cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25800566     EISSN : 26219778     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrisocionomics (Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian) memuat naskah hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian. Agrisocionomics diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Agrisocionomics terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
FAKTOR-FAKTOR DALAM KEGIATAN KELOMPOK TANI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI PADI DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG A.K.B Nugroho; Wulan Sumekar; Mukson Mukson
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 1, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.867 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v1i2.1922

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kegiatan penentuan pola usahatani, penyusunan rencana usahatani, penerapan teknologi tepat guna, penumbuhan pola kemitraan, ketaatan atas kesepakatan kelompok, penilaian usahatani, peningkatan kelestarian SDA, pengelolaan usaha kelompok dan perorangan anggota kelompok terhadap produksi. Penelitian menggunakan metode survei dengan lokasi di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Teknik pengambilan sampel kelompok tani dengan menggunakan stratified random sampling, diperoleh 92 kelompok dan masing-masing kelompok diambil 2 (dua) ragam responden yaitu pengurus dan anggota, sehingga jumlah responden sebanyak 184 orang. Analisis faktor-faktor dalam kegiatan kelompok tani dan pengaruhnya terhadap produksi padi menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan penentuan pola usahatani, penyusunan rencana usahatani, penerapan teknologi tepat guna, penumbuhan pola kemitraan, ketaatan atas kesepakatan kelompok, penilaian usahatani, peningkatan kelestarian SDA, pengelolaan usaha kelompok dan perorangan anggota kelompok berpengaruh positif sangat nyata terhadap produksi. Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya penguatan kelembagaan kelompok tani melalui kegiatan penyuluhan.Kata Kunci: peran; kelompok tani; produksi
KAJIAN IMPLEMENTASI PROGRAM CSR PERUSAHAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KEPADA MASYARAKAT DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT John Wardie; Eka Nur Taufik
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.253 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v1i1.1637

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji implementasi Program CSR yang dilaksanakan oleh PT. Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP); dan (2) menganalisis persepsi masyarakat yang bekerja maupun yang tidak bekerja pada perusahaan terhadap implementasi Program CSR yang dilaksanakan oleh PT. GSIP. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penentuan sampel secara acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden dengan penetapan 30 responden masyarakat yang bekerja pada perusahaan dan 30 responden masyarakat yang tidak bekerja pada perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program CSR perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. GSIP kepada masyarakat sebagian besar berfokus pada bantuan bidang ekonomi, sosial budaya dan lingkungan, sedangkan bantuan bidang pendidikan dan kesehatan masih kurang karena perusahaan menganggap bahwa bidang pendidikan dan kesehatan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah. Selanjutnya persepsi masyarakat terhadap Program CSR yang dilaksanakan oleh PT. GSIP bahwa masyarakat yang bekerja pada perusahaan berkategori “sesuai” dengan skor 196,40, sedangkan untuk masyarakat yang tidak bekerja pada perusahaan berkategori “raguragu” dengan skor 153,23. Hal ini dibuktikan pula dengan hasil analisis uji-t yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara persepsi masyarakat yang bekerja pada perusahaan dan masyarakat yang tidak bekerja pada perusahaan terhadap implementasi Program CSR perusahaan. Karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kegiatan CSR, sehingga masyarakat menilai bahwa kontribusi dari keberadaan perusahaan dalam implementasi Program CSR belum sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan.Kata Kunci: Program CSR; perusahaan; kelapa sawit
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PRODUKSI PADA PETANI PADI DI KECAMATAN CIMANGGU KABUPATEN CILACAP Muhammad Luthfie Fadhilah; Bambang Trisetyo Eddy; Siwi Gayatri
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.583 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v2i1.1327

Abstract

ABSTRAK             Tujuan dari penelitian ini untuk 1) mengukur tingkat produksi padi pada petani, 2) mengukur tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam penerapan sistem agribisnis pada petani padi, 3) menganalisis pengaruh tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan penerapan sistem agribisnis terhadap produksi. Penelitian dilaksanakan pada 25 Januari sampai 28 Februari 2017 di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan jumlah responden 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). produksi padi sebesar 6,71 ton/ha, 2) tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani masuk dalam kriteria tinggi, 3) variabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan berpengaruh nyata secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap produksi. Kata Kunci : Pengetahuan; Sikap; Keterampilan; Produksi; Padi.  ABSTRACT                   The aims of the study were to 1) measure the level of rice production of the farmers 2) measure the level of knowledges, attitudes and skills in the application of agribusiness system, 3) analyze the influence of knowledges, attitudes and skills of applying agribusiness system to production. The research was conducted in 25 January 2017 to 28 February 2017 in the Subdistrict Cimanggu, Cilacap Regency. Methods used in this research was a survey method with 100 respondents. The data were collected using questionnaires, interviews, and observations while the data analysis techniques using descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The research results showed that 1) rice production of 6,71 ha/ton, 2) the knowledge , attitudes and skill farmers are in high criteria, 3) knowledge variable, attitude, and skill had a significant influence both in simultaneously and partially on the rice production.  Keywords: knowledges, attitudes, skills, production, rice
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI KETELA POHON DI KECAMATAN TLOGOWUNGU KABUPATEN PATI Arifatul Luthfiah; Mukson Mukson; Agus Setiadi
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 1, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.371 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v1i2.1876

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh jumlah penggunaan faktor-faktor produksi (luas lahan, bibit, pupuk organik, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida dan tenagakerja) terhadap jumlah produksi usahatani ketela pohon dan menganalisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani ketela pohon di Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati.  Penelitian menggunakan metode survei. Metode penentuan lokasi penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Jumlah sampel dihitng menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sebanyak 91 responden, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas yang kemudian ditransfomasi kedalam regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak faktor produksi ketela pohon (luas lahan (X1), bibit (X2), pupuk organik (X3), pupuk urea (X4), pupuk phonska (X5), pestisida (X6) dan tenaga kerja (X7) berpengaruh nyata terhadap jumlah produksi ketela pohon. Penggunaan Faktor-faktor produksi luas lahan secara parsial berpengaruh sangat nyata, bibit dan pupuk phonska berpengaruh nyata terhadap produksi ketela pohon sedangkan pupuk organik, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap jumlah produksi ketela pohon. Penggunaan lahan, bibit, pupuk organik, pupuk phonska dan pestisida belum mencapai efisiensi ekonomi sedangkan penggunaan faktor produksi pupuk urea dan tenaga kerja tidak efisien secara ekonomi.Kata Kunci: efisiensi ekonomi; faktor produksi; ketela pohon;usahatani
ANALISIS KONJOIN PREFERENSI KONSUMEN SAYURAN HIDROPONIK AGROFARM BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG Talasi Ruqaya Yasmin; Wahyu Dyah Prastiwi; Migie Handayani
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.72 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v1i1.1643

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat preferensi dan urutan kepentingan konsumen terhadap sayuran hidroponik di Hidroponik Agrofarm Bandungan. Sebanyak 100 orang responden konsumen hidroponik di Agrofarm Bandungan yang merupakan konsumen lama dan baru, terpilih untuk menjawab pertanyaan dalam kuesioner. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode penentuan lokasi menggunakan metode purposive. Metode penentuan responden menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner terstruktur. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis Konjoin dengan kombinasi sebanyak 24 atribut. Berdasarkan hasil penelitian sayuran hidroponik yang paling disukai konsumen adalah jenis Salada Locarno. Urutan preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik yang paling diprioritaskan oleh konsumen berturut-turut adalah fisik, warna, tingkat kesegaran, dan harga sayuran.Kata kunci: Sayuran hidroponik; preferensi konsumen; analisis konjoin
EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI, PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DAN JAGUNG LOKAL DI KECAMATAN KEMUSUK, KABUPATEN BOYOLALI Ari Wahyuningsih; Bambang Mulyatno Setiyawan; B A Kristanto
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.939 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v2i1.2672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (i) menganalisis faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung (ii) menganalisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor produksi usahatani jagung, dan (iii) menganalisis pendapatan usahatani jagung. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali dengan metode survei dan jumlah responden sebanyak 175 petani jagung. Hasil analisis dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas menunjukkan bahwa variabel jumlah benih, pupuk NPK, tenaga kerja, usia petani, pengalaman petani bertani jagung, dan dummy varietas jagung hibrida berpengaruh nyata terhadap produksi jagung hibrida. Produksi jagung lokal secara nyata dipengaruhi oleh faktor produksi benih, pupuk kandang, pupuk NPK, dan tenaga kerja. Secara ekonomi penggunaan variabel benih, pupuk kandang, pupuk NPK dan pupuk SP36 pada usahatani jagung hibrida belum efisien, dan penggunaan variabel pupuk Urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien. Penggunaan variabel benih, pupuk kandang, dan pupuk NPK pada usahatani jagung lokal belum efisien, penggunaan pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja tidak efisien. Usahatani jagung di Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali menguntungkan, hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara pendapatan usahatani jagung hibrida dan jagung lokal.Kata kunci: efisiensi; pendapatan; usahatani; jagung.
ANALISIS TATANIAGA KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG Muhammad Khevin Utama; Wiludjeng Roessali; Wahyu Dyah Prastiwi
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.837 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v2i2.2317

