cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Technopreneur (JTech)
Published by Politeknik Gorontalo
ISSN : 22524002     EISSN : 2548558x     DOI : -
Jurnal Technopreneur (Technology & Entrepreneur) adalah jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian dan pengetahuan sistematis tentang rekayasa dan teknologi, dalam bidang teknologi pertanian dan teknik mesin, Teknik Informatika dan Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali tahun 2012 dengan terbitan 2 kali setahun pada bulan Mei dan bulan November.
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PENGELOMPOKKAN KUALITAS DAGING IKAN TUNA DENGAN K-MEANS BERBASIS HISTOGRAM DERAJAT KEABUAN Roys Pakaya; Salman Suleman
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.292 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.207

Abstract

Potensi perikanan dan kelautan Gorontalo yang paling menonjol adalah ikan tuna yang merupakan hasil tangkapan nelayan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melakukan berbagai terobosan sehingga nelayan khususnya yang menangkap ikan tuna bisa sejahtera dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan. Kualitas ikan tuna tangkapan nelayan Gorontalo memiliki kualitas dan mutu yang bagus, hal ini terlihat oleh banyaknya permintaan dari daerah tetangga. Saat ini produksi tuna hasil tangkapan nelayan di Gorontalo dikirim ke sejumlah daerah seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Bali. selanjutnya ikan tuna ini diekspor keluar negeri, hal ini disebabkan seringnya terjadi perbedaan dalam mengelompokan kualitas daging ikan tuna. Dalam mengetahui mutu dan kualitas hasil perikanan, khusunya ikan tuna dapat dilihat secara langsung. Tahapan ini dilakukan oleh seorang ahli (checker) dengan melakukan pembedahan pada ikan tuna. Ikan tuna akan dibedah menjadi empat bagian daging yaitu daging sisi kiri dan kanan. Namun dalam pengelompokkan mutu dan kualitas daging ikan tuna dengan menggunakan cara ini sering terjadi banyak kesalahan. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode clustering K-Means berbasis histogram derajat keabuan untuk menyelesaikan masalah dalam pengelompokan kualitas daging ikan tuna. Hasil clustring terbaik diperoleh 3 kelompok kualitas daging ikan tuna yaitu Cluster A, Cluster B, Cluster C.
KARAKTERISTIK ANTOSIANIN DAN TINGKAT PENERIMAAN MINUMAN FUNGSIONAL SIRUP UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L. Poir) DENGAN VARIASI LAMA PEMANASAN YANG BERBEDA Satria Wati Pade
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.918 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.197

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu jenis ubi yang banyak ditemui di Indonesia selain berwarna putih, kuning dan merah (Lingga, 1995). Ubi jalar ungu merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai keunggulan sifat fungsional, karena bebagai komponen yang terkandung didalamnya mempunyai fungsi-fungsi fisiologis tertentu. Ubi ini mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti kalsium, zat besi,vit A maupun C. Selain itu, ubi jalar ungu banyak mengandung zat warna terutama pigmen antosianin (Herawati dan widowati, 2009). Pengolahan ubi jalar ungu biasanya hanya dilakukan secara sederhana, yaitu sebagian besar masyarakat memanfaatkannya dengan cara dikukus atau direbus, digoreng, diolah menjadi kolak dan keripik. Untuk meningkatkan citra perlu dilakukan terobosan teknologi pengolahan pangan, maupun menggali dan mensosialisasikan keunggulan mutu gizi serta sifat fungsionalnya dari ubi jalar tersebut (Hernani dan Raharjo, 2005). Salah satu olahan ubi jalar ungu yang cukup potensial yaitu mengolah ubi jalar ungu menjadi sirup sehingga lebih praktis, mudah dikonsumsi dan mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Stabilitas kimiawi antosianin sebagai pewarna alami sekaligus berfungsi sebagai antioksidan pada ubi jalar ungu dipengaruhi oleh suhu pemanasan (Wulandari dan Suhartatik, 2013). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan lama pemanasan yaitu perlakuan A= 5 menit, perlakuan B= 10 menit, perlakuan C= 15 menit, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variable yang diamati meliputi: Uji organoleptik, warna, viskositas, total padatan terlarut,vitamin C dan antosianin. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji organoleptik rata-rata termasuk dalam kategori netral sampai suka, warna ungu cerah, viskositas 165,6 mPa.s, total padatan terlarut 59,83%, vitamin C 10,62% dan kadar antosianin 63,54%
Analisis dan Desain Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Dosen Pembimbing Tugas Akhir Menggunakan Metode AHP Weda Adistianaya Dewa; Linda Suvi Rahmawati
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.638 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.208

