cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPERTA (Jurnal Perikanan Tangkap)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26139766     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
ANALISIS KERAMAHLINGKUNGAN ALAT TANGKAP DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TANJUNGSARI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG lufika puspita Sari; Sulistyani Dyah Pramitasari; Indradi Setiyanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penangkapann ikan di laut bersifat open acces membuat kekhawatiran terhadap stok sumberdaya ikan yang ada di perairan, banyaknya operasi penangkapan yang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menyebabkan sumberdaya ikan mengalami penurunan atau overfishing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status alat tangkap berdasarkan kategori alat tangkap ramah lingkungan dan unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) di TPI Tanjungsari Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2017di TPI Tanjungsari Rembang. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Analisis data meliputi tingkat keramahlingkungan alat tangkap yang ada di TPI Tanjungsari Rembang, yaitu Gill net dan Cantrang berdasarkan Sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan. Hasil analisis dan skorsing alat tangkap didapatkan bahwa alat tangkap Gill net dengan skor 32,6 yang menunjukkan alat tangkap Gill net sangat ramah lingkungan dan alat tangkap Cantrang dengan skor 17,8 yang menunjukkan alat tangkap Cantrang tidak ramah lingkungan.
ANALISIS PERBEDAAN KONSTRUKSI BUBU PARALON TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN, KABUPATEN CILACAP Chaerul Ahadi; Herry Boesono; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bubu Paralon merupakan alat tangkap modifikasi bubu bambu yang berbahan dasar PVC, bubu ini digunakan oleh nelayan di Perairan Segara Anakan Kabupaten Cilacap untuk penangkapan ikan sidat (Anguilla bicolor). Bubu Paralon di Perairan Segara Anakan biasanya mendapatkan hasil tangkapan yang sedikit, rata-rata nelayan hanya mendapatkan hasil 0-5 ekor per bubu dan dalam setiap ekor beratnya tidak lebih dari 25 gram. Peneliti menyimpulkan hal tersebut disebabkan oleh konstruksi bubu silinder yang kurang efektif, oleh karena itu peneliti ingin menganalisa adakah pengaruh hasil tangkapan apabila bubu paralon dimodifikasi konstruksinya. Bubu paralon yang digunakan dalam penelitian ada empat jenis, tiga jenis bubu modifikasi dan satu jenis bubu standar sebagai variabel kontrol. Bubu A1B1 bubu standar yang biasa digunakan oleh nelayan Segara Anakan dengan ukuran panjang badan 45 cm dan berdiameter 3 inchi; bubu A1B2 bubu modifikasi 1 yaitu bubu ukuran standar dengan dengan penambahan lubang berdiameter 0,5 cm sebanyak 64 buah di badan bubu; bubu A2B1 bubu modifikasi 2 adalah bubu dengan ukuran panjang badan bubu 80 cm denga diameter 4 inchi; dan bubu A2B2 bubu modifikasi 3 adalah bubu dengan ukuran seperti bubu modifikasi 2 dengan penambahan lubang berdiameter 0,5 cm sebanyak 64 buah. Jenis bubu yang digunakan pada penelitian masing-masing 5 buah, peneliti kemudian mengoperasikan empat jenis bubu silinder tersebut sebanyak 10 kali ulangan. Total hasil tangkapan bubu A1B1(533 gr), bubu A1B2 (593 gr), bubu A2B1 (2.511 gr) dan bubu A2B2 (679 gr) Analisis data yang di gunakan penelitian ini adalah uji one way anova serta uji T. Hasil Sig. dari one way anova test 0,006, dimana nilai Sig. tersebut lebih kecil dari Sig.α 0,05 yang artinya terdapat perbedaan hasil tangkapan yang signifikan ke empat jenis bubu sidat silinder (PVC). Hasil uji T menunjukan, bubu A1B2 tidak terdapat perbedaan hasil tangkapan yang signifikan karena nilai Sig.(2-Tailed) 0,596 > Sig.α 0,05; bubu A2B1 terdapat perbedaan hasil tangkapan yang signifikan karena nilai Sig.(2-Tailed) 0,000 < Sig.α 0,05; dan bubu A2B2 tidak terdapat perbedaan hasil tangkapan yang signifikan karena nilai Sig.(2-Tailed) 0,373 > Sig.α 0,05.Kata kunci: bubu paralon; ikan sidat; modifikasi konstruksi
ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN KELAYAKAN USAHA PERIKANAN PURSE SEINE DI TPI PELABUHAN, KOTA TEGAL Hanny Farida Sitorus; Azis Nur Bambang; Bogi Budi Jayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua jenis penanganan hasil tangkapan purse seine di TPI Pelabuhan kota Tegal ada yang menggunakan freezer atau menggunakan garam dan es, yang menyebabkan perbedaan harga jual ikan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kelayakan purse seine freezer dan purse seine garam dan es berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek teknis purse seine (konstruksi, teknik pengoperasian, daerah dan musim pengoperasian, ukuran kapal dan mesin) dan kelayakan purse seine freezer dan purse seine garam di TPI Pelabuhan Tegal. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif, pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis data terdiri dari aspek teknis, analisis statistik (uji normalitas dan uji t) dan analisis finansial. Hasil penelitian aspek teknis purse seine terdiri dari tali pelampung, tali pemberat, tali ris, tali kerut, serampat, badan jaring, kantong, pelampung, pemberat, cincin, tahapan pengoperasian meliputi persiapan, fishing ground, setting dan hauling, daerah pengoperasian purse seine yaitu Laut Jawa, perairan Sulawesi, perairan Kalimantan, dan Laut Natuna, musim puncak agustus - desember, kapal purse seine memiliki ukuran antara 50 - 90 GT. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai produksi dan produksi freezer dan garam dan es tidak sama. Hasil analisis finansial menunjukkan usaha perikanan purse seine freezer dan purse seine garam layak untuk dijalankan. Tingkat kelayakan purse seine freezer lebih tinggi daripada purse seine garam dan es.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ATRAKTOR CAHAYA WARNA MERAH DAN PERBEDAAN WAKTU PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP BUBU KARANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KERAPU (EPINEPHELINEA) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Ariesco Paksi Pratama Yudha; Asriyanto Asriyanto; Pramonowibowo Pramonowibowo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Karimunjawa meliputi luas perairan yang merupakan daerah berkarang. Sehingga potensi sumberdaya ikan yang banyak terdapat di Kepulauan Karimunjawa merupakan sumberdaya ikan karang. Jenis-jenis ikan karang dengan nilai ekonomis penting dan memiliki nilai jual tinggi antara lain adalah ikan Kakap, Kerapu dan Ekor Kuning. Ikan Kerapu merupakan ikan karang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan pada Tahun 2014 produksi perikanan tangkap ikan Kerapu di Kepulauan Karimunjawa mencapai 9 ton. Tingkah laku ikan akan membantu proses kegiatan penangkapan ikan. Salah satunya merupakan respon penglihatan ikan terhadap adanya warna cahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon ikan Kerapu terhadap cahaya warna merah yang berada di dalam alat tangkap bubu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, dimana menggunakan suatu perlakuan terhadap alat tangkap bubu dengan menggunakan atraktor cahaya warna merah dan adanya bubu control sebagai pembanding ada tidaknya respon ikan Kerapu terhadap atraktor cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya warna merah yang dijadikan sebagai atraktor meberikan respon positif dan secara statistik menunjukkan hasil yang signifikasi terhadap hasil tangkapan ikan Kerapu. Jenis ikan Kerapu yang dominan tertangkap di perairan Karimunjawa adalah Kerapu Tikus (Chromileptis altivelis) dan Kerapu Sunu (Plectromopus areolatus)
ANALISIS PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PENGAMBENGAN, JEMBRANA, BALI Dicky Aulia; Herry Boesono; Dian Wijayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan perikanan harus memiliki tujuan atau arah menuju pelabuhan yang bersih dan nyaman, dengan memiliki fungsi sebagai pengendali lingkungan seperti kebersihan, keamanan, ketertiban, keselamatan kerja dan keindahan, termasuk di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan. Konsep dasarnya adalah mencapai keseimbangan antara aspek ekonomi dengan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis 1) kondisi fasilitas PPN Pengambengan yang terkait dengan konsep pelabuhan berbasis ecoport, 2) kesesuaian kondisi PPN Pengambengan dengan standar ecoport, dan 3) menentukan strategi pengembangan PPN Pengambengan menuju ecoport. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang bersifat survei. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan, tingkat kelengkapan fasilitas pelabuhan, lingkungan fisik ekologi, dampak sosial dan ekonomi masyrakat, penanganan komoditas ikan (hasil tangkapan), pemantauan illegal fishing, kesesuaian PPN Pengambengan terhadap rumusan standar ecoport dan pengembangan road map. Penelitian ini menghasilkan indeks ecoport sebesar 1,76 maka perlu adanya peningkatan, pada komponen kualitas perairan pelabuhan, tingkat kebersihan kawasan, kondisi penghijauan (aspek lingkungan fisik ekologi); pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja (aspek dampak sosial dan ekonomi masyarakat); organoleptik, sistem rantai dingin (aspek penanganan komoditas ikan (hasil tangkapan)); alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pemantauan penangkapan ikan oleh observer (aspek illegal fishing). Strategi pengembangan PPN Pengambengan difokuskan pada komponen yang selama ini belum mencapai nilai maksimal, dari hal ini disusun dalam bentuk road map yang meliputi rencana jangka pendek dan jangka menengah (pembangunan dan pengoperasian IPAL, pengerukan kolam pelabuhan).
