cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
EKSISTENSI MENJADI PELACUR DALAM NOVEL TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR! KARYA MUHIDIN M. DAHLAN NFN Mustika; Wening Udasmoro
Kandai Vol 12, No 1 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.112 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i1.77

Abstract

Penelitian ini bermula dari munculnya masalah yaitu muslimah dalam TIAMP yang begitu taat tetapi pada akhirnya justru memilih menjadikan dirinya sebagai pelacur. Pelacur merupakan pekerjaan yang sarat dengan tekanan. Namun dengan menjadi pelacur, tokoh dalam novel ini justru merasa bebas dan kehilangan tekanan dalam hidupnya. Pekerjaan pelacur adalah bentuk eksistensinya dengan mengabaikan pandangan-pandangan masyarakat terhadapnya. Bertolak dari hal demikian, maka peneliti berupaya menjelaskan bagaimana eksistensi sebagai muslimah dan bagaimana eksistensinya menjadi pelacur. Penelitian ini menggunakan teori eksistensialisme Jean Paul Sartre. Konsep kebebasan, tanggung jawab, absurditas, keinginan menjadi Tuhan, penderitaan, keyakinan buruk, dan faktisitas (termasuk orang lain) dalam teori eksistensialisme Jean Paul Sartre, erat kaitannya dengan karya Muhidin M. Dahlan yang sarat dengan permasalahan-permasalahan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa dalam TIAMP, muslimah diobjektivikasi oleh orang lain, tetapi akhirnya menjadi subjek dengan mengembalikan kesadaran pada dirinya sendiri. Eksistensinya menjadi pelacur adalah bentuk mauvaise foi atau keyakinan buruk sebab ia berada di antara transendensi dan faktisitas.
ADJEKTIVA KATEGORI ELATIVUS: PEMERKAYA KOSAKATA BAHASA JAWA Sri Wahyuni
Kandai Vol 11, No 2 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.632 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i2.223

Abstract

Bahasa Jawa termasuk bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia. Meskipun sebagian masyarakat mengkhawatirkan keberlangsungan bahasa daerah, bahasa Jawa masih eksis di kalangan penuturnya hingga kini. Agar bahasa Jawa tetap bersaing di antara serbuan bahasa Indonesia dan bahasa asing diperlukan upaya pemertahanan bahasa. Pemertahanan bahasa dapat dilakukan salah satunya dengan memperkaya kosakata dalam kamus. Dalam bahasa Jawa, adjektiva kategori elativus merupakan kelas kata yang produktif dan sistematis dalam membentuk kata-kata baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan adjektiva kategori elativus sebagai kelas kata yang produktif memperkaya kosakata bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan 28 adjektiva kategori elativus  diklasifikasikan sebagai dua kelompok, yaitu kelompok i dan kelompok u. Kedua kelompok tersebut telah menurunkan 52 kosakata untuk memperkaya kosakata bahasa Jawa.
REPRESENTASI KESANTUNAN BROWN DAN LEVINSON DALAM WACANA AKADEMIK Fahmi Gunawan
Kandai Vol 10, No 1 (2014): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.497 KB) | DOI: 10.26499/jk.v10i1.309

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa Brown dan Levinson dalam wacana akademik. Artikel ini membahas dua hal, yaitu strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif  mahasiswa dalam  berinteraksi dengan dosen dalam wacana akademik di STAIN Kendari. Artikel ini menggunakan jenis penelitian deskriptif  kualitatif. Data diperoleh dari  percakapan mahasiswa terhadap dosen. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan pisau bedah sosio-pragmatik.  Analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan  data, reduksi data, penyajian data yang  dilanjutkan dengan kesimpulan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa strategi kesantunan negatif mahasiswa terhadap dosen meliputi penggunaan ungkapan tidak langsung,  penggunaan ungkapan yang penuh kehati-hatian dan cenderung pesimis, penggunaan  kata  hormat, dan meminta maaf, sementara strategi kesantunan positif mahasiswa terhadap dosen berupa penggunaan penanda identitas kelompok,  penggunaan basa-basi dan presuposisi,  penggunaan penawaran dan janji, serta  mencari alasan atau memberikan pertanyaan.
PANDANGAN EMPAT TOKOH PEREMPUAN TERHADAP VIRGINITAS DALAM NOVEL GARIS PEREMPUAN KARYA SANIE B. KUNCORO: PERSPEKTIF FEMINIS RADIKAL Ery Agus Kurnianto
Kandai Vol 13, No 2 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.778 KB) | DOI: 10.26499/jk.v13i2.194

