cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 725 Documents
Estimasi Percepatan Tanah Maksimum Dan Intensitas Gempa Di Kota Padang Berdasarkan Skenario Gempabumi Di Megathrust Mentawai Menggunakan Metode Deterministik Mahesa Ragil Syofyan; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.629 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persebaran nilai percepatan tanah maksimum (PGA), dan (2) persebaran nilai intensitas gempa (MMI) di Kota Padang berdasarkan skenario gempabumi di megathrust Mentawai pada zona subduksi. Adapun metode yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sehingga didapatkan hasil berupa pesebaran nilai PGA dengan rentang antara 0,25 g – 0,72 g. Nilai percepatan tanah maksimum tertinggi dengan rentang 0,46-0,72 g mencakup Kecamatan Nanggalo, Kuranji, Padang Utara Padang Timur, Padang Barat, dan Padang Selatan yang memiliki formasi geologi berupa formasi aluvium, aluvium dan pantai, latih, batuan gunung api oligo miosen, dan aliran tak ter uraikan. Sedangkan nilai percepatan tanah maksimum terendah dengan rentang 0,25-0,26 g mencakup kecamatan Lubuk Kilangan dan Kecamatan Pauh yang memiliki formasi geologi berupa formasi batuan gunung api kuarter. Persebaran nilai intensitas gempa (MMI) di Kota Padang akibat gempabumi pada zona subduksi Mentawai dengan kedalaman 10 km dan kekuatan gempa 8,9 Mw memiliki nilai 7 MMI dan 8 MMI. Daerah yang memiliki intensitas gempa yang paling besar dengan nilai 8 MMI adalah Kecamatan Nanggalo, Padang Utara, Padang Timur, Padang Barat, Kuranji, Lubuk Begealung, Padang Selatan, Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung, sebagian wilayah Koto Tangah, Pauh, dan Lubuk Kilangan. Daerah dengan nilai intensitas gempa 7 MMI adalah sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Pauh, Lubuk Kilangan, dan sebagian kecil wilayah Bungus Teluk Kabung.
dampak keberadaan minimarket franchise terhadap usaha pedagang kelontong di kecamatan jambi timur kota jambi (studi kasus di kelurahan talang banjar, kelurahan tanjung sari dan kelurahan tanjung pinang) vivi yulanda ajizah; Surtani .; ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.054 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan melihat perbandingan pendapatan pedagang kelontong sebelum dan sesudah berdirinya minimarket dan untuk mengetahui dan melihat dampak jarak berdirinya minimarket terhadap pendapatan pedagang kelontong di Kecamatan Jambi Timur Kota Jambi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Kelurahan Talang Banjar, Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Tanjung Pinang. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sumber data penelitian merupakan data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan uji hipotesis yaitu T-test, ANOVA, dan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata pendapatan pedagang kelontong sebelum adanya minimarket franchise sebesar Rp 7.950.000 per bulan, tetapi setelah adanya minimarket franchise maka rata-rata pendapatan pedagang kelontong turun menjadi Rp 4.240.000 per bulan. Dan didapatkan nilai p value 0,000 pada pendapatan pedagang kelontong sebelum dan sesudah berdirinya minimarket, yang menunjukkan bahwa p value < 0,05., yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan atas adanya minimarket franchise terhadap pendapatan pedagang toko kelontong. (2) Berdasarkan uji Anova dalam penelitian ini menunjukkan terdapat dampak jarak berdirinya minimarket franchise menurunkan pendapatan penjualan pedagang toko kelontong yaitu dengan nilai F 0,000 < 0,05 yang berarti Ha diterima. Berdasarkan uji beda dan Anova menunjukkan adanya dampak jarak berdirinya minimarket Franchise terhadap pendapatan pedagang kelontong.
Analisis Pertanyaan Berpikir Spasial Pada Ujian Harian Mata Pelajaran Geografi Di Sma Negeri 6 Padang Okta Vianof; . ahyuni
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.982 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, tingkatan berpikir spasial pada soal ujian harian mata pelajaran geografi di SMA Negeri 6, yang terdiri dari (1) Kelas 10 dengan 6 Kompetensi Dasar, (2) Kelas 11 dengan 8 Kompetensi Dasar, dan (3) Kelas 12 dengan 5 Kompetensi Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis konten/isi terhadap soal ujian harian mata pelajaran geografi.Subjek penelitian ini adalah soal setiap KD ujian harian geografi kelas 10, 11, dan 12.Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan formula persentasetingkat berpikir spasial pada soal ujian harian mata pelajaran geografi.Hasil penelitian ini menemukan (1) Soal ujian harian mata pelajaran geografi kelas 10 SMA Negeri 6 Padang tertinggi pada tingkat kategori primitif spasial,yaitu berada pada KD 3 Mengenal Bumi, (2) pada kelas 11 petanyaan yang bersifat nonspasial paling tinggi dibanding tingkat pertanyaan lainnya, terutama pada KD 3 Potensi Geografis Indonesia, KD 4 Dinamika dan Masalah Kependudukan, dan KD 5 Budaya Nasional dan Interaksi Global, dan (3) soal ujian harian mata pelajaran geografi kelas 12 tertinggi pada kategori nonspasial, yang terbanyak berada pada KD 3 Interaksi Spasial Desa dan Kota.
Potensi Wisata Di Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Syukran Novri Arpan; ahyuni .; triyatno .
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.35 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.392

Abstract

ABSTRAK Indonesia kaya akan pesona wisata, banyak tempat-tempat indah di Indonesia yang patut untuk dijadikan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata di Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kuantitatif dengan analisis spasial yang menggunakan metode buffer, logical query,identify feature within a distance, dan penilaian potensi wisata dilakukan dengan model pengharkatan. Berdasarkan Hasil penelitian menemukan 24 objek wisata yang tersebar di Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Potensi wisata terdiri dari 2 objek wisata dengan potensi tinggi, terdapat 5 objek wisata dengan potensi sedang, dan 17 objek wisata dengan potensi rendah Kata kunci: Potensi Wisata, Wisata Alam, Wisata Alam Buatan, dan Wisata Budaya ABSTRACT Indonesia is rich in tourist attractions, there are many beautiful places in Indonesia that deserve to be used as attractive tourist attractions for tourists to visit. This research aims to determine tourism potential in X Koto Singkarak District Solok Regency.The method used in this study, namely quantitative methods with spatial analysis using buffer, logical query, identify feature within a distance, and assessment of tourism potential is carried out with scoring model. Based on the result of research found 24 tourist attractions scattered in Koto Singkarak District X Solok Regency. Tourism potential consists of 2 attractions with high potential, consists of 5 attractions with middle potential, and consists of 17 attractions with low potential. Keywords: Tourism Potential, Nature Tourism, Artificial Nature Tourism, and Cultural Tourism
Kecukupan Pendapatan Rumah Tangga Petani Sawit Inti Plasma Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau Fini Yuliska; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.715 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.331

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahui 1)pendapatan rumah tangga petani sawit inti plasma, 2) pengeluaran rumah tangga petani sawit inti plasma3)kecukupan pendapatan rumah tangga petani sawit inti plasma. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah rumah tangga petani sawit Inti Plasma yang berjumlah 450 KK. Sampel diambil secara acak menggunakan rumus Slovin, yang berjumlah 82 KK. Penelitianini menemukan:1) pendapatanrumahtanggapetanisawitIntiPlasmauntuk luas sawit 2 hektaradalah Rp.4.100.000 perbulan, sedangkanpendapatan diluar sawit Inti Plasma berkisar antara Rp 500.000 – Rp7.700.000 perbulan.Rata-rata pendapatan rumah tangga petani sawit Inti Plasma adalah Rp 5.600.000 perbulan.2) Rata-rata pengeluaranrumahtanggauntuk makananadalah Rp1.745.000 perbulan, sedangkan rata-rata pengeluaran bukan makanan paling banyak dialokasikan untukbiaya pendidikanyaitu Rp 1.632.000 perbulan. 3) kecukupanpendapatan rumahpetanisawitIntiPlasmasebagianbesardikatakancukupatautercukupi.
Efek Penggandaan Industri Rumah Tangga Pengolahan Ikan Patin Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Dan Pendapatan Masyarakat Di Desa Pulau Gadang Kecamatan Xiii Koto Kampar Kabupaten Kampar rezki dwi pernanda dwi pernanda; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.068 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.366

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana dampak penggadaan industri rumah tangga pengolahan ikan patin terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 5 industri rumah tangga. Motode pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model Miles, Huberman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dampak penggandaan industri rumah tangga pengolahan ikan patin terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu sebesar 1,39, Atau dengan artian dengan pertambahan 1 tenaga kerja sektor budidaya ikan patin maka akan membuka peluang tenaga kerja sebesar 0,39 pada sektor lanjutan (non basis). Dampak penggandaan industri rumah tangga pengolahan ikan patin terhadap pendapatan masyarakat di Desa Pulau Godang Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar yaitu dari semua responden total pendapatannya adalah Rp. 93.500.000,- dengan rincian pada sektor penggandaan industri rumah tangga total pendapatannya adalah Rp.72.500.000,- (77,01%), pada sektor Industri total pendapatannya adalah Rp.14.000.000 (14,98%), dan pada sektor penjualan seperti naget patin, bakso patin, abon patin, keripik patin Rp.7.500.000 (0,81%), sehingga diperoleh nilai dampak penggandaan terhadap pendapatan tenaga kerja adalah 1,23. Oleh karena itu industri rumah tangga pengolahan ikan patin agar dapat dikelola atau di kembangkan dengan baik agar tetap terjaganya industri rumah tangga pengolahan ikan patin di Desa Pulau Godang XIII Koto Kampar.
Kajian Geografis Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Berbelanja Di Pasar Pagi Kecamatan Padang Barat riska riska afifa; fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.02 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.289

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian geografis dan faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat untuk berbelanja ke pasar pagi kecamatan padang barat. jenis penelitian yakni deskriptif kualitatif. Informan penelitiannya adalah pembeli dan pedagang pasar pagi kecamatan padang barat. sedangkan pendekatan yang dilakukan dalam pengambilan informan adalah dengan teknik aksidental. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi, penyajian data, dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian sebagai berikut: 1) Pasar Pagi Kecamatan Padang Barat berada pada letak yang strategis di tinjau dari kedekatannya dengan permukiman penduduk,dan mudah untuk dijangkau oleh layanan transportasi 2) faktor-faktor yang mempengaruhi pembeli berbelanja ke Pasar Pagi Kecamatan Padang Barat Kota Padang adalah aksesibilitas, kelengkapan barang, harga barang, waktu dan jarak tempuh,kualitas barang. Kata kunci : Faktor Penarik, Letak Strategis, Pasar The aims of this study to find out how geographical studies and factors that influence people to shop in the Pasar Pagi District of Padang Barat.The research type is descriptive qualitative The research informants are buyers and traders in the western Padang district market. while the approach taken in taking informants is accidental techniques. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. Data collection techniques are observation, interview, and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, conclusion. The research results are as follows: 1) Pasar Pagi District of Padang Barat is located in a strategic location in terms of its proximity to residential areas, and is easy to reach by transportation services 2) factors that influence shoppers shopping at Pasar Pagi, Padang Barat Subdistrict, Padang City are accessibility, completeness, item price, time and distance, quality of goods. Keywords: Pulling Factor, Strategic Location, Market
pola dan perkembangan permukiman di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittingi riyan haylan24; syafri anwar; yudi antomi
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.789 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.396

Abstract

This study aims to determine the settlement patterns of 2006-2017 and the development of settlements in the Mandiangin District of Koto Selayan, Bukittinggi City. This type of research is quantitative descriptive. The population in this study was Mandiangin Koto Selayan District and the sample in this study was a settlement in the Mandiangin District of Koto Selayan. Analysis using the closest neighbor method with the help of ArcGIS 10.1 software. The results in this study are, 1. 2006 settlement patterns, Nearest Neighbor Ratio 1.020039 with Expected Mean Distance of 180.164770 and z-score -0.392828 T interval (nearest neighbor index) between 0.7 to 1.4. This shows that the distribution of settlements in Mandiangin Koto Selayan District is random. 2. 2017 settlement patterns, Nearest Neighbor Ratio 1.725348 with Expected Mean Distance 378.264177 and z-score -5,550569 T intervals (nearest neighbor index) between 1.4 to 2.15. This shows that the distribution of settlements in the Mandiangin District of Koto Selayan is dispersed. 3. Development of settlements in 2006-2017 in the Mandiangin District of Koto Selayan, which is 3,238,123m2. Keywords: Settlement Patterns, Development of Settlements
Profil Industri Mebel Di Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang rizkamdial aris; fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.555 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i1.287

Abstract

The purpose of this study is (1) Learn about the profile of the furniture industry specifically on production factors in terms of capital, raw materials and labor. (2) Knowing the obstacles faced by industry. (3) Knowing the range of services area and marketing of the furniture industry. The method that used in this study is a Quantitative Descriptive method. Data collection methods used were questionnaires and research documentation. The data analysis technique used (1) descriptive data analysis (2) analysis of service area using buffer. Research result shows that the profile of the furniture industry in the production factors seen in terms of capital, raw materials and labor in Pasia Nan Tigo Village is only one industry that has capital constraints. In the case of raw materials, industry owners state that the raw material is still sufficient in the production process. The furniture industry owner also stated that the number of permanent workers is still insufficient. Furniture industry in Pasia Nan Tigo Village is included in the small and medium industry. The obstacles faced by the furniture industry in the production factors are capital, raw materials and labor. From the capital factor, the obstacles faced by furniture industry owners are large-scale production which still requires additional capital. In the case of raw materials the obstacles faced by the owners of the furniture industry are the distance from the origin of raw materials. In the range of services area, the furniture industry in Pasia Nan Tigo Village is on average within the province.
the profile and distribution tembikar industri in nan sabaris district, padang pariaman regency kamal abdul naser; Rahmanelli .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.069 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.313

Abstract

Profil dan Persebaran Industri Tembikar di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Kamal Abdul Naser , Rahmanelli Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Email kamalabdulnaser69@gmail.com Abstrak Tujuan Penelitian ini untuk 1) Mendeskripsikan profil industri tembikar di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman 2) Mengetahui persebaran industri tembikar di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif . Populasi penelitian ini adalah seluruh pemilik industri tembikar di Kecamatan Nan Sabaris. Berdasarkan data yang didapatkan melalui observasi, diketahui jumlah pemilik industri tembikar keseluruhan di Kecamatan Nan Sabaris sebanyak 21 industri, yaitu di Kenagarian Kapalo Koto terdapat 14 industri tembikar dan di Kenagarian Padang Bintungan terdapat 7 industri tembikar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Berdasarkann hasil dari penelitian didapatkan 1) Jumlah tenaga kerja yang dimiliki industri tembikar di Kecamatan Nan Sabaris rata-rata 1 - 4 orang, modal yang diperlukan berkisar antara Rp.400.000 – Rp.949.000. Tembikar yang dihasilkan dalam satu kali proses pembakaran rata-rata 3000 tembikar. Pemasaran tembikar jangkauannya yaitu Jakarta, Medan dan Jambi. 2) Persebaran industri tembikar di Kecamatan Nan Sabaris dengan pola persebaran acak atau Random dengan nilai T 0,848358. Kata Kunci : Tembikar, Profil, Persebaran Abstract The purpose of this research is to 1) Describes industrial pottery profiles in district of Nan Sabaris Padang Pariaman 2) know the spread of the pottery industry in the Nan Sabaris Padang Pariaman. Type of this research is quantitative descriptive research. The population of this research is the whole owner of the pottery industry in the Nan Sabaris. Based on data obtained through observation, note the number of the owner of the pottery industry overall in Nan Sabaris as much as 21 industries, namely in Kenagarian Kapalo Koto pottery industry and there are 14 in the Kenagarian Desert Bintungan There are 7 pottery industry. Sampling techniques in the study are the total sampling. Berdasarkann the results of the research obtained 1) total labour force industry-owned pottery in Nan Sabaris average 1-4 persons, the necessary capital ranging between Rp. 400,000 – Rp. 949.000. Pottery produced in one process Burning an average of 3000 pottery. Marketing its range of pottery, namely Jakarta, Medan and Jambi. 2) Distribution of industrial pottery in Nan Sabaris with random or Random distribution pattern with a value of T 0.848358. Keywords: Pottery, Profiles, Distribution