cover
Contact Name
Leo Rulino
Contact Email
Leo Rulino
Phone
-
Journal Mail Official
leorulino@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA
ISSN : 2442501X     EISSN : 25412892     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTERI KELAS XII TENTANG DISMENORE DI SMK YAPPENDA, JAKARTA UTARA, 2014 Rini Sri Wanda Manurung; Mesrani Situmorang; Teten Ramdan; Isda Kholita
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 1, No 1 (2015): JAKHKJ Maret 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.081 KB)

Abstract

Abstrak Pengetahuan adalah hasil dari penginderaan manusia, atau dengan kata lain pengetahuan seseorang berasal dari objek yang diterima oleh indera seperti mata, hidung, telinga dan lain sebagainya. Dismenore adalah nyeri pada saat menstruasi yang disebabkan oleh spasme otot uterus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja puteri kelas XII tentang Dismenore di SMK Yappenda, Jakarta Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, pengumpulan data secara cross sectional diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan jumlah sampel 117 responden. Penelitian dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi dan diperoleh hasil: tingkat pengetahuan remaja puteri mengenai defenisi dismenore adalah sedang (53%); tingkat pengetahuan remaja puteri mengenai etiologi dismenore adalah sedang (50%); tingkat pengetahuan remaja puteri mengenai tanda dan gejala dismenore adalah sedang (46%); tingkat pengetahuan remaja puteri mengenai cara pencegahan dismenore adalah sedang (45%); tingkat pengetahuan remaja puteri mengenai cara mengatasi dismenore adalah sedang (44%); ratarata tingkat pengetahuan remaja puteri mengenai dismenore adalah sedang (48%). Kata kunci: Tingkat pengatahuan, Diare, Balita
DESKRIPSI TINGKAT KEPATUHAN PERAWAT PELAKSANA MELAKUKAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT “K” RS PGI CIKINI TAHUN 2015 Labora Sitinjak; Feri Derman Halawa; Despian Nazara; Desy Dwina Rachmawati; Esra Yunirma; Ester Manurung; Gabriela Susan; Gloria Yoselina
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 1, No 2 (2015): JAKHKJ September 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.367 KB)

Abstract

Abstrak Kepatuhan adalah suatu prilaku manusia yang taat terhadap aturan, perintah, prosedur dan disiplin. Perawat adalah profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan, atau memulihkan kesehatan yang optimal. Dokumentasi diartikan sebagai segala sesuatu yang tertulis atau tercetak yang dapat diandalkan sebagai catatan tentang bukti bagi idividu yang berwewenang. Asuhan keperawatan adalah merupakan suatu tindakan kegiatan atau proses dalam praktik keperawatan yang diberikan secara langsung kepada klien (pasien) untuk memenuhi kebutuhan objektif klien, sehingga dapat mengatasi masalah yang sedang dihadapinya, dan asuhan keperawatan dilaksanakan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu keperawatan. Analisa data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa data univariat, yaitu analisa persentase dengan tujuan melihat gambaran distribusi frekuensi dan persentasi dari variabel gambaran tingkat kepatuhan perawat pelaksana melakukan dokumentasi asuhan keperawatan di Ruang Rawat “K” RS PGI Cikini. Hasil presentase dimasukkan ke dalam standar kriteria objektif (Sulistyaningsih, 2011). Hasil penelitian mengenai Deskripsi Tingkat Kepatuhan Perawat Pelaksana Melakukan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat “K” RS PGI Cikini adalah sebagai berikut: Data Responden dengan masa kerja 0-5 tahun sebanyak 10 orang (77%), masa kerja >5-10 tahun sebanyak 3 orang (23%). Data Kepatuhan Perawat Pelaksana Melakukan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Menurut Masa Kerja: Rata-rata kepatuhan perawat mendokumentasikan pengkajian asuhan keperawatan 97,78%, dokumentasi perumusan diagnosa keperawatan 78%, menyusun perencanaan asuhan keperawatan 90,42%, implementasi asuhan keperawatan 97,04%, dan evaluasi asuhan keperawatan 100%. Kesimpulan secara keseluruhan rata-rata kepatuhan perawat pelaksana melakukan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat “K” RS PGI Cikini yaitu Tinggi: 92,65%. Kata kunci : Kepatuhan, Perawat Pelaksana, Dokumentasi Asuhan Keperawatan
TINGKAT PENGETAHUAN KLIEN TENTANG PENYAKIT ASMA DI PUSKESMAS KELURAHAN KAYU MANIS KECAMATAN MATRAMAN JAKARTA TIMUR Labora Sitinjak
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 1 (2016): JAKHKJ Maret 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.597 KB)

