cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 24068365     EISSN : 28289935     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 701 Documents
KEGIATAN PENJANGKAUAN WANITA PEKERJA SEKS (WPS) DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENULARAN HIV-AIDS DI LOKASI PROSTITUSI JAKARTA TAHUN 2015 Heryana, Ade; Hubaybah, Hubaybah; Hasnur, Hanifah; Helmi, Helmi; Salmah, Salmah; Rendang, Aden
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIt’s difficult to prevent the HIV/Aids transmision at active female sexual workers (Wanita Pekerja Seks/WPS) in Jakarta. There are some factors that influence this condition, such as knowledge, attitude, risky behaviour, mobility, and HIV/Aids stigma. Base on this situation, it’s important to conduct the public-based health prevention program or UKBM at WPS. The aims of this activity is to contribute in HIV/Aids prevention program especially at WPS that administered by government (i.e KPA). This activity was conducted in 5 stages i.e preparing, outreaching, group discussing, intervention formulating, and reporting. Outreach activity covering 5 selected prostitution areas in Jakarta (Rawa Bebek, Gang Laler, Dukuh Atas, Bongkaran, and Golden Spa), from 17 November to 31 December 2015, including campaign, VCT services, and distribution of promotion kits (KIE). According to this activity only a half WPS well-known about risk and severity of HIV/Aids; a half of WPS belief that gov’s  HIV/Aids prevention give the beneficiary for them; actually WPS have awareness and willingness to HIV/Aids test but it’s barrier with the specification of their “work hours”; the WPS have trusted with the gov’s recommendation about HIV/Aids prevention and need public’s support; condom use stil the best intervention to prevent HIV/Aids transmission at WPS. Changing toward WPS’s safety sex behavior in order to prevent the sexual transmisiable of HIV-Aids couldn’t be full delegated to WPS herself. This effort should be supported by all of stakeholder who involve in the prevention of sexual transmising of HIV-Aids.        Keywords: HIV/Aids, public health intervention, sexual workersAbstrakPenyebaran penyakit HIV/Aids di kalangan Wanita Pekerja Seks aktif di Jakarta sulit dicegah. Beberapa faktor yang merupakan penyebab kondisi tersebut, antara lain faktor pengetahuan, sikap, perilaku berisiko, mobililitas dan stigma masyarakat terhadap HIV/Aids. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan yang sifatnya berbasis masyarakat atau UKBM pada kelompok berisiko WPS. Tujuan kegiatan ini adalah memberi masukan kepada pemerintah (KPA) upaya-upaya pencegahan HIV/Aids di kalangan WPS. Kegiatan dilakukan dalam 5 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan penjangkauan, diskusi kelompok, perumusan intervensi, dan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan penjangkauan dilakukan di 5 lokasi prostitusi terpilih di DKI Jakarta yakni di Rawa Bebek, Gang Laler, Dukuh Atas, Bongkaran, dan Golden Spa, pada 17 November s/d 31 Desember 2015, meliputi sosialisasi, layanan VCT, dan penyebaran media KIE. Tidak semua WPS paham risiko dan bahaya HIV/Aids, sebagian WPS percaya program pemerintah terkait penanggulangan HIV/Aids sangat bermanfaat untuk mereka, sebenarnya WPS sadar dan ingin sekali melakukan tes HIV/Aids namun terkendala waktu pemeriksaan yang disebabkan oleh “jam kerja” WPS lebih banyak dihabiskan malam hingga dini hari, WPS sangat percaya dengan saran-saran atau program penanggulangan HIIV/Aids yang dicanangkan pemerintah dan membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, dan penggunaan kondom masih merupakan intervensi ampuh untuk mencegah tertularnya penyakit HIV/Aids di kalangan WPS. Perubahan perilaku seks yang aman pada WPS dalam rangka mencegah penularan HIV-Aids secara seksual tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada WPS itu sendiri, akan tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.Kata Kunci: HIV/Aids, intervensi kesehatan masyarakat, pekerja seks
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS Adijaya, Nuryansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Ability in conducting classroom action research (CAR) is one indicator to be a professional teacher. Therefore, it is important for teachers to conduct CAR. However, many teachers still face some difficulties to conduct CAR. To help teachers conduct CAR, it is a need to hold training and consultancy. This community service program is intended to help teacher to conduct CAR. The program was held at SD PELITA II Jakarta to help teachers conduct CAR. This program gives positive impact to the teacher. Before join the program, the teachers did not know the steps on conducting CAR, elaborate reasons on conducting CAR into research background and construct relevant theories to be used in their research. Method of implementation used in the program are tutorial and consultancy. The result of the program is the improvement of teachers’ understanding on conducting CAR from analyzing phenomena until employing appropriate method for the research. The are two main obstacles faced by the teacher to conduct CAR; less support from environment such as principal, colleagues, etc and less enthusiasm from the teachers themselves to conduct CAR.. In conclusion, this program that gives teachers tutorial and consultancy to conduct CAR is very important to improve their professionalism. Keywords: classroom action research, professional teacher, academic writing. AbstrakKemampuan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan salah satu indikator untuk menjadi guru profesional. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk melakukan PTK untuk meningkatkan profesionalisme. Namun, banyak guru yang menghadapi masalah dalam melakukan PTK. Untuk membantu guru dalam melakukan PTK diperlukan pelatiahan dan konsultasi. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SD PELITA II untuk membantu guru-guru melakukan PTK. Program ini memberikan dampak yang positif kepada guru-guru. Sebelum program, guru-guru bahkan tidak mengetahui langkah-langkah dalam membuat PTK, tidak mengetahui cara mengelaborasi alasan-alasan mereka kedalam latarbelakang penelitian, tidak tahu cara mencari teori-teori yang tepat untuk penelitiannya, serta tidak tahu mencari teori yang tepat untuk digunakan dalam penelitian. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tutorial dan konsultasi dalam pembuatan PTK. Hasil yang didapat adalah guru-guru tersebut adalah meningkatnya pemahaman guru-guru terhadap bagaimana cara melakukan PTK mulai dari menganalisis fenomena hingga memggunakan metode yang tepat dalam penelitian. Namun, program ini menghadapi dua masalah besar; kurangnaya dukungan dari lingkungan sekitar guru-guru tersebut; kepala sekolah, kolega, dan sebagainya dan kurangnya antusias guru-guru itu sendiri dalam melakukan PTK. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan pendampingan bagi guru dalam pembuatan PTK sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme   Kata kunci: penelitian tindakan kelas, guru profesional, tulisan ilmiah.
PELATIHAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON-VERBAL EFEKTIF ANTARA DOKTER, PERAWAT, PASIEN, DAN KELUARGA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEHARTO HEERDJAN JAKARTA Bugi, Bugi Satrio
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIntroduction: In relation to efforts to improve the educational process and information provided to patients and families of the sand, it is necessary to improve the skills and skills of hospital staff about effective verbal and non-verbal communication between physicians, nurses, patients and families. does not include all staff who provide education, where the requirements of educators must follow effective and certified communication training. Activity Objective: to provide theoretical and practical knowledge to educators on how to establish effective verbal and non-verbal communication between physicians, nurses, patients, and the families of patients at Dr. Soul Mental Hospital. Soeharto Heerdjan Jakarta. Method of Implementation: This activity is conducted in 4 (four) sessions, namely: 1) Pre-test by giving questionnaire to audience related to effective communication, 2) delivery of verbal and non verbal communication materials effective, 3) Effective communication practice (Role Play - Simulation), and 4) Post-test by giving the audience an effective communication-related kusioner. Results: Educational personnel of Dr. Mental Hospital. Suharto Heerdjan Jakarta is able to provide health education and communicate well, accurately, clearly, completely, accurately, and can be understood by the recipient (communicant) thereby reducing errors and improving the improvement of health services for patients and between officers in the hospital. Keywords: effective verbal and non-verbal communication, educator, health education AbstrakPendahuluan: Sehubungan dengan upaya peningkatan proses edukasi dan informasi yang diberikan kepada pasien dan keluarga pasirn, diperlukan peningkatan kemampuan dan keterampilan petugas rumah sakit tentang komunikasi verbal dan non-verbal efektif antara dokter, perawat, pasien, dan keluarga pasien di Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta. Pelatihan komunikasi efektif yang sudah dilaksanakan sebelumnya belum mencakup seluruh staf yang memberikan edukasi, dimana persyaratan tenaga edukator harus mengikuti pelatihan komunikasi efektif dan bersertifikat. Tujuan Kegiatan: memberikan pengetahuan secara teori dan praktikal kepada tenaga edukator tentang cara menjalin komunikasi verbal dan non-verbal efektif antara dokter, perawat, pasien, dan keluarga pasien di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta. Metode Pelaksanaan: Kegiatan ini dijalankan dalam 4 (empat) sesi, yaitu: 1) Pre-test dengan memberikan kuisioner kepada audiens terkait komunikasi efektif, 2) Penyampaian materi komunikasi verbal dan non-verbal efektif ,3) Latihan komunikasi efektif (Role Play – Simulasi), dan 4) Post-test dengan memberikan kusioner kepada audiens terkait komunikasi efektif. Hasil: Tenaga edukator Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta mampu memberikan pendidikan kesehatan dan berkomunikasi dengan baik, tepat, jelas, lengkap, akurat, dan dapat dipahami oleh penerima (komunikan) sehingga mengurangi kesalahan dan peningkatan perbaikan pelayanan kesehatan bagi pasien dan antar petugas di rumahsakit. Kata kunci: komunikasi verbal dan non-verbal efektif, tenaga edukator, pendidikan kesehatan
Upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam Peningkatan Pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga pada Nelayan di Muara Angke, Jakarta Silviana, Intan; Mulyani, Erry Yudhya; Novianti, Titta; Zelfino, Zelfino; Handayani, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tumah tangga adalah upaya un-tuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Menurut data RISKESDAS tahun 2013, proporsi nasional rumah tangga dengan PHBS baik adalah 32,3 persen,sementara target dari Kementerian Kesehatan adalah mencapai 70% pada tahun 2014. Dari indikator PHBS rumah tangga tersebut, prevalensi nasional rumah tangga yang melakukan pemberian ASI eksklusif yaitu hanya sebesar 38%, dan perilaku mencuci tangan dengan air bersih dan sabun yaitu 47,2%. Masih banyak masyarakat di wilayah Muara Angke, Jakarta, yang masih belum menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga, sehingga angka kejadian diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih merupakan angka kesakitan tertinggi di Puskesmas Muara Angke. Hal tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan upaya-upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam rangka me-ningkatkan pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga pada ibu nelayan di Muara Angke, Jakarta. Metode Pelaksanaan: Kegiatan upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi ini meliputi kegiatan penelitian untuk meng-identifikasi pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga, kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga, dan sosialisasi pesan perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga melalui media KIE, seperti poster, booklet, dan lain-lain. Kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tatanan Rumah Tangga dilakukan pada hari Rabu, 25 Juni 2014, ber-tempat di pelataran Masjid As-Salam di wilayah PHPT Muara Angke, dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang. Materi-materi yang disampaikan meliputi materi mengenai perilaku kesehatan ibu dan anak, perilaku sanitasi lingkungan, perilaku pengolahan makanan, dan perilaku pengolahan limbah rumah tangga. Hasil: Berdasarkan hasil penyu-luhan kesehatan, didapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu nelayan di wilayah PHPT Muara Angke mengenai perilaku hidup bersih dan sehat tatanan rumah tangga dari 48,6% yang memiliki pengetahuan yang baik sebelum penyuluhan menjadi 62,8% memiliki pengetahuan yang baik sesudah penyuluhan. Perlu adanya kegiatan upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang berkelanjutan dalam rangaka mening-katkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada ibu-ibu nelayan di PHPT Muara Angke. Kata kunci: perilaku hidup bersih dan sehat, upaya komunikasi, informasi
UPAYA MENINGKATKAN ADAB DAN ETIKA BICARA SECARA ISLAMI PADA ANAK MINORITAS DI SEKOLAH MASTER DEPOK Ernawati, Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Humans have many abilities compared to other creatures. One of the advantages of human being is writing and speaking. It is these two abilities that enable humans to form civilizations from time to time. Speaking is easier to interact with other people than writing. Because it is too easy to do, humans often release when talking, especially when humans are in an unstable emotional state. Consequently, in everyday human interactions there are frequent disputes and hostilities. The way humans speak is influenced by many things including background, education, the environment, and others. It is these factors that determine the persons etiquette and ethics when speaking. Therefore, good habit of speaking should be familiarized by someone since early, because this habit will affect the quality of someone later in interacting with others. The purpose of this activity is to provide knowledge of how to speak good and true to others, in accordance with etiquette and ethics of Islam. Method of implementation of this activity through the presentation, lecture, and interaction between students with a source for 30 minutes at the School Master Depok. The result of this activity is the absorption of knowledge about etiquette and ethics of speaking to others in an Islamic way. The conclusion of this devotional activity, namely the presence of some students who often speak harshly to his friends already know that the way of speaking is wrong and they will change it. Keywords: etiquette, ethics, speakingManusia mempunyai banyak kemampuan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Salah satu kelebihan manusia tersebut yaitu menulis dan berbicara. Dua kemampuan tersebutlah yang membuat manusia dapat membentuk peradaban dari masa ke masa. Berbicara lebih mudah dilakukan dalam berinteraksi dengan orang lain dibandingkan menulis. Karena terlalu mudah dilakukan, manusia sering  kelepasan saat berbicara, apalagi saat manusia tersebut dalam kondisi emosi tidak stabil. Akibatnya, dalam interaksi manusia sehari-hari sering terjadi perselisihan dan permusuhan.Cara berbicara manusia dipengaruhi banyak hal antara lain latar belakang, pendidikan, lingkungan, dan lain-lain. Faktor tersebutlah yang menentukan adab dan etika seseorang ketika berbicara. Oleh sebab itu kebiasaan berbicara yang baik harus dibiasakan oleh seseorang sejak dini, karena kebiasaan inilah yang akan mempengaruhi kualitas seseorang nantinya dalam berinteraksi dengan orang lain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara berbicara yang baik dan benar kepada orang lain, sesuai dengan adab dan etika islam. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui presentasi, ceramah, dan interaksi timbal balik antara siswa dengan narasumber selama 30 menit di Sekolah Master Depok. Hasil kegiatan ini adalah adanya penyerapan pengetahuan tentang adab dan etika berbicara kepada orang lain secara islami. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, yaitu adanya beberapa siswa yang sering berbicara kasar kepada teman-temannya telah mengetahui bahwa cara berbicaranya tersebut salah dan mereka akan merubahnya. Kata kunci: adab, etika, berbicara
KONSEP LUAS PADA BANGUN DATAR BAGI GURU KELAS V DI SD PELITA 2, JAKARTA BARAT Manurung, Alberth Supriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe intelligence of an elementary school teacher in presenting the material needs to be supported by the role of the parents. Parents need to be given a useful measures facilitate students add information Mathematics is the science of the logic of form, order, magnitude and concepts relate to one another. In concept always related to human life everyday. Learning Mathematics is not just counting from the problem alone but always evolving according to the times, Mathematics subject is the science of counting which aims to inculcate and develop the process of calculation on the students and the curiosity to solve the problems encountered. Based on the observation in SD Pelita 2 West Jakarta, the learning process of teachers still use conventional or teacher-centered teaching methods as the information giver, and the students only listen to the material presented by the teacher so that the students learning outcomes are low. The purpose of community service activities is to improve students learning outcomes by applying process skills in the learning of Mathematics subjects in fourth grade of SD Pelita 2 West Jakarta and to activate students and improve the learning outcomes of fourth graders of SD Pelita 2 West Jakarta through the application of process skills. The subjects of devotion to this community are all Mathematics Teachers and students of grade V SD Pelita 2 West Jakarta. Keywords: process skills, learning outcomes, mathematics AbstrakMatematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep berhubungan satu sama lain. Dalam konsepnya selalu berhubungan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Belajar Matematika bukan hanya sekedar menghitung dari masalah saja tetapi selalu berkembang sesuai perkembangan zaman, mata pelajaran Matematika adalah ilmu menghitung yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan proses hitungan pada siswa serta rasa ingin tahu menyelesaikan masalah yang dijumpai. Berdasarkan hasil observasi di SD Pelita 2 Jakarta Barat, pada proses pembelajaran guru masih menggunakan cara mengajar yang konvensional atau berpusat pada guru sebagai pemberi informasi, dan siswa hanya mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru sehingga hasil belajar siswa rendah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan keterampilan proses dalam pembelajaran mata pelajaran Matematika di kelas IV SD Pelita 2 Jakarta Barat dan untuk mengaktifkan siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Pelita 2 Jakarta Barat melalui penerapan keterampilan proses. Subjek pengabdian kepada masyarakat ini adalah seluruh Guru Matematika beserta siswa kelas V SD Pelita 2 Jakarta Barat. Kata kunci: keterampilan proses, hasil belajar, matematika
PENYULUHAN DAN SIMULASI TENTANG PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI SDN 11 DURI KEPA Fithri, Nayla Kamilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe problem of waste is a problem that is still the main focus that need our attention. There are still a lot of garbage strewn which will cause various negative effects both for humans and other living things. Education on waste management It is therefore the duty of every College as defined in the three responsibilities of Higher Education is education, Research and Community Service. One of them is organizing a community service to students of State Elementary School 11 Duri Kepa Kebon Jeruk. The purpose of community service is expected to students can determine the types of garbage and carrying out waste management by sorting out garbage to be disposed of in accordance with the type and place, and in order to get used as early as possible to do the behavior of clean and healthy by removing trash in its place , Implementation of community service using the method in the form of counseling , followed by a question and answer and simulation / demonstration with direct practice and games . The results of these activities is the students are very enthusiastic in participating in a whole series of activities that have been implemented and find out how the types of garbage and how its management to dispose of waste in accordance with its container. The conclusion of these activities is to increase knowledge for counseling on study participants garbage, trash types namely organic and inorganic sources of waste, litter impact both the environment and health, as well as the importance of waste disposal in accordance with its type. Keywords:  type waste , organic and inorganic, simulation                                    AbstrakPermasalahan sampah merupakan masalah yang masih menjadi fokus utama yang perlu kita perhatikan. Masih banyak sampah yang berserakan yang akan menimbulkan berbagai macam dampak negatih baik bagi manusia dan makhluk hidup yang lain. Pendidikan mengenai pengelolaan sampah  Oleh karena itu kewajiban setiap Perguruan Tinggi sebagaimana dijelaskan dalam Tridharma Perguruan Tinggi adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Salah satunya yaitu menyelenggarakan pengabdian masyarakat kepada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 11 Duri Kepa Kebon Jeruk. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah diharapkan siswa-siwi dapat mengetahui jenis-jenis sampah dan melakukakan pengelolaan sampah dengan memilah-milah sampah untuk dibuang sesuai dengan jenis dan tempatnya, serta agar membiasakan sedini mungkin untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah di tempatnya. Pelaksanaan pengabdian masyarakat menggunakan metode dalam bentuk penyuluhan, dilanjutkan dengan tanya jawab dan simulasi/demostrasi dengan praktek langsung dan game. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswi sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksakan dan mengetahui bagaimana jenis-jenis sampah dan cara pengelolaanya dengan membuang sampah sesuai dengan wadahnya. Kesimpulan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan bagi peserta penyuluhan tentang kajian sampah, jenis sampah yaitu sampah organik dan anorganik, sumber sampah, dampak sampah baik bagi lingkungan maupun kesehatan, serta pentingnya pembuangan sampah sesuai dengan jenisnya. Kata Kunci: jenis sampah, organik dan anorganik, simulasi
PROGRAM PENCATATAN IDENTIFIKASI KESEHATAN DAN REKAM KESEHATAN PERSONAL SISWA DI SDN DURI KEPA 11 PAGI JAKARTA BARAT Rumana, Nanda Aula
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Creating a welfare society evenly, equitable, and prosperous is not only the responsibility of the government, but also Indonesian society itself. The government together with the society to take part in community development. The college is an institution that is strategic in accelerating the development of society. Law No. 12 of 2012 on Higher Education states that universities are obliged to provide education, research, and community service. It is also stipulated in Law No. 20 of 2003 on National Education System and Law Number 14 of 2005 on Teachers and Lecturers. Currently the community service activities are still a chore for the academics. It is proven that number of community services are only 3.000 titles compared to the number of titles of research which reached 12.470. The community service especially on health aspects should be a prioritized factor because it is an indicator of a countrys welfare. One of the vital health services is medical record. This community service aims to inform the importance of health recording and health identification each of the personal of student. Community service was held in Duri Kepa SDN 11 Pagi Jakarta Barat targeted classroom teachers, school health supervisors and headmaster. Lectures and discussions were focused for 20 minutes. Recording the health identification and personal health record of students become very necessary because it can be a reference to the orderly administration of an educational institution so that the data search, especially health data to be effective and efficient.Keywords: record, health, education AbstrakMenciptakan masyarakat yang sejahtera secara merata, adil, dan makmur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga masyarakat indonesia itu sendiri. Pemerintah bersinergi bersama masyarakat turut andil dalam pembangunan masyarakat. Perguruan tinggi merupakan lembaga yang cukup strategis dalam mempercepat pembangunan masyarakat. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut juga tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Saat ini kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bagi kaum akademisi. Terbukti jumlah pengabdian masyarakat hanya mencapai 3.000 judul dibanding jumlah judul penelitian yang mencapai 12.470. Pengabdian masyarakat terutama aspek kesehatan menjadi faktor yang harus diutamakan karena menjadi indikator kesejahteraan suatu negara. Salah satu pelayanan kesehatan yang cukup vital adalah rekam medis. Pengabdian masyarakat kali ini bertujuan untuk menginformasikan betapa pentingnya pencatatan identifikasi kesehatan dan rekam kesehatan personal siswa. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di SD Negeri Duri Kepa 11 Pagi Jakarta Barat dengan sasaran guru kelas, pembina UKS serta kepala sekolah. Ceramah dan diskusi dilakukan secara terarah selama 20 menit. Pencatatan identifikasi kesehatan dan rekam kesehatan personal siswa menjadi sangat diperlukan karena dapat menjadi acuan tertibnya administrasi pada sebuah lembaga pendidikan sehingga pencarian data terutama data kesehatan menjadi efektif dan efisien.Kata kunci: rekam, kesehatan, pendidikan
PEMODELAN BUSANA SERAGAM TENAGA PEMBATIKAN Widyastuti, Putri Anggraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBatik workers is a person whose their job are doing batik process traditionally in batik company. Unfortunately, when visiting the batik production room, encountered unconformity between the uniform clothing batik workers with batik process. For this purpose, community service activities are conducted with the aim of providing uniform fashion training through fashion process as well as a uniform clothing modeling proposal to batik workers who are in Batik Plentong, Jalan Tirtodipuran 48, Yogyakarta. The method of conducting the activity is conducted by conducting a survey of the distribution of themes and tasks that have problems in Batik Plentong. After that done the analysis and study based on the theme, then go into the stages of uniform training on uniform through the fashion process while making engineering modeling based on each theme. The result of this community service activity is the absorption of knowledge about uniform clothing in the form of a proposal of uniform clothing modeling that is in harmony with the production space of Batik Plentong this. Materially, the fabric used as a modeling proposal uniform batik worker clothes is lurik fabric. The conclusion of this activity is a transformation of new changes in the form of uniform batik fashion modeling that can be used in batik process in Batik Plentong, where in accordance with the interior of the production room itself. Keywords: plentong batik, design, uniform cloth AbstrakTenaga pembatikan merupakan orang yang pekerjaannya melakukan proses batik secara tradisi-onal di perusahaan batik. Sayangnya, ketika mengunjungi ruang produksi batik, ditemui ketidak-selarasan antara busana seragam tenaga pembatikan dengan proses pembatik tersebut. Untuk itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuan memberikan pembekalan busana se-ragam yang sesuai melalui proses fashion dan juga sebuah usulan pemodelan busana seragam kepada tenaga pembatikan yang berada di Batik Plentong, Jalan Tirtodipuran 48, Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dilakukan survei dengan melakukan pembagian tema dan tugas yang terdapat permasalahan di Batik Plentong. Setelah itu dilakukan analisa dan kajian berdasarkan tema, lalu masuk ke tahapan pembekalan mengenai busana seragam melalui proses fashion sembari melakukan pembuatan rekayasa model berdasarkan masing-masing tema. Yang terakhir adalah melakukan laporan akhir dan hasil untuk perusahaan Batik Plentong. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyerapan pengetahuan mengenai busana seragam berupa sebuah usulan pemodelan busana seragam yang selaras dengan ruang produksi dari Batik Plentong ini. Secara material kain yang digunakan sebagai usulan pemodelan busana seragam pembatik adalah kain lurik. Kesimpulan dari kegiatan ini adanya sebuah transformasi perubahan baru berupa pemodelan busana seragam tenaga pembatikan yang dapat digunakan dalam melaku-kan proses pembatikan di Batik Plentong, dimana sesuai dengan interior dari ruang produksi itu sendiri. Kata kunci: batik plentong, pemodelan, busana seragam, tenaga pembatikan
PELATIHAN PENGGUNAAN POWER POINT UNTUK MEMBUAT PRESENTASI YANG MENARIK Munawar, Munawar
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractImproving the skills is one way to improve the quality of human resources. One form of skills that may be needed by everyone is a presentation technique. Exciting presentation techniques with the help of Power Point will be able to increase the interest of participants (audience) to the idea / ideas presented. This presentation technique training addressed to teachers, students and youth mosque Waalidain Birrul Foundation in the village of Mount Round and Semplak Bogor. The method used in this community service is a lecture, the practice directly with computers and assisted in making an attractive presentation. Implementation of community service is arguably successful, because the material conformity with the needs of the participants, the positive response from participants and the wishes of the participants and venue for the foundation training to be developed with other topics that can raise living standards for people around them.Keywords: power point, presentation techniques, appealing AbstrakPeningkatan ketrampilan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu bentuk ketrampilan yang mungkin dibutuhkan oleh semua orang adalah teknik presentasi. Teknik presentasi yang menarik dengan bantuan Power Point akan bisa meningkatkan minat peserta (audience) terhadap gagasan/ ide yang dibawakan. Pelatihan teknik presentasi ini ditujukan kepada guru-guru, murid-murid dan remaja masjid Yayasan Birrul Waalidain di desa Gunung Bundar dan Semplak Bogor. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, praktek langsung dengan komputer dan dampingan dalam pembuatan presentasi yang menarik. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bisa dibilang berhasil, karena kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta, respon positif dari peserta serta keinginan dari peserta dan yayasan tempat berlangsungnya pelatihan agar dikembangkan dengan topik yang lain yang bisa mengangkat taraf hidup masyarakat sekitar mereka.Kata kunci: power point, teknik presentasi, menarik

Page 6 of 71 | Total Record : 701


Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 03 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 05 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 04 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 10, No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 04 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 03 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 9, No 01 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 05 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 04 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 8, No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 03 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 7, No 01 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 4 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 3 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 6, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT ABDIMAS Vol 5, No 4 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 3 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas More Issue