cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): December" : 11 Documents clear
Studi Perbandingan Kandungan Vitamin B Ikan Sidat (Anguilla marmorata (Q.) Gaimard) Fase Yellow Eel dan Silver Eel Asal Sungai Palu Sulawesi Tengah Jamaluddin Jamaluddin; Agustinus Widodo; Natasha Setiawan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.36

Abstract

Ikan sidat (Anguilla marmorata (Q.) Gaimard) memiliki keunggulan gizi atau nutrisi yang tinggi seperti protein, asam lemak, dan vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12) pada ikan sidat fase yellow eel dan silver eel asal Sungai Palu Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling berdasarkan pada tempat, ukuran, dan fase ikan. Hasil pengujian vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, dan B9) menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Ultra menunjukkan bahwa vitamin B2 fase yellow eel sebesar 0,07 mg/100 g; silver eel sebesar 0,05 mg/100 g; vitamin B3 fase yellow eel sebesar 0,3 mg/100 g; silver eel sebesar 1,16 mg/100 g; dan untuk vitamin B1, B5, B6, dan B9 tidak terdeteksi kadarnya. Sedangkan pengujian vitamin B7 dan B12 menggunakan Kromatografi Cair-Spektrometri Massa menunjukkan bahwa vitamin B7 fase yellow eel sebesar 58,35 µg/100 g; silver eel sebesar 10,61 µg/100 g; vitamin B12 fase yellow eel sebesar 0,52 µg/100 g; dan silver eel sebesar 0,27 µg/100 g. Kesimpulan yaitu vitamin B7 dengan menggunakan Kromatografi Cair-Spektrometri Massa memiliki kadar vitamin tertinggi sebesar 58,35 µg/100 g pada fase yellow eel dan untuk vitamin B3 (Nicotinamide) menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Ultra memiliki kadar vitamin terendah sebesar 0,3 mg/100 g pada fase yellow eel.
Sindrom Penyakit Tropis sebagai Prediktor Terjadinya Malnutrisi Balita di Daerah Pesisir Swaidatul Masluhiya AF; Irma Irma
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.128

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat yang cukup seriuspada kelompok usia balita sampai saat ini adalah kejadian malnutrisi, hal iniberdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik balita. Malnutrisi juga dapat menyebabkan balita menjadi rentan terhadap penyakit infeksi. Beberapa faktor penyebab malnutrisi diantaranya faktor makanan dan penyakit infeksi yang mungkin diderita anak, faktor ketahanan pangan dikeluarga, pola pengasuhan anak, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sindrom penyakit tropis merupakan prediktor terjadinya gizi kurang pada balita. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan rancangan Case Control Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan ibu dan balita yang ada di daerah pesisir kecamatan Nambo Kota Kendari denganteknik simple randam sampling di dapatkan jumlah sampel sebanyak 164 orang yang terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan perbandingan 1:1. Data dianalisis secara statistik dengan uji Chi square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dengan mempertimbangkan nilai Odd Ratio dan nilai Confidence Interval. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sindrom penyakit tropis (diare dengan р-value = 0,001 dan OR = 4,162, batuk – batuk dengan р-value = 0,001 dan OR = 3,552,ISPAnon pneumoni dengan р-value = 0,004 dan OR = 3,003) merupakan faktor prediktor terjadinya malnutrisi pada balita sedangkan infeksi cacing dengan р-value = 0,056 dan OR= 1,773 bukan merupakan faktor prediktor terjadinya malnutrisi pada balita di daerah pesisir Kecamatan Nambo Kota Kendari
Hubungan Asupan Karbohidrat dan Lemak dengan Gejala Hipoglikemia Pada Remaja Di SMA Sejahtera 1 Depok Imiel Suryanto; Ikha Deviyanti Puspita
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v5i2.130

