cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Analisis Postur Kerja pada Usaha Gorengan Rumahan dengan Metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) Marlina, Mike; Ihsan, Taufiq; Lestari, Resti Ayu
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.409-415

Abstract

Latar belakang: Usaha Gorengan Bunda merupakan home industry yang bekerja dengan cara Manual Material Handling (MMH) selama proses produksinya. Mengingat aktivitas MMH mempunyai peranan vital, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA) pada pekerja Usaha Gorengan Bunda yang berlokasi di Siteba.Metode: Metode RULA merupakan metode observasi untuk menganalisis postur kerja tubuh bagian atas. Pengambilan data diperoleh melalui observasi lapangan untuk memperoleh skor RULA, pengisian kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk memperoleh data keluhan pekerja, dan data korelasi variabel usia dan masa kerja terhadap postur kerja yang digunakan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja pada proses membuat kulit gorengan dan proses membuat isi gorengan berada pada level action 4 yang berarti perlu dilakukan perubahan. Pada pekerja proses mengisi gorengan dan mengemas cabe berada pada level action 3 yang berarti diperlukan investigasi, perubahan diperlukan segera, sedangkan, pada proses mempersiapkan bahan berada pada level action 2 yang berarti investigasi diperlukan, perubahan mungkin diperlukan. Pada penelitian ini diperoleh korelasi antara usia dan masa kerja terhadap postur kerja pekerja dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,06 dan 0,039.Simpulan: Penelitian ini menunjukkan masa kerja mempunyai hubungan terhadap risiko postur kerja (p < 0,05). Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan menambah fasilitas kerja seperti menyediakan kursi yang memiliki penyangga punggung, memperbaiki fasilitas kerja sesuai dengan antropometri tubuh pekerja, melakukan kebiasaan berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.Kata kunci: Industri; Postur Kerja; Ergonomi; Rapid Upper Limb Assesment (RULA); Nordic Body Map (NBM) ABSTRACT Title: Work Posture Analysis in Gorengan Home Industry using Rapid Upper Limb Assessment (RULA) MethodBackground: Gorengan Bunda Business is a home industry that works by means of Manual Material Handling (MMH) during the production process. Given that MMH activities have a vital role, it is necessary to conduct research to identify and analyze worker postures. This study aims to analyze work posture using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method on the workers of the Gorengan Bunda Business located in Siteba. Method: The RULA method is an observational method for analyzing the work posture of the upper body. Data collection was obtained through field observations to obtain RULA scores, filling in the Nordic Body Map (NBM) questionnaire to obtain worker complaint data, and data on the correlation of age and working period variables to the work posture used. Result: The results showed that workers in the process of making fried skin and in the process of making fried fillings were at action level 4, which means that changes need to be made. In the process of filling the fry and packing chilies it is at action level 3 which means investigation is needed, changes are needed immediately, meanwhile, in the process of preparing ingredients it is at action level 2 which means investigation is needed, changes may be needed. In this study, it was found that the correlation between age and years of service on the work posture of workers with a significance value (p) of 0.06 and 0.039. Conclusion: This study shows that tenure has a relationship with the risk of work posture (p <0.05). Corrective actions that can be taken are adding work facilities such as providing chairs that have back support, improving work facilities according to the worker's body anthropometry, doing exercise habits to maintain body fitness.Keywords: Industry; Work Posture; Ergonomy; Rapid Upper Limb Assesment (RULA); Nordic Body Map (NBM)
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Bulu Lor 2021 Safitri, Vania Arthamevia; Pangestuti, Dina Rahayuning; Kartini, Apoina
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.342-348

