cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMAJANG KOTA MAKASSAR Subriah Subriah; Vilastri Vilastri; Khairun Nisa Lukman; Suciaty Lust; Fitrianti Fitrianti
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2111

Abstract

ABSTRAK Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Makanan Pendamping ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar  (Subriah, Vilastri, Khairun Nisa Lukman, Suciati Lust, Fitrianti).                    Masalah gizi terjadi di setiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan, bayi anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi.WHO/UNICEF merekomendasikan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih. Pemberian MP-ASI suatu proses dimana ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga diperlukan makanan dan minuman lain yang diberikan bersamaan dengan ASI.Rumusan masalah dalam penelitian adalah Bagaimana gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar.Jenis penelitian survey bersifat deskriptif bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-24 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mamajang Makassar. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan yang diambil dengan teknik purposive sampling, sebanyak 50 sampel. Hasil penelitian diperoleh responden yang memiliki pengetahuan yang baik yakni 33 Responden (66%) dibandingkan dengan tingkat pengetahuan yang kurang yakni 17 Responden (34%).  Kata Kunci : Bayi usia 6-24 bulan, Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) ABSTRACTOverview of Mother's Knowledge About ASI Complementary Food in the Working Area of the Mamajang Health Center in Makassar City (Subriah, Vilastri, Khairun Nisa Lukman, Suciati Lust, Fitrianti).Nutritional problems occur in every life cycle, starting in the womb, infant children, adults and the elderly. The first two years of life are critical periods, rapid growth and development occur. Nutritional disorders that occur during this period are permanent, cannot be recovered even though future nutritional needs are met.WHO / UNICEF recommends providing complementary food for breast milk (MP-ASI) from infants aged 6 months to 24 months, and continuing breastfeeding until the child is 24 months or older. Giving MP-ASI is a process in which breast milk is not enough to meet nutritional needs so that other foods and drinks are needed along with breast milk.The formulation of the problem in the study was how the description of mother's knowledge about complementary feeding of ASI (MP-ASI) at the Posyandu working area of the Mamajang Health Center in Makassar City.The type of descriptive survey research aims to describe the knowledge of mothers in providing complementary breastfeeding to infants aged 6-24 months at the Posyandu working area of the Mamajang Makassar Health Center. The study population was all mothers who had babies aged 6-24 months taken by purposive sampling technique, as many as 50 samples. The results of the study were obtained by respondents who had good knowledge, namely 33 respondents (66%) compared to the lack of knowledge level, namely 17 respondents (34%). Keywords: Infants aged 6-24 months, complementary feeding (MP-ASI)  
GAMBARAN POLA ASUH ANAK PADA IBU YANG BEKERJA DI KELURAHAN KARANG ANYAR KOTA MAKASSAR Hariani Hariani; Shermina Oruh; Abdul Hady J; Nuraeni Mustari
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2201

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran pengasuhan anak pada ibu yang bekerja, dengan metode deskriptif dan pendekatan cross sectional study. Hasilnya, umumnya ibu yang berperan ganda dengan bekerja di luar rumah atau ruang publik menerapkan jenis pola asuh yang beragam yakni demokratis, otoriter dan permisif. Namun yang paling dominan dipraktekkan adalah pola asuh campuran (mix parenting) terutama yang sangat menonjol adalah mix demokratis+permisif, disamping ada sebagian ibu yang memadukan demokratis + otoriter + permisif, dan sebagian kecil lainnya mempraktekkan mix demokratis+otoriter, dan mix otoriter+permisif.     
HUBUNGAN PERILAKU DIET DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETESMELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARA-BARAYA KOTA MAKASSAR Ambo Dalle; Muhammad Askar; Saenab Dasong; Andi Kartini; Ningsih Jaya
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2232

Abstract

Perilaku diet merupakan perilaku seseorang yang mendapatkan pengobatan, mengikuti diet, dan atau melaksanakan gaya hidup sesuai dengan rekomendasi pemberi pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui Hubungan  Perilaku Diet dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Mei – 10 Juni 2019. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik, dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar. Sampel yang di gunakan sebanyak 39 subjek penelitian, yang diperoleh dengan menggunakan teknik proposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku diet dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes melitus(p= 0,001; p < α = 0,05). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin baik perilaku diet penderita maka semakin terkontrol kadar glukosa darah sewaktu, begitu pula sebaliknya.Saran dalam penelitian ini agar penelitian selanjutnya dilakukan dengan menggunakan parameter HbA1C sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih valid serta memodifikasi keterbatasan penelitian ini.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DARING DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Nurlina Nurlina; Nasriani Nasriani; Muhammad Purqan Nur
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2136

