cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Hubungan Asupan Protein, Status Gizi Ibu Menyusui, dan Kandungan Protein pada Air Susu Ibu (ASI): Telaah Sistematik Hapsari, Qori Chairunisa; Rahfiludin, Mohammad Zen; Pangestuti, Dina Rahayuning
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.372-378

Abstract

Latar belakang: Kandungan Air Susu Ibu (ASI) yang memiliki fungsi penting dalam mencegah morbiditas hingga mortalitas bayi adalah protein. Protein dalam ASI berfungsi dalam perkembangan, imunitas, antibakteri, antiinflamasi, dan antiinfeksi. Kandungan protein dalam ASI dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu asupan protein ibu dan status gizi ibu menyusui. Sumber protein yang dikonsumsi ibu menyusui akan diserap oleh tubuh dan kemudian dialirkan ke dalam kantung ASI untuk selanjutnya digunakan dalam pembentukan protein ASI. Ibu yang memiliki status gizi baik akan menyerap asupan protein dengan lebih baik sehingga kandungan protein dalam ASI lebih optimal. Tujuan dari penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein, status gizi ibu menyusui dan kandungan protein yang terdapat dalam ASI.Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi literatur menggunakan sumber data yang berasal dari hasil pencarian pada database online antara lain SCOPUS, Science Direct, Google Scholar, Proquest, dan Portal Garuda yang memuat jurnal nasional dan internasional terakreditasi.  Hasil: Pencarian artikel berdasarkan kata kunci didapatkan sebanyak 7389 artikel. Hasil akhir didapat 18 artikel yang memenuhi syarat untuk direview. Terdapat 9 artikel terkait asupan protein ibu menyusui terhadap kandungan protein ASI dan 13 artikel terkait status gizi ibu menyusui terhadap kandungan protein ASI.Simpulan: Terdapat 4 dari total 9 artikel menyatakan adanya hubungan antara asupan protein dan kandungan protein ASI. Terdapat 8 dari 13 artikel menyatakan ada hubungan antara status gizi ibu menyusui dan kandungan protein ASI. Asupan protein memiliki hubungan secara tidak langsung terhadap kandungan protein pada ASI dikarenakan penyerapan asupan protein pada ibu dan produksi protein ASI dipengaruhi oleh status gizi ibu serta hormon. Status gizi ibu menyusui memiliki hubungan secara langsung terhadap kandungan protein pada ASI. Ibu yang memiliki status gizi baik akan menyerap protein dari makanan dengan lebih optimal serta akan menghasilkan ASI dengan kandungan protein yang optimal.Kata kunci: Ibu Menyusui; ASI, Protein; Asupan Protein; Status Gizi ABSTRACT Title: Relationship Between Protein Intake, Nutritional Status of Breastfeeding Mothers and Protein Content in Breast Milk: Literature ReviewBackground: The content of human milk (ASI) that has an important function to preventing morbidity and mortality for infant is protein. Protein in human milk has many functions such as development, immunity, antibacterial, anti-inflammatory, and anti-infective. The protein content in breast milk is influenced by several things, there are maternal protein intake and nutritional status of breastfeeding mothers. The source of protein consumed by breastfeeding mothers will be absorbed by the body and then flowed into the breast milk bag for further use in the formation of breast milk protein. Mothers who have good nutritional status will absorb protein intake better so that the protein content in breast milk are being optimal. The purpose of this literature study was to determine whether there was a relationship between protein intake, nutritional status of breastfeeding mothers and protein content in breast milk.Method: The type of research is a literature study because researcher using data sources from online databases, including SCOPUS, Science Direct, Google Scholar, Proquest, and the Garuda Portal which contains accredited national and international journals.Result: There are found 7389 articles based on keywords. The final results obtained 18 articles that meet the requirements for review. There are 9 articles related to protein intake of breastfeeding mothers on protein content of breast milk, 13 articles related to nutritional status of breastfeeding mothers on protein content of breast milk, and 4 articles regarding protein intake and nutritional status of breastfeeding mothers on protein content of breast milk.Conclusion: There are 4 out of a total of 9 articles stating a relationship between protein intake and protein content of breast milk. There are 8 out of 13 articles stating that there is a relationship between the nutritional status of breastfeeding mothers and the protein content of breast milk. There are 2 out of 4 articles stated that there was a relationship between protein intake of breastfeeding mothers and protein content in breast milk, and there was no relationship between nutritional status of breastfeeding mothers and protein content in breast milk. Protein intake has an indirect relationship to protein content in breast milk because the absorption of protein intake in the mother and protein production in breast milk is influenced by the nutritional status of the mother and hormones. The nutritional status of breastfeeding mothers has a direct relationship to the protein content of breast milk. Mothers who have good nutritional status will absorb protein from food optimally and will produce breast milk with optimal protein content.Keywords: Breastfeeding Mother; Human Milk; Protein; Protein Intake; Nutritional Status
Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Pelayanan Imunisasi Rutin pada Anak: Kajian Literatur Indahsari, Ratna
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.365-371

