cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
METANA
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020" : 6 Documents clear
Improve Capsicum spp. Seed Quality in Seedling Using Microorganism Organic Fertilizers Juhariah, Jujuk; Lestariana, Dwi Suci; Aulia, Margaretha Praba
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.33380

Abstract

This study aims to improve the seed quality in seedling using microorganism-based fertilizer. This study was conducted from July to September 2019 at Boyolali University’s greenhouse. This experiment was an arranged factorial randomized block design with three factors, which are three chili varieties (green, white, and curly chili) and three kinds of organic fertilizers (microalgae, effective microorganisms, and local microorganisms). Then the plants observed five times. Parameters observed are the living plant number, leaves’ number, and plant height. The results show that there was no significant difference in living plant numbers among all the treatments. The significant differences appear in the number of leaves and plant height. The significant difference indicated that the difference influenced by the plant type not because of the application of the fertilizer. 
Enhanced adsorption property of TiO2 based nanoribbons produced by alkaline hydrothermal process Ariyanti, Dessy; Mo’ungatonga, Satriani; Gao, Wei
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.33428

Abstract

TiO2 is a semiconductor material with endless potential for the development of renewable energy as well as in the environmental field application. With various methods, TiO2 nanostructures with various morphology, properties and application can be developed. In this paper, the synthesis of TiO2 based nanoribbons with high adsorption property produced by alkaline hydrothermal methods were investigated. Its morphology, crystal structure and physical properties were characterized using Scanning Electron Microscope (SEM), X-ray diffraction (XRD), Fourier-transform infrared (FTIR) and Brunauer-Emmett-Teller (BET) surface area analysis. The result shows that by controlling the hydrothermal processing time, different morphology and structures of TiO2 nanoribbons with different adsorption properties can be obtained. The nanoribbons produced via alkaline hydrothermal method has width 200-300 nm and length up to several microns. It also possesses fair adsorption capacity over dyes (Rhodamine B and Methyl orange) considering its large surface area and high pore volume. 
Uji Kinerja Mesin Pencacah Tumbuhan Nilam dengan Kapasitas 120 Kg/Jam Porawati, Hilda; Darmuji, Darmuji; Rifa'i, Ahmad Imam
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.34010

Abstract

Tumbuhan nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri dan salah satu penyumbang devisa terbesar di  antara  tanaman  atsiri  lainnya. Minyak nilam merupakan bahan baku dalam industri kosmetik, parfum, antiseptik serta aromaterapi. Salah satu indikator peningkatan kapasitas produksi minyak nilam adalah terdapat pada proses pencacahan tumbuhan nilam sebelum dilakukan proses penyulingan minyak nilam. Proses pencacahan tumbuhan nilam akan lebih efektif dalam efisiensi waktu pengerjaan dan peningkatan kapasitas jika dilakukan dengan mesin pencacah. Komponen utama dari mesin pencacah tumbuhan nilam adalah rangka, cover dan rangka, poros, saluran masuk, saluran keluar, kedudukan mata pisau, transmisi  tunggal  serta  mesin  penggerak. Daya mesin penggerak yang digunakan sebesar 5.5 HP dengan mata pisau planer berjumlah 4 buah dimensi 300 x 30 x 30 mm yang terbuat dari komposisi material High Speed Steel (HSS) 18%. Posisi mata pisau di pasang dengan kemiringan mata pisau 3⁰. Sistem transmisi menggunakan sistem transmisi tunggal yaitu 2 buah pulley dihubungkan dengan menggunakan v-belt. Penelitian ini dilakukan dengan mengatur variasi putaran motor penggerak untuk mengetahui kapasitas cacahan dalam rentang waktu 1 jam. Ukuran hasil cacahan yang diteliti diatur dengan variasi jarak potong mata pisau yaitu 20 mm dan 30 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas cacahan meningkat seiring dengan meningkatnya putaran poros mata pisau. Pada putaran poros mata pisau > 1000 rpm mesin pencacah tumbuhan nilam memiliki kapasitas cacahan ±120 kg/jam. Kapasitas cacahan untuk variasi jarak 30 mm memiliki kapasitas cacahan yang lebih banyak di bandingkan dengan pengaturan jarak 30 mm. Berdasarkan syarat mutu dan metode uji dari mesin pencacah (chopper) mesin pencacah tumbuhan nilam SNI 7580:2010 tergolong kedalam mesin kelas A. Patchouli plant produces essential oils and one of the largest foreign exchange earners, among other essential plants. Patchouli oil is a raw material in the cosmetics, perfume, antiseptic, and aromatherapy industries. One indicator of an increase in patchouli oil production capacity is the patchouli plant's chopping process before the patchouli oil refining process is carried out. The patchouli plant's chopping process will be more effective in the efficiency of processing time and increased capacity if it is done with a chopping machine. The patchouli chopping machine's main components are the frame, cover and frame, shaft, inlet, outlet, the position of the blade, single transmission, and engine. The power of the engine used is 5.5 HP with 4 planer blades of 300 x dimensions. 30 x 30 mm, which is made of 18% High-Speed Steel (HSS) material composition. The position of the blade is attached with a 3 angle of the blade. The transmission system uses a single transmission system, namely 2 pulleys connected using a v-belt. This research was conducted by adjusting the motor rotation variation to determine the chopping capacity within 1 hour. The size of the chopped results studied was adjusted by varying the cutting distance of the blades, namely 20 mm and 30 mm. The results showed that the chopping capacity increased with an increasing rotation of the blade shaft. At the blade rotation> 1000 rpm, the patchouli chopping machine has a ±120 kg/hour chopping capacity. The chopping capacity for 30 mm spacing variations has more chopping capacity than the 30 mm spacing setting. Based on the chopper's quality requirements and the test method, the patchouli plant SNI 7580: 2010 is classified as a class A machine.
Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit menggunakan Katalis Kalsium Oksida (CaO) menjadi Biodiesel Eka Putri, Presyta Chalida; Supriyo, Edy
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.34193