Abstract

Usia remaja adalah usia dimana terjadinya banyak perubahan hormonal, perubahan struktur fisik dan psikologis. Remaja cenderung mengonsumsi makanan yang mereka sukai tanpa diimbangi pola hidup yang sehat. Hipoglikemia dapat dipengaruhi oleh pola makan dan asupan makan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat dan lemak dengan gejala hipoglikemia pada remaja di SMA Sejahtera 1 Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Responden penelitian berjumlah 85 responden siswa/i aktif di SMA Sejahtera 1 Depok dan memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hipoglikemi diukur menggunakan kuesioner tanda dan gejala hipoglikemia dan asupan karbohidrat serta lemak diperoleh menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Setelah dilakukan pengolahan dan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat terhadap gejalahipoglikemia (p= 0,186); dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak terhadap gejala hipogliekma (p=0,198). Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat, dan lemak terhadap gejala hipoglikemia pada remaja di SMA Sejahtera 1 Depok
Fenomena Membaca Label Informasi Makanan pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Sriwijaya Muhammad Imam Mulia; Rizma Adlia Syakurah; Asmarani Ma’mun
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.131

Abstract

Sekitar 1.9 milyar dewasa muda di dunia memiliki kelebihan berat badan. Ketidakseimbangan antara pemasukan dan pemakaian energi menyebabkan obesitas. Pesan Umum Gizi Seimbang yang dikeluarkan Kemenkes untuk menanggulanginya adalah membaca label informasi makanan. Hanya 6,7% konsumen di Indonesia yang memperhatikan label informasi makanan kemasan. Pemahaman mahasiswa kesehatan dan dokter praktek tentang label informasi makanan sangat rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perilaku membaca label informasi makanan dikalangan mahasiswa kedokteran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara focus group discussion (FGD). Informan penelitian adalah 35 mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan dibagi dalam empat kelompok FGD. Gambaran perilaku membaca label informasi makanan pada penelitian ini dideskripsikan dengan konsep Health Belief Model. Pada perceived susceptibility, mahasiswa mengadopsi perilaku ini karena merasa rentan terhadap penyakit metabolik yang mungkin terjadi. Pada perceived seriousness, mahasiswa tahu bahaya penyakit yang ditimbulkan dari tidak membaca label. Pada perceived benefit, mahasiswa mau membaca label karena paham akan manfaatnya. Pada perceived barrier, mahasiswa tidak membaca karena merasa tidak pernah disosialisasikan pemerintah. Pada cue to action, mahasiswa mau mulai membaca ketika diberi pelajaran di kuliah. Mahasiswa kedokteran Universitas Sriwijaya cenderung tidak melakukan kebiasaan membaca label informasi makanan
Karakteristik Kimia dan Sensoris Kerupuk Pasir Keong Sawah (Pilla Ampullacea) Sebagai Cemilan Sehat Sumber Protein Inayatul Fajriyah; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.133

Abstract

Stunting adalah bentuk indikator tinggi tubuh sesuai usia < min 2 standar devisiasi sesuai WHO, salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi yang tidak adekuat dalam jangka panjang, salah satunya yaitu protein. Cara agar dapat mencegah stunting yaitu dengan mengonsumsi pangan yang mengandung protein, karena protein dapat membentuk jaringan tubuh baru dalam masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Salah satu contoh pangan sumber protein adalah keong sawah. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui nilai kesukaan serta zat gizi proksimat kerupuk pasir keong sawah (pilla ampullaceal) sebagai cemilan sehat sumber protein. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dan deskriptif. Uji organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan tepung keong sawah pada pembuatan kerupuk keong sawah berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap uji hedonik parameter warna (p=0,000), aroma (p=0,29), tekstur (p=0,00) dan rasa (p=0,00). Hasil analisis menggunakan uji bayes menunjukkan bahwa kerupuk dengan penambahan keong sawah 40 gr (F1) memperoleh peringkat 1, diikuti kerupuk dengan penambahan 60 gr (F2) dan 80 gr (F3). Sehingga produk terpilih pada penelitian ini yaitu F1, yang selanjutnya dilakukan uji analisis kimia. Hasil analisis kimia menunjukkan F1 mengandung kadar air 2,76%, kadar abu 12,45%, kadar protein 7,43%, kadar lemak 1,72%, kadar karbohidrat 75,62% dan energy total 347,76%. Dapat disimpulkan bahwa kerupuk keong sawah F1 mengandung protein sebesar 7,43 gr yang berpotensi sebagai sumber protein
Analisis Indeks Glikemik Minuman Sereal Tentara Nasional Indonesia Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Jasmine Ramadina Djumantara; Muhammad Nur Hasan Syah; Dian Luthfiana Sufyan
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.137

