cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPERTA (Jurnal Perikanan Tangkap)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26139766     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Analisis Teknologi Panangkapanikan Ramah Lingkungan Pada Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Jepara Arif Ahmadi, Afif Rahman; Purnama Fitri, Aristi Dian; Jayanto, Bogi Budi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.293 KB)

Abstract

Kabupaten Jepara merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan sebesar 1.707.467 ton per tahun dan memiliki berbagai ragam jenis alat tangkap yang dioperasikan. Salah satunya adalah alat tangkap jaring insang (gill net) sebagai alat tangkap dominan. Selama ini jaring insang sebagai alat penangkap ikan yang selektif namun untuk penilaian tingkat keramahan lingkungan belum ada. Penelitian bertujuan untuk menganalisis keramahan lingkungan pada alat tangkap jaring insang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2016 di perairan Kabupaten Jepara. Metode penelitian adalah deskriptif analisis. Analisis data meliputi komposisi jenis hasil tangkapan, komposisi ukuran layak tangkap, analisis pemanfaatan hasil tangkapan, dan analisis keramahan lingkungan. Penilaian tingkat keramahan lingkungan dilakukan dengan melihat proporsi ikan sasaran utama yang layak tangkap ikan kembung (Rastrelliger sp), dan proporsi hasil tangkapan yang dimanfaatkan. Hasil tangkapan sampingan dimanfaatkan untuk dijual maupun dikonsumsi. Ikan kembung diperoleh sebanyak 413 ekor (63,15%) atau 37,563 kg (52,68%). Hasil tangkapan sampingan yang dimanfaatkan sebanyak 29,288 kg (99,83%) atau 240 ekor (99,58%) dan sebanyak 0,05 kg (0,17%) atau 1 ekor (0,41%) yang dibuang. Lebih dari 84% ikan kembung yang tertangkap adalah layak secara biologi, karena ukuran panjang rata-rata mencapai 17-18 cm, atau telah melebihi ukuran pertama kali matang gonad (length at first maturity), yaitu 16,4 cm. Berdasarkan kriteria yang dipakai, maka unit penangkapan jaring insang di Desa Bulu, Kabupaten Jepara tergolong ramah terhadap lingkungan.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP GILL NET DI PPI TANJUNGBALAI ASAHAN, SUMATERA UTARA Yolanda Manurung; Azis Nur Bambang; Hendrik Anggi Setyawan
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan di PPI Tanjungbalai Asahan adalah gill net atau yang sering disebut jaring puput oleh nelayan Tanjungbalai. Kegiatan usaha penangkapan memerlukan investasi yang tidak sedikit, oleh karena itu perlu dilakukan analisis usaha penangkapan alat tangkap gill net di PPI Tanjungbalai Asahan agar tidak mengalami kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek teknis, ekonomi, serta finansial usaha perikanan gill net di PPI Tanjungbalai. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus. Data yang didapatkan pada penelitian ini ialah data hasil wawancara dengan 97 orang yang aktif beroperasi di perairan Tanjungbalai, serta data dari pihak PPI Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek teknis usaha penangkapan gill net di PPI Tanjungbalai menggunakan armada penangkapan yang berukuran 15- 17 GT. Hasil tangkapan utamanya adalah Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta). Adapun modal rata-rata usaha gill net sebesar Rp 711.731.959, biaya tetap rata-rata sebesar Rp 71.772.165, biaya tidak tetap rata-rata sebesar Rp 667.856.598, penerimaan rata-rata sebesar Rp 1.077.095.876, keuntungan rata-rata sebesar Rp 337.467.113. Nilai NPV adalah sebesar Rp 1.583.671.685, nilai IRR sebesar 96%, nilai B/C ratio sebesar 1,36, dan untuk nilai PP yaitu 2 tahun 1 bulan 6 hari.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI CUMI-CUMI PADA UNIT PENANGKAPAN BOUKE AMI DI MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Briliana Naurah Ramadhani; Azis Nur Bambang; Trisnani Dwi Hapsari
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Angke merupakan salah satu daerah perikanan yang memasok komoditas cumi-cumi. Salah satu alat tangkap untuk penangkapan cumi-cumi di Muara Angke adalah bouke ami. Pada usaha penangkapan cumi-cumi memerlukan faktor-faktor produksi agar menghasilkan produksi yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi usaha penangkapan kemudian menganalisis faktor produksi yang peling berpengaruh pada usaha penangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling dan purposive sampling dengan jumlah 90 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Metode analisis data yang digunakan uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi cumi-cumi antara lain fase bulan (X1), daya lampu (X2), warna lampu (X3), jumlah ABK (X4), jumlah palka (X5), lama trip (X6), jumlah BBM (X7), panjang jaring (X8) dan lebar jaring (X9). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan hasil tangkapan dapat direpresentasikan dalam fungsi Cobb-Douglas yaitu sebagai berikut Y = 0,03 X1- 0,027 X20,158 X30,001 X40,076 X5-0,054 X60,011 X70,039 X80,222 X9 0,184. Faktor produksi yang paling berpengaruh terhadap hasil tangkapan cumi-cumi unit penangkapan bouke ami adalah panjang jaring dengan nilai koefisien regresi tertinggi sebesar 0,222.