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak terhadap sistem pelayanan kesehatan, yaitu terganggunya pelayanan kesehatan dasar seperti pelayanan imunisasi rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap layanan imunisasi rutin serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari publikasi literatur terdahulu. Terdapat total 17.500 publikasi yang teridentifikasi berkaitan dengan topik yang dicari. Setelah dilakukan screening kedua dengan menggunakan cakupan tahun publikasi dari tahun 2020-2021 maka didapatkan 36 publikasi.Hasil: Beberapa negara di dunia mengalami penurunan cakupan imunisasi dan pemanfaatan layanan selama pandemi COVID-19. Faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut yaitu ketakutan masyarakat akan terpapar virus COVID-19, ketidaksiapan sistem pelayanan kesehatan dan keterbatasan mobilitas masyarakat. Dalam mengatasi dampak disrupsi imunisasi rutin, tenaga kesehatan dan pemerintah harus berupaya untuk meningkatkan cakupan dan target imunisasi yang mengalami ketertinggalan.Simpulan: Adanya pandemi COVID-19 mempengaruhi terdisrupsinya layanan kesehatan esensial termasuk layanan imunisasi, menyebabkan menurunnya cakupan imunisasi PD3I, dan dapat berisiko terhadap timbulnya masalah kesehatan lain seperti kejadian luar biasa (KLB) PD3I.Kata Kunci: Imunisasi Rutin; Covid-19; Dampak Disrupsi Layanan Imunisasi ABSTRACT Title: The Effect of The Covid-19 Pandemic on Routine Immunization Services for Children: Literature ReviewBackground: The COVID-19 pandemic is impacting on the health care system, namely the disruption of basic health services such as routine immunization services. This study aims to determine the impact of the COVID-19 pandemic on routine immunization services as well as the factors that affect them. Method: This study conducted literature review method using secondary data derived from previous literature publications. Result: Some countries around the world had reported a decrease in immunization coverage and service utilization during the COVID-19 pandemic. Factors that influence this are people's fear of exposure to the COVID-19 virus, unpreparedness of the health care system and limited mobility of the community. In addressing the impact of routine immunization disruptions, health workers and governments should strive to improve the coverage and targets of immunizations. Conclusion: The existence of the COVID-19 pandemic affects the disruption of essential health services including immunization services, causes a decrease in PD31 immunization coverage, and can be a risk of other health problems such as PD31 outbreaks. Keyword: Routine Immunization; Covid-19; Disruption Immunization Services Impact
Analisis Perilaku Masyarakat dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue Rochmawati, Elva Apriliya Adella; Asih, Akas Yekti Pulih; Syafiuddin, Achmad
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.416-422

Abstract

Latar belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD menjadi masalah kesehatan dikarenakan penyebarannya cepat, sehingga jumlah penderitanya cenderung meningkat dan dapat menyebabkan kematian. Menurut data dan informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, kasus DBD mengalami peningkatan sebesar 1,10% dari tahun 2018 ke tahun 2019. Penularan kasus DBD biasanya dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, dan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, sehingga dapat menyebabkan tersedianya tempat perkembangbiakan vektor DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian penyakit DBD.Metode: Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya pada bulan Mei – Juli 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan case control. Besar sampel dalam penelitian ini yaitu 38 responden. Variabel independen penelitian yaitu perilaku menggantung pakaian kotor di dalam rumah, sanitasi lingkungan yang meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah rumah tangga, dan kondisi lingkungan rumah, sedangkan variabel dependen penelitian yaitu kejadian penyakit DBD. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Analisis data menggunakan uji Chi Square.  Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menunjukkan hubungan yang signifikan pada perilaku menggantung pakaian kotor di dalam rumah (p = 0,000), kondisi tempat penampungan air (p = 0,000), sistem pengelolaan sampah rumah tangga (p = 0,000), dan kondisi lingkungan rumah (p = 0,000) dengan kejadian penyakit DBD.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menggantung pakaian kotor di dalam rumah dan kondisi sanitasi lingkungan yang meliputi kondisi tempat penampungan air, sistem pengelolaan sampah rumah tangga, dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian penyakit DBD. Oleh karena itu, diharapkan peran masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan sekitar agar lingkungan menjadi sehat dan bersih guna mencegah terjadinya penyakit DBD.Kata kunci: Penyakit DBD; Perilaku Masyarakat; Sanitasi Lingkungan ABSTRACTTitle: Analysis of Community Behavior and Environmental Sanitation with the Incidence of Dengue Hemorrhagic FeverBackground: Dengue Hemorrhagic Fever is a disease transmitted by the Aedes aegypti mosquito. Dengue fever is a health problem because it spreads quickly, so the number of sufferers tends to increase and can cause death. According to data and information from the Indonesian Health Profile in 2019, dengue cases increased by 1.10% from 2018 to 2019. Transmission of dengue cases is usually influenced by community behavior and poor environmental sanitation conditions, which can lead to the availability of breeding sites for dengue vectors. This study aims to analyze community behavior and environmental sanitation with the incidence of DHFMethod: This research was conducted in Tenggilis Mejoyo Village, Surabaya City in May – July 2021. This research is a quantitative analytic study with a case control approach. The sample size in this study was 38 respondents. The independent variables of the study were the behavior of hanging dirty clothes in the house, environmental sanitation which included the condition of water reservoirs, household waste management systems, and home environmental conditions, while the dependent variable of the study was the incidence of dengue disease. The data used are secondary data and primary data. Data analysis using Chi Square test.Result: The results of the analysis using the Chi Square test showed a significant relationship to the behavior of hanging dirty clothes in the house (p = 0.000), the condition of the water reservoir (p = 0.000), the household waste management system (p = 0.000), and the condition of the home environment (p = 0.000). p = 0.000) with the incidence of DHF.Conclusion: There is a significant relationship between the behavior of hanging dirty clothes in the house and environmental sanitation conditions which include the condition of water reservoirs, household waste management systems, and home environmental conditions with the incidence of dengue disease. Therefore, it is expected that the role of the community is to always maintain the surrounding environment so that the environment becomes healthy and clean in order to prevent the occurrence of dengue disease.Keywords: Community Behavior; Dengue Hemorrhagic Fever; Environmental Sanitation
Penerapan Hygiene Sanitasi Makanan pada Pedagang Kaki Lima Hadi, Bella Rose Indira; Asih, Akas Yekti Pulih; Syafiuddin, Achmad
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.451-462

Abstract

Latar belakang: Pengolahan makanan tanpa memperhatikan kebersihan makanan dapat menimbulkan sumber penyakit pada makanan akibat kontaminasi. Sekitar 600 juta orang terkena penyakit bawaan makanan setiap tahun. Amerika Serikat sekitar 550 kasus, sedangkan Afrika dan Asia tingkat kematian akibat penyakit bawaan makanan sebesar 60%. Tahun 2017 sebanyak 3.428 anak meninggal akibat diare bawaan makanan oleh pedagang serta Dinas kesehatan Kota Probolinggo kejadian diare sebanyak 9.141 kasus. Sehingga penelitian ini bertujuan dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit bawaan makanan.Metode: Penelitian ini menggunakan literature review tradisional dengan database yang berasal dari google schoolar dan portal garuda. Kata kunci dalam penelusuran hygiene sanitasi makanan pedagang dan hygiene sanitasi makanan ditemukan sebanyak 34 artikel yang sesuai dengan melalui 3 tahap screening.Hasil: Hasil menunjukan bahwa terdapat 16 provinsi yang belum diteliti terkait hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima. Kepatuhan terhadap beberapa parameter hygiene sanitasi makanan belum dilakukan secara baik oleh pedagang kaki lima disebabkan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki dan tidak mengikuti pembinaan hygiene sanitasi makanan. Kegiatan pembinaan memberikan pre-test, post-test serta observasi langsung tetapi tidak ada yang menunjukan perubahan pada pedagang kaki lima. Beberapa negara seperti Negara Vietnam dapat dijadikan sebagai contoh untuk diterapkan hygiene sanitasi makanan pedagang oleh pedagang kaki lima di Indonesia.Simpulan: Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa hygiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima belum diterapkan sesuai dengan aturan yang ada sehingga pemahaman hygiene sanitasi makanan perlu ditingkatkan melalui kegiatan pembinaan.Kata kunci: Hygiene; Pedagang Kaki Lima; SanitasiABSTRACT Title: Application of Food Sanitation Hygiene to Street VendorsBackground: Food processing without paying attention to food hygiene can lead to sources of disease food due to contamination. Around 20 million cases of food poisoning each year are due to low food safety in Indonesia. According to BPOM in 2017, 5,293 people were exposed and 2,041 people were sick, 3 died. In 2018, 2,409 outbreaks were treated, 2,880 outpatients and 121 people died. Most researchers discuss the sanitation hygiene of restaurants and canteens, there are still few discuss the sanitation hygiene street vendors.Method: Study uses a traditional literature review from Google Schoolar and Garuda portal. Keywords in the search for food sanitation hygiene traders, food sanitation hygiene and street vendor hygiene sanitation were found to be 34 articles through screening stage.Result: Results that compliance with food sanitation hygiene parameters has not been carried out properly by street vendors due to the limited knowledge have and do not follow food sanitation hygiene guidance. Coaching activity provided pre-test, post-test and observation but there was no change. Country of Vietnam can be used as an example implementing food hygiene sanitation for street vendors in Indonesia.Conclusion: Food sanitation hygiene parameters  not implemented by street vendors do not personal hygiene, food and environment. Lack of knowledge possessed by street vendors  due to the absence coaching activities carried. There regulations Minister Health the Republic Indonesia Number 942 2003 and  Minister Health the Republic Indonesia Number 23 of 1978. Selected countries are developed countries such as, Taiwan, Vietnam, Philippines, South Africa compared Indonesia.Keywords: Hygiene; Street Vendors; Sanitation
Faktor yang Berhubungan dengan Praktik PHBS Pencegahan TB Paru pada Santri di Kabupaten Tegal (Studi di Pondok Pesantren Attholibiyah Bumijawa) Asfiya, Nissa Atul; Prabamurti, Priyadi Nugraha; Kusumawati, Aditya
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.379-388

Abstract

Latar belakang : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan pencegahan primer penularan TB Paru yang dapat dilakukan di pondok pesantren. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik PHBS pencegahan TB Paru pada santri di Kabupaten Tegal.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh santri Pondok Pesantren Attholibiyah Bumijawa sebanyak 886 santri. Besar sampel sebanyak 268 santri, terdiri dari 130 santri putra dan 138 santri putri yang diperoleh dengan simple random sampling serta menggunakan perhitungan rumus Lemeshow. Pengumpulan data dengan pengisian kuesioner oleh responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95%, dan multivariat menggunakan uji regresi binary logistic. Penelitian ini sudah mendapat persetujuan dari komisi etik No : 90/EA/KEPK-FKM/2021.Hasil : Hasil penelitian menunjukan 47% responden memiliki perilaku PHBS pencegahan TB Paru dengan kategori kurang baik. Variabel yang berhubungan dengan praktik PHBS pencegahan TB Paru yaitu jenis kelamin (p<0,01), tingkat pendidikan (p=0,028), pengetahuan (p=0,0002), sikap (p<0,01), ketersediaan fasilitas (p<0,01), ketersediaan informasi (p<0,01), akses terhadap pelayanan kesehatan (p<0,01), peraturan pondok (p<0,01), sikap dan perilaku kyai (p<0,01), sikap dan perilaku asatidz (p<0,01), sikap dan perilaku pengurus (p<0,01), serta sikap dan perilaku teman (p<0,01). Variabel yang paling mempengaruhi praktik PHBS pencegahan TB Paru adalah jenis kelamin (OR =5,815).Simpulan : Faktor yang berhubungan dengan praktik PHBS pencegahan TB Paru di pondok pesantren yaitu, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, ketersediaan informasi, akses terhadap pelayanan kesehatan, peraturan pondok pesantren, sikap dan perilaku kyai, asatidz, serta pengurus dan teman. Sementara, faktor yang tidak berhubungan yaitu umur. Faktor yang paling berpengaruh yaitu jenis kelamin. Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan perlu memberikan dukungan baik secara materi maupun sosial pada santri putra maupun putri, terutama pertimbangan pada santri putra dalam pelaksanaan PHBS pencegahan TB Paru di pondok pesantren.Kata kunci : TB Paru; Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat; Pondok PesantrenABSTRACTTitle : Factors Related to PHBS Practices for Preventing Pulmonary TB on Santri in Tegal Regency (Study at Pondok Pesantren Attholibyah Bumijawa)Background: PHBS is primary prevention of pulmonary TB transmission can be applied in Islamic boarding schools. This research to analyze the factors related to the practice of PHBS in preventing pulmonary TB among students in the Tegal Regency.Method: Quantitative research with cross-sectional study design. The Population as many as 886 students, 268 samples are 130 male and 138 female students, obtained by simple random sampling using the Lemeshow formula. Collect data by filling out questionnaires by respondents. Analysis with univariate, bivariate using chi-square test, and multivariate using binary logistic regression test. This research has received approval from the ethics commission No: 90/EA/KEPK-FKM/2021.Results: The results showed that 47% of respondents had PHBS behavior to prevent pulmonary TB in a poor category. The related variables were gender (p<0,01), education level (p=0.028), knowledge (p=0.0002), attitude (p<0,01), facilities (p<0,01), information (p<0,01), access to health services (p<0,01), regulations (p<0,01), kyai attitudes and behavior (p<0,01), asatidz (p<0,01), administrator (p<0,01), friends (p<0,01). The variable that most influenced the practice of PHBS in preventing pulmonary TB was gender (OR =5.815).Conclusion: Factors related to the practice of PHBS prevention of pulmonary TB in Islamic boarding schools are gender, education level, knowledge, attitudes, availability of facilities, availability of information, access to health services, boarding school regulations, attitudes, and behavior of kyai, asatidz, administrators and friends. The unrelated factor is age and the most influential factor is gender. Islamic boarding schools as educational institutions need to provide material and social support for male and female students, especially considerations for male students in the implementation of PHBS to prevent pulmonary TB in Islamic boarding schools.Keywords: Pulmonary TB; Clean And Healthy Lifestyle; Islamic Boarding School 
Peran Kalsium dan Vitamin C dalam Absorpsi Zat Besi dan Kaitannya dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil: Sebuah Tinjauan Sistematis Rieny, Elzha Geniz; Nugraheni, Sri Achadi; Kartini, Apoina
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.423-432

Abstract

Latar belakang: Kadar hemoglobin rendah menyebabkan anemia dalam kehamilan. Faktor yang  mempengaruhi kadar hemoglobin adalah zat besi, vitamin C sebagai enhancer besi, dan kalsium sebagai inhibitor besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan besi, kalsium, dan vitamin C terhadap kadar hemoglobin ibu hamil.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematis dengan metode PRISMA. Pencarian literatur menggunakan database elektronik yaitu  SCOPUS, PubMed, dan Garuda dengan kata kunci: asupan besi, kalsium, vitamin C, kadar hemoglobin, ibu hamil. Pembatasan ditetapkan pada artikel: artikel asli dari sumber utama dengan teks penuh, diterbitkan sepuluh tahun terakhir, berbahasa Indonesia dan/atau Inggris. Variabel dalam artikel: pengaruh asupan  besi, kalsium dan artikel terhadap kadar hemoglobin. Dari 663 artikel yang ditemukan, didapatkan 15 artikel yang  memenuhi kriteria dan selanjutnya diidentifikasi.  Hasil: Asupan zat besi meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Selain zat besi, vitamin C juga membantu meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Hal ini dikarenakan vitamin C merupakan faktor pendukung penyerapan zat besi. Asupan zat besi yang dikonsumsi bersama vitamin C lebih efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Sedangkan, kalsium merupakan faktor penghambat penyerapan zat besi, sehingga kalsium menurunkan jumlah kadar hemoglobin pada ibu hamil.Simpulan: Asupan zat besi, kalsium dan vitamin C memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kadar hemoglobin ibu hamil.Kata kunci: Zat Besi; Kalsium; Vitamin C; Hemoglobin ABSTRACTTitle: Effect of Iron Intake, Calcium, and Vitamin C on Pregnant Women’s Hemoglobin Levels: Systematic ReviewBackground: Low hemoglobin levels cause anemia in pregnancy. Factors that affect hemoglobin levels are iron, vitamin C as an iron enhancer, and calcium as an iron inhibitor. This study aims to determine the effect of iron intake, calcium, and vitamin C on the hemoglobin levels of pregnant women.Method: This study uses a systematic review approach with the PRISMA method. A literatur search using electronic databases namely, SCOPUS, PubMed, and Garuda with the following keywords: iron intake, calcium, vitamin C, hemoglobin levels, pregnant women. Search limits included: original and full text articles from primary sources, published in the last ten years,  Indonesian and/or English language. Variables in the articles: effect of iron intake, calcium, and vitamin C on hemoglobin levels. From 663 articles that founded, 15 articles were obtained fulfilling the criteria and then were identified.Result: Iron intake increases hemoglobin levels in pregnant women. In addition to iron, vitamin C also helps to increase the hemoglobin levels of pregnant women. This is because vitamin C is a supporting factor for iron absorption. Iron intake consumed with vitamin C is more effective in increasing hemoglobin levels. Meanwhile, calcium is a factor  inhibiting the absorption of iron, so calcium lowers hemoglobin levels in pregnant women.Conclusion: Iron intake, calcium, and vitamin C has a significant influence on the hemoglobin levels of pregnant women.Keywords: Iron; Calcium; Vitamin C; Hemoglobin
Kualitas Pelayanan Kontrasepsi Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Modern pada Generasi Milineal dan Non Milineal di Indonesia (Analisis SDKI 2002/2003 dan SDKI 2017) Apriantini, Inna; Sabarinah, Sabarinah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.389-393

Abstract

Latar belakang: Angka pemakaian Kontrasepsi (CPR) di Indonesia tahun 2019 adalah 62,54 persen. Angka CPR ini turun dari tahun sebelumnya yang 64,51 persen pada tahun 2018. Kualitas pelayanan kontraspsi adalah salah satu komponen penting dalam penggunaan kontrasepsi. wanita yang mendapatlan pelayanan kontrasepsi dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi memiliki tingkat kelangsungan yang lebih lama dibandingkan dengan wanita yang mendapatkan pelayanan kontrasepsi dari tenaga kesehatan yang memberikan kualitas rendah.Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Survey Kesehatan dan Demografi tahun 2002/2003 untuk wanita usia 15-55 tahun generasi Non Milenieal dan Survey Kesehatan dan Demografi tahun 2017 untuk generasi Milinieal.Hasil: Kualitas pelayanan kontrasepsi jika berkualitas 20 kali memungkinkan responden untuk menggunakan kontrasepsi modern dibandingkan jika kualitas pelayanan kontrasepsi kurang. Namun pada generasi non milenial jika kualitas pelayanan berkualitas 1,32 kali memungkinkan responden untuk menggunakan kontrasepsi modern. Terlihat bahwa kualitas pelayanan kontrasepsi mempengaruhi responden untuk menggunakan alat kontrasepsi modern.Simpulan: kualitas pelayanan kontrasepsi mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern di Indonesia baik digenarasi milenial dan generasi non milenial. Kata kunci: Kontrasepsi; Kualitas Pelayanan; Milenial ABSTRACT Title: Quality of Contraceptive Services to the Use of Modern Contraceptives in Millennial and Non-Milineal Generations in Indonesia (Analysis of the 2002/2003 IDHS and 2017 IDHS)Background: The contraceptive use rate (CPR) in Indonesia in 2019 was 62.54 percent. This CPR rate is down from the previous year which was 64.51 percent in 2018. The quality of contraceptive services is one of the important components in the use of contraception. women who receive contraceptive services from health workers who provide high quality services have a longer survival rate than women who receive contraceptive services from health workers who provide low quality.Method: The design of this research is quantitative research. The data used are secondary data from the Health and Demographic Survey in 2002/2003 for women aged 15-55 years for the Non Millennial generation and the Health and Demographic Survey in 2017 for the Millennial generation.Result: The quality of contraceptive services if the quality is 20 times allows respondents to use modern contraception than if the quality of contraceptive services is less. However, in the non-millennial generation, if the quality of service is 1.32 times, it is possible for respondents to use modern contraception. It can be seen that the quality of contraceptive services affects respondents to use modern contraceptives.Conclusion: the quality of contraceptive services affects the use of modern contraception in Indonesia, both for the millennial generation and the non-millennial generation.Keywords: Contraception; Service Quality; Millennials
Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Dukungan Suami terhadap KB di Masa Pandemi Imawan, Titania Sekar; Musthofa, Syamsulhuda Budi; Kusumawati, Aditya
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.401-408

Abstract

Latar belakang: Kepesertaan KB di masa pandemi diprediksi akan semakin menurun seperti yang terjadi di Kabupaten Banyumas sepanjang tahum 2020, jumlah peserta KB mengalami penurunan sebesar 4,1%. Dukungan suami merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap KB, sehingga perlu ditingkatkan untuk mencegah kehamilan tidak terencana dan mempertahankan penggunaan KB di masa pandemi.Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 121 orang dengan jumlah sampel 101 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Menggunakan uji Univariat dan Bivariat chi square.Hasil: Sebanyak 70,3% responden telah mendukung KB di masa pandemi dengan variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan (p=0,000), aksesibilitas informasi KB (p=0,000), pendidikan (p=0,009), usia anak (p=0,018), dukungan keluarga (p=0,033), tingkat ekonomi (p=0,047). Dukungan suami yang baik mayoritas terdapat pada responden dengan pengetahuan dan akses informasi yang baik.Simpulan: Agar dukungan suami yang diberikan lebih optimal maka diperlukan edukasi dan promosi KB kepada suami khususnya terkait manfaat penggunaan KB serta resiko kehamilan dan melahirkan di masa pandemi.Kata kunci: Keluarga Berencana; Dukungan Suami; Pandemi COVID-19ABSTRACT Title: Factors Affecting Husband’s Support towards Family Planning during Pandemic SituationBackground: During the pandemic, family planning involvement was expected to decline, as it did in Banyumas Regency in 2020 when family planning participation fell by 58.77%. One of the elements that influenced family planning was husband support, which should be increasing to prevent unintended pregnancies and preserve family planning use during the pandemic.Method: Used a quantitative method with a cross-sectional approach. The population of 121 people with a sample of 101 respondents was selected using a simple random sampling technique. Used univariate and bivariate chi-square tests.Results: There was 70.3% of respondents have supported family planning during the pandemic with related variables, namely knowledge (p = 0.000), accessibility of family planning information (p = 0.000), education (p = 0.009), child age (p = 0.018), family support (p=0.033), economic level (p=0.047), family planning participation (p=0.05). The majority of good husband support was founding in respondents with good knowledge and access to information.Conclusion: It is crucial to educate and promote family planning to men, particularly regarding the benefits of using family planning and the risks of pregnancy and childbirth during a pandemic, to have the best possible support from them.Keywords: Family Planning; Husband’s Support; COVID-19 Pandemic
Evaluasi Aspek Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Kedunggalar Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi Jawa Timur Marlina, Nanda Ika Vera; Joko, Tri; Setiani, Onny
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.308-316

Abstract

Latar belakang: Pasar Tradisional Kedunggalar dikategorikan sebagai pasar tipe A. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013 diantaranya tidak adanya proses pemilahan sampah dan pengolahan sampah serta banyak dijumpai sampah yang berserakan di lingkungan pasar. Penelitian ini bertujuan  untuk mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Kedunggalar.Metode: Penelitian ini merupakan observasional bersifat deskriptif. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan  pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pegawai Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Pengelola Pasar, Petugas kebersihan pasar, dan Pedagang Pasar. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling . Objek penelitian ini adalah karakteristik sampah dan aspek pengelolaan sampah.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sumber penghasil sampah adalah los, kios, dasaran, kamar mandi, kantor pengelola pasar, gudang, halaman, parkiran, dan mushola dengan jenis sampah berupa sampah organik, anorganik dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Jumlah sampah rata-rata yang dihasilkan mencapai 64,576 kg/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dilakukan dari operasional kelembagaan, hukum, keuangan, dan peran serta masyarakat. Penerapan pengelolaan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan akhir sampah yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.Simpulan: Hasil penilaian pelaksanaan aspek pengelolaan sampah mendapatkan presentase 72,60% untuk kategori sesuai dan 27,39% untuk kategori belum sesuai. Presentase kesesuaian tidak sesuai dan belum memenuhi syarat berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03/PRT/M/2013, yang merupakan minimal 80%.Kata kunci: Pengelolaan; Sampah; Pasar; Evaluasi ABSTRACT Title: Evaluation Of Aspect Of Waste Management In Kedunggalar Traditional Market, Kedunggalar District, Ngawi Regency, East JavaBackground: The Kedunggalar Traditional Market is categorized as a type A market. The results of the observations show that waste management is still not in accordance with the Regulation of the Minister of Public Works of the Republic of Indonesia Number 03/PRT/M/2013 including the absence of waste sorting and waste processing and there is a lot of garbage scattered around the environment. market. This study aims to evaluate the implementation of waste management in Kedunggalar Traditional Market.Method: This research is descriptive observational. The method used is quantitative and qualitative with a cross sectional approach. The subjects of this study were employees of the Department of Trade and Market Management, Market Managers, Market Cleaning Officers, and Market Traders. Sampling using purposive sampling technique. The object of this research is the characteristics of waste and aspects of waste management.Result: Based on the results of the research, the sources of waste generation are booths, kiosks, foundations, bathrooms, market management offices, warehouses, yards, parking lots, and prayer rooms with types of waste in the form of organic, inorganic and B3 (Hazardous and Toxic Materials) waste. The average amount of waste produced reaches 64.576 kg/day. The results showed that waste management was carried out from institutional operations, law, finance, and community participation. The implementation of waste management includes sorting, collecting, transporting, processing, and final disposal of waste that is not in accordance with applicable regulations.Conclusion: The results of the assessment of the implementation of the waste management aspect obtained a percentage of 72.60% for the appropriate category and 27.39% for the unsuitable category. The percentage of conformity does not match and does not meet the requirements based on the Regulation of the Minister of Public Works of the Republic of Indonesia Number 03/PRT/M/2013, which is a minimum of 80%.Keywords: Management; Waste; Market; Evaluation
Pengetahuan Gizi dan Pola Asuh Ibu sebagai Faktor Risiko Stunting Usia 6-24 Bulan di Daerah Pertanian Saputri, Ulfa Ayu; Pangestuti, Dina Rahayuning; Rahfiludin, M. Zen
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.433-442

Abstract

Latar belakang: Kawasan Asia Tenggara merupakan peringkat kedua wilayah Asia yang memiliki prevalensi stunting tertinggi dengan total anak yang mengalami stunting sebanyak 29,4% yaitu 15,6 juta. Pengetahuan gizi ibu memengaruhi perilaku ibu dalam mengasuh anaknya dan pola asuh merupakan faktor penyebab langsung status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di daerah pertanian.Metode: Penelitian telaah sistematis ini menemukan 20.487 artikel berdasarkan kata kunci stunting, pengetahuan gizi ibu, pola asuh ibu dan daerah pertanian dari lima mesin pencari yaitu Google Scholar, Perpusnas, Portal Garuda, PubMed dan PROQUEST dengan kriteria inklusi artikel terbit ≤10 tahun terakhir, subjek penelitian usia 6-24 bulan, terakreditasi minimal sinta 4 atau Scimago Q3, full-text, wilayah penelitian Indonesia dan negara lain di kawasan Asia Tenggara.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 40 artikel dan menjadi 9 artikel setelah melewati methodological screening dengan rincian satu artikel menunjukkan hubungan pengetahuan gizi dan stunting, lima dari enam artikel menunjukkan hubungan ASI eksklusif dengan stunting, tujuh dari delapan artikel menunjukkan hubungan makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan stunting dan dua artikel menunjukkan hasil konsisten adanya hubungan pola asuh hygiene dan sanitasi dengan stunting.Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi dan pola asuh cenderung menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di daerah pertanian, khususnya pada pola asuh terkait MP ASI serta  hygiene dan sanitasi.Kata kunci: Pengetahuan Gizi; Pola Asuh; Stunting; Daerah Pertanian ABSTRACT Title: Nutrition Knowledge and Caring Capacity of Mother as Risk Factor of Stunting Children Aged 6-24 Month in Agricultural AreasBackground: Southeast Asia is the second ranked region in Asia that has the highest prevalence of stunting with a total of 29.4% children were stunting, namely 15.6 million. Nutrition knowledge affects the behavior of mothers in caring for their children and caring capacity is a direct factor causing nutritional status in children. This study aims to analyze the relationship between knowledge and parenting styles of mothers with the incidence of stunting in toddlers aged 6-24 months in agricultural areas. Method: This systematic study found 20,487 articles based on the keywords stunting, nutrition knowledge of mother, caring capacity and agricultural areas from five search engines Google Scholar, Perpusnas, Portal Garuda, PubMed and PROQUEST with inclusion criteria for articles published in the last 10 years, subject of research is children 6-24 month, accredited at least sinta 4 or Scimago Q3, full-text, the research area of Indonesia and other countries in the Southeast Asia region.Result: This study produced 40 articles and became 9 articles after passing the methodological screening with details of one article showing the relationship between nutritional knowledge and stunting, five of the six articles showing the relationship between exclusive breastfeeding and stunting, seven of eight articles showing the relationship between complementary feeding and stunting and two articles showing the results that there is a consistent relationship between hygiene and sanitation parenting and stunting.Conclusion: mother's knowledge about nutrition and parenting tends to show a significant relationship with the incidence of stunting in toddlers aged 6-24 months in agricultural areas, especially in caring capacity related to complementary feeding and hygiene and sanitation..Keywords: Nutrition Knowledge; Caring Capacity; Stunting; Agricultural Areas