Abstract

Abstrak Asma adalah penyakit jalan napas obstruktif intermiten, reversible di mana trakea dan bronki berespons dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu, yang dimanifestasikan dengan penyempitan jalan napas yang menyebabkan dispnea, batuk dan mengi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat pengetahuan klien tentang penyakit Asma di Puskesmas Kelurahan Kayu Manis Jakarta Timur. Pada penelitian ini sampel yang ditetapkan adalah pasien yang berkunjung dan berobat ke Puskesmas Kelurahan Kayu Manis Kecamatan Matraman Jakarta Timur, pada tanggal 2-4 Juli 2013. Rata-rata kunjungan pasien adalah sekitar 70 orang sehingga sampel yang ditetapkan adalah 20% dari rata-rata kunjungan pasien yaitu sekitar 42 orang pasien. Maka kriteria inklusif sampel adalah pasien yang besedia menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan klien tentang pengertian penyakt asma adalah baik, tingkat pengetahuan klien tentang penyebab penyakit asma adalah kurang baik, tingkat pengetahuan klien tentang tanda dan gejala penyakit asma adalah baik, tingkat pengetahuan klien tentang komplikasi penyakit asma adalah baik, tingkat pengetahuan klien tentang cara pencegahan penyakit asma adalah cukup baik, tingkat pengetahuan klien tentang cara penangganan penyakit asma adalah baik.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN BIDAN TERHADAP KEGAWATDARURATAN PADA PASIEN EKLAMSI DI RUANG VK LANTAI 2 BLOK B JAKARTA UTARA TAHUN 2016 Egeria Dorina Sitorus; Belinda Putri Permatasari
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.215 KB)

Abstract

Abstrak Eklamsi adalah kelainan akut pada wanita hamil dalam persalinan. Eklamsi sendiri muncul hanya pada wanita hamil dengan tanda-tanda pre-eklamsi yang di tandai kejang, gejala kejang timbul bukan akibat kelainan neurologic Tujuan peneliti ini untuk mengetahui Bagaimana cara penanganan Kegawat daruratan Pada pasien Eklamsi DiRuang VK Lantai. 2 Blok B RSUD Koja Jakarta Utara. , Instrumen penelitian dengan menggunakan metode kuesioner. Teknik pengambilan sampel secara keseluruhan dalam populasi (total sampling). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif . Adapun penelitian ini disajikan dalam bentuk table dan diagram. Hasil penelitian menujukan bahwa Diruang Bidan RSUD Koja Jakarta Utara. Berpendidikan D3 sebanyak 18 responden atau sebesar (60%), D4 sebanyak 11 responden atau sebesar (37%) dan S1 sebanyak 1 responden atau sebesar (3%). Jadi dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Bidan Terhadap Kegawat daruratan Pada Pasien Eklamsi Diruang Vk RSUD Koja Jakarta Utara adalah D3 (60%) 18 responden. Hasil penelitian menujukan bahwa Diruang Bidan RSUD Koja Jakarta Utara. Distribusi lama kerja 0-1 tahun sebanyak 14 responden (47%), 1-5 tahun sebanyak 2 responden (6%) dan 5>10 tahun sebanyak 14 responden (47%). Jadi dapat disimpulkan bahwa lama kerja 0-1 tahun sebanyak 14 responden (47%) dan 5 > 10 tahun sebanyak 14 responden (47%). Hasil penelitian menujukan bahwa Diruang Bidan RSUD Koja Jakarta Utara. Berpengetahuan Baik sebanyak 16 responden (53%), pengetahuan Cukup 13 responden (43%) dan pengetahuan Kurang 3 responden (3%). Jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan Baik sebanyak (53%) 16 responden. Gambaran Tingkat Pengetahuan Bidan Kegawat daruratan Pada Pasien Eklamsi RSUD Koja Jakarta Utara Menurut Pendidikan adalah D3 Bidan (60%) 18 responden, Menurut lama kerja adalah 0-1 tahun (47%) 14 responden dan 5 > 10 (47%) 14 responden, Menurut pengetahuan (53%) 16 responden. Kata kunci : Pengetahuan, Bidan, Kegawat daruratan, Pasien, Eklamsi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DI RT 011/05 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA TENTANG ASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Labora Sitinjak; Dekrinand Ngongo Bolodadi
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): JAKHKJ September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.667 KB)

