cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 234 Documents
Status Gizi dan Fungsi Kognitif pada Anak Sekolah Dasar Penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kota Gorontalo Davina Shafa Felisha; Vivien Novarina A. Kasim; Muhammad Isman Jusuf; Cecy Rahma Karim; Sefry Markswel Pantow
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/y8rk4y12

Abstract

Prevalensi kekurangan gizi dan kelebihan gizi masih tinggi di kalangan anak anak Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak. Keberhasilan kesejahteraan dan perkembangan dapat dilihat melalui status gizi dan fungsi kognitif yang baik. Anak usia sekolah yang menderita kesehatan dan gizi yang buruk mengalami perubahan fisiologis yang mengganggu perkembangan kognitif mereka. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran status gizi dan fungsi kognitif pada anak sekolah dasar penerima program makan bergizi gratis di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo melalui metode deskriptif kuantitatif melibatkan 147 siswa kelas lima di dua sekolah dasar di Kecamatan Kota Tengah, menggunakan pendekatan total sampling. Data status gizi didapat dengan cara mengukur berat badan dan tinggi badan dan data fungsi kognitif dikumpulkan melalui kuesioner Mini Mental State Pediatric Examination. Analisis data univariat menggunakan frekuensi distribusi. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan indikator Berat Badan/Tinggi Badan normal (35,4%), gizi kurang (32,0%), obesitas (23,1%), dan gizi lebih (9,5%). Tidak didapatkan siswa dengan gizi buruk. Indikator IMT/U menunjukkan siswa dengan gizi normal (58,5%), obesitas (17%), gizi kurang (12,9%), dan gizi lebih (11,6%). Hasil fungsi kognitif didapatkan 100,0% siswa memiliki fungsi kognitif baik. Sebagian besar siswa mempunyai status gizi normal dan seluruh siswa memiliki fungsi kognitif yang baik di dua sekolah meskipun masih ditemukan kasus gizi kurang dan obesitas pada sebagian siswa. Sebagai saran, program makan bergizi gratis perlu dievaluasi rutin agar dapat terlihat perubahan yang signifikan pada status gizi dan fungsi kognitif.
Analisis Jalur Tingkat Kepuasan Penyelenggaraan Makan terhadap Asupan dan Status Gizi Remaja Pusvita Pusvita; Ayu Mutiara Santanu; Hurry Mega Insani; Delita Septia Rosdiana
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/1kay2c64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara tingkat kepuasan penyelenggaraan makan terhadap asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, dan karbohidrat) serta status gizi remaja di SMP IT Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional dan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 53 siswa berusia 13-15 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, data asupan gizi diperoleh melalui metode food recall2x24 jam, dan status gizi dinilai berdasarkan indikator IMT/U melalui pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji path analysis(analisis jalur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (52,8%) merasa puas terhadap penyelenggaraan makan di sekolah, sementara 47,2% lainnya merasa tidak puas. Meskipun sebagian besar responden (83%) memiliki status gizi baik, mayoritas mengalami defisit asupan gizi tingkat berat pada energi (34%), protein (56,6%), lemak (45,3%), dan karbohidrat (79,2%). Hasil uji statistik melalui analisis jalur menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan dengan status gizi (p-value<0,05; OR -0,346) serta asupan energi (p-value<0,05;OR -0,337) dan karbohidrat (p-value<0,05; OR -0,336). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan dengan asupan protein dan lemak (p-value>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan penyelenggaraan makan memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi serta asupan energi dan karbohidrat pada remaja, namun tidak menunjukkan hubungan yang berarti terhadap asupan protein dan lemak.
Pengaruh Pengetahuan terhadap Sikap Pencegahan Tuberkulosis pada Remaja Kelas IX MTsN 2 Poso Melalui PowerPoint Sebagai Media Promosi Kesehatan Adibah Tirtawidati; Diah Mutiarasari; Miranti Miranti; Ayu Sekarani Damana Putri
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yexzqx95

