cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 465 Documents
PENGUKURAN KINERJA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KODYA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE PRISM Rumita, Rani; Suliantoro, Hery; Lilik A, Martin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 2, No.1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.515 KB) | DOI: 10.12777/jati.2.1.72-81

Abstract

Instalasi Rawat Jalan RSUD Kodya Dati II Semarang merupakan rumah sakit yang dibangun untuk membantu RS Karyadi dalam penanganan pasien. Peningkatan status rumah sakit ini dari grade C ke grade B memberikan konsekuensi tuntutan kinerja yang lebih baik bagi setiap instalasi yang ada, khususnya bagi Instalasi Rawat Jalan yang merupakan instalasi yang menunjukkan kunjungan pasien paling banyak. Kinerja instalasi rawat jalan, selama ini hanya diukur dari jumlah pasien yang datang. Penggunaan kriteria tunggal tersebut untuk mengukur kinerja dinilai kurang representatif, sehingga dipandang perlu untuk menerapkan suatu sistem pengukuran kinerja yang melihat kinerja secara lebih komprehensif. Posisi RSUD Kodya Semarang sebagai suatu rumah sakit milik pemerintah menyebabkan lembaga ini selain mempunyai fungsi bisnis, juga mempunyai fungsi sosial dan struktural, sehingga sebagai konsekuensinya harus selalu menjaga hubungan baik dengan banyak pihak. Hal ini menjadi alasan mengapa penggunaan metode performance prism dipandang cocok untuk digunakan sebagai alat ukur kinerjanya.
USING E-CATALOG SYSTEM TO REDUCE COST IN PROCUREMENT OF DRUGS Suliantoro, Hery; Permatsari, Eldinda Sazida; Handayani, Naniek Utami
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 11, No. 2, Mei 2016
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.699 KB) | DOI: 10.14710/jati.11.2.123-128

Abstract

The price of drugs in Indonesia is still relatively expensive in both the government and private sectors. A survey conducted in 2004 showed that the price of patented drugs in Indonesia is 22 to 26 times higher than the International Reference Price (IRP). As for generic drugs, though cheaper than patented drugs, the price is still nine times higher than the IRP. To overcome these problems, the government facilitated the procurement of generic drugs by using the e-Catalog. But not all hospitals can purchases drugs through the e-Catalog, some still use the conventional methods to supply the needs of medicine where the prices are more expensive than the prices of the e-Catalog. The case studies carry out in one of private hospital, and selection of items examined using Kraljic Portfolio Matrix. After doing research, the selected item that is on strategic items is Omeprazole. The price difference is due to different contract system. In the conventional way, the contract made between the Hospital and the main distributor. While,  the e-Catalog way, contracts made directly to the pharmaceutical factory through the framework contract with government (LKPP). In the future, the conventional way must be abandoned, because through the e-Catalog, procurement is more efficient, thereby reducing time and costs
PENENTUAN JUMLAH ARMADA SISTEM LAYANAN GANGGUAN UNTUK MEREDUKSI WAKTU TUNGGU LAYANAN DENGAN MODEL SIMULASI (Studi Kasus di PT. PLN Unit Semarang Tengah) Hartini, Sri; Sari, C. Dendrania
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 3, No.2, Tahun 2008
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.828 KB) | DOI: 10.12777/jati.3.2.83-88

Abstract

Sebagai suatu sistem kompleks yang memiliki tanggung jawab pelayanan besar pada seluruh pelanggan, PT PLN dituntut untuk terus memperhatikan kebutuhan pelanggan dengan memiliki tingkat adaptasi yang baik agar dapat merespon perubahan – perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Call center 123 merupakan suatu lokasi terpusat yang ada di PT PLN dimana suatu group agent atau representasi dari suatu perusahaan berinteraksi dengan pelanggannya melalui suatu fasilitas incoming outgoing calls. Sistem yang ada saat ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah pengaduan dengan jumlah armada. Dengan jumlah armada sebanyak 3 unit ternyata tidak mampu mengimbangi jumlah pengaduan yang ada. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya waktu tunggu layanan yang dapat merugikan pelanggan. Pada kasus ini, penelitian dikhususkan pada pengaduan di Wilayah Semarang Tengah. Sistem layanan pada wilayah ini, terdapat 3 buah armada dengan 2 orang petugas di tiap armadanya. Ketiga armada tersebut dibagi ke 3 daerah di wilayah Semarang Tengah..................................................................................................................................... Penelitian ini mencoba untuk membuat suatu usulan penambahan armada dengan model simulasi untuk mengurangi waktu tunggu layanan. Model simulasi dibuat dengan menggunakan Software Extend. Model alternatif yang dibuat sebanyak 5 model berupa penambahan armada yang masing – masing model menunjukkan performansi berbeda – beda. Dari 5 model yang dibuat, dipilih alternatif ke 4 yaitu dengan penambahan 3 unit armada. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan menambah 3 unit armada mampu mengurangi rata – rata waktu tunggu, dari 9677,48 menit menjadi 34.54 menit. Kata kunci : sistem, layanan, simulasi  As a complex system which has big serving responsibilities to all costumers, PT PLN is chargeable to keep looking at its costumer needs by having good adaptation level so it can responses every change  around the environment. 123 call center is sentralized place ini PLN where a group of agent or a representation from a company interacting with its costumers by infoming outgoing calls facility. The present system shows  that there is an unbalancing between the amount of complaint with the amount of fleet. With 3 armada, its not enough to balance the complaint. This is shown by the bigness of serve quequeing time which can harm customers. In this case, research focused on the complaint in Central Semarang district. Serving system in this district, there are three fleet with two official in each fleet. This three fleed is divided to three region in Central Semarang district.This research try to make a recommendation to add fleet with simulation model to minimalize serve queqeing time. This simulation model is made by Extend Software. Alternative model that was made are five models like adding fleet by which each fleet shows the different performance. From this five models, alternative four was  choosen. The alternative is by adding threefleet unit. The result shows that by adding three fleet unit could reduce the average of waiting time. Kata kunci : system, service, simulation
PENILAIAN TEKNOLOGI UNTUK MENENTUKAN POSISI INDUSTRI PESAING Susihono, Wahyu
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 7, No.2, Mei 2012
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.308 KB) | DOI: 10.12777/jati.7.2.131-138

Abstract

PT Sumiati Ekspor Internasinal bergerak pada usaha penjualan handycraft yang dipasok oleh lima industri kecil binaannya. Perusahaan akan melakukan privatisasi dalam waktu dekat, manajer pusat menginginkan ada satu industri kecil mengambil alih pengelolaan. Pihak manajemen perusahaan menghendaki ada penilaian teknologi secara internal dan eksternal kepada lima industri kecil binaanya sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam Penelitian ini dilakukan penilaian kepada semua industri kecil pemasokhandycraft dengan pendekatan model teknometrik, yaitu memperkirakan derajat sophistication komponen teknologi, evaluasi tiap komponen technoware, humanware, inforware dan organware dan menilai state-of-the-art. Kuesioner yang disebarkan dari lima industri kecil diolah menggunakan pairwise comparison Analytic Hierarchy Process”(AHP), dilanjutkan dengan perhitungan TCC (Technology Contribution Coefficient). Penilaian internal perusahaan dilakukan dengan model DEA (data envelopment analysis). Hasil akhir TCC dan DEA secara kuantitatif dibandingkan. Hasil TCC (Technology Contribution Coefficient) secara berturut-turut dari industry yang memperoleh nilai terbesar adalah Industri Maharani 52.23%, Industri Bestari 42.87%, Industri Priyo 41.51%, Industri Rizky 32.66%, Industri Teguh 31.93%. Unsur kontribusi teknologi terbesar yang dihasilkan industri Maharani adalah organware, sedangkan empat perusahaan lainnya humanware. Unsur teknologi yang harus dikembangkan dalam jangka pendek untuk semua industri kecil adalah technoware. Hasil penilaian internal perusahaan dengan model DEA menunjukan bahwa industri Maharani mempunyai rangking tertinggi, sedangkan Industri Rizki pada rangking terrendah. Model teknometrik dikombinasi pairwise comparison AHP dan DEA dapat membantu perusahaan besar melakukan penilaian teknologi kepada industri kecil sejenis. Kata Kunci : penilaian teknologi, model teknometrik, pairwise comparison AHP, DEA   Abstract Sumiati Export International Corporation is one of handicraft companies supplied by five small industry of its trainee. Since the company will be privet in a short time, the head office manager wanted one of small industries take over its management. Therefore the company needs to determine one of small industry which is the best. The management intends to make an assessment of technology to five small industries of its trainee internally and externally as the basic of decision making. This research will be held by making an assessment to all of handicraft suppliers by using technometric model approach. In this approach assessment conducted by determining degree of technology component sophistication, valuing state-of-the-art, determining contribution of technology component, making the map of relation between the components, and valuing intensity of contribution components. The questioners spreading to five small industries analyzed by pairwise comparison Analytic Hierarchy Process (AHP) then concluded by the calculation of TCC (Technology Contribution Coefficient). The company made internal assessment by using DEA (data envelopment analysis) model then compare the result of TCC white DEA quantitatively. TCC result showed that the values of the industry in a row are Maharani by 52.23%, Bestari by 52.23%, Priyo by 41.51%, Rizky 32.66%, and Teguh by 31.93%. The greatest contribution for Maharani came from organware while the rest companies came from humanware. In the future, all of small industries expected to develop technology known by technoware. The Result of internal assessment of Sumiati Export International Corporation by DEA model showed that Maharani in the first position and Rizky in the last position. Technometric model with combination of pairwise comparison AHP aids big companies to make technology assessment to small industries. Keywords: assessment of technology, technometric model, pairwise comparison AHP, DEA
PENINGKATAN PENGENDALIAN KUALITAS MELALUI METODE LEAN SIX SIGMA Wicaksono, Purnawan Adi; Sari, Diana Puspita; Handayani, Naniek Utami; Prastawa, Heru
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 3, September 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.79 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.3.205-212

Abstract

PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (PT. CCAI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang minuman ringan dalam kemasan. Perusahaan ini menjadi pusat produksi produk Coca-Cola regional Jawa Tengah. Berbagai macam produk seperti Coca-Cola, Fanta, Sprite, Minute Maid dan Frestea diproduksi demi memenuhi kebutuhan pelanggan. Produk-produk tersebut tentunya tidak terlepas dari permasalahan produk cacat, dimana dalam produksinya terdapat produk yang tidak sesuai dengan standar ketetapan produk. Secara umum, produk cacat PT.CCAI dibagi menjadi tiga tipe, yakni cap, cap quality, dan underfill. Dari hasil analisis yang dilakukan, produk Coca-Cola 1000 ml memiliki jumlah cacat yang paling besar, yakni 0,49%. Penyebab terbesar dari terjadinya cacat produk pada produk Coca-Cola 1000 ml adalah underfill, dimana volume dari produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan batas minimal. Permasalahan tersebut diselesaikan menggunakan konsep Lean Six Sigma dengan menggunakan tools diagram Pareto dan diagram tulang ikan. Dari hasil analisis menggunakan tools tersebut, PT. CCAI Semarang  disarankan untuk memberikan pelatihan-pelatihan mengenai manajemen waktu pada karyawan-karyawannya, terutama pada karyawan-karyawan baru. Selain itu, PT. CCAI Semarang harus  juga melakukan pengecekan mesin yang lebih rutin dan lebih memperhatikan lingkungan area produksi.
PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DALAM SEARCHING TASK DENGAN METODE RATING SCALE MENTAL EFFORT (RSME) Widyanti, Ari; Johnson, Addie; de Waard, Dick
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 5, No.1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.906 KB) | DOI: 10.12777/jati.5.1.1-6

Abstract

Metode pengukuran beban kerja mental meliputi metode obyektif dan subyektif. Metodepengukuran beban kerja mental secara subyektif yang banyak diaplikasikan di Indonesia adalahSubjective Workload Assessment Technique (SWAT) dan NASA TLX (NASA Task Load Index).SWAT dan NASA TLX adalah pengukuran subyektif yang bersifat multidimensional (multidimensionalscaling) yang relatif membutuhkan waktu dalam aplikasinya. Sebagai alternatif SWAT dan NASA TLX,Rating Scale Mental Effort (RSME) adalah satu metode pengukuran beban mental subyektif yang bersifatsatu dimensi (uni dimensional scalling) yang telah banyak digunakan di berbagai negara. Penelitian inibertujuan untuk menerapkan RSME dalam eksperimen searching task.80 responden diminta untukmengingat huruf target, dan mendeteksi keberadaan huruf target dalam sekelompok trial yang munculsetelahnya. Jumlah huruf target bervariasi antara 2 dan 4 huruf, demikian pula dengan jumlah huruf padatrial. Dengan kombinasi ini, terdapat 4 level tingkat kesulitan dalam keseluruhan eksperimen. Pada akhirblok yang tediri dari 80 trial, responden diminta untuk mengisikan kuesioner NASA TLX dan RSME.Hasil akhir menunjukkan bahwa hasil RSME sejalan dengan NASA TLX.Kata kunci : beban kerja mental, searching task, NASA TLX, RSME Subjective mental workload measure is commonly used in Indonesia. The measurement thatcommonly used is NASA TLX and SWAT. Whereas NASA TLX and SWAT are multidimensional scaling,Rating Scale Mental Effort (RSME) is unidimensional scalling. This research aim is to measure mentalworkload in searching task using RSME and compare it with result of NASA TLX. 80 subjects asked tomemorizing target letter (consist of 2 or 4 letters) and detect whether there is a target letter or not inblock of trial. There are 4 levels of difficulties, based on number of letter in target and trial. In the end ofa block of 80 trials, respondents fill in questionnaire of NASA TLX and RSME as well. Result of bothkinds of measurements indicated same level of mental workload in searching task.Keywords: mental workload, searching task, NASA TLX, RSME.
RANCANGAN PERBAIKAN PRODUK SAKLAR DENGAN INTEGRASI METODE QFD DAN DFMA DI PT XXX Rosnani Ginting; Ikhsan Siregar; Akhmad Bajora Nasution
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 8, No.3, September 2013
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.745 KB) | DOI: 10.12777/jati.8.3.203-208

Abstract

Tahap desain memegang peranan penting dalam proses produksi produk saklar, hal ini dikarenakan desain berhubungan dengan proses manufaktur, waktu perakitan dan biaya produksi produk. Desain yang lebih mudah dirakit akan meningkatkan efisiensi penggunaan waktu yang berujung pada penurunan biaya produksi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi desain produk yang ada dengan menggunakan konsep integrasi QFD (Quality Function Deployment) dan DFMA (Design  for Manufacture and Assembly). DFMA adalah metode yang menekankan pada perkembangan desain kearah bentuk yang paling sederhana tanpa meninggalkan keinginan pasar dan fungsionalitas produkPenelitian diawali dengan identifikasi pada desain awal produk saklar dengan menggunakan metode QFD. Berdasarkan metode QFD didapatkan dua atribut proses perakitan yang berpengaruh signifikan terhadap waktu perakitan produk. Kemudian dilakukan perhitungan waktu dengan metode jam henti untuk mengetahui waktu perakitan. Selanjutnya dilakukan perbaikan rancangan produk dengan metode DFMA untuk mereduksi waktu perakitan serta biaya komponen pembentuk produk. Perbaikan rancangan dilakukan dengan mengurangi atau menghilangkan komponen yang tidak memberikan nilai tambah pada produk seperti fasteners. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu perakitan berkurang hingga 17,83 %, jumlah komponen berkurang hingga 11,43 %, serta biaya total perakitan berkurang hingga 17,82 %.Kata kunci : DFMA, QFD, produk saklar, rancangan perbaikan Abstract The design phase plays an important role in the production process of the switch products, because the design is related to the manufacturing process, Assembly time and cost of production of the product. More easily assembled design will improve the efficiency of the use of time that leads to a decrease production costs. This research aimed to evaluate the design of existing products by using the concept of integration of QFD (Quality Function Deployment) and DFMA (Design for Manufacture and Assembly). DFMA is a method that emphasizes on the development of the design to its simplest form without losing the market desire and produk reasearch functionality, starts with identification at initial switch product design by using QFD method. Based on QFD method obtained two influential Assembly process attributes significantly to product assembly time. The calculation time is done by using method of stop watch time study know the Assembly time. Next repairing the design of a product with DFMA method to reduce assembly time and cost component of  products. Improvement of the design is done by reducing or eliminating components that do not give the value added  to the product such as fasteners. The results of this research show that the Assembly time reduced by 17,83%, the number of components was reduced to 11,43%, as well as the total cost of the Assembly reduced to 17,82%.Keyword : DFMA, QFD, switch, improvement design
PERAN TIPE GAMBAR, TAGAR, JUMLAH LIKES DAN INFORMASI HARGA PADA INSTAGRAM TERHADAP INTENSI MEMBELI Sari, Hasrini; Anggraeni, Lidia
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.935 KB) | DOI: 10.14710/jati.14.2.71-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desain visual post Instagram dalam hal tipe gambar, tagar, jumlah likes, dan caption berupa informasi harga, terhadap tingkat atensi visual pemirsa, dan intensi pembelian. Keempat elemen tersebut dihipotesiskan akan mempengaruhi atensi visual pemirsa, dan pada akhirnya mempengaruhi intensi membeli. Metode desain eksperimen digunakan untuk menguji hipotesis dengan alat bantu eye tracker untuk mengukur atensi visual. Instagram dari sebuah perusahaan UKM yang menjual tas tangan (pouch) digunakan sebagai objek penelitian. Delapan stimulus berpasangan (gambar produk dan konsumen) yang merupakan dummy post Instagram dirancang berdasarkan hipotesis penelitian, dan satu pasang stimulus post Instagram yang ada saat ini digunakan sebagai kontrol. Empat puluh partisipan dipaparkan kesembilan stimulus menggunakan pendekatan within subject design. Dari hasil statistik deskriptif, ditemukan bahwa partisipan lebih menyukai tipe gambar produk, dan stimulus yang paling disukai yang menampilkan caption keterangan harga, hashtag serta jumlah likes yang banyak. Uji statistik inferensial menunjukkan adanya perbedaan tipe gambar (gambar produk dan gambar konsumen) dan jumlah likes mempengaruhi tingkat atensi visual pemirsa, serta tidak ada hubungan antara tingkat atensi terhadap tampilan Instagram dengan intensi membeli.  Abstract[Role Of Image Type, Hashtag, Number Of Likes And Pricing Information On Instagram Against Intensi Buying] This research is intended to investigate the influence of visual design of Instagram concerning picture type, hashtag, number of likes, and price information, on intention to buy. These elements are suggested to influence visual attention of the audience, and ultimately influence the intention to buy. Experiment design method is implemented to test the hypotheses using an eye tracker device to measure visual attention. An Instagram post from an SME offering pouch is used as a research object. Eight paired of dummy Instagram posts (the product picture and the consumer picture) are designed to test the research hypotheses, and a pair of existing Instagram post acts as a control stimulus. Forty participants are exposed to all of the stimuli using a within-subject design approach. Descriptive statistic analysis shows that participants like product picture more than consumer, and stimulus containing price information, hashtag, and many likes. Inferential statistic analysis shows that picture type and likes all influence visual attention and no significant relationship between visual attention and intention to buy.Keywords: Intention to buy; visual attention; statistic inferensia; desain eksperimen
ANALISA PENYEBAB PENURUNAN DAYA SAING PRODUK SUSU SAPI DALAM NEGERI TERHADAP SUSU SAPI IMPOR PADA INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU (IPS) DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN BARRIER ANALYSIS W.P, Susatyo Nugroho; Pudjotomo, Darminto; Tifani, Terzi Khoirina
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 6, No.2, Mei 2011
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.548 KB) | DOI: 10.12777/jati.6.2.71-80

Abstract

Produk peternakan sapi perah Indonesia dituntut untuk dapat bersaing ketat dengan produk  negara lain, bukan untuk bersaing pada pasar internasional tapi justru pasar dalam negeri Indonesia. Namun kondisi yang ada pada saat ini, produk susu perah lokal kuantitasnya tidak mampu mencukupi permintaan  Industri Pengolahan Susu (IPS), kualitas tidak memenuhi standard milk codex, dan harga lebih tinggi dari susu impor, membuat peternak lokal kalah bersaing dengan negara-negara pengekspor susu dunia. IPS di Indonesia lebih memilih menggunakan susu impor dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah dari susu lokal. Mengingat kondisi geografi dan ekologis di Indonesia sebenarnya cocok untuk pengembangan peternakan sapi perah (agribisnis persusuan) serta besarnya permintaan susu dalam negeri, sebenarnya peternakan sapi perah Indonesia dapat lebih kompetitif. Oleh karena itu penting untuk dilakukan analisa mengidentifikasi akar penyebab masalah dari rendahnya daya saing susu sapi Indonesia terhadap susu sapi impor pada IPS. Analisa yang digunakan adalah analisa dengan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengetahui akar penyebab terjadinya suatu permasalahan. Sedangkan Barrier Analysis adalah proses sistematik yang digunakan untuk mengidentifikasi hambatan fisik, administrasi dan prosedur atau  mengontrol tindakan pencegahan masalah yang dapat mencegah masalah terjadi kembali. Hasil analisa menunjukkan permasalahan utama lebih dominan disebabkan oleh faktor intern peternakan sendiri. Dari penelusuran akar penyebab permasalahan, dibuat troubleshooting yang berisi petunjuk pemecahan masalah jika permasalahan tersebut terjadi kembali baik troubleshooting permasalahan produktifitas, kuantitas, harga susu segar lokal yang tidak kompetitif terhadap susu segar impor dan rekomendasi tindakan perbaikan yang meliputi aspek man, methode, material, machine, mother nature, dan maintenance. Kata-kunci : daya saing, analisa pohon keputusan,  barrier analysis, troubleshooting     Indonesian dairy products are required to compete with products of other countries, not to compete on international markets but that the Indonesian domestic market. But the conditions that exist at this ndtime, local dairy milk products are not able to meet the demand quantity Milk Processing Industries (IPS), quality does not meet the standard codex milk, and milk prices are higher than imports, making local farmers unable to compete with dairy-exporting countries world. IPS in Indonesia prefer to use imported milk with better quality and cheaper prices than local milk. Given the geograph and ecology of the land in Indonesia was suitable for the development of dairy cattle (dairy agribusiness) and the huge domestic demand for milk, dairy cattle Indonesia actually can be more competitive. It is therefore important to do an analysis to identify the root cause of the problem of low competitiveness of Indonesian cow's milk to cow's milk imports in the IPS. The analysis method used was analysis by Fault Tree Analysis (FTA) to determine the root cause of a problem. While Barrier Analysis is a systematic process used to identify physical barriers, administrative and control procedures or precautionary measures to prevent the problems that the problem occurs again. Results of analysis showed the main problem is more dominant livestock affected by internal factors alone. By studying the root causes of problems, made ​​troubleshooting that contains troubleshooting tips for when problems occur again either troubleshooting the problems of productivity, quantity, price of local fresh milk which is not competitive against imports of fresh milk and recommend remedial action that includes aspects of man, method, material, machine , mother nature, and maintenance. Keywords : competitiveness, fault tree analysis, barrier analysis, troubleshooting.
TINGKAT PEMBERDAYAAN USAHA GARAM RAKYAT (PUGAR) DITINJAU DARI ASPEK PRODUKSI, DISTRIBUSI, PERMINTAAN PASAR DAN SOSIAL BUDAYA Setyaningrum, Ratih; Anomsari, Ariati; Hartini, Eko; Suprijono, Herwin
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 1, Januari 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4866.274 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.1.55-62

Abstract

Penerapan program pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) untuk mengintensifkan lahan  garam  dan  mendongkrak produktivitas garam  rakyat  dinilai lamban. Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) perlu diberdayakan lagi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani garam dan mensukseskan swasembada garam industri pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemberdayaan  usaha  garam  rakyat  (PUGAR)  berdasarkan aspek produksi, distribusi, permintaan garam industri Jawa Tengah. Menentukan tingkat pemberdayaan usaha garam rakyat di wilayah Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada petani gara, melakukan FGD dan wawancara kemudian melakukan analisis teknis untuk menentukan tingkat pemeberdayaan dan strategi pemeberdayaan. Hasil yang diperoleh adalah aspek produksi yang berkaitan dengan teknologi tingkat keberdayaan rendah, aspek distribusi, dan permintaan pasar rendah serta aspek sosbud dan keberlanjutan usaha tinggi.Aksi tindak prioritas jangka pendek adalah optimalisasi teknologi terapan untuk proses produksi, perbaikan rantai distribusi dan informasi pasar yang berkelanjutan sehingga tercipta stabilitas usaha garam rakyat.   Kata kunci: tingkat keberdayaan, produksi, distribusi, pasar, sosial budaya Abstract PUGAR  activities  to improve  productivity concidered slowly. PUGAR need to be empowered again, to improve the welfare of farmers and the success of self-sufficiency salt industry in 2015. The purpose of this study is to analyze the people's business empowerment (PUGAR) based on aspects of production, distribution, demand for industrial salt  in Central Java. Determining the level of empowerment of the salt business people in Central Java. The study was conducted by distributing questionnaires to farmers, conducting FGD and interview. A technical analysis to determine the level and strategy for empowerment. The result is  production aspects related to the empowerment of low-level technology, aspects of distribution, and market demand is low, but socio-cultural aspects and sustainability efforts ishigh level. . pro short-term priority is to optimize the technology applied to the production process, improving the distribution chain and sustainable market information so as to create stability salt business people. Keyword: empowered level, production, distribution, market, socio-cultural

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue