cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPERTA (Jurnal Perikanan Tangkap)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26139766     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
ANALISIS CPUE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL TANGKAPAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP Sri Lestari; Abdul Kohar Mudzakir; Sardiyatmo Sardiyatmo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Cilacap masuk wilayah WPP 573 yang memiliki potensi hasil tangkapan Tuna Madidihang yang ditangkap dengan menggunakan tuna longline. Permasalahan yang ada perlu dikaji dari segi eksploitasi kegiatan penangkapan dan faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan Tuna Madidihang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CPUE Tuna Madidihang di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap dan mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan Tuna Madidihang yang didaratkan di PPS Cilacap secara simultan dan parsial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana, uji asumsi klasik, dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan nilai CPUE sebesar 248,71 kg/trip dan faktor-faktor yang berpengaruh nyata pada unit penangkapan tuna longline ada empat faktor dari tujuh variabel yang diamati, diantaranya bahan bakar (X1), ukuran kapal (X5), daya mesin (X6), dan lama trip (X7). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan tuna longline dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu: Ln Y = 314,427 + 2,236 ln X1 + 5,217 ln X5 –1,568 ln X6 + 0,475 ln X7. Terlihat bahwa elastisitas produksi dari penjumlah koefisien regresi (Σbi = 2,236 +5,217 – 1,568 + 0,475 = 6,360), elastisitas menunjukkan nilai sebesar 6,360 yang berarti setiap penambahan 1 persen faktor-faktor produksi secara bersama-sama akan meningkatkan produksi sebesar 6,360 persen.
ANALISIS POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKA SELATAN Dersi Heka Mayu; Kurniawan Kurniawan; Arief Febrianto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine fishery resources consist of pelagic fish and demersal fish. The area of marine fisheries management in South Bangka Regency has enormous potential because it is facing directly with the high seas. The purpose of this study is to know the potential and the utilization rate of marine fishery in South Bangka Regency for the development of marine fishery sector in the future with attention to resource sustainability. This study was conducted from December 2017 to January 2018. Data was taken secondary data. Data analysis is the method of Maximum Sustainable Yield (MSY) Schaefer model and Utilization Rate. The results showed MSY small pelagic fish 31,630 ton / year with Fopt 88,097 trip / year, large pelagic fish 2,340 ton / year with (Fopt) 127.465 trip / ton while demersal fish MSY value 16,750 ton / year with Fopt of 244,812 trips / ton, this indicates that fish resources in the waters of South Bangka Regency have not yet reached overfishing, but by 2014 the value of MSY and Fopt of large pelagic fish compared to production value and fishing effort has exceeded MSY and (Fopt) while small pelagic fish and demersal in 2014, the value of fishing effort has exceeded the optimum F. Level of fish resource utilization in South Bangka Regency, average utilization rate in 2012-2016 small pelagic fish equal to 71,62% mean is optimum level, average of pelagis big pelagis utilization rate equal to 89,19%, mean is optimum level and the average demersal fish utilization rate of 64.07%, means it is at a medium level.Keywords : Potential, Utilization, Fish Resources, South Bangka Regency
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LABUHAN LOMBOK Andika Wiratama; Dian Wijayanto; Bogi Budi Jayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuhan Lombok adalah satu-satunya pelabuhan yang memiliki status pelabuhan sebagai PPP tipe C di Kabupaten Lombok Timur. Alat tangkap yang beroperasi diantaranya pancing ulur, pancing tonda dan pole and line (huhate). Terdapat dua perusahaan di PPP Labuhan Lombok yang melakukan kegiatan penangkapan menggunakan alat tangkap pole and line dengan ukuran kapal < 30 GT yang memiliki target tangkapan ikan cakalang. Penelitian dilakukan pada Bulan Desember 2016 yang bertujuan menganalisis aspek teknis penangkapan, aspek keuangan dan aspek finansial pada usaha perikanan tangkap pole and line. Analisis kelayakan usaha penangkapan pole