cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Pelaksanaan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien di Puskesmas X Kabupaten Demak Putri, Farah Afanindya Jessedanta; Arso, Septo Pawelas; Budiyanti, Rani Tiyas
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.1-5

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan salah satu isu penting dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis pelaksanaan program keselamatan pasien ditinjau dari tujuh langkah menuju keselamatan pasien di Puskesmas X Kabupaten Demak.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah informan utama yaitu anggota keselamatan pasien, dan informan triangulasi yaitu kepala puskesmas, kepala tata usaha, ketua UKM, dan pasien.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian masih ditemukan adanya insiden, terjadi keterlambatan pelaporan, tidak adanya agenda khusus keselamatan pasien, pelaporan hanya untuk internal, selama pandemi COVID-19 pelaksanaan keselamatan pasien kurang optimal.Simpulan: Tujuh langkah menuju keselamatan pasien di puskesmas X Kabupaten Demak belum terlaksana dengan optimal.Kata Kunci : Keselamatan pasien; tujuh langkah menuju keselamatan pasien; puskesmas; insiden keselamatan pasien ABSTRACT Title: Implementation of The Seven Steps to Patient Safety at Puskesmas X Demak Background: Patient safety is one of the important issues in health care. This study proves the safety program of the seven steps towards safety at Puskesmas X Demak district. Method: This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of this study were the main informants, namely members of patient safety, and triangulation of informants, namely the head of the puskesmas, the head of administration, the head of the UKM, and the patient. Result: The results of the study, it was still found that there were incidents, there were delays in reporting, there was no special patient safety agenda, reporting was only for internal, during the COVID-19 pandemic the implementation of patient safety was less than optimal.Conclusion: Seven steps towards patient safety at Puskesmas X, Demak district have not been implemented optimally.Keywords: Patient safety; seven steps to patient safety; puskesmas; patient safety
Gambaran Perilaku Pencegahan Pengemudi Ojek Online selama Pandemi Covid-19 di Kelurahan Tembalang Kota Semarang Tahun 2020 Bintang, Melva Kristina br; Widjanarko, Bagoes; Prabamurti, Priyadi Nugraha
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.36-45