Abstract

Dalam penentuan dosen pembimbing tugas akhir dalam pengambilan keputusan oleh program studi di STMIK PPKIA Pradnya Paramita terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian. Penilaian ini berdasarkan 5 kriteria yakni tingkat pendidikan, road map penelitian dosen, latar belakang, bidang minat, dan jabatan fungsional. Demi efisiensi dan efektifitas program studi maka pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan. Penelitian tersebut digunakan untuk membangun sebuah sistem pengambilan keputusan yang mempunyai kemampuan menganalisa penentuan dosen pembimbing tugas akhir dengan menggunakan metode AHP, dimana masing-masing kriteria dalam hal ini faktor-faktor penilaian dan alternatif dosen pembimbing dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga memberikan output nilai intensitas prioritas yang menghasilkan suatu system yang memberikan penilaian terhadap setiap dosen pembimbing. Sistem pengambilan keputusan ini dapat membantu program studi dalam menentukan dosen pembimbing tugas akhir berdasarkan kriteria dan nilai pembobotan. Hal ini berguna untuk memudahkan pengambilan keputusan yang terkait dengan penentuan dosen pembimbing, sehingga akan didapatkan dosen pembimbing tugas akhir yang paling layak untuk membimbing mahasiswa sesuai core kompetensi program studi.
KARAKTERISITIK SIFAT FISIKOKIMIA TEH HERBAL "SEKAM" (SERAI KOMBINASI KAYU MANIS) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Desi Arisanti; Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.104 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.199

Abstract

Penggunaan serai menjadi produk baru merupakan hal penting sebagai diversifikasi pangan. Serai memiliki kandungan zat anti mikroba, kandungan tersebut berguna khususnya dalam mengobati infeksi pada lambung, usus, saluran kemih dan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah teh herbal dari tanaman serai dengan tambahan kayu manis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1).Untuk mengetahui kandungan fisikokimia teh herbal serai-kayu manis yang berupa kadar flavonoid, kadar abu, kadar air dan kadar vitamin C. 2). Bagaimana tingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal serai-kayu manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kombinasi teh serai dengan kayu manis yang tepat terhadap tingkat kesukaan panelis yang terbaik adalah perlakuan T1 (warna, aroma) dan T3 (Rasa). Adapun hasil analisis sifat kimia dengan penambahan kayu manis yaitu; kadar air 6.08% (T2), kadar abu 5.84% (T2), kadar flavonoid (T1), dan kadar vitamin C 15.00% (T3). Tingkat kesukaan yang dihasilkan dari 3 perlakuan teh sekam secara keseluruhan dalam taraf netral sampai agak suka oleh panelis adalah perlakuan T2 (daun serai 1,5 g dan kayu manis 0,2 g). Dan dari data hasil analisis kimia teh sekam dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan T2 (kadar air dan kadar abu) dan T3 (vitamin C).
PERBANDINGAN PERFORMA PREDIKSI TINGKAT KEMISKINAN ANTARA BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK DAN GENERALIZED REGRESSION NEURAL NETWORK Rina Mamase; Ruli S. Sinukun
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.443 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.210

Abstract

Menurunkan tingkat kemiskinan penduduk merupakan suatu program kerja Pemerintah Indonesia yang hingga saat ini masih berlangsung. Pemberian bantuan secara merata, tepat dan cepat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan penyajian data kemiskinan secara cepat dan akurat melalui prediksi tingkat kemiskinan menggunakan suatu metode yang efektif. Kemiskinan adalah masalah multi dimensional, sehingga diperlukan kesepakatan pendekatan/metode yang dipakai apabila ingin memprediksi tingkat kemiskinan. Masalah kemiskinan tidak hanya berasal dari ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar saja, melainkan ada juga faktor atau indikator lain yang dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan penduduk disuatu daerah/wilayah, seperti indikator pertanian, perdagangan dan industri. Selain penggunaan indikator kebutuhan dasar seperti kependudukan, tenaga kerja, pendidikan, dan kesehatan, penelitian ini juga mencoba menambahkan indikator pertanian, industri, dan perdagangan dalam prediksi tingkat kemiskinan. Metode prediksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Backpropagation Neural Network (BPNN) dan Generalized Regression Neural Network (GRNN). Pengujian dilakukan dengan menggunakan data tingkat kemiskinan di Provinsi Gorontalo pada tahun 2016 dan 2017. Mean Absolute Percentage Error (MAPE) digunakan sebagai kriteria evaluasi model prediksi. Hasil dari prediksi tingkat kemiskinan diperoleh bahwa metode GRNN memiliki performa 14-16% lebih baik jika dibandingkan dengan metode BPNN.
Pengujian Karakteristik Fisik Jagung Bisi 2 untuk Mendesain Mesin Pemipil Jagung Portabel Moh Fikri Pomalingo; Sjahril Botutihe; Agus Susanto Ginting
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.913 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.186