and line meliputi aspek pemasaran, aspek operasional dan aspek regulasi. Hasil perhitungan finansial pada kedua kapal yang beroperasi di PPP Labuhan Lombok, KM Cendana Wangi dengan nilai NPV Rp 207.289.467,00,- , IRR sebesar 26%, B/C ratio 1,08 dan PP selama 5,08 (5 tahun 8 hari) sedangkan pada KM Bintang Omega nilai NPV sebesar Rp 207.193.725,00,- , IRR sebesar 26%, B/C ratio 1,07 serta Payback Period selama 5,07 (5 tahun 7 hari). Faktor diskonto yang digunakan sebesar 9% berdasarkan bunga deposito yang berlaku ditempat penelitian. Berdasarkan perhitungan NPV, IRR, B/C dan PP usaha penangkapan ikan pole and line di PPP Labuhan Lombok layak untuk dijalankan dan dikembangkan dengan adanya pengelolaan yang profesional.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN Thunnus albacares PADA PANCING ULUR DAN KETERKAITANNYA DENGAN VARIABILITAS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELATAN NUSA TENGGARA Desy Setyaningrum; Sardiyatmo Sardiyatmo; Kunarso Kunarso
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut merupakan variabel yang dapat dijadikan indikator daerah penangkapan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi mingguan suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a di Perairan Selatan Nusa Tenggara serta mengetahui hubungan distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a dengan hasil tangkapan Thunnus albacares dari alat tangkap pancing ulur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deksriptif yang bertujuan untuk menggambarkan keadaaan SPL dan klorofil-a di perairan Selatan Nusa Tenggara yang digunakan untuk mengetahui hubungannya dengan hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran temporal dan spasial SPL dan Klorofil-a rata-rata mingguan selama 3 tahun (Mei 2014 – Mei 2016). Nilai SPL tertinggi terjadi pada minggu ke-1 dengan rata-rata nilai 29,2oC – 30,3 oC disertai dengan kandungan klorofil-a yang rendah dengan nilai rata-rata 0,17 mg/m3– 0,20 mg/m3, daerah sebaran di sekitar Perairan Utara Nusa Tenggara. Nilai SPL terendah terjadi pada minggu ke-4 dengan nilai rata-rata 28,3 oC – 29,4 oC, disertai peningkatan kandungan klorofil-a dengan nilai rata-rata 0,22 mg/m3 – 0,38 mg/m3, daerah sebaran sekitar Selatan Selat Alas, perairan antara Sumbawa-Flores-Sumba, dan Pantai Selatan Pulau Sumba. Hasil tangkapan tertinggi terjadi ketika nilai SPL turun dan kandungan klorofil-a tinggi. Hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) tampak berpengaruh positif terhadap variabilitas SPL dan klorofil-a dengan indikator korelasi sebesar0,85.
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA MINO SAROYO DALAM USAHA PERMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP Restianita Cineretta; Bambang Argo Wibowo; Dian Wijayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Cilacap secara geografis terletak di pesisir selatan Pulau Jawa memiliki potensi laut yang melimpah. Namun kekayaan laut di Kabupaten Cilacap belum mampu membuat masyarakat hidup sejahtera. KUD mempunyai tujuan utam untuk meningkatkan kesejahteraan anggota perorangan beserta keluarganya. Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai dengan usaha tertentu, seperti usaha simpan pinjam yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kredit bagi anggotanya, usaha pertokoan yang menyediakan dan menyalurkan sarana produksi perikanan, pengolahan, pemasaran hasil perikanan, pelayanan jasa-jasa dan produksi lainnya yang bertujuan memenuhi kebutuhan barang-barang bagi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. KUD Mino Saroyo tentunya berperan dalam pencapaian tujuan untuk meningkatkan pendapatan nelayan dan dalam penentuan harga jual ikan di TPI, sehingga keberadaaa KUD tersebut dapat dirasakan manfaatnya bagi nelayan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja KUD dengan pendekatan Balanced Scorecard. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling untuk responden karyawan dan quota sampling untuk responden anggota KUD. Metode yang digunakan untuk menanalisis Kinerja KUD menggunakan analisis Balanced Scorecard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kategori kinerja nilai 96,8% KUD Mino Saroyo Cilacap termasuk kedalam kategori sangat berhasil. Hasil perhitungan perspektif keuangan mendapat skor 24,4 %, perspektif pelanggan mendapat skor 32,9%, perspektif internal bisnis mendapat skor 34,2% dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan mendapat skor 5,31%.