Abstract

Abstrak Menurut status pekerjaan: responden dengan status bekerja menjawab benar sebanyak 98% dan menjawab salah sebanyak 2%, sedangkan responden tidak bekerja (IRT) menjawab benar sebanyak 96% dan menjawab salah sebanyak 4% tentang ASI Eksklusif, tentang manfaat ASI Eksklusif responden dengan status bekerja menjawab benar sebanyak 84% dan menjawab salah sebanyak 16%, sedangkan responden tidak bekerja (IRT) menjawab benar sebanyak 84% dan menjawab salah sebanyak 16%. Menurut tingkat pendidikan: responden dengan pendidikan SD-SMP menjawab benar sebanyak 98% dan menjawab salah sebanyak 2%, responden dengan pendidikan terakhir SMA-PT menjawab benar sebanyak 98% dan menjawab salah sebanyak 2% tentang ASI Eksklusif, tentang manfaat ASI Ekslusif: responden dengan pendidikan terakhir SD-SMP menjawab benar sebanyak 86% dan menjawab salah sebanyak 14%, sedangkan responden dengan pendidikan terakhir SMA-PT menjawab benar sebanyak 86% dan menjawab salah sebanyak 14%. Kesimpulan secara keseluruhan rata-rata tingkat pengetahuan Ibu menyusui di RT 01/07 Kelurahan Papanggo Jakarta Utara tentang ASI Eksklusif yaitu TINGGI 91%. Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Ibu, ASI Eksklusif, Manfaat ASI Eksklusif
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP RESIKO TERTULAR HIV/AIDS DI KELURAHAN PAPANGGO RT001/RW007 JAKARTA UTARA Egeria Dorina Sitorus; Siti Siti Jihanita
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): JAKHKJ Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.432 KB)

Abstract

Masa remaja merupakan salah satu priode dari perkembangan manusia, masa ini merupakan perubahan atau peralihan dari masa kanak – kanak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologik, perubahan psikologik, dan perubahan sosial. Kiranya tidak dapat di ingkari lagi bahwa keluarga merupakan lingkungan primer hampir setiap individu, sejak ia lahir sampai datang masanya ia meninggalkan rumah untuk membentuk keluarga sendiri oleh sebab itu keluarga harus bisa menyampaikan pengetahuan sekiranya yang dapat menambah wawasan remaja tentang penyakit HIV/AIDS. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengetahuan seorang remaja tentang HIV/AIDS di Kelurhan Papanggo RT01/RW07 Jakarta Utara, sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan sistem acak (random sampling) dimana anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel dari penelitian. Hasil analisa menemukan bahwa dari 20 responden menunjukkan bahwa berdasarkan kategori pengetahuan remaja di Kelurhan Papanggo RT01/RW07 Jakarta Utara menunjukkan bahwa kategori pengetahuan yang sedang (55%), pengetahuan yang tinggi (45%). Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya sumber informasi HIV/AIDS pada remaja.Kata kunci : Pengetahuan, Remaja dan HIV/AIDS.
5 DAMPAK KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS WARAKAS JAKARTA UTARA Fiora Ladesvita; Nabella Khoerunnisa
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 1 (2017): JAKHKJ Maret 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.454 KB)

