cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 25276751     EISSN : 25410083     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Morfoanatomi Daun Jambu Air (Syzygium samarangense) var. Demak Normal dan Terserang Hama Ulat Hadyani Millati Hanifa; Sri Haryanti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.24-29

Abstract

Jenis jambu air yang banyak ditanam yaitu  Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). Jambu Citra yang berasal dari daerah Demak adalah yang paling diminati masyarakat, karena buahnya besar dan perawatan tanamannya mudah. Meskipun demikian keberadaan hama pengganggu tanaman tidak jarang dijumpai, sehingga menyerang daun dan buahnya. Akibat serangan hama produktivitas buah menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati perbedaan morfologi dan anatomi antara daun yang normal dengan daun yang terserang hama. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2013 dengan  wawancara, observasi, studi pustaka dan  praktik di laboratorium yaitu pembuatan preparat irisan melintang daun metode semipermanen dan replika. Pengamatan parameter daun normal dan yang terserang hama dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dan anatomi daun jambu normal berbeda dengan yang terserang hama. Daun yang normal berbentuk lonjong dengan ujung meruncing tersusun oleh jaringan epidermis atas dan bawah, palisade dan spons parenkim serta berkas pengangkut. Daun yang terserang hama bentuknya ada yang tidak teratur, berkerut, helaian tidak rata, menggulung atau warna helaian kecoklatan atau hitam. Secara anatomis  ada yang epidermisnya hilang/rusak, palisade rusak membentuk rongga-rongga, spons parenkim atau berkas pengangkut  rusak atau helaiannya berlubang, sehingga mengurangi fungsi daun dalam proses fotosintesis. Kata kunci : daun; normal; terserang hama; anatomi
Indikasi Cekaman Gulma Bidens Pilosa L. Akibat Perlakuan Perasan Pilea Microphylla L. Elisabeth Sabitini Siagian; Sri Darmanti; Rini Budihastuti
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.198-204

Abstract

Bidens pilosa L. merupakan salah satu tanaman gulma yang biasa ditemukan di daerah perkebunan yang mengganggu tanaman budidaya. Pilea microphylla L merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai herbisida alami untuk pengendali gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian alelokimia perasan Pilea microphylla L. terhadap akumulasi superoksida dan pertumbuhan vegetatif Bidens pilosa L. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu konsentrasi perasan alelokimia Pilea microphylla L yaitu 0%; 12,5%; 25%; 37,5% dan 50%. Data dianalisis dengan Analisys of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi perasan alelokimia Pilea microphylla L. semakin meningkatkan akumulasi superoksida dan menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar dan bobot kering tanaman, bobot segar dan bobot kering akar, bobot segar dan bobot kering batang, bobot segar dan bobot kering daun serta rasio tajuk akar. Kata kunci : Bidens pilosa L.; alelokimia; Pilea microphylla,L.; superoksida; pertumbuhan vegetatif
Kadar High Density Lipoprotein (HDL) Telur Puyuh Jepang (Coturnix japonica L.) setelah Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma longa L.) pada Pakan Muhammad Hisyam Zulhaidar; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.67-71

Abstract

Telur puyuh memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan jenis telur yang lain, namun kadar High Density Lipoprotein (HDL) di dalamnya tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kadar HDL telur puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) yang diproduksi setelah pemberian suplemen serbuk kunyit dalam pakan sebelum masak kelamin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 ekor puyuh betina yang dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. P0: kontrol. P1: kelompok perlakuan yang diberi suplemen serbuk kunyit dengan dosis 54 mg/ekor/hari. P2: kelompok perlakuan yang diberi suplemen serbuk kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari. Perlakuan dimulai saat puyuh berusia 14 hari dan berlangsung selama 30 hari. Parameter yang diamati adalah kadar HDL telur puyuh, bobot kuning telur, dan konsumsi pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen serbuk kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari terhadap kadar HDL telur puyuh kontrol (P0) dan P1 menunjukan hasil yang berbeda nyata, namun berbeda tidak nyata terhadap konsumsi pakan, dan bobot kuning telur. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian suplemen serbuk kunyit dengan dosis 108 mg/ekor/hari dapat meningkatkan kadar HDL yang terkandung di dalam telur puyuh jepang. Kata kunci : HDL; kuning telur; puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica L.); serbuk kunyit (Curcuma longa L.)
Pertumbuhan Puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) Setelah Pemeliharaan dengan Cahaya Monokromatik Norma Winata; Koen Praseno; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.134-139

