cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA LINE 8/CARBONATED SOFT DRINK PT COCA-COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA Pujotomo, Darminto; Septiawan, Heppy
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.496 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.1.23-36

Abstract

PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI) Central Java merupakan salah satu perusahaan produsen minuman ringan yang terkemuka di Indonesia, dengan dua jenis kelompok produk yang dihasilkan yaitu minuman karbonasi/Carbonated Soft Drink (Coca-Cola, Sprite, dan Fanta) dan non-karbonasi (Frestea dan Ades). Dalam usaha untuk mempertahankan mutu dan meningkatkan produktifitas, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah masalah perawatan fasilitas/mesin produksi.  Makalah ini membahas mengenai penyebab dan akibat yang ditimbulkan oleh breakdown mesin terjadi pada Line 8/Carbonated Soft Drink, khususnya pada conveyor, filler machine, dan bottle washer machine. Untuk mendapatkan mesin yang dapat terjaga keterandalannya dibutuhkan suatu konsep yang baik. Total Productive Maintenance (TPM) merupakan sebuah konsep yang baik untuk merealisasikan hal tersebut. Konsep ini, selain melibatkan semua personil dalam perusahaan, juga bertujuan untuk merawat semua fasilitas produksi yang dimiliki perusahaan.Data yang digunakan merupakan data breakdown conveyor, filler machine, dan bottle washer machine dari ME Monthly Report PT.CCBI selama bulan Januari-Desember 2005 khususnya line 8. Selain itu makalah ini juga membahas performance maintenance PT. Coca-Cola Bottling Indonesia-Central Java, dengan memperhitungkan nilai Mean Time Beetwen Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), serta Availability mesin, dengan menggunakan data record Line 8 selama bulan Mei 2006 sampai bulan Juli 2006. Sehingga nantinya akan diketahui informasi keadaan aktual dari perusahaan tentang sistem perawatannya, khususnya pada Line 8/Carbonated Soft Drink apakah baik atau buruk. Kata kunci : Total Production Maintenance, Conveyor, Filler Machine, Bottle Washer Machine, Performance Maintenance   PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (CCBI)-Central Java represent one of notable light beverage producer company in Indonesia, with two product group type yielded is carbonated beverage/Carbonated Soft Drink (Coca-Cola, Sprite, Fanta) and non-carbonated (Frestea,Ades). In effort to maintain quality and improve productivity, one of factor which must be paid attention is maintain problem (maintenance) facilities/machine produce.  In this paper study to hit effect and cause generated by breakdown machine of Line 8/Carbonated Soft Drink, specially conveyor, filler machine, and bottle washer machine. For the reason, to get machine which can be awaked by reliability required a good concept. Total Productive Maintenance (TPM) represent a concept which is good to realize the mentioned. Because of the concept besides entangling all personnel in company also aim to take care of all production facility owned company. Data used represent data breakdown conveyor, filler machine, and bottle washer machine from ME Monthly Report PT.CCBI during in Januari-Desember 2005 specially for line 8.  In addition this paper also study to performance maintenance PT. Coca-Cola Bottling Indonesia-Central Java, reckonedly assess Mean Time Beetwen Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), and also Availability machine, by using data record Line 8 in May 2006 until July 2006. So that later will be known by the circumstance actual information from company about maintenance system, specially at Line 8/Carbonated Soft Drink whether goodness or ugly. Keywords : Total Production Maintenance, Conveyor, Filler Machine, Bottle Washer Machine, Performance Maintenance
PENGARUH BRAND IMAGE SPEEDY TELKOM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Susanty, Aries; Adisaputra, Najid Bangun
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.3, September 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.151 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.3.147-154

