cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
PENGEMBANGAN ALAT BANTU REHABILITASI PASIEN PASCASTROKE BERBASIS VIRTUAL REALITY Kristanto Agung Nugroho; Herianto Herianto
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 1, Januari 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.352 KB) | DOI: 10.12777/jati.11.1.45-52

Abstract

Stroke adalah penyakit yang mematikan karena dapat menyebabkan kecacatan dan kematian pada pasien. Makalah ini melaporkan penelitian membuat game virtual reality untuk rehabilitasi menggunakan sensor Kinect sebagai pengontrol. Pengembangan game dimulai dengan menentukan kebutuhan atribut konsumen dari wawancara dan observasi dengan fisioterapis dan pasien. Tes menggunakan metode thinking aloud, kuesioner, dan wawancara. Hasilnya adalah sebuah software game yang diberi judul Jaka Sembuh, game terdiri dari kode pemrograman dan graphical user interface (GUI) untuk membantu rehabilitasi pasien bagian ekstremitas atas (upper limb). Game memiliki unsur-unsur dramatis seperti: tantangan, play, premis, karakter dan cerita. Pengujian usabilitas dan flow menunjukkan bahwa game dapat digunakan untuk membantu rehabilitasi dengan baik.  Abstract  Stroke is a disease that is deadly because it can cause disability and death in patients. This paper reports on the study makes virtual reality games for rehabilitation using the Kinect sensor as a controller. Game development begins with determining the needs of the consumer attributes from interviews and observations with the physiotherapist and the patient. The test using the method of thinking aloud, questionnaires, and interviews. The result is a game software Jaka Sembuh, game consists of programming code and graphical user interface (GUI) to assist in the rehabilitation of upper limb section patients. Game has dramatic elements such as: challenges, play, premise, characters and story. Usability testing and flow shows that the game has been created can be used to assist in the rehabilitation well.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Triyanti, Vivi; Tirtasari, Orlena
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.1, Januari 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.488 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.1.1-9

Abstract

Dalam industri kertas seperti yang ditekuni oleh PT. Pelita Cengkareng Paper & Co. pemotongan roll sesuai permintaan dilakukan dengan mempertimbangkan alternatif alternatif yang mungkin dengan sisa pemotongan seminimal mungkin. Selama in metode yang digunakan adalah dengan cara trial and error. Akibatnya, dibutuhkan waktu cukup lama dengan hasil yang belum tentu optimal, artinya sisa pemotongan mungkin akan berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan  suatu dasar matematis untuk masalah Trimloss. Model yang dibuat berdasarkan 2 fungsi tujuan yaitu minimisi sisa pemotongan untuk Model I dan makasimasi keuntungan dalam bentuk bobot keuntungan. Hasil penelitian berupa tabel alternatif potongan dan  jumlah roll awal yang harus dipotong dengan satu set alternatif tertentu, yang diharapkan dapat membantu perusahaan dalam perencanaan produksi kertas jenis medium 125 gsm  dalam memenuhi permintaan yang ada. Berdasarkan hasil dari penelitian ini,total sisa dari model minimasi sisa adalah sebesar 1790 cm dan total keuntungan dari model maksimasi keuntungan adalah sebesar 16777,5 dalam bobot keuntungan yang meningkat dari 14643,75 dengan menggunakan sistem sekarang. Perusahaan belum memiliki data sisa pemotongan dari metode saat ini.  Kata kunci : model trimloss, minimasi sisa, maksimasi keuntungan, integer linier programming.     In the paper industry, cutting stock is done by considering all the alternatives possible  in cutting the jumbo roll into rolls with smaller widths. The method used now is trial and error which results with long hours of work with no guarentee of optimality, meaning that the trim loss could be excessive which then cause loss to the customers. This research’s goal is to use a method with mathematical basis for the trim loss problem. The model would have 2 objectives, one for the trim loss model an, as a comparison, is to maximize the benefit shown in ranks instead of the actual benefit. The result of this research is a table consisting of all cutting alternatives made by trial and error dan the number of the jumbo rolls cut according to some alternatives. This research is expected to be able to help the company to decide which alternative to use due to the demand. This research yields 1790 cm of trim loss with no record of it from the method used now and 16777,5 in rank of benefit, increasing  from 14643,75 from the method used now.  Key words : minimum trim loss, maximum benefit, integer linear programming
PENERAPAN ANALYTICAL NETWORK PROCESS (ANP) PADA SISTEM PENGUKURAN KINERJA DI KEBUN SIDAMANIK PEMATANG SIANTAR Hidayati, Juliza
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.1, Januari 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.602 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.1.51-60