Abstract

Jagung merupakan salah satu potensi lokal utama di Gorontalo. Komoditi ini dibudidayakan di lahan datar dan lahan miring. Desa Botuwombato merupakan salah satu desa yang penghasil jagung terbesar di Gorontalo. salah satu varietas jagung yang banyak dibudidayakan di Gorontalo adalah Jagung Bisi 2. Salah satu permasalahan yang dihadapi yaitu belum adanya data karakteristik fisik buah jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik buah dan biji jagung Bisi 2 sehingga dapat merancang alat dan mesin dan pertanian yang baik dan tepat dalam pengoperasioannya. Pengukuran massa jagung dilakukan dengan menggunakan timbagan analitik dan pengukuran dimensi menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata massa jagung mencapai 108.6 g. Berat rerata biji jagung yang berada pada ujung, tengah dan pangkal secara berurutan mencapai 19.4 g, 22.2 g, dan 24.2 g. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa dimensi biji jagung terbesar berada pada pangkal buah, sedangkan diameter tongkol terkecil berada pada ujung tongkol dengan nilai 19.4 mm.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI NATRIUM METABISULFIT TERHADAP KANDUNGAN VITAMIN C DAN TINGKAT KECERAHAN DALAM PEMBUATAN TEPUNG UBI JALAR, TEPUNG JAGUNG DAN TEPUNG SINGKONG Ika Okhtora Angelia; Abd. Azis Hasan
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.436 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.200

Abstract

The types of plants commonly used to making flour include tubers that have carbohydrates that resemble as wheat, are sweet potatoes, potatoes, corn, and cassava. The problem often faced by food containing carbohydrates is easy to a browning reaction because of the activity of polyphenols and oxidation enzymes which can convert polyphenols into polycarbonate insulation. The defective that causes color changes during storage can be overcome by using additives that are standard and safe for consumption such as Natrium Metabisulfite. The effect of soaking time on Natrium Metabisulfite on the whitish degree of flour will also be studied. This study was conducted to determine Vitamin C level and the whitish degree of flour in the process of making cassava flour, sweet potato flour and corn flour. The research used factorial design with three treatment combinations and each treatment was repeated three times with two factors, soaking length (15 minutes, 30 minutes , 45 minutes) and Natrium Metabisulfite concentration (1 gram , 2 gram , 3 gram). The results showed that sweet potato flour of had the highest significant effect the whitish degree of flour (treatment A3N3) and vitamin C (treatment A2N3). Soaking length and Natrium Metabisulfite had significant effect the whitish degree of flour and vitamin C.
PENGARUH JUMLAH ALIRAN UDARA TERHADAP NYALA API EFEKTIF DARI REAKTOR GASIFIKASI BIOMASSA TIPE FIXED BED DOWNDRAFT MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR TONGKOL JAGUNG. Romi Djafar; Farid Darise
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.106 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.211

