Articles
223 Documents
PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN LOYALITAS PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK RS ISLAM YOGYAKARTA ‘‘PDHI’’
Patria Asda;
Yessi Audina
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2368
Latar Belakang: Pemberian komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh perawat poliklinik bertujuan untuk menjalin hubungan rasa percaya pada pasien, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasien dan loyalitas terhadap rumah sakit. Loyalitas pasien mencerminkan komitmen psikologis pasien untuk tetap menggunakan jasa layanan kesehatan pada rumah sakit, melakukan pengobatan secara rutin, dan merekomendasikan rumah sakit kepada orang lain. Hasil studi penelitian di poliklinik Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI diperoleh data bahwa pasien yang berobat mendapat rujukan dari puskesmas terdekat, pasien lebih banyak berinteraksi dengan dokter, perawat poliklinik memiliki sikap komunikasi yang baik.Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengukur hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan loyalitas pasien rawat jalan di RS Islam Yogyakarta PDHI.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini merupakan jumlah rata-rata pasien rawat jalan kunjungan lama yang berobat di poliklinik Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI selama tahun 2017 yaitu sebanyak 10.183 orang. Sampel di ambil dengan teknik kuota dengan jumlah 100 responden.Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan loyalitas pasien rawat jalan di poliklinik Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI dengan Fisher’s Exact Test = 0,339 (X2 > 0,1).Kesimpulan: Penerapan komunikasi terapeutik tidak berhubungan dengan loyalitas pasien rawat jalan di poliklinik Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ANGGOTA BINTARA DAN TAMTAMA PRAJURIT TNI-AD YANG MELAKSANAKAN TRADISI SATUAN DI KESATUAN DENKAV 4/SP
Muryani, Ni Made Sri;
Muhajirin, Muhajirin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2227
The unit tradition is one of the efforts made by military units to instill pride and a sense of responsibility towards the unit. In the implementation of the unit tradition, there are still problems, namely the presence of new members who experience anxiety when facing the unit tradition. This study aims to determine description of anxiety levels of Bintara and Tamtama Army Soldiers who hold squad tradition in Denkav 4/SP. This study uses descriptive method with quantitative approach using questionnaire measuring instrument and sampling technique used is total sampling with the number of samples as many as 40Â respondents. Most tamtama soldiers have a moderate anxiety level with a total of 35%, Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â as well as the majority of petty officers have a moderate anxiety level with a total of 40%. The level of anxiety found in each soldier is classified as moderate so that assistance and guidance from seniors is needed in carrying out the tradition of the unit in order to be more motivated and reduce the impact of anxiety caused
STUDI LITERATUR EFEKTIVITAS SENAM DIABETES TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Maryati Tombokan;
Agusti Fauziah;
Sri Angriani;
Naharia Laubo;
Husnul Chatimah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2542
Diabetes melitus adalah masalah global yang tidak memperhatikan status social dan batas negara dalam penularannya. Diabetes Mellitus terbagi menjadi beberapa jenis yaitu Diabetes Mellitus Tipe I, Diabetes Mellitus Tipe II, Diabetes Mellitus Tipe Lain dan Diabetes Mellitus Gestasional. Senam diabetes adalah senam aerobic low impact dan ritmis dengan gerakan yang menyenangkan, tidak membosankan dan dapat diikuti semua kelompok umur sehingga menarik antusiasme. Metode: Tinjauan literatur dengan mencari 3 database (scholar,PubMed dan Wiley) untuk penelitian sebelumnya menggunakan desain quasy experiment yang diterbitkan tahun 2015-2021. Diagram flow digunakan untuk menambah ulasan, judul, abstrak, teks lengkap dan metodologi yang dinilai untuk kelayakan studi dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dan analisis: Peneliti menemukan 10 studi penelitian yang memenuhi kriteria inklusi studi yang disertakan mengenai efektivitas senam diabetes terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 (n=10). Intervensi senam diabetes berkontribusi terhadap penurunan kadar glukosa darah menggunak desain quasy experiment, rata-rata jumlah peserta lebih dari tiga puluh orang dan membahas mengenai efektivitas senam diabetes terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Diskusi dan kesimpulan: Penerapan senam diabetes pada pengidap diabetes melitus dapat menurunkan kadar glukosa darah. Hal ini diakibatkan karena otot yang lagi bekerja bisa mencapai peningkatan hingga 15-20 kali lipat akibat kenaikan laju metabolic pada otot yang aktif serta perihal ini bisa membetulkan profil lemak, meningkatkan sensitivitas insulin sehingga akan menurunkan glukosa pada darah.
