cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KINERJA DALAM PENERAPAN PROGRAM MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT DI PUSKESMAS PASAR MINGGU Kursih Sulastriningsih; Astrid Novita
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 1 (2016): JAKHKJ Maret 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.253 KB)

Abstract

Abstrak MTBS merupakan suatu manajemen melalui pendekatan terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana balita sakit yang dating di pelayanan kesehatan, baik mengenai beberapa klasifikasi penyakit, status MTBS, status imunisasi maupun penanganan balita sakit tersebut dan konseling yang diberikan. Konsep MTBS merupakan suatu pendekatan untuk menyiapkan petugas kesehatan melakukan penilaian, membuat klasifikasi, serta memberikan tindakan kepada anak terhadap penyakit-penyakit yang umumnya mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dan besarannya antara Kemampuan dan Motivasi Kerja Petugas Kesehatan terhadap Kinerja dalam penerapan MTBS di Puskesmas Pasar Minggu Jakarta Selatan Tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross-setional (potong lintang). Sampel yang digunakan sekitar 50 petugas MTBS sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan Smart PLS 2.0 dan SPSS 15. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode smart PLS menghasilkan temuan penelitian yaitu pengaruh langsung dan besarannya Kemampuan Petugas Kesehatan terhadap Kinerja dalam penerapan MTBS di PuskesmasPasar MingguJakarta Selatan Tahun 2014 sebesar 11.1%. Pengaruh langsung dan besarannya Motivasi Kerja Petugas Kesehatan terhadap Kinerja dalam penerapan MTBS di PuskesmasPasar MingguJakarta Selatan Tahun 2014 sebesar 51.7%. Pengaruh tidak langsung motivasi Petugas Kesehatan terhadap kinerja dalam penerapan MTBS melalui kemampuan sebesar 3.3%. Saran penelitian perlu dilakukan intervensi serta evaluasi terhadap kinerja petugas dalam penerapan manajemen terpadu balita sakit secara berkesinambungan serta sebagai bahan kajian bagi pembuat kebijakan di puskesmas dan di tingkat Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kualitas manajemen terpadu balita sakit melalui peningkatan kinerja petugas yang terkait. Kata Kunci: Kemampuan, Motivasi, Kinerja
TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA/I SEMESTER VI STT SETIA JAKARTA TENTANG PENYAKIT DIABETES MELITUS Labora Sitinjak
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 1 (2016): JAKHKJ Maret 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.808 KB)

Abstract

Abstrak Tingkat pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang tersebut melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusaia. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Diabetes Melitus merupakan kelompok kelaianan heterogen yang ditandai kenaikan glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, insitusi atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai peserta didik di perguruan tinggi. Penelitian berfokus pada keinginan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa/i Semester VI STT SETIA Jakarta tentang penyakit Diabetes Melitus. Sampel dalam penelitian ini diambil dari mahasiswa/i semester VI STT SETIA Jakarta sebanyak 15 orang. Pengambilan data dilakukan secara cross sectional yaitu dengan menyebarkan kuesioner langsung mengumpulkan kembali setelah diisi oleh responden pada hari yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pengertian Diabetes Melitus adalah baik yakni 83%; tingkat pengetahuan tentang penyebab adalah cukup yakni 55%; tingkat pengetahuan mahasiswa tentang tanda dan gejala adalah cukup yakni 56%; tingkat pengetahuan mahasiswa tentang komplikasi adalah cukup yakni 47%; tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pencegahan adalah cukup yakni 64% dan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang penanganan adalah cukup yakni 54%. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Diabetes Melitus, Mahasiswa
TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT MENGENAI SOP DALAM PENGGUNAAN APD DI RUANG RAWAT BEDAH LT.12 BLOK.D RSUD KOJA JAKARTA UTARA TAHUN 2016 Egeria Dorina Sitorus; Asnah Sunengsih
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.438 KB)

Abstract

Abstrak Kepatuhan petugas profesional (perawat) adalah sejauh mana perilaku seorang perawat sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan pimpinan perawat ataupun pihak rumah sakit. Menurut Depkes RI, perawat adalah seorang yang telah di persiapkan melalui pendidikan untuk turut serta merawat dan menyembuhkan orang yang sakit, usaha rehabilitasi, pencegahan penyakit, yang di laksanakannya sendiri atau di rawat pengawasan dan supervise dokter dan suster kepala. Alat pelindung diri adalahseperangkat alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari kemungkinan adanya paparan potensi bahaya lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Standar Operating Procedure adalah instruksi atau langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan sesuatu proses kerja rutin tertentu. Dimana ada suatu kebijaksanaan yang ditetapkan untuk mencapai tujuan ideal yang biasanya berupa pernyataan yang baik dan mantap. jenis penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan metode cross sectional. Dari populasi yakni 24 orang medote pengumpulan data dilakukan secara total sampling. hasi yang di dapatkan adalah bahwa dari 24 responden menjawap pertanyaan dengan baik, berdasarkan sikap hampir dari sebagian responden adalah D3 dan mempunyai tingkat kepatuhan patuh (68%), cukup patuh (21%) dan tidak patuh (11%).dengan demikian tingkat kepatuhan perawat rata-rata patuh (68%). Kata kunci : Kepatuhan, perawat, APD, SOP
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV AKPER HUSADA KARYA JAYA TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Labora Sitinjak; Apriyanus Umbu Kadu
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.638 KB)