Abstract

Teknologi reaktor gasifikasi biomassa telah ada sejak abad lampau, namun proses pengembangannya terus dilakukan sampai dengan saat ini. Pengembangan terhadap gasifikasi tersebut mulai dari desain reaktor, sistem cleaning syn-gas beserta cara penentuan parameter operasi untuk mendapatkan performa reaktor gasifikasi yang lebih baik. Salah satu parameter penting dalam proses gasifikasi adalah perbandingan udara aktual terhadap jumlah bahan bakar disebut udara Air Fuel Rasio (AFR). Dalam proses gasifikasi jika AFR yang tidak sesuai akan menimbulkan berbagai persoalan. Misalnya saat AFR terlalu besar maka semakin memperkaya komposisi CO2 dan H2O karena pembakaran semakin mendekati pembakaran sempurna. Sedangkan apabila AFR terlalu kecil maka produk arang yang dihasilkan makin meningkat, jumlah produksi gas yang menjadi sedikit dan panas kalor dihasilkan juga makin rendah, hal ini dipengaruhi oleh jumlah udara yang disuplai yang minimum. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian bagaimana pengaruh suplai udara terhadap proses gasifikasi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui nyala api terbaik, nyala api efektif dari proses gasifikasi, jumlah komsumsi bahan bakar dan distribusi suhu sepanjang reaktor selama proses pengujian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan reaktor gasifikasi biomassa tipe downdraft sistem batch dari bahan bakar tongkol jagung yang memiliki nilai kadar air sebesar 12%. Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan tiga perbedaan variasi kecepatan udara masing-masing 15m/s; 10m/s dam 5m/s melalui pengaturan bukaan katup yang terpasang pada pipa nozzle menggunakan alat ukur anomometer digital udara reaktor gasifikasi. Hasil Penelitian menunjukkan hasil analisis berupa Air Fuel Rasio (AFR) aktual berturut-turut 1,6; 1,8 dan 1,1. Dengan Equivalen Rasio (ER) dari setiap pengujian adalah 0,22; 0,25 dan 0,15. Selanjutnya nyala api terbaik diperoleh pada AFR 1.8 dengan Equivalen Rasio 0,25 yang indikasikan dengan nyala api yang kebiruan. Sedangkan total lama operasi proses gasifikasi mulai terjadi nyala api sampai dengan nyala api tersebut padam didapatkan pada pengujian ketiga yaitu 361 menit untuk bakan bakar 5 kg.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMANGGANGAN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN GIZI SNACK FOOD BARS BERBAHAN DASAR TEPUNG PISANG GOROHO DAN TEPUNG AMPAS TAHU Rahmiyati Kasim; Siti Aisa Liputo; Marleni Limonu; Fadhilah Pratiwi Mohamad
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.578 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.188

Abstract

The research aims to understand the effect of temperature and roasting time on the level to the preference level and nutrition value of snack food made from goroho banana flour and less of tofu flour. This snack food bars is good for diabetics, because using raw materials with low glicemic index. Design use is a complete random ( ral ) factorial, where consisting of 2 factors, the first is the temperature roasting consisting of 2 standard: 130 0C, 160 0C and the second factor is roasting time consisting of 2 standard: 30 minutes, 60 minutes. Consisting of four combinations treatment each treatment repeated three times, so composed of twelve units experiment. The research consisting of some stages that is the first stage is preparation raw materials which includes making banana flour goroho and flour dregs know , then making snack food bars and testing organoleptik and analysis proximate. The data obtained analyzed using ANNOVA. When there is significant differences between treatment, then continued with BNT test different (different real smallest ).The results of the analysis variety of results showed that combination treatment temperature and roasting time had have real impact on colors, flavor, texture, water content, protein content, ash content, fat content and carbohydrate content but not have real impact to the odor of snack food bars. A snack food bars made from the banana flour goroho and less of tofu flour resulting in this research containing water content as much as 7,03-29,82 % , protein content 8,08-10,42 % , fat content 3,88-7,61%, ash content 1,05-1,97 % , as much as 51,10-79,07 carbohydrate content. Keywoard : Snack food bars, temperature and period of roasting, diabetics, goroho bananan, tofu flour
Dampak Serangan DDoS pada Software Based Openfow Switch di Perangkat HG553 Alimuddin Yasin; Ismail Mohidin
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 6 No 2 (2018): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.671 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v6i2.206

Abstract

Software Defined Network (SDN) adalah salah satu evolusi terbesar dalam dunia jaringan komputer. Dengan adanya SDN kemudahan dalam mengontrol jaringan lebih mudah dibandingkan dengan jaringan komputer biasa. Dimana dengan SDN konfigurasi jaringan lebih terpusat dikarenakan adanya pemisahan antara data plane dengan control plane. Data Plane berada pada sisi perangkat switch sedangkan control plane berada pada sisi server. Ada dua jenis switch Openflow yakni software based Switch Opeflow dan Hardware Based Switch Opeflow. Dalam penelitian ini jenis switch yang di pakai adalah Software Based Openflow Switch yang di pasang pada perangkkat HG553. Isu keamanan adalah isu yang masih terbuka luas untuk diteliti dalam Software Defined Network. Salah satunya adalah DDoS. DDoS adalah kegiatan untuk membanjiri jaringan dengan Data sehingga lalulintas jaringan menjadi penuh dan jaringan tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berhak. Jenis DDoS UDP Flooding adalah jenis DDoS Conectionless. Dalam penelitian menunjukan DDoS UDP Flooding yang terjadi dalam jaringan SDN menyebabkan jaringan SDN sulit untuk di akses dikarenakan Switch Opeflow terlepas dari kontroller dan menyebabkan penggunaan reource tinggi pada Switch Openflow.

Page 6 of 16 | Total Record : 155