cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
Ahyuni
Phone
-
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL BUANA
ISSN : 26152630     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Skripsi Geografi adalah Jurnal Ilmiah Mahasiswa yang diterbitkan oleh Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang membahas mengenai fenomena pendidikan, sosial, dan budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat. Selain itu jurnal Skripsi Geografi juga memberikan pemikiran baru berkaitan dengan konsep dan teori yang ada dalam ilmu pendidikan, Geografi, dan kebumian.
Arjuna Subject : -
Articles 725 Documents
KONDISI MORFOLOGI CEKUNGAN BANDUNG DAN KARAKTERISITIK BATUAN SEDIMEN SUNGAI CIBOGO KECAMATAN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT Ilham Gusrianda; Annisa Putri Amalia; Zahraini Hasriani; Anggi Erliza; Tika Oktavia; Ivana Inggriani; Sovi Rachman; Yunita Aulia Hutabarat; Allan Kurniawan; Jecky Jecky; Triyatno Triyatno
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1393

Abstract

This research to determine the morphology of the Bandung Basin and determine the characteristics of sedimentary rocks in the Cibogo River. The research method used is descriptive qualitative. Qualitative descriptive analysis in this study starts from determining the process of taking sedimentary rocks and sedimentary rock descriptions by megaskopis. The results of this study show the Bandung Basin morphology, there are 11 landform units, namely Alluvial Fan, Floodplain, Volcanoes, Lava Flow, Anticline Ridge, Lava Flow, Alluvial Volcano Fan, Denudasional Hills, Mountains or Plato Hills and Footslope Slopes. Sedimentary rocks found in the Cibogo River can be classified into two, namely sandstone and clay stone. In observations in the field the sedimentary rocks are non kabonatan which when dripped with 0.1 N HCl liquid to the sedimentary rocks, does not show a reaction or is not bubbly, this shows the sedimentary rocks have low or no carbonate content.
PENGUKURAN REKAHAN, PADA BATUAN SEDIMEN DI SUNGAI CIPOGO PADALARANG KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Rafiqah Indah Sari; Rexy Elnando; Nurfajri Indra; Gina Rahayu; Sildila Sari; Mufti Khairatunnisa; Ronal Wilnika; Devi L Maria; Reza Nofri Andika; Muhammad Noval; Dian Adhetya Arif
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1395

Abstract

Rock is a solid substance that contains minerals and is formed naturally. Joint is a fractured plane without a shift in the rock body and can be present systematically formed by tectonic forces and can be analyzed as an interpretation of its forming tectonic forces from systematic data. This research was conducted in Sugai Cibogo, Padalarang, West Bandung Regency, with coordinates 06049'29.07 " S and 107026'17,69 "S. This type of research used in research is a quantitative descriptive study by telling the conditions of the field conditions as is. The purpose of this study was to determine the direction of rock fractures in the Cibogo Padalarang river and how to take samples in the Cibogo Padalang river. The results of this study found that the fracture that occurred was a normal fault because sigma 1 was bigger than the other sigma and the sample was taken using a geoglogic hammer, compass, meter by determining the age of rocks and others.
KONDISI EKSISTING ALIRAN SUNGAI CIBARUKRUK, CITARUM DAN CIBOGO DAN MENGHITUNG DEBIT SUNGAI DENGAN TEKNIK MENGUNAKAN CURRENT METER Abellia Fanny Aldeta; Abdul Hadi Putra; Aditya Herfianda; Aditya Saputra; Apriadi Agussalim; Nurfadhilla Nurfadhilla; Nurul Rahmadilla Edgar; Randu Prayoga Putra; Shintia Franzela; Tasa Anike; Widya Prarikeslan; Aprizon Putra
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1396

Abstract

This research was conducted at three locations, Cibarukruk River, Citarum River and Cibogo River. Based on the background of this study aims to determine the geological conditions of the constituent rock at location surveyed, the river profile and river flow calculation techniques using current meters. By using the river flowrate calculation method. But when the authors conducted a field survey, the area surveyed was in the dry season so the three rivers could not be counted for river discharge. From this study, it was found that the Cibarukruk River has a U-shaped morphology located in the Alluvial region, which has soil constituent rocks and sedimentary rocks which form the average constituent rocks in the river area. This river has a length of A-B which is 10 cm, and width A is 4 m and width B is 6 m. Citarum River is located in Cisanti which is at the foot of Wayang Windu Mountain. Cisanti is one of upstream Citarum 0 Kilometers river. Citarum is an artificial river that has only soil constituent rocks. The Cibogo River is also in the Alluvial area which has a constituent rock in the form of sedimentary rock consisting of clay and sand. The length of this river is 9.8 meters and 6.2 meters wide. This river has the same morphology as the Cibarukruk river which has a cross-section in the shape of the letter U.
KAKTERISTIK DAERAH RAWAN BANJIR DI DESA BUMIWANGI KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG Anggi Pumar; Naufal Muhammad Akram; Rizky Prabowo; Ririn Eriska; Silvi Widya Rahmi; Tri Agustia; Rahmat Ilham; Ahyuni Ahyuni
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian permukiman berdasarkan parameter tingkat kerawanan banjir , serta kesingapan dan tanggapan masyarakat terhadap bencana tersebut Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi Karakteristik masyarakat daerah rawan banjir. Penelitian dilakukan di Desa Bumiwangi atas dasar pertimbangan bahwa di daerah tersebut sering terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara terbuka, observasi, dan telaah dokumen, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Peta dan Tabel Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kondisi wilayah Desa Bumiwangi sebagian besar terdiri dari dataran tinggi berupa pegunungan yang terjal dan merupakan daerah mata air serta hulu sungai, sangat rawan terhadap bencana alam yang berupa banjir dan tanah longsor. Bencana alam banjir yang terjadi di Desa Bumiwangi terutama disebabkan oleh penggundulan hutan, pendangkalan dasar sungai, dan menyempitnya lebar sungai. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk penanggulangan bencana alam banjir yaitu dengan memberi penyuluhan dan penyadaran kepada warga tentang manfaat penghijauan dan dampak pembuangan sampah sembarangan, pengerukan dasar sungai, serta pelebaran sungai ataupun pelarangan terhadap bangunan di bantaran sungai. Sedangkan bencana alam tanah longsor disebabkan karena beralihnya wilayah konservasi menjadi pemukiman penduduk, penebangan hutan, dan tata ruang yang kurang baik. Upaya penanggulangan yang dilakukan yaitu dengan difungsikan kembali wilayah konservasi, penyadaran warga terhadap pentingnya penghijauan, dan memperbaiki tata ruang yang lebih baik seperti pelarangan mendirikan bangunan di lereng terjal dan perbaikan drainase. Berdasarkan Analisis menggunakan system informasi geografis maka dapat disimpulkan bahwa Bumi Wangi merupakan daerah yang cukup rawan terhadap bencana alam terutama banjir dan tanah longsor. Upaya penanggulangan bencana alam sangat diperlukan partisipasi dan kesadaran dari semua pihak (aparat pemerintah daerah, organisasi sosial, tokoh masyarakat, warga masyarakat, keluarga) baik dalam mengelola hutan, menjaga kelancaran arus sungai, drainase, menjaga wilayah konservasi, dan tata ruang kota yang lebih baik
INDUSTRI BERBASIS SINGKONG DI DESA CITATAH, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT Dian Sepiati; Siska Siska; Febby Fitri Yolanda; Rizki Oktaviandra; Resma Yani; Agusti Handoko; Widya Meisya Hardin; Popy Ariani; Ananta Wijaya; Bima Aulia Fikri; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1398

Abstract

Peuyeum is a special food in West Java regency whose main raw material is cassava. Citatah Village is one of the villages in West Bandung regency which is the center of cassava peuyeum processing. Data obtained from interviews, observations and questionnaires. The method used in this research is quantitative descriptive method by describing the findings in the field. Both by using storytelling and visual thinking techniques, then depicting using a canvas model to illustrate the overall business of the Peuyem Industry. The result is that there is no innovation in processing peuyeum into other products that have a higher selling value.
PARIWISATA TERPADU DI KAWASAN STONE GARDEN DESA GUNUNG MASIGIT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG Ade Perdana Putra; Tio Buana Putra; Andrio Saputra; Yusuf Baihaqi; Wely Yelvia Sartika; Fella Melifa; Suci Allara Putri; Rika Reskika; Suci Rahmadani; Amrin Sobirin; Yurni Suasti; Sri Mariya; Murni Sulastri
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1399

Abstract

This study was designed to describe and manage integrated tourism areas in the Masigit Village, Cipatat District, West Bandung Regency. The method used in this study is a survey method using primary and secondary data. The results of this study produce a description of the debate in the tourist area such as opposing the road to the location which is still a dirt road and bumpy and when it rains it becomes very muddy. Then in the development of the amount of money from three attractions in Indiana Camp Monthly income can reach Rp. 2,000,000-Rp. 20,000,000. The percentage of the number of visits also increased, Winus visits in 2014 amounted to 93.27% increased in 2018 to 98.35% while foreign tourists in 2014 amounted to 0.065% increased to 1.65% in 2018.
PEMETAAN PERSEBARAN RUMAH TANGGA PENERIMA PKH DI KELURAHAN PARAK LAWEH KECAMATAN LUBUK BEGALUNG Nurul Oktimawani Tanjung; Ratna Wilis
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.930

Abstract

This research was conducted in Parak Laweh Village which aims to see the condition of PKH recipient households and see the effectiveness of PKH distribution and see how the distribution of PKH recipients is. The method used in this research is descriptive quantitative approach and the data used are primary data. The results of the study were obtained from the results of interviews and questionnaires and taking the coordinate points. The condition of PKH recipient households, from 1565 households, only 132 received PKH. The effectiveness of PKH recipients is lacking effectiveness because the distribution is uneven and the data collection is not good and the distribution pattern of PKH recipient distribution in Parak Laweh Village is centered / close. The number of PKH recipients in each jorong is very small based on the number of poor families and the number of families owned by each RW. The large number of households in a RW will affect the number of PKH recipient families found in the RW.
FAKTOR PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DI KOTA PALEMBANG Hellen Apriani Putri; Rery Novio
JURNAL BUANA Vol 4 No 6 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i6.1080

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor pemilihan moda transportasi berdasarkan ciri pergerakan (2) mendeskripsikan karakteristik pengguna Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang (3) mendeskripsikan faktor pemilihan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh pengguna moda transportasi Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang. Penentuan dalam pemilihan responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Teknik Analisis data menggunakan persentase data untuk melihat besar kecilnya frekuensi jawaban responden yang dihitung dalam bentuk persentase. Penelitian ini menemukan bahwa : (1) ciri pergerakan pengguna moda transportasi umum adalah asal perjalanan, tujuan perjalanan, dan waktu perjalanan. asal perjalanan pengguna Light Rail Transit (LRT) berasal dari tempat tinggal yakni paling banyak dengan persentase 31,7 %, waktu perjalanan terbanyak pengguna Light Rail Transit (LRT) adalah pada siang hari (12.00-16.00 WIB). Sedangkan tujuan perjalanan terbanyak pengguna adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang berada di Stasiun akhir Kota Palembang dengan persentase tujuan perjalanan ke Bandara sebanyak 29,4 %, tujuan lainnya yang paling banyak dituju pengguna adalah berbelanja yakni sebanyak 23,5 % pengguna dengan tujuan tersebut. (2) Karakteristik Pengguna Moda Transportasi Light Rail Transit (LRT), Karakteristik tersebut antara lain berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendapatan. Berdasarkan kelompok umur pengguna Light Rail Transit (LRT) yang paling banyak adalah kelompok umur remaja 12-25 tahun dengan persentase sebanyak 62%, jenis kelamin pengguna paling banyak adalah perempuan yakni dengan perbandingan perempuan 60% dan laki-laki 40%. Jika dilihat berdasarkan pekerjaan pengguna LRT yang paling dominan adalah mahasiswa sebanyak 24 % yakni sesuai dengan data kelompok umur terbanyak adalah remaja. Sedangkan pendapatan pengguna LRT terbanyak adalah dengan rata-rata pendapatan >Rp. 1.500.000/Bulan. (3) Faktor pemilihan pengguna moda transportasi Light Rail Transit (LRT) faktor pemilihan tertinggi adalah kenyamanan yakni sebesar 35% pengguna memilih LRT karena faktor kenyamanan. Hal menandakan bahwa moda transportasi ini sangat nyaman bagi pengguna transportasi dibandingkan transportasi umum lainnya. Faktor pemilihan terendah pada moda transportasi ini adalah harga yakni hanya 17%, hal ini dikarenakan pengguna moda transportasi ini untuk mencapai stasiun harus menggunakan moda transportasi lainnya terlebih dahulu dan hal ini menjadi terlihat sangat merepotkan penumpang dan menambah biaya dengan menggunakan bantuan moda transportasi umum yang lainnya.
POTENSI MATA AIR DI JORONG SUNGAI ANGEK NAGARI SIMARASOK KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM rexy elnando; Helfia Edial
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.1269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) Debit mata air di Jorong Sungai Angek Nagari Simarasok Kecamatan Baso 2) Kualitas mata air Fisik (Warna, bau, rasa, TDS dan kekeruhan) air , Kimia (pH dan Kessadahan) dan Biologi (E.coli) . Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei yang bertujuan untuk mendeskripsikan situasi atau kejadian secara tepat di lapangan. Populasi dan sampel sebanyak tiga mata air yang terdapat di Jorong Sungai Angek. Pengumpulan data menggunakan metode ember untuk pengukuran debit , Uji laboratorium dan pengujian langsung dilapangan untuk mengetahui kualitas mata air. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa debit mata air di Jorong Sungai Angek dengan jumlah 254.880 liter/hari dan dapat memenuhi kebutuhan domestic penduduk Jorong Sngai Angek yang membutuhkan 132.061 liter/hari. Sehingga memiliki kelebihan 122.820 liter/hari atau di katakan (surplus). Kualitas mata air secara fisik Langkuang Sawuak tercemar terhadap parameter kekeruhan dan Biologi (E.coli). Mata Air Sawah Towaka tidak tercemar sehingga untuk konsumsi diperbolehkan. Langkuang Sawuak tercemar pada parameter kekeruhan dan warna sehingga belum dapat di konsumsi. Sedangkan pada kualitas kimia semua mata air tidak melebihi dari ketentuan, sehingga dapat dikonsumsi.
PENGELOLAAN DATA PENDONOR DARAH DI KOTA PADANG BERBASIS WEBGIS tio buana putra; Arie Yulfa
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.1271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran pendonor darah di Kota Padang dan cara pengelolaan data pendonor darah berbasis WebGIS. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain sistem dengan menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC). SDLC adalah proses pembuatan dan pengubahan serta model dan metodologi untuk membangun sistem tersebut. Teknik analisis data menggunakan analisi tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dan metode waterfall. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Pola persebaran pendonor darah di Kota Padang memiliki pola persebaran memiliki pola tersebar mengelompok (Clustered pattern) dengan indek T 0,593796. 1) Visualisasi terkait pendonor darah di Kota Padang dapat diakses menggunakan WebGIS yang telah berhasil dibangun dengan menggunakan metode waterfall dengan alamat domain https://webgispendonor.000webhostapp.com/. WebGIS ini menyajikan informasi mengenai pendonor darah di Kota Padang yang disajikan dalam bentuk peta mulai dari sebaran pendonor , data pendonor dan alamat yang bisa dilihat oleh masyarakat luas sehingga informasi terkait dengan donor darah ini bisa diakses secara mudah.