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari Brand Image Speedy Telkom terhadap loyalitas pelanggan dengan fokus pelanggan Speedy Telkom yang berdomisili di area Kecamatan Banyumanik Semarang. Data untuk kepentingan penelitian ini akan dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 orang pelanggan Speedy Telkom. Selanjutnya, data akan diolah dengan menggunakan dengan bantuan software SPSS 17.0.Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa, secara simultan,  ada  pengaruh positif dari brand image Speedy Telkom yang terdiri dari keuntungan dari asosiasi merek, kekuatan dari asosiasi merek, keunikan dari asosiasi merek terhadap loyalitas pelanggan Speedy Telkom di Kecamatan Banyumanik, Semarang. Secara parsial,  kekuatan dari asosisiasi merek mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap loyalitas pelanggan di Kecamatan Banyumanik, Semarang, dibandingkan dengan keuntungan dan keunikan dari asosiasi merek. Kata Kunci : Brand image, loyalitas pelanggan, Speedy Telkom    This study aimed to evaluate the impact of Brand Image Speedy Telkom  to loyality of customer in Kecamatan Banyumanik Semarang. Data for this research is collected by giving the questionnaire to 100 customer  of Speedy Telkom in Kecamatan Banyumanik, Semarang.  Data will be processed using SPSS software 17.0. Result of data processing show us that, simultaneously, there is a positive influence of brand image speedy Telkom which consisting of the advantages of brand association,  strength of brand association, and uniqueness of brand association on customer loyalty of speedy Telkom in Kecamatan Banyumanik, Semarang. Partially, the strength of the brand asosociation have greater significant influence on customer loyalty of speedy Telkom in Kecamatan Banyumanik, Semarang, compared with the influence of advantage and uniqueness of brand association. Keywords: Brand image, Customer Loyality, Speedy Telkom
PENGARUH DISTRAKSI DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN PENGEMUDI BRT KORIDOR I (MANGKANG – PENGGARON) Budiawan, Wiwik; Sriyanto, Sriyanto; Hermanda, Inggriet
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.2 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.43-48

