cover
Contact Name
Bohari
Contact Email
Bohari
Phone
-
Journal Mail Official
ghidzajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta Km.9. Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 26152851     EISSN : 26227622     DOI : -
Core Subject : Health,
GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan adalah jurnal semi-tahunan yang diterbitkan pada bulan Juli dan Desember. GHIDZA dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan oleh Universitas Tadulako. GHIDZA menyediakan forum untuk dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel penelitian empiris dan teoritis dibidang gizi dan kesehatan.
Articles 234 Documents
Formulasi Tepung Kacang Merah dan Tepung Bungkil Kelapa Cookies terhadap Kadar Protein, Kadar Zat Besi dan Karakteristik Sensori Ayu Karisma; Addina Rizky Fitriyanti; Joko Teguh Isworo; Erma Handarsari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/28679j81

Abstract

Upaya pencegahan anemia dapat dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan tinggi protein dan zat besi. Cookiesdengan formulasi tepung kacang merah dan tepung bungkil kelapa diharapkan dapat menjadi alternatif makanan tinggi protein dan zat besi yang mampu mencegah anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh cookiesformulasi tepung kacang merah dan tepungbungkil kelapa terhadap kadar protein, kadar zat besi dan karakteristik sensori. Jenis penelitian menggunakan true experiment menggunakan desain RAL dengan empat formulasi yaitu P0 (100%:0%:0%), P1 (70%:10%:20%), P2 (60%:15%:25%), P3 (50%:20%:30%) dengan enam kali ulangan. Uji kadar protein menggunakan metode mikro Kjedhal, kadar zat besi menggunakan metode spektrofotometer UV-VIS dan karakteristik sensori menggunakan uji skala hedonik dan mutu hedonik. Analisis statistik kadar protein dan kadar zat besi menggunakan uji Kruskal Walliskemudian dilanjutkan uji Mann Whitney. Uji karakteristik sensori menggunakan uji Friedmankemudian dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein tertinggi pada P3 sebesar 11,03% dan terendah pada P0 sebesar 8,93%. Kadar zat besi tertinggi pada P3 sebesar 1,47 mg% dan terendah pada P0 sebesar 0,16 mg%. Penambahan tepung kacang merah dan tepung bungkil kelapa pada cookiesberpengaruh signifikan terhadap kadar protein (p = 0,004), kadar zat besi (p = 0,000), karakteristik sensori meliputi skala hedonik (p < 0,05) serta mutu hedonik (p < 0,05). Cookies tersebut berkontribusi sebesar 16,9% (protein) dan 9,8% (zat besi) terhadap pemenuhan AKG remaja putri.
Analisis Pengaruh Kemiskinan, Pengeluaran Pangan, Tanpa listrik, Lama Sekolah Perempuan, Angka harapan hidup, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) terhadap Stunting di Papua Fauziah Alam; Wyna Nabilla; Astri Nur Fitroh; Ikeu Tanziha
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/a1c7c927

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di Papua, Indonesia, yang berimplikasi pada gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan, pengeluaran pangan, tanpa listrik, lama sekolah perempuan, angka harapan hidup, dan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) terhadap prevalensi stunting dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Data penelitian diperoleh dari sumber sekunder seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), mencakup 29 kabupaten/kota di Papua pada 5 tahun (2018,2019,2020,2022,2023). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan, pengeluaran pangan, tanpa listrik, dan angka harapan hidup di papua tidak berhubungan signifikan secara statistik terhadap stunting pada tingkat kepercayaan 95% (p = 0,697, p = 0,144, p = 0,746, p = 0,941 (>0,05)). Sedangkan tanpa air bersih, lama sekolah perempuan, dan IKP berhubungan signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95% (p = 0,008, p = 0,004, p = 0,746, p = 0,010 (<0,05)).
Hubungan Gangguan Makan dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Kezia Damaria Momongan; Brigitte Sarah Renyoet; Sarah Melati Davidson
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/n29y9a61

