cover
Contact Name
Prof. Dr. Widayat, ST., MT.
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pkh@live.undip.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian Halal Universitas Diponegoro UPT Lab Terpadu Lt 3 Jl. Prof. Sudarto SH. Tembalang 50275 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesia Journal of Halal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2623162X     EISSN : 26564963     DOI : https://doi.org/10.14710/halal
The Indonesian Journal of Halal (IJH) accepts articles in bahasa and English by lifting up several topics of halal studies such as Halal Management, Halal Law, Halal Economic Studies. halal products, services, tourism and Sharia. Other topics can be related to halal products and processes such as; Food Technology, Process Technology, Pharmacy, Cosmetics, Drugs, Slaughtering and Meat as well as matters correlated with halal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Implementasi Jaminan Produk Halal Bagi Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia dan Saudagar Muhammadiyah Kota Semarang Hadiyanto, H.; Widayat, Widayat; Sulardjaka, Sulardjaka; Al-Baari, Ahmad N
Indonesia Journal of Halal Vol 4, No 2 (2021): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v4i2.14688

Abstract

Usaha kecil baik rumah makan atau warung makan juga harus menyajikan produk-produk yang terjamin kehalalannya. Departemen agama telah menetapkan 5 langkah kebijakan halal untuk menjamin kehalalan produk pangan, obat-obatan dan kosmetik yaitu dari segi bahan (zatnya), proses produksi, penyimpanan, distribusi dan penyajian, sebagaimana tercantum di dalam Undang- undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pengabdian ini.bermaksud untuk mengatasi permasalahan pada UKM yaitu belum memiliki sertifikasi halal, belum adanya penyelia halal dari UKM, belum adanya penngetahuan tentang Manajemen Jaminan halal dan bagaimana proses sertifikasi halal itu sendiri. Untuk memperoleh sertifikasi halal, kegiatan diawali dengan bimbingan teknis sertifikasi halal, menyiapkan.berkas.penunjang.untuk.mendapatkan.sertifikat.halal,.sampai telah terbitnya sertifikasi halal produk.  Yang utamanya adalah.tanggung jawab para pengusaha dalam menjalankan Jaminan Halal untuk seterusnya.
IDENTIFIKASI TITIK KRITIS KEHALALAN BAHAN PANGAN PRODUK DODOL SALAK DI SARISA MERAPI KECAMATAN PAKEM, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Habibah, Mutiara; Juwitaningtyas, Titisari
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 2 (2022): Indonesian Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i2.15454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik kritis kehalalan bahan pangan yang digunakan dalam pembuatan dodol salak di Sarisa Merapi. Metode pengambilan data yang digunakan ialah dengan pengamatan, praktik lapangan langsung, studi literatur dan dokumentasi. Adapun acuan yang digunakan dalam penetapan kehalalan bahan pangan ialah Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal dan Surat Keputusan LPPOM MUI nomor SK07/Dir/LPPOM MUI/I/13 Daftar Bahan Tidak Kritis (Halal Positive List of Materials). Hasil yang diperoleh dari kerja praktik ini menunjukkan terdapat bahan pangan yang menjadi titik kritis kehalalan produk yaitu pada perisa vanili bubuk dan juga gula pasir yang digunakan. Adapun pada proses pengolahan yang menjadi titik kritis kehalalan adalah proses pemasakan dan pendinginan, proses pengemasan dan proses pencucian. Pada proses pengolahan berpotensi terkontaminasi cemaran fisik dan kimia.
Optimization of Halal Product Process Companions in Accelerating Halal Certification in Indonesian MSME Products Fatchurrohman, M; Nuha, Muhammad Ulin
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 2 (2022): Indonesian Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i2.16229

Abstract

Indonesia's economic growth has entered a positive path as can be seen from the improvement on the demand side and growth from the supply side. Various improvements in leading indicators at the beginning of 2022 indicate a good economic outlook for Indonesia in the future. The continued increase in the Consumer Confidence Index (CCI) also indicates an increasing recovery in public confidence in carrying out economic activities. Meanwhile, the global economy in 2022 is projected to continue the recovery trend and will rely on the transition of the pandemic to endemic. The International Monetary Fund (IMF) projects global economic growth of 4.4%. The Indonesian government itself targets Indonesia's economic growth in 2022 at 5.2% (yoy)).      The development of product processing technology today makes it difficult for us to distinguish which ones are halal and haram, so it is necessary to ensure that the materials used are clearly traceability and guarantee halalness. Halal Product Process (HPP) is a series of activities to ensure the halalness of products which include the provision of materials, processing, storage, packaging, distribution, sale, and presentation of products. HPP companion in this case are in charge of assisting Micro, Small and Medium Enterprises (MSME) actors in fulfilling product halal requirements, in order to carry out halal certification obligations. The position of a halal product process (HPP) companion who is also an extension officer is very important in assisting the halal certification process for MSMEs. Their knowledge, example and experience must be integrated with the needs of MSMEs who will manage halal certification in their products. A companion or extension worker is a person who works as an adviser, idea giver, lightener, guide and director. HPP companion are required to build public confidence about the importance of halal and good food and the dangers of non-halal food for health in order to encourage the development of MSMEs to become one of the sources of regional and national economic growth.
Analisa Program Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Dalam Memfasilitasi Sertifikat Halal Bagi Umkm di Surakarta Athief, Fauzul Hanif Noor; Rizki, Darlin; Muslimah, Ashri Ainin Bashiri
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 2 (2022): Indonesian Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i2.14921