Abstract

ABSTRAK Latar   Belakang:   Diawal tahun 2020 dunia di gemparkan dengan merebaknya penemuan virus baru yaitu corona virus jenis baru ( SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut coronavirus disease 2019 (COVID-19). Diketahui, asal mula virus ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Ditemukan pada akhir Desember tahun 2019. Sampai saat ini sudah dipastikan terdapat 65  negara yang telah terjangkit virus satu ini. (Data WHO,  1 Maret 2020 ). AkIbat Wabah COVID-19 Proses belajar mengajar secara daring juga diterapkan di Prodi DIII Keperawatan Universitas Muhammadiyah Makassaar sebagai upaya dalam melanjutkan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) agar dapat mencegah penyebarluasan wabah penyakit tersebut. semenjak beredar surat edaran Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor 277/05/C.5-II/III/41/2020 untuk melakukan PBM secara daring.Tujuan: Untuk mengetahui dampak wabah Covid-19 terhadap instansi Pendidikan dan pelaksanaan proses belajar mengajar (Pembelajaran Daring) di Prodi DIII Keperawatan FKIK Universitas Muhammadiyah Makassar.Metode Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif analitik dengan metode pendeksripsian terhadap objek yang ditelitil. Hasil: Dampak Covid-19 Pada Institusi Pendidikan Akibat wabah Covid-19 maka pemerintah memutuskan untuk dapat melaksanakan aktivitas perkuliahan dari rumah, sehingga dengan adanya keputusan tersebut, maka dengan cepat Institusi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar menindaklanjuti dengan membuat surat keputusan tentang pelaksanaan kuliah daring pada tanggal 16 Maret 2020 membuat group WatshApp agar dapat memberikan bimbingan/Tutorial tentang penggunan SPADA Unismuh. Proses perkuliahan yang sebelumnya dijadwalkan akan dilaksanakan di kelas serta merta harus berpindah pelaksanaannya dari rumah masing-masing berdasarkan surat edaran tentang keharusan pelaksanaan kuliah Daring sejak tanggal 16 Maret 2020, sehingga Dosen dan Mahasiswa harus berbenah untuk menyiapkan diri dalam pelaksanaan kuliah Daring tersebut, tidak hanya Dosen dan Mahasiswa tetapi pihak institusi pun (Kampus) segera menyiapkan sarana dan prasarananya seperti di Unismuh dikenal dengan SPADA Unismuh. Kesimpulan: Dampak yang ditimbulkan terhadap pelaksanaan proses pembelajaran yaitu :Inovasi Media Pembelajaran, ketercapaian tujuan pembelajaran, suasana pembelajaran, tingkat kehadiran mahasiswa, Saran: Adapun saran yang dapat diberikan antara lain: diharapkan semua Dosen pengajar dapat melakukan inovasi media pembelajaran disesuaikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana bagi Dosen dan mahasiswa, diharapkan dalam proses pembelajaran Daring di era pandemi tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran, diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan walaupun melalui daring, dan diharapkan tingkat kehadiran mahasiswa menjadi lebih baik selama proses perkuliahan Daring:
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWI TERHADAP ANEMIA DAN DISTRIBUSI TABLET TAMBAH DARAH PROGRAM DI SMAN 11 PALEMBANG DAN SMAN 1 GELUMBANG MUARA ENIM SUMATERA SELATAN Ahmad Sadiq; Sartono Sartono
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2133

Abstract

The results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) show that the prevalence of anemia in women aged 15-24 years has the highest prevalence, namely 84.6% (Riskesdas, 2018). This study aims to obtain a description of the characteristics, level of knowledge and attitudes of anemia in students and to obtain information about the implementation of the distribution of the Blood Plus Tablet (TTD) program at SMU Negeri 11 Palembang and SMA Negeri 1 Gelumbang Muara Enim, Province of South Sumatra in 2020. The research design included analytic descriptive research with cross-optional design. The population in this study were all class X, XI and XII students with the status of active students who were recorded from absences in both SMA, totaling 1455 students. Samples were taken using purposive sampling technique, namely all populations who met the criteria, namely students who were registered at SMAN 11 Palembang and SMA Negeri 1 Gelumbang and participated in filling out and sending back the research questionnaire online. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis. To obtain differences in data variations between the two independent groups, namely the average level of student knowledge of anemia in SMA Negeri 11 Palembang and SMA Negeri 1 Gelumbang, an independent sample test was carried out. The number of samples in this study were 508 respondents consisting of 163 students of SMA Negeri 11 Palembang Senamyal and SMA Negeri 1 Gelumbang as many as 345 students. Univariate analysis showed that the respondents' average body weight was 48.6 kg and height 156 cm. Based on BMI, most of the respondents were 87% or 442 female students in the thin category. The knowledge level of anemia with a sufficient category had the highest percentage of 64.8%. Most of the respondents 91.9% stated that they had never had their Hb checked independently. The same thing for Hb checks carried out by the school as many as 84.8% of respondents never checked Hb. As many as 79.9% of respondents in both high schools stated that they received bloodSupplemented tablets and most of the 77% respondents received information about anemia prevention in schools.Based on the statistical test table, the average level of knowledge for SMA Negeri 11 Palembang is 71.87 with a standard deviation of 8.908, while for SMA Negeri 1 Gelumbang the average level of knowledge is 72.68 with a standard deviation of 9.068. The statistical test results obtained p value = 0.347 where> 0.05, it can be concluded that there is no significant difference to the average level of knowledge of students at SMA Negeri 11 Palembang and SMA Negeri 1 Gelumbang. Based on the statistical test table, the difference in the average attitude of getting the attitude score for SMA Negeri 11 Palembang students was 18.21 with a standard deviation of 20.058, while for SMA Negeri 1 Gelumbang students the attitude score was 10.01 with a standard deviation of 2.050. The results of the statistical value obtained by the value of p = 0.306 where p> 0.05, it can be concluded that there is no significant difference in the average value of attitudes among students of SMA Negeri 1 Gelumbang and SMA Negeri 11 Palembang.
PENGARUH TEHNIK RELAKSASI AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG OPERASI Ni Putu Widyantari; I Putu Artha Wijaya; I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2063