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN JARING GONDRONG (TRAMMEL NET) DI DESA SIKLAYU, KABUPATEN BATANG, JAWA TENGAH. Fedi Priadna; Azis Nur Bambang; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan nelayan dari melaut yaitu dengan alat tangkap Trammel net. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Jenis data yang diperoleh yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu pendapatan melaut, biaya operasional, dan indeks pendapatan melaut. Data sekunder yaitu peta penelitian, data volume produksi dan data nelayan. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode observasi, studi pustaka dan dokumentasi.Hasil Penelitian adalah terdapat perbedaan pendapatan total antara kelompok nelayan I dengan Trammel net panjang 450 m dan kelompok nelayan II dengan Trammel net panjang 750 m . Pendapatan nelayan Trammel net panjang 750 m lebih besar dibanding nelayan Trammel net panjang 450 m.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI (Loligo sp) DI PERAIRAN KOTA TEGAL Yuliana Prima Etika; Imam Triarso; Sardiyatmo Sardiyatmo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tegal memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan di dukung oleh wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Salah satu potensi perikanan yang ada di Kota Tegal yaitu sumberdaya Cumi-cumi. Namun produksi Cumi-cumi di Kota Tegal telah mengalami penurunan sejak tahun 2012-2014. Sedangkan nelayan cenderung melakukan penangkapan sebanyak-banyaknya. Perlu adanya analisis Bioekonomi Cumi-cumi di perairan Kota Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek Bioekonomi Cumi-cumi (MSY, MEY, dan OAE) dengan menggunakan model Gordon Schaefer dan Fox dan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan Cumi-cumi di Kota Tegal. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Analisis Bioekonomi Gordon Schaefer menghasilkan nilai CMSY sebesar 771.725,433,78 kg/tahun, EMSY sebesar 47.145 unit kapal/tahun. Kondisi MEY diperoleh pada saat nilai CMEY sebesar 771.724.297,07 kg/tahun dan nilai EMEY sebesar 47.088 unit kapal/tahun. Kondisi OAE diperoleh pada saat nilai COAE sebesar 3.741.869,72 kg/tahun dan nilai EOAE sebesar 94.175 unit kapal/tahun. Sedangkan analisis Bioekonomi Fox menghasilkan nilai EMSY sebesar 29.666 unit kapal/tahun dengan CMSY sebesar 306.158.885,53 kg/tahun. Kondisi MEY diperoleh pada saat nilai CMEY sebesar 306.156.612,20 kg/tahun dan nilai EMEY sebesar 29.552 unit kapal/tahun. Kondisi OAE diperoleh pada saat nilai COAE sebesar 7.732.018,41 kg/tahun dan nilai EOAE sebesar 194.599 unit kapal/tahun. Sumberdaya Cumi-cumi di perairan Kota Tegal telah mengalami overfishing sejak tahun 2013 dengan tingkat pemanfaatan 190% menurut model Gordon Schaefer dan 303% menurut model Fox
ANALISIS UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN BOTTOM GILL NET TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus sp.) DI PERAIRAN BEDONO, KABUPATEN DEMAK Nurcahyati Nurcahyati; Aristi Dian Purnama Fitri; Sardiyatmo Sardiyatmo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pada alat tangkap bottom gill net bertujuan agar lebih efektif dalam metode penangkapan, selain itu diperlukan juga informasi terkait dengan waktu perendaman umpan untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis perbedaan umpan petek asin dan petek essens, mengetahui dan menganalisis perbedaan waktu penangkapan serta hubungan kedua faktor tersebut terhadap hasil tangkapan Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan adalah eksperimental fishing berupa 8 kali setting pada waktu crepuscular (16.00-20.00 WIB) dan nocturnal (21.00-03.00 WIB) dengan mengunakan analisis data (uji normalitas, homogenitas, dan annova). Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa penggunaan umpan ikan petek asin dan petek essens pada bottom gill net tidak berpengaruh nyata atau sama terhadap hasil tangkapan (p > 0,05), namun dari segi lebar karapas petek essens mendapatkan hasil tangkapan dengan lebar karapas yang telah disesuaikan dengan PERMEN KP No. 1 tahun 2015. Perbedaan waktu penangkapan crepuscular dan nocturnal tidak berpengaruh nyata atau sama terhadap hasil tangkapan (p > 0,05), namun dari segi lebar karapas waktu penangkapan crepuscular mendapatkan hasil tangkapan dengan lebar karapas yang telah disesuaikan dengan PERMEN KP No. 1 tahun 2015. Disamping itu Tidak ada interaksi antara waktu penagkapan dengan umpan yang berbeda terhadap hasil tangkpan Rajungan (p > 0,05).