Abstract

In a patriarchal society, virginity is a symbol of personality for a woman. If a woman is able to keep herself virgin and serve it later to her husband after marriage, then she is valued as a “good” woman. On the other side, if a woman lost her virginity before marriage she will be labeled as “bad” woman. Furthermore how the opinions about virginity be seen through the four female characters glasses contained in the novel by Sanie B. Kuncoro? This article will discuss women’s point of view interpreted from four female characters in Garis Perempuan novel by Sanie B. Kuncoro. This research is a descriptive research. Therefore, this article is aimed to describe the different views of four female characters regarding virginity issue. Radical feminist theory is being applied to interpret the views of four female characters as identifying the character as the first step. The result shows that the virginity is a negotiable commodity to pull out women from the issue of life. Virginity is also seen as a dignity which is priceless. Virginity is a born treasure. Therefore, a woman has a right to give her virginity to whoever she wants without any interferences from patriarchal society.  
VARIASI PENGGUNAAN BAHASA PADA RUANG PUBLIK DI KOTA SURAKARTA Retno Hendrastuti
Kandai Vol 11, No 1 (2015): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.585 KB) | DOI: 10.26499/jk.v11i1.214

Abstract

Penggunaan bahasa pada ruang publik di Kota Surakarta sangat bervariasi, tetapi karena berbagai cara dan alasan seringkali menyimpang dari aturan. Kajian ini bertujuan menjelaskan penggunaan, penyimpangan, serta penyebab penyimpangan penggunaan bahasa Indonesia pada ruang publik di Kota Surakarta. Data dikumpulkan dengan teknik observasi dan diambil melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa nama bangunan, jalan, permukiman, merek dagang, lembaga, rambu umum, fasilitas umum, spanduk, iklan, dsb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahasa yang digunakan pada ruang publik di Kota Surakarta terdiri atas 10 jenis, yaitu: (i) bahasa Indonesia, (ii) bahasa Jawa, (iii) bahasa Inggris, (iv) bahasa asing lainnya, (v) campuran bahasa Indonesia dan Jawa, (vi) Indonesia dan Inggris, (vii) Indonesia dan bahasa asing lain, (viii) Indonesia, Jawa, dan Inggris, (ix) Jawa dan Inggris, dan (x) Indonesia, Inggris, dan bahasa asing lain; (2) penyimpangan penggunaan bahasa yang ditemukan berupa penyimpangan kaidah ejaan, diksi, dan struktur; (3) ada dua faktor penyebab penyimpangan dalam penggunaan bahasa Indonesia pada ruang publik di Kota Surakarta, yaitu (i) faktor kesengajaan: (a) gaya bahasa, (b) tidak tersedianya kosakata, dan (c) kebutuhan sinonim, serta (ii) faktor ketidaksengajaan: (a) pengetahuan yang terbatas, (b) kedwibahasaan karena bahasa daerah dan bahasa asing, serta (c) menghilangnya kata karena jarang digunakan.
PERGESERAN DAN MODULASI DALAM BUKU CERITA ANAK THE YOUNGEST FROG BERIKUT TERJEMAHANNYA Wiwiek Dwi Astuti
Kandai Vol 9, No 2 (2013): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.584 KB) | DOI: 10.26499/jk.v9i2.297

Abstract

Kajian ini membahas beberapa metode terjemahan yang menyoroti bagaimana mengantisipasi konsep dalam bahasa sumber yang tidak dapat diterjemahkan dan kewajarannya dalam bahasa sasaran. Hasil dari kajian ini memperlihatkan bahwa pergeseran struktur (structure shift) dan modulasi yang digunakan sebagai alat untuk menerjemahkan.
KOHERENSI ANTARKALIMAT PADA PARAGRAF DALAM WACANA ILMIAH BAHASA JAWA (Coherence Between Sentences on Paragraph in Javanese Language Scientific Discourse) NFN Sumadi
Kandai Vol 13, No 1 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v13i1.102

Abstract

This research discusses about various kinds of coherence between sentences in Javanese language scientific discourse. Qualitative descriptive method is used in this research due to objectives of the research that is to provide kinds of coherence between sentences in the Javanese language scientific discourse. The sentence coherence in Javanese scientific discourse paragraph can be differentiated as (1) causality, (2) analysis (partial analysis, functional analysis, process analysis), (3) opposition, (4) validation, (5) continuity, (6) addition, (7) sequence, and (8) explanation. Any kind of coherence can be signified with cohesion, which is not only originated from the Javanese language, but also can be absorbed from Indonesia language or not signified.  
ORIENTASI PENELITIAN PENERJEMAHAN MUTAKHIR DI INDONESIA DALAM TESIS DAN DISERTASI Yusup Irawan
Kandai Vol 12, No 2 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.618 KB) | DOI: 10.26499/jk.v12i2.82