Abstract

The objectives of the research were 1) Identifying of marketing channels on each marketing institutions 2) Identifiying marketing functions which performed by each marketing institutions 3) Analyzing of marketing margins on each marketing channels 4) Analyzing farmer’s share which performed by each marketing institutions on Sumowono District. The research was conducted in March 2017 until April 2017. The methodology and collecting data was executed through survey, observation, and interview using quetionnaire.The research was held in Sumowono District which the most productive of coffee on Semarang Regency. The location of research were held on 3 villages which were Pledokan’s Village, Ngadikerso’s Village and Kebonagung’s Village, those villages were chosen because that 3 village were guided by Balai Penyuluh Petanian in Sumowono District. The respondents consisted of farmers and traders Robusta coffee. Respondent farmers are 30 respondents which determined by Multistage Sampling. Respondents traders and agent are 15 respondents which determined by Accidental Sampling. The result of research was showed that there are four channels trading system that happened in Sumowono District which are (I) Farmer – Whole Saler – Traders Expoters (II) Farmer – Traders Village – Retail – Consumer (III) Farmer – Traders Village – Whole Saler – Retail – Traders Exporters (IV) Farmer – Traders Village – Whole Saler – Retail – Consumer. Each marketing institutions perform a difference of marketings function.  Marketing’s margin and farmer’s share’s value of the analysis on marketing’s channel I are equal Rp. 5.983,00 and 80,70%, channel II are equal Rp. 6.912,00 and 78%, channel III are equal Rp. 8.918,00 and 74% and channel IV are equal Rp. 10.000,00 and 71%, as well the most efficient marketing channel is channel I. Keyword : farmer’s share; function; coffee; channel; marketing.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN ANGGOTA TERHADAP PELAYANAN PADA KOPERASI GARDU TANI DI DESA KETAPANG, KECAMATAN SUSUKAN, KABUPATEN SEMARANG Bunga Anadesta Hanri Putri; Bambang Trisetyo Eddy; Tutik Dalmiyatun
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.816 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v2i2.2172

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasaan anggota koperasi terhadap pelayanan Koperasi Gardu Tani di Paguyuban Al-Barokah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2017 di Paguyuban Al-Barokah, Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survai. Metode dalam penentuan lokasi penelitian adalah secara purposive, pemilihan responden dilakukan secara acak (Simple Random Sampling), sedangkan jumlah responden yang ditentukan 77 orang menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis IPA (Important Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index). Berdasarkan analisis IPA, atribut yang masih perlu ditingkatkan koperasi seperti kelengkapan fasilitas koperasi (Atribut Bukti Nyata), ketepatan waktu dalam mendapatkan uang hasil penjualan (AtributKehandalan), ketrampilan atau pengetahuan pengurus (Atribut Jaminan), sanksi untuk anggota yang tidak mematuhi peraturan koperasi (AtributDaya t) dan bantuan sosial seperti biaya rumah sakit bila ada anggota yang sakit (Dimensi Perhatian). Sedangkan berdasarkan perhitungan, CSI keseluruhan mencapai nilai77,40 % dalamrentangskala61-80 % sehingga dapat dikatakan anggota merasa puas terhadap kinerja yang diberikan koperasi.Kata Kunci : Kepuasan Anggota; Important Performance Analysis(IPA); Customer Satisfaction Index (CSI).
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI PADA GAPOKTAN SUMBER MULYO DESA BANJARAN KECAMATAN BANGSRI, KABUPATEN JEPARA Dinda Ayu Sekarnurani; Migie Handayani; Agus Setiadi
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.581 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v2i2.2847

Abstract

ABSTRACTThe purposes of this research were to find out  the amount of income  and the factors that influence the income of Gapoktan Sumber Mulyo’s farmers. This research was done on January until February of 2017 in Banjaran Village, Bangsri Sub-District, Jepara Regency. The research method that used was survey method by doing a direct interview based on the available questionaire. There were 80 farmers that were selected randomly to be the respondent sample of this research. The research’s results showed the average income of farmers was Rp 4.369.956,-. The average of monthly income was Rp 1.092.489,- which is lower than  regional minimum wage of Jepara District. Cultivation of rice done by farmers was considered as profitable bussiness because the average of profitability is higher than the loan interest at of Sumber Mulyo Cooperative. The factors which influence farmer’s income were cost of seed (X1) and cost of fertilizer (X2). Meanwhile, the cost of drug (X3) and labour (X4) were not factors that affect Gapoktan Sumber Mulyo farmers’ income. Keywords : Farmer’s Income, Paddy.
PENGARUH KINERJA BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) DAN PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN MAGELANG Fitrin Yunita; Sriroso Satmoko; Wiludjeng Roessali
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 2, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.201 KB) | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v2i2.2986

Abstract

This study aims to analyze the performance of agricultural extension centers, analyzing the application of PTT technology of rice, as well as analyzing the performance of Agricultural Extension Centers (BPP) in influencing the adoption of PTT and rice production in the district of Magelang. The basic method of research is quantitative descriptive survey approach. Exogenous variables in this study were BPP performance, while the endogenous variable is the adoption of PTT and rice production. The population in this study is 21 BPP in Magelang. The sampling technique used method purposive sampling.  Respondents in this study a number of agricultural extension 148 and 148 farmers. Data collection techniques by observation and interviews. Analysis of the data used is Path Analysis.  The results showed that the performance including the BPP in either category. Adoption PTT Rice in Magelang District including the high category. Production of rice in Magelang included in the category increased. BPP performance significantly influence farmers' adoption. Adoption PTT of Rice in Magelang Regency significantly affect rice production. BPP performance in Magelang significantly affect rice production. Increasing rice production would be done if supported by the performance of BPP and implementation optimal PTT of rice, the BPP's role should be improved through capacity building extension, the provision of infrastructure and funding to support the program in order to increase rice production, especially in the district of Magelang. Keywords: Agriculture Extension Centers (BPP); Adoption PTT of Rice; Production

Page 3 of 38 | Total Record : 371