Abstract

Kecelakaan merupakan masalah yang belum terselesaikan di jalan raya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah korban kecelakaan yang ada dijalan raya, walaupun jumlah kecelakaannya yang terjadi setiap tahunnya menurun namun jumlah korbannya berbanding terbalik dengan jumlah kecelakaan yang terjadi. Salah satu yang menyebabkan hal ini terjadi adalah angkutan – angkutan yang dapat mengangkut banyak orang, salah satunya Bus Rapid Transit (BRT). Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kecelakaan yang tinggi adalah Driver error, dimana tingkat kewaspadaan yang rendah menyebabkan pengemudi tidak fokus mengemudi. Tingkat kewaspadaan dapat diukur menggunakan software Psychomotor Vigilance Test (PVT) Hal yang dapat mengurangi tingkat kewaspadaan adalah kualitas tidur yang rendah yang dapat diukur menggunakan kuisioner  Pittsburgh Sleep Quaity Index (PSQI). Selain kualitas tidur faktor lain yang mempengaruhi tingkat kewaspadaan adalah distraksi, yang dapat diukur menggunakan kuisioner Susceptibility to Driver Distraction Questinnaire (SDDQ). Kedua faktor ini akan dihubungkan dengan tingkat kewaspadaan menggunakan regresi  linier majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kewaspadaan dipengaruhi oleh kualitas tidur sebelum pengemudi bekerja, sedangkan sesudah bekerja tingkat kewaspadaan dipengaruhi distraksi.AbstractAccident is a problem that not finish yet at the road. This fact can be evidence by the increasing of number victim’s accident at the road. Although number of accidents are decrease every years but the number of victims are increased. One type of vehicle in the road is public transportation that can accommodate many people. That’s way public transportation can make many victims if an accident. One type of public transportation in Semarang is Bus Rapid Transit (BRT). Driver error is a factor for increased number of accident, vigilance extent for driver error has an influence with accident in the road. If the driver has a low level of vigilance can make driver not focused on driving. Level of vigilance can be measured by software Psychomotor Vigilance Test (PVT). Factors that can make vigilance level for driver decreased are quality of sleep and distraction. Quality of sleep can measured by   Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Then Distraction for driver can be measured by Susceptibility to Driver Distraction Questionnaire (SDDQ). Both of these factors will be linked to the level of vigilance using linear regression. The results showed that the level of inattention is affected by the quality of the driver's sleep before work, after work while the level of vigilance is affected distraction.
PERANCANGAN KURSI PADA STASIUN KERJA GERINDA DI PT ASABA INDUSTRY Dewayana, Triwulandari S.; Azmi, Nora; Riviana, Riviana
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.3, September 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.17 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.3.176-183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas kerja berupa  kursi yang dapat diatur ketinggiannya/posisinya sesuai dengan posisi tubuh  pekerja pada stasiun kerja gerinda untuk aktivitas menggerinda di PT Asaba Industry. Perancangan dilakukan melalui 4 tahapan yaitu : 1) identifikasi kebutuhan ; 2) menetapkan target dan spesifikasi; 3) mendesain rancangan kursi;  dan 4) memilih rancangan kursi. Pada tahap desain rancangan kursi diperoleh 64 rancangan, sedangkan hasil dari screening rancangan menunjukkan hanya 10 rancangan yang dapat dipertimbangkan lebih lanjut. Dari 10 rancangan terdapat 3 rancangan kursi yang terpilih melalui scoring sebagai alternatif yaitu rancangan 26,27 dan 28. Dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) yang melibatkan para expert, yaitu Manejer Perusahaan, Pengawas Lantai Produksi dan pekerja pada bagian stasiun kerja gerinda diperoleh rancangan kursi yang terpilih adalah rancangan 28, yaitu kursi dengan bahan rangka besi, bahan dudukan kursi menggunakan busa, kaki kursi dapat diatur ketinggiannya, lengan kursi tidak ada, letak tempat peralatan kerja menempel pada dudukan kursi, dan memiliki pijakan kaki yang dapat diatur posisinya dengan bobot 48,1495 %. Adapun kriteria yang digunakan dalam pemilihan adalah kemudahan penggunaan, bahan, disain, kenyamanan, keamanan, dan biaya pembuatan.Kata Kunci : screening, scoring,  Fuzzy AHP   This study aims to design facilities of seats that can be set height / position with the position of the body workers working on the station to activity in PT. Industry Asaba. The design is done through 4 stages, namely: 1) Identify the needs: 2) Setting targets and specifications 3) Design chair design: and 4) Selecting a design chair. At the design stage of the design obtained 64 seats design, while the results of the draft bahwahanya 10 shows the design that can be considered further. 10 of the draft there are 3 chair design that was selected through a scoring as an alternative design, namely 26.27 and 28. By using the method of Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP), which involve the expert, the Company Manager, Floor Supervisor Produksidan workers at the iron in order, the holder of the seat foam, seat legs can be adjusted height, arm chair does not exist, the disposition of equipment stick to the seat holder and have feet that can be arranged with the position weight 48.1495%. The criteria used in selection is ease of use, materials, design, comfort, safety, and cost of making. Keywords: screening, scoring, Fuzzy AHP, seat work.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN FRAIS BARU PADA CV. XYZ Rachadian, Febri Muhammad; Agassi, Ereika Arie; Sutopo, Wahyudi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.1, Januari 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.93 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.1.15-20