Abstract

Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan alat pertahanan negara yang memiliki banyak tugas di lapang. Dalam menjalankan setiap tugasnya, setiap prajurit TNI dituntut untuk memiliki kondisi kesehatan yang baik dan prima. Selama menjalankan tugasnya di lapang, prajurit TNI memerlukan makanan yang mudah dan cepat dikonsumsi serta padat akan energi. TNI sudah mengembangkan salah satu produk minuman sereal yang padat energi dan mudah penyajian, yaitu imukal. Namun informasi terkait produk tersebut masih terbatas, terutama bagaimana kecepatan minuman sereal dirubah menjadi glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa indeks glikemik serta beban glikemik minuman sereal imukal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain studi eksperimental. Pada penelitian ini menggunakan 14 responden penelitian yang terdiri dari 7 perempuan dan 7 laki-laki. Kadar glukosa darah responden diperiksa setelah mengonsumsi pangan standar berupa glukosa murni dan pangan uji berupa produk imukal. Hasil analisis kandungan gizi didapatkan dalam setiap kemasan produk imukal (35 gr) mengandung 0,89 gram air, 1,03 gram abu, 3,11 gram protein, 6,04 gram lemak, 23,93 gram karbohidrat, serta 162,48 kkal energi. Indeks glikemik produk imukal 89,98 (SD±28,55) yang termasuk kategori indeks glikemik tinggi. Sedangkan beban glikemik produk imukal 21,53 (SD±6,83) yang termasuk kategori beban glikemik tinggi.
Formulasi Tepung Sukun Dan Formula Tempe Dalam Pembuatan Biskuit Pada Balita Wira Maria Ginting; Desi Meriahta; Jelita Manurung
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.149

Abstract

Tepung sukun merupakan tepung yang bebas gluten sehingga baik digunakan sebagai alternative dalam pembuatan biscuit didapupadankan dengan formula tempe, dimana kandungan formula tempe tinggi akan protein yang kaya akan asam amino esensial. Formulasi tepung sukun dan formula tempe diolah menjadi biscuit sukun dan tempe (SUTE) menjadi panganan sehat yang diperuntukkan kepada anak balita dan tidak menutup kemungkinan menjadi pangan sehat bagi masyarakat Indonesia. Penelitian ini mengenai pemanfaatan buah sukun dan tempe sebagai bahan pangan fungsional bagi anak balita oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap setiap formulasi biscuit SUTE. Setiap formulasinya dilakukan uji proksimat dan dilakukan uji organoleptic. Data dianalisis menggunakan analisis Duncan dan Kruskal Wallis Test. Pengambilan sampel menggunakan proposive sampling. Biskuit SUTE tersukai adalah formulasi sample 2 dengan formulasi tepung sukun 50 gr dan formula tempe 50 gr dengan penilaian uji organoleptic disukai. Kandungan gizi biscuit sute sampel 2 per 100 gr, protein 11,28%, kadar abu 1.43%, lemak 32,79%, air 8,87% dan karbohidrat 45,63%. Biscuit sute sampel 2 disukai karna mempunyai rasa dan aroma yang tidak begitu pahit dan langu dibandingkan biscuit sute sampel 1 dan biscuit sute sampel 3
Perbedaan Kualitas Non Ketogenik dan Diet Ketogenik Pada Wanita Usia Subur Milka Alana Sabu; Mertien Sa'pang; Harna Harna; Rachmanida Nuzrina; Putri Ronitawati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.154

Abstract

Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utama dari gangguan kesehatan, meskipun ada penyebab lain seperti faktor genetik dan pencemaran lingkungan. Menurut data Riskesdas tahun 2013 dan 2018 terdapat peningkatan kasus obesitas pada perempuan. Diet digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah diet ketogenik yang banyak dijalankan untuk menurunkan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan kualitas diet non ketogenik dan diet ketogenik pada wanita usia subur. Penilaian kualitas diet menggunakan Diet Quality Index (DQI) dan uji statistik yang digunakan adalah T-test independent. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kelompok diet ketogenik memiliki nilai komponen variasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelomok tidak diet, dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0.890) pada kedua kelompok. Kelompok diet ketogenik juga memiliki nilai komponen kecukupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tidak diet dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok (p=0.210). Untuk komponen moderasi, kelompok diet ketogenik memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok tidak diet, dan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.001) pada kedua kelompok. Nilai rerata komponen keseimbangan lebih tinggi pada kelompok tidak diet, dan ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok (p=0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan kualitas diet antara kelompok diet ketogenik dan kelompok tidak diet ketogenik
Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Kualitas Pelayanan Makanan Di Instalasi Gizi Rsud Dr. M.M Dunda Limboto Nuryani Nuryani; Firdausi Ramadhani; Andjani Putri Lestari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.165

Abstract

Pelayanan di rumah sakit bagian gizi adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan pasien berdasarkan keadaan klinis, status gizi dan status metabolisme. Pasien yang dirawat rentan mengalami masalah gizi, sehingga asupan gizi yang memadai sangat penting dalam proses penyembuhan. Pelayanan makanan di rumah sakit sering diperhatikan oleh banyak pihak karena berkaitan dengan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaran kepuasan pada kualitas pelayanan distribusi makanan di instalasi gizi RSUD Dr M.M Dunda Limboto. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan sampel secara purposive sampling, sehingga total sampel adalah sebanyak 110 sampel. Variabel dalam penelitian ini adalah kepuasan pelayanan makanan yang meliputi aspek wujud nyata (tangibles), kehandalan (realibility), kesigapan (responsivenees), jaminan (assurance), empati (empathy). Teknik analisis kepuasan pelayanan makanan responden dilakukan dengan cara analisis univariat. Penelitian menunjukkan responden perempuan (56,4%) lebih banyak dibandingkan responden laki – laki (43,6%). Pengukuran kepuasan dari aspek wujud nyata (tangibles) respon merasa sangat puas yakni 74,3% dan hanya 25,7% yang merasa puas, pada aspek kehandalan (realibility) puas 40,9% dan tidak puas 7,3%, pada aspek kesigapan (responsiveness) kurang puas 58,6% dan sangat puas 7,3%, pada aspek jaminan (assurance) puas 50,8% dan sangat puas 49,2%, aspek empati (empaty) kurang puas 49,1% dan sangat puas 14,5%. Pasien sebagian besar sangat puas pada aspek tangiable, puas pada aspek reliability, kurang puas pada aspek responsiveness, puas pada aspek assurance, dan kurang puas pada aspek empaty
Level Aktivitas Fisik dan Status Gizi Siswa SMA Pada Masa Pandemic Covid 19 (Studi Pada Siswa SMANOR Tadulako Kota Palu) Ikhwan Abduh; Kamarudin Kamarudin; Delvi Kristanti Liloi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza: jurnal gizi dan kesehatan.v4i2.173

Abstract

Aktifitas fisik dan status gizi adalah dua komponen utama dalam menunjang prestasi olahraga siswa sehingga perlu menjadi perhatian terlebih dalam masa pandemic covid 19 seperti saat ini. Permasalah yang muncul adalah adanya wabah covid 19 yang merubah merubah tatanan kehidupan bermasyarakat sehingga berdampak pada pola aktifitas dan pola konsumsi gizi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk memberi gambaran secara umum tentang status gizi dan level aktifitas fisik Siswa di SMANOR Tadulako Palu dimasa pandemic covid 19. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling acak sistematis dengan 2 kriteria yaitu kriteria inklusi dan ekslusi. Prosedur penelitian di lakukan dengan 2 tahap yaitu tahap pengambilan data dengan tahapan sosialisasi penelitian, pemilihan sampel, penimbangan berat badan dan pengukuran aktifitas fisik dengan menggunakan angket GPAQ. Instrument yang digunakan adalah angket Global Physical Actifity Questionaire (GPAQ), timbangan berat badan, dan meteran tinggi badan. Penelitian dilakukan di SMANOR Tadulako Sulawesi Tengah selama 3 bulan. Analisis data yang digunakan meliputi teknik analisis deskriptif (mean, distribusi frekuensi), dan uji korelasi pearson spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93.3% level aktifitas fisik siswa berkategori kurang, 6.7% siswa memiliki aktifitas fisik berkategori sedang, sedangkan status gizi normal sebanyak 56.4% namun terdapat beberapa siswa yang masuk dalam kategori obesitas tingkat 1 dan 2. Selain itu 34.9% jumlah siswa masuk pada kategori kurus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa level aktifitas fisik siswa rendah dan status gizi siswa secara umum berkategori normal

Page 1 of 2 | Total Record : 11