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi ancaman kesehatan yang mendesak, dengan tren global dan nasional yang menunjukkan peningkatan kasus. Indonesia menempati posisi kedua kasus tuberkulosis terbanyak di dunia dengan estimasi 1.090.000 kasus pada tahun 2023. SulawesiTengah, termasuk Kabupaten Poso, merupakan wilayah dengan penularan aktif dan beban kasus yang terus meningkat. Remaja menjadi kelompok rentan akibat rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan yang belum optimal. Kondisi ini menegaskan urgensi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan sikap pencegahan salah satunya dengan menggunakan media PowerPoint sebagai media visual yang mampu membantu penyampaian informasi secara lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan: Menganalisis pengaruh pengetahuan terhadap sikap pencegahan tuberkulosis pada remaja kelas IX MTsN 2 Poso melalui PowerPoint sebagai media promosi kesehatan. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pre-test posttestdengan 60 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Korelasi Rank Spearmandan Wilcoxon. Terdapat hubungan signifikan antara peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap pencegahan tuberkulosis, ditunjukkan oleh nilai p-value0.008 pada pre-testdan p< 0.001 pada post-test. Uji Wilcoxonjuga menunjukkan nilai p< 0.001 pada variabel pengetahuan dan sikap, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara nilai pre-test danpost-test. Peningkatan pengetahuan terbukti mendorong terbentuknya sikap pencegahan tuberkulosis yang lebih baik pada remaja, sekaligus menegaskan kebutuhan akan edukasi yang konsisten untuk menekan laju penularannya. Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan media edukasi yang tepat dan efektif, seperti PowerPoint, merupakan strategi krusial dalam memperkuat perilaku pencegahan tuberkulosis.
Keterkaitan Karakteristik Personal, Sistem Kerja, dan Gaya Hidup terhadap Kejadian Sindrom Metabolik Anggota Polisi Husna Dwimulya; Fajria Saliha Puspita Prameswari; Delita Septia Rosdiana; Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/1pj5n279

Abstract

Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan gangguan metabolisme yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus tipe 2. Anggota kepolisian, dengan beban kerja berat dan durasi kerja yang panjang, rentan terhadap SM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan karakteristik personal, sistem kerja, dan gaya hidup terhadap kejadian SM pada anggota polisi di Polsek Bandung Wetan. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional dengan populasi sebanyak 55 anggota polisi. Sampel berjumlah 39 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik (lingkar pinggang, tekanan darah, glukosa darah puasa, dan kolesterol total). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan continuity correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 41% responden mengalami sindrom metabolik, dengan obesitas sentral (76,9%), hiperglikemia (71,8%), dan hipertensi (53,8%) sebagai komponen dominan. Faktor personal (usia dan riwayat penyakit keluarga), pendidikan terakhir, serta penghasilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Demikian pula, durasi kerja, tempat kerja, dan kebiasaan merokok tidak berhubungan signifikan dengan kejadian SM. Namun, stres kerja berhubungan signifikan dengan kejadian SM (p = 0,001; OR = 98,27; 95% CI = 4,99–1934,39). Pada faktor gaya hidup, durasi tidur yang tidak sesuai (p = 0,001; OR = 1551,0; 95% CI = 29,27–82197,60), aktivitas fisik tidak aktif (p = 0,966; OR = 181,29; 95% CI = 8,69–3781,87), kurangnya konsumsi sayur dan buah (p = 0,046; OR = 16,92; 95% CI = 0,84–340,28), serta tingginya konsumsi makanan berisiko (p = 0,006; OR = 29,10; 95% CI = 1,50–565,47) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian SM. Kesimpulannya, sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada anggota polisi dan dipengaruhi secara kuat oleh stres kerja serta gaya hidup. Intervensi komprehensif yang berfokus pada manajemen stres dan perbaikan gaya hidup sangat diperlukan.
Daya Terima dan Kandungan Gizi Soft Cookies dengan Substitusi Tepung Hati Ayam dan Kurma Sukari Anya Amelya Kumala Sari; Wildan Alfira Gusrianto; Noor Rohmah Mayasari; Raisya Raisya
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/115zgd64