Abstract

Sectio Caesarea is a surgical method of delivering a baby that causes anxiety. What nurses do in maintaining good cooperation Anxiety / Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger and is a signal that helps individuals to be prepared to take action to face threats. The anxiety experienced by patients undergoing section caesarean will certainly greatly affect the patient's physical condition. One way to reduce anxiety is with complementary therapies for anxiety, namely aromatherapy. Aromatherapy Lavender has linalool and linalyl acetate components which reduce anxiety. The research objective was to determine the effect of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in patients with preoperative section caesarean. This research method used a quasy experiment, the level of anxiety can be measured by the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) assessment instrument, with a pretest and posttest design carried out on 40 preoperative patients with section caesarean with a purposive sampling technique. The data measured is the level of anxiety before and after inhaling aromatherapy. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test to compare the results of the pretest and posttest. There is an effect of the level of anxiety before and after being given Lavender aromatherapy with the results of the analysis of the level of anxiety in the pretest average score of 17.35 and posttest with a score of 15.95 so that the difference in score reduction is found to be 1.4. The value of z table with significance α = 5% 1.96 and Z count -5.380 with p value = 0.000 so that it can be concluded that lavender aromatherapy reduces the level of anxiety preoperative section caesarean in the Operation Room.
STUDI LITERATUR HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN LUKA KAKI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Muhammad Basri; sitti Rahmatiah; Nopan Muhammad Asif
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2146

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit metabolik yang diakibatkan peran insulin yang tidak maksimal. Komplikasi yang sering terjadi adalah terjadinya luka kaki yang kerap kali bertambah parah menjadi ulkus kaki diabetic dan kemungkinan terburuk jika tidak dilakukannya perawatan luka yang baik adalah tindakan amputasi. Oleh karenanya penderita sangat perlu memiliki perilaku pencegahan agar luka kaki diabetik tidak terjadi. Perilaku pencegahan akan dilakukan dengan baik apabila didahului oleh tingkat pengetahuan dan sikap yang baik dari penderita Diabetes Melitus itu sendiri. Penelitian ini adalah penelitian pendekatan studi literature. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi literature, artikel ataupun dokumen terkait hubungan Pengetahuan dengan Pencegahan Terjadinya Luka Kaki Diabetik Pada Penderita Diabetes Melitus. Data dikumpulkan dengan menggunakan literature review seperti Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 artikel teridentifikasi dan dipublikasikan pada tahun 2010-2019. Terdapat 8 artikel dari 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Beberapa hasil penelitian menunjukkan pengetahuan sangat erat kaitannya dengan perilaku hidup sehat salah satunya dalam hal perawatan kaki. Keseimpulan dari penelitian ini adalah pencegahan luka kaki diabetic didasari dari sebuah pengetahuan yang sangat mempengaruhi perilaku pasien diabetes mellitus. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya peran yang kuat antara petugas kesehatan beserta penderita diabetes mellitus dalam hal pemberian edukasi guna menceah terjadina luka kaki diabetic.
Respon Aktivitas Pasca Diagnosa Diabete Mellitus Yudisa Diaz Lutfi Sandi
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.1722

Abstract

Latar Belakang : Diabetus mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Dampak dari penyakit tersebut salah satunya terjadi perubahan pada aktivitas penderita yang terhambat karena adanya respon fisik yang timbul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan respon aktivitas pasca diagnosis bagi orang dengan diabetus mellitus.Metode : Penelitian ini menggunakan studi kualitatif naratif deskriptif, teknik sampling yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara indepth interview. Data yang dihasilkan dianalisa dengan tekhnik collaizi dengan didukung penggunaan software Nvivo 11 untuk menghindari data yang terlewat..Hasil : Pada 7 partisipan didapatkan 4 tema yaitu : (1) bekerja, (2) seksualitas, (3) ibadah, dan (4) makan. Hasil penelitian tersebut didapat akibat adanya respon diabetus mellitus yang berdampak pada perubahan aktivitas partisipan.Kesimpulan : Perubahan aktivitas orang dengan diabetus mellitus pasca diagnosis disebabkan adanya respon fisik, akibat dari respon fisik tersebut menyebabkan dampak yang cukup besar saat beraktivitas sehari-hari. Dampak yang dirasakan antara lain dalam pekerjaan, intensitas perilaku seksual, ibadah, serta pembatasan dalam pemenuhan nutrisi atau makan.
Metode modeling dalam keberhasilan toilet training pada anak wahyu tri susanty; Zainal Munir; Kholisotin Kholisotin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2114

Abstract

Berdasarkan penelitian (American Academy of Pediatrics AAP, 2017) mengatakan bahwa tidak semua anak siap untuk melakukan toilet training pada saat berusia 2 tahun, terdapat 4% dari 482 toddler mampu untuk melakukan toilet training pada usia 2 tahun, 22% pada usia 2,5 tahun, 60% pada usia 3 tahun, 88% pada usia 3 ½ tahun serta 2% pada usia 4 tahun, dan diperkirakan jumlah toddler di Indonesia mencapai 40% dari 295 juta jiwa penduduk Indonesia, diperkirakan jumlah balita yang masih susah mengontrol BAB dan BAK sampai usia prasekolah mencapai 75 juta anak. Kejadian anak mengompol lebih besar jumlah persentase anak laki-laki yaitu 60% dan anak perempuan 40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode modeling terhadap keberhasilan pelaksanaan toilet training pada anak berdasarkan literature review jurnal. Tinjauan literatur ini dicari dengan menggunakan basis data elektronik seperti Google Schoolar. Tinjauan literatur dilakukan pada artikel yang diterbitkan lima tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan untuk mencari adalah anak, toilet training, metode modeling. Artikel ilmiah didapatkan sebanyak 25 artikel, kemudian dipilih 20 artikel sesuai dengan yang telah ditetapkan untuk mengkompilasi tinjauan literatur. Studi ini menargetkan untuk mengurangi angka kegagalan toilet training pada anak. Hasil dari telaah literatur ini digunakan untuk menganalisis apakah pengaruh metode modeling terhadap anak. Hasil analisis berbasis literature review jurnal terkait metode modelling penulis berasumsi berdasarkan fakta bahwa anak mengalami peningkatan setelah melihat video, gambar dan contoh tentang toilet training. Proses pembelajaran dengan metode modeling kepada anak merupakan proses peniruan. Kondisi ini menimbulkan motivasi dan keinginan untuk mengikuti model, sehingga responden meniru atau melakukan proses peniruan yang nantinya dapat membantu toddler dalam melakukan toilet training. Dengan menggunakan metode modelling seperti demonstrasi langsung, melalui video ataupun gambar maka akan mempermudah orang tua dalam mengajarkan toilet training pada toddler. Disimpulkan bahwa metode modeling dilakukan dengan cara memberikan edukasi kepada orang tua dan anak dengan cara menampilkan video animasi, gambar, serta mencontohkan tentang pelaksanaan toilet training yang baik dan benar. Strategi atau cara metode modeling secara positif dapat meningkatkan keberhasilan pelaksanaan toilet training pada anak. Hal ini akan berdampak pada kebiasaan toileting anak secara mandiri.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI PADA LANSIA Arya Munang Ayu Priyadarsani; I Nyoman Sutresna; I Gede Wirajaya
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2039

Abstract

Hypertension is an increase in blood pressure that exceeds normal limits and can result in death. Lack of knowledge affects hypertensive patients to be able to overcome hypertension recurrence. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about hypertension and the prevention of hypertension recurrence in the elderly.This study used quantitative methods with descriptive research design and cross sectional approach with nonprobability sampling with total sampling, where the sample size was 42 elderly respondents with hypertension at Puskesmas II Denpasar Utara.The results showed that knowledge about hypertension was in a good category (54.8%), efforts to prevent hypertension recurrence by category had been carried out (73.8%). Chi Square test results show p value = 0,000 so that p value ≤ 0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted so that there is a relationship between the level of knowledge about hypertension and efforts to prevent hypertension recurrence in the elderly.Knowledge about hypertension has an impact on the elderly to encourage the desire to prevent hypertension recurrence. This research is expected to provide information to patients with hypertension about the importance of prevention efforts by increasing knowledge about hypertension.