cover
Contact Name
HERIANSYAH
Contact Email
HERIANSYAH
Phone
-
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Media Keperawatan diterbitkan oleh Jurusan Keperawatan Poltekkes Makassar dengan periode terbit 2 kali dalam setahun, yaitu terbit di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 223 Documents
EFEKTIFITAS ABDOMINAL STRETCHING DAN MUSCLE ENERGI TECHNIQUE TERHADAP INTENSITAS DISMINORE PADA SISWI X MULTIMEDIA X NKPI X NKN X TPHP DI SMKN 4 PROBOLINGGO Kholisotin Kholisotin; Helin Lin; S Taurina
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2076

Abstract

Hasil uji statistic diperoleh nilai p value 0.000 (<0.05) Ha diterima artinya terdapat pengaruh abdominal stretching terhadap intensitas nyeri disminore. Pada muscle energi technique di temukan hasil uji statistic diperoleh nilai p value 0.564 (>0.05) Ho ditolak artinya tidak terdapat pengaruh muscle energi technique terhadap intensitas nyeri disminore. Dapat disimpulkan bahwa abdominal stretching lebih efektif menurunkan intensitas nyeri disminore dibandingkan muscle energi technique. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan menggunakan desain pre eksperimental dengan Two Group Pre Test And Post Test Non Equivalent Control Group Desain. Sampel dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria adalah semua total populasi yaitu sebanyak 70 responden. Dalam penelitian ini sampling yang di gunakan adalah Purposive sampling.
STUDI LITERATUR KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Alfi Syahar Yakub; Heriansyah Heriansyah; Dyah Ekowatingsih; Mardiana Mustafa
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2327

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu penyakit kronis, yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah ≥180 mg/dl yang disertai dengan munculnya beberapa gejala utama yaitu poliuria, polidipsia dan polifagia. Untuk mengendalikan kadar gula dalam darah diperlukan penatalaksanaan 5 pilar DM yang tepat agar dapat dapat kembali dalam keadaan normal dan stabil. Penyakit dan pengobatan yang dijalani dalam jangka waktu yang panjang ini dapat mempengaruhi kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan hidup penderita yang dapat didefinisikan sebagai kualitas hidup. Tujuan : Berdasarkan masalah tersebut, tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi kualitas hidup penderita Diabetes Melitus tipe 2. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang bersumber dari buku, media, pakar ataupun dari hasil penelitian orang lain yang bertujuan untuk menyusun dasar teori yang digunakan dalam melakukan penelitian. Pengumpulan data dengan menggunakan artikel yang dipublikasian pada tahun 2014-2020 dengan menggunakan database Pubmed, Science Direct, Cochrane dan Google Scholar lalu di analisa sesuai kriteria inklusi. Hasil analisa: Didapatkan bahwa dari 10 artikel yang melakukan penelitian tentang kualitas hidup penderita DM tipe 2, hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kualitas hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dukungan keluarga, aktif mengikuti komunitas diabetes, status sosial ekonomi, lama menderita, komplikasi, pengetahuan dan patuh dalam pengelolaan kadar gula darah dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2
PENGARUH PEMBERIAN GELASE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT RISIKO JATUH LANSIA DI BANJAR KULU Atik Ariati; Ayu Martini; Risna Dewi
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2170

Abstract

Risiko jatuh adalah suatu keadaan dimana seseorang berpotensi mengalami peningkatan kemungkinan untuk jatuh yang dapat menyebabkan cidera fisik, dimana angka kejadian jatuh pada lansia di Indonesia dengan jumlah kejadian cidera mencapai 22% dimana 65% diantaranya dikarenakan kejadian jatuh. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia salah satunya dengan melakukan terapi yang melibatkan anggota gerak bawah, kepala dan mata yaitu Gelase (Gerakan Balance Exercise). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Gelase (Gerakan Balance Exercise) terhadapat penurunan risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Designs rancangan Non Equivalent Control Group Design dengan responden penelitian lansia berusia 60-74 tahun, sebanyak 44 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Falls Risk for Older People-Community setting (FROP-Com). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk membandingkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan risiko jatuh antara kelompk eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0.001 (α < 0.05) pada kelompok eksperimen. sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan nilai p = 0.083 (α < 0.05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian Gelase (Gerakan Balance Exercise) terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia di Banjar Kulu Desa Tampaksiring.Kata Kunci               : Risiko jatuh, balance exercise, lansia.
ANALISIS DAMPAK KOMPETENSI PERAWAT PADA ASPEK KETERAMPILAN PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN FLEBITIS DI RUMAH SAKIT STELLA MARIS MAKASSAR Siprianus Abdu
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2263