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah gizi akibat rendahnya asupan zat besi dan protein. Tepung hati ayam merupakan sumber zat besi dan protein yang tinggi, sedangkan kurma Sukari mengandung zat besi dan serat serta memiliki nilai gizi lebih baik dibandingkan gula pasir. Kedua bahan tersebut diformulasikan dalam produk soft cookies yang digemari berbagai kalangan, khususnya remaja putrisebagai camilan fungsional pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya terimapada parameter soft cookies (warna, aroma, tekstur, dan rasa) serta kandungan protein dan zat besi pada formulasi terbaik soft cookies dengan substitusi tepung hati ayam dan kurma Sukari. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Substitusi tepung hati ayam sebesar 25%, 35%, dan 45%, serta kurma Sukari sebesar 10% dan 20%. Daya terima diperoleh melalui uji hedonik skala Likert (1–4) pada 40 panelis tidak terlatih. Analisis kandungan protein dan zat besi pada formulasi terbaik dilakukan dengan metode titrimetri dan ICP-OES. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallisdan Mann–Whitney(α=0,05) untuk mengetahui perbedaan tingkat kesukaan panelis antar formulasi, serta metode De Garmo untuk menentukan formulasi terbaik. Hasil menunjukkan bahwa variasi substitusi tepung hati ayam dan kurma Sukari berpengaruh signifikan terhadap warna, tekstur, dan rasa soft cookies(p<0,05), namun tidak terhadap aroma (p>0,05). Formulasi terbaik adalah substitusi tepung hati ayam 25% dan kurma Sukari 10%, dengan kandungan protein 9,75 g/100 g dan zat besi 5,20 mg/100 gatau meningkat sebesar 34,72% dibandingkan formulasi standar tanpa substitusi. Soft cookiesdengan substitusi tepung hati ayam dan kurma Sukari berpotensi sebagai camilan sumber zat besi dan protein bagi remaja putri.
Hubungan Cita Rasa, Penampilan Makanan dan Ketepatan Waktu Penyajian Makanan terhadap Sisa Makanan pada Penyelenggaraan Makanan Bergizi Gratis Dewi Sinarti; Dwi Ayu Lestari; Saskiyanto Manggabarani; Irfan Said
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/2s4fc368

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis dalam upaya optimalisasi status gizi nasional, termasuk bagi peserta didik di institusi pendidikan di Indonesia. Beberapa dalam indikator yang dapat dipakai untukmengukur keberhasilan suatu penyelenggaraan makanan, diantaranya adalah, ketepatan waktu makan, cita rasa makanan dan penampilan makanan yang berhubungan dengan sisa makanan. Tingginya sisa makanan dapat menggambarkan bahwa adanya anggaran makan yang tidak efisien, namun tidak memperoleh hasil yang optimal dalam pemenuhan gizi penerima manfaat MBG. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan cita rasa, penampilan makanan, dan ketepatan waktu penyajian makanan terhadap sisa makanan pada penyelenggaraanMakan Bergizi Gratis di SMA Tunas Bangsa Palembang. Penelitian ini, merupakan jenis penelitian observasional dan menggunakan metode cross sectional study. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistematik random sampling lalu dihitung menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 98 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner untuk mengetahui cita rasa, penampilan makanan, dan ketepatan waktu penyajian makanan pada penyelenggaran makanan di SMA Tunas Bangsa Palembang. Uji statistik bivariat menggunakan uji Chi-Squaredengan hasil adanya hubungan yang signifikan antara cita rasa makan dengan sisa makanan (p=0,042), tidak ada hubungan yang signifikan antara penampilan makanan dengan sisa makanan (p=0,545) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara ketepatan waktu penyajian makanan dengan sisa makanan (p=1,000). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pihak penyelenggara dapat mempertahankan standar cita rasa dan melakukan inovasi menu untuk meminimalkan sisa makanan.
Uji Hedonik: Rolade Hati Ayam (ROLATI) sebagai Alternatif Makanan untuk Mencegah Anemia pada Balita Yunda Khairunnisa; Sirajuddin Sirajuddin; Hendrayati Hendrayati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mdv7g227

Abstract

Anemia merupakan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah yangbanyak terjadipada balita di Indonesia, terutama akibat kekurangan zat besi. Upayapencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan makanan selingan yang kaya zat besi dan protein. Rolade ayam dengan penambahan hati ayam (ROLATI) merupakan inovasi produk pangan yang berpotensi meningkatkan asupan zat besi pada balita. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat penerimaan dan estimasi kandungan gizi ROLATI serta menentukan formula terbaik sebagai alternatif makanan pencegah anemia. Desain penelitian ini eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga formula berdasarkan perbandingan daging ayam dan hati ayam, yaitu F1 (80:20), F2 (60:40), dan F3 (50:50). Uji organoleptik dilakukan oleh 50 panelis semi terlatih menggunakan uji hedonik terhadap parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa, serta analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada seluruh parameter organoleptik (p>0,05), meskipun F1 cenderung memiliki nilai rata-rata tertinggi. Estimasi kandungan gizi menunjukkan bahwa F3 memiliki kandungan zat besi dan protein tertinggi, yaitu 2,4 mg zat besi dan 6,5 gram protein per sajian. Berdasarkan metode perbandingan eksponensial (MPE), F3 ditetapkan sebagai formula terbaik karena unggul pada parameter dengan bobot tertinggi,yaitu zat besi dan protein. Dengan demikian, F3 berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan alternatif untuk membantu mencegah anemia pada balita
Hubungan antara Pola Makan dan Pola Menstruasi dengan Anemia Remaja Putri Kelas VIII di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo Adellia Sahbira; Choirul Anna Nur Afifah; Yuni Nurwati; Nur Anindya Syamsudi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yh39zs87