KARAKTERISTIK USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE YANG BERPANGKALAN DI PPI KARANGANYAR KABUPATEN REMBANG Dian Wijayanto; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, Maret 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Landing Place of Karanganyar is one of the centers of fishing activities in Rembang Regency with the dominant fishing gear is mini purse seine. Information about the characteristics of fisheries is important for the development planning of fisheries. This research purpose was to analysis the characteristics of mini purse seine fishing business based in PPI Karanganyar, both related to technical and financial aspects. Financial analysis used RC ratio. Primary data collection used convinience sampling to 30 respondents. The results showed that fishermen of mini purse seine use wooden vessels (10 to 30 GT), with a operation time of 1 week per trip. Peak season occurs in December to March, famine season occurs in August to November and regular season occurs in April to July. Fish target pf mini purse seine is the pelagic fish. The fishing ground is at WPP 712. Investment of vessel is IDR 500 million to IDR 600 million per unit, vessel engine of IDR 80 million to 100 million, supporting machine of IDR 20 million to IDR 30 million, and fishing gear of IDR 200 million to IDR 220 million. In the operation of mini purse seine, fuel procurement cost is about IDR 3.5 million to IDR 4 million per trip, consumption cost around IDR 1.5 million to Rp 2 million per trip, and ice procurement of IDR. 1.5 million to IDR 2 million per trip. RC ratio of mini purse seine business is about 2.43.Keywords: mini purse seine, RC ratio, PPI Karanganyar-Rembang
ANALISIS CPUE (CATCH PER UNIT EFFORT) DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN LEMURU (Sardinella lemuru) DI PERAIRAN SELAT BALI Anindyas Listiyani; Dian Wiajayanto; Bogi Budi Jayanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Lemuru merupakan salah satu sumberdaya ikan yang mempunyai potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga ikan Lemuru (Sardinella lemuru) menjadi hasil tangkapan utama di perairan Selat Bali. Ikan Lemuru terkonsentrasi di Selat Bali dengan produksi 36.908 ton (23,3%) dari total produksi ikan pelagis kecil di WPP 573 yaitu sebesar 158.404 ton (BPPL, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis CPUE ikan lemuru dan menganalisis potensi lestari serta tingkat pemanfaatan di Selat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 122 sampel, dimana sampel tersebut terdiri dari nelayan purse seine, gill net, bagan, dan payang. Metode analisis yang digunakan meliputi CPUE, MSY dan tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tren CPUE mengalami kenaikan antara 2011-2015 dengan nilai rata-rata tahun 2010-2015 252 kg/trip, diperoleh CMSY sebesar 34.284.153 kg/tahun, EMSY 31.232 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan masih dbawah CMSY dengan rata-rata 13.627.749 kg/tahun dan tingkat pengupayaan sudah melebihi EMSY dengan rata-rata 55.280 trip/tahun
ANALISIS ALAT PENANGKAP IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TPI KEDUNG MALANG JEPARA Sutikno Subehi; Herry Boesono; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries mutlak dilakukan. Hal ini dikarenakan dampak dari penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan berupa kerusakan lingkungan serta overfishing. Di TPI Kedung Malang, alat tangkap yang digunakan antara lain: gill net, dogol, arad dan rawai. Menurut Permen KP No.71 tahun 2016, gill net dan rawai termasuk alat tangkap yang diperbolehkan dioperasikan, sedangkan arad dan dogol termasuk kategori alat tangkap yang dilarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan teknologi penangkapan ramah lingkungan serta strategi perbaikan perikanan tangkap ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu dengan wawancara kepada nelayan dan observasi langsung di lapangan. Hasil yang dipereroleh dari penelitian ini yaitu alat tangkap yang masuk kategori ramah lingkungan di TPI Kedung Malang adalah rawai, gill net dan dogol, sedangkan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan adalah arad bahkan cindering merusak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rawai, gill net dan dogol termasuk alat tangkap ramah lingkungan, sedangkan arad termasuk alat tangkap yang merusak. Modifikasi alat tangkap dogol dan arad perlu dilakukan untuk meningkatkan selektivitas penangkapannya
