cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JUPERTA (Jurnal Perikanan Tangkap)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26139766     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN JASA TEMPAT PELELANGAN IKAN DENGAN METODE POTENTIAL GAIN CUSTOMER VALUE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP Muhammad Rizqi Saputra; Abdul Kohar Mudzakir; Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPI merupakan salah satu fasilitas fungsional yang memberikan pelayanan kepada nelayan. Pelayanan yang diberikan berupa tempat untuk melakukan proses lelang, penanganan dan pemasaran. Kepuasan peserta lelang terhadap TPI ditentukan oleh kualitas pelayanan yang disediakan oleh TPI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan menganalisis atribut-atribut pelayanan jasa yang mempengaruhi tingkat kepuasan peserta lelang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah populasi nelayan Trammel net 550 orang, bahwa sampel sebanyak 50 orang sudah mewakili populasi nelayan Trammel net sebesar 10%. Tingkat kepuasan peserta lelang dihitung menggunakan metode Importance Performance Analysis sedangkan kualitas pelayanan dianalisis menggunakan metode Potential Gain Customer Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta lelang terhadap pelayanan Tempat Pelelangan Ikan di PPS Cilacap adalah sebesar 98,01% disimpulakan bahwa belum memuaskan dilihat dari angka yang belum mencapai 100% (Memuaskan). Berdasarkan hasil penelitian, atribut-atribut yang diprioritaskan untuk diperbaiki dilihat dari nilai angka Indeks PGCV tebesar. Terdapat angka indeks PGCV terbesar ialah 5,74 adalah “Ketersedian Dana sosial untuk nelayan”.atribut perlu diperbaiki untuk mengurangi peluang ketidakpuasan. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat atribut yang harus diperbaiki kinerjanya agar memenuhi harapan peserta lelang.
ANALISIS SPASIAL DAERAH PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP GILL NET DI PERAIRAN PASIR, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH Chobitta Arethuzsa Sekar Negari; Imam Triarso; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 03 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Desember 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sebaran daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap gill net di perairan Pasir, Kabupaten Kebumen dan menganalisis hasil tangkapan dengan alat tangkap gill net di perairan Pasir, Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan suatu fenomena, dalam penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu tetapi dengan menggambarkan apa adanya suatu variabel, gejala, atau keadaan. Pengambilan sampel lokasi penelitian yang berupa stasiun I sampai dengan XX menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan bahwa 20 titik stasiun yang diambil tersebar sejajar dan tegak lurus dengan garis pantai sehingga dianggap mewakili perairan pantai Pasir yang telah diketahui posisi lintang dan bujurnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat tangkap gill net pada 20 titik stasiun yang diambil sebagai titik sampel berada pada sepanjang titik koordinat 7o47’ - 7o49’ Lintang Selatan dan 109o23’ - 109o32’ Bujur Timur pada kedalaman antara 40 – 55 meter. Hasil tangkapan yang didapatkan selama penelitian antara lain Ikan Layur (Trichiurus lepturus), Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Rajungan (Portunus sp), Ikan Tenggiri (Scomberromo commersoni), Ikan Kembung (Rastrelliger spp), dan Lobster (Panulirus sp)..
TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN GILL NET DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MORODEMAK Bambang Argo Wibowo; Imam Triarso; Aida Nurus Suroyya
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.786 KB)

Abstract

Kelompok  nelayan merupakan salah satu komponen  utama dalam usaha  perikanan tangkap.  Namun dalam kehidupannya saat ini masih di jumpai nelayan hidup dalam kondisi miskin, karena keterbatasan teknologi yang digunakan, yang berpengaruh terhapat produktifitas alat tangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  Faktor-faktor yang berpengaruh terhdap tingkat pendapatan  rumah tangga nelayan.   Pengambilan sampel dalam penelitian ini, yaitu nelayan dengan alat tangkap gill net di PPP Morodemak dengan 3 GT, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode studi kasus dan menggunakan data cross sectional, pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakteristik nelayan yang menggunakan alat tangkap gill net di PPP Morodemak berdasarkan umur sekitar 98% pada umur 30-70 tahun, tingkat pendidikan nelayan didominasi pada tingkat sekolah dasar (SD) dengan prosentase 55%. Berdasarkan jumlah anggota keluarga nelayan didominasi lebih dari tiga orang dengan prosentase 64%. Sedangkan untuk pengalaman melaut, sekitar 80% pada kisaran 20-40 tahun.(2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan nelayan adalah pengalaman melaut dan hasil tangkapan.
PENGGUNAAN RUMPON ATRAKTOR CUMI (RAMI) PADA BAGAN TANCAP (Lift Net) DI PERAIRAN DEMAK Bogi Budi Jayanto; Hendrik Anggi Setyawan; Herry Boesono
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.264 KB)