Abstract

Latar belakang: Persentase cakupan bayi usia 0-6 bulan yang memperoleh ASI eksklusif di Puskesmas Bulu Lor Semarang sebesar 48,39%, angka ini masih lebih rendah dari Target Renstra Kota Semarang (65%) dan target nasional (80%). Pengetahuan ibu yang rendah berisiko 1.81 kali dan sikap ibu yang rendah berisiko  2,81 kali terhadap pemberian ASI. Teknik pemberian edukasi dengan metode video dalam rangka pendidikan kesehatan dinilai lebih mampu dan lebih efektif untuk mengubah pengetahuan ataupun kemampuan seseorang. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui video terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bulu Lor Semarang.Metode: Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2021. Desain studi yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan menggunakan one-group pre test-post test design. Jumlah sampel sebanyak 36 ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 jenis media video (durasi 3 – 5 menit) dan dilakukan selama 2 minggu. Terdapat pemberian konseling sebelum dilakulan post test. Analisis data menggunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat (Wilcoxon signed ranks).Hasil: Ibu menyusui berusia 20 – 35 tahun (75%), berpendidikan tinggi (77,8%), tidak bekerja (72,2%), mendapatkan dukungan keluarga baik (75%), dan pernah mendapatkan paparan informasi ASI eksklusif (66,7%). Rerata skor pada pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebanyak 16,5 dan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi 18,5. Rerata skor pada sikap sebelum diberikan intervensi sebanyak 7,7 dan setelah diberikan intervensi meningkat menjadi 9,0. Uji statistik menggunakan Wilcoxon signed ranks menunjukan hasil bahwa pemberian edukasi dengan media video berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI (p-value=0,001).Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan media video terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif.Kata kunci: ASI Eksklusif; Edukasi; Ibu; Pengetahuan; Sikap ABSTRACT Title: The Effect of Education on Mother's Knowledge and Attitude in Exclusive Breastfeeding at Bulu Lor Health Center 2021Background: The percentage coverage of infants aged 0-6 months who received exclusive breastfeeding at the Bulu Lor Health Center Semarang was 48.39%, this figure is still lower than the Semarang city strategic plan target (65%) and the national target (80%). Research conducted by Iin showed that the mother's knowledge and attitude influenced breastfeeding with OR=1.81 on mother's knowledge and OR=2.81 on mother's attitude. This study aims to determine the effect of nutrition education on the knowledge and attitudes of mothers in exclusive breastfeeding at Bulu Lor Health Center Semarang.Method: The study was conducted in February-April 2021 using a quasi-experimental design, and obtained a total sample of 36 mothers breastfeeding infants aged 0-6 months. The intervention was carried out by giving 2 types of video media (duration 3 – 5 minutes) and carried out for 2 weeks. There is counseling before the post test. Data analysis using univariate and bivariate analysis (Wilcoxon signed ranks).Result: Breastfeeding mothers aged 20-35 years (75%), highly educated (77.8%), do not work (72.2%), have good family support (75%), and have had exposure to information on exclusive breastfeeding (66.7 %). Average of knowledge score before being given an intervention were 16.5 and after being given an intervention it increased to 18.5. Mean of attitude score before being given the intervention was 7.7 and after being given the intervention it increased to 9.0. Statistical test using Wilcoxon signed ranks showed that the provision of education with video media affected the level of knowledge and attitudes of mothers about breastfeeding (p-value = 0.001).Conclusion: There is an effect of providing education with video media on mother's knowledge and attitudes in exclusive breastfeeding.Keywords: Exclusive Breastfeeding; Education; Mother; Knowledge; Attitude
Hubungan Nyeri terhadap Pola Tidur Pasien Post Operasi Appendisitis di RSUD Teungku Peukan Aceh Barat Daya Mawaddah, Devy Surya
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.394-400

Abstract

Latar belakang: Nyeri dapat diartikan sebagai pengalaman sensorik yang multidimensional. Evaluasi yang komperhensif bisa memastikan tipe nyeri, tingkat keseriusan serta karakteristiknya. Penilain nyeri kembali diperlukan untuk menanggulangi nyeri paska bedah dengan maksimal. Nyeri yang ditimbulkan akibat rusaknya jaringan oleh karena luka post pembedahan dapat menyebabkan penderita mengalami kendala dari efektivitas dan pola tidurnya.Metode:  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan nyeri terhadap pola tidur pasien pasca operasi apendisitis. Sampel pada penelitian ini berjumlah 15 responden dengan teknik total sampling. Desain penelitian ini adalah korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Visual Analogue Scale (VAS) dengan analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square.Hasil: Dari 15 subjek penelitian didapatkan hasil analisa data bahwa p value = 0,240. Ketentuan adanya hubungan pada uji chi square jika nilai p ≤ α, ketentuan nilai α = 0,05. Pada penelitian ini hasil p  α (0,240 ≥ 0,05), sehingga diperoleh hasil bahwa intensitas nyeri tidak berhubungan dengan pola tidur pada pasien pasca operasi apendisitis.Simpulan: Pada penelitian ini hasil p  α (0,240 ≥ 0,05). Jadi, hasil analisis data statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara intesitas nyeri terhadap pola tidur pada pasien pasca operasi apendisitis.Kata kunci: Nyeri; Pola Tidur; Post Operasi; Appendisitis ABSTRACT Title: Relationship between Pain and Sleep Patterns in Post-Appendicitis Patients in Tengku Peukan Hospital, Southwest AcehBackground: Pain can be defined as a multidimensional sensory experience. A comprehensive evaluation can confirm the type of pain, its severity and characteristics. Back pain assessment is needed to fully manage postoperative pain.  Pain caused by tissue damage due to postoperative wounds can cause sufferers to experience problems with their effectiveness and sleep patterns.Method: The aim of this study was to determine whether there is a relationship between pain and sleep patterns in post-appendicitis patients. The sample in this study amounted to 15 respondents with a total sampling technique.  This research design is quantitative correlational with cross sectional approach.  The research instrument was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and the Visual Analogue Scale (VAS). The statistical analysis used was the Chi-Square test.Result: Of the 15 research subjects, it was obtained the results of data analysis that p value = 0.240.  The provision for a relationship is in the chi square test if the p value is ≤ α, the provision for the value of α = 0.05, so that pain intensity did not correlate with sleep patterns in postoperative appendicitis patients.Conclusion: In this study the results of p  α (0.240 ≥ 0.05).  So, the results of statistical data analysis found that there was no relationship between pain intensity and sleep patterns in postoperative appendicitis patients.Keywords: Pain; Sleep Patterns; Post Surgery; Appendicitis
Literature Review: Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Penyakit Kulit Pekerja Pengangkut Sampah di TPA Rokhiya, Naily Aniqotur; Asih, Akas Yekti Pulih; Setianto, Budhi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 6 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.6.443-450