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Data Puskesmas Buduran menunjukkan bahwa SMP Sepuluh Nopember, merupakan sekolah dengan prevalensi anemia tertinggi pada tingkat SMP sebesar 31%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pola menstruasi dengan anemia pada remaja putri di SMP Sepuluh Nopember Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan desain cohort prospektifdengan jumlah responden 50 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner recall24 jam, SQ-FFQ, dan kuisioner pola menstruasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis keragaman pangan dengan anemia remaja putri (p=0,342), tidak terdapat hubungan antara jumlah asupan energi (p=0,320), protein (p=0,750), lemak (p=0,831), karbohidrat (p=0,052), zat besi (p=0,923), dan vitamin C (p=0,850) dengan anemia, dan tidak terdapat hubungan frekuensi konsumsi sumber zat besi besi dan vitamin C dengan anemia (p=1,000). Hasil penelitian pola menstruasi juga menunjukkan hal yang sama yaitu tidak terdapat hubungan dengan anemia (p=0,919). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola makan dan pola menstruasi dengan anemia remaja putri di SMP Sepuluh Nopember.
Analisis Kandungan Zat Gizi Makro dan Daya Terima Dimsum Ikan Kembung Berbasis Tepung Kedelai dan Kacang Tanah untuk Pencegahan Stunting Fathina Fathina; Sukmawati Sukmawati; Abdullah Tamrin
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/vtjp8q49

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang signifikan akibat ketidakcukupan asupan zat gizi makro, terutama pada masa awal kehidupan. Pengembangan pangan lokal bergizi sebagai makanan selingan merupakan salah satu strategi yang potensial untuk mendukung pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan zat gizi makro dan daya terima dimsum ikan kembung yang diformulasikan dengan tepung kedelai dan kacang tanah sebagai bahan substitusi. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan post-test design yang terdiri dari tiga formulasi, yaitu F1 (75% tepung kedelai : 25% tepung kacang tanah), F2 (50% : 50%), dan F3 (25% : 75%). Uji organoleptik dilakukan terhadap 40 panelis untuk menilai atribut warna, aroma, tekstur, dan rasa, diikuti dengan analisis kandungan zat gizi makro pada formula terpilih. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap daya terima antar formulasi (p>0,05). Namun demikian, secara deskriptif terdapat kecenderungan preferensi panelis terhadap atribut tertentu, dengan formula F2 lebih disukai dari aspek warna dan aroma, serta formula F1 lebih disukai dari aspek rasa dan ditetapkan sebagai formula terbaik. Analisis kandungan gizi pada F1 menunjukkan energi 133,62 kkal/100 g, protein 14,39%, lemak 0,96%, dan karbohidrat 17,11%. Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai makanan selingan berbasis pangan lokal yang bergizi untuk mendukung pemenuhan zat gizi makro, khususnya protein, dalam upaya pencegahan stunting.
Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, dan Bioavailabilitas Zat Besi terhadap Status Anemia Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Serang Ratu Diah Koerniawati; Mukhlidah Hanun Siregar; Agnes Irma Yuliarta Sijabat
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/9ascbj14

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu penyebab risiko pendaharan pada ibu hamil yang disebabkan karena rendahnya asupan zat besi. Hasil Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa 3 dari 10 ibu hamil mengalami anemia (27,7%). Selama kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan janin dan plasenta. Namun, tidak semua zat besi yang dikonsumsi diserap oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi protein dan zat besi, serta bioavailabilitas zat besi terhadap anemia pada ibu hamil. Desain penelitian yaitu cross sectional dan pengambilan sampel dengan metode purpossive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 81 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Serang. Data yang dikumpulkan pada penelitian yaitu data karakteristik responden, data asupan, dan data status anemia. Data tersebut dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34,57% ibu hamil mengalami anemia, tingkat asupan protein rendah (90,12%), asupan zat besi rendah (91,36%), dan tingkat penyerapan (bioavailabilitas) zat besi rendah (88,89%). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan asupan zat besi dengan status anemia ibu hamil (p=0.044), namun tidak adanya hubungan antara asupan protein dan bioavailabilitas zat besi terhadap status anemia (p=0.549 dan p=0.509). Perlu dilakukan pemberian edukasi mengenai pentingnya asupan zat besi untuk ibu hamil yang disampaikan langsung oleh petugas kesehatan di Puskesmas.