Abstract

Bagan tancap merupakan suatu alat tangkap ikan yang masuk dalam kategori lift net, yang dalam pengoperasiannya, bagan tancap mengandalkan lampu sebagai atraktor untuk menarik perhatian ikan. Adanya penambahan alat bantu untuk mengumpulkan ikan di sekitar bagan tancap akan memudahkan ikan untuk berkumpul di sekitar bagan tancap ketika pada malam hari lampu dinyalakan. Dengan penggunaan alat bantu Rumpon Atraktor Cumi (RAMI) yang dipasang di sekitar alat tangkap bagan tancap (lift net), diharapkan ikan yang tertangkap oleh bagan tancap semakin banyak. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan Rumpon Atraktor Cumi (RAMI) serta jumlah hasil tangkapan bagan tancap (lift net) di perairan Demak. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental fishing. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagan tancap (lift net), Rumpon Atraktor Cumi (RAMI), dengan perlakuan penambahan rumpon pada empat sisi bagan tancap (lift net). Berdasarkan pada hasil uji t dengan SPSS 16 didapatkan bahwa penggunaan rumpon diperoleh nilai t-test sebesar 4,154 dan nilai signifikasi 0,069 dengan taraf signifikasi 95%. Dan uji t dengan menggunakan rumus didapatkan nilai thitung = 4,154 > ttabel = 1,697. Sesuai dengan kaidah pengambilan keputusan bahwa nilai thitung > ttabel, maka diputuskan untuk terima H1, hal ini berarti penggunaan Rumpon Atraktor Cumi berpengaruh nyata pada hasil tangkapan bagan tancap.
PENDUGAAN STOK SUMBERDAYA RAJUNGAN DI PERAIRAN TEGAL JAWA TENGAH Hendrik Anggi Setiyawan; Aristi Dian Purnama Fitri
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.676 KB)

Abstract

Dalam rangka pengelolaan sumberdaya rajungan yang berkelanjutan diperlukan adanya suatu informasi mengenai pendugaan stok rajungan di Perairan Tegal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan lebar-berat, pola pertumbuhan, laju mortalitas, pola rekrutmen dan laju eksploitasi dari sumberdaya rajungan di Perairan Tegal. Metode yang digunakan dalam menduga stok adalah model analitik. Sampel rajungan berjumlah 300 ekor yang berasal dari hasil tangkapan rajungan nelayan bubu lipat dan rajungan yang sudah dijual di pengepul. Hasil yang didapatkan adalah lebar karapas pertama kali tertangkap rajungan di Perairan Tegal adalah sebesar 98 mm. Pola pertumbuhan pada rajungan jantan bersifat allometrik positif, sedangkan pada rajungan betina bersifat allometrik negatif. Perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 1,24:1. Laju pertumbuhan dan lebar karapas asimptot rajungan jantan lebih besar dibandingkan rajungan betina. Laju mortalitas total sebesar 4,57 dan status eksploitasi masih berada di bawah optimum.
Karakteristik Perikanan Gill Net di Kabupaten Pati Faik Kurohman; Dian Wijayanto; Sardiyatmo Sardiyatmo; Indradi Setiyanto
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.522 KB)