Abstract

ABSTRAK Terapi intravena (IV) merupakan salah satu prosedur yang paling sering dilakukan di rumah sakit bertujuan untuk memperbaiki atau mencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit pada penyakit akut, kronis dan untuk pemberian obat secara intravena. Pemberian terapi ini dilakukan dengan satu Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tetap. Perawat yang melakukannya mesti dengan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni serta memiliki kepatuhan dalam menerapkan SOP pemasangan infus sebab pemberian terapi IV pada pasien berisiko untuk mengalami flebitis. Kejadian flebitis merupakan sesuatu yang dihindari baik oleh pasien, perawat maupun rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak kompetensi perawat pada aspek keterampilan pemasangan infus terhadap kejadian flebitis pada pasien. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik komparatif dengan pendekatan cohort study. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap dengan pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling pendekatan consecutive sampling dengan besar sampel 50 responden. Terbagi 2 kelompok, kurang kompeten 35 orang dan kompeten 15 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Pengumpulan data memperhatikan etika penelitian seperti informed consent, anonimity dan confidentiality. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan Program SPSS for windows versi 21.0. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian yang diperoleh adalah perawat yang masuk kategori kurang kompeten pada aspek keterampilan pemasangan infus sebanyak 35 responden yang mengalami flebitis 11(35%) responden sedangkan perawat yang masuk kategori kompeten 11 responden yang mengalami flebitis 1(7%) responden. Nilai relative risk (RR) adalah 5 bermakna bahwa pasien yang terapi intravenanya diberikan oleh perawat yang kurang kompeten berisiko 5 kali lebih besar untuk mengalami flebitis daripada pasien yang terapi intravenanya diberikan oleh perawat yang kompeten atau perawat yang kurang kompeten dalam memberikan terapi intravena berisiko meningkatkan kejadian flebitis pada pasien 5 kali lebih besar.   Kata kunci : kompetensi perawat, ketrampilan pemasangan infus, kejadian flebitis
INTERVENSI KOMPRES HANGAT DENGAN AROMATERAPI PEPPERMINT PADA PASIEN NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA (EKLAMPSIA) Yustilawati, Eva; Adhiwijaya, Ardian; Syam, Ikrimah
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2442

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO Preeklampsia dan Eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada ibu di dunia didalam preeklamspia dan eklampsia terdapat 211 per 100.000 kelahiran hidup dan diperkirakan jumlah kematian ibu adalah 295.000-340.000 kematian ibu terjadi setiap tahunnya. Eklampsia merupakan salah satu komplikasi dari preeklampsia dengan adanya kejang dan penurunan kesadaran, dan tindakan operasi section caesarea adalah tindakan terminasi kehamilan untuk menyelamatkan ibu dan anaknya. Nyeri merupakan rasa yang muncul pada pasien setekah dilakukan tindakan operasi section caesarea  pada daerah insisi sehingga menyebabkan robeknya jaringan pada dinding perut dan dinding uterus. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat dilakukan dalam menurunkan nyeri adalah kompres hangat dengan aroma terapi peppermint pada pasien. Tujuan penulisan: adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami eklampsia post operasi section caesarea dengan masalah nyeri di ruang ICU dengan menggunakan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint. Metode: yang digunakan adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint 1 kali sehari dalam 2 hari pemberian. Hasil: analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan resiko infeksi. Pemberian kompres hangat dengan aromaterapi peppermint adalah intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan nyeri. Kesimpulan: berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan kompres hangat dengan aromaterapi peppermint yang dilakukan 1 kali sehari dalam 2 hari menunjukan bahwa terjadi penurunan pada masalah nyeri pasien setelah pemberian, hal ini menunjukkan bahwa kompres hangat dengan aromaterapi peppermint efektif dilakukan dalam membantu menurunkan nyeri pada pasien.
PENTINGNYA PERAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Rauf Harmiady; Abdul Kadir Ahmad; Iwan Sain; Arifah Aryani Putri
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2565