Abstract

Anemia pada remaja putri mampu memberikan dampak buruk seperti penurunan daya tahan tubuh hingga menyebabkan masalah yang serius pada saat nanti di masa kehamilan. Anemia pada remaja putri dikaitkan dengan defisiensi zat gizi besi akibat perilaku makan yang buruk dalam hal ini gangguan makan yang dipengaruhi oleh keterlibatan sosial dan kendali emosi seperti body image. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gangguan makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, yang dilakukan di SMP/MTs di wilayah kerja Puskesmas Tegalrejo, Salatiga, Jawa Tengah, pada bulan Desember 2024. Sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria siswi SMP/MTs kelas 7 yang berusia 13 –14 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang. Data gangguan makan diperoleh dari hasil kuesioner Eating Attitude Test (EAT-26). Data kadar hemoglobin (Hb) darah diperoleh dari data sekunder yaitu hasil pemeriksaan kesehatan siswa yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Tegalrejo. Analisis data menggunakan uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara gangguan makan dan kejadian anemia (p=0,632). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan makan tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP/MTs di wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo.
Daya Terima, Kadar Air dan Zat Gizi Makro Formulasi Terbaik pada Brownies Kering dari Formulasi Tepung Tempe dan Tepung Mocaf Bintan Suci Maharani; Nining Tyas Triatmaja; Yoanita Indra Kumala Dewi; Arya Ulilalbab
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gng6rk63

Abstract

Kurang Energi Kronis (KEK) adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan zat gizi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan protein. Ibu hamil dapat beresiko mengalami KEK jika lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Peneliti mengembangkan produk dari pangan lokal tepung tempedan tepung mocaf menjadi brownies kering. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis daya terima, kadar air, dan zat gizi makro pada formulasiterbaik brownies kering dengan penambahan tepung tempe dan tepung mocaf (sebagai camilan alternatif untuk ibu hamil KEK). Metode penelitian ini yaitu eksperimental, desain yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), terdapat 3 kali replikasi pada 3 formulasi. Penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa sebagai panelis semi terlatih. Analisa daya terima menggunakan total skor keseluruhan. Analisa organoleptik menggunakan Friedman rankdan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Wilcoxon. Uji One Way Anova digunakan untuk analisa perbedaan kadar air ketiga formulasi, uji lanjut menggunakan Post Hoc. Hasil dari uji daya terima menunjukkan bahwa P1 total skor 344, P2 total skor 347, dan P3 total skor 315. Hasil analisa perbedaan kadar air menunjukkan terdapat nilai rata-rata kadar air yang berbeda antara formulasi 1, 2, dan 3. Hasil dari analisis zat gizi menunjukkan bahwa protein 9,37%, lemak 28,93%, dan karbohidrat 40%. Dapat disimpulkan bahwa P2 sebagai formulasi terbaik dengan total skor 347.
Hubungan Lingkar Lengan Atas pada Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Tahun 2024 Nurzakiyyah Istiqamah Nurdin; Sumarni Sumarni; Tri Setyawati; Rahma Rahma
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yd5z4m86

Abstract

Status gizi ibu hamil berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu selama kehamilan. Salah satu indikator untuk menilai keadaan gizi ibu dan perkembangan serta pertumbuhan janin adalah pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Jika pengukuran LiLA < 23,5 cm berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan LiLA pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 219 ibu hamil yang melakukan persalinan di Puskesmas Mamboro pada tahun 2024. Sampel penelitian sebanyak 69 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan buku KIA. Analisis data dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test untuk mengetahui hubungan antara LiLA dan berat badan lahir bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan LiLA ≥ 23,5 cm sebagian besar melahirkan bayi dengan berat ≥ 2500 gr sebesar (82,4%) dan ibu dengan LiLA < 23,5 cm sebagian besar melahirkan bayi dengan berat < 2500 gr sebesar (55,6%). Terdapat hubungan yang signifikan mengenai lingkar lengan atas (LiLA) pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi dengan p-value = 0,004 (p<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan pengukuran LiLA secara rutin pada setiap ibu hamil dan memberikan edukasi serta konseling gizi secara berkelanjutan.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Minuman Isotonik, Asupan Natrium, dan Asupan Kalium terhadap Tingkat Kelelahan Atlet Taekwondo Dzakiyyah Putri Raharjo; Milliyantri Elvandari; Linda Sefrina
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nx998k39