Abstract

Bioedisel merupakan bahan bakar alternatif yang menjanjikan yang dapat diperoleh dari minyak nabati maupun lemak hewani melalui reaksi transesterifikasi dengan alkohol. Minyak nabati mempunyai potensi yang cukup besar untuk bahan bakar alternatif mesin diesel dengan dilakukan reaksi transesterifikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu (550C dan 650C), konsentrasi katalis (3% dan 5%) dan %berat metanol (30% dan 50%) terhadap yield metil ester yang dihasilkan dan dilakukan optimasi proses dengan variasi variabel suhu transesterifikasi untuk menentukan besar yield biodiesel minyak kelapa sawit. Dari penelitian didapatkan suhu transesterifikasi optimum adalah 600C dengan yield sebesar 89,98% untuk konsentrasi katalis 3% dan 50% berat metanol. Biodiesel yang didapatkan memiliki densitas sebesar 838 kg/m3 (standar Pertamina815-860 kg/m3), viskositas sebesar 4,01 mm2/sec (standar Pertamina 2,0 – 4,5 mm2/sec), bilangan asam sebesar 0,45 mgKOH/gr (standar Pertamina maks 0,6), flash point sebesar 630C (standar Pertamina min 520C) dan angka setana sebesar 48,45 (standar Pertamina min 48). Serta pengaplikasian biodiesel dengan uji kebisingan biodiesel (B30) minyak kelapa sawit pada mesin fogging sebesar 79,9 dB dan pada kebisingan solar pada mesin fogging sebesar 81,6 dB.
Pembuatan Bioetanol dari Pati Umbi Uwi (Discorea alata) melalui Proses Fermentasi dan Distilasi Hargono, Hargono
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.34136

