cover
Contact Name
Yurni Suasti
Contact Email
Yurni Suasti
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20867042     EISSN : 26146525     DOI : -
Journal of Geography adalah jurnal yang dikelola oleh Jurusan Geografi Fakuktas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Geography menerbitkan artikel-artikel ilmiah yang membahas tentang keilmuan keilmuan Geografi, Kependidikan Geografi serta hasil penelitian Ilmiah para Geografer di Jurusan Geografi FIS UNP. Semua artikel diterbitkan setelah melalui proses peer-review dari pakar di bidang masing-masing. Journal of Geography terbit dua kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2016)" : 11 Documents clear
IDENTIFIKASI FISIK BUMI UNTUK MEMETAKAN SUMBER – SUMBER BELAJAR BERBASIS LINGKUNGAN DI KABUPATEN TANAH DATAR Gerry Oktaviano Putra; Syafri Anwar; dedi hermon
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.288 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang Identifikasi Fisik Bumi untuk Memetakan Sumber – Sumber Belajar Berbasis Lingkungan di Kabupaten Tanah Datar. Jenis Penelitian adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di lingkungan dan SMAN/MAN di daerah Kabupaten Tanah Datar. Sampel dalam penelitian adalah fisik muka bumi yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Sampel diambil secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi. Teknik analisis data dengan menggunakan Google Earth dan ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Di Kabupaten Tanah Datar terdapat beragam jenis dan persebaran fisik muka bumi yang dapat dijadikan sumber belajar yang berbasis lingkungan diantaranya (1) Sungai (Batang Anai, Batang Selo, Batang Sinamar, Batang Ombilin, dan Batang Sumpur). (2) Danau (Danau Singkarak). (3) Gunung (Marapi, Singgalang, dan Sago). (4) Gua (Ngalau Pangean). (5) Telaga (Telaga Koto Baru, Kayu Tanduak, Aia Taganang). (6) Air Terjun (Lembah Anai). 2. Berdasarakan pemetaan, kondisi fisik di Kabupaten Tanah Datar layak di jadikan sumber belajar, karena kriteria pemilihan sumber belajar dan aspek lainnya mendukung untuk menjadikan sumber belajar mata pelajaran geografi SMA/MA kelas X SK (Menganalisis unsur-unsur Geosfer) KD 3.1 (menganalisis dinamika & kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi) dan 3.3 (Menganalisis hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi)
PENERAPAN PENILAIAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI BERBASIS KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KOTA PADANG asep asep; Rahmanelli rahmanelli; nofrion dion
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.781 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/31

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui: penerapan penilaian hasil belajar geografi berbasis kurikulum 2013 di SMAN Kota Padang tentang (1) Penerapan Penilaian teknik penilaian pengetahuan; (2) Penerapan Penilaian teknik penilaian sikap; dan (3) Penerapan Penilaian teknik penilaian keterampilan. Jenis penelitian deskriptif kuantilatif. Jumlah informan sebanyak 6 orang guru geografi . Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap informan. Hasil penelitian penerapan penilaian hasil belajar geografi bebrbasis kurikulum 2013 SMA Negeri Kota Padang (1) pada aspek penilaian pengetahuan bentuk penilaian yang diterapkan adalah tes tertulis dan penugasan berupa soal pilihan ganda dan uraian, namun masih belum efektif pada penilaian penugasan; (2) Pada aspek sikap, bentuk penilaian yang diterapkan adalah pengamatan (observasi), penilaian diri dan penilaian teman sejawat, yaitu berupa tabel pengmatan observasi dan penilaian diri serta teman sejawat. secara keseluruhan belum efektif karena rubrik yang terlalu banyak dan waktu dalam pelaksanaan penilaian; (3) pada aspek keterampilan bentuk penilaian yang diterapkan adalah tes praktek, tes projek dan portofilio, yaitu berupa tabel pengamatan dan penugasan. Penerapan penilaian pada aspek keterampilan, masih belum efektif karena faktor biaya dan waktu dalam pelaksanaannya
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA DENGAN TINGKAT INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) DI JURUSAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI PADANG Gusri Randa; Syafri Anwar; zawirman z
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.629 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual mahasiswa dengan tingkat indeks prestasi kumulatif di Jurusan Geografi FIS UNP. Jenis penelitian adalah penelitian Deskripsi Korelasional dengan Populasi mahasiswa S1 aktif jurusan Geografi FIS UNP masa studi dibawah 4 tahun sebanyak 723 orang. Kemudian sampel yang dipergunakan adalah mahasiswa jurusan geografi BP 2013 dan 2014, teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling maka sesuai perhitungan kriteria pengambilan sampel diperoleh sampel sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dan 21 mahasiswa Program Studi Geografi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Penelitian ini menemukan: nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antara kecerdasan spiritual dengan IPK adalah signifikan. Koefisien korelasi kecerdasan spiritual (X) dengan IPK (Y) yaitu sebesar 0,550 dengan keeratan hubungan termasuk dalam kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan kecerdasan spiritual merupakan variabel yang memiliki hubungan signifikan dan positif indeks prestasi kumulatif mahasiswa di Jurusan Geografi FIS UNP
ANALISIS PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA BUKITTINGGI Sri Mariya
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.652 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/32

Abstract

Bukitinggi city is the most populous city in West Sumatra, experiencing an increase in population from year to year, the limitations of urban space that causes pressure on urban space. Such as the occurrence of land conversion for the physical construction of the city, such as: settlement, trade and services, and others. Based on this research, the aim of this study is to obtain information, discuss and analyze (1) population growth of Bukittinggi City in 2000-2010, (2) to identify land use change of Bukitinggi city in 2000-2010, and (3) to identify the characteristics of change Land use due to population growth and how the utilization of Bukitinggi City space. The type of research used is descriptive research with secondary data analysis method with the support of Geographic Information System (GIS). The data used are population data of Bukittinggi City 10 years (2000-2010), Land Use Map of Bukit Tinggi City (2000 and 2010), and Map of RTRW Kota Bukitinggi 2010 as final analysis. The results showed that: (1) the population growth of Bukittinggi City in 2000-2010 was 0.02 or 2% which indicated an increase in population. The dominant factor that affects is migration (residents coming). The most populous urban village is Sapiran 12orang / km2 which is the center of TNI and Polri dormitory, while the urban village is Puhun Pintu Kabun with density of 2 person / km2, (2) land use change in settlement, rice field, mixed or moorland, Services. The largest expansion occurred from mixed or cultivated gardens of 1.75 km2. Other changes occurred in the settlement of 0.06 km2 and trade and services 0.14 km2. (3) Characteristics of land use change due to population growth in relation to spatial use dominated by mixed or mooring farms into 6.89% (174.6 ha) settlements, rice fields became 0.25% (6.4 ha) settlements, and rice fields became Mixed garden 0.55% (14 ha). Linkages to the use of space is the study of green space: Park City, Village Pintu Kabun and Bukit Apit there is development of settlements as the development of the area towards the north which needs to be done policy priorities.
IDENTIFIKASI POTENSI FISIK PESISIR PANTAI WISATA BAHARI KELURAHAN TELUK KABUNG SELATAN KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Ilhamdi Bagus Perdana; yurni suasti; ahyuni aziz
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.7 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/21

Abstract

This study aims to (1) Knowing the physical potential supporters South Teluk Kabung Village nautical tourism attractions. (2) Identify the availability of accessibility South Teluk Kabung Village. (3) Identify the availability of means of support South Teluk Kabung Village nautical tourism. (4) Identify the development of marine tourism attraction in South Teluk Kabung Village. This research is quantitative descriptive, using the techniques of data collection by observation and documentation, as well as using data from institutions Loka Resources Research and Coastal Vulnerability "LPSDKP". The population in this study is the coastal area South Teluk Kabung Village, sampling technique in this research is purposive sampling by taking nine locations scattered South Teluk Kabung Village sample, the sample in this study is a landform marine and alluvial landform. This study found that: (1) Physical potential South Teluk Kabung Village coast consists of wide beach is 9-18 meters measured from the low water mark to the high water mark, the shape of the beach is a sandy beach, reef conditions found in living keadan, dominant land cover is a shrub and palm trees, beach slope of 0.8% -1.45% by criteria flat beach, ocean depths of 5-40 meters, flow velocity 8:12 to 9:33 m / sec, (2) accessibility lower classification with a score of 16, (3) a means moderate classification travel with a score of 5, (4) Things to suite developed marine tourism in coastal areas South Teluk Kabung Village is camping, recreation, snorkeling and diving.
ANALISIS AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI KELAS X IIS 1 SMA NEGERI 4 PADANG Nadia Turrahima; yurni suasti; nofrion dion
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.826 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran geografi dikelas X IIS 1 SMA Negeri 4 Padang.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Padang, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive samplingyaitu kelas yang memiliki rata-rata nilai terendah. sehingga yang menjadi sampel yaitu kelas X IIS 1 dengan jumlahsiswa 32 orang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dandianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.Penelitian ini menemukan : (1) Tingkat aktivitas siswa dalam mengamati pembelajaran berada pada tingkat sedang. (2) Tingkat aktivitas siswa dalam menulis/mencatat pembelajaran berada pada tingkat sedang. (3) Tingkat aktivitas siswa dalam mengumpulkan informasi pembelajaran berada pada tingkat sedang. (4) Tingkat aktivitas siswa dalam berfikir/memecahkan masalah berada pada tingkat sedang. (5) Tingkat aktivitas siswa dalam berdialog pada saat pembelajaran berada pada tingkat sedang. (6) Tingkat aktivitas siswa dalam berkolaborasi pada saat pembelajaran berada pada tingkat sedang
ANALISIS POLA PENYEBARAN PENYAKIT DIARE DI KABUPATEN BOGOR Fitri Mudia Sari
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.245 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/33

Abstract

Diarrheal disease is an endemic disease in Indonesia, meaning it occurs continuously in all regions both in the city and in the village, especially in poor areas. In poor areas are generally diarrhea diseases are considered not as a dangerous disease, so the way healing is not through medical treatment. In fact, diarrhea can cause system disturbances or complications that are very harmful for the sufferer. Some of them are fluid and electrolyte disturbances, hypovolemia shock, various body disorders, and if not handled properly can cause death. Thus it becomes important for the nurse to know more about diarrhea, the negative impact it has, and the handling and prevention of its complications. The objective of this study was to determine the pattern of diarrheal disease spread in Bogor Regency. The method according to the purpose of this research is Ordinary Kriging. To know the distribution of diarrhea disease in Bogor Regency by looking at the result of countour plot. Based on the countour plot, the area that has the highest number of diarrhea sufferers around Barekah and Bojonggenteng villages is marked with White contour color with the range of diarrhea sufferer is 40 - 42 people. Areas with the highest number of diarrheal diseases indicate that the area has a relationship with the number of diarrheal diseases in the surrounding area. Therefore, the area needs to be prioritized in improving water sanitation, counseling to the community and improving health services.
KARAKTERISTIK PELAKU MOBILITAS DI KELURAHAN SUNGAI PIRING KECAMATAN BATANG TUAKA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROPINSI RIAU Laila Marshelly; Paus Iskarni; febriandi andi
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.159 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang : :(1) Karakteristik pelaku mobillitas kepala keluarga laki-laki, (2) Karakteristik pelaku mobillitas kepala keluarga perempuan, (3) Karakteristik pelaku mobillitas istri, (4) Karakteristik pelaku mobillitas anak.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sungai Piring Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penetapan sampel adalah masyarakat yang ada di Kelurahan Sungai Piring dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara pengisian angket oleh responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan persentase, tabulasi menggunakan spss. Hasil penelitian ini menemukan: (1) Karakteristik pelaku mobilitas kepala keluarga laki-laki berumur 19-60 tahun, jenis pekerjaan dominan adalah petani, tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas karena pekerjaan, tujuan mobilitas adalah ladang. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian dan mingguan, dengan durasi 5-10 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor, jalan kaki, mobil dan kapal, (2) Karakteristik pelaku mobilitas kepala keluarga perempuan berumur 41-50 tahun, pekerjaan paling dominan adalah IRT,tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tujuan mobilitas pasar. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian dan mingguan, dengan durasi 2-8 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki, (3) Karakteristik pelaku mobilitas istri berumur 20-60 tahun, pekerjaan paling dominan adalah IRT, tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tujuan mobilitas adalah pasar. Jenis mobilitas adalah mobilitas mingguan, dengan durasi 2-9 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki, (4) Karakteristik pelaku mobilitas anak berumur 7-40 tahun, pekerjaan paling dominan pelajar, dengan tingkat pendidikan umumnya masih SD dan SMP. Alasan melakukan mobilitas karena pendidikan, dimana tujuan mobilitas adalah sekolah. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian, dengan durasi 4-10 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA LINTAS MINAT GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X MIA SMA NEGERI 3 TELADAN KOTA BUKITTINGGI Anggun dwi utami; ernawati erna; nofrion dion
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.703 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, (2) pengaruh motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, dan (3) pengaruh motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa lintas minat geografi kelas X MIA SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi sebanyak 104 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode random sampling dan menggunakan rumus Slovin dalam Siregar, sehingga sampel penelitian berjumlah 82 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba angket untuk menentukan validitas dan realibilitas instrumen penelitian. Teknik analisis data adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 19,8%, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 15,9%, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi dengan kontribusi 26,3%.
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA m roli; ahyuni aziz; fitriana Syahar
JURNAL GEOGRAFI Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.912 KB) | DOI: 10.24036/geografi/vol5-iss2/25

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Teori Butler tahun 1980 dari Model Tourism Area Life Cycle ( TALC) Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah objek wisata andalan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Objek Wisata Lembah Harau, Objek Wisata Batang Tabik, Objek Wisata Pusako Rumah Gadang, dan Objek Wisata Kapalo Banda. Jenis analisi data yang digunakan adalah analisis data sekunder (ADS) dan Scoring Model dari Gunn dan Model TALC sebagai alat ukur dalam penelitian yaitu perkembangan objek wisata ditahap Eksplorasi (exploration), Tahap keterlibatan (involvemento), Tahap Pengembangan (development), Tahap Konsolidasi (Consolidation), Tahap kestabilan (stagnation), Tahap penurunan kualitas (decline), dan Tahap peremajaan kembali (rejuvenate). Data yang diolah yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil temuan peneliti diperoleh: 1) Tahap perkembangan objek wisata ditinjau dari aspek jumlah kunjungan dan sarana prasarana yaitu a) Objek Wisata Lembah Harau berada di Tahap Kestabilan (Stagnation), b) Objek Wisata Batang Tabik berada pada Tahap Konsolidasi (Consolidation), c) Objek Wisata Pusako Rumah Gadang berada pada Tahap Penurunan Kualitas ( Decline), d) Objek Wisata Kapalo Banda berada pada Tahap Keterlibatan (Involvement). 2) Jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2007 sampai 2014 terbanyak terjadi di Objek Wisata Lembah Harau 1.023.617 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4,8, Objek Wisata Kapalo Banda 499.612 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 2,2, Objek Wisata Batang Tabik 447.096 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 3,2 , Objek Wisata Pusako Rumah Gadang 9.708 dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4. Dapat disimpulkan perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota masih butuh perhatian khusus seperti kegiatan pemberdayaan SDM yang berkualis agar pengelolaan terlaksana dengan baik serta pemeliharaan sarana prasarana agar objek wisata tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, baik bagi pemerintah maupun masyarakat

Page 1 of 2 | Total Record : 11