Abstract

Kinerja merupakan kemampuan yang dimiliki dalam menerapkan strategi secara efektif untuk  memastikan tujuan yang ingin dicapai perusahaan dapat diwujudkan. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, perusahaan haruslah meningkatkan kinerja dari periode ke periode berikutnya. Kebun Sidamanik Pematang Siantar PTP Nusantara IV (Persero) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri yang menghasilkan teh yang dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri. Seiring dengan persaingan dalam dunia industri yang semakin ketat, Kebun  Sidamanik Pematang Siantar PTP IV (Persero) harus  berusaha untuk  meningkatkan kinerja perusahaan agar perusahaannya dapat bertahan. Untuk itu diperlukan sebuah pengukuran kinerja yang dapat mendukung perusahaan dalam meningkatkan kinerja tersebut. Maka diperlukan suatu pengukuran kinerja  yang lebih baik sehinga dapat diketahui maju mundurnya perusahaan tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran kinerja di Kebun Sidamanik Pematang Siantar PTP IV (Persero), untuk mengetahui besarnya (%) kinerja perusahaan, sehingga dapat dirumuskan kebijakan/strategi dalam mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuan perusahaan. Diperlukan strategi objektif dalam pengukuran kinerja. Balance Scorecard merupakan suatu kerangka kerja yang dibutuhkan untuk menurunkan strategi perusahaan. Pemecahan masalah dalam perhitungan besarnya kinerja (%) menggunakan metode Analytic  Network Procces (ANP). Metode ANP yaitu suatu metode pengukuran kinerja yang memperhatikan saling keterkaitan antara strategi objektif objektif yang satu dengan yang lain. Kebun Sidamanik Pematang Siantar PTP IV (Persero) memiliki empat perspektif yang masing-masing memiliki kinerja sebagai  berikut finansial (27.1%), pelanggan (46.4%), proses bisnis internal (9%) serta pertumbuhan dan pembelajaran (17.6%). Besarnya kinerja dari masing-masing strategi objektif di kebun Sidamanik Pematang Siantar  PTP Nusantara IV (Persero) yaitu bisnis growth (4.9%), profitabilitas (6.4%), solvabilitas (4.3%), biaya  operasional (5.5%), pendapatan operasi (4.7%), kepuasan pelanggan (6.8%), peningkatan jumlah  pelanggan (7.9%), karakteristik  produk (7.8%), kemajuan teknologi (4.1%), ramah lingkungan (5.9%), maintenance (5.8%), peningkatan K3 (5.6%), optimalisasi penjualan (4.5%), jumlah tenaga kerja ahli (3.6%), performance appraisal (6.2%), pelatihan  teknologi  informasi (4.7%), sistem informasi (7.4) dan inovasi (4%). Kata kunci: petunjuk penulisan, persiapan makalah, prosiding, seminar.  Abstract Performance is the capabilities to implement effective strategies to ensure corporate objectives are attained. To achieve the desired objectives, companies must improve the performance of the period to the next. Gardens Sidamanik Siantar PTP Nusantara IV (Limited) is one of the companies engaged in industries that produce tea which is marketed in the country and abroad. Along with the competition in the industry intensifies, Garden Sidamanik Siantar PTP IV (Limited) have attempted to improve the performance of the company so that the company can survive. It required a performance measurement which can support companies in improving performance. We need a better performance measurement can be determined so that reciprocation of the company. In this study, we measured the performance of the Garden Sidamanik Siantar PTP IV (Limited), to determine the amount (%) the performance of the company, so as to formulate policies / strategies to achieve company goals. To achieve its goals. Necessary objective in the performance measurement strategy. Balanced Scorecard is a framework that is needed to lower the corporate strategy. Solving problems in the calculation of the performance (%) using the Analytic Network Procces (ANP). ANP method is a method of performance measurement that regard the interplay between objective objective strategies with each other. Gardens Sidamanik Siantar PTP IV (Limited) has four perspectives each has the following financial performance (27.1%), customers (46.4%), internal business processes (9%) as well as growth and learning (17.6%). The magnitude of the performance of each objective in the garden Sidamanik strategy Siantar PTP Nusantara IV (Limited), namely business growth (4.9%), profitability (6.4%), solvency (4.3%), operating costs (5.5%), operating income (4.7 %), customer satisfaction (6.8%), an increase in the number of customers (7.9%), product characteristics (7.8%), technological advances (4.1%), green (5.9%), maintenance (5.8%), an increase in K3 (5.6% ), optimization of sales (4.5%), the number of skilled labor (3.6%), performance appraisal (6.2%), training, information technology (4.7%), information systems (7.4) and innovation (4%). Keywords: writing instructions, preparation of papers, proceedings, seminar.
PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN GUDANG MATERIAL PENUNJANG DI PT XYZ Rahardjo, Benedictus
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 2, Mei 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.097 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.2.127-136