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi interpersonal yang dilakukan antara perawat dan petugas kesehatan lainnya dengan pasien yang berfokus pada kesembuhan pasien. Perawat dapat melaksanakan komunikasi terapeutik yang efektif, perawat harus memiliki kesadaran diri sendiri, klarifikasi nilai, perasaan dan mampu bertanggung jawab. Perawat yang menggunakan keterampilan komunikasi interpersonalnya untuk mengembangkan hubungan dengan pasien yang akan menghasilkan pemahaman tentang pasien sebagai manusia yang utuh dan akan meningkatkan kepuasan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan gambaran komunikasi terapeutik, gambaran kepuasan pasien, dampak komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Warakas Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, jumlah sampel pada penelitian ini adalah 22 pasien dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Metode pengumpulan data dilakukan secara cross sectional. Hasil penelitian riset keperawatan tentang dampak komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di puskesmas warakas Jakarta utara dengan kategori kepuasan sangat rendah yaitu 36,3% dengan jumlah 22 responden, menurut jenis kelamin, pendidikan maupun kepuasan. Hanya saja masih ada ditemukan komunikasi perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan khususnya di kategori confounding jenis kelamin perempuan lebih tinggi dengan nilai 73%, pendidikan tingkat SMA dengan nilai 45% dan kepuasan pasien masih dalam kategori puas dengan nilai 83% dengan nilai komunikasi terapeutik 68%. Rekomendasi pada penelitian ini adalah agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di puskesmas sehingga memberikan kepuasan bagi pasien, khususnya cara melaksanakan tahap-tahap komunikasi terapeutik secara benar.Kata kunci : Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD DR. DRAJAT PRAWIRANEGARA KABUPATEN SERANG TAHUN 2017 Triana Indrayani
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 4, No 1 (2018): JAKHKJ Maret 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.437 KB)

Abstract

Abstrak Berdasarkan data WHO tahun 2015 bahwa setiap tahunnya wanita yang bersalin meninggal dunia mencapai lebih dari 303.000 orang. Menurut data survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2012 menyebutkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Prevalensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di Indonesia adalah 14,8%. Di RSUD dr. Drajat Prawiranegara prevalensi hiperemesis gravidarum pada ibu hamil pada bulan Januari-Desember 2016 yaitu sebesar 10,8%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hiperemesis gravidarum. Penelitian ini terbatas pada gravida, kehamilan ganda, molahidatidosa dan riwayat penyakit gastritis. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian sebanyak 2580 ibu hamil, dengan sampel sebanyak 400 orang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa status pasien/rekam medik. Data diolah dengan perangkat lunak SPSS versi 15.Variabel yang mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian hiperemesis gravidarum adalah gravida dengan p - value 0,000, kehamilan ganda dengan p - value 0,000. Dari 4 variabel independen yang memiliki hubungan bermakna dengan hiperemesis gravidarum kehamilan yaitu gravida dan kehamilan ganda, dan yang tidak memiliki hubungan bermakna yaitu mola hidatidosa, dan riwayat penyakit gastritis. Diharapkan bidan memberikan penyuluhan untuk pencegahan hiperemesis gravidarum dan agar ibu hamil dapat mengkonsumsi menu seimbang untuk memenuhi kebutuhan bagi ibu dan janinnya. KataKunci : Gravida, Kehamilan ganda, Molahidatidosa, Riwayat penyakit gastritis, Hiperemesis Gravidarum Daftarbacaan : 39 (2007-2016)
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Remaja Mengkonsumsi Rokok Elektrik (Vape) di Wilayah Jakarta Utara Fiora Ladesvita; Evi Agustina
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 3, No 2 (2017): JAKHKJ September 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2712.822 KB)