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN JARING INSANG PERMUKAAN (SURFACE GILL NET) DI PPI BANYUTOWO KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Andika Hernanda Azhar; Dian Wijayanto; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan masyarakat di bidang sosial pada dasarnya merupakan keadaan sosial yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Masalah pokok kehidupan sosial ekonomi nelayan adalah tidak menentunya pendapatan serta pengelolaan pendapatan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik nelayan, dan tingkat kesejahteraan nelayan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pemgambilan sampel sensus. Analisis pada penelitian ini adalah Indikator kesejahteaan BPS 2021, Nilai Tukar Nelayan (NTN), UMP kabupaten Pati 2022, serta indeks gini ratio. Pendidikan kepala keluarga mayoritas adalah SD (43%). Jumlah anggota keluarga mayoritas 2-3 orang. Perolehan rentang tersebut diperoleh dari penilaian skoring dari 15 Indikator Badan Pusat Statistik 2021. Hasil perbandingan pendapatan nelayan dengan UMP Kabupaten pati dari pendapatan 60 responden semua memiliki pendapatan diatas UMP Kabupaten Pati 2022. Indeks Gini Ratio pada penelitian ini sebesar 0,1. Serta Hasil Analisa berdasarkan Nilai Tukar Nelayan menunjukan bahwa nilai tukar nelayan menunjukan 60 responden kategori kesejahteraan surplus dengan rata-rata nilai tukar nelayan sebesar 1.4.
TINGKAT KERAMAHLINGKUNGAN PUKAT CINCIN PELAGIS KECIL BERDASARKAN CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI PPI TANJUNGBALAI ASAHAN, SUMATERA UTARA Abdurrahman Fir Dhany; Kukuh Eko Prihantoko; Indradi Setiyanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pukat Cincin Pelagis Kecil merupakan salah satu jenis alat tangkap ikan yang banyak dioperasikan di PPI Tanjungbalai Asahan. Alat tangkap ini dioperasikan dengan satu kapal atau single boat purse seine. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik dan tingkat keramahlingkungan Pukat Cincin Pelagis Kecil yang beroperasi di PPI Tanjungbalai Asahan. Data diperoleh dengan metode wawancara terhadap 31 responden nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapal Pukat Cincin Pelagis Kecil di lokasi penelitian berukuran 28-30 GT. Tipe Pukat Cincin Pelagis Kecil adalah tipe persegi panjang dengan kantong samping. Ukuran panjang jaring 900-990 meter dengan variasi mesh size 2-7 cm. Hasil analisis tingkat keramahlingkungan menunjukkan skor sebesar 28,10 dan termasuk dalam kategori ramah lingkungan.
KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN RAWAI DI PPP BAJOMULYO KABUPATEN PATI Ega Husna Anistia; Azis Nur Bambang; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran kondisi sosial, ekonomi serta teknis penangkapan ikan rawai di PPP Bajomulyo Pati dijelaskan dalam penelitian ini untuk mendukung pengembangan perikanan tangkap rawai. Responden penelitian terdiri dari 6 nelayan rawai di PPP Bajomulyo dengan metode accidental sampling. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis finansial (NPV, IRR, R/C ratio, PP, dan ROI) digunakan untuk menganalisis aspek ekonomi dan metode deskriptif digunakan untuk menganalisis aspek teknis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan didapatkan hasil NPV Rp 4.491.042.030; IRR 107%; R/C Ratio 2,48; PP 1,16 tahun; dan ROI 42% untuk armada ≤ 30 GT. Sementara itu, didapatkan hasil NPV Rp 11.409.103.963; IRR 113%; R/C ratio 2,97; PP 1,26 tahun; dan ROI 45% untuk armada > 30 GT. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa armada rawai di PPP Bajomulyo layak untuk dikembangkan terutama untuk armada > 30 GT. Secara sosial, masyarakat sekitar yang mayoritas berkecimpung dalam bidang perikanan memiliki etos kerja yang tinggi sehingga mendukung pengembangan wilayah tersebut secara ekonomi. Ditinjau dari aspek teknis, rawai di PPP Bajomulyo cukup mendukung upaya peningkatan kehidupan sosial ekonomi dengan hasil tangkapan ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis yang baik.
TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN (STUDI KASUS : PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LEMPASING) Synthiya Machdani; Kukuh Eko Prihantoko; Agus Suherman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing merupakan salah satu pusat penyedia kebutuhan ikan untuk wilayah Bandar Lampung dan Kabupaten lain di sekitarnya. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing dikenal juga sebagai basis perikanan di Kota Bandar Lampung karena sebagian besar hasil produksi ikan berasal dari PPP Lempasing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas pokok dan fungsional. metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu analisis tingkat pemanfaatan fasilitas. Tingkat pemanfaatan fasilitas PPP Lempasing pada kolam pelabuhan 78,91%, kapasitas kolam pelabuhan 80%, kedalaman kolam pelabuhan 84,33%, panjang dermaga 63,31%, TPI Hygienis 50%, dan dock 100%.
