mm tidak disarankan untuk plat Komodo, namun bila tetap dikehendaki untuk digunakan sebaiknya dilakukan penambahan perlakuan material yaitu surface hardening.
PENGARUH KECEPATAN AIR SIRKULASI SEBAGAI MEDIUM QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA AISI 4140 Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 8, Nomor 1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.979 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.1.24-33

Abstract

Baja karbon yang dipanaskan sampai pada suhu austenit kemudian didinginkan secara cepat akan terbentukstruktur martensit yang memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari struktur perlit maupun ferit , proses ini biasa dikenaldengan Quenching. Proses quenching sederhana menghasilkan selubung uap pada sekitar spesimen yang padagilirannya akan mengakibatkan ketidak seragaman proses pendinginan yang pada akhirnya memunculkan fasa bukanmartensit.Penelitian ini diawali dengan perancangan dan pembuatan alat uji yang berupa sistem quenching dengan airtersirkulasi, dilanjutkan dengan penyiapan spesimen baja AISI 4140 dengan panjang 100 mm dan diameter 35 mm,kemudian spesimen diperlakukan panas hingga temperatur austenit kemudian didinginkan pada medium quenchingdengan sistem air tersirkulasi.Variasi penelitian yang dilakukan antara lain dengan tanpa air tersirkulasi, v = 0,597m/s , v = 0,696 m/s, v = 0,833 m/s. Karakterisasi dan evaluasi dari penelitian ini dilakukan dengan uji kekerasan danfoto struktur mikro (mikrografi).
Pengaruh Alkali dan Fraksi Volume terhadap Sifat Mekanik Komposit Serat Akar Wangi – Epoxy Nurdin, Akhmad; Hastuti, Sri; D., Henanto Pandu; H., Rino
ROTASI Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.581 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.1.30-35

Abstract

Perkembangan material komposit mulai bergeser dari bahan serat sintetis menjadi bahan berpenguat serat alam dan sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu serat alam yang bisa digunakan yaitu limbah padat hasil penyulingan akar wangi yang masih berupa akar dengan jumlah yang melimpah, sehingga limbah ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai penguat pada komposit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan alkali dan  fraksi volume  serat terhadap sifat mekanik dari komposit. Pada penelitian pertama, serat akar wangi yang bersih direndam larutan alkali (5% NaoH) selama 0, 2, 4, dan 6 jam. Selanjutnya dicuci sampai bersih dan didiamkan sampai kering. Pada penelitian kedua,hasil terbaik dari penelitian pertama digunakan sebagai acuan perendaman alkali, selanjutnya variasi yang digunakan fraksi volume serat 10%, 20%,30%, dan 40%. Matrik yang digunakan pada penelitan ini adalah Epoxy A dengan Harderner B. Spesimen untuk uji bending mengacu pada ASTM D790-02 dan uji impak ASTM D 5942-9. Hasil daripenelitian pertama, pengaruh perendaman alkali didapat tegangan bending dan harga imapak terbesar  39,05 MPa  dan 8,28 kJ/mm2  pada perendaman 6 Jam. Sedangkan hasil penelitian kedua, pengaruh penambahan fraksi volume serat didapat tegangan bending dan harga impak terbesar  43,40 MPa  dan 20,5 kJ/mm2 pada fraksi volume serat 20%.
KARAKTERISTIK EMISI JELAGA MESIN DISEL MENGGUNAKAN VENTURI SCRUBBER EGR DENGAN BAHAN BAKAR SOLAR Syaiful, Syaiful; Budiman, Arif
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.055 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.4.24-28

Abstract

Kondisi alam sekarang sudah sangat memprihatinkan karena pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh hasil pembakaran kendaran bermotor yang tidak sempurna. Para pakar otomotif dunia terus melakukan inovasi terhadap produk-produknya,agar gas buang menjadi lebih ramah lingkungan. Sekarang ini kendaraan yang ramah lingkungan sudah menjadi trend dunia,termasuk di Indonesia. Pada penelitian ini digunakan EGR (Exhaust Gas Recirculation) yaitu gas buang yang dimasukan kembali ke intak manifold dan berfungsi menurunkan NOx dan konsumsi bahan bakar. EGR yang di gunakan memakai system pendingin untuk mendinginkan suhu gas buang menggunakan Venturi Scrubber EGR. Penelitian ini juga meneliti adanya perbedaan kepekatan gas buang antara mesin diesel yang mengunakan Venturi Scrubber EGR dengan mesin diesel standar tanpa penggunaan Venturi Scrubber EGR.Pengujian dilakukan pada mesin isuzu panther indirect injection dengan bahan bakar solar. Dari hasil pengujian dengan penambahan alat berupa EGR diperoleh kenaikan opacity sebesar 120,06 % sehingga asap yang keluar jauh lebih banyak di banding tanpa penggunaan EGR, Akan tetapi penggunaan EGR memberi dampak positif yaitu meningkatnya efisiensi bahan bakar (ηƒ) sebesar 59,22 % di banding mesin tanpa penggunaan EGR. Semua data di ambil pada EGR 20,9% dengan temperatur T3 600C saat putaran 2500 rpm dengan load 100%.
Pengaruh Kuat Medan Magnet Terhadap Shrinkage dalam Pengecoran Besi Cor Kelabu (Gray Cast Iron) Umardani, Yusuf; Yurianto, Yurianto; Kusumaharja, Rezka Dwima
ROTASI Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.547 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.2.97-103

Abstract

Besi cor kelabu merupakan paduan antara baja dan karbon dengan kandungan karbon sekitar 2.5 – 4.0% sehingga memiliki sifat keuletannya rendah, tidak dapat ditempa, tidak dapat di rol dan tidak dapat ditarik. Proses pembentukan logam yang umum digunakan untuk besi cor kelabu adalah proses pengecoran (casting). Dalam proses pengecoran, kecepatan pendinginan cor (solidifikasi) dapat mempengaruhi sifatnya, kualitas dan struktur mikrografi. Umumnya logam akan mengalami penyusutan saat dalam proses pendinginan, pada besi murni penyusutan yang terjadi antara 3 – 8%. Penyusutan dapat menyebabkan perubahan terhadap dimensi produk pengecoran secara permanen dan dapat mengurangi sifat mekanis serta kualitas dari produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat medan magnet pada proses pembentukan pengecoran besi cor kelabu dengan metode pemberian kuat medan magnet di dalam rongga cetakan dan magnet yang digunakan adalah magnet permanen jenis Neodymium (NdFeB). Kuat medan magnet akan mengurangi cacat penyusutan (shrinkage), mempengaruhi proses pembentukan struktur mikro dan sifat mekanis dari produk hasil pengecoran. Material yang diuji adalah besi cor kelabu dengan kuat medan magnet 31.93 µT (1 magnet) dan 84.57 µT (2 magnet) serta dengan variasi temperatur 1255 ºC dan 1404 ºC. Perbandingan kekerasan antara spesimen hasil pengecoran tanpa perlakuan dan dengan  kuat medan magnet meningkat hingga 30%, yaitu dari 237 HB menjadi 345.6 HB (temperatur tuang 1255 ºC dan perlakuan 2 magnet). Hasil pengujian mikrografi tanpa etsa menunjukkan pengaruh kuat medan magnet dapat membuat stabil tipe grafit besi cor kelabu pada dua titik awal pengujian
PENGUJIAN MEKANIK DAN FISIK PADA METAL MATRIX COMPOSITE (MMC) ALUMINIUM FLY ASH Suprihanto, Agus; Setyana, Budi
ROTASI Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.624 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.4.50-57

Abstract

Fly ash (abu terbang) merupakan salah satu hasil sisa (limbah) batubara yang diperoleh dari penyaringan gas yang dikeluarkan dari saluran pembuangan pada suatu power plant. Berton-ton fly ash yang semakin menumpuk setiap tahunnya dibiarkan begitu saja sehingga menimbulkan polusi bagi lingkungan bahkan manusia. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk menaggulangi masalah ini. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata fly ash ini mempunyai sifat fisik dan kimia yang berguna dalam material konstruksi dan industri. Aluminium yang merupakan salah satu material yang banyak digunakan manusia di jadikan sebagai matriks bagi pemanfaatan fly ash yang salah satunya berfungsi sebagai partikel penguat (reinforcement). Penggunaan fly ash ini diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari aluminium. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash ini terhadap sifat mekanik aluminium maka dalam tugas sarjana ini dilakukan pengujian tarik, impak dan kekerasan, sedangkan pengujian koefisien muai linear, konduktivitas termal dan densitas dilakukan sebagai pengujian sifat fisik, dimana sebelumnya dilakukan proses pembuatan komposit aluminium fly ash dengan metode stir casting. Dengan mengunakan variasi awal persentase berat fly ash sebesar 5%, 10% dan 15%, dapat diketahui bahwa nilai kekuatan tarik, impak dan kekerasan cenderung meningkat seiring dengan semakin besar persentase penambahan fly ash dan terjadi penurunan nilai koefisien muai, konduktivitas termal dan densitas seiring dengan semakin besar persentase penambahan fly ash
Preliminary Development of Subsumption Architecture Control for Automated Guided Vehicle Tanaya, Prianggada Indra
ROTASI Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.253 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.4.200-208