Abstract

Perikanan gill net merupakan perikanan artisanal yang memiliki peranan penting dalam perekonomian pesisir, termasuk di Kabupaten Pati. Perikanan artisanal berkontribusi dalam ketahanan pangan, sosial dan ekonomi di berbagai wilayah pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penelitian karakteristik perikanan gill net di Kabupaten Pati penting untuk dilaksanakan. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji karakteristik perikanan gill net di Kabupaten Pati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perikanan gill net di Kabupaten Pati didominasi perikanan skala kecil dengan investasi perahu rata-rata sebesar Rp. 27.924.731, investasi mesin Rp.  6.827.957, dan investasi alat tangkap Rp.  8.072.043. Rata-rata biaya per trip Rp. 114.364 untuk perbekalan dan bahan bakar. Operasi penangkapan bersifat one day fishing, dengan hasil tangkapan diantaranya udang, rajungan, kembung, and layur yang memiliki nilai jual relatif tinggi.
KOMPOSISI IKAN HASIL TANGKAPAN JARING CADUK (SCOOP NET) YANG BEROPERASI DI PERAIRAN CILACAP Fajar Adiyanto; Kukuh Eko Prihantoko; Herry Boesono
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.684 KB)

Abstract

Jaring caduk (scoop net) merupakan alat tangkap tradisional yang beroperasi di perairan Cilacap. Target utama penangkapan adalah ikan Teri (Stolephorus Sp.). Jaring Caduk dioperasikan pada jam 18.00-05.00 WIB yang terbagi menjadi tiga trip pengoperasian. Pada saat pengoperasian jaring caduk, nelayan aktif mencari geromboan ikan dengan melihat kondisi Perairan. Sehingga, tidak menetap di satu titik pengoperasian. Alat bantu yang digunakan jaring Caduk adalah atraktor lampu sebagai penarik ikan untuk berkumpul. Pada pengoperasian jaring caduk jenis ikan yang tertangkap cenderung berasal dari satu jenis ikan dalam satu trip pengoperasian. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan jaring Caduk pada musim penangkapan yang berbeda. Metode penelitian ini adalah deskritif analisis. Adapun metode pengambilan data yaitu, dengan cara observasi, wawancara, dan dokumnetasi selama penelitian. Kriteria pengambilan sampel nelayan yaitu, 1) pengalaman nelayan lebih kurang 10 tahun, 2) beroperasi pada dua musim yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan lima kali ulangan (lima trip) pengoperasian, yaitu lima kali pada musim biasa dan lima kali pengulanan pada musim puncak. Hasil yang diperoleh yaitu, pada periode musim biasa hasil tangkapan didominsi oleh ikan tembang (Sardinella fimbriata) dengan presentase 60 %  (165 Kg), selanjutnya ikan teri putih (Stolephorus indicus) dengan presentase 40 % (108 Kg).Sedangkan pada periode musim puncak hasil tangkapan didominasi oleh ikan Teri putih (Stolephorus indicus) dengan presentase hasil tangkapan 81 % (1.263 Kg), diikuti ikan Lemuru (Sardinella lemuru) 13 % (209 Kg), dan ikan Tembang (S.fimbriata) 6 % (69 Kg).
Modifikasi Bubu Lipat Dengan Bercelah Pelolosan Kepiting Bakau (Scylla Serata) di Perairan Kabupaten Pemalang Herry Boesono; Aristi Dian Purnama Fitri; Abdul Kharis
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2018
Publisher : Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.266 KB)

Abstract

Penambahan celah pelolosan pada bubu lipat dengan tujuan mengetahui selektivitas kepiting bakau (Scylla serrata) berukuran  kecil (juvenile) dapat keluar melalui celah pelolosan. Tujuan dilakukannya penelitian adalah menganalisis nilai selektivitas bubu lipat modifikasi dan nilai efektifitas yang di gunakan terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla seratta) di Desa Mojo Kabupaten Pemalang. Hasil yang di peroleh nilai L 50 mendapatkan nialai yaitu 6,8 sehingga di perkirakan kepiting yang berukuran ≤ 6,8 cm akan lolos dari celah pelolosan berukuran 3cm x 7cm, pada celah pelolosan 4cm x 8cm didapatkan Nilai L 50 dengan nilai yaitu 7,8 sehingga di perkiran kepiting yang berukuran ≤ 7,8 cm dapat meloloskan diri. Kesimpulan penelitian bahwa ada perbedaan secara nyata antara celah pololosan (3cm x 7 cm) dan (4 cm x 8 cm ) di bandingkan bubu standart yang umum digunakan nelayantr di perairan Kabupaten Pemalang.
PERBANDINGANHASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT KOTAK DENGAN BUBU LIPAT KUBAH TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH Muhammad Rifki Ferdiansyah; Asriyanto Asriyanto; Abdul Rosyid
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.738 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbandingan hasil tangkapan antara bubu lipat kotak dengan bubu lipat kubah terhadap hasil tangkapan rajungan, untuk mengetahui interaksi antara bubu lipat kotak dan bubu lipat kubah, dan menentukan alat tangkap yang efektif untuk menangkap rajungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Bubu lipat kotak mempunyai panjang 49 cm, lebar35 cm dan tinggi 18 cm. Bubu lipat kotak tanpa modifikasi memiliki dua bukaan pintu tanpa celah pelolosan, untuk bubu lipat kotak modifikasi memiliki dua bukaan pintu dan satu celah pelolosan berbentuk persegi panjang, terletak dibawah pintu masuk. Bubu lipat kubah memiliki ukuran diameter sepanjang 50 cm, dengan tinggi 20 cm. Bubu lipat kubah tanpa modifikasi memiliki dua buah bukaan pintu, sedangkan untuk bubu lipat kubah modifikasi memiliki dua buah bukaan pintu dan satu celah pelolosan berbentuk persegi panjang. Badan bubu terbuat dari jaring Polyethylene (PE) multifilament berwarna hijau dengan ukuran mesh size 20 mm.Umpan yang dipergunakan adalah ikan rucah. Penelitian ini dilakukan pada perairan Rembang, KabupatenRembang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dimulai pada bulan Juni 2014, dan pengambilan data pada bulanMaret – Juni 2015.Analisis data yang digunakan adalah analisis One Way Anova dengan bantuan program SPSS16. Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan dari bubu lipat kotak tanpa modifikasi sebanyak37 ekor, bubu lipat kotak modifikasi 16 ekor, bubu lipat kubah tanpa modifikasi sebanyak 27 ekor, dan untuk bubu lipat kubah modifikasi sebanyak 60 ekor. Ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penggunaan bubu lipat kotak dan bubu lipat kubah. Penggunaan alat tangkap yang berbeda berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Terdapat interaksi antara penggunaan alat tangkap bubu lipat kotak dan bubu lipat kubah.
ANALISIS DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo sp) Di KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Dwi Setiyani; Imam Triarso; Faik Kurohman
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.707 KB)

Abstract

Kabupaten Kendal mempunyai sub sektor perikanan laut yang pada tahun 2014 menghasilkan 2.055.180 kg ikan. Kabupaten Kendal memiliki lima Tempat pelelangan Ikan (TPI). Hasil perikanan di Kabupaten Kendal selain menjadi konsumsi masyarakat lokal juga dikirim keluar daerah. Cumi-cumi merupakan salah satu hasil perikanan yang memiliki produksi tinggi. Kegiatan pemasaran Cumi-cumi di Kabupaten Kendal melalui dua perantara yaitu dilelang di TPI dan dijual ke tengkulak. Nelayan yang memiliki ikatan hutang dengan tengkulak harus menjual hasil tangkapan ke tengkulak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran hasil tangkapan Cumi-cumi (Loligo sp) di Kabupaten Kendal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dan mengunakan metode snowball sampling. Analisis data yang dilakukan yaitu aspek teknis, aspek ekonomi dan aspek pemasaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui di Kabupaten Kendal ada empat distribusi pemasaran. Nelayan menjual hasil tangkapannya melaui TPI maupun tengkulak, kemudian pedagang pengumpul dan pedagang pengecer membeli Cumi-cumi (Loligo sp) melalui TPI maupun tengkulak. Distribusi pemasaran yang paling efisien yaitu distribusi pemasaran 2 yaitu nelayan → tengkulak → pedagang pengecer → konsumen, di saluran distribusi 2 yang paling efisien ditingkat pedagang pengecer dengan nilai efisiensi terkecil yaitu 0,02. Selain itu pada distribusi pemasaran 2 ditingkat pedagang pengecer memiliki nilai margin pemasaran terkecil Rp. 4.764 dan fisherman’s share terbesar yaitu 85,49%.