Abstract

Latar belakang: Pandemi Covid-19 adalah wabah yang terjadi di seluruh dunia akibat virus Sars-Cov-2. Penyebaran yang cepat melalui droplet air liur sehingga membutuhkan pencegahan yang cepat, salah satunya adalah lockdown dan di Indonesia menggunakan metode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Metode tersebut berdampak ke berbagai sektor termasuk sektor transportasi online. Pekerjaan pengemudi ojek online di luar ruangan meningkatkan risiko terkena virus corona. Perilaku berisiko pengemudi seperti kurang patuh dengan protokol kesehatan membawa dampak buruk dan meningkatkan penyebaran virus corona di antara mereka. Perilaku pencegahan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan di masa pandemi.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subyek penelitian adalah pengemudi ojek online berlokasi di Tembalang. Pemilihan subek penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data melalui metode wawancara mendalam bersama 11 orang. Proses analisis data dimulai dari pengumpulan data dengan wawancara mendalam dari subjek penelitian , mereduksi data kemudian data disajikan dan diambil kesimpulan.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perilaku pencegahan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona sesuai anjuran pemerintah adalah 5M, namun perilaku yang masih diterapkan adalah penggunaan masker dan cuci tangan. Subjek penelitian tidak terlalu merasa rentan terserang virus corona dan lebih rentan terhadap dampak yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Hal ini menjadi serius bagi subjek penelitian karena selain terdampak pada ekonomi, terdampak pada kesehatan fisik dan mental. Penerapan perilaku pencegahan membawa manfaat yang baik bagi subjek penelitian, namun mereka memiliki hambatan  sehingga penerapannya tidak berjalan dengan baik. Walaupun begitu, subjek penelitian memiliki rasa kepercayaan diri dalam menerapkan protokol kesehatan. Adanya dukungan keluarga, dukungan sosial dari pertemanan serta peraturan perusahaan menjadi bentuk isyarat bertindak bagi subjek penelitian.Simpulan: Adapun faktor yang paling berkaitan adalah persepsi keseriusan mengenai virus corona. Selain itu, perilaku pencegahan juga ditentukan oleh persepsi manfaat dan persepsi hambatan tindakannya terhadap penularan virus corona.Kata kunci: Perilaku pencegahan; perilaku berisiko; pandemi Covid-19; pengemudi ojek onlineABSTRACT Title: Overview of Preventive Behavior on Risky Behavior of Online Ojek Drivers during the Covid-19 Pandemic in Tembalang Village, Semarang City in 2020Background: The Covid-19 pandemic is a worldwide outbreak caused by the Sars-Cov-2 virus. The rapid spread through saliva droplets requires rapid prevention, one of which is a lockdown. Indonesia uses the Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) method. This method has an impact on various sectors including the online transportation sector. The work of an online motorcycle driver outside increases the spread of coronavirus. Drivers risky behaviour such as not implementing health protocols properly has a bad impact. It increases the spread of the coronavirus among them. Preventive behaviour is necessary to maintain health and hygiene during a pandemic. Method: Descriptive research with a qualitative approach with research subjects is online motorcycle taxi drivers located in Tembalang. To choose research subjects using the purposive sampling method, to collect data through in-depth interviews with 11 people. The data analysis process starts from collecting data with an in-depth interview with the research subjects, reducing the data, then presenting the data and drawing conclusions.Result: The results of this study indicate that the implementation of preventive behaviour to prevent the spread of the coronavirus according to government recommendations is 5M, meanwhile behaviours are still being applied are the use of masks and washing hands. Research subjects feel less vulnerable to the coronavirus and more vulnerable to the impacts caused by the COVID-19 pandemic. It becomes serious for the research subjects because apart from being affected by the economy, but also affected physical and mental health. The implementation of preventive behaviour bring good benefit to research subjects, but they have obstacles so that their practice does not go well. Even so, research subjects have a sense of confidence in implementing health protocols. The existence of family support, social support from friends and company regulations are a form of action cues for research subjects.Conclusion: The most relevant factor is the perception of the seriousness of the coronavirus. In addition, preventive behaviour is also determined by the perception of benefits and barriers to its action against coronavirus transmission.Keywords: preventive behaviour; risky behaviour; covid-19 pandemic; online motorcycle driver
Analisis Sistem Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) selama Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Puskesmas Tempel I Kabupaten Sleman) Fathahidin, Ghaniya Afiifa; Budiyanti, Rani Tiyas; Nandini, Nurhasmadiar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.6-11

