cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPERTA (Jurnal Perikanan Tangkap)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26139766     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
ANALISIS KELAYAKAN USAHA ALAT TANGKAP JALA TEBAR (CASTNET) DI WADUK GAJAH MUNGKUR DESA SENDANG KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Atria Rachman Putra; Abdul Kohar Mudzakir; Bambang Argo Wibowo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat tangkap jala Tebar merupakan salah satu alat penangkapan ikan yang digunakan oleh nelayan Desa Sendang Kecamatan Wonogiri. Tujuan dari Penetian ini yaitu untuk mengetahui aspek sosial ekonomi dan budaya nelayan jala Tebar, menganalisis  hasil tangkapan dan pendapatan nelayan serta menganalisis kelayakan usaha jala tebar di Desa Sendang Kabupaten Wonogiri. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan jala tebar yaitu Ikan Nila, Ikan Tawes, Ikan Patin, Ikan Sogo/baung dan Ikan Betutu dengan jumlah rata-rata 156.270 kg/tahun. Hasil analisis finansial menunjukan bahwa investasi yang diperlukan untuk penangkapan ikan dengan jala tebar adalah Rp. 9.432.889,-, biaya total rata-rata Rp. 20.907.778,- per tahun dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 38.794.993,- per tahun. Analis kelayakan usaha diketahui nilai payback periode adalah 0,62, Break Even Point (BEP) Rp. 8.111.065,-, Net Present Value (NPV) adalah sebesar Rp. 95.077.957,-, Internal Rate Return (IRR) adalah sebesar 80%, dengan menghasilkan B/C sebesar 1,6. Analisis tersebut menunjukkan nilai NPV (+), B/C Ratio >1, IRR> discount rate (5%).Kata Kunci: jala, kelayakan, usaha, waduk
MUSIM PENANGKAPAN IKAN DAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp) DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN REMBANG Kukuh Eko Prihantoko; Herry Boesono
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Teri (Stolephorus sp) merupakan salah satu fish target potensial di perairan Laut Kabupaten Rembang. Namun demikian, produksi ikan tersebut mengalami penurunan dengan indikasi over eksploited. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis musim penangkapan ikan dan daerah penangkapan ikan untuk sumberdaya ikan Teri (Stolephorus sp) di wilayah pesisir Kabupaten Rembang. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan pemetaan partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi daerah penangkapan ikan Teri (Stolephorus sp) di wilayah perairan laut Kabupaten Rembang berada di kedalaman 5-40 m. Lokasi daerah penangkapan ikan Teri berada pada Jalur penangkapan ikan I (0-4 mil) dan Jalur penangkapan ikan II (4-12 mil). Musim penangkapan ikan Teri terjadi pada awal musim Angin Timur (Mei-Juni) dan pada awal musim Angin Barat (Oktober-Desember). Adapun puncak musim penangkapan ikan Teri, terjadi pada Bulan November.
Analisis Finansial Usaha Perikanan Tangkap Bottom Gill Net di Kabupaten Cilacap Arumtyas, Aulia Enggar; Wijayanto, Dian; Setyawan, Hendrik Anggi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis finansial usaha penangkapan bottom gill net dilakukan agar dapat mengetahui usaha perikanan yang menguntungkan sehingga dapat dijalankan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek finansial usaha perikanan bottom gill net di Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif bersifat studi kasus, metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah responden 100 pemilik perahu. Data yang digunakan meliputi data primer yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Data sekunder yaitu data produksi, nilai produksi, alat tangkap dan armada penangkapan selama lima tahun. Analisis data yang digunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), dan Payback Period (PP). Hasil dari penelitian armada yang digunakan yaitu perahu fiber 1-2 GT dengan tenaga mesin 15-18 PK. Konstruksi alat tangkap bottom gill net terdiri dari pelampung, tali pelampung, tali ris atas, tubuh jaring, tali ris bawah, tali pemberat dan pemberat. Rata-rata modal investasi yang dibutuhkan Rp 58.725.000,-, pendapatan yang dihasilkan Rp 149.239.690,- per tahun, keuntungan Rp 31.221.758,- per tahun. Nilai NPV Rp 146.220.302,-, IRR 80%, B/C ratio sebesar 1,12 dan PP 2 tahun 4 bulan 10 hari. Berdasarkan hasil yang didapatkan tersebut usaha perikanan tangkap bottom gill net di Kabupaten Cilacap layak untuk dilanjutkan.
Analisis Karakteristik Operasional Kapal Rawai Tuna yang Berpangkalan di PPS Cilacap Menggunakan Data Vessel Monitoring System (Studi Kasus WPPNRI 573) Yuniar, Dimas Rizki; Kurohman, Faik; Suherman, Agus
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawai tuna merupakan alat tangkap terbanyak di PPS Cilacap. Illegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF) menjadi ancaman terhadap kelestarian sumberdaya perikanan. Kerugian yang diakibatkan adanya IUUF mencapai 300 triliun rupiah per tahunnya. Pemerintah telah melakukan upaya pencegahan IUUF dengan menetapkan beberapa instrumen seperti transmiter Vessel Monitoring System (VMS), dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik alur pelayaran operasional penangkapan ikan rawai tuna di WPP 573 yang terpantau pada VMS, dan menganalisis kesesuain data SPB dengan VMS. Adapun pengawasan terhadap kapal rawai tuna agar beroperasi sesuai dengan peraturan, maka diperlukan data SPB dari PPS Cilacap sehingga dapat dilihat kesesuaiannya dengan data VMS pada akhirnya mendapat data cross-matching antara SPB dan VMS. Penelitian ini menggunakan data SPB, dan data VMS. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi fluktuasi setiap bulannya, pada tahun 2019 kapal rawai tuna banyak beroperasi di bulan September-Desember, pada tahun 2020 terjadi pada bulan Mei-Oktober, dan pada tahun 2021 pada bulan Maret-April. Hasil cross-matching kesesuaian antara SPB dan VMS dari 2019, 2020, 2021 adalah sebesar 40%, 56%, dan 49%. Kesesuaian pada waktu kedatangan 16%,26%,26%.
Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap di Kota Cirebon Zulfikri, Dzaki Naufal Mardlotillaah; Wijayanto, Dian; Setyawan, Hendrik Anggi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan dan komoditas potensial Kota Cirebon serta menyusun strategi pengembangan perikanan tangkap berbasis komoditas unggulan dan potensial di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan empat metode analisis data yaitu analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share (SS), analisis Spesialisasi Index (SI) dan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukan bahwa komoditas unggulan perikanan tangkap Kota Cirebon adalah Cumi-cumi (Loligo sp), Layang (Decapterus pusailus), Belanak (Mugil cephalus), Layur (Trichlurus lepturus), Kerapu (Epinephelus sp), Kembung (Rastrelliger kanagurta), Tongkol (Euthynnus affinis), Rajungan (Portunus pelagicus), dan Udang Dogol (Metapenaeus monoceros) dikategorikan sebagai komoditas potensial. Hasil strategi pengembangan analisis SWOT yaitu pengembangan fasilitas PPN Kejawanan untuk mendukung peningkatan produksi komoditas unggulan, mengembangkan industri pengolahan hasil tangkapan, memperluas jaringan pemasaran dengan menggunakan sistem informasi untuk memasarkan komoditas unggulan dari pasar lokal hingga pasar internasional, meningkatkan promosi pelabuhan perikanan untuk menarik minat investor, dan meningkatkan kecakapan nelayan dalam operasi penangkapan ikan, pengolahan ikan, dan pemasaran hasil tangkapan oleh pihak pemerintah dan pelabuhan.
Analisis Hasil Tangkapan Ikan Kembung (Rastrelliger spp) dengan Perbedaan Mesh Size Gill net di Perairan Rembang Dewi, Anggun Aspazia; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gill net (jaring insang) merupakan salah satu alat tangkap yang diizinkan dioperasikan berdasaran PERMEN KP No. 71 tahun 2016. Jaring insang umumnya digunakan masyarat nelayan di perairan Rembang, Salah satu target tangkapannya yaitu ikan kembung (Rastrelliger spp). Penelitian mengenai modifikasi alat tangkap gill net sangat diperlukan agar hasil dari pengoperasian alat tangkap tersebut bisa optimal sesuai kematangan gonad yang bisa diketahui dengan panjang total ikan. Panjang total ikan kembung pertama ali matang gonad yaitu 16,4 cm untuk ikan kembung betina dan 14-16 cm untuk ikan kembung jantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran mesh size serta spesifikasi jaring yang digunakan terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) jaring, yaitu jaring mesh size 4 dengan nomor jaring 6 dan jaring mesh size 3 dengan nomor jaring 8. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasar Banggi Rembang pada bulan Desember 2019 dengan menggunakan metode experimental fishing dan dilakukan 8 kali percobaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu regresi linier sederhana serta uji T independent. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, perbedaan mesh size serta spesifikasi jaring yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan, jumlah tangkapan tertinggi diperoleh dari jaring yang memiliki mesh size 3 serta nomor jaring 8 yaitu memiliki rata-rata 16 sedangkan mesh size 4 nomor jaring 6 memiliki rata-rata 3. Hal ini dikarenakan mesh size yang digunakan lebih kecil sehingga menyulitan ikan untuk meloloskan diri serta ketebalan dari jaring nomor 8 lebih kuat untuk menahan lolosnya ikan tersebut.
Penilaian Kondisi Tempat Pelelangan Ikan Ditinjau dari Indikator Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasik Agung Widyaningrum, Vira Oktaviani; Bambang, Azis Nur; Fitri, Aristi Dian Purnama; Prihantoko, Kukuh Eko
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2023
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTPI Tasik Agung merupakan TPI terbesar di Kabupaten Rembang. Dari sisi nilai produksi dan jumlah kapal yang masuk ke pelabuhan. Tingkat kebersihan merupakan faktor penting untuk menjaga kualitas ikan yang didaratkan. Kurang higienisnya TPI karena banyaknya genangan air di area TPI yang berasal dari air hasil tangkapan dan sisa air pembersihan TPI sehingga menimbulkan bau menyengat meskipun sudah dibersihkan menjadi salah satu permasalahan yang mendasar. Pembangunan perikanan dapat berjalan dengan baik apabila Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memiliki fasilitas dan sistem kerja yang sesuai dengan peraturan KEPMEN-KP Nomor 52 A Tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian TPI Tasik Agung 1 dan 2 berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 52 A Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2021, dengan metode penelitian deskriptif analisis. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian TPI adalah analisis skor dengan mengamati kondisi sarana dan prasarana TPI kemudian membandingkannya dengan KEPMEN-KP Nomor 52 A Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis sarana dan prasarana di TPI Tasik Agung 1 dan 2 dapat dikategorikan kurang sesuai dengan peraturan KEPMEN-KP Nomor 52 A baik dari sisi persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan pada bagian proses produksi, pengolahan, hingga distribusi.