Abstract

Latar belakang, Situasi pandemi saat ini, keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran dan fungsi sangat penting dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 karena dengan menerapkan 5 fungsi keluarga menurut Mubarak, dan peran keluarga dalam mencegah COVID-19 seperti menanamkan pola pikir yang benar terkait penyakit COVID-19, menanamkan sikap yang tepat dalam menghadapi situasi pandemi, mengajarkan sikap yang benar dan tepat untuk mencegah penularan antar anggota keluarga dan mengingatkan seluruh anggota keluarga agar memerankan fungsi keluarga.    Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi peran dan fungsi keluarga terhadap pencegahan penularan COVID-19.Metode penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yang memberikan penjelasan dan menganalisis kajian pada jurnal yang berfokus pada keluarga dan pencegahan COVID-19.Hasil Penelitian yaitu beberapa keluarga secara aktif ingin mengetahui peran dan fungsi keluarga terhadap pencegahan penularan COVID-19.Kesimpulan, Keluarga memiliki peran dan fungsi yang penting dalam pencegahan COVID-19. Sehingga keluarga juga menjadi garda terdepan untuk mencegah penularan karena sejatinya keluarga sebagai tumpuan solusi dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19. Maka kita harus bergotong royong memerankan fungsi dan peran keluarga melalui kebijakan pemerintah agar seluruh keluarga, masyarakat bangsa Indonesia dan seluruh negara dapat mengalahkan COVID-19 dan Kembali dalam situasi seperti sediakala.
STUDI LITERATURE: ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBERIAN OKSIGEN DENGAN ALAT HFNC PADA PASIEN COVID-19 santi fatmala
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2323

Abstract

AbstrakCoronavirus disease 2019 menyebabkan infeksi saluran pernafasan pada individu dengan sistem imun rendah seperti keluhan sesak, salah satu intervensi  terapi oksigen HFNC merupakan pilihan pengobatan yang baik untuk pasien dengan COVID-19 Tujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian oksigen dengan alat HFNC pada pasien Covid-19 dalam proses asuhan keperawatan saat menjalani hospitalisasi melalui pendekatan studi referensi.Metode penelitian yang kami gunakan disiniadalah literatur review dengan menggunakan basis data elektronik melalui jurnal dari internasional maupun nasional seperti google scholar, science Direct, dan Portal garuda, dengan kata kunci HFNC, Pasien Covid-19, oxigen therapy, patient of COVID-19.. Pencarian literature awal didapatkan 89 artikel (Google Scholar 48, Science Direct 19, Portal garuda 22). 74 Artikel Artikel yang dikeluarkan menggunakan metode penelitian kualitatif, tidak bisa di download full text, full text tidak berbahasa inggris untuk jurnal internasional, tidak fokus pada tindakan HNFC.Kesimpulan: High-flow nasal canulla therapy dapat meningkatkan rasa nyaman dan aman pada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan keluhan sesak serta secara efektif mampu menekan kejadian mortalitas akibat hipoksia jaringan ataupun hipoksemia. Sehingga metode tersebut dapat direkomendasikan pada pasien Covid-19 dengan keluhan sesak dan tingkat saturasi oksigen dibawah 95 %.Kata kunci: HFNC, Pasien Covid-19, oxigen therapy, patient of COVID-19..
EFEKTIVITAS AKUPRESUR DAN LATIHAN SENAM KAKI DIABETES TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN DM TIPE 2 sukma saini
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2286

Abstract

Diabetes mellitus adalah suatu kondisi kronis dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara efektif sehingga mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu komplikasi DM adalah gangguan peredaran darah. Terapi nonfarmakologi yang dapat dilakukan adalah terapi akupresur dan senam kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas akupresur dan senam kaki diabetik terhadap nilai Ankle Brachial Index pada pasien DM tipe 2. Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan tiga database (PubMed, SINTA, dan Google Scholar) dan ditemukan sembilan artikel dengan desain penelitian quasi-experimental dan 1 artikel  menggunakan desain Pre-Experiment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi akupresur dan senam kaki, rata-rata ABI pada pasien DM tipe 2 mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,868 dan 0,87. Nilai ABI tertinggi pada intervensi akupresur adalah 0,986, dengan nilai ABI terendah 0,7995, sedangkan nilai ABI terendah dan tertinggi untuk terapi senam kaki adalah 1,4 dan 0,5. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akupresur dan senam kaki diabetik dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologi pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang dapat melancarkan peredaran darah terutama pada ekstremitas bawah, serta menurunkan kadar glukosa darah sehingga efektif meningkatkan nilai Ankle Brachial Index dan mengurangi komplikasi diabetes.Kata Kunci : Akupresur, Senam Kaki, ABI, DM Tipe 2 
STUDI LITERATURE: ANALISIS EFEKTIVITAS TERAPI DISTRAKSI TERHADAP NYERI POST-OPERASI PADA KLIEN KANKER PAYUDARA Taqiyatun Taqiyatun
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2259

Abstract

Nyeri pasca operasi pada pasien kanker dapat menyebabkan depresi, insomnia, dan penurunan kualitas hidup bagi sebagian besar pasien. Sehingga di perlukan intervensi untuk mengurangi rasa nyeri tersebut, Pendekatan nonfarmakologi yang biasa dilakukan dalam upaya penanganan nyeri pada pasien pasca operasi Ca mamae adalah distraction therapy, Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektifitas penerapan distraction therapy pada pasien post-operative kanker payudara dengan keluhan nyeri. Metode penelitian yang kami gunakan disini adalah literatur review dengan menggunakan basis data elektronik melalui jurnal dari internasional maupun nasional seperti google scholar, science Direct, dan Pro-Quest, dengan kata kunci implementation, distraction theraphy, post operative pain, breast cancer. Pencarian literatur awal didapatkan 97 artikel (Google Scholar 58, Science Direct 26, Pro-Quest 13). 82 Artikel yang dikeluarkan tidak sinkron dengan topik pembahasan yaitu tentang distraction theraphy pada pasien dengan nyeri post operative kanker payudara. 15 artikel full text memenuhi kriteria. Kesimpulan: Distraction therapy efektif digunakan pada pasien pasca operasi kanker payudara dengan keluhan gangguan rasa nyaman nyeri. Metode tersebut secara signifikan dapat menurunkan skala nyeri setelah penerapan terapi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai opsi intervensi penanganan nyeri dengan metode non farmakologis.
PENGARUH CYBERBULLYING BODY SHAMING TERHADAP MENTAL REMAJA Helin Hel Lin
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 2 (2021): MEDIA KEPERAWATAN: POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i2.2364

Abstract

Cyberbullying Body Shaming is a form of bullying or bullying behavior through cyberspace communication technology that is used by someone to insult and harass others, where the victim cannot defend himself easily. Objective: to find out the relationship between cyberbullying body shaming and adolescent mentality. Methods: The sources of the articles used were obtained from searches through the Science Direct database, Google Cindekia and Google Scholar. Article search is restricted from 2016-2021. After the is obtained, then the article is reviewed until the stage of making a literature review. The keywords used in the article search were Body-Shaming, Cyberbullying, Teen Mental is literature review uses 15 articles that meet the inclusion criteria. Results: The relationship between Cyberbullying Body-Shaming from the research reviewed is strongly related to adolescent mental health, especially depression. Conclusion: Based on the results of a review of 15 journals on the Relationship of Cyberbullying Body-Shaming to Mental Adolescents, there is a relationship that Cyberbullying or body-shaming bullying is very influential on adolescent mentality, namely depression. Other influences also occur in teenager self-esteem, adolescent self-image, and social interaction in adolescents. There is even social anxiety and social withdrawal in adolescents who experience Cyberbullying Body shaming.