Abstract

Perkembangan teknologi sangat pesat sehingga dunia perindustrian harus mengikuti perkembangannya. Penerapan teknologi diharapkan dapat meningkatkan proses produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Pada industri pembuatan mesin cetak di CV XYZ, mesin-mesin yang digunakan telah hampir lebih dari 20 tahun. Ada indikasi bahwa mesin-mesin tersebut sudah lewat umur pakainya. Alternatif yang digunakan selama ini ialah penggantian komponen yang rusak. Peneliti ingin membandingkan alternative tersebut dengan  penambahan mesin frais baru. Untuk itu diperlukan analisis kelayakan investasi penambahan mesin baru. Dalam perkiraan kurun waktu 10 tahun dan suku bunganya 15 % dengan menggunakan NPV, penambahan mesin frais menarik sebesar Rp 461.201.000 dibandingkan penggantian komponen yang rusak sebesar Rp 211.227.000. Sebaliknya pada PBP, penggantian komponen yang rusak masih mengungguli dengan 1 tahun 4 bulan dibandingkan penambahan mesin frais baru selama 2 tahun 1 bulan. Begitupun juga PI penggantian komponen yang rusak masih menarik sebesar 4,2 dibandingkan PI penambahan mesin frais baru sebesar 2,56. Dapat disimpulkan bahwa dalam jangka waktu 10 tahun, alternatif penggantian komponen yang rusak masih lebih baik dibandingkan penambahan mesin frais baru. Namun, untuk investasi jangka panjang, mungkin saja alternatif penambahan mesin frais baru lebih menarik. Kata Kunci: penggantian komponen rusak, mesin frais baru, mesin cetak Abstract The rapid development of technology makes the world of industry must follow its development. Application of technology is expected to improve the production process so it can be produce a quality product. On the industrial manufacture of printing machines in CV XYZ, the machines have been used almost more than 20 years. There are indications that those machines passed the age lifetime. The alternatives that have been used during this time are the replacement of defective parts. Researchers wanted to compare these alternatives with the addition of a new milling machine. It required the addition of investment feasibility analysis of a new machine. The approximate period of 10 years and interest rates of 15% by using the NPV, the addition of milling machines attract Rp 461.201 million compared to replacement of defective parts of Rp 211.227 million. In contrast to the PBP and PI, the replacement of defective parts that are still ahead for 1 year 4 months and 4.2 compared to the addition of a new milling machine for 2 years and 1 month and 2.56. That can be concluded within 10 years, the alternative replacement of defective parts is still better than the addition of a new milling machine. However, for long-term investment it may be an alternative addition of a new milling machine more interesting. Key word: replacement of defective parts, new milling machine, printing machine
EVALUASI SAFETY CRITICAL EVENT PENGEMUDI BUS UNTUK MEMINIMASI KECELAKAAN LALU LINTAS Mahachandra, Manik; Avviantari, Vania
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 13, No. 2, Mei 2018
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.886 KB) | DOI: 10.14710/jati.13.2.83-90

