cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS (PSYCHOLOGICAL WELL BEING) PADA KARYAWAN CLEANER (STUDI PADA KARYAWAN CLEANER YANG MENERIMA GAJI TIDAK SESUAI STANDAR UMP DI PT. SINERGI INTEGRA SERVICES, JAKARTA) Tanujaya, Winda
Jurnal Psikologi Vol 12, No 02 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSetiap karyawan yang bekerja pada suatu organisasi mempunyai harapan mendapatkan gaji yang sesuai dengan standar UMP. Pada kenyataannya, terdapat karyawan yang menerima gaji tidak sesuai dengan standar UMP memiliki tingkat turnover yang rendah, merasa senang, bersyukur dan menerima diri apa adanya. Perasaan-perasaan yang muncul dari evaluasi pengalaman bekerja dan hidup menjadi indikasi yang berkaitan antara kepuasan kerja dan kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis di PT. SINERGI Integra Services. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis penelitian korelasional, yaitu untuk mengungkapkan hubungan timbal balik antar variabel yang diteliti. Teknik analisa yang dalam penelitian ini adalah teknik korelasi koefisien kontingensi dengan uji statistik menggunakan chi-square. Sampel penelitian ini adalah karyawan cleaner PT. SINERGI Integra Services yang menerima gaji tidak sesuai standar UMP. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner kepuasan kerja mengacu pada teori Locke, sedangkan kesejahteraan psikologis  mengacu pada teori Ryff. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi chi-square diperoleh korelasi positif 0,577 dengan sig (p) 0,000. Dengan demikian hipotesis penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif agak rendah yang signifikan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis. Artinya, semakin karyawan merasakan kepuasan kerja, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan psikologis.Kata kunci: kepuasan kerja, kesejahteraan psikologis, gaji
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN BURNOUT PADA PENGAJAR TAMAN KANAK-KANAK SEKOLAH “X” DI JAKARTA Hartawati, Dewi; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 12, No 02 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTeacher needs to have a self-efficacy as the main factor which can help them to perform well when they have to face the demand as a teacher. Teachers who have lack of Self-efficacy in doing their job as a teacher tend to have stress and get burnout. Therefore, there is a correlation between Self-efficacy and Burnout. This research is a quantitative, with statistical techniques correlations. The sample in this study involved 40 of The “X” Preschool Teacher in Jakarta. Sample was taken by census method. The instrument used are self-efficacy and burnout scale with reliability coefficient (α) 0,965 for Burnout variable with 45 valid items and (α) 0,978 for Self-efficacy variable with 58 valid items.The results showed the strong correlation coefficient of -0,691 with sig. 0,000 (p < 0.01), which means that there is a negative strong significant correlation between Self-efficacy with Burnout on The “X” Preschool teacher, belonging to the categorisation is moderately, where Self-efficacy is high and the level of Burnout on the “X” Preschool teacher belonging to the categorisation is moderately, where Burnout is low. Burnout analysis with age, marital status, education and job using cross-tabulation (p>0,005) showed there is no correlation between age, marital satus, education and job with Burnout.Keywords: teacher, self-efficacy, burnout AbstrakFaktor yang perlu dimiliki oleh seorang pengajar diantaranya adalah Self-efficacy yang dapat membantu pengajar menghadapi kendala dalam menjalani tuntutan tugasnya. Ketidakyakinan pengajar akan kemampuan dirinya dalam menghadapi tuntutan tugasnya dapat menimbulkan stres dan menyebabkan Burnout. Penelitian ini bersifat kuantitatif korelasioal non-eksperimental. Sampel penelitian berjumlah 40 pengajar TK sekolah “X” di Jakarta.  Teknik sampling yang digunakan ada-lah sampel jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Burnout dan kuesioner Self-efficacy. Masing-masing kuesioner memiliki tingkat reliabilitas (α) 0,965 untuk variabel Burnout dengan 45 item valid dan (α) 0,978 untuk variabel Self-efficacy dengan 58 item valid. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi kuat sebesar -0,691 dengan sig. 0,000 (p < 0,01), artinya ada hubungan negatif kuat signifikan antara Self-efficacy dengan Burnout pada pengajar TK sekolah “X”. Pengajar TK sekolah “X” memiliki Self-efficacy tinggi lebih banyak dibandingkan yang memiliki Self-efficacy rendah. Burnout pada pengajar TK sekolah “X” lebih banyak memiliki Burnout rendah dibandingkan Burnout tinggi. Berdasarkan analisis hubungan Burnout dengan data penunjang yang menggunakan tabulasi silang (p > 0,005) menunjukkan tidak terdapat hubungan antara Burnout dengan usia, status, pendidikan dan jabatan pada pengajar TK sekolah “X” di Jakarta.Kata kunci: pengajar, self-efficacy, burnout
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN KECEMASAN SAAT PRESENTASI PADA MAHASISWA UNIVERISTAS ESA UNGGUL Riani, Winda Septa; Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 12, No 01 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu bentuk tugas kuliah yang menuntut mahasiswa mampu berkomunikasi adalah tugas presentasi. Faktor yang perlu dimiliki oleh mahasiswa saat presentasi diantaranya adalah self efficacy yang dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi kesulitan saat presentasi dan membantu mahasiswa menghadapi tekanan berupa cemas saat presentasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kecemasan saat presentasi pada mahasiswa, mengetahui tingkat tinggi atau rendah self efficacy pada mahasiswa Universitas Esa Unggul, dan mengetahui tingkat tinggi atau rendah kecemasan pada mahasiswa Universitas Esa Unggul. Penelitian ini bersifat kuantitatif korelational non-eksperimental. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah proportionate random sampling, dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,589 dengan sig 0,000 (p < 0,05), artinya ada hubungan negatif signifikan antara self efficacy dengan kecemasan saat presentasi pada mahasiswa Universitas Esa Unggul. Mahasiswa yang memiliki self efficacy tingkat tinggi lebih banyak bila dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki tingkat self efficacy rendah. Sedangkan pada mahasiswa yang memiliki kecemasan tingkat rendah lebih banyak bila dibandingkan dengan mahasiswa tingkat tinggi.Kata Kunci : Presentasi, Self Efficacy, Kecemasan
PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PADA PRAMUGARI MASKAPAI PENERBANGAN “X” Patricia, Nesa Lydia; Handayani, Sri
Jurnal Psikologi Vol 12, No 01 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAs a front liner ofan Airlines, the Flight Attendants are required to maintain their performance. Demands of the profession coupled with the desire to be an elegant appearance are driving the Flight Attendants to aconsumptivebehavior. One of the factors that purchase influence tothe flight attandant’s consumptive behavior is the hedonic lifestyle. This research was conducted to determine whether there is a positive influenceof the hedonic lifestyle to the consumptive behavior on the "X" airlines Flight Attandants. This research is a quantitative study involved 39 of The “X” Airlines Flight Attandants. Sample was taken by census method and processed with linear regression. The instrument used are the hedonic lifestyle and consumtive behavior scale with reliability coefficient (α)0.884 for the hedonic lifestyle with 41 valid items and reliability coeficient (α) 0.928 for the consumptive behavior with 27 valid items.Analyse outcome of linear regression shows the (p) value = 0,00 (P<0,05) which means there is a positive significant influence of the hedonic lifestyle tothe consumptive behavioron The “X”  airlines Flight Attendants. Keywords : flight attendant, hedonic lifestyle, consumtive behavior AbstrakPramugari adalah  front linner dari perusahaan penerbangan yang dituntut untuk senantiasa menjaga penampilan. Tuntutan profesi tersebut ditambah dengan  keinginan untuk tampil menarik mengarahkan pramugari berperilaku konsumtif. Penelitian ini melihat pengaruh positif gaya hidup terhadap gaya hidup hedonis pada Pramugari Maskapai Penerbangan “X”. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  korelasional, dengan melibatkan 39 orang pramugari Maskapai Penerbangan “X. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner gaya hidup hedonis dan  perilaku konsumtif. Masing-Masing kuesioner memiliki tingkat reliabilitas (α) 0,884 untuk gaya hidup hedonis dengan 41 item valid dan (α) 0,928 untuk perilaku konsumtif dengan 27 item valid. Berdasarkan hasil analisis regresi linier didapatkan nilai signifikansi (p)=0,00  (p<0,05), artinya ada pengaruh positif signifikan gaya hidup hedonis terhadap perilaku konsumtif pada Pramugari Maskapai Penerbangan “X”. Semakin tinggi gaya hidup hedonis pada Pramugari Maskapai Penerbangan “X”, maka semakin tinggi perilaku konsumtifnya. Kata kunci : pramugari, perilaku konsumtif, gaya hidup hedonis
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN PERILAKU DIET MAHASISWI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Irawan, Septian Dini; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 12, No 01 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMahasiswi yang masih termasuk dalam periode remaja akhir dalam proses perkembangannya mengalami perubahan, baik dari segi fisik maupun psikis. Perubahan yang sangat pesat ini menimbulkan respon tersendiri bagi mahasiswi, berupa tingkah laku yang sangat memperhatikan perubahan bentuk tubuhnya dan membangun citra tubuh atau body image. Kepedulian terhadap body image atau citra tubuh yang ideal mengarah kepada usaha obsesif untuk mengendalikan berat badan. Pada umumnya mahasiswi melakukan diet, berolahraga, mengkonsumsi obat pelangsing dan lain-lain untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Penelitian ini bersifat kuantitatif korelasional non-eksperimental dengan sampel sebanyak 90 mahasiswi. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Body Image dan Skala Perilaku Diet yang dibuat berdasarkan skala Likert. Analisa data menggunakan perhitungan korelasi Pearson Product Moment diperoleh korelasi sebesar 0,251 dengan nilai sig, 0,017 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara body image dan perilaku diet mahasiswi Universitas Esa Unggul. Mahasiswi yang memiliki body image positif lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswi yang memiliki body image negatif. Sedangkan perilaku diet sehat pada mahasiswi Universitas Esa Unggul lebih banyak daripada diet tidak sehat. Sebagian besar mahasiswi yang melakukan diet sehat ataupun diet tidak sehat memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal.Kata Kunci: Mahasiswi, Body Image, Perilaku Diet.
GAMBARAN PROSES REGULASI EMOSI PADA PELAKU SELF INJURY Estefan, Gredyana; Wijaya, Yeni Duriana
Jurnal Psikologi Vol 12, No 01 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Self injury merupakan bentuk perilaku yang disengaja untuk menyakiti diri sendiri guna mengurangi penderitaan secara psikologis. Sebagai makhluk sosial, pelaku self injury juga tidak terlepas dari permasalahan hidup. Ketika mayoritas individu berusaha untuk fokus pada masalah yang dihadapinya, hal yang berbeda justru terjadi pada mereka yang cenderung menyakiti diri sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek berjumlah satu orang (F) dan terdapat tiga orang informan (U, VA, YY). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi serta dengan menggunakan skala karakteristik untuk menentukan karakteristik subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek telah melakukan penghayatan yang unik terhadap sebuah permasalahan hidupnya. Subjek menghayati masalah sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan dan solusi yang dipilihnya hanya menimbulkan persoalan baru. Subjek menggoreskan luka fisik di tubuhnya sebagai pereda rasa sakit hati yang dirasakannya.  Inilah yang kemudian membuat subjek  melakukan fase terakhir perubahan respon dari proses regulasi emosi dengan cara yang maladaptif, yaitu melakukan self injury. Pola asuh yang permissive diduga berperan menimbulkan perilaku self injury. Kata kunci: self injury, regulasi emosi, pola asuh
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Anggreini, Ririn; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 12, No 01 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMahasiswi termasuk dalam usia remaja akhir, yg masih labil dam membutuhkan pengakuan dari lingkungan sosialnya dan memiliki emosi yang labil. Dalam keadaan tersebut, membuat kemampuan mengendalikan diri atau kontrol diri menjadi lemah, sehingga mereka cenderung mengambil tindakan berdasarkan emosi. Tindakan yang dimaksud salah satunya adalah tindakan dalam membeli. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara kontrol diri, melihat dominan dimensi kontrol diri dan tingkatan dari perilaku konsumtif. Penelitian ini bersifat kuantitatif non-eksperimental.Sampel penelitian berjumlah 90 mahasiswi Universitas Esa Unggul. Hasil penelitian menunjukkan korelasi sebesar -0,304 dengan sig 0,002 (p < 0,05), artinya ada terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif mahasiswi Universitas Esa Unggul. Mahasiswi yang memiliki kontrol diri lemah lebih banyak dibanding dengan mahasiswi yang memiliki kontrol diri yang kuat. Sedangkan pada mahasiswi yang berperilaku konsumtif tinggi lebih banyak daripada mahasisiwi yang berperilaku konsumtif rendah. Dari ketiga dimensi dari kontrol diri,yang paling dominan ialah dimensi behavioral control atau kontrol perilaku. Kata Kunci : Kontrol diri, Perilaku konsumitf
MODEL STRATEGI COPING PENYELESAIAN STUDI SEBAGAI EFEK DARI STRESSOR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP WAKTU PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSkripsi merupakan kewajiban yang harus ditempuh dan diselesaikan mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Sebagai kewajiban, skripsi dapat dimaknakan oleh mahasiswa sebagai tuntutan yang membebani atau stressfull dan membutuhkan model strategi coping yang tepat agar mahasiswa dapat  menyelesaikan studinya secara tepat waktu. Pemilihan model strategi coping untuk setiap mahasiswa berbeda-beda dan bersifat individual. Model strategi jenis problem focused coping cenderung berorientasi pada upaya langsung untuk menghadapi atau mengatasi stressor. Sementara itu, model strategi jenis emotion focused coping lebih berorientasi  pada upaya untuk mengurangi, menghilangkan dan meredakan emosi yang muncul saat menghadapi stressor. Strategi coping yang dipilih dan digunakan mahasiswa saat menghadapi beban skripsi menentukan penyelesaian studi, sehingga dalam penelitian ini akan dikaitkan efek dari strategi coping ini terhadap waktu penyelesaian studi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data primer. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa psikologi yang sedang menyelesaikan skripsi pada semester Ganjil 2013/2014 di Universitas Esa Unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, strategi emotion focus coping dan strategi problem focus coping keduanya mampu secara efektif memediasi pengaruh stressor yang dialami dan dirasakan mahasiswa psikologi terhadap penyelesaian waktu studi. Dengan kata lain, model strategi coping yang dipilih mahasiswa psikologi yang sedang menyelesaikan skripsi dapat mempengaruhi stressor dan memiliki implikasi terhadap waktu penyelesaian studi. Kata kunci: stressor, coping stress, emotional focus coping
MODEL KONSELING MELALUI PSIKODRAMA UNTUK MENINGKATKAN POTENSI MAHASISWA PSIKOLOGI ANGKATAN Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCounseling is needed for new students who are experiencing changes in the learning process. Individual counseling has not been a requirement for new students, on the other hand the results of the first year will determine the success of next year. There are many students who can not open the problem in individual counseling. So group counseling will be required , which is  psychodrama as the technique . Healing Theatre  is part of the psychodrama that expected to be the entrance to the implementation of group counseling. Results of this study showed that the Healing Theatre can be used as a guidance group.  which 100 % regular students and 73% of executives stated that for Healing Theatre suitable for  a group counselin. The results showed  that students can feel the change in both the expression and feelings with color, and statement of whether there is a problem that can not be expressed and differ significantly. To levels no statement / its not a problem that can not be told also differ significantly . Keywords: group counseling, psychodrama, healing theatre
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP COPING PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA Anwar, Amanah
Jurnal Psikologi Vol 16, No 02 (2018): JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCompletion of studies on time students need coping, namely the process of self-management in a cognitive and continuous behavior that is strived to exceed the demands of the environment externally and internally. Cognitive self-management is done by controlling one's emotions. Emotional regulation involves awareness that can be managed from an unconscious process to become more aware. Rhythmic breathing in exercise can regulate emotions to be stable and can last longer. This study aims to determine the effect of emotional regulation on coping in the completion of student studies. Participants were 66 students (10 faculties, 8 study programs, at X private universities in West Jakarta). The sampling technique used is probability sampling with proportional stratified random sampling. The measuring instrument adapted from the Way of Coping Questionnaire from Lazarus (1992), and the revision of the Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) from the Institute for Research and Measurement of the Faculty of Psychology, Tarumanagara University, Jakarta. The results of regression analysis with ANOVA test on the variables of emotion regulation and coping completion of the study after doing gymnastics showed that there was a significant effect of emotion regulation on coping completion of the study (F = 11,192 p <0.01). Emotional regulation contribution to the completion of study coping was 14.9% while the remaining 85.1% was influenced by other factors (R Square = 0.149). The results of the regression analysis of the t test showed that there was a significant effect of emotional regulation on coping with the completion of the study (t = 3.345, p <0.01). However, the significant and positive influence (Beta = +0,386) of emotional regulation on coping with the completion of the study must be interpreted with caution. Keywords: emotion regulation, coping study completion, student. AbstrakPenyelesaian studi tepat waktu mahasiswa memerlukan coping, yaitu prosespengelolaan diri secara kognitif dan perilaku terus menerus yang diupayakan untuk dapat melebihi tuntutan lingkungan secara eksternal dan internal.Pengelolaan diri secara kognitif dilakukan dengan mengendalikan emosi seseorang.Regulasi emosi melibatkan kesadaran yang dapat mengatur dari proses yang tidak disadari menjadi lebih disadari. Pengaturan napas secara ritmik dalam senam dapat mengatur emosi menjadi stabil dan dapat bertahan lebih lama.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap coping penyelesaian studi mahasiswa. Partisipan adalah 66 mahasiswa (10 fakultas,8prodi, pada perguruan tinggi swasta X di Jakarta Barat). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahprobability sampling dengan proporsional stratified random sampling.Instrumen ukur adaptasi dari the Way of Coping Questionnairedari Lazarus (1992), dan revisi Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) dari Lembaga Riset dan Pengukuran Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara Jakarta. Hasil analisisregresidenganuji Anova terhadap variabelregulasi emosidancoping penyelesaian studisetelah melakukan senam menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari regulasi emosi terhadapcoping penyelesaian studi (F = 11.192 p < 0.01).  Sumbangan regulasi emosi terhadap coping penyelesaian studi sebesar14.9 % sedangkan sisanya 85.1 % dipengaruhi faktor lain(R Square= 0.149). Hasil analisis regresi uji t menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari regulasi emosi terhadap coping penyelesaian studi (t = 3.345, p < 0.01). Walaupun demikian, pengaruh signifikan dan positif (Beta = +0,386) dari regulasi emosi terhadap coping penyelesaian studi harus diinterpretasi secara hati-hati. Kata-kata kunci:regulasi emosi,coping penyelesaian studi, mahasiswa.