Abstract

Taekwondo merupakan cabang olahraga dengan intensitas tinggi yang membutuhkan keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mempertahankan performa fisik. Kehilangan elektrolit, terutama natrium dan kalium, dapat memengaruhi fungsi neuromuskular dan meningkatkan risiko kelelahan pada atlet. Konsumsi minuman isotonik sering digunakan sebagai salah satu strategi rehidrasi untuk membantu menggantikan cairan danelektrolit yang hilang selama latihan maupun pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi minuman isotonik, asupan natrium, dan asupan kalium dengan tingkat kelelahan atlet taekwondo di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectionalyang dilaksanakan pada September–Oktober 2025. Sampel penelitian berjumlah 40 atlet taekwondo usia 15–22 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Athlete Burnout Questionnaire(ABQ), sedangkan kebiasaan konsumsi minuman isotonik dan asupan mineral dianalisis menggunakan Food Frequency Questionnaire(FFQ). Data asupan natrium dan kalium dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (67,5%) dan berada pada kelompok usia 19–29 tahun (55%). Mayoritas atlet memiliki asupan natrium (95%) dan asupan kalium (77,5%) yang tergolong kurang, serta tingkat kelelahan sedang (70%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium (p=0,137), asupan kalium (p=0,621), dan frekuensi konsumsi minuman isotonik (p=0,090) dengan tingkat kelelahan atlet taekwondo. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelelahan atlet bersifat multifaktorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti intensitas latihan, kualitas tidur, durasi istirahat, tekanan akademik, dan kondisi psikologis.
Asuhan Gizi pada Pasien Anak dengan Hipokalemia, Meningitis, dan Malnutrisi di Ruang Paediatric Intensive Care Unit (PICU) Mutalazimah Mutalazimah; Umi Masrifah; Fifie Luthfiyah; Ika Mukti Virgiyanti
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/7s67sx79

Abstract

Penelitian terdahulu menyebutkan pasien anak dengan penyakit kritis di ruang Paediatric Intensive Care Unit (PICU), sebanyak 84% mengalami ketidakseimbangan elektrolit. Anak dengan malnutrisi berat memiliki cadangan kalium tubuh yang rendah akibat asupan yang tidak adekuat dan kehilangan kalium melalui diare atau muntah. Hal tersebut diperparah akibat anak menderita penyakit infeksi, seperti meningitis. Penelitianjenis studi kasusini bertujuanuntuk memberikan asuhan gizi pada pasien anak dengan hipokalemia berat, meningitis, dan malnutrisi berat dengan mengembalikan keseimbangan elektrolit, meningkatkan status gizi, dan menurunkan risiko re-feeding syndrome. Studi kasus dilakukan pada bulan Mei 2025 pada pasien rawat inap anak di Ruang PICU RSPAL DR. Ramelan Surabaya. Kasus penelitian dipilih berdasarkan kriteria pasien rawat inap dengan komplikasi penyakit kritis, yakni hipokalemia, meningitis dan malnutrisi. Pengumpulan data dimulai dengan melakukan skrining gizi dan tahapan asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring dan evaluasi (ADIME). Metode yang digunakan yaitu observasi, mengkaji data rekam medis, dan wawancara asupan makan melalui metode Food Recall 24-hours selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan asuhan gizi dengan diet TETP yang diberikan secara bertahap, baik pemenuhan kebutuhan, bentuk makanan maupun rute pemberian kepada anak dengan hipokalemia, meningitis dan malnutrisi, dapatmemberikan perbaikan kadar kalium dan asupan energi dan protein secara bertahap mencapai target minimal 60% pada hari ketigastudi kasus. Monitoring dan evaluasi terhadap kondisi fisik dan klinis seperti fungsi otot, gerakan ekstrimitas, tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh dan laju pernafasan pasienberada dalam status normal. Peningkatan berat badan belum bisa dievaluasi karena keterbatasan kondisi fisik pasien saat pengukuran, sehingga direkomendasikan RS menggunakan alat the Paediatric Advanced Weight-Prediction in the Emergency Room (PAWPER).
Hubungan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mamboro Tahun 2024 Dzakiyyah Nuur Rihadah; Sumarni Sumarni; Tri Setyawati; Rahma Rahma
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/1gbqyv28