Abstract

Abstrak Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar individu yang juga mempengaruhi belajar individu. Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pengumpulan data dilakukan secara cross sectional yang diperoleh melalui penyebaran angket berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 32 responden diperoleh hasil: “faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar mahasiswa semester IV Akper Husada Karya Jaya tahun Akademik 2015/2016 menurut jenis kelamin, faktor fisiologis jenis kelamin perempuan berpengaruh 45% tidak berpengaruh 55% dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 47% dan tidak berpengaruh 53%, faktor psikologis: jenis kelamin perempuan berpengaruh 68% dan tidak berpengaruh 32% dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 83% dan tidak berpengaruh 17%, faktor konsentrasi belajar jenis kelamin perempuan berpengaruh 76% dan tidak berpengaruh 24% dan jenis kelamin laki-laki 70% dan tidak berpengaruh 30%, faktor percaya diri: jenis kelamin perempuan berpengaruh 65% dan tidak berpengaruh 35% dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 70% dan tidak berpengaruh 30%, faktor cita-cita mahasiswa: jenis kelamin perempuan berpengaruh 98% dan tidak berpengaruh 2% dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 90% dan tidak berpengaruh 10%, faktor lingkungan sosial: jenis kelamin perempuan berpengaruh 71% dan tidak berpengaruh 29% dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 100% dan tidak berpengaruh 0%, faktor lingkungan non sosial: jenis kelamin perempuan berpengaruh 88% dan tidak berpengaruh 12% dan jenis kelamin laki-laki berpengaruh 87% dan tidak berpengaruh 13%. Kata kunci : Faktor internal dan eksternal, Kesulitan Belajar mahasiswa
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUN PERAWAT DAN BIDAN TENTANG KANKER SERVIKS DI RUANG RPKK LANTAI 7 BLOK B RSUD KOJA JAKARTA UTARA Leo Rulino; Yumina Mubata
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.207 KB)

Abstract

Abstrak Kanker serviks merupakan kanker leher rahim yang terbanyak diderita wanita Delapan puluh tiga persen kasus terjadi dinegara berkembang, termasuk Indonesia yang di sebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) (Diananda, 2008). Jumlah angka orang terkena kanker serviks di dunia terus bertambah 6,25 juta orang pertahun. Pada usia 30-50 tahun perempuan yang sudah kontak seksual akan beresiko tinggi terkena kanker serviks servik Di RSUD Koja Jakrta Utara tahun 2015 ada 52 orang yang terkena kanker servik dan tahun 2016 ada 20 orang. Angka Di dunia setiap dua menit seseorang meninggal karena kanker serviks. Perawat adalah seorang yang berperan penting dalam perawatan pasien sehingga perawat harus mengetahui pengertian, penyebab, tanda dan gejala,pencegahan dan penatalaksanan kanker servik, Di RSUD Koja Jakarta Utara Pengetahuan perawat tentang kanker servik baik tentang pengertian 48% ,penyebab 40%,tanda dan gejala 84% pencegahan 72% sampai pelaksanaan 40%. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan Perawat, Kanker Servik
TINGKAT KEPEDULIAN SISWA/SISWI XII IPS 1 TERHADAP BAHAYA NARKOBA DI SMAN 18 JAKARTA UTARA TAHUN AJARAN 2016-2017 Rosita Makdalena Lubis; Ayu Permata Sari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): JAKHKJ Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.157 KB)

Abstract

Narkoba merupakan obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan/ psikologi seseorang serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun kematian dengan cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kepedulian Siswa SMAN 18 Jakarta Utara Terhadap Bahaya Narkoba di Kelas XII IPS 1 Tahun 2016/2017. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana penelitian metode deskriptif dengan mengambil sampel secara total sampling, sampel yang ditetapkan adalah siswa kelas XII IPS I SMAN 18 jakarta utara baik yang tidak hadir atau sakit yang berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden Wanita sebanyak 23 orang (66%) dan responden Laki-laki sebanyak 12 orang (34%), artinya responden wanita lebih banyak dari pada responden Pria. Responden usia 17 tahun sebanyak 30 orang (86%), responden usia 18 tahun sebanyak 5 orang (14%), artinya responden usia 17 tahun lebih banyak dari responden usia 18 tahun. Siswa/siswi kelas XII IPS I di SMAN 18 jakarta Utara rata-rata memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap Bahaya Narkoba itu sendiri yaitu sebanyak 31 orang dalam katagori tinggi, sebanyak 4 orang dalam katagori sedang, dari 35 orang tersebut tidak ada katagori rendah dan sangat rendah. Jadi salah satu karakteristik siswa/siswi terhadap Bahaya Narkoba di kelas XII IPS I adalah siswa/siswi dengan tingkat kepedulian tinggi terhadap Bahaya Narkoba. Hal ini di pengaruhi oleh jenis kelamin, usia responden.Kata kunci : Tingkat kepedulian, Siswa, Bahaya narkoba
ALTERNATIF MODEL KOMITMEN KERJA BIDAN DESA DI WILAYAH TAJURHALANG 2014 Anggarani Prihantinigsih; Hafizurrachman Hafizurrachman
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): JAKHKJ Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.248 KB)

Abstract

Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.Dalam Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke empat tercantum cita-cita bangsa Indonesia yang sekaligus merupakan tujuan pembangunan nasional bangsa Indonesia.Pelaksanaan pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan. Salah satu tenaga kesehatan yang dimaksud adalah bidan desa, tenaga bidan di desa ini merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, serta diharapkan paling mengetahui keadaan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi di desa. Melihat besarnya tanggung jawab yang harus diemban, setiap bidan di desa perlu memiliki kesadaran yang tinggi akan pelaksanaan tugas. Tujuan penelitian ini adalah Memberikan alternatif model komitmen kerja bidan desa di wilayah Tajurhalang, ruang lingkup pada penelitian ini adalah bidan desa di wilayah Tajurhalang sebagai informan kunci dan dinas kesehatan dan bidan kordinator sebagai informan pendukung. Desain penelitian pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif konfirmatori untuk memperoleh hasil dengan pemahaman yang mendalam, jumlah informan sebanyak 5 orang, Dari hasil penelitian dan didapatkan bidan desa selain bertugas di desanya, ada pula beberapa tugas yang harus dilaksanakan di luar tugas pokok yang tercantum di surat edaran Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat No 278/BM/DJ/BKK/III/1997, tugas yang diberikan kepada bidan desa berupa bidan desa turut memegang program puskesmas seperti program MTBS, Lansia, Gizi, dan lain sebagainya. Selain itu pula ada beberapa hal yang bertolak belakang di surat edaran tersebut dicantumkan tugas lain, di samping tugas pokoknya, bidan melaksanakan tugas lain yang diberikan atasannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat.Kata Kunci :Bidan desa, tugas pokok dan fungsi bidan desa
PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA PANANCANGAN KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN TAHUN 2017 Nurul Husnul; Wati Sufiawati
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4, No 1 (2018): JAKHKJ Maret 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.045 KB)

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kematian ibu di kabupaten Lebak tahun 2016 sebanyak 38 kasus dari 21.292 kelahiran hidup. Salah satu penyebabnya adalah pertolongan persalinan oleh dukun paraji (bukan Nakes). Cakupan persalinan Nakes di Puskesmas Cibadak tahun 2016 hanya mencapai (71,6 %) dari target seharusnya (90 %). Sedangkan cakupan di desa Panancangan tahun 2016 (46,2%). Setiap tahun persalinan oleh tenaga kesehatan di desa Panancangan selalu rendah dan belum pernah mencapai target yang ditetapkan. Tujuan: Diketahuinya “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Di Desa Panancangan Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten Tahun 2017”. Metodologi: menggunakan desain Cross Sectional . Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin pada bulan Oktober sampai Desember 2017, total sampel 58 orang. Instrumen penelitian menggunakan pengisian kuesioner. Hasil analisis: Sebagian besar (55,17%) responden memilih persalinan pada bukan Nakes, (53,45%) responden memiliki pengetahuan baik, (56,90 %) rumah ibu dekat ke Faskes, (58,62%) ibu tidak memiliki asuransi kesehatan, (53,45%) ibu mendapat dukungan dari suami/keluarga, (55,17%) ibu mendapat dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan dan saran: Ada hubungan antara pemilihan tenaga penolong persalinan dengan pengetahuan (p-palue 0,000), kepemilikan asuransi kesehatan (p value = 0,000 ; OR= 18,000), dukungan suami/keluarga (p-palue 0,000), dan dukungan nakes (p value = 0,000 ; OR= 42,857). Sedangkan Yang tidak ada hubungan bermakna adalah jarak ke fasilitas kesehatan (p value = 0,149). Saran: Tenaga kesehatan di Desa Panancangan lebih meningkatkan penyuluhan, menambah kelas Ibu Hamil, sosialisasi P4K, kemitraan bidan dan dukun paraji agar semua persalinan aman dan ditolong oleh tenaga kesehatan.Kata Kunci : Pengetahuan, Jarak ke Fasilitas kesehatan, Asuransi Kesehatan, Dukungan Suami/Keluarga serta Dukungan Tenaga Kesehatan
Pengaruh Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan Besar Ultrafiltrasi dengan Kejadian Intradialytic Hypertension (IDH) pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisis Rutin di RS Islam Fatimah Cilacap Kasron Kasron; Susilawati Susilawati
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 2 (2017): JAKHKJ September 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3455.174 KB)