KOMPOSISI IKAN HASIL TANGKAPAN DAN DISTRIBUSI UKURAN IKAN TERTANGKAP PADA JARING NILA 3 INCHI DI PERAIRAN RAWA PENING Prasectio Ramadhan; Kukuh Eko Prihantoko; Faik Kurohman; Agus Suherman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaring Nila merupakan alat tangkap yang berbentuk persegi panjang, yang memiliki pelampung dan pemberat, dan dipasang dalam posisi tegak atau terentang. Cara kerja dari alat tangkap ini adalah dengan menghadang ikan dan menjeratnya disekitar operculum­-nya, maka dari itu Jaring Nila bisa disebut dengan Jaring Insang atau Gill net. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis jenis dan komposisi ikan hasil tangkapan Jaring Nila 3 inchi yang dioperasikan di rawa pening, dan menganalisis distribusi frekuensi ukuran ikan tertangkap pada Jaring Nila 3 inchi. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif, meliputi analisis proporsi ikan hasil tangkapan dan distribusi frekuensi ukuran ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan Jaring Nila 3 inchi terdiri dari 6 jenis ikan, dimana Ikan yang mendominasi hasil tangkapan Jaring Nila 3 inchi adalah ikan Nila. Distribusi frekuensi ikan hasil tangkapan yang memiliki nilai yang beragam, dimana ikan Nila dan Red Devil merupakan ikan tangkapan yang memiliki ukuran beragam, dan ikan yang memiliki ukuran paling panjang adalah Belida Jawa.Kata Kunci : jaring nila, Rawa Pening, komposisi, jenis ikan, distribusi frekuensi ukuran
ANALISIS PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus sp.) DI KABUPATEN TUBAN Ardiansyah Bhakti Laksono; Dian Wijayanto; Bambang Argo Wibowo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan mengambil responden dari 6 Desa penghasil rajungan terbanyak di Kabupaten Tuban. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi pemasaran rajungan, efisiensi pemasaran setiap lembaga pemasaran, marjin pemasaran, dan fisherman’s share. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang didapat secara langsung melalui wawancara, observasi, dan pengamatan langsung serta data sekunder yang berasal dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tuban selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian menggunakan metode purposice sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua saluran pemasaran rajungan di Kabupaten Tuban dimana saluran pemasaran pertama dari nelayan dijual menuju bakul dan mengarah pada konsumen lokal dan saluran pemasaran rajungan dari nelayan dibeli bakul, dijual ke miniplant dan rajungan daging dijual ke eksportir selanjutnya mengarah pada konsumen ekspor. Saluran pemasaran pertama, nilai fisherman’s share sebesar 70%, nilai efisiensi bakul sebesar 8% dan marjin sebesar Rp.15.000. Saluran pemasaran kedua, nilai fisherman’s share sebesar 49%, efisiensi pemasaran bakul sebesar 2,3% dengan marjin pemasaran Rp.2000 dan nilai efisiensi pemasaran miniplant sebesar 26,5% dengan marjin sebesar Rp.34.417. Sebagian besar pemasaran rajungan di Kabupaten Tuban menggunakan saluran pemasaran dua.   
PENGARUH EKSTRAK ESSENS UDANG PADA UMPAN BUATAN BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA GEMPOLSEWU, KENDAL Choraditya Laksana Sudarno; Aristi Dian Purnama Fitri; Bogi Budi Jayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bubu lipat merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan di Perairan Kendal. Tujuan penelitian adalah menganalisa hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus) dengan umpan buatan essens udang dan umpan menggunakan ikan pepetek. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing dengan 6 kali pengulangan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2019 di Perairan Kendal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil jika hanya Rajungan saja yang tertangkap oleh alat tangkap Bubu dan dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 27 ekor Rajungan. Hasil paling banyak didapat dengan menggunakan umpan petek asin dengan jumlah 21 ekor Rajungan Hal ini karena umpan dengan menggunakan petek asin lebih tinggi kandungan kimianya dibandingkan dengan umpan buatan beressens. Terdapat pengaruh nyata antara jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan, umpan dengan menggunakan petek asin mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak dibandingkan dengan umpan buatan beresens udang dengan (sig 0,05) diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata hasil antara hasil tangkapan dari umpan petek asin dan hasil tangkapan dari umpan essens udang. Umpan dengan petek asin lebih disukai oleh Rajungan (Portunus pelagicus) karena kandungan proteinnya  lebih tinggi dibandingkan dengan umpan essens udang, maka dari itu hasil tangkapan dengan umpan petek asin lebih dominan dibandingan dengan umpan essens udang.Kata Kunci : bubu lipat, essens, rajungan