Abstract

Lingkar Lengan Atas (LiLA) selama kehamilan merupakan indikator sederhana yang digunakan sebagai skrining awal untuk menilai status gizi ibu hamil. Status gizi yang kurang (LiLA < 23,5 cm) menjadi salah satu faktor predisposisi kejadian anemia terhadap ibu hamil. Kondisi ini dapat diketahui melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan lingkar lengan atas (LiLA) dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mamboro Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Mamboro tahun 2024. Data sekunder dikumpulkan melaluirekam medis dan buku KIA ibu hamil, kemudian data dianalisis dengan uji statistik Chi-Square. Sebagian besar ibu hamil memiliki LiLA dalam kategori normal (74%) dan kadar hemoglobin dalam batas normal (68,5%). Kelompok sampel dengan LiLA normal didominasi oleh 43 orang (79,6%) yang memiliki kadar Hb dalam batas normal, sedangkan 11 orang(20,4%)lainnya mengalami anemia. Sementara itu, pada kelompok sampel yang tergolong KEK, hanya 7 orang (36,8%) yang memiliki kadar Hb normal dan sebanyak 12 orang (63,2%) mengalami anemia. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara LiLA dengan kadar Hb pada ibu hamil (p-value < 0,001).
Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe II Kota Ambon Wahyuni Sammeng; Khartini Kaluku
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ryhmcj54

Abstract

Penyakit diabetes melitus (DM) ialah penyakit kronis atau kondisi jangka panjang yang dialami tubuh manusia karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup, yaitu hormon yang mengontrol glukosa dan gula darah. Diabetes dipengaruhi oleh jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, riwayat keluarga, lama sakit. Dalam pemeriksaan fisik, diabetes juga dikaitkan dengan status gizi, tekanan darah dan denyut nadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari penderita diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUP Dr. J. Leimena, Ambon. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. J. Leimena Ambon yang populasinya adalah 52 orang. Sampel penelitian ini terdiri dari 30 orang responden dengan pertimbangan sampel minimum untuk terdistribusi normal. Rekrutmen subjek dilaksanakan selama tiga bulan, selama September-November 2025. Jumlah partisipan atau responden dengan jenis kelamin perempuan yang dilibatkan selama penelitian 76,7%, tingkat pendidikan tertinggi adalah perguruan tinggi 46,7%, yang tidak memiliki riwayat keluarga DM sebanyak 66,7%. Untuk lama sakit, pasien yang sudah menderita diabetes melitus dengan riwayat di atas sepuluh tahun sebanyak 43,3%. Status gizi responden adalah kurus tingkat ringan sebanyak 53,3% dengan status tekanan darah normal tinggi 26,7, dan nadi responden yang kategorinya normal sebanyak 86,7%. Rekomendasi untuk penelitian berikutnya adalah survey dengan menggunakan sampel yang lebih besar agar distribusi frekuensi dan keragaman variabel dapat dikaji
Analisis Implementasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Proses Produksi Garuda Indonesia di PT. Aerofood Indonesia ACS Kualanamu Anggita Utari; Lia Saptriana; Maria Ulpah Sitorus; Muhammad Raihan Pratama; Yuskaini Rambe; Zulianty Putri Azizah; Nadya Ulfa Tanjung
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/tjcjfz09

Abstract

PT. Aerofood Indonesia ACS Kualanamu ialah bisnis yang beranjak di bidang industri produksi makanan dengan pengalaman di atas 49 tahun sebagai penyedia layanan inflight cateringberstandar internasional. Dalam industri pangan, perusahaan ini mempunyai kewajiban besar agar meyakinkan bahwa setiap produk yang dibuat melengkapi standar mutu serta keamanan pangan yang tinggi. Tujuan penelitian ini agar menggambarkan penerapan sistem HACCP dalam proses pembuatan hot mealdori balado di PT. Aerofood Indonesia ACS Kualanamu. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan dari observasi langsung di area produksi serta wawancara mendalam dengan karyawan yang terlibat, terutama pada bagian produksi dan quality control. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive samplingberdasarkan keterlibatan dan pengetahuan informan terhadap proses penerapan HACCP. Data tambahan diperoleh dari dokumen perusahaan, SOP, literatur buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis tematik digunakan untuk melakukan analisis data secara kualitatif, dan mencakup proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Alur produksi hot mealdori balado mencakup beberapa tahap, yaitu diterimanya bahan baku beku (receiving), penyimpanan (storage), proses pencairan (thawing), pengolahan (cooking), pendinginan cepat (blast chilling), pembagian porsi (dishing and portioning), pengemasan, penataan, hingga distribusi ke pesawat. Dalam proses tersebut terdapat lima Critical Control Point(CCP), yaitu pada tahap receiving, storage(chiller dan freezer), cooking, blast chilling, serta dishing and portioning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi HACCP telah diterapkan dengan baik sesuai standar yang berlaku dan mampu menjaga keamanan serta kualitas produk sampai ke tahap konsumsi penumpang