cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI REMAJA AKHIR PUTRI (STUDI PADA MAHASISWI REGULER UNIVERSITAS ESA UNGGUL) Solistiawati, Ayu; Sitasari, Novendawati W
Jurnal Psikologi Vol 13, No 01 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenampilan yang menarik merupakan idaman setiap remaja putri.Hal ini membuat remaja putri menjadi lebih memperhatikan penampilannya.Ketidaksesuaian antara gambaran tubuh dengan gambaran tubuh ideal, membuat persepsi mengenai citra tubuh menjadi negatif.Hal tersebut mengakibatkan timbulnya perasaan kecewa terhadap diri sendiri hingga membentuk harga diri menjadi rendah.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan harga diri, gambaran harga diri dilihat dari citra tubuh, mengetahui dimensi dominan harga diri, dan untuk mengetahui gambaran dimensi dominan harga diri dilihat dari citra tubuh. Penelitian bersifat kuantitatif non eksperimental.Sampel berjumlah 120 responden.Teknik pengambilan sampel adalah proposional random sampling, dengan alat ukur citra tubuh (33 valid) dan harga diri (31 valid) dalam bentuk skala likert.Hasil nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi sebesar 0.390, artinya terdapat hubungan positif yang lemah dan signifikan antara citra tubuh dengan harga diri pada Mahasiswi Reguler UEU.Mahasiswi lebih banyak memiliki citra tubuh positif dan harga diri tinggi dan dimensi dominan adalah dimensi kognisi. Temuan dari penelitian ini adalah remaja putri yang memiliki dimensi kognisi  memiliki harga diri tinggi dan citra tubuh positif. Kata kunci: citra tubuh, harga diri, remaja akhir putri
POSITIVE PARENTING PROGRAM (TRIPLE P) SEBAGAI USAHA UNTUK MENURUNKAN PENGASUHAN DISFUNGSIONAL PADA ORANGTUA YANG MEMPUNYAI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (DENGAN DIAGNOSA AUTIS DAN ADHD) Wijaya, Yeny D
Jurnal Psikologi Vol 13, No 01 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to look at the effectiveness of the Positive Parenting Program (Triple P) to reduce the dysfunctional parenting to parents who have children with special needs. Subjects were parents that have children with special needs, with the diagnosis of children with autism and ADHD. This samples base on the results of the assessment showed symptoms of negative emotions when caring with their child.Triple P adapted and modified from Subekti (2010) material provided consisting of psychoeducation about understanding Positive Parenting Program Triple P function to improve the social skills of children and how to perform self-regulation of emotion and reflection. Measuring tool used is dysfunctional parenting scale of Subekti (2010) .The result showed that the statistical test with different test Wilcoxon Signed Ranks Test with SPSS 18.0 for Windows shows the probability value 0.167 (p> 0.05). It can be seen that there is no change in dysfunctional parenting between the groups before and after training of Triple P. Keywords : Triple P, dysfunctional parenting, parents with autistic and ADHD AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas Positive Parenting Program (Triple P) untuk menurunkan pengasuhan disfungsional pada orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Subjek penelitian adalah orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus,dengan diagnosa anak autis dan ADHD, dan dari hasil asesmen yang menunjukkan adanya gejala emosi negatif ketika mengasuh anaknya.Triple P diadaptasi dan dimodifikasi dari Subekti (2010) materi yang diberikan terdiri dari psikoedukasi tentang pemahaman Positive Parenting Program, fungsi Triple P untuk meningkatkan ketrampilan sosial anak dan cara melakukan regulasi emosi serta refleksi diri. Alat ukur yang dipakai adalah skala pengasuhan disfungsional dari Subekti (2010).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uji statistik dengan uji beda Wilcoxon Signed Ranks Test denganm bantuan program SPSS 18.0 for windows menunjukkan nilai probabilitas 0,167 (p>0,05). Hal ini dapat dilihat bahwa tidak terdapat perubahan pengasuhan disfungsional antara kelompok sebelum dan sesudah pelatihan Triple P. Kata Kunci: Triple P, pengasuhan disfungsional, orangtua dengan autis dan ADHD
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ATLET CABANG OLAH RAGA TAEKWONDO DALAM BERPRESTASI (STUDI PADA ATLET TAEKWONDO CLUB BJTC, KABUPATEN TANGERANG) Sakti, Galuh Fitriana; Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 01 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUntuk memeperoleh prestasi, Atlet Taekwondo harus mampu memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Dukungan sosial yang diperoleh para Atlet akan mampu meningkatkan kepercayaan dirinya dalam bertanding sehingga mampu mendapatkan prestasi yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengankepercayaandiri. Penelitian ini bersifat kuantitatif non-eksperimental, dengan jumlah sampel sebanyak 117 Atlet Taekwondo Club BJTC, degan menggunakan teknik sample random sampling. Hasil uji reliabilitas, diperoleh (α) 0.914 untuk variabel dukungan sosial dan 0.942 untuk variabel kepercayaan diri, dengan alat ukur dukungan sosial (31 valid) dan kepercayaan diri (40 valid). Hasil penelitian menunjukkan r = 0.392 dan sig 0.000 (p < 0.05), artinya ada hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan kepercayaan diri pada Atlet Taekwondo Club BJTC. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial mempengaruhi kepercayaan diri atlet.Kata kunci: atlet taekwondo, dukungan sosial, kepercayaan diri
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KONFORMITAS ANGGOTA KOMUNITAS X YANG MEROKOK Handayani, Ega Ria; Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKonsep diri merupakan pandangan, penilaian, dan perasaan individu mengenai dirinya yang timbul sebagai hasil dari suatu interaksi sosial sebagai konsep diri. Konsep diri dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pertimbangan anggota komunitas X untuk melakukan konformitas. Penilaian dan pandangan anggota komunitas X mengenai dirinya sendiri dapat membentuk konsep diri yang dimiliki anggota tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan konformitas. Penelitian ini bersifat kuantitatif non-eksperimental, dengan jumlah sampel sebesar 160 anggota KRB yang merokok, menggunakan teknik probability sampling. Hasil uji validitas alat ukur konsep diri 35 item yang valid dan konformitas 28 item yang valid. Koefisien reliabilitas (α) 0,946 untuk variabel konsep diri dan (α) 0,963 untuk variable konformitas. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai sig. (p) = 0,042  (p<0.05)  dengan korelasi (r) sebesar -0.161, artinya terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan konformitas pada anggota komunitas X yang merokok. Pengaruh konsep diri terhadap konformitas (r2) sebesar 2,5%. Kata Kunci : konsep diri, konformitas, merokok
PENGARUH PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI BAWAHAN (STUDI PADA KARYAWAN BCA KANTOR CABANG ALAM SUTERA) Rosiana, Debby; safitri, safitri
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDEBBY ROSIANA. 2015. Pengaruh persepsi gaya kepemimpinan atasan terhadap motivasi berprestasi bawahan (studi pada karyawan BCA KCU Alam Sutera), Dibimbing oleh Dra. Sulis Mariyanti,Psi., M.Si dan Dra. Safitri, M.Si. Setiap karyawan memiliki motivasi berprestasi yang berbeda. Ada karyawan yang motivasi berprestasinya tinggi, dan yang rendah, hal itu tersebut dipengaruhi dengan gaya kepemimpinan atasan yang dipersepsikan oleh bawahannya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh persepsi gaya kepemimpinan atasan terhadap motivasi berprestasi bawahan (studi pada karyawan BCA KCU Alam Sutera). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental yang bersifat korelasional.Sampel penelitian ini adalahkaryawan BCA KCU Alam Sutera.Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pada skala gaya kepemimpinan 48 item valid dan reliabilitas 0,950. Pada skala motivasi berprestasi 46 item valid dan reliabilitas 0,965. Hasil penelitian korelasi persepsi gaya kepemimpinan transformasional dengan motivasi berprestasi memiliki nilai sig 0,000 (p <0,05) dan korelasi sebesar 0,989, dan korelasi persepsi gaya kepemimpinan transaksional dengan motivasi berprestasi memiliki nilai sig 0,000 (p < 0,05) dan korelasi sebesar 0,730, artinya terdapat pengaruh signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap motivasi berprestasi. Persepsi gaya kepemimpinan yang dominan di BCA KCU Alam Sutera adalah gaya kepemimpinan transformasional sebanyak 37,1%. Motivasi berprestasi karyawan BCA KCU Alam Sutera cenderung tinggi  (52,2%). Terdapat hubungan antara data penunjang dan motivasi berprestasi. Kata kunci: persepsi gaya kepemimpinan, motivasi berprestasi
PEMBERDAYAAN WARGA RETARDASI MENTAL KAMPUNG SIDOHARJO JAMBON PONOROGO MELALUI MODEL ASANTI EMOTAN Hanif, Muhammad; Afifah, Dian Ratnaningtyas
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe research aimed to analyze and describe the abilities of mental retardation people domiciled in Sidoharjo village, Jambon, Ponorogo in doing their daily life after having been empowered by AsantiEmotan Model. This action research was conducted for a year. The research sample was classified by using disproportionate stratified random sampling. Data were collected by using observation,  interview, and documentation. It was tested by using single one shot case study model and analyzed by using t-test correlation. The result showed that (1) through operating Asanti Emotan Model, the abilities of mental retardation people (MRP) doing their personal activities, household, and social activities increased as criteria suggested. Based on the experiments 1, 2, and 3, the abilities of mental retardation people (MRP) categorized asdebil, increased in 33%, 70% and 85% respectively. MRPcategorized as imbecile, increased in 28%, 58%, and 68% respectively. The abilities of MRP categorized as idiot, increased in 33%, 50%, and 67%. AsantiEmotan Model showed good correlation that the abilities of MRP categorized asdebilwere in 0,56, 0,16, and 0,14, the abilities of MRP categorized as imbecile were in 0,67, 0,50, and 0,30, the abilities of MRP categorized as idiot were in 0,87, 0,75, and 0,68. Therefore, this model was considered to effective and significant. (2) The application of the model helped the family, people surrounding, and liaison officers to empower mental retardation people easier. Keywords: Empowering, Mental Retardation People, Asanti Emotan Model AbstrakDesa Sidoharjo merupakan salah satu desa di Kabupaten Ponorogo yang disebut ”kampung idiot”. Di desa ini jumlah warga yang mengalami retardasi mental mencapai 2,20% (138 orang). Perilaku sosial orang tua, keluarga, dan warga masyarakat di lingkungan sekitar cenderung menerimanya namun belum ada suatu kegiatan yang terprogram dan terstruktur untuk memberdayakannya. Mereka pada umumnya memberi bantuan barang-barang yang bersifat konsumtif sehingga menimbulkan ketergantungan. Untuk itu perlu dikembangkan model pemberdayaan yang cocok dalam memandirikan warga retardasi mental dengan tujuan warga retardasi mental di kampung berdaya, mandiri, dan adaptif. Penelitian tindakan ini dilaksanakan selama satu tahun. Sampel penelitiannya ditentukan dengan disproptionate stratified random sampling. Pengambilandatanya dengan observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Teknik  pengujiannya menggunakan model single one shot case study dan dianalisis dengan t-test berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Melalui Model Asanti Emotan, kemampuan warga retardasi menjalankan aktivitas pribadi, keluarga, dan sosial mengalami peningkatan sebagaimana kriteria yang diharapkan. Dari uji coba 1, uji coba 2, dan uji coba 3. Warga Retardasi Mental (WRM) Debil; 33%, 70%, dan 85%. WRM Imbesil; 28%, 58%, dan 68%. WRM Idiot; 33%, 50%, dan 67%. Model Asanti Emotan memiliki korelasi yang baik yaitu WRM Debil; 0.56, 0.16, dan 0.14. WRM Imbesil; 0.67, 0.50, dan 0.30. WRM Idiot; 0.87, 0.75, dan 0.68. Model ini juga terbilang efektif dan signifikan. Dari hasil uji t terhadap WRM dalam berbagai kategori hasilnya t hitung lebih besar dari t tabel, (2) Penerapan model memberi kemudahan keluarga, warga lingkungan sekitar, dan tenaga pendamping dalam melaksanakan pemberdayaan warga retardasi mental. Kata kunci: pemberdayaan, warga retardasi mental, model Asanti Emotan
MODEL GOAL ORIENTATION SEBAGAI EFEK DARI PERSEPSI QUALITY OF SCHOOL LIFE SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PSIKOLOGI Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran  model goal orientation mahasiswa sebagai efek dari persepsi quality of school life serta implikasinya terhadap prestasi belajar mahasiswa. Prestasi belajar mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kemampuan internal yang dimilikinya, namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor di luar dirinya yaitu yang berkaitan dengan kualitas kehidupan kuliahnya ( quality of school life).Quality of school life merupakan derajat kepuasan dan kesejahteraan mahasiswa terhadap aspek-aspek fisik maupun non fisik serta pengalaman mahasiswa selama berada di kampus, baik  pengalaman positif maupun negatif. Pengalaman tersebut bersifat subjektif berupa pengalaman sosial, pengalaman terhadap tugas yang diberikan serta hubungan antara mahasiswa dengan otoritas dalam hal ini dosen dan kelompok sosial pertemanan di kampusnya. Pengalaman yang positif memuaskan cenderung dapat membuat mahasiswa antusias, termotivasi dalam menjalani proses belajar mengajar dan mengarahkan perilakunya yang berorientasi pada goal (goal orientation) yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan persepsi quality of school life terhadap goal orientation mahasiswa. Sedangkan persepsi quality of school life berpengaruh negatif signifikan terhadap prestasi belajar. Di sisi lain, ditemukan bahwa goal orientasi tidak mampu memediasi pengaruh persepsi quality of school life  terhadap prestasi belajar. Kata kunci: goal orientation, task involved, ego involved, persepsi of school life, pretasi belajar
HUBUNGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN PENYESUAIAN DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA UEU JAKARTA Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 02 (2015): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa baru, mahasiswa dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar yang baru dimasukinya. Kemampuan ini diperlukan untuk memudahkan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan tugas-tugas belajarnya. Oleh karena itu diperlukan adanya efikasi diri dan dukungan sosial dari orangtua mahasiswa tersebut. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif-non eksperimen, dengan teknik sampling berupa purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur efikasi akademik, dukungan sosial orangtua, dan penyesuaian akademik. Tingkat reliabilitas dan validitas dari masing-masing alat ukur adalah (α = 0.703) efikasi akademik, (α = 0.919) dukungan sosial, dan (α = 0.762) penyesuaian akademik. Berdasarkan hasil uji one-way anova, diperoleh nilai sig. (p) = 0.03; (p < 0.05), hipotesis diterima. Artinya efikasi akademik dan dukungan sosial orang tua dengan penyesuaian akademik secara bersama-sama mempengaruhi penyesuaian akademik pada mahasiswa UEU, Jakarta. Ketika mahasiswa memiliki keyakinan terhadap kemampuan dalam dirinya dan juga memiliki dukungan dari orangtua maka akan membentuk kemampuan menyesuaikan diri terhadap pembelajaran yang baru saja dijalaninya. Selain itu mahasiswa juga lebih bahagia mengikuti perkuliahan. Kata kunci: efikasi, dukungan sosial, penyesuaian akademik
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI PUSKESMAS MEKAR BARU Uzlah, Siti Maria
Jurnal Psikologi Vol 9, No 02 (2011): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThe main purpose of this study was to examine the relationship between perceptions of supervisor leadership style and job satisfaction on employee health center New Blooms. This study uses sampling techniques saturated. The subject of this research are 32 employees. Data was collected using two questionnaires: transformational leadership style, transformational leadership style, and job satisfaction questionnaire. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results are: (1) a positive and significant relationship between perceptions of supervisor leadership style and job satisfaction, (2) a positive and significant relationship between perceptions of transformational and transactional leadership style and job satisfaction. Kata Kunci: persepsi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja
HUBUNGAN SELF REGULATION DENGAN SELF DETERMINATION (STUDI PADA MAHASISWA AKTIF SEMESTER GENAP 2013/2014, IPK ≤ 2.75, FAKULTAS PSIKOLOGI, UNIVERSITAS X, JAKARTA) Rozali, Yuli Azmi
Jurnal Psikologi Vol 12, No 02 (2014): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractStudents who are motivated towards their task, will be able to perform its task properly and independently, as well as having a high level of creativity in their work, so that students are expected to produce satisfactory academic achievement. However, students with lower educational achievement measured in GPA, a student who is suspected of having a low self-sufficiency. They are not motivated to follow the teaching and learning process in higher education. This study is a quantitative non-experimental study, the subjects are 32 people with a GPA of ≤ 2.75. Researchers used a non-probability sampling to determine the study sample. The technique used is purposive sampling. The research instrument is a questionnaire with Likert scale adapted to the theory of self-regulation Zimmerman, and Ryan and Deci self determination that will be given to research subjects. With each reliability value for self-regulation (α) = 0.899 and for self-determination (α) = 0789, the number of items berjumlah18 item self-regulation, and self-determination are 40 items. Based on the results of the analysis, found that self-regulation does not have a correlation with self-determination. Or in other words that self-regulation does not affect self-determination. The results of this study also show the data that self regulatioan only contribute 10% towards self-determination. There are other more important factors in the formation of self-determination, such as student engagement factor of the learning task engagement.Keywords: self regulation, self-determination, and engagement. AbstrakMahasiswa yang memiliki motivasi terhadap tugasnya, akan mampu melakukan tugasnya tersebut dengan baik dan mandiri, serta memiliki tingkat kreativitas yang tinggi dalam mengerjakan tugasnya, sehingga diharapkan mahasiswa dapat menghasilkan prestasi belajar yang memuaskan. Namun mahasiswa dengan prestasi belajar yang rendah yang terukur dalam IPK, diduga adalah mahasiswa yang memiliki kemandirian yang rendah. Mereka tidak termotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar yang ada di Perguruan Tinggi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non-eksperimen, dengan subyek berjumlah 32 orang dengan IPK ≤ 2.75. Peneliti menggunakan non probability sampling untuk menentukan sampel penelitian. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang disesuaikan dengan teori self regulation Zimmerman, dan self determination Ryan dan Deci yang akan diberikan kepada subyek penelitian. Dengan masing-masing nilai reliabilitas untuk self regulation (α) = 0.899 dan untuk self determination (α) = 0.789, jumlah item self regulation berjumlah18 item, dan self determination berjumlah 40 item. Berdasarkan dari hasil analisis, diperoleh bahwa self regulation tidak memiliki hubungan dengan self determination. Atau dengan kalimat lain bahwa self regulation tidak memengaruhi self determination. Hasil penelitian ini juga menghasilkan data bahwa self regulatioan hanya menyumbangkan sebesar 10% terhadap self determination. Terdapat factor lain yang lebih penting dalam pembentukan self determination, seperti factor pelibatan mahasiswa terhadap tugas-tugas belajarnya (engagement).Kata kunci: self regulation, self determination, engagement.

Page 11 of 17 | Total Record : 163