Abstract

Kajian penerjemahan di Indonesia tampaknya masih terfokus pada orientasi tertentu saja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang orientasi penelitian penerjemahan di Indonesia. Pendekatan kualitatif-deskriptif, metode survei, dan teknik analisis dokumen digunakan dalam penelitian ini. Data yang disurvei mencakup tesis dan disertasi, yaitu penelitian-penelitian penerjemahan Inggris--Indonesia yang ditulis dalam kurun waktu tujuhtahun terakhir.Penelitian ini menemukan bahwa penelitian karya terjemahan berupa tesis dan disertasi cenderung mengarah pada produk karya terjemahan. Penelitian yang mengarah pada proses dan fungsi tampaknya belum banyak dieksplorasi. Sebagian besar data menunjukkan bahwa penelitian untuk tugas tesis dan disertasi terhadap karya terjemahan merupakan penelitian-penelitian antardisiplin. Akan tetapi, para peneliti masih banyak berorientasi pada kolaborasi antara teori penerjemahan dan teori linguistik serta antara teori penerjemahan dengan teori ideologi (foreignisasi/domestikasi). Sehubungan dengan metodologi, penelitian ini menemukan bahwa penelitian penerjemahan untuk tesis dan disertasi cenderung merupakan penelitian kualitatif. Sebagian besar analisis data dilakukan dengan metode analisis dokumen karya terjemahan. Pendekatan kuantitatif, komparatif, dan eksperimental tampaknya kurang diminati oleh peneliti karya terjemahan. Akan tetapi, penelitian ini belum dapat menyimpulkan ranah yang cenderung menarik perhatian para peneliti karya terjemahan untuk tugas tesis atau disertasinya.
LIRIK LAGU DAN REPRESENTASI KESALEHAN DALAM AKSI BELA ISLAM Dina Amalia Susamto, M.Hum.
Kandai Vol 14, No 1 (2018): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.411 KB) | DOI: 10.26499/jk.v14i1.542

Abstract

Lirik lagu-lagu yang dinyanyikan dalam Aksi Bela Islam merupakan eskpresi pendapat untuk membela Alquran yang diasumsikan telah dilecehkan oleh Basuki Tjahaya Purnama. Aksi tersebut menekankan subjek-subjek, bahwa seorang muslim yang saleh harus mendukung dan terlibat dalam gerakan tersebut. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana lagu-lagu dalam Aksi Bela Islam merepresentasikan kesalehan dan konteks aksi tersebut menggunakan lagu-lagu untuk tujuan mengonstruksi politik identitas kami dan liyan yang berdasarkan interpretasi atas kesalehan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan usaha merepresentasi lirik lagu yang menekankan kesalehan kolektif dalam lirik lagu pada Aksi Bela Islam. Lagu-lagu tersebut mengonstruksi kelompok masyarakat untuk lebih terikat menjadi kami yang membedakan diri dengan mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lirik lagu yang digunakan dalam aksi tersebut memperlihatkan cara untuk membakar semangat dan untuk mengikat solidaritas di antara para pendukung demonstrasi tersebut. Lagu-lagu tersebut menggunakan bahasa yang merepresentasikan kesalehan para pendukung aksi sekaligus menunjukkan politik identitas yang membedakan kami dan mereka.
SIMBOL KHUSUS DALAM ELONG UGI KLASIK NFN Uniawati
Kandai Vol 9, No 1 (2013): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.474 KB) | DOI: 10.26499/jk.v9i1.284

Abstract

Elong ugi  klasik merupakan salah satu jenis karya sastra lisan Bugis yang dipakai sebagai media untuk mengungkapkan ekspresi jiwa penuturnya. Elong tersebut berisi ungkapan-ungkapan pendek yang memuat nilai dan falsafah hidup orang Bugis. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap makna simbol khusus (private simbol) yang terkandung dalam elong ugi  klasik. Data yang dianalisis berupa data lisan, yaitu elong ugi  klasik sebanyak 10 buah yang diperoleh secara acak dari informan lapangan melalui pengamatan singkat penulis. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis adalah metode semiotik dengan penerapan teori yang diajukan oleh Charles Sanders Pierce. Hasil analisis menunjukkan bahwa makna yang terkandung dalam simbol khusus (private symbol) mengimplikasikan tentang kesetiaan, romantisme, keberanian, takdir Tuhan, perpisahan, siri’, perjodohan, kegigihan menuntut ilmu, dan perlunya menjaga lidah. Makna tersebut merefleksikan kondisi sosial budaya orang Bugis sebagai penuturnya. Elong ugi  yang dipahami orang Bugis tidak sekadar nyanyian penghibur saja, tetapi sekaligus sebagai pengingat untuk menegakkan pranata-pranata dan nilai-nilai yang berlaku dan masih diutamakan dalam kelompok masyarakatnya.