Abstract

Puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) merupakan salah satu jenis aves yang memiliki produktivitas tinggi dengan masa pemeliharaan yang relatif singkat. Puyuh memiliki dua fase pemeliharaan, yaitu fase pertumbuhan dan fase produksi. Pertumbuhan puyuh dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Cahaya merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan aves. Proses pertumbuhan seperti pertambahan bobot dan ukuran tubuh serta pola tingkah laku makan dipengaruhi oleh sistem hormonal yang diregulasi oleh cahaya. Penelitian ini bertujuan melihat potensi cahaya monokromatik terhadap pertumbuhan puyuh. Metode yang digunakan adalah pencahayaan monokromatik sebagai perlakuan dalam 3 warna, yaitu merah, hijau, dan biru, serta kontrol sebagai pembanding menggunakan lampu pijar. Perlakuan dimulai pada saat puyuh berusia 4 minggu sampai 12 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA), karena terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Parameter dalam penelitian ini adalah bobot tubuh, pertambahan bobot tubuh, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nyata pada bobot tubuh puyuh dan pertambahan bobot tubuh dari perlakuan cahaya monokromatik terhadap kontrol. Simpulan dari penelitian ini adalah pencahayaan dengan cahaya monokromatik warna hijau lebih berpotensi meningkatkan pertumbuhan puyuh. Kata kunci : puyuh (Coturnix coturnix japonica L.); pertumbuhan; cahaya monokromatik
Bobot Badan Mencit (Mus musculus L.) setelah Pemberian Ekstrak Ethanol Daun Nimba (Azadirachta indica) Secara Oral Selama 21 Hari Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.133-139

Abstract

Penggunaan Nimba sebagai tanaman obat perlu dikaji dengan lebih teliti karena memiliki beberapa senyawa yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan ekstrak ethanol daun A. indica sebagai bahan obat herbal terhadap perubahan bobot badan  mencit jantan. Ekstraksi daun Nimba dilakukan  dengan teknik maserasi menggunakan ethanol 70%. Dua puluh empat mencit Swiss Webster jantan dewasa dengan usia 2.5 bulan digunakan sebagai hewan uji. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan empat perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (akuades), P1, P2, dan P3 berupa ekstrak ethanol daun Mimba dengan dosis 8, 11.2 dan 14 mg/kgBB/hari. Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Pengamatan bobot badan dilakukan pada awal perlakuan, dilanjutkan setiap tujuh hari. Konsumsi pakan diukur setiap tiga hari. Konsumsi minum diukur setiap hari.  Data dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata bobot badan hewan uji pada akhir perlakuan adalah 36.62±3.52 untuk P0, 33.02±1.69 untuk P1, 32.40±2.89 untuk P2 dan 32.93±1.79 untuk P3. Bobot badan hewan uji kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dengan kelompok perlakuan P1, P2 dan P3. Konsumsi minum hewan uji kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dengan kelompok perlakuan P2 dan P3 tetapi konsumsi pakan menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa paparan ekstrak ethanol daun Nimba menyebabkan penurunan bobot badan hewan uji. Kata kunci: nimba; bobot badan; mencit
Kualitas Telur Puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) Berdasarkan Variabel pH Telur, Kandungan Protein Telur dan Indeks Putih Telur setelah dilakukan Pencucian dan disimpan Selama Waktu Tertentu Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.1.2017.26-30

Abstract

Puyuh  Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) banyak dibudidayakan untuk diambil telurnya karena produktivitas telur yang tinggi. Nilai gizi telur puyuh tidak kalah dengan telur unggas lain, sehingga dapat menambah variasi dalam penyediaan sumber protein hewani. Telur merupakan sumber protein hewani yang murah dan mudah untuk didapatkan oleh masyarakat Indonesia. Telur mengandung bahan organik yang mudah rusak. Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya telur adalah lama waktu penyimpanan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas telur puyuh berdasarkan pH telur, kandungan protein telur dan Indeks Putih Telur setelah pencucian dan penyimpanan dalam waktu tertentu. Sampel yang digunakan adalah telur puyuh yang diambil pada hari ketiga setelah telur dikeluarkan dari induknya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak  lengkap dengan 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri 10 ulangan. Kelompok tersebut adalah P1 kelompok telur,diamati pada hari ke 3. P2 kelompok telur tanpa pencucian, disimpan dan diamati pada harike 17. P3 kelompok telur dengan pencucian, disimpan dan diamati pada hari ke 17. P4 kelompok telur tanpa pencucian, disimpan dan diamati pada hari ke 31. P5 kelompok telur dengan pencucian, disimpan dan diamati padahari ke 31. Data dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan keduanya dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pH telur mengalami kenaikan, kandungan protein telur dan Indeks Putih Telur mengalami penurunan karena pencucian dan seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan . Penurunan kandungan protein telur dan Indeks Putih Telur dan kenaikan pH telur akibat dari lamanya penyimpanan dan pencucian  yang menyebabkan perubahan kualitas telur. Kata kunci : penyimpanan telur; protein telur; indeks putih telur; pH telur
Histopatologi Hepar Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan setelah Pemberian Teh Kombucha Konsentrasi 100% dengan Waktu Fermentasi yang Berbeda Agung Putra Nugraha; Sri Isdadiyanto; Silvana Tana
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.71-78

Abstract

Hepar berfungsi sebagai biotransformasi, penyimpanan nutrisi dan detoksifikasi racun yang datang melalui makanan dan minuman. Minuman fermentasi dapat mempengaruhi kondisi jaringan hepar dan bobot badan karena hasil dari metabolit sekunder adalah alkohol dan beberapa asam organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh perlakuan teh kombucha fermentasi 6 (P1), 9 (P2) dan 12 (P3) hari fermentasi konsentrasi 100% terhadap jaringan hepar, diameter hepatosit, bobot badan, konsumsi pakan dan minum. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus Wistar jantan terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan penelitian ini terdiri dari P0 : perlakuan kontrol; P1, P2 dan P3 berturut-turut adalah perlakuan teh kombucha fermentasi 6, 9 dan 12 hari konsentrasi 100%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah diameter hepatosit, bobot badan, konsumsi pakan dan minum pada hewan uji. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan apabila terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan uji Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa teh kombucha fermentasi 6, 9 dan 12 hari konsentrasi 100% tidak memiliki perbedaan nyata terhadap seluruh variabel. Histologi hepar terlihat normal dan tidak menunjukkan ciri-ciri kerusakan sel. Hal ini dapat disimpulkan bahwa teh kombucha dapat dikonsumsi aman oleh mammalia karena tidak menimbulkan kerusakan hepar pada hewan model penelitian. Kata kunci : histopatolgi, hepar, teh kombucha, bobot badan, tikus wistar (Rattus norvegicus) 
Respon Histomorfometrik Aorta Tikus Putih terhadap Pemberian Berbagai Kadar Vco dan Olive Oil Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti; Muhammad Anwar Djaelani
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.54-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek asam lemak jenuh yang menggunakan VCO dan efek asam lemak tak jenuh yang menggunakan olive oil terhadap histomorfometrik aorta tikus putih yang diamati melalui pengukuran ketebalan tunika intima. Penelitian ini menggunakan tikus putih sebanyak 25 ekor yang dibagi dalam lima perlakuan, yaitu P1 adalah kelompok kontrol, P2 merupakan kelompok yang diberi Olive Oil 10 mL/kg pakan, P3 merupakan kelompok yang diberi Olive Oil 5 mL/kg pakan, P4 merupakan kelompok yang diberi VCO 10 mL/kg pakan dan P5 merupakan kelompok yang diberi VCO 5 mL/kg pakan. Tiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali ulangan. Data tebal tunika intima yang didapat, dianalisis menggunakan analisis of varians (ANOVA) dengan design penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Hasil yang didapat menunjukkan tidak terdapat beda nyata antar perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian olive oil maupun virgin coconut oil tidak menimbulkan perbedaan respon histomorfometrik aorta tikus putih. Kata kunci: tikus putih; tunika intima; olive oil; vco
Pengaruh Pupuk Kandang dan NPK Mutiara terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada Tanah Berpasir Atika Oktavianti; Munifatul Izzati; Sarjana Parman
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.2.2.2017.236-241

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) sebagai sayuran yang sangat digemari masyarakat, mengandung vitamin dan mineral yang sangat tinggi, sehingga memiliki potensi yang besar untuk selalu dikembangkan. Pemanfaatan lahan pasir dapat digunakan untuk memperluas kegiatan budidaya kacang panjang, apabila diberi penambahan bahan organik di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penambahan pupuk kandang dan NPK Mutiara dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi serta apakah terdapat perbedaan pertumbuhan dan produksi kacang panjang (Vigna sinensis L.) pada tanah berpasir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 kali ulangan. P0: kontrol (tanpa pupuk), P1: Pupuk kandang sapi 500 g/tanaman, dan P2: Pupuk NPK mutiara 1 g/L atau setara dengan 125 mL/tanaman. Perlakuan kontrol, pupuk kandang dan NPK Mutiara pada parameter pertumbuhan lebih tinggi hasilnya oleh perlakuan pupuk NPK Mutiara yaitu berpengaruh pada tinggi tanaman namun tidak berpengaruh pada jumlah daun kacang panjang. Perlakuan kontrol, pupuk kandang dan NPK Mutiara pada parameter produksi lebih memiliki pengaruh oleh perlakuan pupuk NPK Mutiara yaitu berpengaruh pada hasil jumlah polong, panjang polong, berat basah tanaman, berat basah polong, berat kering tanaman, berat kering polong, dan berat kering biji namun tidak berpengaruh hasilnya pada jumlah bunga tanaman kacang panjang. Kata kunci: kacang panjang; pupuk kandang; NPK Mutiara; tanah berpasir
Pengaruh Irisan Rimpang Terhadap Berat Kering dan Performa Simplisia Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.) setelah Pengeringan Mega Rizqi Utami; Erma Prihastanti; Sri Widodo Agung Suedy
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.1-5

Abstract

Tanaman obat adalah tanaman yang digunakan sebagai bahan pembuatan obat, umumnya berasal dari Famili Zingiberaceae misalnya lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.). Simplisia merupakan bahan alamiah sebagai bahan pembuatan obat yang belum mengalami pengolahan. Pengirisan merupakan salah satu tahap penting dalam pembuatan bahan obat karena dapat mempermudah dalam proses pengepakan, penyimpanan dan penggilingan. Pengirisan dapat dilakukan secara melintang atau membujur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh arah irisan, tebal irisan, dan kombinasinya terhadap berat kering dan performa simplisia lempuyang wangi setelah pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium BSF Tumbuhan UNDIP. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan kombinasi ketebalan (3 mm dan 5 mm) dan arah irisan (membujur dan melintang). Parameter penelitian meliputi berat kering dan performa simplisia yang meliputi warna, kekerasan, dan aroma pada simplisia kering. Analisis data menggunakan Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan arah irisan berpengaruh terhadap berat kering  simplisia, sedangkan interaksi antara tebal dan arah irisan tidak berpengaruh terhadap berat kering simplisia lempuyang wangi. Kata kunci: simplisia; lempuyang wangi; pengirisan; berat kering; performa

Page 6 of 26 | Total Record : 254