Abstract

Studi ini membahas tentang pembuatan sistem dan standar untuk mengontrol sistem gudang  agar memudahkan pencarian material dan pengontrolan gudang. Gudang material penuh dan susahnya pencarian material dikarenakan tidak adanya prosedur yang mengatur bagaimana seharusnya gudang tersebut beroperasi. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan serta tanya jawab terhadap pihak-pihak yang berhubungan dengan gudang material. Hasil dari pengamatan kemudian disusun menjadi sistem manajemen baru dalam bentuk Standard Operating Procedure (SOP), aturan-aturan, serta tata letak material baru. Berdasarkan SOP yang ada kemudian dibuatlah kartu stok dan table material induk sebagai alat controling pada gudang. Controling dilakukan dengan tujuan agar gudang berjalan sesuai SOP yang ada dan tidak kembali pada permasalahan yang lama. AbstractThis study has been done to create a system and standard to control the warehouse system for ease finding tools and control the warehouse. The warehouse is full and finding tools is hard because there is no regulation to control how the warehouse should be running. This project uses direct observation in the field and Q&A against the department which have relation with supporting tools warehouse. The results of the observations then organized into a new management system in form of Standard Operating Procedure (SOP), rules, and new layout for tools. Based on existing SOP, stock card and parent material table is made as for controlling tool for the warehouse. Controlling is done with the aim that the warehouse goes according to SOP and did not return to the old problems.
PENERAPAN FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DALAM METODE MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KEGAGALAN POTENSIAL PADA PROSES PRODUKSI Hetharia, Dorina
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 4, No. 2, Mei 2009
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.654 KB) | DOI: 10.12777/jati.4.2.91-98

Abstract

Banyak metode dalam Total Quality Management (TQM) yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan kualitas produk dan jasa. Salah satunya adalah Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA), yang dapat digunakan untuk mengeliminasi atau mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan bila dilihat dari faktor penyebabnya, sehingga dapat mencegah terulang kembali kegagalan tersebut. MAFMA merupakan pengembangan dari Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yang mengintegrasikan atribut severity, occurance, dan detectability dengan aspek ekonomi yakni expected cost. Pada FMEA, penentuan penyebab kegagalan potensial suatu produk dilakukan dengan memberikan nilai (score) pada atribut severity, occurance, dan detectability, yang dilanjutkan dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Sedangkan pada MAFMA, penentuan penyebab kegagalan potensial dilakukan dengan pemberian bobot pada ke-empat atribut. Pemberian bobot tersebut menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan logika fuzy. Atribut severity, occurance, detectability dan expected cost pada MAFMA dimasukkan sebagai level kriteria dalam struktur hirarkhi AHP, sedangkan penyebab-penyebab kegagalan akan menjadi level alternatif pada struktur hirarkhi tersebut. Studi kasus pada PT Pelita Cengkareng Paper & Co. menunjukkan bahwa bobot  kriteria severity sebesar 0.3461, kriteria occurance sebesar 0.0848, kriteria detectability sebesar 0.1741 dan kriteria expected cost sebesar 0.3950.Sedangkan penyebab kegagalan potensial adalah penggumpalan chemical dengan bobot tertinggi sebesar 0.210. Kata kunci: AHP, logika fuzzy, MAFMA    There are several methods of Total Quality Management (TQM) that can be used to improve quality of product and service. One of those is Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA), which can be used to eliminate or minimize the failure probability based on its causal factor, so we can prevent the same failure in the future. MAFMA is development of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) that integrates severity attribute, occurrence, and detect ability with expected cost as financial aspect.  In FMEA, determination of potential failure causal factor is done by giving weight to four attributes. Giving weight is using Analytic Hierarchy Process (AHP) with fuzzy logic. Severity, occurrence, detect ability, and expected cost in MAFMA as criteria level in AHP hierarchy structure, whereas the failure causes as alternative level in that hierarchy structure. In case study at PT Pelita Cengkareng Paper & Co. shows that weight for severity criteria is 0.3461, occurrence is 0.0848, detect ability is 0.1741, and expected cost is 0.3950. The potential failure cause is chemical agglutination in weight 0.210. Keywords : AHP, fuzzy logic, MAFMA
RANCANG ULANG MESIN FERMENTASI ROTI DENGAN PENDEKATAN REKAYASA NILAI DAN ANALITICAL HIRARCHY PROCESS DIGUNAKAN SEBAGAI PEMBOBOTAN ALTERNATIVE Muzakki, Hakam
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.2, Mei 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.084 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.2.123-132