Abstract

Penelitian ini difokuskan kepada program atau layanan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Surakarta yang berwenang dalam mengatur dan mengelola UMKM supaya memperoleh jaminan berupa sertifikasi halal. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara wawancara kepada pihak terkait yakni Dinas Koperasi dan UKM dan pelaku UMKM sebagai alat penelitian serta melakukan observasi secara langsung di lokasi penelitian. Selanjutnya mengadakan analisis terhadap data hingga diperoleh kesimpulan mengenai program sertifikasi halal yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Surakarta. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam memfasilitasi halal pihak Dinas Koperasi dan UKM memiliki serangkaian prosedur formil yang harus ditempuh bagi UMKM. Realisasi program masih kurang, disebabkan kurangnya sosialisasi di masyarakat dan terdapat kendala non-teknis disebabkan pandemi Covid-19. Respon pelaku UMKM sangat beragam, 4 orang dalam status menunggu instruksi Dinas Koperasi, 2 orang menganggap mengurus sertifikasi halal menyita waktu, 1 orang tidak mau karena prosedur yang rumit dan 2 orang tertarik mengurus karena lokasi usaha yang strategis.
Sertifikasi Halal Dan Pendampingan Plemtasi Sistem Jaminan Halal Pada Ukm Yebishu Snack Suzery, Meiny; Agustini, Tri Winarni; Widayat, W; Cahyono, Bambang
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 1 (2022): Indonesia Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i1.16792

Abstract

Departemen agama telah menetapkan 5 langkah kebijakan halal untuk menjamin kehalalan produk pangan, obat-obatan dan kosmetik yaitu dari segi bahan (zatnya), proses produksi, penyimpanan, distribusi dan penyajian, sebagaimana tercantum di dalam Undang- undang No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permalahan dari UKM yaitu belum memiliki sertifikasi halal, belum adanya penyelia halal dari UKM, belum adanya penngetahuan tentang Manajemen Jaminan halal dan bagaimana proses sertifikasi halal itu sendiri. Untuk memperoleh sertifikasi halal, kegiatan diawali dengan bimbingan teknis sertifikasi halal, penyiapan dokumen-dokumen pendukung untuk memperoleh sertifikasi halal, implementasi sistem jaminan halal, pendaftaran sertifikasi halal, dan proses auditing oleh adutor halal, serta sidang fatwa dan penerbitan sertifikat halal. Kegiatan ini telah berhasil melakukan pendampingan sampai terbit sertifikat halal. Hal yang perlu diperhatiakan adalah komitmen dari pelaku usaha dalam implemntasi Sistem Jaminan Halal.
Potential Of Solid Waste Conversion Into Gelatin In The Fisheries Industry Of Indonesia Priyosetyoko, Priyosetyoko; Widayat, W; Suzery, Meiny; Agustini, Tri Winarni
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 2 (2022): Indonesian Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i2.16719

Abstract

There has been an increase in aquaculture production in Indonesia from 2015 to 2019, which is 62.31%. Statistics Indonesia showed an increase in commodities for capture fisheries and aquaculture, namely 7.94% and 28.87%, while there was a decrease in fresh or cold fillet fish commodities, namely -6.89%, referring to data from January to June 2021 compared to the previous quarter of 2020. The development of fishery processing industries such as fish fillets, leaving waste in the form of skin, bones, fins, scales, heads, offal, and liquid. The remaining waste, if not managed properly, can have negative effects on the environment. One of the researches on the utilization of fish meat processing industrial waste is to make gelatin. Gelatin is a product of the hydrolysis of collagen from animal skin or bones. Gelatin from fish needs to be developed because it is a halal product. Gelatin hydrolysis can be carried out under acidic, alkaline, and enzymatic conditions. In the filtration process of making gelatin sheets, there is a by-product in the form of liquid gelatin. Research on the purification of polypeptides from gelatin from fish has been widely carried out. Polypeptides have benefits in the fields of cosmetics and medical health. In general, glycine in fish gelatin is higher than in mammals, while proline is the opposite. Research related to the purification of glycine from fish gelatin is interesting because it is viewed from the point of view of the benefits of biomolecular science and aspects of Indonesia's natural resources. Keywords: Waste; Gelatin; Polypeptides; Glycine
Evaluasi Perancangan Pengering Surya Hibrid untuk Produk Pertanian dan Pangan Suherman, S; Widayat, W; Silviana, Silviana
Indonesia Journal of Halal Vol 5, No 2 (2022): Indonesian Journal of Halal
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v5i2.16801