Abstract

Latar belakang: Kejadian penyakit kulit seringkali dialami oleh petugas pengangkut sampah. Didasari dengan perilaku personal hygiene yang tidak dilakukan secara baik oleh tiap petugas pengangkut sampah setelah melakukan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan personal hygiene dengan kejadian penyakit kulit pada pekerja pengangkut sampah di TPA.Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah tradisional literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari google scholar dan portal garuda dalam rentang waktu 2015-2020. Kata kunci yang digunakan yaitu “Personal Hygiene dengan penyakit kulit pekerja pengangut sampah di TPA”. Setelah dilakukan screening didapatkan sebanyak 12 artikel rujukan.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek aspek personal hygiene yang memiliki hubungan dengan kejadian penyakit kulit yaitu kebersihan kulit, rambut, tangan, kaki, dan kuku. Secara umum juga menyebutkan bahwa personal hygiene memiliki hubungan dengan kejadian penyakit kulit.Simpulan: Simpulan literature review ini adalah perilaku Personal Hygiene yang buruk dapat menyebabkan kejadian penyakit kulit pada pekerja pengangkut sampah di TPA. Kejadian tersebut dapat mengganggu aktifitas pekerja pengangkut sampah dalam bekerja. Kejadian tersebut dapat dihindari dengan melakukan kegiatan Personal Hygiene dengan baik mulai dari perawatan rambut sampai dengan perawatan kulit.Kata kunci: Kejadian Penyakit Kulit; Pengangkut Sampah; Personal Hygiene ABSTRACTTitle: Literature Review: Association of Personal Hygiene with Incidence of Skin Diseases in Transporting Waste Workers in LandfillBackground: The incidence of skin diseases is often experienced by garbage collectors. Based on personal hygiene behavior that is not carried out properly by each garbage collector after doing work. This study aims to analyze the relationship of personal hygiene with the incidence of skin diseases in workers who transport waste at the TPA. Method: The method used in writing this literature review is a traditional literature review. The data sources used are from Google Scholar and the Garuda Portal in the 2015-2020 period. The keywords used are "Personal Hygiene with skin diseases of workers carrying waste at the TPA". After screening, 12 reference articles were obtained.Result: The results of this study indicate that there are aspects of personal hygiene that have a relationship with the incidence of skin diseases, namely the cleanliness of the skin, hair, hands, feet, and nails. In general, it is also stated that personal hygiene has a relationship with the incidence of skin diseases.Conclusion: The conclusion of this literature review is that poor Personal Hygiene behavior can cause skin diseases to occur in waste transport workers at the TPA. This incident can disrupt the activities of waste transport workers at work. This incident can be avoided by doing good Personal Hygiene activities, from hair care to skin care.Keywords: Skin Diseases; Garbage Collectors; Personal Hygiene
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Prilaku Pencegahan Covid-19 pada Santri di Kota Mataram (Studi di Pondok Pesantren Abu Hurairah) Rahmani, Mufida Ananditta; Prabamurti, Priyadi Nugraha; Indraswari, Ratih; Husodo, Besar Tirto
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 20, No 5 (2021): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.20.5.355-364

Abstract

Latar belakang: Pondok pesantren tempat berisiko terjadinya penularan COVID-19. Pembelajaran di pondok pesantren Abu Hurairah tetap dilaksanakan meskipun terdapat kasus COVID-19. Penularan COVID-19 terjadi karena kurangnya upaya santri untuk melakukan pencegahan dan tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan selama di pondok pesantren. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu 80 santri. Penentuan sampel dengan total sampling. Pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi ditetapkan peneliti dan berjumlah 80 santri. Variabel bebas yaitu jenis kelamin, umur, jenjang pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, sarana prasarana, perilaku teman dan perilaku asatidz (guru). Variabel terikat yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Pengumpulan data menggunakan google form. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dengan signifikansi 95%, dan multivariat menggunakan uji regresi binary logistic.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,5% responden memiliki perilaku melakukan pencegahan COVID-19 dengan kategori baik. Perilaku pencegahan COVID-19 yang dilakukan santri yaitu mencuci tangan, memakai masker, menajaga jarak dan mengurangi mobilitas. Variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan (p=0,004), sikap (p=0,002), perilaku teman (p=0,017), perilaku asatidz (p=0,001). Variabel yang paling mempengaruhi perilaku pencegahan COVID-19 pada santri adalah sikap (OR =5,361).Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren Abu Hurairah Kota Mataram yaitu pengetahuan, sikap, perilaku teman dan perilaku asatidz (guru). Faktor yang tidak berhubungan yaitu umur, jenis kelamin, ketersediaan sumber informasi, sarana prasarana dan faktor yang paling berpengaruh yaitu sikap. Pondok pesantren perlu melakukan optimalisasi pembinaan poskestren dalam memberdayakan santri sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap yang baik dalam penerapan perilaku pencegahan COVID-19 pada santri di pondok pesantren.Kata kunci: Perilaku Pencegahan COVID-19; Santri; Pondok Pesantren ABSTRACT Title: Factors Related to COVID-19 Prevention Behavior in Santri Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram CityBackground: Pondok Pesantren (Islamic Boarding School) is a place with a high risk of COVID-19 transmission. Learning in Pondok Pesantren Abu Hurairah is still conducted even though there is a COVID-19 case. The COVID-19 transmission occurs due to the lack of students’ effort to prevent COVID and does not discipline in following health protocols in the Islamic boarding school. Therefore, the aim of this study is to analyze the factors related to COVID-19 prevention behavior on students in the Islamic boarding school.Methods: This study was quantitative research with a cross-sectional design. The population of the study was 80 students. The determination of samples used total sampling. The selection of samples was according to the inclusion criteria determined by the researcher, which was 80 students. Independent variables were gender, age, educational level, knowledge, attitude, source of information, facilities and infrastructures, friends' behavior, and asatidz (teachers). The dependent variable was COVID-19 prevention behavior. Data collection used Google Form. The data analysis was conducted by univariate and bivariate using a chi-square test with a significance of 95%, and multivariate using binary logistic regression test.Results: The results of the study show that 52.5% of respondents have behavior to prevent COVID-19 with a good category. COVID-19 prevention behaviors carried out by students are by washing hands, wearing a mask, maintaining distance, and reducing mobilities. The related variables are knowledge (p=0.004), attitude (p=0.002), friends’ behavior (p=0.017), asatidz behavior (p=0.001). The most influencing variable on COVID-19 prevention behavior in students is attitude (OR =5.361).Conclusion: Factors related to the COVID-19 prevention behavior on students in Pondok Pesantren Abu Hurairah of Mataram City are knowledge, attitude, friends’ behavior, asatidz behavior. Unrelated factors are age, gender, the availability of information, as well as facilities and infrastructures. Moreover, the most influencing factor is attitude. The boarding school needs to optimize the development of poskestren (boarding school health post) in empowering students as an effort to increase a good knowledge and attitude in implementing COVID-19 prevention behavior on students in the boarding school.Keywords: COVID-19 Prevention Behavior; Student; Islamic Boarding School
Hubungan Durasi Tidur, Kualitas Tidur, Faktor Stress, dan Night Eating Syndrome dengan Preferensi Makanan pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Anindiba, Inas Fatin; Widiastuti, Nurmasari; Purwanti, Rachma; Dieny, Fillah Fitra
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.53-62

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa merupakan kelompok usia dewasa awal yang memiliki aktivitas padat. Aktifitas yang padat dapat mempengaruhi waktu dan kualitas tidur, tingkat stress, kebiasaan makan di malam hari, dan preferensi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan durasi tidur, kualitas tidur, faktor stress, Night Eating Syndrome (NES), dan preferensi makan mahasiswa.Metode: Penelitian di Kota Semarang ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah subjek sebanyak 105 orang mahasiswa Universitas Diponegoro. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Data yang diambil adalah data durasi tidur, kualitas tidur, faktor stress, Night Eating Syndrome, dan preferensi makan. Instrumen yang digunakan meliputi Night Eating Diagnostic Syndrome, Food Preference for Adolescents and Adults, Pittsburg Sleep Quality Index dan Depression, dan Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji korelasi), dan multivariat (multiple logistic regression).Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki preferensi terhadap makanan tinggi energi, karbohidrat, lemak, dan natrium (81,9%; 77,1%; 69,5%; 86,7%). Sebagian besar subjek penelitian tidak memiliki preferensi terhadap makanan tinggi protein dan serat (68,6% dan 74,3%). Preferensi terhadap makanan tinggi karbohidrat diprediksi oleh IMT (p=0,004;OR=4,400), preferensi makanan tinggi lemak diprediksi oleh durasi tidur (p=0,045;OR=0,276) dan NES (p=0,009;OR=3,478), preferensi terhadap makanan tinggi serat diprediksi oleh durasi tidur (p=0,001;OR=0,090) dan kualitas tidur (p=0,004;OR=9,463), sedangkan preferensi tinggi natrium diprediksi oleh jenis kelamin (p=0,016; OR=8,613) dan NES (p=0,041; OR=0,201). Faktor stres tidak berhubungan dengan preferensi makanan tinggi energi, karbohidrat, lemak, protein, serat, dan natrium.Simpulan: Durasi tidur dan kualitas tidur berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa, tetapi faktor stres tidak berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa. Jenis kelamin, IMT, dan NES juga merupakan faktor yang berhubungan dengan preferensi makan mahasiswa.Kata Kunci: durasi tidur; kualitas tidur; NES; preferensi makanan ABSTRACT Title: Correlation between Sleep Duration, Sleep Quality, Stress Factor, and Night Eating Syndrome, With Food Preferences of Universitas Diponegoro College StudentsBackground: Students are an early adult age group that has a dense activity. Dense activity can affect on sleep time and quality, stress levels, night eating behavior, and food preferences. This study aims to analyze the relationship between sleep duration, sleep quality, stress factors, Night Eating Syndrome (NES), and student eating preferences.Methods: This study was located in Semarang City. This study used a cross-sectional design with a total of 105 students from Diponegoro University as a subject. The sample was selected by purposive sampling technique. The data collected were sleep duration, sleep quality, stress factors, Night Eating Syndrome, and eating preferences. The instruments used include the Night Eating Diagnostic Syndrome, Food Preference for Adolescents and Adults, the Pittsburgh Sleep Quality Index and Depression, and the Anxiety and Stress Scale 42 (DASS 42). Data analysis includes univariate (frequency distribution), bivariate (correlation test), and multivariate (multiple logistic regression) analysis.Results: Most of them prefer foods high in energy, carbohydrates, fat, and sodium (81.9%; 77.1%; 69.5%; 86.7%). Most of the research subjects did not prefer foods high in protein and fiber (68.6% and 74.3%). Preference for high-carbohydrate food predicted by BMI (p=0.004; OR=4,400), preference for high-fat food predicted by sleep duration (p=0.045;OR=0.276) and NES (p=0.009;OR=3.478), preference for food high fiber predicted by sleep duration (p=0.001;OR=0.090) and sleep quality (p=0.004;OR=9.463), while high sodium preference predicted by gender (p=0.016; OR=8.613) and NES (p= 0.041; OR = 0.201). Stress factors were not correlated with food preferences high in energy, carbohydrates, fat, protein, fiber, and sodium.Conclusion: Sleep duration and sleep quality are related to students eating preferences, but stress factors were not related to students' eating preferences. Gender, BMI, and NES are also related to students eating preferences.Keywords: sleep duration; sleep quality; NES; food preferences
Kajian Pengaruh Faktor Pekerjaan dan Faktor Pekerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Perawat Rumah Sakit di Indonesia Ambri, Santi; Ihsan, Taufiq; Lestari, Resti Ayu
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.63-68

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kelelahan kerja adalah suatu kondisi melemahnya kegiatan, motivasi, dan kelelahan fisik untuk melakukan kerja. Kecelakaan kerja 50% berasal dari kontribusi kelelahan kerja. Salah satunya terjadi pada perawat rumah sakit di Indonesia. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor pekerjaan (shift kerja, beban kerja dan stres kerja), faktor pekerja (usia dan masa kerja) dan faktor lingkungan kerja (debu, cahaya, bising dan suhu). Pada kajian ini faktor yang akan dibahas yaitu faktor pekerjaan dan faktor pekerja. Kedua faktor tersebut memberikan dampak terhadap kemampuan fisik dalam melakukan pekerjaan sehingga berdampak terhadap kelelahan kerja.  Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kelelahan kerja pada perawat rumah sakit di Indonesia.Metode: Metodologi kajian yang digunakan dalam kajian ini adalah literature review atau kajian literatur, yakni kajian yang dilakukan melalui pengumpulan data yang bertujuan dengan obyek kajian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan, kemudian membandingkan hasil dari masing-masing data kajian yang didapatkan. Selanjutnya Analisis tingkat kelelahan kerja yang paling berpengaruh dan signifikan dari semua data jurnal yang mewakili menggunakan uji analisis One Way Anova.Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dikaji, faktor utama yang berpengaruh terhadap terjadinya  kelelahan kerja tinggi yang disebabkan oleh faktor pekerjaan adalah tingkat beban kerja yang tinggi. Alasan dijadikan faktor paling berpengaruh penyebab terjadinya kelelahan karena dari hasil keseluruhan jurnal yang dikaji beban kerja merupakan terbanyak yang menghasilkan kelelahan kerja tinggi pada perawat rumah sakit. Analisis tingkat kelelahan kerja yang paling berpengaruh dan signifikan dari semua data jurnal yang mewakili menggunakan uji analisis One Way Anova. Hasil analisis tingkat kelelahan kerja menggunakan uji analisis One Way Anova didapatkan tingkat kelelahan rendah sebesar 39,5360 %, tingkat kelelahan kerja sedang sebesar 42,6140 % dan tingkat kelelahan kerja tinggi sebesar15,8040 %. Sehingga didapatkan kesimpulan tingkat kelelahan kerja yang paling mendominasi berada pada tingkat kelelahan kerja sedang. Hasil analisis One Way Anova didapatkan nilai p-value sebesar 0,011 < 0,05 berarti rata-rata ketiga tingkat kelelahan tersebut berbeda secara signifikan.Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja perawat berada pada faktor pekerjaan adalah beban kerja. Hasil kajian literatur yang dilakukan kategori kelelahan yang terjadi rata-rata berada pada kategori kelelahan sedang. Faktor penyebab terjadinya tingkat kelelahan kerja sedang antara lain disebabkan oleh beban kerja.Kata kunci: : Kelelahan kerja, rumah sakit, perawat, Indonesia, Literatur.Background: Work fatigue is a condition of weakening activities, motivation, and physical fatigue to do work. 50% of work accidents come from the contribution of work fatigue. One of them occurs in hospital nurses in Indonesia. Fatigue can be caused by several factors, including work factors (work shifts, workload and work stress), worker factors (age and working period) and work environment factors (dust, light, noise and temperature). In this study, the factors that will be discussed are the work factor and the worker factor. Both of these factors have an impact on physical ability to do work so that it has an impact on work fatigue. This literature review aims to analyze the factors that cause work fatigue in hospital nurses in Indonesia.Method: The study methodology used in this study is a literature review or literature review, namely a study carried out through data collection aimed at the object of study or data collection that is library in nature, then comparing the results of each study data obtained. Furthermore, the analysis of the most influential and significant level of work fatigue from all representative journal data uses the One Way Anova analysis test.Result: Based on the research that has been studied, the main factor that influences the occurrence of high work fatigue caused by work factors is a high level of workload. The reason for being the most influential factor causing fatigue is because from the overall results of the journals studied, the workload is the most that results in high work fatigue in hospital nurses. The analysis of the most influential and significant level of work fatigue from all representative journal data uses the One Way Anova analysis test. The results of the analysis of the level of work fatigue using the One Way Anova analysis test obtained a low level of fatigue of 39.5360%, a moderate level of work fatigue of 42.6140% and a high level of work fatigue of 15.8040 %. So that it can be concluded that the most dominating level of work fatigue is at a moderate level of work fatigue. The results of the One Way Anova analysis obtained a p-value of 0.011 <0.05, meaning that the average of the three levels of fatigue was significantly different.Conclusion: The most influential factor on nurses' work fatigue is the work factor is workload. The results of the literature review conducted on the fatigue category that occurs on average are in the moderate fatigue category. Factors causing the level of work fatigue are among others caused by workload. Keywords: Work fatigue; hospital; nurse; Indonesia; literature
Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Samputri, Fatma Ryalda; Herdiani, Novera
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.69-73

Abstract

Latar belakang: Tablet tambah darah adalah upaya pemerintah untuk menurunkan kejadian anemia pada remaja putri. Remaja putri yang memiliki tingkat pengetahuan kurang berisiko tidak mengonsumsi tablet tambah darah. Dukungan keluarga berperan penting pada kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk menganalisis pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.Metode: Penelitian ini adalah penelitian literature review. Analisis penelitian ini menggunakan persamaan-persamaan antar kasus (method of aggrement) atau perbedaan-perbedaan pada kasus yang mirip (method of difference). Dengan mencari jurnal melalui portal garuda dan google scholar (2017-2021).Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 9 dari 10 jurnal menyimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, sedangkan 1 dari 10 jurnal menyimpulkan bahwa pengetahuan bukan merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, dan 5 dari 10 jurnal menyimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putriSimpulan: Bahwa pengetahuan, dan dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Oleh karena itu, bagi tenaga kesehatan diharapkan berperan aktif memberikan edukasi pentingnya konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri, dan dampak yang terjadi apabila tidak mengonsumsi secara teratur.Kata kunci: Dukungan Keluarga; Kepatuhan; Pengetahuan ABSTRACTTitle: Knowledge And Family Support with Compliance Blood Added Tablet ConsumptionBackground: The blood-added tablets are the government's effort to cut anemia in adolescent incidence. Adolescent girls who have a low level of knowledge are at risk of not taking blood-added tablets. Family support is important in adherence to taking blood-added tablets. The purpose of this literature review is to analyze the knowledge and support of families with adherence of blood-added tablet in adolescent girls. This research is a literature review.Method: The analysis of this research uses a method of agreement and a method of difference. Journal research through Garuda portal and Google Scholar (2017-2021).Result: The results of this research is that are 9 out of 10 journals concluded that knowledge is factors related to adherence to blood-added tablets in adolescent girls, while 1 out of 10 journals concluded that knowledge was not factors related to adherence to blood-added tablets in adolescent girls, and 5 out of 10 journals concluded that family support is factors related to adherence to blood-added tablets in adolescent girls.Conclusion: The conclusion of this literature review is that knowledge and family support are factors related to compliance with blood-added tablet in adolescents.Keywords: Compliance; Family Support; Knowledge
Hubungan Cuaca sebagai Faktor Risiko Kejadian Diare di Kota Administratif Jakarta Timur Tahun 2015-2019 Nuha, Nabila Ulin; Darundiati, Yusniar Hanani; Budiyono, Budiyono
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.12-21

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia yang sering disertai dengan kematian. Kota Administratif Jakarta Timur merupakan salah satu daerah dengan kejadian diare tertinggi di Provinsi DKI Jakarta selama tahun 2015-2019 yaitu mencapai 63.549 kejadian pada tahun 2019. Faktor cuaca seperti suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan dapat mempengaruhi terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor cuaca dengan kejadian diare di Kota Administratif Jakarta Timur tahun 2015-2019.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Unit Surveilans Dinas Kesehatan DKI Jakarta wilayah Jakarta Timur untuk kejadian diare yang didapat melalui laman resmi yang dapat diakses melalui surveilans-dinkesdki.net. Data suhu udara dan kelembaban udara didapatkan dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi yang dapat diakses melalui dataonline.bmkg.go.id, sedangkan data curah hujan didapatkan dari Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Pearson berdasarkan hasil uji normalitas.Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa selama tahun 2015-2019 rata-rata kejadian diare sebesar 4.451 kejadian/bulan, rata-rata suhu udara sebesar 27,9˚C, rata-rata kelembaban udara sebesar 75% dan rata-rata curah hujan 233,4 mm/bulan. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara suhu udara (p= 0,732), kelembaban udara (p= 0,27), dan curah hujan (p= 0,589) dengan kejadian diare.Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor cuaca dengan kejadian diare di Kota Administratif Jakarta Timur.Kata kunci: diare; suhu; kelembaban; curah hujan ABSTRACT Title: The Relation Between Weather as Risk Factors and Incidendence of Diarrhea in East Jakarta in 2015-2019Background: Diarrhea is an endemic disease that has the potential for an outbreak in Indonesia and can lead to death. East Jakarta is one of the areas with the highest incidence of diarrhea in DKI Jakarta Province during 2015-2019. Weather factors such as temperature, humidity and rainfall can contribute to diarrhea disease in various ways. The study aimed to analyze the relation between weather factors and diarrhea in East Jakarta in 2015-2019.Method: This study used analytical observational with cross sectional approach. This study was conducted using secondary data from the official website of Epidemiology Surveillance Unit in Jakarta Health Agency for diarrhea cases that can be accessed through surveilans-dinkesdki.net. Air temperature and humidity data were collected from the official website of Meteorology, Climatology, and Geophysical Agency that can be accessed through dataonline.bmkg.go.id, while rainfall data was collected from National Institute of Aeronautics and Space. Data were analyzed with univariate and bivariate analysis using Spearman Rank and Pearson correlation based on the results of the normality test.Result: Univariate analysis showed that during 2015-2019 the average incidence of diarrhea was 4.451 cases/month, the average of temperature was 27,9 ˚C , the average of humidity was 75%, and the average of rainfall was 233,4mm/month. Result from correlation analysis indicated that there was no significant relationship between temperature (p= 0,732), humidity (p= 0,27) and rainfall (p= 0,589) with the incidence of diarrhea.Conclusion: There was no correlation between weather factors and diarrhea incidence in East Jakarta.Keywords: diarrhea; temperature; humidity; rainfall
Perbandingan Efektivitas Instagram dan Line dalam Perilaku Bahaya Rokok Elektrik pada Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya Puspitaningrum, Evita; Widati, Sri
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.22-27

Abstract

Latar belakang: Penggunaan rokok tembakau saat ini telah beralih menjadi rokok elektrik terutama pada kalangan remaja di dunia. Karena, kurangnya pemahaman tentang bahaya rokok elektrik. Sehingga, pemahaman tentang rokok elektrik perlu ditingkatkan dengan melakukan promosi kesehatan sebagai bentuk pencegahan menggunakan media visual. Penelitian ini menggunakan Instagram dan Line sebagai media promosi kesehatan bahaya rokok elektrik dan sasarannya adalah mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas media sosial Instagram dan Line sebagai media promosi kesehatan tentang bahaya rokok elektrik.Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dan sasarannya adalah mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya angkatan 2016-2020 dengan total sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel di-lakukan dengan menggunakan Lemeshow dari Stanley Lemeshow (1997). Penelitian ini menggunakan pengukuran uji T berpasangan dan independent sample t-test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat penge-tahuan antara kelompok media sosial Instagram dan Line. Sedangkan sikap terdapat perbedaan pada media sosial Instagram, dan tindakan terdapat perbedaan pada media sosial Line. Niat tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan media sosial Instagram dan Line.Simpulan: Media sosial Line lebih efektif dibanding Instagram dalam meningkatkan pengetahuan tentang bahaya rokok elektrik.Kata kunci: Instagram; Line; Rokok Elektrik; Perubahan Perilaku; Sosial Media ABSTRACT Title: Comparison of the Effectiveness of Instagram and Line in Behavior Dangerous of E-Cigarettes on the Students of Universitas Airlangga SurabayaBackground: In this era, using tobacco cigarettes has turned into e-cigarettes, especially among teenagers in the world. Because, a lack of understanding about the dangers of e-cigarettes. So, understanding about e-cigarettes needs to be im-proved by carrying out health promotion as a form of prevention using social media. This study uses Instagram and Line as health promotion media about the dangers of e-cigarettes and the target were students of Unversitas Airlang-ga Surabaya. The purpose of this study was to compare the effectiveness of social media Instagram and Line as health promotion media about the dan-gers of e-cigarettes.Method: This study used a quasi-experimental methods and the target were students of Universitas Airlangga Surabaya batch 2016-2020 with total sample of 100 respondents. The sample was taken using Lemeshow by Stanley Lemeshow (1997). This study used paired-samples t test and independent sample t test measure.Result: The result of this study showed that there was a difference in knowledge be-tween media social Instagram group and Line group. Meanwhile, there are attitudes difference in media social Instagram and actions are different in social media Line. Intention is not different between before and after being given social media Instagram and Line.Conclusion: It is concluded that social media Line is more effective than social media Instagram in increasing knowledge about the dangers of e-cigarettes.Keywords: Instagram; Line; E-cigarette; Behaviour Change; Social Media