Abstract

Hipertensi intradialitik (HID) merupakan salah satu komplikasi pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis. Perubahan berat badan dan besar ultrafiltrasi mempengaruhi jumlah cairan yang ada dalam tubuh pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interdialytic weight gain dan besar ultrafiltrasi dengan kejadian intradialytic hypertension pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisis (HD) rutin. Metode penelitian menggunakan deskriptive analitic dan desain korelasi. Responden adalah pasien CKD yang menjalani HD, pemilihan responden menggunakan dengan purposive sampling, dengan kriteria penderita menjalani HD rutin 2 kali seminggu, usia lebih 18 tahun, mengkonsumsi obat antihipertensi, kadar Hb normal, pengukuran tekanan darah menunjukan HID. Analisis statistik menggunakan Chi-Square test. Sejumlah 57 responden memenuhi kriteria penelitian. Responden dengan IDWG lebih dari 2 kg sebesar 66,7%, dan besar ultrailtrasi lebih dari 2 liter sebesar 68,4%. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh antara IDWG dan besar ultrafiltrasi dengan kejadian HID dengan p-value 0,393 dan 0,268. Penelitian menunjukan tidak terdapat terdapat pengaruh antara IDWG dan besar ultrafiltrasi dengan kejadian HID pada pasien CKD yang menjalani HD rutin di RS Islam Fatimah Cilacap. Perlu tetap adanya evaluasi terhadap IDWG dan besar Ultrafiltrasi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Serta perlunya penelitian lanjutan tentang faktor lain yang mempengaruhi kejadian HID untuk faktor-faktor yang belum diteliti. Kata kunci: CKD, Hemodialisis, IDWG, Intradialytic Hypertension, Ultrafiltrasi. 
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN SECARA DINI DENGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN BAYI DI BPM BIDAN NENI BEKASI JAWA BARAT TAHUN 2015 Farida Mentalina Simanjuntak
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4, No 1 (2018): JAKHKJ Maret 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.577 KB)

Abstract

Abstrak Pemberian makanan tambahan pada bayi sebaiknya setelah usia bayi diatas enam bulan atau setelah pemberian ASI eksklusif karena pada usia tersebut nutrisi masih terpenuhi melalui ASI. Pemberian makanan pada bayi harus dilakukan secara bertahap untuk mengembangkan kemampuan bayi mengunyah , menelan, dan mampu menerima bermacam-macam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan secara dini dengan pertambahan berat badan bayi. Jenis penelitian adalah c r o s se ctio n al . Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemberian makanan tambahan yang baik sebanyak 11 orang (36,3%) dengan berat badan normal 9 orang (30%) dan tidak normal 2 orang (6,7%), sedangkan yang tidak baik sebanyak 19 orang (63,7%) dengan berat badan normal 4 orang (13,3%) dan tidak normal 15 orang (50%), berdasarkan jenis pemberian makanan tambahan yaang baik 10 orang (33,3%) dengan berat badan noramal 10 orang (33,3%) dan tidak ada yang tidak normal, sedangkan jenis pemberian makanan tambahan yang tidak baik 20 orang (66,7%) terdapat berat badan bayi normal 3 orang (10%) dan tidak normal 17 orang (56,7%), berdasarkan tekstur pemberian makanan tambahan yang baik 12 orang (40%) dengan berat badan normal 10 orang (33,3%) dan yang tidak normal 2 orang (6,7%) sedangkan tekstur pemberian yang tidak baik sebanyak 18 orang (60%) terdapat berat badan normal 3 orang (10%) dan yang tidak normal 15 orang (50%). Berdasarkan hasil penelitian maka dalam memberikan asuhan hendaknya ibu memperhatikan nutrisi bayi sejak lahir, tumbuh dan berkembang sehingga pertambuhan berat badan bayi senantiasa dalam batas normal, dan petugas kesehatan yang bersangkutan hendaknya meningkatkan KIE (komunikasi informasi edukasi) kepada orang tua yang akan atau yang memiliki bayi mengenai kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang bayi, antara lain ASI eksklusif dan jadwal pemberian makanan, juga cara memantau pertambahan berat badan bayi secara sederhana melalui kartu menuju sehat (KMS). Kata kunci : Makanan tambahan dini, Pertambahan berat badan

Page 4 of 23 | Total Record : 224