cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 725 Documents
Efektivitas Penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera Untuk Mengatasi Permasalahan Kemiskinan di Nagari Canduang Koto Laweh Rahmah Fadillah; Dedi hermon; rery novio
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.097 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.357

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Efektivitas penyaluran bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). (2) Kendala dalam penerimaan bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Nagari Canduang Koto Laweh. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh penerima Kartu Keluarga Sejahtera di Nagari Canduang Koto Laweh berjumlah 459 orang. Teknik analisis menggunakan analisis data persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Nagari Canduang Koto Laweh tentang efektifitas penyaluran bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk mengatasi permasalahan kemiskinan diperoleh hasil program KKS belum cukup efektif dengan persentase sebesar 72%, bahwa ketidakefektifan penyaluran bantuan KKS belum sepenuhnya dapat mengatasi permasalahan kemiskinan dilihat dari indikator penerima KKS yakni dari sumber MCK, pendidikan, pendapatan, bahan bakar yang digunakan keluarga untuk memasak. Jadi dapat dilihat dari indikator tesebut belum sepenuhnya tepat sasaran. Masih banyak masyarakat yang tidak dalam kategori penerima bantuan, namun malah menerima bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sehingga dapat dijelaskan bahwa kartu KKS belum efektif untuk mengatasi permasalahan kemiskinan. Key Words : Efektivitas, Program Kartu Keluarga Sejahtera, Kemiskinan Abstract This study aims to determine (1) the effectiveness of distribution of Family Welfare Card (KKS) assistance. (2) Constraints in receiving the assistance of the Prosperous Family Card (KKS) in Nagari Canduang Koto Laweh. Type of quantitative descriptive research. The population of all recipients of the Prosperous Family Card in Nagari Canduang Koto Laweh amounted to 459 people. The analysis technique uses percentage data analysis. The results showed that in the Nagari Canduang Koto Laweh about the effectiveness of the distribution of the Family Welfare Card (KKS) to overcome poverty problems the results of the KKS program were not yet effective with a percentage of 72%, that the ineffectiveness of KKS assistance distribution had not fully overcome the poverty problems seen from the indicators KKS recipients namely from the sources of MCK, education, income, fuel used by families to cook. So it can be seen from these indicators that they are not yet right on target. There are still many people who are not in the category of beneficiaries, but instead receive assistance from the Prosperous Family Card (KKS). So that it can be explained that the KKS card has not been effective in overcoming the problem of poverty. Key words : Effectiveness, Family Welfare Card Program, Poverty
Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Menjadi Lahan Kelapa Sawit di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupen Agam. juliawan kelvin; Triyatno .; Febriandi .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.96 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.328

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk. 1) untuk mengetahui luas perubahan penggunaan lahan sawah menjadi lahan kelapa sawit di Kecamatan Tanjung Mutiara. 2) untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Tanjung Mutiara. 3) untuk mengetahui tingkat kesejateraan petani kelapa sawit di Kecamatan Tanjung Mutiara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis overlay pada analyst ArcGis 10.2, Analisis Hirearki Process (AHP), dan analisis Indeks Kemiskinan menurut BPS tahun 2016. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Perubahan luas lahan sawah menjadi kelapa sawit dalam 10 tahun selalu mengalami peningkatan, pada tahun 2007 luas sawah yaitu 1398 Ha dan luas sawit yaitu 12.954 Ha,lalu pada tahun 2017 luas sawah yaitu 779 Ha dan luas sawit yaitu 13.573 Ha, berarti terjadi penurunan luas sawah dan penambahan luas sawit sebesar 619 Ha, 2) faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan terbagi atas faktor ekonomis,teknis, dan lingkungan, dari hasil pengolahan data faktor yang paling mempengaruhi yaitu faktor ekonomis dengan nilai 74,6 %, 3) tingkat kesejahteran petani kelapa sawit yaitu dari 54 responden ada 35 responden atau 64,8% responden memiliki tingkat kesejahteraan tinggi dan 19 responden atau 35,2% responden memiliki tingkat kesejahteraan sedang. Kata kunci : Perubahan penggunaan lahan, Faktor perubahan lahan, Tingkat kesejateraan.
FOREST LAND CONVERSION CONVERSION TO SETTLEMENT IN LIMA PULUH KOTA DISTRICT Mesa Gusmelia; iswandi U; Triyatno .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.344 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.407

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui perubahan tutupan lahan hutan menjadi permukiman di Kabupaten Lima Puluh Kota. 2) mengetahui kesesuaian perubahan tutupan lahan hutan menjadi permukiman dengan RTRW Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisa data sekunder yang terdiri dari data numeric yaitu data yang berupa angka yang diperoleh dari instansi terkait dan data peta. Teknik analisa data yang digunakan adalah overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) perubahan luas tutupan lahan hutan menjadi permukiman di Kabupaten Lima Puluh Kota selama kurun waktu 22 tahun dari tahun 1996 – 2018 yang didapat melalui analisis peta tutupan lahan tahun 1996, 2006, 2018. Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami perubahan luas hutan sebesar 2.195,27 Ha yang berubah menjadi lahan permukiman. 2) perubahan tutupan lahan hutan menjadi lahan permukiman yang sesuai dengan RTRW Kabupaten lima puluh kota sebesar 305,967,68 Ha dan yang tidak sesuai sebesar 1.969,3 Ha.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN KARAMBA JARING APUNG UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU DI PERAIRAN LAUT SIKAKAP KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI DINO WILMANSYAH; Helfia Edial; Widya Prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.345 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.346

Abstract

ABSTRAK Perairan laut Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki potensi sumberdaya lahan perikanan budidaya laut yang masih lestari dan belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai ataupun spasial yang menggambarkan tingkat kesesuaian atau lokasi yang tepat dari perairan di pulau tersebut untuk budidaya ikan kerapu sistem keramba jaring apung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil pengambilan data kualitas perairan di lapangan. Penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa perairan laut sikakap berdasarkan analisis spasial wilayah perairan di lokasi penelitian yang mencakup beberapa parameter kualitas perairan menunjukan hampir semua nilai kualitas perairan di perairan laut Sikakap memenuhi syarat untuk kegiatan budidaya laut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RELOKASI MASYARAKAT PERMUKIMAN KAMPUNG SAONGGOK DI KOTA PADANG TAHUN 1995 HASANEL PUTRA POLISMA; endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.142 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.315

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kampung Saonggok Kelurahan Balai Gadang Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang bertujuan untuk: (1) menganalisis dan menyelidiki apa yang melatar belakangi dijadikannya Kampung Saonggok sebagai daerah relokasi, (2) Untuk Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat daerah Jembatan Sitti Nurbaya tidak menempati daerah relokasi Kampung Saonggok. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Faktor yang melatarbelakangi Kampung Saonggok menjadi daerah relokasi yaitu pada tahun 1995 kondisi lahan di daerah Kampung saonggok masih berupa laha kosong dan berdasarkan status kepemilikan tanah , daerah Kampung Saonggok tahun 1995 belum memiliki dokumen yang sah sehingga status kepemilikan tanah berada pada pemerintah Kota Padang. (2) Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan adanya 10 KK yang menolak untuk direlokasi ke daerah Kampung Saonggok diantaranya karena kehilangan hak milik tanah, kehilangan mata pencaharian, adaptasi dengan lingkungan sosial baru, akses menuju pusat kota susah dan kurangnya komunikasi antara pemerintah sebagai pihak penanggung jawab kepada masyarakat.
PEMANFAATAN DAN JANGKAUAN PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS TANJUNG PATI KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Ilvia Rahmi; Yurni Suasti; Endah Purwaningsih
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.797 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.354

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan Puskesmas Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota dan Mendapatkan informasi tentang jangkauan pelayanan kesehatan Puskesmas Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed method). Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Harau yang berjumlah 50.206 jiwa, dan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, pengambilan sampel responden sebanyak 26 KK yang terdiri dari 41 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pemanfaatan pelayanan kesehatan terdiri dari UKM dan UKP, Jenis penyakit yang dilayani yaitu semua jenis penyakit sesuai standar masing-masing penyakit (SOP), Ketersediaan ruang 78,3%, tenaga kesehatan 94%. 2) Jangkauan pelayanan kesehatan Puskesmas Tanjung Pati 3 Km adalah 26.206 jiwa dari 30.000 berarti 87,4% terdiri dari 4 nagari yaitu nagari Koto Tuo, Nagari Sarilamak, Nagari Lubuk Batingkok dan Nagari Gurun. Kata Kunci : Pemanfaatan Pelayanan Puskesmas, Jangkauan Pelayanan Puskesmas Abstract The purposes of this research are to obtaining information about health service utilization of society health center in Tanjung Pati Harau Sub District Lima Puluh Kota regency and obtaining information about the scope of healthy service of society health center in Tanjung Pati, Harau Sub-Distric Lima Puluh Kota regency. The type of this research uses qualitative quantitative combination methods (mix methods). The research population is the people in Harau Sub District with the total 50.206 people, the sample are determined by using purposive sampling technique, the samples are picked 26 head of family wich consist 41 respondents. The result of the research show 1) The utilization of helath are society health effort and Indivisual health Effort, the diseases are treated with procedural operational standard for each disease, the availability space by 78,3%, and the medical workers 94%. The scope of the healthy services of society health center in Tanjung Pati 3 Km is 26.206 people from 30.000 people which means 87,4% consist of 4 nagari is Nagari Koto Tuo, Nagari Sarilamak, Nagari Lubuk Batingkok and Nagari Gurun. Keywords : Society Health Center Services Utilization, Society Health Center Services Scope
The STUDI KARAKTERISTIK LAHAN TERHADAP LONGSOR DI KELURAHAN BALAI GADANG KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Rizki Putra; Helfia Edial; Widya Prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.66 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.417

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Balai Gadang yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan dan tingkat ancaman bencana longsor di Kelurahan Balai Gadang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, sampel diambil berdasarkan kemiringan lereng dan variasi penggunaan lahan. Teknik analisa data yang digunakan adalah melakukan penjumlahan seluruh pengharkatan (14 kriteria). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ancaman longsor rendah terdapat pada daerah “Bukit Cubadak” dan jalan alternatif “Padang – Solok” dengan kemiringan lereng 25 – 30 % dan penggunaan lahan kebun campuran. Tingkat ancaman longsor sedang dengan kemiringan lereng 40 – 50 % dan penggunaan lahan hutan terdapat pada kawasan “Bukit Barisan”. Tingkat ancaman longsor tinggi dengan kemiringan lereng 40 – 50% dan penggunaan lahan kebun campuran dan permukiman terdapat pada daerah” Anak Air” dan dan “Batu Gadang”. Kata Kunci : Karakteristik Lahan, Longsor ABSTRACT This research was conducted in Balai Gadang Village which aims to determine the characteristics of the land and the level of threat of landslides in Balai Gadang Village. The method used in this research is quantitative descriptive. The sampling technique used was purposive sampling, samples were taken based on slope and variations in land use. The data analysis technique used is to summarize all awards (14 criteria). The results showed that the threat of low landslides was found in the Bukit Cubadak area and the alternative road Padang - Solok with a slope of 25 - 30% and mixed garden land use. The level of threat of moderate landslides with slopes of 40 - 50% and forest land use is found in the Bukit Barisan area. The threat of high landslides with slopes of 40 - 50% and the use of mixed garden and settlement areas are in the area of ​​Anak Air and and Batu Gadang. Keywords: Land Characteristics, Landslides
Pemetaan Palang Merah Remaja (PMR) di Kota Padang noveri yarmansyah; Yurni Suasti
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.877 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.411

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran Palang Merah remaja, Kegiatan Palang Merah Remaja SMP/MTs dan SMA / SMK / MAN di Kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian deskriftif. Data dikumpulkan melalui survey lapangan dan wawancara. Teknik analisis data yaitu menggunakan aplikasi (software) Sistem Informasi Geografi yaitu Arcgis 10.1. Penelitian ini memperoleh : (1) peta sebaran Palang Merah Remaja (PMR), pada tingkat SMA/SMK/MAN terdapat 34 titik sekolah yang memiliki PMR. Sedangkan pada tingkat SMP/MTs terdapat 23 titik sekolah yang memiliki PMR. (2) kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) SMP/MTS dan SMA/SMK/MAN di Kota Padang. Pada tingkat SMP/MTs terdapat 15 sekolah yang aktif kegiatan PMR nya dan terdapat 8 sekolah yang kegiatannya tidak aktif. kegiatan PMR pada tingkat SMP semuanya sama yaitu: PAB, Diklat, Latihan Gerakan, Mubes, Pelantikan Pengurus, Ltihan Mingguan, Kepemimpinan kesiapsiagaan bencana, PK. Pada tingkat SMA/SMK/MAN terdapat 29 sekolah yang aktif kegiatan PMR nya, dan 5 sekolah yang kegiatannya tidak aktif adapun kegiatan nya antara lain PAB, Diklat,Latihan Pendalaman, Mubes, Pelantikan Pengurus, Pelantikan anggota, TDO, Lomba Oasis, Lomba Jumbara, Latihan Gabungan, Simulasi Gabungan, Donor Darah, Tim Medis, Bakti Sosial, Pertolongan Pertama. Kata Kunci: Pemetaan, Palang Merah Remaja, Padang Abstract This study aims to view about distrbution all of Youth Red Cross in Padang City, and the activities of the Youth Red Cross (PMR) of JHS / MTS and SHS / VHS / MAN in Padang City. This study use quantitative approach. Data collection tools use field surveys, interviews. Data analysis techniques are used, first, by using Global Positioning System (GPS) and processed using the Geographic Information System (software) application, Arcgis 10.1. The results showed that: (1) the Youth Red Cross (PMR) distribution map, at the level of SMA / SMK / MAN there were 34 school points that had PMR. There are 23 school / junior high school / junior high school level points that have PMR. (2) the activities of the Junior Red Cross (PMR) of SMP / MTS and SMA / SMK / MAN in Padang City. At the SMP / MTs level there are 15 schools that are active in PMR activities and there are 8 schools whose activities are not active. PMR activities at the junior high school level are all the same: registration of new members, Education and Training, Exercise Movement, Great Deliberations, Inauguration of Administrators, Weekly Exercises, Disaster Preparedness Leaders, Family Equipment. At the SMA / SMK / MAN level there are 29 schools that are active in their teenage Red Cross activities. And 5 schools whose activities are not active as for their activities include registration of new members, Education and Training, Deepening Training, Large Deliberations, Inauguration of Administrators, Inauguration of members, Basic training of organizations, Oasis Contest, Happy Service Meeting Competition, Joint Training, Combined Simulation, Blood Donors, Medical Team, Social Service, First Aid. Keywords: Mapping, Youth Red Cross, Padang
Analisis Implementasi Perencanaan Pola Ruang Kabupaten Dharmasraya Dari Tahun 2011-2017 viki novita; Ahyuni .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.057 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi Pola Ruang Kabupaten Dharmasraya (2) mengetahui penyebab ketidaksesuaian pembangunan dngan rencana pola ruang Kabupaten Dharmasraya (3) mengetahui permasalahan yang akan ditimbulkan jika terjadinya ketidaksesuaian pembangunan dengan perencanaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik analisis overlay dan calculate geometry. Berdasarkan anilisis data ditemukan terjadinya ketidaksesuain antara pembangunan dengan perencanaan dalam RTRW yakni pada kawasan perkebunan, permukiman, persawahan, pertanian lahan kering dan hutan rakyat. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pengawasan pemerintah terhadap pemanfaatan ruang, Satuan Kerja Perangkat Daerah tidak terikat dengan RTRW dan peta status lahan tidak menjadi pertimbangan dalam RTRW
Analisis Perubahan Kerapatan Vegetasi Kota Padang Menggunakan Citra Landsat Tahun 2005 dan 2015 Kurnia Sari; Ernawati .; Febriandi .
JURNAL BUANA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.966 KB) | DOI: 10.24036/student.v3i2.339

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerapatan vegetasi, perubahan luas lahan bervegetasi, dan tingkat ketelitian citra landsat kota Padang tahun 2005 dan 2015. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif menggunakan pengolahan Confussian Matrix. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Kerapatan vegetasi di Kota Padang memiliki lima kelas klasifikasi kerapatan yaitu kelas kerapatan sangat rapat, rapat, cukup rapat, jarang, dan tidak bervegetasi. Berdasarkan luas lahan kerapatan vegetasi Kota Padang pada tahun 2005 kerapatan vegetasi sangat rapat memiliki luas 44.265,59 ha (62,10%), kerapatan rapat 3.382,80 ha (4,75%), kerapatan cukup rapat 5.930,43 ha (8,32%), kerapatan vegetasi jarang 5.124,32 ha (7,19%), dan kerapatan tidak bervegetasi 12.578,91 ha (17,65%). Pada tahun 2015 kerapatan sangat rapat memiliki luas 4.411,62 ha (6,19%), kerapatan rapat 13.960,69 ha (19,59%), kerapatan cukup rapat 27.066,92 ha (37,97%), kerapatan jarang 11.424,15 ha (16,03%), dan kerapatan tidak bervegetasi 14.418,69 ha (20,23%). (2)Perubahan luas lahan vegetasi terbesar, terjadi pada kelas kerapatan vegetasi sangat rapat dari 44.265,59 Ha tahun 2005 berkurang menjadi 4.411,62 Ha pada tahun 2015. (3)Tingkat ketelitian citra Landsat dari hasil uji akurasi NDVI dengan teknik pengolahan Confussion Matrix, diperoleh akurasi 80,53%, telah terjadi pengurangan informasi yang disebabkan adanya tutupan awan dan kerusakan citra pada tahun 2015 yang dinamakan (SLC-Off).