Abstract

Salah satu aspek penting dalam ketahanan pangan adalah sistem pengolahan pasca panen untuk mempertahankan masa simpan produk pertanian dan pangan. Pengeringan adalah salah satu pendekatan tertua dan paling efisien untuk tujuan tersebut. Potensi energi matahari yang sangat besar di Indonesia menjadikan teknologi pengering surya hybrid sangat potensial untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini, perancangan dan evaluasi terhadap pengering surya hibrid untuk produk pertanian dan  pangan, baik sekala lab maupun sekala industri akan dilakukan. Dalam penelitian ini produk pertanian yang digunakan sebagai bahan pengujian adalah jahe, sohun, chip mocaf, dan bawang merah. Parameter yang digunakan untuk mengukur kinerja alat pengering adalah kurva pengeringan, dan efisiensi alat pengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan pengering surya langsung hibrid Gas LPG, pengering surya tak langsung hibrid Gas LPG, dan pengering surya langsung hibrid Biomass, telah berhasil dan bisa mengeringkan produk pangan dan pertanian, dalam hal ini jahe, chip mocaf, dan bawang merah. Kadar air produk pangan dan pertanian yang dikeringkan telah memenuhi standar. Efisiensi alat pengering semakin menurun dengan bertambahnya waktu proses pengeringan. Abstract [Title: Design Evaluation of Hybrid Solar Dryer for Agricultural and Food Products] One important aspect of food security is the post-harvest processing system to maintain the shelf life of agricultural and food products. Drying is one of the oldest and most efficient approaches for the purpose. The enormous potential for solar energy in Indonesia makes hybrid solar dryer technology very potential to be developed. In this research, the design and evaluation of hybrid solar dryers for agricultural and food products, both on a lab scale and on an industrial scale, will be carried out. In this study the agricultural products used as test materials were ginger, vermicelli, mocaf chips, and shallots. The parameters used to measure the performance of the dryer are the drying curve and the efficiency of the dryer. The results showed that the design of LPG gas hybrid direct solar dryer, LPG gas hybrid indirect solar dryer, and Biomass hybrid direct solar dryer, has been successful and can dry food and agricultural products, in this case ginger, mocaf chips, and shallots. The moisture content of dried food and agricultural products meets the standards. The efficiency of the dryer decreases with increasing drying time. 
Peran Halal Media Japan Dalam Mempromosikan Halal Ala Jepang Imelda, Shelly Maulidina
Indonesia Journal of Halal Vol 6, No 1 (2023): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v6i1.17116

Abstract

Jepang merupakan negara dengan jumlah populasi muslim yang rendah. Menjadi negara dengan minoritas muslim bukan penghalang Jepang untuk mengembangkan industri halal. Dengan potensi yang dimiliki, upaya pengembangan industri halal tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun aktor non Pemerintah yang salah satunya yaitu Peran Halal Media Japan. Halal Media Japan merupakan media pertama yang mempelopori penyebaran informasi tentang halal dan muslim friendly. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran Halal Media Japan dalam menginformasikan halal di Jepang dan mempromosikan Jepang sebagai negara muslim friendly. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang mana peneliti ingin memberikan deskripsi, penjelasan, dan validasi mengenai fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Halal Media Japan menjadi media yang memiliki peran besar bagi pengembangan industri halal di Jepang. Hal ini ditunjukkan dari upaya Halal Media Japan yang terus gencar menginformasikan dan mempromosikan halal Ala Jepang melalui akun instagramnya. Beberapa upaya yang dilakukan seperti penyajian informasi tentang rekomendasi tempat dan makanan halal, live instagram yang rutin dilaksanakan dalam dua minggu sekali, penyediaan lembar komunikasi dalam bahasa Inggris dan Jepang, pemanfaatan influencer muslim Jepang, menjadi media partner Halal Expo Japan sejak 2014, hingga berkolaborasi dengan perusahan besar di Jepang untuk mengembangkan Halal Gourmet Japan apps dan Japan Masjid Finder apps. Japan is a country with a low Muslim population. Being a country with a Muslim minority is not a barrier for Japan to develop the halal industry. With its potential, efforts to develop the halal industry are not only carried out by the government but non-government actors, one of which is the role of Halal Media Japan. Halal Media Japan is the first media that pioneered the dissemination of information about halal and Muslim friendly. Thus this study aims to describe the role of Halal Media Japan in informing halal in Japan and promoting Japan as a Muslim-friendly country. The method used in this study is descriptive qualitative in which the researcher wants to provide a description, explanation, and validation of the phenomenon being studied. The results of the study show that Halal Media Japan is a media that has a big role in the development of the halal industry in Japan. This is shown by the efforts of Halal Media Japan which continues to intensively inform and promote Japanese-style halal through its Instagram account. Several efforts have been made such as presenting information about recommendations for halal places and food, live Instagram which is routinely held every two weeks, providing communication sheets in English and Japanese, utilizing Japanese Muslim influencers, becoming a media partner for Halal Expo Japan since 2014, and collaborating with large companies in Japan to develop Halal Gourmet Japan apps and Japan Masjid Finder apps.
Pengembangan Industri Pariwisata Halal Di Jepang Dalam Rangka Menarik Wisatawan Muslim Damayanti, Kirana Ayu
Indonesia Journal of Halal Vol 6, No 1 (2023): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v6i1.17127

Abstract

Kajian ini berfokus pada Jepang dalam rangka mengembangkan industri wisata halal di negaranya yang juga merupakan negara non muslim. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk menarik minat turis asing berkunjung ke Jepang. Di sisi lain, Jepang menghadapi sejumlah kesulitan dalam mencapai tujuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan Jepang dalam mengembangkan industri wisata halal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Temuan studi menunjukkan bahwa Jepang telah berhasil menggunakan kebijakannya, yaitu nation branding, untuk menarik wisatawan Muslim berkunjung ke negaranya dan mendapatkan keuntungan bagi perekonomian domestik Jepang. Tak hanya itu, Jepang juga sukses menerapkan konsep Omonetashi untuk menciptakan citra positif untuk melayani wisatawan Jepang yang sedang berkunjung ke negaranya.
INDUSTRI HALAL FASHION: STUDI KASUS AYYSEE COLLECTION SURABAYA DALAM MELAKUKAN EKSPOR MELALUI MARKETPLACE DI MALAYSIA DAN SINGAPURA Rusdah, Arini
Indonesia Journal of Halal Vol 6, No 1 (2023): IJH
Publisher : Pusat Kajian Halal Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/halal.v6i1.17139

Abstract

Dalam penelitian ini industri halal fashion Indonesia mengalami kemajuan yang pesat. Banyaknya hijabers di Indonesia secara tidak langsung telah menjadikan Indonesia sebagai trendsetter fashion muslim di dunia dan membuat banyak orang tertarik untuk memakai hijab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi secara langsung. Hadirnya Ayysee Collection sebagai salah satu bisnis yang bergerak dibidang fashion halal berupaya untuk meningkatkan industri halal di Indonesia serta memiliki prinsip dan semangat "Bringing you to the modest solution" untuk menjawab persoalan urgen para hijabers serta memberikan solusi kepada perempuan muslimah atau para hijabers dalam mencari busana muslim yang fashionable, nyaman, dan tentunya terjangkau serta sesuai dengan syariat islam. Dengan menggunakan konsep fashion halal dalam Al-Qur’an dengan tiga kriteria yakni aurat, etika bisnis, dan tujuan hukum islam Ayysee Collection telah memenuhi hal tersebut yang tentunya sesuai dengan syariat islam. Dari hasil ekspor dan penjualan Ayysee di setiap tahunnya juga terus mengalami peningkatan. Keberhasilan strategi utama Ayysee dalam mengembangkan ekspor yakni dengan melalui marketplace Shopee ekspor, serta implementasinya dalam membuat inner hatory sebagai hijab multifungsi yang banyak diminati di Malaysia dan Singapura. Akan tetapi dalam bisnis fashion halal ini juga terdapat problematika yang dimana dalam tingkat kehalalan, Ayysee tidak berani menjamin secara seratus persen pada bahan hijab yang terbuat dari kain karena pada dasarnya kain tersebut adalah produk dari pabrik. Kemudian bisnis fashion halal yang digeluti oleh Ayysee Collection juga tidak terdapat campur tangan dari pemerintah yakni dari segi pembiayaan, dan pendistribusian, serta kurangnya pendampingan pemerintah. Sehingga dalam hal mengatasi persoalan tersebut peneliti memberikan solusi dengan cara pihak Ayysee dapat mengecek dan memastikan secara langsung di perusahaan tempat mengambil produk kain apakah telah memperoleh sertifikasi halal dari MUI, serta untuk mengatasi persoalan yang kedua terkait pemerintah, Ayysee dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah untuk mengajukan bantuan BPUM

Page 6 of 10 | Total Record : 93