REBUSAN DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM) DAN SENAM HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI
Lingling Marinda Palupi
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2267
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian karena memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Lansia merupakan suatu proses menua terhadap permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan berlangsungnya proses menjadi tua, yang berakibat timbulnya perubahan fisik, kognitif, perasaan, sosial, dan seksual. Perubahan-perubahan pada lansia yaitu perubahan pada sistem kardiovaskuler yang merupakan penyakit utama yang memakan korban karena akan berdampak pada penyakit lain salah satunya adalah hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) dan senam hipertensi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08 Desember 2019 sampai 21 Desember 2019 di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre - eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre - post test design, dengan teknik cluster sampling, besar sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Berdasarkan hasil uji statistic Wilcoxon, kombinasi air rebusan daun salam dan senam hipertensi berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah dengan hasil Pvalue = 0,000 (p < 0,05) untuk pretes-posttest sistolik dan Pvalue = 0,000 (p < 0,05) untuk pretes-posttest diastolik. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi air rebusan daun salam dan senam hipertensi berpengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Diharapkan metode ini dapat dimanfaatkan untuk terapi non farmakologi atau terapi komplementer sebagai pendamping terapi farmakologi dalam penatalaksanaan hipertensi.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH TERAPI PERILAKU KOGNITIF TERHADAP KECANDUAN INTERNET PADA ANAK USIA SEKOLAH
Sara Holiviya Hadiyana
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2361
ABSTRAKLatar Belakang: Semakin banyaknya jumlah pengguna internet di indonesia membawa kepada konsekuensi meningkatnya kecanduan terhadap internet atau yang dikenal dengan istilah internet addiction. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavioral Therapy terhadap Internet Addict pada usia sekolah. Metode: Sumber artikel yang digunakan didapat dari pencarian melalui database google cindekia, google scholar, science direct. Pencarian artikel dibatasi mulai tahun 2016-2021. Setelah artikel didapatkan, kemudian dilakukan telaah artikel sampai tahap pembuatan literature review. Kata kunci yang digunakan pada pencarian artikel adalah “Terapi Perilaku Kognitive” “Internet addict” “penggunaan internet usia sekolah”. Literature review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: intervensi terapi perilaku kognitif dari penelitian yang direview signifikan dalam mengurangi tingkat kecanduan internet. Kesimpulan: Terapi kognitif perilaku ( Cognitive Behavioral Therapy) merupakan terapi yang cukup potensial untuk menangani kecanduan internet selain itu CBT meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan penyakit mental pada siswa yang mengalami kecanduan internet.
PENGARUH LATIHAN SENAM KAKI TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKALA KOTA MAKASSAR
Muhasidah Muhasidah;
Nuraeni Jalil;
Ririn Nur Hidayah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2339
ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic condition that is characterized by an increase in blood glucose concentration accompanied by the appearance of a typical main symptom, namely urine wich tastes sweet in large amount. Basically, the management of diabetes mellitus begins with eating arrangements accompanied by adequate physical exercise for ome time (2-4 weeks). If after that the blood glucose level still cannot meet the desired metabolic target level, the stone is carried out by pharmacological intervention. One of the physical services that can be done is foot gymnastics. Foot exercise are exercises or movemoments carried out by both feet alternately or together to strengthen or flex the muscles in the loer limb area especially at both the ankles and toes. Foot exercises can improve blood circulation and strengthen the small muscles of the foot and prevent deformities. The purpose of the study was to describe the effect of foot gymnastics training on blood glucose levels of type 2 diabetes mellitus in the working area of Puskesmas Bangkala Makassar City. The research design used was pre-experimental with one group pretest-posttest design. The sampling with a sample of 17 people. The results of this study with pared t test showed the presence of foot gymnastics exercise against blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus in the working area of Puskesmas Bangkala Makassar City. Wich was found to be p<0.05 with a value of p=0.003.Keywords : blood glucose levels, foot gymnastics, type 2 diabetes mellitus ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah disertai munculnya gejala utama yang khas, yakni urine yang berasa manis dalam jumlah yang besar. Pada dasarnya, pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan disertai dengan latihan jasmani yang cukup selama beberapa waktu (2-4 minggu). Apabila setelah itu kadar glukosa darah masih belum dapat memenuhi kadar sasaran metabolik yang diinginkan, baru dilakukan intervensi farmakologi. Salah satu latihan jasmani yang dapat dilalukan adalah senam kaki. Senam kaki adalah latihan atau gerakan-gerakan yang dilakukan oleh kedua kaki secara bergantian atau bersamaan untuk memperkuat atau melenturkan otot-otot di daerah tungkai bawah terutama pada kedua pergelangan kaki dan jari-jari kaki. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki (deformitas). Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pengaruh latihan senam kaki terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Bangkala Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan one group pre-test post test design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 17 orang. Hasil penelitian dengan uji paired t Test menunjukkan adanya pengaruh latihan senam kaki terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Bangkala Kota Makassar. Dimana didapatkan nilai p<0,05 dengan nilai p=0,003. Kata kunci : glukosa darah, senam kaki, Diabetes Mellitus Tipe 2
PENGARUH CYBERBULLYING TERHADAP SELF ESTEEM REMAJA
Anis Khoirun
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2355
ABSTRACTIntroduction: High self esteem always considers itself esteem positive and has advantages whilw low self esteem considers itself to have many shorcomings dan inferior. Goal: Teenagers who receive cyberbullying make themselves fail to form their indentity so it is very important to build self-esteem. Methods: Database search includes google scholar, and science direct with the keywords cyberbulling, self esteem, youth. The criteria for the selected article are published in 2017-2021 with full indonesian text with a quantitative research design. This literature review uses 15 articles that meet the inclusion and exclusion criteria. Results: Analysis of 15 articles, the lower the self-esteem, the higher the cyberbullying in adolescents. Conclusion: the higher Cyberbullying behavior, the lower the self-esteem in adolascents. So that cyberbullying behavior does not occur in teenagers, internaet use must be used for positive thing not negative thing.Keywords : Cyberbulling, Self esteem, YouthABSTRAKPendahuluan: self esteem yang tinggi selalu menganggap dirinya positif dan memiliki kelebihan sedangkan self esteem yang rendah menganggap dirinya banyak kekurangan dan minder. Tujuan: Remaja yang menerima cyberbullying membuat dirinya gagal membentuk jati dirinya sehingga sangat penting untuk membangun self esteem. Metode: Metode pencarian database meliputi Google Scholar, dan Science Direct dengan kata kunci cyberbullying, self esteem, remaja. Kriteria artikel yang dipilih yaitu terbit tahun 2017-2021 dengan teks penuh dan berbahasa Indonesia dengan desain penelitian kuantitatif. Literature Review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Analisis dari 15 artikel semakin rendah self-esteem semakin tinggi cyberbullying pada remaja. Kesimpulan: Semakin tinggi perilaku Cyber bullying maka self-esteem pada remaja semakin rendah. Agar tidak terjadi perilaku Cyber bullying pada remaja penggunaan internet harus digunakan untuk hal yang positif bukan negative.Kata kunci : Cyberbullying, Self esteem, Remaja
PENGARUH PENERAPAN SLOW-STROKE BACK MASSAGE DENGAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DAN NYERI KEPALA PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI BANJAR DUKUH KELURAHAN SERANGAN
Rini Puspa Dewi;
Putu Wira Kusuma Putra;
Anak Agung Ngurah Nara Kusuma
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2172
Headache is a problem that is often felt by patients with hypertension. One of the non-pharmacological therapies that can reduce hypertension and pain is SSBM (Slow Stroke Back Massage) with VCO (Virgin Coconut Oil). This massage can relieve muscle tension, relax the patient and improve circulation. The purpose of this study was to determine the effect of cutaneous stimulation application: slow stroke back massage with VCO (Virgin Coconut Oil) on decreasing blood pressure and headache in elderly patients with hypertension in Banjar Dukuh, Serangan District. The design of this study was a Quasy Experimental Design with a Non Equivalent Control Group design. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 30 respondents. The research instrument used an observation sheet, VAS (Visual Analogue Scale), SOP (Standard Operating Procedure) and a demographic data questionnaire. The statistical test used was the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann Whitney U Test with the Shapiro Wilk normality test. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test showed a probability value of blood pressure (sig) 0.001 (p <0.05) and a probability value of headache (sig) 0.001 (p <0.05). The results of the Mann Whitney U Test obtained a probability value of blood pressure (sig) 0.001 (p <0.05) and a probability value of headache (sig) 0.002 (p <0.05). In conclusion, Ha was accepted, which means that there was an effect of cutaneous stimulation application: slow stroke back massage with VCO (Virgin Coconut Oil) on decreasing blood pressure and headache in elderly patients with hypertension in Banjar Dukuh, Serangan District. Based on the results of this study, it is expected that SSBM therapy with VCO can help to reduce blood pressure and headaches, especially in elderly people with hypertension who choose non-pharmacological treatment.
STUDI LITERATUR HUBUNGAN DELAYED CORD CLAMPING (DCC) DALAM MENCEGAH TERJADINYA ANEMIA NEONATAL
Kurnia Rahma Syarif;
Mardiana Mustafa;
Dyah Ekowatiningsih
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 13, No 1 (2022): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v13i1.2606
Anemia neonatal merupakan kondisi ketika SpHb kurang dari 11,0 g/dL pada 4 bulan. Anemia merupakan masalah penting yang dapat memberikan dampak jangka panjang terkait neurologi, emosi, dan perkembangan perilaku bayi baru lahir. Delayed cord clamping (DCC) merupakan salah satu cara yang mudah, efektif dan tanpa biaya untuk meminimalisir terjadinya anemia pada neonatus. Dimana DCC dijadikan sebagai autotransfusi pada neonatus karena mentransfer sisa darah dari plasenta. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur. Tujuan dari studi literatur ini ialah untuk mengetahui hubungan Delayed Cord Clamping (DCC) dalam mencegah terjadinya anemia neonatal. Data diperoleh melalui penelusuran di Pubmed, berdasarkan hasil pencarian literatur dengan menggunakan keyword Delayed Cord Clamping “AND” Anemia didapatkan 176 literatur, kemudian difilter “Free Full Text” maka didapatkan hasil 58 literatur, difilter kembali pada ”publication date 5 year” didapatkan hasil 32 literatur dan dari 32 artikel tersebut terdapat 4 artikel yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Delayed Cord Clamping (DCC) dapat meningkatkan mencegah kejadian anemia pada bayi baru lahir. Selain itu, DCC juga dapat meningkatkan kadar hematokrik, meningkatkan kadar ferritin dan MCV, mengurangi kejadian perdarahan postpartum, mengoptimalkan trasfusi oksigen ke bayi, meningkatkan kedekatan ibu dan bayi serta meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Saran pada peneliti selanjutnya diharapkan dapat menerapkan langsung kepada masyarakat dan memodifikasinya dari keterbatasan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA REJASA, KEC. PENEBEL, KAB. TABANAN
Ni Kadek Suci Yastini;
I Nyoman Sutresna;
I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2199
Lansia adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas dimana terjadi fase menurunnya kemampuan akal dan fisik yang dimulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidupnya. Pada lansia masalah kesehatan yang sering terjadi saat ini adalah angka kesakitan akibat penyakit degeneratif ini dikarenakan meningkatnya jumlah lansia disamping itu masih ada kasus penyakit infeksi dan kekurangan gizi. Dengan meningkatnya populasi lansia maka gaya hidup dan pola makan lansia juga akan mengalami perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dan pola makan dengan status gizi lanjut usia (lansia). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 246 lansia. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 67 responden dengan menggunakan teknik sampel sistematis. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan semua variabel dan analisis bivariat menggunakan uji spearmen’rho. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan gaya hidup dengan status gizi lansia (p value 0,956> 0,05).Sedangkan ada hubungan pola makan dengan status gizi lansia (p value 0,000 < 0,05). Lansia diharapkan untuk menjaga pola makan yang baik seperti mengkonsumsi buah dan sayur, tidur dan istirahat yang cukup setiap harinya.