Abstract

Bioetanol adalah nama lain etanol yang dapat dibuat dari  bahan baku biomasa. Tanaman Uwi (Discorea alata) mudah tumbuh di lereng-lereng gunung, hutan sebagai tanaman liar, namun tanaman ini ada yang sengaja ditanam orang. Tanaman Uwi mengandung karbohidrat cukup tinggi (32,64%) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan  bioetanol. Pada penelitian ini umbi Uwi  terlebih dulu dibuat pati agar  memudahkan terjadinya proses hidrolisis dan fermentasi. Proses pembuatan pati Uwi adalah dengan mengekstrak bubur  (hasil parutan)  Uwi menggunakan air. Proses  hidrolisis dan fermentasi dilakukan secara serentak atau Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF). Konsentrasi pati  Uwi 200 g/L, konsentrasi enzim (Stargen TM 002) 1,5% (w/w), konsentrasi yeast 1,10% (w/w) dan  pada suhu 30°C. Hasil proses SSF adalah konsentrasi bioetanol kadar rendah, sehingga agar kemurnian bioetanol meningkat perlu dilakukan distilasi. Proses distilasi menggunakan distilasi 2 tahap, terdiri dari 2 kolom, meliputi kolom 1 tanpa bahan isian dilengkapi pipa pendingin yang berbentuk spiral, sedangkan kolom 2 berisi bahan isian yaitu packing. Proses distilasi 2  tahap masing-masing  ini dioperasikan pada suhu 78°C. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu SSF terhadap konsentrasi bioetanol dan  mempelajari waktu distilasi tahap 1 dan 2 terhadap konsentrasi bioetanol.  Proses SSF dilakukan selama 90 jam. Hasil terbaik proses SSF dicapai selama 72 jam yang menghasilkan konsentrasi bioetanol 12,30%. Proses distilasi 1 dan 2 dilakukan masing-masing selama 105 menit. Hasil terbaik dari distilasi tahap 1 dan tahap 2dicapai selama waktu masing-masing 90 menit, yaitu konsentrasi bioetanol  27,93% dan 85,30%. Perancangan alat distilasi 2 tahap ini layak digunakan sebagai alat pemunian bioetanol  hasil SSF.
Penyisihan Fluoride dan COD Air Limbah Industri Asam Fosfat Menggunakan Kombinasi Presipitasi dan Elektrokoagulasi Setiawan, Adhi; Arianingtyas, Nadya Ayu; Mayangsari, Novi Eka; Dewi, Tanti Utami
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.32775

Abstract

Proses produksi asam fosfat menghasilkan air limbah dengan kandungan fluoride dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak diolah secara tepat. Kandungan ion fluoride di dalam air dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia karena menyebabkan kerusakan pada gigi dan tulang. Kombinasi presipitasi dan elektrokoagulasi merupakan salah satu alternatif yang efektif untuk menurunkan kandungan fluoride dan COD. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pH presipitasi, tegangan, dan waktu kontak terhadap penyisihan fluoride dan COD pada limbah industri fosfat menggunakan metode presipitasi dan elektrokoagulasi. Proses presipitasi dan elektrokoagulasi dilakukan secara batch. Presipitan menggunakan bahan berupa Ca(OH)2 sedangkan proses elektrokoagulasi menggunakan elektroda aluminium yang tersusun secara monopolar. Pengaturan pH presipitasi menggunakan pH 5, 7, dan 9. Elektrokoagulasi menggunakan variasi waktu kontak 40, 50, dan 60 menit. Variasi tegangan listrik 17, 22, dan 27 V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pH meningkatkan efisiensi penyisihan pada proses presipitasi. Peningkatan nilai tegangan listrik dan waktu kontak menyebabkan peningkatan efisiensi penyisihan fluoride dan COD. Efisiensi tertinggi pada proses penyisihan fluoride dan COD diperoleh pada kondisi pH 9, waktu kontak 60 menit dan tegangan 27 volt dengan nilai efisiensi penyisihan fluoride sebesar 99,84% dan efisiensi penyisihan COD sebesar 56,35%. The production process of phosphoric acid produces wastewater containing fluoride and COD which has the potential to pollute the environment if not treated properly. The content of fluoride ions in water can be a serious threat to human health because it causes damage to teeth and bones. The combination of precipitation and electrocoagulation is an effective alternative to reduce fluoride and COD content. This study aims to analyze the effect of pH of precipitation, voltage, and contact time on fluoride and COD removal in industrial phosphate waste using precipitation and electrocoagulation methods. The precipitation and electrocoagulation processes are carried out in batches. Precipitant uses a material in the form of Ca (OH) 2, while the electrocoagulation process uses aluminum electrodes that are arranged monopolarly. Setting the pH of the precipitation using pH 5, 7, and 9. Electrocoagulation using a variation of contact time 40, 50, and 60 minutes. Electric voltage variations 17, 22, and 27 V. The results showed that increasing pH increased the removal efficiency in the precipitation process. Increasing the value of the power supply voltage and contact time led to an increase in the efficiency of fluoride and COD removal. The highest efficiency in fluoride and COD removal process was obtained at conditions of pH 9, contact time of 60 minutes and a voltage of 27 volts with a fluoride removal efficiency value of 99.84% and COD removal efficiency of 56.35%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6