ANALISIS DAYA SAING DAN SALURAN PEMASARAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP.) DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Siti Machrusatul Ain; Imam Triarso; Sardiyatmo Sardiyatmo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perikanan tangkap di Kabupaten Rembang dapat berperan dan berpotensi sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan nasional. Akan tetapi, sampai saat ini peran dan potensi tersebut belum baik. Diduga keunggulan komparatif sektor perikanan tangkap yang dimiliki oleh Kabupaten Rembang belum mampu menjadi keungggulan kompetitif. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kinerja ekonomi berbasis sektor perikanan tangkap di Kabupaten Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan saluran pemasaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Kabupaten Rembang. Bedasarkan margin pemasaran dan analisis PAM. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah masyarakat nelayan dan bakul ikan di Kabupaten Rembang. Jumlah sampel yang diambil yaitu 41 orang nelayan dan 45 orang Bakul Ikan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dimana semakin panjang saluran pemasaran, maka margin yang diterima di setiap lembaga pemasaran semakin kecil dan semakin tidak efesien saluran pemasaran. Analisis data selanjutnya adalah analisis data menggunakan PAM, Private cost ratio (PCR): C/(A - B) yang dihasilkan 0,6, PCR < 1, berarti sistem komoditas yang diteliti memiliki keunggulan kompetitif; Domestic resource cost ratio (DRC): G/(E - F), yang dihasilkan 0,67 DRC < 1 berarti sistem komoditas yang diteliti mempunyai keunggulan komparatif; NPCO yang dihasilkan 1,04 nilai NPCO > 1 berarti kebijakan bersifat protektif terhadap output ; On tradable inputs (NPCI): B/F yang dihasilkan 0,9, jika nilai NPCI < 1 berarti kebijakan bersifat protektif terhadap input, berarti ada kebijakan subsidi terhadap input tradable. Saluran pemasaran Ikan Kembung (Rastrelliger sp.) di Kabupaten Rembang efesien karena rantai pemasaran yang pendek
ANALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) TERHADAP PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN PINTU MASUK DAN CELAH PELOLOSAN BUBU (SKALA LABORATORIUM) Mauidzatul Hasanah; Aristi Dian Purnama Fitri; Pramonowibowo Pramonowibowo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penangkapan kepiting bakau dapat dilakukan menggunakan perangkap, salah satunya adalah bubu lipat. Desain pintu masuk (funnel) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penangkapan dengan bubu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perbedaan sudut kemiringan pintu masuk bubu terhadap kecepatan merayap kepting bakau, sudut kemiringan yang optimal untuk bubu dan mengetahui presentase pelolosan kepiting pada celah pelolosan berukuran 3 cm x 10 cm. Sudut yang dipakai dalam penelitian adalah sudut 20°, 30° dan 60°, dengan bidang jaring berbentuk kotak. Untuk menentukan pengaruh kemiringan sudut terhadap kecepatan merayap kepiting digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting bakau dapat melintasi bidang jaring berbentuk kotak dengan mudah pada sudur 20° dibandingkan sudut 60°. Kecepatan tertinggi adalah pada sudut 20° sebesar 0.022 m/s dan kecepatan terendah pada sudut 60° sebesar 0,008 m/s, sedangkan pada sudut 30° sebesar 0,015 m/s. Perbedaan sudut kemiringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecepatan merayap kepiting bakau dan desain yang ideal adalah bubu dengan sudut kemiringan 30°. Celah pelolosan dengan ukuran 3 x 10 cm dapat meloloskan kepiting bakau sebesar 47%.