Abstract

Latar belakang: Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga 36% pada tahun 2020, penurunan paling drastis terjadi di Puskesmas Tempel, Kabupaten Sleman. Puskesmas memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dasar dengan tugas tambahan sebagai ujung tombak pemutus mata rantai penularan COVID-19. Tujuan penelitian adalah menganalisis peIaksanaan program lmunisasi Dasar Lengkap pada Masa Pandemi COVlD-19 di Puskesmas Tempel I dari unsur Input, Proses, dan Lingkungan.Metode: Penelitian ini termasuk jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam pada informan bidan pelaksana, Penanggungjawab KIA-KB Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Puskesmas, Penanggungjawab Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kepala Puskesmas, dan ibu yang membawa anaknya Imunisasi di tengah Pandemi COVlD-19.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada awal Pandemi COVlD-19, Puskesmas Tempel I menutup pelayanan Imunisasi selama 1 bulan. Puskesmas kemudian melakukan perencanaan ulang terkait upaya pelayanan Imunisasi di tengah wabah COVID-19. Pada pelaksanaanya ditemukan kendala dari unsur input terkait aspek jumlah, kecukupan dan kesiapan SDM, sarana dan prasarana, dan pemanfaatan pedoman. Kemudian pada unsur proses ditemukan kendala pada aspek pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pada unsur lingkungan ditemukan kendala pada respon orang tua.Simpulan: Terdapat keterkaitan antara aspek SDM dengan pengorganisasian dan respon orang tua, keterkaitan aspek sarana dan prasarana dengan pelaksanaan, serta keterkaitan pemanfaatan pedoman dan pelaksanaan. Kata kunci: Pandemi COVID-19; Imunisasi Dasar Lengkap; Analisis Pelaksanaan Program Background: Special Region of Yogyakarta (DIY) province a decrease in the coverage of Complete Basic Immunization to 36% in 2020, the most drastic decline occurred at the Puskesmas Tempel I, Sleman Regency. Tempel I Public Health Center (Puskesmas) have the responsibility to provide basic services with additional duties as the spearhead of breaking the chain of COVID-19 transmission. The purpose of the study was to analyze the implementation of the Complete Basic Immunization program during the COVID-19 Pandemic at Puskesmas Tempel I from the elements of Input, Process, and Environment.Method: This research is a qualitative type with a descriptive approach through in-depth interviews with implementing midwife informants, Person in charge of KIA-KB (UKP), Person in charge of Immunization at the Sleman District Health Office, Head of Tempel I, and mothers who brought immunizations amid in the COVID-19 Pandemic. Result: The results showed that at the beginning of the COVID-19 Pandemic, the Tempel I Health Center closed the immunization service for 1 month. Tempel I then re-planned the immunization service efforts amid in the COVID-19 outbreak. In implementation, it was found there were obstacles from the inputs related to aspects of the number, adequacy, and readiness of human resources, facilities and infrastructure, and the use of guidelines. The process elements  found obstacles in the aspects of organizing and implementing, as well as on the elements of the environment found obstacles in the response of parents.Conclusion: It is concluded that there is a relationship between the HR aspect and the organization and response of parents, the link between the facilities and infrastructure aspects and the implementation, as well as the link between the use of guidelines and implementation. Keywords: COVID-19 Pandemic; Complete Basic Immunization; Analysis of Program Implementation
Upaya Dalam Mendukung Capaian Universal child immunization (UCI) Pada Program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Gemuh 01 Kabupaten Kendal Pratiwi, Rachma Widya; Budiyanti, Rani Tiyas; Nandini, Nurhasmadiar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.46-52

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian UCI merupakan proksi lengkap cakupan imunisasi dasar pada kelompok bayi. Cakupan capaian UCI yang dikaitkan dengan batas wilayah tertentu dapat menggambarkan tingkat proteksi/kekebalan masyarakat khususnya bayi terhadap penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Puskesmas Gemuh 01 memodifikasi pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap dengan mengoptimalkan pelayanan  imunisasi di Posyandu. Akan tetapi, pencapaian UCI di Puskesmas Gemuh 01 masih mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19, hal ini mengindikasikan masih terdapat kendala dalam pelaksanaan program Imunisasi Dasar Lengkap. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap dalam rangka pencapaian UCI di masa pandemi COVID-19.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode in-depth interview yang dipilih berdasarkan Teknik purposive sampling. Informan utama adalah 3 bidan desa, 1 programmer imunisasi. Informan triangulasi adalah 1 kepala puskesmas, 1 kader posyandu, dan 1 ibu bayi yang menggunakan imunisasi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan selama pandemi COVID-19 pada variabel input, bidan pelaksana mengalami double job karena harus melayani vaksinasi COVID-19, stok vaksin yang tidak mencukupi sasaran. Variabel proses, perencanaan belum dilakukan secara maksimal, bimbingan kader tidak dilakukan secara merata. Variabel lingkungan, adanya kenaikan kasus COVID-19 menyebabkan kecemasan pada ibu bayi untuk membawa anaknya ke Puskesmas.Simpulan: Pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap selama pandemi COVID-19 belum berjalan dengan optimal karena terkendala dengan situasi dan kondisi.Kata Kunci : Program Imunisasi Dasar Lengkap; UCI (Universal child immunization); Pencapaian ABSTRACT Title: Efforts to Support the Achievement of Universal child immunization (UCI) in the Complete Basic Immunization Program (IDL) during the Covid-19 Pandemic at Gemuh 01 Health Center, Kendal RegencyBackground: UCI achievement was a complete proxy for basic immunization coverage in the infant group. The coverage of UCI achievements associated with certain regional boundaries can describe the level of protection/immunity of the community, especially infants against infectious diseases that can be prevented by immunization (PD3I). Gemuh 01 Health Center modified the implementation of Complete Basic Immunization by optimizing immunization services at the Posyandu. However, the achievement of UCI at Gemuh 01 Health Center still decreased during the COVID-19 pandemic, this indicates that there were still obstacles in the implementation of the Complete Basic Immunization program. The purpose of the study was to analyze how the complete basic immunization program was implemented in order to achieve UCI during the COVID-19 pandemic.Method: This was a qualitative research with descriptive approach. Data collected through indepth interview. The main informants were 3  midwives, 1 immunization programmer. The triangulation informants were 1 head of puskesmas, 1 posyandu cadre, and 1 baby’s mother who used immunization.Result: The results of the study show that during the COVID-19 pandemic : input variable, the implementing midwife had a double job because she had to serve the COVID-19 vaccination, and insufficient stock of vaccines; process variables, planning had not been carried out optimally, cadre guidance was not carried out evenly; environmental variables, an increase in COVID-19 cases causes anxiety for the baby's mother to take her child to the Health Center. Conclusion: The implementation of the Complete Basic Immunization program during the Covid-19 pandemic at the Gemuh 01 Health Center had not run optimally because it is constrained by the pandemic situation, conditions, and empty stock of vaccines from the central government. Keywords: Complete Basic Immunization Program; UCI (Universal child immunization); Achievement
Gambaran Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19 di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Kabupaten Klaten Sasi, Erlina Nawang; Sriatmi, Ayun; Kusumastuti, Wulan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 1 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.1.28-35

Abstract

Latar belakang: Tenaga kesehatan yang terpapar infeksi COVID-19 semakin meningkat. Terjadi lonjakan kasus infeksi COVID-19 pada perawat di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Kabupaten Klaten. Tercatat 38 perawat yang terpapar COVID-19 pada rentang Januari-Februari 2021. Temuan tertinggi didapat dari pelacakan kontak erat di rumah sakit, yaitu sebanyak 32 orang. Tujuan penelitian ini menganalisis Kepatuhan Perawat dalam Penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) COVID-19 di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Kabupaten Klaten.Metode: Merupakan penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam. Teknik pengambilan sampel secara purposif. Subjek dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Informan utama terdiri dari Kepala Ruang dan IPCLN. Informan triangulasi terdiri dari Ketua Komite PPIRS, IPCN, dan Eks Pasien COVID-19. Aspek yang dianalisis terdiri dari Konformitas, Penerimaan, Ketaatan, Ketepatan Waktu Penyelesaian Pekerjaan, Menjalankan Prosedur Kerja dan Menggunakan Peralatan dengan Baik.Hasil: Praktik pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 oleh perawat dipengaruhi oleh pihak eksternal melalui monitoring dan evaluasi. Perawat menerima kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 karena adanya edukasi dan pelatihan. Kebersihan tangan dan praktik menyuntik belum sesuai SOP yang ada. Dalam menyelesaikan dokumentasi sering terlambat. Terdapat hambatan dalam menjalankan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19. Praktik penggunaan alat pelindung diri sudah sesuai dengan aturan.Simpulan: Kepatuhan perawat dalam menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi COVID-19 di rumah sakit belum sepenuhnya dijalankan secara maksimal terutama pada aspek ketaatan dan ketepatan waktu penyelesaian pekerjaan.  Background: Health workers who are exposed to COVID-19 infections are increasing. There was a spike in cases of COVID-19 infection among nurses at dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten Regency.  38 nurses were exposed to COVID-19 in the January-February 2021 range. The highest finding was obtained from close contact tracing at the hospital, which was 32 people. dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten Regency.Method: This is qualitative research with in-depth interviews. Purposive sampling technique. Subjects were selected based on the purposive sampling technique. The main informants consisted of the Head of Room and IPCLN. The triangulation informants consisted of the Chair of the PPIRS Committee, IPCN, and former COVID-19 patients. The analyzed aspects consist of conformity, acceptance, obedience, punctuality in completing work, carrying out work procedures, and using equipment properly.Result: The practice of preventing and controlling COVID-19 infection by nurses is influenced by external parties through monitoring and evaluation. Nurses accept policies related to the prevention and control of COVID-19 infection due to education and training. Hand hygiene and injecting practices are not followed with existing SOPs. Completing the documentation is often late. There are obstacles in carrying out COVID-19 infection prevention and control procedures. The practice of using personal protective equipment by following the rules.Conclusion: Nurses' compliance in implementing the prevention and control of COVID-19 infection in hospitals has not been fully implemented optimally, especially in the aspect of obedience and timeliness of work completion.  
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Desa Cimekar Kabupaten Bandung Lulu Sanofarizka; Mohammad Zen Rahfiludin; Siti Fatimah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.387-393

