cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Agrotech
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 1858134X     EISSN : 26217236     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotech merupakan media informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis dari bidang ilmu agronomi, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tanaman, ilmu benih, pemuliaan tanaman, agribisnis pertanian dan ekofisiologi yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal Agrotech terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan juni dan desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2021)" : 7 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN PUPUK MAJEMUK SERTA DOSIS ARANG SEKAM PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT HIBRIDA (Capsicum annum L.) Widya Aliv Pakerti; D.W. Widjajanto; Eny Fuskhah
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.60

Abstract

The experiment was aimed to determine the effect of combination dosage organic fertilizer with compound fertilizer and dosage husk charcoal, also the interaction both of treatment on the growth and production of hybrid cayenne pepper. A completely randomized factorial design (4x6) with 3 replications was used throughout the experiment. The first factor was dosage husk charcoal (A) namely A0 = control, A1 = 40 g husk charcoal/8 kg soil, A2 = 80 g husk charcoal/8 kg soil, A3 = 120 g husk charcoal/8 kg soil. The second factor was combination dosage of organic fertilizer and compound fertilizer (B) namely B0 = control, B1 = 100% organic fertilizer, B2 = 75% organic fertilizer + 25% compound fertilizer, B3 = 50% organic fertilizer + 50% compound fertilizer, B4 = 25% organic fertilizer + 75% compound fertilizer dan B5 = 100% compound fertilizer. Parameters observed were plant height, total number of fruits per plant, total weight of fruits per plant, fresh weight per plant, harvest index. Collected data were analyzed using ANOVA and Duncan Test was employed for further analysis. Experiment showed that application of combination dosage organic fertilizer and compound fertilizer was significantly affected the observed parameters. Application of 25% organic fertilizer + 75% compound fertilizer and the use of 120 g husk charcoal/8 kg soil gave good result on growth and production of cayenne pepper. Keywords : husk charcoal, organic fertilizer and compound fertilizer
APLIKASI KONSORSIUM ENDO-RHIZOBAKTERI UNTUK MENINGKATKAN VIGOR BENIH PADI GOGO LOKAL Mudi La; Gusti Ayu Kade Sutariati; Hamriani; Roby
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.61

Abstract

Penggunaan agens hayati merupakan trend perkembangan pertanian saat ini, diantaranya endo-rhizobakteri. Endo-rhizobakteri mampu menghasilkan hormon tumbuh, melarutkan fosfat dan memfiksasi nitrogen, yang berperan dalam perkecambahan dan perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan vigor benih padi gogo lokal yang diaplikasi konsorsium endo-rhizobakteri. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, Kendari pada bulan April 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 5 perlakuan yaitu: kontrol, isolat Be02 + PKLK, isolat Be02 + Bacillus sp. CKD061, isolat PKLK5 + Bacillus sp. CKD061 dan isolat Be02 + PKLK5 + Bacillus sp. CKD061. Setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, keserempakkan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, T50 dan panjang akar. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji DMRTα=0,05. Hasil penelitian konsorsium endo-rhizobakteri mampu meningkatkan viabilitas dan vigor benih padi gogo lokal. Perlakuan konsorsium endo-rhizobakteri isolat Be02 + PKLK5 + Bacillus sp. CKD061 efektif meningkatkan daya berkecambah (25,49%) dan potensi tumbuh maksimum (26,32%) bila dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan konsorsium endo-rhizobakteri isolat Be02 + Bacillus sp. CKD061 efektif meningkatkan indeks vigor (36,58%), keserempakkan tumbuh (18,75%), T50 (20,06%) dan panjang akar (42,76%) bila dibandingkan dengan kontrol
ANALISIS NPK PUPUK ORGANIK CAIR DARI BERBAGAI JENIS AIR CUCIAN BERAS DENGAN METODE FERMENTASI YANG BERBEDA Sulfianti; Risman; Inang Saputri
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.62

Abstract

Berbagai macam jenis beras yang beredar dipasaran berpotensi menghasilkan limbah air cucian beras yang melimpah. Salah satunya air cucian beras kepala, air cucian beras ketan merah, beras ketan hitam dan beras ketan putih yang berasal dari industri rumah tangga pembuatan tape ketan. Selain limbah air cucian beras, terdapat limbah organik seperti limbah tomat dan sawi yang berasal dari pasar yang juga berpotensi untuk diolah menjadi pupuk organik cair (POC). Pupuk Organik cair (POC) dapat diproduksi dengan cara fermentasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu jenis air cucian beras yang meliputi 5 perlakuan yaitu : B0 = Tanpa air cucian beras, B1 = Air cucian beras putih, B2 = Air cucian beras ketan putih, B3 = Air cucian beras ketan hitam, B4 = air cucian beras ketan merah. Faktor kedua adalah metode fermentasi yang terdiri dari 2 taraf yaitu : F1=fermentasi secara aerob, F2=fermentasi secara anaerob. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kandungan hara pada pupuk organik cair (POC) yang lebih tinggi terdapat pada fermentasi anaerob meski belum memenuhi standar. Dilihat dari pupuk organik cair (POC) yang dihasilkan kandungan N tertinggi yaitu perlakuan B2F2 yaitu sebesar 0.33% (air beras ketan putih), kandungan P tertinggi fermentasi anaerob yaitu perlakuan B4F2 sebesar 0.0195% (air beras merah), dan kandungan K tertinggi fermentasi anaerob yaitu perlakuan B2F2 sebesar 0.26% (air beras ketan putih).
KARAKTER PRODUKSI DAN HERITABILITAS BEBERAPA MUTAN KEDELAI HITAM PADA GENERASI M6 Riska Devita Aprianti; Florentina Kusmiyati; Karno
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.63

Abstract

Peningkatan produksi kedelai dengan induksi mutasi pada pemuliaan tanaman diharapkan dapat menghasilkan kedelai yang berdaya hasil tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakter produksi dan heritabilitas dari beberapa mutan tanaman kedelai hitam generasi M6. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Penelitian ini menggunakan 4 genotipe benih kedelai hitam generasi M5 hasil iradiasi sinar gamma dan 3 varietas pembanding yaitu Detam 1, Detam 3 Prida, dan Detam 4 Prida. Parameter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, bobot polong, jumlah biji tanaman, bobot 100 biji dan bobot biji per tanaman. Data dianalisis dengan uji F dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan umur berbunga dan umur panen genotipe mutan 400/1-2-2-6 dan 256/1-2-9-29 lebih cepat dibandingkan genotipe lain. Bobot polong per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji setiap tanaman, dan jumlah biji per tanaman pada genotipe mutan kedelai generasi M6 tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding. Nilai heritabilitas dalam arti luas pada karakter produksi meliputi bobot polong, jumlah biji, bobot 100 biji dan bobot biji per tanaman bernilai rendah, pada karakter umur berbunga dan umur panen memiliki nilai heritabilitas sedang.
SELEKSI DAN IDENTIFIKASI CENDAWAN ENDOFIT DI PERTANAMAN ORGANIK BAWANG MERAH LOKAL PALU Ratnawati; Kasman Jaya
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi cendawan endofit dari pertanaman organik bawang merah lokal Palu. Cendawan endofit diperoleh dari lahan organik tanaman bawang merah bagian rizosfer kedalaman 1-10 cm, dengan menggunakan metode diagonal sampling, sehingga ditemukan 10 titik pengambilan sampel. Isolat cendawan yang telah dimurnikan kemudian diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil seleksi dan identifikasi isolat diperoleh 12 isolat cendawan endofit dari pertanaman organik bawang merah lokal Palu. Tiga isolat cendawan endofit yang unidentified, dan 9 isolat cendawan endopit yakni; Penicilium sp,Trichoderma mf 1, Aspergillus niger, Fusarium sp, Trichoderma mf 2, Asperegillus flavus, Trichoderma mf 3, Fusarium sp, Trichoderma mf 4.
PENGARUH POPOK BAYI BEKAS DAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA BUDIDAYA SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L. Randle) DALAM POLYBAG Sutejo; Sumini
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.65

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh popok bayi bekas dan pupuk organik cair pada budidaya serai wangi dalam polybag. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas, dari bulan Maret 2020 sampai bulan Maret 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah sebagai berikut : Perlakuan Popok Bayi Bekas (B) terdiri dari 3 taraf yaitu : P1 = 1 popok bayi bekas/polybag, P2 = 2 popok bayi bekas/polybag, P3 = 3 popok bayi bekas/polybag. Dan Perlakuan Pupuk Organik Cair (C) terdiri dari 3 taraf yaitu : C0 = 0 ml/Polybag, C1 = 500 ml/Polybag, dan C2 = 1000 ml/Polybag. Bibit serai wangi dipotong bagian daunnya dan bibit siap ditanam dalam polybag dengan kapasitas 10 kg. Selanjutnya dimasukkan popok bayi bekas sesuai perlakuan. Media tanam dibiarkan selama satu minggu sebelum dilakukan penanaman dengan jumlah bibit 1 batang per polybag. Aplikasi pupuk dilakukan setiap satu minggu sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan P2 menghasilkan lilit rumpun terbanyak yaitu 16,90 cm , jumlah anakan terbanyak yaitu 22,41batang, dan berat berangkasan basah terberat yaitu 1016,67 gram. Perlakuan C2 menunjukan hasil tertinggi pada lilit rumpun yaitu 15,63 cm, jumlah anakan terbanyak yaitu 20,52 batang, dan berat brangkasan basah terberat yaitu 938,89 gram. Kombinasi perlakuan pemberian popok bayi bekas dan pupuk organik cair menunjukkan berpengaruh interaksi yang tidak nyata pada budidaya tanaman serai wangi dalam polybag.
KAJIAN PENGGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PETANI TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Sayani; Hasmari Noer; Dina Daniati
Jurnal Agrotech Vol 11 No 1 (2021)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v11i1.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada petani dalam bentuk kuisioner, wawancara, serta melakukan diskusi dan observasi langsung ke lapangan. Penentuan lokasi dan responden dilakukan secara sengaja (Purpossive Sampling) yaitu memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah sampel sebanyak 61 responden. Alasan memilih Desa Kotapulu, Desa Kotarindau dan Desa Tulo, karena wilayah ini merupakan salah satu sentra usahatani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi tengah. Hasil penelitian menunjukkan petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi sudah menggunakan pupuk organik, Penggunaan pupuk organik pada petani tanaman pangan di Kecamatan Dolo sebagian besar menggunakan pupuk organik cair (79,37%). Pupuk organik digunakan sebagai pupuk utama (82, 26%) dan sisanya menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar (17,74%). Kendala penggunaan pupuk organik oleh petani di lapangan disebabkan oleh biaya yang lebih mahal dan pengelolaan yang lebih intensif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7