Abstract

Dalam makalah ini dibahas mengenai rekayasa ulang mesin fermentasi dengan beberapa alternatif rancangan dan komponen untuk meningkatkan kinerja dari mesin, serta juga dibahas mengenai analisa biaya dari masing-masin rancangan sehingga harga dari mesin yang baru lebih terjangkau oleh home industri. Agar pembahasan makalah ini lebih fokus maka studi kasus dilakukan pada perusahaan home industri roti UD XYZ di kabupaten Bangkalan. Metode dan teknik yang digunakan dalam merancang ulang mesin fermentasi roti pada home industry UD XYZ dengan pendekatan rekayasa nilai, sistem pakar dipergunakan untuk langkah informasi, langkah kreative, dan penetuan kriteria dan pembobotan. fishbone diagram dan Pareto diagram dipergunakan untuk tahap identifikasi dan kreative. AHP dipergunakan untuk pembobotan dan penentuan kriteria atau alternatif. Alternatif 1 merupakan rancangan yang paling baik dibandingkan dengan alternatif-alternatif yang lain, dan mempunyai kinerja hampir dua kali lipat dibandingkan dengan mesin awal. Kata kunci : mesin fermentasi roti, rekayasa nilai, analitical hyrarchy process   Abstract This paper is discussed about redesign fermentation machine by some design alternatives and componens to improve performance of machine, it is also explained about cost analysis each design so the price of machine is cheaper so the home industries can buy it. To focuse, this paper has token in a home indutry. It is UD XYZ in Bangkalan distric. Teknique and method has been used to redesign fermentation cake at the home industry UD XYZ by value engineering, expert system is used to information stage, creative stage, and criteria decission stage and wight. Fishbone diagram and pareto diagram are used to identification and creative stage. AHP is used to wight and creative or alternative decission. Alternative 1, one of some alternative, is the best alternative when compared with another and it has more than the old machine. Keyword : baerd fermentation machine, value engineering , analitical hyrarchy process  
MODEL PROGRAM DINAMIS UNTUK LOT SIZE MULTI ITEM DENGAN KENDALA KAPASITAS GUDANG Utama, Dana Marsetiya
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.999 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.1.21-26

Abstract

Persediaan bahan baku merupakan aktifitas yang penting dalam proses produksi. Pada makalah ini, model mempertimbangkan kuantitas dan periode pemesanan. Dalam model ini, pembeli tunggal membeli beberapa bahan baku dari satu pemasok. Permintaan bahan baku bersifat deterministik dan bervariasi untuk periode waktu. Selain itu, biaya pesan dan biaya simpan untuk periode perencanaan adalah tetap. Kami telah mengembangkan model pemrograman dinamis untuk mengatasi masalah ini. Model pemrograman dinamis ini dikembangkan dari algoritma Wagner-Whitin. Model program dinamis yang diusulkan mempertimbangkan multi item dan kendala kapasitas gudang. Untuk menguji performa dari model, peneliti melakukan beberapa percobaan numerik. Hasil percobaan numerik model pemrograman dinamis usulan menunjukan total biaya persediaan lebih optimal dibandingkan dengan metode EOQ. Hasil percobaan ini menunjukkan model usulan efektif minimasi total biaya persediaan. AbstractInventory of raw materials is an essential activity in the production process. In this paper, the model considers the quantity and order period. In this model, a single buyer buys several raw materials from one supplier. The demand for raw materials is deterministic and varies for a period of time. Besides, the message costs and save costs for the planning period are fixed. We have developed dynamic programming models to overcome this problem. This dynamic programming model was developed from the Wagner-Whitin algorithm. The proposed dynamic program model considers multi items and warehouse capacity constraints. To test the performance of the model, researchers conducted some numerical experiments. The numerical experimental results of the dynamic programming model suggest that the total inventory cost is more optimal compared to the EOQ method. The results of this experiment indicate the proposed model effectively minimizes the total cost of inventory.Keywords: Multi Item; Inventory; Wagner Whitin; Warehouse Constraints; Dynamic Programming
Analisis Pengendalian Kualitas Cacat Bintik Untuk Produk Hyundai Atoz (Type Mx) Di PT Hyundai Indonesia Motor Aribowo, Budi; Kushandayati, Kushandayati
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.3, September 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.583 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.3.217-224

Abstract

PT.Hyundai Indonesia Motor (HIM) adalah perusahaan yang bergerak pada bidang otomotif khususnya dalam perakitan mobil dengan merk Hyundai. Dalam upaya mempertahankan kualitas produk, PT.HIM berusaha untuk meminimasi jumlah kecacatan dalam setiap unit inspeksinya. Untuk itu diperlukan sebuah metode pengendalian dan peningkatan kualitas untuk mengidentifikasi cacat ke penyebab akar utamanya. Dari pengumpulan data yang dilakukan di PT. HIM dari bulan Maret sampai dengan Agustus 2006, didapatkan bahwa cacat bintik (dirt) merupakan jenis cacat terbesar yang terjadi di PT.HIM yaitu sebesar 67,93% dan hal ini terjadi pada proses pengecatan Lalu pada tahap berikutnya setelah dilakukan proses brainstorming dengan pihak terkait di dalam perusahaan untuk mencari penyebab utama cacat bintik yang kemudian hasilnya ditampilkan melalui diagram fishbone. Untuk mengetahui prioritas perbaikan atau tindak lanjut terhadap penyebab ~penyebab yang dipaparkan dalam diagram fishbone maka digunakanlah metode AHP. Dari hasil pengolahan dengan metode AHP didapatkan penyebab utama yang paling signifikan dalam terhadap cacat bintik adalah faktor lingkungan dengan nilai bobot atau nilai eigen sebesar 51,13% disusul dengan faktor manusia dengan nilai bobot 19,11 %. Pada tahap selanjutnya, dilakukan analisis perbaikan dengan menggunakan model FMEA, setelah itu melalui hasil RPN yang didapatkan, modus kegagalan potensial yang paling utama sebagai penyebab terjadinya kecacatan yang harus segera ditangani. Dalam hal ini modus kegagalan potensial terbesar yang menyebabkan cacat bintik (dirt), dengan nilai RPN adalah 280, adalah tidak dibersihkannya blower yang terdapat di lantai produksi maupun di perlengkapan. Maka tindakan yang perlu dilakukan adalah melakukan pembersihan blower secara teratur terutama di ruang aplikasi pengecatan. Kata kunci : Pengendalian Kualitas, Cacat Bintik (Dirt), Atoz Type MX     Abstract   PT.Hyundai Indonesia Motor (HIM) is a company engaged in the automotive field, especially in assembling Hyundai cars with the brand. In an effort to maintain product quality, PT.HIM trying to minimize the number of defects in each inspection unit. It required a method of controlling and improving quality to identify the root causes of defects to the main. From data collection conducted at PT. HIM from March to August 2006, it was found that the defect spots (dirt) is the largest type of defect that occurs in PT.HIM that is equal to 67.93% and this occurs in the process of painting then at a later stage after the brainstorming process is carried out with related parties in the company to seek the main causes of disability spots which then results are displayed through a fishbone diagram. To determine priority of repairs or follow-up to cause ~ cause fishbone diagram presented in the AHP method is used. The results obtained with the AHP method is the most significant major cause of disability in the spots are environmental factors with weight value or eigen value of 51.13% followed by the human factor with a value of 19.11% weighting. In the next stage, analysis improvements using FMEA model, after it obtained through the NDP, the potential failure modes as the main cause of disability that must be addressed. In this case the greatest potential failure modes that cause defective spots (dirt), with the NDP is 280, is not cleaned the blower located on the production floor or in the equipment. Then action needs to be done is to do the cleaning blower regularly, especially in the space of painting applications. Keywords: Quality Control, Defect Spot (Dirt), Atoz Type MX
PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MEMINIMASI PRODUK CACAT PADA PROSES PRODUKSI BESI BETON Windarti, Tantri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.3, September 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.605 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.3.173-180

Abstract

Untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik pada era globalisasi saat ini, sebuah industri dituntut untuk memberikan produk yang tidak cacat dan sesuai dengan spesifikasi. PT. X adalah sebuah industri besi beton dengan berbagai macam ukuran diameter. Dalam proses produksinya, PT. X melakukan pengendalian kualitas dengan menetapkan batas maksimum toleransi kerusakan sebesar 2%. Namun, dalam pengendalian kualitas tersebut, masih terdapat produk cacat pada minggu ke-5 dan minggu ke-12 di atas batas toleransi yaitu sebesar 2,42% dan 2,21%. Penyebab kerusakan produk cacat yang terjadi pada besi beton diameter 12 mm didominasi oleh overfill sebanyak 48,97% dan scratch sebanyak 32,93% yang akan dikualifikasikan sebagai Critical To Quality (CTQ). Untuk itu,  metode six sigma ini digunakan dalam upaya meningkatkan kualitas produk besi beton melalui tahap DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve dan Control). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa setelah menggunakan metode six sigma terjadi penurunan nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities) sebesar 33,21% dan terjadi peningkatan nilai sigma yang semula 2,96 menjadi 3,17. Faktor penyebab utama terjadinya produk cacat adalah faktor mesin yaitu adanya trouble pada rolling mill, kemudian diikuti faktor manusia dan faktor metode sebagai penyebab lain yang membentuk produk akhir.   Kata kunci:  CTQ; DMAIC; pengendalian kualitas; six sigma   Abstract   To produce products with good quality in era of globalization, an industry is required to provide a product that is not defective and in accordance with the specifications. PT. X is a concrete iron industry with various diameter sizes. In the production process, PT. X performs quality control by setting damage tolerance maximum limit. The maximum limit is 2%. However, in the quality control, there are still defect levels at fifth and twelfth week that over tolerance limit are 2.42% and 2.21%. The causes of products defects that occur at concrete iron with 12 mm diameter is dominated by 48.97% overfill and 32.93% scratch that would be qualified as Critical To Quality (CTQ). Therefore, six sigma method is used to improve the concrete iron products quality through the stages of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control). The study results showed that after using six sigma method DPMO (Defect Per Million Opportunities) value decreases 33.21% and sigma value increases from 2.96 to 3.17. The main factors that cause products defects are machine factor with rolling mill troubles, followed by human factor and method factor as the other cause that forms the final product. Keywords: CTQ;, DMAIC; quality control; six sigma
MODEL SIMULASI PENGALOKASIAN JUMLAH MONTIR PERAWATAN MESIN DI PT. ISTW SEMARANG Saptadi, Singgih; Fanani, Zainal; Kurniawan, Bambang
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.2, Mei 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.81 KB) | DOI: 10.12777/jati.1.2.68-73

Abstract

Untuk meningkatkan performansi sistem produksi maka diperlukan adanya sistem perawatan yang baik untuk mesin-mesin produksi. Sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan mesin pada saat proses produksi berlangsung dapat ditekan seminimal mungkin. Perawatan dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu perawatan jenis preventive dan perawatan korektif. Perawatan preventive dilakukan secara berkala untuk memperpanjang umur mesin dan juga untuk mencegah terjadinya breakdown pada mesin produksi pada saat sedang digunakan. Sedangkan perawatan korektif dilakukan hanya pada saat mesin produksi mengalami kerusakan. Dalam kenyataannya, terkadang mesin produksi tetap akan mengalami breakdown pada saat proses produksi berlangsung meskipun telah dilakukan perawatan preventive pada mesin tersebut. Untuk kerusakan seperti itu diperlukan penanganan secepatnya agar proses produksi tidak terhenti terlalu. Peran montir sangat penting untuk menangani breakdown mesin. Dengan adanya sistem perbaikan yang baik maka mesin produksi dapat segera diperbaiki dan kerugian karena kerusakan mesin dapat dikurangi. Penelitian ini menyajikan suatu model simulasi yang menggambarkan beberapa sistem penugasan montir. Cara yang pertama adalah penugasan montir tanpa memperhatikan prioritas kerusakan dan jumlah yang dialokasikan sama untuk setiap kerusakan. cara kedua adalah,penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan jumlah alokasi montir sama untuk setiap kerusakan. Cara ketiga adalah penugasan montir dengan memperhatikan prioritas kerusakan dan alokasi montir yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang akan diperbaiki.Dari analisa output didapatkan hasil bahwa dengan menggunakan cara penugasan  montir yang pertama didapatkan hasil jumlah pipa baja yang dihasilkan adalah 343.308 batang pipa. Dengan cara penugasan yang kedua didapatkan hasil sebanyak 345.614 batang pipa. Dan dengan cara penugasan yang ketiga hasil yang didapatkan adalah 353.263 batang pipa baja. Kata Kunci : breakdown, montir, perawatan korektif, simulasi

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue