cover
Contact Name
Thomas Triadi Putranto
Contact Email
jgt@live.undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jgt@live.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geosains dan Teknologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 26156520     EISSN : 2620634X     DOI : -
Jurnal Geosains dan Teknologi (JGT) merupakan terbitan berkala yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Geologi Universitas Diponegoro. JGT menyediakan ruang publikasi untuk karya ilmiah di bidang ilmu kebumian dan terapan teknologinya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025)" : 6 Documents clear
Eksplorasi Zona Prospek Panas Bumi Daerah Gunung Tampomas Menggunakan Citra Landsat-8 dan Data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) Budiman, Teguh; Jupri, Jupri; Aliyan, Silmi Afina
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.69-84

Abstract

Gunung Tampomas merupakan satu dari sekian banyak gunung yang memiliki potensi panas bumi di Indonesia. Potensi panas bumi ini dapat dieksplorasi menggunakan metode penginderaan jauh. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran anomali suhu permukaan berdasarkan citra Landsat-8, sebaran densitas struktur berdasarkan data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dan data geologi, serta sebaran zona prospek panas bumi daerah Gunung Tampomas. Metode yang digunakan meliputi pengolahan citra Landsat-8 untuk ekstraksi nilai Land Surface Temperature (LST), analisis Fracture Fault Density (FFD) dari DEMNAS, interpretasi geologi, serta komposit band R(3), G(6), B(7) untuk menganalisis mineral alterasi, yang pada akhirnya dilakukan overlay untuk membuat peta dugaan zona prospek panas bumi Gunung Tampomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran anomali suhu permukaan tertinggi berada di Kecamatan Conggeang. Adapun sebaran densitas struktur tertinggi terletak di Kecamatan Cimalaka, Paseh, Conggeang, dan Buahdua. Zona prospek panas bumi Gunung Tampomas terbagi menjadi 6 zona prospek yang tersebar di Kecamatan Conggeang, Buahdua, dan Tanjungkerta. Adapun zona prospek 3 yang terletak di Kecamatan Buahdua memiliki keunggulan dibandingkan zona prospek lain, baik dari suhu permukaan, densitas struktur, serta manifestasi panas.
Prediksi Jarak Lemparan Flyrock pada Aktivitas Peledakan Overburden Tambang Batubara di PIT 110 IUP PT. Kemilau Rindang Abadi Rifai, Achmad; Wijaya, R. A. E.; Pandita, Hita
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.85-92

Abstract

Lokasi penelitian berada di Pit 110 IUP PT. Kemilau Rindang Abadi yang merupakan lokasi pertambangan batubara, dengan aktivitas peledakan sebagai metoda utama dalam memberai overburden. Namun, aktivitas peledakan berpotensi menyebabkan kerugian apabila flyrock mengenai alat atau manusia, sehingga perlu diperhitungkan prediksi lemparan flyrock. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai prediksi jarak lemparan flyrock, dan mengetahui korelasi parameter-parameter peledakan yang berpengaruh terhadap jarak lemparan flyrock. Metoda penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metoda kuantitatif dengan menghitung rumusan prediksi jarak lemparan flyrock yang dibandingkan dengan jarak aktual flyrock yang diukur menggunakan GPS handheld dan meteran. Berdasarkan perhitungan prediksi Richard dan Moore dihasilkan nilai deviasi yang sangat tinggi dengan hasil perhitungan metoda face burst memiliki penyimpangan sebesar 118,01 m (93%), cratering 90,60 m (69%), dan rifling 97,01 m (74%), kemudian perhitungan prediksi Ebrahim Ghasemi dengan perhitungan analisis dimensi dihasilkan nilai dengan tingkat keakuratan paling tinggi yaitu 77% dengan penyimpangan sebesar 28,7 m (23%) yang dijadikan rekomendasi perhitungan prediksi jarak flyrock. Berdasarkan hasil analisis regresi linier diketahui parameter yang dapat dikontrol dari tingkatan tertinggi hingga terendah yaitu kedalaman (R2=0,8024), burden (R2=0,7433), water content (R=0,6734), dan powder factor (R=0,6292), dan spacing (R2=0,0061).
Penentuan Konstanta Massa Batuan Utuh (mi) Andesit Pada Pertambangan Rakyat Bawah Tanah Emas Plampang II, Kulon Progo, Yogyakarta Suryani, Diana Azizah; Saptono, Singgih; Dwinagara, Barlian; Wiyono, Bagus; Rosadi, Peter Eka; Titisariwati, Indun
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.93-104

Abstract

Penambangan bawah tanah memiliki tantangan utama dalam menjaga kestabilan lubang bukaan, yang sangat dipengaruhi oleh kekuatan massa batuan. Di daerah penambangan emas rakyat Plampang II, batuan andesit sebagai batuan induk memerlukan penentuan nilai konstanta massa batuan utuh (mi) sebagai parameter dalam generalized Hoek-Brown failure criterion untuk memperkirakan kekuatan batuan di bawah kondisi tegangan tiga arah. Penelitian ini menggunakan uji triaksial terhadap lima belas conto batuan andesit dengan variasi tegangan utama minimum (σ3). Data diolah menggunakan pendekatan statistik dan numerik untuk menentukan nilai mi, lalu dianalisis kesesuaiannya dengan referensi dari Hoek (2006). Nilai mi yang diperoleh, yakni 29,46 (statistik) dan 27,14 (numerik), berada dalam rentang literatur (25 ± 5) menurut Hoek (2006). Nilai mi hasil penelitian digunakan dalam simulasi kestabilan lubang bukaan dan vertical shaft menggunakan perangkat lunak elemen hingga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lubang bukaan dan vertical shaft menunjukkan kondisi tidak stabil. Nilai Strength Factor (SF) pada keduanya kurang dari 1,00, menandakan kondisi batuan sudah berada di fase plastis. Oleh karena itu, diperlukan penyangga tambahan untuk meningkatkan kestabilan dan keamanan tambang bawah tanah.
Pemetaan Sebaran Tingkat Bahaya Dan Laju Erosi Di DAS Brantas Tahun 2025 Menggunakan Metode RUSLE ( REVISED UNIVERSAL SOIL LOSS EQUATION) Kurniasih, Mirna; Azhari, Desy Fitriani; Hudzwah, Rifdah Ashma; Rohmat, Dede; Handayani, Tiara
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.105-123

Abstract

Erosi tanah merupakan permasalahan utama yang mengancam kelestarian Daerah Aliran Sungai(DAS) Brantas, Jawa Timur. Aktivitas pemanfaatan lahan yang intensif tanpa memperhatikanprinsip konservasi tanah memperparah laju degradasi lahan di kawasan ini. Penelitian inibertujuan untuk memetakan sebaran tingkat bahaya dan laju erosi di DAS Brantas tahun 2025menggunakan metode Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Parameter RUSLE yangdigunakan dalam penelitian ini meliputi faktor erosi hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjangdan kemiringan lereng (LS), penutup lahan (C), serta tindakan konservasi (P), yang seluruhnyadiolah secara spasial dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisismenunjukkan bahwa laju erosi di DAS Brantas sangat bervariasi dengan kategori bahaya erosimulai dari rendah hingga sangat berat. Sebaran bahaya erosi tertinggi umumnya terkonsentrasidi wilayah perbukitan yang mengalami konversi lahan hutan menjadi lahan pertanian dengankemiringan lereng curam serta minimnya penerapan konservasi lahan. Temuan ini menunjukkanpentingnya penguatan konservasi lahan terpadu berbasis spasial untuk menekan laju degradasitanah di DAS Brantas secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuandalam perencanaan pengelolaan DAS yang lebih efektif.
Analisis Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen Di Desa Gombang Kabupaten Gunung Kidul Hardiyanto, Dwi Wahyu; Pandita, Hita
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.124-130

Abstract

The Wonosari Formation is composed of reef limestone, which possesses excellent qualifications as raw material for cement production. However, the presence of the Gunung Sewu Geopark has limited the permissible mining areas, making it interesting to study its potential not only as cement raw material but also for other products. The quality and quantity levels of the limestone are of significant importance in both scientific and industrial contexts. The genesis of the limestone in the study area consists of muddy allochem limestone and muddy micrite. Porosity tests indicate that the limestone has a generally moderate to good porosity level, ranging from 15% to 20%, with dominant structures of vug and channel types. Chemically, it meets the standard requirements for economically viable cement raw material, with SiO₂, Al₂O₃, Fe₂O₃, MgO, and SO₃ contents below 5%, and CaO content above 50%.
Analisis Subsidence dan Kestabilan Lereng Disposal pada Area Sump Batutegi di Site North Tutupan, PT Adaro Indonesia Suparno, Fanteri Aji Dharma; Maulana, Muhammad Thoriq; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.8.2.2025.60-68

Abstract

PT Adaro Indonesia merupakan sebuah perusahaan tambang batubara dengan target produksi yang besar dan terus meningkat. Pertumbuhan produksi ini menghasilkan peningkatan volume tanah penutup yang harus dibongkar dan ditimbun. Namun, masalah yang dihadapi adalah keberadaan lumpur dalam jumlah besar di lapisan dasar disposal, yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah pada area disposal tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis subsidence yang terjadi pada disposal di area Sump Batutegi dan pengaruhnya terhadap faktor keamanan disposal. Analisis dilakukan dengan Metode Kesetimbangan Batas berupa Metode Bishop dan Janbu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsidence rata-rata sekitar 2,34 cm, dengan faktor keamanan sebelum subsidence berkisar antara 1,78984 hingga 1,81830, bergantung pada metode yang digunakan. Setelah subsidence, faktor keamanan mengalami penurunan tetapi tidak signifikan. Dari ketiga metode, pengaruh subsidence terhadap faktor keamanan pada disposal berkisar antara 35,52% hingga 38,38%. Selain itu, trendline menunjukkan bahwa semakin besar subsidence, maka faktor keamanan akan semakin kecil.

Page 1 of 1 | Total Record : 6