Abstract

Subsumption control architecture is an control architecture based on parallel system. Input of information of sensors is directly connected through modules in the control system, and further the decision making is connected to actuators. Automated Guided Vehicle or AGV is an automated component within integrated manufacturing system. In this article, this control architecture will be designed and implemented to an AGV. Commands are designed based on Object-Oriented technology. The commands are arranged in subsumption, where a command higher subsumed other command of its lower level. GPFO (Greater Priority First Out) technique is implemed for executing the commands by using multi-threading. Experimentation is performed to have the characteristics of commands being executed. This work introduce our effort to design an operating system for an AGV.
STUDI LITERATUR PENGARUH PARAMETER PENGELASAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA LAS TITIK (RESISTANCE SPOT WELDING) Haikal, Haikal; Triyono, Triyono
ROTASI Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.641 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.15.2.44-54

Abstract

Resistance spot welding (RSW) is the most widely used for joining thin sheet metals in automotive industry. Various applications of dissimilar materials and thicknesses were commonly found in many spot welding processes especially in the manufacture of car body. The resistance spot welding of dissimilar materials are generally more challenge than similar materials due to differences in the physical, chemical, and mechanical properties of the base metals. Differences of materials have an impact on heat input generated at the spot welding. Diameter of the weld nugget size is influenced by several parameters such as electric current, welding time, different types of material, and the thickness of the plate. Nugget diameter will influence on physical and mechanical properties weld such as microstructure, shear strength and hardness. For practical use, various industrial standards have recommended a minimum weld size for a given sheet thickness, mostly in the form of tables. For example the American Welding Society (AWS), Society of Automotive Engineering (SAE) and the American National Standards Institute (ANSI). They were only suitable to be apllied on the similar metal and thickness joint because in this joint, symetrical nugget will be formed. Meanwhile a type of dissimilar metal that joined by spot welding method will result in the asymetrical nugget. This paper aims to review the results of researchs on the similar and dissimilar resistance spot welded joint to evaluate the use of similar metals weld parameters and standards on the dissimilar metals weld. It was determined that parameters welding such as electric current, welding time, and the standard for similar metals weld can not be applied on the dissimilar metals weld. The asymetrical nugget shape decreased shear strength on the weld nugget. The most important factor that was considered on the dissimilar metals weld to make high quality weld joint was nugget diameter. If the nugget diameter weld increased the strength of welding will increase.
Back Matter Rotasi Vol. 20 No. 1 Januari 2018 Saputra, eko
ROTASI Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.21 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.1.App.1-3

Abstract

KARAKTERISASI MATERIAL BALL MILL PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DENGAN METODA PENGUJIAN KEKERASAN, MIKROGRAFI DAN SEM Setiyana, Budi; Perdana, Revelino Putra
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.017 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.27-31

Abstract

Dalam proses pembuatan semen yang berawal dari bahan baku hingga menjadi semen yang siap pakai terdiri atas berbagai macam proses, salah satunya adalah proses finish mill dengan menggunakan bola-bola baja(ball mill) yang merupakan tahap akhir dalam proses pembuatan semen. Dalam suatu industri diperlukan suatu efisiensi untuk dapat memaksimalkan keuntungan. Dengan perkembangan teknologi pada saat ini maka dapat dilakukan pengembangan, salah satunya dengan mengembangkan material ball mill yang digunakan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk dapat mengetahui karakteristik dari material ball mill tersebut diantaranya dengan melakukan pengujian kekerasan, metalografi dan Scanning Electron Microscope(SEM). Diperoleh nilai kekerasan dari ball mill berkisar antara 80,75 – 83,58 HRA, struktur mikro yang terbentuk dari ball mill tersebut didominasi adanya karbida krom (Cr23C3) yang menyebabkan meningkatnya kekerasan, kekuatan, titik lelah dan elastisitas dari ball mill tersebut dan komposisi kimia ball mill pada suatu area terdiri dari unsur utama besi (Fe) sebesar 87.25% dan karbon (C) sebesar 0.22%, jadi ball mill termasuk baja karbon rendah yang sifatnya mudah ditempa dan mudah untuk dilakukan proses permesinan. Terdapat unsur paduan lainnya dalam baja ini yaitu silikon (Si) sebesar 0.58% dan krom (Cr) sebesar 11.96%. Berdasarkan unsur paduan yang terdapat pada area ini maka baja ini termasuk High alloy steel. Kandungan silikon sebesar 0.58% pada area ini dapat meningkatkan kekuatan tarik baja. Sedangkan kandungan krom sebesar 11.96% dapat meningkatkan kekerasan baja dan membuat baja menjadi lebih tahan terhadap oksidasi dan korosi.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue