cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN ASRAMA DAN YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN COTTAGE Hartati, Lia; Respati, Winanti Siwi
Jurnal Psikologi Vol 10, No 02 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKompetensi Interpersonal adalah kemampuan dan kecakapan yang dimiliki individu untuk memahami berbagai situasi sosial dan menentukan perilaku yang sesuai dan tepat, yang merupakan hasil interaksi individu dengan individu lainnya. Kompetensi interpersonal penting untuk mampu menjalin relasi sosial yang harmonis, baik dan efektif. Telah dilakukan penelitian bagaimana kompetensi interper-sonal untuk remaja yang tinggal di panti asuhan Asrama dan Cottage dengan  menggunakan teknik Sampling Kuota. Kata kunci: kompetensi interpersonal, remaja, panti asuhan
PENGEMBANGAN METODE EFEKTIVITAS DZIKIR UNTUK MENURUNKAN STRES DAN AFEK NEGATIF PADA PENDERITA STADIUM AIDS Setyabudi, Iman
Jurnal Psikologi Vol 10, No 02 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMetode dzikir yang diberikan  kepada penderita stadium AIDS tidak berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat stres. Secara umum tidak terdapat perbedaan skor rerata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberi perlakuan; (2) Metode dzikir yang diberikan kepada penderita stadium AIDS berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat afek negatif. Kategori tingkat afek negatif subjek berubah dari kategori sedang menjadi rendah. Dalam waktu setelah empat minggu perlakuan ada perbedaan yang signifikan antara rerata kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kata kunci: metode dzikir, stress, aids
GAMBARAN KEMANDIRIAN ANAK PENYANDANG AUTISME YANG MENGIKUTI PROGRAM AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI HARI (AKS) Nixon, Nixon; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 10, No 02 (2012): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAutisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan gangguan perilaku, gangguan komunikasi, dan gangguan interaksi. Autisme dapat terlihat pada anak, sebelum usia 2 tahun. Dalam menangani anak-anak penyandang autisme terdapat beberapa program, salah satunya program aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS). Hal yang menjadi masalah adalah bagaimana kemandirian anak penyandang autisme setelah mengikuti program AKS.  Kata kunci : kemandirian, autisme, aktivitas kehidupan sehari-hari
BURNOUT PADA PERAWAT YANG BERTUGAS DI RUANG RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSAB HARAPAN KITA Mariyanti, Sulis; Citrawati, Anisah
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeperawatan adalah salah satu profesi di rumah sakit yang berperan penting dalam upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Secara umum pelayanan rumah sakit terdiri dari pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Tugas perawat yang berdasarkan fungsi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan (Hidayat, 2009). Perawat yang bertugas di ruang rawat inap dan rawat jalan berpotensi mengalami stres karena tuntutan pekerjaan yang overload yang berhubungan dengan pelayanan kepada orang lain. Keadaan seperti itu apabila berlangsung terus menerus akan menyebabkan perawat mengalami kelelahan fisik, emosi, dan mental yang disebut dengan gejala burnout. Kata Kunci: burnout, perawat rawat inap, rawat jalan
GAMBARAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DKI JAKARTA (PAM JAYA) JAKARTA PUSAT Puspasari, Septya R
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam usaha memenfaatkan dan mengelola SDM diperlukan manajemen perusahaan yang handal. Oleh karenanya, perusahaan harus memahami kebutuhan yang dapat memberikan kepuasan bagi karyawan. Kepuasan kerja bersumber dari faktor ekstrinsik (Hygiene) dan faktor intrinsik (Motivator) suatu pekerjaan (Herzberg, dalam Munandar 2001). Ketika perusahaan tidak mampu memenuhi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja, maka akan menimbulkan ketidakpuasan kerja bagi karyawan PAM Jaya. Hal ini dapat berdampak negatif pada prodiktivitas karyawan dan perusahaan.         Kata Kunci: kepuasan kerja, karyawan, hygiene & motivator
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DAN KINERJA GURU DI SMA XXX TANGERANG Saputra, Deny Surya
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSetiap individu yang bekerja pada suatu organisasi diharapkan dapat mencapai hasil kerja yang terbaik. Hasil kerja yang terbaik ini dinamakan kinerja. Kinerja guru didukung oleh kompetensi profesionalisme seorang guru. Guru yang berkompeten mampu menghasilkan kinerja yang berkualitas. Akan tetapi, ada juga guru dengan tingkat kompetensi yang kurang memadai dapat menghasilkan kinerja yang berkualitas. Kemudian fakta juga menyatakan ada juga guru dengan tingkat kompetensi yang tinggi,kurang mampu menghasilkan kinerja yang berkualitas. Kata Kunci: guru, kompetensi profesionalisme guru, kinerja guru.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN FREKUENSI MEMBOLOS SEKOLAH PADA SISWA SMK X JAKARTA BARAT Irena, Irena
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBagi siswa dunianya adalah sekolah, dan tugas-tugas yang utama adalah tugas sekolah. Tugas sekolah dalam proses belajar mengajar di kelas yang menjenuhkan dapat menyebabkan siswa membolos sekolah. Perilaku membolos sekolah dapat ditandai dengan frekuensi membolos sekolah. Perilaku membolos sekolah pada dasarnya merupakan hasil sikap dan pandangan siswa terhadap dirinya yang dapat mempengaruhi siswa adalah konsep diri. Siswa yang menilai dirinya negatif akan menyakini atau memandang dirinya lemah dan tidak berkompeten sehingga siswa cenderung untuk membolos sekolah. Kata Kunci: konsep diri, frekuensi membolos sekolah, siswa
PELATIHAN PENGELOLAAN EMOSI DENGAN TEKNIK MINDFULNESS UNTUK MENURUNKAN DISTRES PADA PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KEBON JERUK JAKARTA Wijaya, Yenny Duriana
Jurnal Psikologi Vol 12, No 02 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHandling in diabetics should be conducted in an integrative manner that is biopsychosocial. In primary health care is still widely practiced medical treatment and less attention to the psychological. Therefore there needs to be handled in an integrative manner, including psychological. This is done because of diabetes mellitus is a chronic disease that causes complications and even death, so that people with diabetes often experience stress severe enough. This stress will tend to cause blood sugar to increase. The purpose of the study is to determine the effectiveness of management training to reduce emotional distress in people with diabetes mellitus type 2. The training is emotional management training, which consisted of psychoeducation, giving mindfulness techniques to keep participants aware of thoughts and feelings  also Group Cognitive Behavioral Therapy. Participants in this study there were 6 participants with DM type 2. Measurement with DDS (Diabetic Distress Scale). Quantitative data analysis using the nonparametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Analysis of qualitative data from observations and interviews. The results of data analysis showed that the probability of 0.014, this value indicates that the probability is below 0.05. It can be concluded that the Mindfulness technique can reduce distress in  type 2 diabetes mellitus. Keyword : diabetes, distress, mindfulness AbstrakPenanganan  pada penderita diabetes harus dilakukan secara integratif yaitu secara biopsikososial. Di dalam pelayanan kesehatan primer masih banyak dilakukan penanganan  secara medis dan kurang memperhatikan secara psikologis. Oleh karena itu perlu adanya segera penanganan secara integratif termasuk psikologis. Hal ini dilakukan mengingat penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang menyebabkan komplikasi dan bahkan kematian, sehingga seringkali penyandang diabetes mengalami stres yang cukup berat. Stres ini akan cenderung menyebabkan gula dalam darah  semakin meningkat. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan pengelolaan emosi untuk menurunkan distres pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan pengelolaan emosi, yang terdiri dari psikoedukasi, pemberian teknik mindfulness agar peserta menyadari pikiran dan perasaannya serta Cognitive Behavioral Therapy kelompok. Partisipan dalam penelitian ini ada 6 peserta dengan penyandang DM tipe 2. Pengukuran dengan DDS (Diabetic Distress Scale).  Analisis data kuantitatif menggunakan nonparametrik Wilcoxon Signed Ranks Test . Analisis data kualitatif dari hasil observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa probabilitas sebesar 0,014, nilai ini menunjukkan bahwa probabilitas di bawah 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Teknik Mindfulness dapat menurunkan distres pada penyandangan diabetes mellitus tipe 2. Kata kunci : diabetes, distress, mindfulness
UBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN PERILAKU MENYONTEK SAAT UJIAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL Taufik Hidayat, M; Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 01 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Test was an evaluation of learning process, but inside that process there's student that cheating to pass in an unhonest way. One of the cheating factor of a student is because of the low self efficacy. Low self efficacy pushing student to making a cheat sheet or cooperating in order of cheating. The research is a quantitative non-experimental with total sampel 153 respondents. Sampling technique is proportionate stratified sampling. Reliability test result obtained (α)0.935 for self efficacy and (α)0.928 for cheating variable with measurement tool of self efficacy (22 valid) and cheating (27 valid) in the Form of Likert scale. The result value of sig 0.000 (p<0.05) within correlation in the amount of -0.434, that means there was a negative relation and significant within self efficacy and cheating habit when the UEU students is doing a test. UEU student inclined from cheating habit was classified low as 77 students (50,3%). Analysis result was showing that there was a significant difference of cheating habit based on the gender with value of p=0,017<0.05. The result shows male student has the behavior of cheating is high compared with women. Keyword: self efficacy, cheating, test Abstrak Ujian merupakan proses hasil evaluasi belajar, namun dalam pelakasanaannya ada mahasiswa yang melakukan perilaku menyontek untuk dapat lulus dengan cara tidak jujur. Salah satu penyebab mahasiswa menyontek karena rendahnya self efficacy. Self efficacy rendah mendorong mahasiswa untuk mencontek dengan cara membuat contekan atau bekerja sama. Penelitian bersifat kuantitatif non eksperimental. Dengan jumlah sampel sebesar 153 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified sampling, dengan alat ukur self efficacy (22 valid) dan perilaku menyontek (27 valid) dalam bentuk skala likert. Koefisien reliabilitas (α) 0.935 untuk self efficacy dan (α) 0.928 untuk perilaku mencontek. Hasil nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi sebesar -0.434, artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dengan perilaku menyontek saat ujian pada Mahasiswa UEU. Mahasiswa UEU cenderung melakukan perilaku menyontek yang tergolong rendah sebanyak 77 mahasiswa (50,3%). Hasil analisis juga menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dalam hal perilaku menyontek berdasarkan jenis kelamin dengan nilai p=0,017 < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan mahasiswa laki-laki memiliki perilaku mencontek yang tinggi dibandingkan perempuan. Kata kunci: self efficacy, perilaku menyontek, ujian 
HUBUNGAN KETERTARIKAN INTERPERSONAL DENGAN WORK ENGAGEMENT PEGAWAI PT. SALINDO BERLIAN MOTOR JAKARTA Yuningsih, Ayu; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 13, No 01 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEmployees who have a work engagement is employees who are willing to fight and diligently do the work, and feel one with the company. One of the factors that affect the employees tied to his work is the existence of interpersonal attraction, namely the existence of a positive assessment against a co-worker, that raises the closeness and togetherness. The purpose of this research was to know relationship interpersonal attraction and work engagement. The design of this study is a quantitative non experimental with saturated sampling technique , totaling 60 employees of PT . Salindo Berlian Motors . The coefficient of reliability of the measuring instrument interpersonal attraction ( α ) = 0.924 with 36 items is valid , and measuring work engagemet ( α ) = 0,959 with 58 items is valid . The result of Pearson product moment correlation between interpersonal attraction and work engagement is obtained sig ( p ) = . 000 ( p<0.05) with the value of the correlation ( r ) = . 779. Categorization test results obtained by the level of interpersonal attraction and work engagement of employees tends to be low , and the dominant dimensions of work engagement is owned vigor . Keywords:  interpersonal attraction, work engagement, employee AbstrakPegawai yang memiliki work engagement adalah pegawai yang mau berjuang dan tekun melakukan pekerjaan, serta merasa menyatu dengan perusahaan. Salah satu faktor yang memengaruhi pegawai terikat dengan pekerjaannya adalah adanya ketertarikan interpersonal, yaitu adanya penilaian positif terhadap rekan kerja, yang menimbulkan kedekatan dan kebersamaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketertarikan interpersonal dan work engagement. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen dengan  teknik sampling jenuh, berjumlah 60 pegawai PT. Salindo Berlian Motor. Koefisien reliabilitas dari alat ukur interpersonal attraction (α)= 0,924 dengan 36 item valid, dan alat ukur work engagemet (α)= 0,959 dengan 58 item valid. Hasil uji korelasi pearson product moment antara ketertarikan interpersonal dan work engagement diperoleh nilai sig (p)=.000 (p<0.05) dengan nilai korelasi (r)=.779. Hasil uji kategorisasi diperoleh tingkat ketertarikan interpersonal dan work engagement pegawai cenderung rendah, dan dimensi dominan dari work engagement yang dimiliki adalah vigor.Kata kunci:  interpersonal attraction, work engagement, pegawai 

Page 10 of 17 | Total Record : 163