Abstract

Rokok elektrik merupakan rokok yang beroperasi menggunakan tenaga baterai. Namun, tidak membakar tembakau seperti produk rokok biasa. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru. Electronic cigarette dirancang untuk memberikan  nikotin  tanpa  pembakaran  tembakau dengan tetap  memberikan  sensasi  merokok  pada penggunanya. Saat ini penggunaan rokok elektrik (vape) sedang banyak dibicarakan dan menjadi salah satu pilihan untuk merokok dengan varian rasa yang tersedia. Di antara para pengguna rokok elektrik (vape) adalah remaja yang pada dasarnya merupakan masa-masa ingin mencari dan mencoba hal-hal baru tanpa berpikir rasional. Masa ini merupakan masa  perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa  yang  meliputi  perubahan  biologik,  perubahan  psikologik, dan perubahan sosial. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi remaja memilih rokok elektrik untuk mereka konsumsi, di antaranya adalah faktor teman, internet, orang tua, televisi, buku, dan faktor lain-lain (kepribadian, psikologis, lingkungan, biologis, dan lain-lain). Metode penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara cross sectional. Hasil penelitian ini tentang faktor-faktor yang mempengaruhi remaja mengkonsumsi rokok elektrik (vape) dengan faktor yang paling mempengaruhi  adalah faktor teman dengan rata-rata 5,05 (SD=1,320), selanjutnya adalah faktor orang tua dengan rata-rata 4,92 (SD=1,555), lalu faktor lain-lain (kepribadian, psikologis, lingkungan, biologis, dan lain-lain) dengan rata-rata 4,65 (SD=1,645), kemudian faktor internet dengan rata-rata 4,57 (SD=1,240), selanjutnya yaitu faktor televisi dengan rata-rata 4,08 (SD=1,441), dan terakhir yaitu faktor buku dengan rata-rata 3,37 (SD=1,573).Kata Kunci: Faktor-faktor yang mempengaruhi, Remaja, Rokok elektrik (vape). 
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI RT 01 DAN 02 RW 004 KELURAHAN PEGANGSAAN DUA JAKARTA UTARA, 2014 Egeria Dorina Sitorus; Muhammad Agung Saputra; Yupita Dinan Sari; Zulfiyana Zulfiyana
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 1, No 1 (2015): JAKHKJ Maret 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.396 KB)

Abstract

AbstrakIbu berperan sangat penting dalam kejadian diare pada balita. Ibu adalah sosok yang paling dekat dengan balita. Jika balita terserang diare maka tindakan - tindakan yang ibu ambil akan menentukan perjalanan penyakitnya. Tindakan tersebut dipengaruhi berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan. Pengetahuan ibu mengenai diare, penyebabnya, gejala klinis, pencegahan, dan cara penanganan yang tepat untuk mengatasi diare pada balita berperan penting dalam penurunan angka kematian dan pencegahan kejadian diare serta malnutrisi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit diare pada balita di RT 01 dan RT. 02 RW. 004 Kelurahan Pegangsaan Dua Jakarta Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 50 orang. Pengumpulan data secara cross sectional diperoleh melalui penyebaran angket berupa kuesioner. Penelitian dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi dan diperoleh hasil bahwa dari jumlah responden sebanyak 50 orang.Pada varibel “pengertian” yang benar adalah 78%, variabel “penyebab” yang benar adalah 62%, variabel “tanda dan gejala” yang benar adalah 72%, variabel “penatalaksanaan” yang benar adalah 72% dan variabel “pencegahan” yang benar adalah 78%. Dari data ini rata-rata jawaban yang benar dari responden terhadap pengertian, penyebab, tanda dan gejala, penatalaksanaan, pencegahan, adalah 72%. Data ini membuktikan bahwa pada 50 orang yang dijadikan responden memiliki tingkat pengetahuan sedang.

Page 5 of 20 | Total Record : 196