ASPEK ERGONOMI PADA AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN KAPAL PANCING ULUR DI PPN PRIGI TRENGGALEK Irham Fanani Basya; Herry Boesono; Trisnani Dwi Hapsari
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ergonomi adalah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia untuk menurunkan stress yang akan dihadapi karena kenyamanan kerja juga berpengaruh pada keselamatan kerja. Oleh karena itu, kenyamanan kerja selayaknya menjadi prioritas utama dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja, khususnya pada kapal penangkapan ikan yang aktivitasnya berisiko tinggi, contohnya seperti kapal pancing ulur yang berada di PPN Prigi Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas ABK kapal pancing ulur dan menganalisis aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan kapal pancing ulur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus mengenai aktivitas dan aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan di atas kapal pancing ulur. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan aktivitas JSA (Job Safety Analysis). Metode ini ditujukan untuk mengamati secara terperinci aktivitas, peralatan yang digunakan, cara kerja dan tata letak di atas kapal. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode kualitatif yaitu dengan tabulasi dan pembuatan gambar-gambar yang dibutuhkan untuk analisis ergonomi. Metode pengambilan sampel untuk aspek ergonomi ini menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian tentang aspek ergonomi pada kapal pancing ulur desain alat tangkap dan alat bantu di atas kapal belum ergonomis karena kursi kemudi tidak ada sandaran serta terlalu jauh dari tuas kemudi dan tuas gas; posisi GPS sebaiknya di permanenkan; kondisi ruang istirahat ABK dan jurumudi yang tidak layak; kebisingan di area ruang mesin akibat suara mesin kapal; asap dari kenalpot kapal mengenai jurumudi; peralatan operasi alat tangkap masih secara manual; posisi kerja nelayan masih sangat beresiko tinggi terhadap kecelakaan maupun keluhan otot.
ANALISIS INVENTARISASI ALAT TANGKAP BERDASARKAN KATEGORI STATUS PENANGKAPAN IKAN YANG BERTANGGUNGJAWAB DI PPS NIZAM ZACHMAN DKI JAKARTA Anisa Asti Andini; Azis Nur Bambang; Herry Boesono
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demi mewujudkan konsep pembangunan perikanan yang lestari, maka kontribusi ilmu pengetahuan sangat diperlukan baik pengkajian ilmiah dan pengendalian pemanfaatanya. Salah satu faktor penting dalam pemanfaatan sumberdaya ikan adalah Alat Penangkapan Ikan, Penilaian status teknologi penangkapan ikan merupakan salah satu langkah awal dalam merancang strategi pengelolaan perikanan disuatu tempat, termaksud Pelabuhan Perikanan yang merupakan fishing base dari kegiatan perikanan Tangkap. Penilaian tentang tingkat tanggung jawab suatu alat penangkapan ikan dilakukan dengan menerapkan analisis multi-kriteria yang menggunakan 9 kriteria unit penangkapan ikan yang bertanggungjawab. Tujuan dilakukannya Penelitian ini untuk menentukan status Alat Tangkap berdasarkan Kategori status alat tangkap bertanggungjawab, Menentukan strategi perbaikan perikanan tangkap, dan Menentukan unit-unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan status baik dalam hal tanggungjawab terhadap lingkungan, tetapi bernilai cukup untuk tingkat pemahaman konservasi dan effisiensi. unit penangkapan ikan aktif terbaik di laut adalah Pancing cumi dan Purse seine, sedangkan unit penangkapan ikan pasif terbaik di laut adalah long line dan Unit penangkapan ikan yang paling sesuai dengan status code of conduct for responsible fisheries adalah alat tangkap long line, hal ini dilihat dari segi biologi yang memperhatikan tingkat efisiensi dan konservasi. Penyuluhan tentang penangkapan ikan yang baik masih perlu di terapkan, terutama masalah discards dan kriteria ikan yang layak tangkap yang perlu diperkenalkan di kalangan nelayan untuk mendukung kelangsungan hidup ikan sehingga perikanan tangkap dapat berkelanjutan