cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 234 Documents
Hubungan Riwayat Ibu Hamil Anemia dan Kurang Energi Kronik dengan Neonatus Risiko Tinggi di Puskesmas Mentikan Kota Mojokerto Nisa Almaida; Choirul Anna Nur Afifah
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms3f0507

Abstract

Kondisi ibu hamil anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) masih menjadi masalahdi Indonesia yang berpotensi meningkatkan potensi komplikasi pada kehamilan dan memberikan dampak negatif pada kesehatan neonatus. Anemia dapat menyebabkan penurunan suplai oksigen dan zat gizi kepada janin, sedangkan kekurangan energi kronik berpotensi menyebabkan terhambatnya pertumbuhan serta perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat kehamilan anemia dan kekurangan energi kronik dengan kejadian neonatus risiko tinggi. Desain penelitian ini menggunakan desain case control dengan data sekunder. Teknik pemilihan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 47 neonatus risiko tinggi dan 47 neonatus tidak risiko tinggi. Teknik analisis data dilakukan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 47 neonatus risiko tinggi dilahirkan oleh ibu dengan riwayat anemia sebesar (21,3%) dan KEK (8,5%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat anemia ibu dengan kejadian neonatus risiko tinggi (p-value= 0,03 ; OR = 6,08). Sementara itu, riwayat kekurangan energi kronik tidak menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan kejadian neonatus risiko tinggi (p-value= 0,68; OR = 2,1). Riwayat kehamilan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian neonatus risiko tinggi, sedangkan riwayat kehamilan dengan kekurangan energi kronik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian neonatus risiko tinggi. Upaya pencegahan anemia dan kekurangan energi kronik pada ibu hamil perlu ditingkatkan melalui pemeriksaan kehamilan rutin, pemantauan LILA, kadar hemoglobin, serta optimalisasi pemberian tablet tambah darah.
Karakteristik Fisikokimia Mi Kering dengan Substitusi Tepung Mocaf dan Tepung Bekatul sebagai Produk Pangan Sumber Serat: Literature Review Adiska Satya Farja; Rini Harianti; Fathma Syahbanu
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/5w4gr085

Abstract

Rendahnya konsumsi serat pangan masih menjadi permasalahan gizi masyarakat dan berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Salah satu upaya untuk meningkatkan asupan serat dilakukan melalui pengembangan produk pangan berbasis bahan lokal, seperti tepung mocaf dan bekatul. Tepung mocaf memiliki karakteristik yang menyerupai tepung terigu sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan substitusi dalam pembuatan mi kering, sedangkan bekatul memiliki kandungan serat pangan yang tinggi. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung mocaf dan bekatul terhadap karakteristik fisikokimia, kandungan gizi, dan mutu organoleptik mi kering. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed tahun 2020-2025 menggunakan kata kunci “tepung mocaf”, “bekatul”, “mi kering”, “fisikokimia”, “organoleptik”, dan “serat pangan”. Berdasarkan hasil seleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh tujuh jurnal yang dianalisis secara kualitatif.Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan tepung mocaf mampu meningkatkan daya rehidrasi dan mendukung pemanfaatan pangan lokal, namun dapat menurunkan elastisitas mi karena rendahnya kandungan gluten. Penambahanbekatul terbukti meningkatkan kandungan serat dan vitamin pada produk, tetapi penggunaan dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi warna, aroma, rasa, dan tekstur sehingga menurunkan tingkat penerimaan konsumen. Secara keseluruhan, kombinasi tepung mocaf dan bekatul berpotensi dikembangkan sebagai bahan pembuatan mi kering tinggi serat berbasis pangan lokal dengan formulasi yang tepat agar tetap memiliki mutu sensori yang baik.
Uji Daya Terima Kue Talam dengan Penambahan Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita Underweight Afiqah Nur Apiani; Aswita Amir; Thresia Dewi Kartini Berek
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/xg6c2209

Abstract

Balita dengan status underweight masih menjadi permasalahan gizi yang berkaitan dengan ketidakseimbangan antara konsumsi energi dan zat gizi yang dibutuhkan, terutama pada masa awal pertumbuhan. Pengembangan pangan lokal berbasis bahan bergizi sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan upaya yang berpotensi dalam meningkatkan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat penerimaan serta kandungan gizi kue talam berbahan dasar ubi jalar ungu dan kacang hijau sebagai alternatif PMT bagi balita underweight. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksperimental dengan tiga formulasi, yaitu F1 (25% ubi jalar ungu : 75% kacang hijau), F2 (50% : 50%), dan F3 (75% : 25%). Uji daya terima dilakukan melalui uji hedonik kepada 50 panelis agak terlatih dalam menilai warna, aroma, tekstur, dan rasa. Analisis komposisi gizi dihitung menggunakan TKPI 2020 dan dinyatakan dalam persentase kontribusi terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak usia 1–5 tahun. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada seluruh atribut sensori antar formulasi (p<0,05). Formula F3 menjadi yang paling disukai berdasarkan keseluruhan aspek sensori nilai tertinggi pada warna, aroma, tekstur, dan rasa. Analisis gizi menunjukkan bahwa satu porsi kue talam (20 g) pada kelompok usia 1–3 tahun memberikan kontribusi energi 3,15%, protein 5,2%, lemak 0,73%, karbohidrat 4,09%, serat 0,94%, zat besi 2,57%, dan vitamin C 0,8%. Pada usia 4–5 tahun, kontribusinya masing-masing sebesar 3,04%, 4,16%, 0,66%, 4%, 0,9%, 1,8%, dan 0,7%. Produk ini berpotensi digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan protein serta mendukung peningkatan status gizi balita underweight
Perbandingan Akurasi Berbagai Rumus Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Tinggi Lutut, Panjang Depa, dan Panjang Ulna terhadap Tinggi Badan Aktual Afiska Prima Dewi; Ritma Dewanti; Wiwi Febriani; Ramadhana Komala
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/hxjs8003

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter antropometri penting dalam penilaian status gizi, namun pengukuran langsung tidak selalu dapat dilakukan sehingga diperlukan metode estimasi menggunakan tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Penelitian ini bertujuanmembandingkan akurasi berbagai rumus estimasi tinggi badan terhadap tinggi badan aktual pada remaja putri usia 18–21 tahun. Penelitian menggunakan desain cross-sectionaldengan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran meliputi tinggi badan aktual, tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Estimasi tinggi badan dihitung menggunakan rumus Chumlea dan Fatmah berdasarkan tinggi lutut, rumus WHO dan Fatmah berdasarkan panjang depa, serta rumus BAPEN dan Mulyasari berdasarkan panjang ulna. Analisis data dilakukan menggunakan Repeated Measures ANOVA, Post Hoc Bonferroni, serta analisis Mean Difference, Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error(RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumusestimasi berbeda signifikan dengan tinggi badan aktual (p<0,05), kecuali rumus WHO berdasarkan panjang depa (p=1,000). Berdasarkan nilai MAE dan RMSE, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut merupakan rumus paling akurat dengan nilai masing-masing 3,4325 cmdan 4,1 cm. Dengan demikian, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut dan rumus WHO berdasarkan panjang depa dapat digunakan sebagai alternatif estimasi tinggi badan pada remaja putri usia 18–21 tahun.