Abstract

AbstrakBus sebagai salah satu moda transportasi darat semakin diminati warga masyarakat dan menjadi salah satu solusi kemacetan di kota-kota besar. Untuk itu, keamanan aktivitas berkendara harus menjadi perhatian. Salah satu aspek penting adalah kondisi kelelahan pengemudi, yang dapat mendorong turunnya tingkat kewaspadaan, sehingga memunculkan safety critical event (SCE). SCE adalah suatu kejadian yang mengharuskan pengemudi mengambil tindakan untuk menghindari kecelakaan, yang dapat dikelompokkan menjadi crash relevant conflict, near-crash, dan crash. Untuk membantu pengambil keputusan dalam upaya menekan risiko kecelakaan lalu lintas, maka penelitian ini dilakukan mengetahui fenomena SCE dan faktor pengaruh SCE pada pengemudi bus. Dengan pengamatan naturalistik, aktivitas 18 orang pengemudi bus diamati selama beberapa hari. Wawancara juga dilakukan terkait aktivitas berkendara sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalan yang ramai, bentuk jalan yang lurus, dan memiliki banyak persimpangan berhubungan erat dengan frekuensi SCE yang tinggi. Kejadian SCE secara signifikan meningkat pada pukul 10:00-14:00, atau setelah pengemudi bekerja selama lebih dari satu jam. Terakhir, penelitian ini juga menyarankan agar pengemudi diharuskan berhenti sejenak dan beristirahat, masing-masing setelah 1 jam dan 4 jam berkendara untuk menurunkan risiko munculnya kelelahan saat berkendara. Karena itu, penentuan jalur dan penempatan halte dapat diatur untuk menyesuaikan kebutuhan istirahat ini.  AbstractEvaluation of Bus Drivers’ Safety Critical Event to Minimize Traffic Accident. Bus has been favorable transportation nowadays, and the number of passangers has been rapidly increase. To ensure the safety on the road, one main aspects that has to be maintained is drivers’ physical condition. On some condition, when the alertness level decrease, drivers may experienced safety critical event (SCE) – an event that requires driver to take action to avoid traffic accident, which can be categorized into crash relevant conflict, near-crash, and crash. Therefore, this study aims to explore the SCE phenomenon and factors that related to it. Applying naturalistic study, video data of 18 bus drivers were collected. Interviews were also conducted after each driving activity. Study results showed that roads that were crowded, considerably straight, or had many intersections significantly correlated with highest occurance of SCE. The number of SCE also significantly higher on 10:00-14:00, or when drivers had been driving for more than one hour. Finally, this study suggest that drivers must stop driving and take some rest, each after 1 and 4 hours driving. So that, the bus route and rest areas can be designed to meet this need. Keywords: Bus driver; Safety critical event; Road condition; Time of driving; Driving duration
EVALUASI KEBIJAKAN STRATEGI BISNIS MENGGUNAKAN MODEL JOINT ECONOMIC LOT SIZE (JELS) DENGAN PERMINTAAN PROBABILISTIK (Studi Kasus di PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia) Arvianto, Ary; Hartini, Sri; Pardiyana, Opan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.2, Mei 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.487 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.2.85-96

Abstract

Persaingan di dunia bisnis dewasa ini tidak lagi antar perusahaan melainkan antar supply chain. PT.SAMI merupakan perusahaan yang memproduksi wiring harness yaitu suatu komponen kendaraan pengantar arus listrik dari satu bagian ke bagian lain. PT.SAMI memproduksi banyak item wirring harness untuk beberapa merek mobil yaitu Holden, Lambda, Mazda, Nissan dan Honda. Dalam menjalankan proses bisnisnya PT.SAMI mendapat pesanan dari distributor suatu  merek mobil. Tetapi masalah yang timbul sering terjadinya revisi order yaitu perubahan jumlah pemesanan oleh distributor (PT. PASI)  kepada vendor sekaligus manufaktur  (PT. SAMI) dalam satu periode pemesanan, sehingga dapat menyebabkan overstock maupun stockout yang menyebabkan biaya persediaan menjadi meningkat. Revisi order  akan terus terjadi mengingat perjanjian antara PT.SAMI dan distributornya dalam kasus ini adalah PT. PASI  tetap sama. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap kebijakan proses bisnis yang dilakukan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan model Joint Economic Lot Size (JELS). Dengan model integrasi ini diharapkan dapat mereduksi biaya persediaan gabungan  karena mencari titik optimal berdasarkan fungsi biaya kedua belah pihak. Dengan menggunakan model JELS total biaya persediaan gabungan dapat direduksi karena biaya yang timbul merupakan biaya paling kecil berdasarkan lot pengiriman (q) yang optimal. Begitu juga dengan biaya persediaan di PT.SAMI dan PT.PASI  di dapat biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan melakukan pengelolaan persediaan secara konvensional. Kata kunci:  joint, lot size,  integrasi, supply chain      Competition in today's business world is no longer between companies but between supply chain. PT.SAMI is a manufacturer of wiring harness for  vehicle. PT.SAMI produces many items wirring harness for several brands such as  Holden, Lambda, Mazda, Nissan and Honda. In conducting its business process PT.SAMI get an order from a distributor of a car brand. But problems often occur is a order revision  by distributors (PT. PASI) to vendors and manufacturers (PT. SAMI) in one order period, which can lead to overstock or stockout causes increased inventory costs. Revision of orders will continue to happen given the agreement between PT.SAMI and distributors in this case is PT. PASI remains the same. Therefore there is need for evaluation of the policies conducted business processes, using a Joint Economic Lot Size (JELS) model approach. With this integration model is expected to reduce the combined inventory cost by  the optimal solution based on the cost functions of both parties. By using the JELS combined total inventory costs can be reduced because of the cost incurred is the smallest cost based on  shipping lot (q). So the inventory cost  in PT. PASI and also in PT.SAMI more lower than  the conventional inventory (current) policy. Keyword: joint, lot size, integration, supply chain
MODEL PEMILIHAN BAHAN PEWARNA ALAM COKLAT BATIK TULIS SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Hartini, Sri Hartini; Nurmalasari, Sinta; Rinawati, Dyah Ika
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 9, No.2, Mei 2014
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.398 KB) | DOI: 10.12777/jati.9.2.77-86

Abstract

Pewarna alami batik diklaim lebih ramah lingkungan dan telah terbukti menghasilkan emisi yang lebih rendah. Untuk itu penggunaan pewarna alam khususnya batik sangat dianjurkan. Sebuah sentra batik Laweyan di Solo telah memulai penggunaan pewarna alam sejak beberapa tahun yang lalu. Warna yang dominan digunakan adalah warna coklat karena ciri khas batik Solo yang paling banyak menggunakan warna coklat soga. Untuk menghasilkan warna coklat di sentra tersebut banyak pilihan bahan pewarna alam yang digunakan. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model pemilihan alternatif bahan alam berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Tahapan dalam pemilihan yaitu menggali kriteria yang berpengaruh, melakukan pembobotan kriteria dan melakukan pembobotan pada alternatif yang ada. Penelitian ini menggunakan metode AHP  dalam pengolahan data sehingga dapat diketahui bahan alam apa yang tepat untuk menghasilkan warna coklat sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. Dari hasil penelitian faktor yang berpengaruh dalam pemilihan bahan alam yaitu 4 variabel 6 kriteria dan 14 sub kriteria. Dari beberapa kriteria tersebut bahan alam yang terpilih adalah jalawe untuk menghasilkan warna coklat. Kata Kunci : batik, pewarna alam, analytical hierarchy process (AHP), laweyan, batik tulis Abstract Natural dyes of batik has claimed to be more environmentally friendly and has been known lower emissions. The use of natural dyes for batik especially highly recommended. A center of batik Laweyan in Solo has initiated use of natural dyes since a few years ago. The dominant colors used are brown because typical Solo batik are the most widely use soga brown color. To produce a brown color in the center of a large selection of natural dyes are used. During this time they are using all these ingredients. This study intends to develop a model of natural selection of alternative materials based on existing criteria. Stages in the selection criteria, namely digging influential,  weighting criteria and weighting criteria on existing alternative. This study uses AHP method in data processing so as to know what the right natural dyes to produce a brown in accordance with existing criteria. From the research, the factors that influence the selection of natural dyes are 4 variables 6 criteria and 14 sub-criteria. From of these criteria are natural dyes has selected to produce a brown color is jalawe. Keyword : batik, natural dyes, analytical hierarchy process (AHP), laweyan.
PERANCANGAN MEJA DAN KURSI ANAK MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DENGAN PENDEKATAN ATHROPOMETRI DAN BENTUK FISIK ANAK Nurkertamanda, Denny; Saptadi, Singgih; Herviyani, Dani Dwi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.846 KB) | DOI: 10.14710/jitaa.%v.%i.85-94

Abstract

Meja dan kursi anak merupakan suatu sarana pendukung yang sangat penting dalam kelancaran pelaksanaan proses belajar anak. Ketidakserasian antara meja dan kursi dengan ukuran tubuh anak merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Akibat dari meja dan kursi yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh anak dapat mengakibatkan anak cepat mengalami kelelahan. Penelitian ini membahas perancangan dan pengembangan produk meja dan kursi anak sesuai dengan anthropometri (ukuran tubuh manusia) dan bentuk fisik anak untuk menghasilkan rancangan kursi yang ergonomis untuk mengantisipasi adanya ketidakserasian antara meja kursi dengan ukuran tubuh anak. Metode yang digunakan dalam perancangan dan pengembangan meja dan kursi ini adalah metode Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD merupakan suatu proses atau mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan itu ke dalam kebutuhan teknis yang relevan. Metode QFD memiliki empat (4) fase yaitu fase perencanaan produk (product planning), perancangan produk (design product), perencanaan proses (process planning) dan perencanaan pengendalian proses (process-control planning). Dalam penelitian ini hanya dilakukan hingga fase ke-3 yaitu fase perencanaan proses. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa gambar rancangan meja dan kursi anak.   KATA KUNCI : Perancangan dan pengembangan produk, Anthropometri, Ergonomis, QFD
ANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENYAMANAN BERKENDARA PADA PENUMPANG KERETA API TAWANG JAYA MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING Sari, Diana Puspita; Pujotomo, Darminto; Hartini, Sri; Nugroho, Faisal Adi
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 3, September 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.789 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.3.133-140

Abstract

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi dengan jumlah penumpang yang besar. Pengoperasian kereta api Tawang Jaya merupakan salah satu upaya untuk mengakomodir rute perjalanan Semarang – Jakarta dan sebaliknya. Studi pendahuluan mencatat bahwa telah terjadi ketidaknyamanan pada kereta api Tawang Jaya yang diiringi dengan penurunan jumlah penumpang. Penurunan jumlah penumpang mungkin disebabkan karena ketidaknyamanan, sehingga banyak penumpang yang beraliih menggunakan moda transportasi lain atau kereta jenis lain. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan jumlah penumpang kereta kelas bisnis dan eksekutif pada waktu yang bersamaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kenyamanan pada perjalanan kereta api Tawang Jaya dengan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan software AMOS versi 21.0. Pendekatan Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menjelaskan secara sistematis kenyamanan pelanggan kereta api melalui beberapa faktor (suasana kabin, tempat duduk, gejala mabuk perjalanan, faktor terowongan, keletihan dan kenyamanan berkendara) serta menghitung pengaruh dari faktor-faktor tersebut terhadap kenyamanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan berkendara adalah suasana kabin dengan bobot sebesar 0.60. Sementara itu faktor yang secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan berkendara melalui mediasi keletihan adalah tempat duduk dengan bobot sebesar 0.5394.   Kata kunci: kenyamanan; kereta api; structural equation modelling (SEM)   Abstract   Railway is one of the transportation vehicle with a large number of passenger. The operation of Tawang Jaya Train is one way to accomodate the route of Semarang – Jakarta and reversed. The pilot study notes that discomfort problem has occured in Tawang Jaya Train and caused decreasing the number of passenger. Decrease in the number of passengers may be caused because of discomfort, so a lot of passengers who switch to using other modes of transportation or other of trains. This is evidenced by the increase in the number of train passengers in business class and executive at the same time..This study aims to knowing about comfort perceptions in travelling by Tawang Jaya Train by using Structural Equation Modelling (SEM) using AMOS version 21.0 software. Structural Equation Modelling (SEM) is used to explain sistematically about comfort in train passenger with several factors (Ambient Factor, Seat Factor, Tunnelling effect factor, motion sickness factor, human fatigue and rde comfort) and calculate the effect from those factos to comfort perceptions.The result of this research shows the factor that significantly have direct effect to ride comfort is ambient factor with 0.60 of loading factor. Meanwhile, the factor that significantly have indirect effect to ride comfort mediated by human fatigue is seat factor with 0.5394 of loading factor. Keywords: ride comfort; train; structural equation modelling (SEM)

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue