cover
Contact Name
Muhamad Kurnia Sugandi
Contact Email
andymks60@gmail.com
Phone
+6281320161985
Journal Mail Official
andymks60@gmail.com
Editorial Address
Jalan K.H. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418, Jawa Barat.
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Bio Educatio : The Journal of Science and Biology Education
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25412280     EISSN : 25414097     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/be.v7i2.3852
Bio Educatio merupakan jurnal ilmiah versi online pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Majalengka, Jurnal ini memuat penelitian tentang pendidikan IPA dan Pendidikan Biologi serta keilmuan biologi, yang diterbitkan setiap 6 bulan sekali.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
Penerapan Model Jigsaw untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi Siswa pada Materi Sistem Peredaran Darah pada Manusia aden arif gaffar
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.697 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw terhadap keterampilan berkomunikasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan desain penelitian Pre test post test control group design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pelaksanaan pembelajaran tesketerampilan berkomunikasi, danangket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa SMP kelas VIII sebanyak 2 kelas dengan jumlah siswa 60 orang. Data hasil penelitian menunjukkan hasil keterampilan berkomunikasi siswa berdasarkan  uji hipotesis dengan uji t diperoleh 0,00. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran model jigsaw dapat mempengaruhi ketampilan berkomunikasi siswa. Hasil respon siswa terhadap pembelajaran jigsaw diperoleh 75.67%. hal ini menunjukan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran model  jigsaw.  Kata kunci : Model Jigsaw, Keterampilan Berkomunikasi.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Ekskresi Megayani Ilmi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.938 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.760

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penerapan penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada materi pembelajaran Sistem Ekskresi di kelas XI TKJ SMK Yabujah Segeran Kabupaten Indramayu dan (2) mengetahui hasil belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Metodologi penelitian menggunakan Desain yang  melibatkandua kelas yaitu sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu Pretest-Posttes Control Group Design, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikRandom sampling. Penelitian dilakukan di SMK Yabujah kelas XI TKJ pada bulan April-Mei 2016 dengan sampel 64 siswa. Hasil penelitian Model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray merupakan salah satu model pembelajaran yang tepat yang digunakan oleh Guru dalam proses belajar mengajar. Penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray terbukti telah membantu kegiatan pembelajaran peserta didik menjadi lebih menarik dan menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan minat dan motivasi dalam belajar peserta didik serta membuat peserta didik menjadi interaktif dan komunikatif. Terdapat adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan pada materi Sistem Ekskresi di kelas XI TKJ SMK Yabujah Segeran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan respon yang baik dari peserta didik. Kata kunci: Kooperatif tipe TSTS (Two Stay Two Stray), Hasil Belajar, Sistem ekskresi 
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Konsep Pencemaran Lingkungan Muhammad Kurnia Sugandi
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.161 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penerapan model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar peserta didik pada konsep Pencernaan Lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan menggunakan penelitian deskriptif analisis dengan jenis kuantitatif. Desain penelitian menggunakan one group pretest-posttes design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik  kelas MA Raudlatutta’allum Tasikmalaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple jenuh yaitu penentuan sampel anggota populasi dijadikan sampel yang diambil adalah 35 orang. Hasil penelitian menunjukan Hasil analisis thitung = -24,76 dan ttabel = 2,04. diperoleh nilai 2p (0,0455) <  α (0,05), kesimpulan analisis menunjukan tolak Ho. artinya median hasil posttest tidak sama dengan median yang telah ditentukan. Dengan demikian model pembelajaran Group Investigation cocok diterapkan pada proses pembelajaran konsep Pencemaran Lingkungan di kelas X MA Raudlatutta’allum Kota Tasikmalaya. Kata kunci : Group Investigation, Pencemaran Lingkungan   
EFEKTIVITAS TISU BASAH ANTISEPTIK UNTUK MENURUNKAN JUMLAH BAKTERI TANGAN Mulia Susanti
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.208 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.697

Abstract

Cuci tangan memiliki peran penting dalam mengendalikan masuknya bakteri lewat jalur oral dan mencegah penyebaran berbagai macam penyebaran penyakit. Keterbatasan sarana cuci tangan dan alasan kepraktisan  memunculkan produk tisu basah antiseptik sebagai alternatif cuci tangan yang bertujuan untuk membersihkan permukaan tangan serta mengurangi jumlah bakteri pada tangan. Tisu basah penggunaanya sudah umum dikalangan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pembuktian seberapa efektiv produk tisu basah yang berada dipasaran dalam menurunkan jumlah bakteri tangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yang dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perbedaan jumlah bakteri sebelum dan sesudah dibersihkan menggunakan tisu basah antiseptik. Jumlah sampel yang diambil adalah 26 sampel swab telapak tangan yang diperoleh dengan cara acak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah bakteri pada telapak tangan sebelum dibersihkan adalah 2,2 x 107 CFU/ml dan jumlah bakteri pada telapak tangan sesudah menggunakan tisu basah antiseptik adalah 9,0 x 106 CFU/ml. Dari uji statistic didapat nilai t hitung sebesar 10.496 dengan sig 0.00 < 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jumlah bakteri pada tangan setelah penggunaan tisu basah antiseptik.
Urgensi Strategi Membaca pada Pembelajaran Biologi Masa Depan vitta yaumul hikmawati
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.756 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.758

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya strategi membaca dalam pembelajaran Biologi masa depan yang didasarkan pada pola atau kecenderungan pembelajaran Biologi saat ini. Perkembangan pembelajaran Biologi tidak terlepas dari kemajuan ilmu dan teknologi. Derasnya arus keterbukaan teknologi dan informasi secara signifikan memberi implikasi nyata pada proses penyelenggaraan pembelajaran khususnya pembelajaran Biologi. Sebagai bagian dari sains, Biologi memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki oleh disiplin ilmu lainnya. Keunikan Biologi salah satunya ditinjau dari cara berpikir dan karakteristik materi. Keunikan-keunikan yang dimiliki Biologi sebagai sebuah disipin ilmu merupakan tantangan sekaligus potensi besar bagi perkembangan biologi itu sendiri. Kecenderungan yang terjadi pada pembelajaran Biologi masa depan menuntut hubungan sinergis antara praktisi pendidikan dan Biologiwan dalam memutakhirkan dan menjaga keakuratan informasi yang disajikan. Kata kunci : Strategi membaca, pembelajaran biologi
Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle) untuk Meningkatkan Kreativitas dan Sikap Peduli Lingkungan Ipin Aripin
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.934 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penerapan mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle)  di Program Studi PGSD Universitas Majalengka. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen yang melibatkan mahasiswa PGSD semester VI, yaitu kelas VI J dan kelas VI H. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi angket, observasi, dan pembuatan produk. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan bantuan software SPSS 21. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) pelaksanaan penerapan mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle)   ada   lima   tahapan   yaitu   tahap pendahuluan, tahap pembentukan konsep, tahap aplikasi konsep, tahap pemantapan konsep dan tahap evaluasi; (2) kreativitas mahasiswa dalam pembelajaran PLH berorientasi 3R (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong tinggi, dimana kreativitas mahasiswa yang dilihat dari kreativitas dalam pembelajaran maupun kreativitas dalam pembuatan produk berorientasi (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong tinggi; (3) sikap peduli lingkungan di kalangan mahasiswa calon guru SD sebelum perkuliahan PLH berorientasi (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong cukup baik dan setelah perkuliahan PLH berorientasi (Reuse, Reduce and Recycle) tergolong baik.
Pembelajaran Berbasis Praktikum Sebagai Sarana Siswa untuk Berlatih Menerapkan Keterampilan Proses Sains dalam Materi Biologi Yeni Suryaningsih
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.449 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.759

Abstract

Mata pelajaran Biologi merupakan mata pelajaran yang memiliki banyak materi yang disesuaikan dengan tuntunan kurikulum dan dalam pelaksanaannya diperlukan kegiatan praktikum sebagai penunjang agar siswa dapat memahami suatu konsep yang sulit dipahami jika tidak dilakukan praktikum dalam pembelajarannya. Kegiatan praktikum yang dilakukan dalam pembelajaran dapat mengembangkan banyak keterampilan, baik keterampilan fisik maupun keterampilan sosial. Pelaksanaan kegiatan praktikum dapat menjadi sarana bagi siswa untuk berlatih menerapkan keterampilan proses sains. Keterampilan proses sains yang dapat dikembangkan dalam kegiatan praktikum diantaranya keterampilan observasi, klasifikasi, interpretasi, komunikasi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, mengajukan hipotesis, dan mengajukan pertanyaan. Keterampilan-keterampilan tersebut merupakan keterampilan proses intelektual yang sangat penting dalam mempelajari biologi. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Praktikum, Keterampilan Proses Sains, Pelajaran Biologi 
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) untuk Memberdayakan Berkomunikasi Ilmiah dan Hasil Belajar (Kompetensi Pewarisan Sifat) Abdur Rasyid
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.648 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.755

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IX  kompetensi pewarisan sifat. Pembelajaran masih menggunakan model konvensional dan hanya mencapai nilai rata-rata 67,7 dengan presentase ketuntasan 42,5%. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model pembelajaran menggunakan model yang dikembangkan dari buku Sugiono. Perangkat yang dikembangkan adalah RPP, Model,  Bahan Ajar, dan LKS. Selanjutnya  perangkat tersebut digunakan pada kelas IX A sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization), sedangkan kelas IX C sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran ekspositori. Data penelitian diperoleh melalui: lembar validasi, lembar pengamatan, dan tes. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan dataadalah hasil belajar, kreativitas siswa, kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa, serta data respon siswa diperoleh dari angket siswa yang berisi tanggapan dan respon yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran  kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar  yang efektif dapat ditunjukkan melalui hasil tes yang mencapai ketuntasan KKM (73) sebesar 85% dari 29 siswa. Pembelajaran materi pewarisan sifat dan genetika, 68% dari 23 siswa kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa dalam kategori sangat baik dan 85% dari 33 siswa merasa senang  terhadap pembelajaran IPA. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran IPA Biologi Kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) materi pewarisan sifat dan genetika dapat diterapkan untuk memahamkan siswa, meningkatkan hasil belajar, dan kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran, TAI (Team Assisted Individualization)
MISKONSEPSI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA SERTA REMEDIASINYA Yuyu Yuliati
BIO EDUCATIO : (The Journal of Science and Biology Education) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.113 KB) | DOI: 10.31949/be.v2i2.1197

Abstract

Abstrak Artikel ini sebagai literature review bertujuan untuk mengetahui berbagai penyebab miskonsepsi yang dialami oleh siswa pada pembelajaran IPA beserta remediasinya. Dalam pembelajaran IPA, kemampuan memahami konsep merupakan salah satu indikator penting. Namun pada kenyataannya salah satu permasalahan yang ditemukan adalah masih banyak siswa yang mengalami miskonsepsi, hal tersebut disinyalir dapat berdapak pada rendahnya hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran IPA. Miskonsepsi merujuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah yang diterima oleh para ahli. Ada begitu banyak hal yang menjadi faktor penyebab terjadinya miskosepsi yang dialami oleh siswa diantanya adalah prakonsepsi yang dimiliki oleh siswa itu sendiri, guru, pembelajaran yang dilakukan oleh guru, atau bahkan bahan ajar yang digunakan. Permasalahan miskonsepsi ini tidaklah mudah untuk diselesaikan. Berdasarkan kondisi tersebut sangat penting untuk dilakukan remediasi. Oleh karena itu, pada proses pembelajaran di sekolah, sangat dianjurkan pada guru untuk menggunakan model atau metode pembelajaran yang lebih menantang dan mengajak siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan baru melalui pengalaman belajar yang tepat. Kata Kunci : Miskonsepsi, Remediasi Miskosepsi, Pembelajaran IPA

Page 1 of 1 | Total Record : 9