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data profil kesehatan Kabupatan Bandung diketahui cakupan ASI eksklusif pada bayi < 6 bulan telah mencapai angka 63,84% sedangkan di Kecamatan Cileunyi baru mencapai 55,54%. Angka ini masih jauh dari target capaian ASI eksklusif di Indonesia berdasarkan PP nomor 33 tahun 2012 pasal 6 adalah 100%. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI secara eksklusif. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung.Metode: Observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 68 ibu dengan bayi usia 6-12 bulan yang bertempat tinggal di Desa Cimekar dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengetahui karakteristik sampel (pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu), dukungan keluarga, dan tenaga kesehatan..Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan pemberian ASI eksklusif sebanyak 22,1% dan sebagian besar responden tidak bekerja (95,6%). Pendidikan lanjut (70,6%), pengetahuan baik (61,8%), sikap baik (63,2%). Dukungan keluarga baik (79,4%) dan dukungan tenaga kesehatan baik (60,3%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarg dengan pemberian ASI eksklusif (p > 0,05). Sedangkan dukungan tenaga kesehatan berhubungan secara bermakna dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,018) dan keeratan hubungan rendah (CC=0,276).Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI secara eksklusif hanya dukungan tenaga kesehatan.Kata kunci: pekerjaan; pendidikan; pengetahuan; sikap; ASI eksklusifABSTRACTTitle: Factors Associated with Exclusive Breastfeeding in Cimekar Village, Bandung RegencyBackground: Based on the health profile data of Bandung Regency, it is known that the coverage of exclusive breastfeeding for infants < 6 months has reached 63.84% while in the Cileunyi District it has only reached 55.54%. This figure is still far from the achievement target of exclusive breastfeeding in Indonesia based on PP no. 33 of 2012 article 6 is 100%. Many factors can affect exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to analyze the factors associated with exclusive breastfeeding in Cimekar Village, Cileunyi District, Bandung Regency.Method: Analytical observation with cross-sectional design. The number of samples was 68 mothers with babies aged 6-12 months who lived in Cimekar Village using a simple random sampling technique. The research instrument used a structured questionnaire to determine the characteristics of the sample (occupation, education, knowledge, and attitudes of the mother), family support, and health workers.Results: The results of this study showed that exclusive breastfeeding was 22.1% and most of the respondents did not work (95.6%). Further education (70.6%), good knowledge (61.8%), good attitude (63.2%). Good family support (79.4%) and good health worker support (60.3%). There was no significant relationship between work, education, knowledge, attitudes, and family support with exclusive breastfeeding (p > 0.05). Meanwhile, the support of health workers was significantly related to exclusive breastfeeding (p=0.018) and the closeness of the relationship was low (CC=0.276).Conclusion: The only factor related to exclusive breastfeeding is the support of health workers.Keywords: occupation; education; knowledge; attitude; exclusive breastfeeding
Gambaran Penerapan Protokol Kesehatan Era Pandemi COVID-19 pada Siswa SD di Kota Semarang Clarissa Viola Mamesah; Priyadi Nugraha Prabamurti; Ratih Indraswari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.333-339

Abstract

Latar belakang: Pemerintah Indonesia menetapkan adanya pembelajaran tatap muka seratus persen, seiring dengan kondisi pandemi yang mulai membaik, akan tetapi masih dimungkinkan adanya risiko peningkatan jumlah kasus COVID-19 sehingga protokol kesehatan masih menjadi perilaku penting yang perlu dilakukan oleh setiap komponen sekolah, khususnya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan perilaku penerapan protokol kesehatan.Metode: Penelitian ini dengan metode deskriptif-analitik, pendekatan kuantitatif, dan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 5 SD Pedurungan Tengah 02 Kota Semarang, yang kemudian sampel diambil secara total dari populasi, yaitu sebesar 84 siswa. Data dalam penelitian diambil melalui kuesioner untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, sikap, dan praktik penerapan protokol kesehatan siswa selama melakukan pembelajaran tatap muka, dengan melihat distribusi frekuensi dari setiap variabel dan melakukan analisis hubungan dengan menggunakan uji Chi Square Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 56% siswa memiliki pengetahuan yang baik sebesar 59,5% siswa dengan sikap positif, dan sebesar 57,1% siswa memiliki praktik yang baik terkait protokol kesehatan. Hasil uji Chi Square Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,001 dengan praktik penerapan protokol kesehatan.Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan praktik penerapan protokol kesehatan.Kata kunci: pengetahuan; sikap; praktik; protokol kesehatan; pandemi; anak usia SDABSTRACTTitle: Overview of Health Protocols Implementation During the Era of the COVID-19 Pandemic on Elementary School Students in Semarang CityBackground: The Indonesian government has established the policy of one hundred percent face-to-face learning in line with the pandemic conditions that are starting to improve. However, the risk of an increase in the number of COVID-19 cases is still possible, so health protocol is still an important behavior that needs to be carried out by every school component, especially students.Objective : The study aims to analyze the relationship between students' knowledge and attitudes with the behavior of implementing health protocols.Method: The method used is the descriptive-analytic method with a quantitative approach and a cross-sectional study design. The research was conducted on 5th grade students of Pedurungan Tengah 02 Elementary School Semarang, which then the sample was taken from total  population, which was 84 students. The research data was taken through questionnaire to examines the knowledge, attitudes, and practice of health protocol implementation on the students during face-to-face learning by looking at the frequency distribution of each variable which is then analyzed using the Chi-Square Test.Result: The results showed that 56% of students had good knowledge, 59.5% of students had a positive attitude, and 57.1% of students had good practices related to health protocols. Based on the results of the relationship test with the Chi-Square Test, it is found that there is a significant relationship between knowledge (p=0.001) and attitudes (p=0.001) with the practice of health protocol implementation.Conclusion: Both knowledge and attitude have a relationship with the practice of health protocol implementation.Keywords: knowledge; attitude; practice; health protocol; pandemic; elementary school-age children
Penerapan Teori Planned Behavior dalam Pemanfaatan Layanan PSC 119 Si Slamet Batang pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Safira Ika Putri; Antono Suryoputro; Wulan Kusumastuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 1 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.1.28-34

Abstract

Latar Belakang: Public Safety Center (PSC) 119 Si Slamet merupakan layanan kegawatdaruratan medis prafasilitas kesehatan berbentuk mobil ambulans yang di lengkapi peralatan dan petugas yang terlatih menangani korban kecelakaan lalu lintas. Akan tetapi, dalam pemanfaatannya masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan niat masyarakat dalam memanfaatkan layanan PSC 119 Si Slamet pada kasus kecelakaan lalu lintas.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di Kabupaten Batang yang berjumlah 100 orang, dipilih dengan metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square (taraf signifikasi = 0,05). Variabel yang diteliti adalah tingkat pengetahuan, penggunaan media informasi, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku.Hasil: Variabel yang berhubungan adalah tingkat pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,004), norma subjektif (p=0,001), persepsi kontrol perilaku (p=0,000) dan variabel yang tidak berhubungan adalah penggunaan media informasi (p=0,132).Simpulan: Terdapat hubungan antara variabel tingkat pengetahuan, sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dengan niat pemanfaatan layanan PSC 119 Si Slamet pada kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Layanan ini dapat meningkatkan minat ketertarikan masyarakat dalam pemanfaatan layanan dengan mengadakan sosialisasi yang berisi testimoni orang yang pernah menggunakan layanan.Kata kunci:  Public Safety Center, teori Planned Behavior ABSTRACTTitle: Application of Theory Planned Behavior in Using The PSC 119 Si Slamet Service on Traffic AccidentBackground: The Public Safety Center (PSC) 119 Si Slamet is a pre-hospital emergency medical service in the form of an ambulance equipped with equipment and trained officers to handle traffic accident victims. However, the utilization is still not optimal. This study aims to determine the factors related to the community's intention to utilize PSC 119 Si Slamet services in traffic accident cases.Method: The research is quantitative with a cross-sectional approach. The research sample consists of people who live in Batang Regency, totaling 100 people, selected by random sampling. The data were collected using a questionnaire. Data analysis used Chi Square. The variables studied were the level of knowledge, use of information media, attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control.Results: The variables that were related were the level of knowledge (p=0.018), attitudes (p=0.007), subjective norms (p=0.001), perceived behavioral control (p=0.000). The unrelated variable was the use of information media (p= 0.132).Conclusion: There is a relationship between the variables of level of knowledge, attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control with the intention of using the PSC 119 Si Slamet service in the case of traffic accidents in the Batang. This service can increase public interest in using the service, having held socialization containing testimonials from people who use the service.Keywords: Public Safety Center, Theory of Planned Behavior
Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas Shabrina Mumtazah; Wahyu Sulistiadi
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.358-362

Abstract

Latar belakang: Permasalahan remaja di Indonesia kian memarak seiring berjalannya waktu sehingga perlu adanya perhatian khusus dari segi perilaku dan kesehatan baik fisik maupun mental remaja. Sejak tahun 2003, Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) hadir sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah untuk mewadahi keresahan remaja Indonesia. Selama kurang lebih 18 tahun berdirinya program PKPR pada puskesmas di Indonesia, sistem pengelolaan program tersebut perlu dievaluasi.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang dilakukan dengan menggunakan database google scholar. Data yang diperoleh selanjutnya ditelaah, disusun, dan dibandingkan satu dengan lainnya. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa masih terdapat kendala dalam perencanaan dan pelaksanaan pada setiap indikator dari evaluasi input, proses, dan output program PKPR di puskesmas.Simpulan: Perencanaan yang matang akan mengindikasi pelaksanaan yang maksimal dalam suatu program. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk perbaikan Program PKPR pada lingkup puskesmas sehingga terwujudnya tujuan nasional bersama yakni kesehatan baik fisik maupun mental remaja di Indonesia.Kata kunci: program kesehatan; remaja; evaluasi ABSTRACT Title: Evaluation of The Care for Adolescent Health Services (PKPR) at Primary Health CareBackground: The problems of adolescents in Indonesia are increasingly prevalent over time so that special attention is needed in terms of behavior and health, both physically and mentally, of adolescents. The Care for Adolescent Health Services (PKPR) since 2003 has been present to accommodate the government's concern for Indonesian youth. For approximately 18 years since the establishment of the PKPR program at primary health care in Indonesia, the program management system needs to be evaluated.Method: The method used is a literature review conducted using the Google Scholar. The data obtained are reviewed, compiled, and compared to each other related literatureResult: The results showed that there were still problems in the planning and implementation of each indicator of the evaluation of the input, process, and output of the PKPR program at the primary health care.Conclusion: Careful planning will indicate maximum implementation in a program. The results of this evaluation are expected to be a reference for the PKPR Program at the primary health care to be even better, so that the realization of a common national goal, namely the physical-mental health of adolescents in Indonesia.Keywords: health program; adolescent; evaluation
Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan dan Aktivitas Fisik Remaja selama Transisi Pandemi Covid-19 di Kota Denpasar I Desak Ketut Dewi Satiawati Kurnianingsih; Ni Made Padma Batiari; Ni Kadek Rika Oktaviani
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.424-432

Abstract

Latar belakang: Usia remaja mengalami banyak pekembangan terutama pada preferensi makanan, kebiasaan makanan termasuk aktivitas fisik yang dapat berubah dalam berbagai kondisi termasuk saat transisi pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebiasaan makan serta aktivitas fisik remaja sekolah selama transisi pandemi COVID-19 serta mengukur hubungan antara metode belajar di sekolah dan karakteristik sosiodemografi remaja dengan kebiasaan makan dan aktivitas fisik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional yang dilakukan di Kota Denpasar dengan sampel sebanyak 120 remaja usia 10-21 tahun. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai kebiasaan makan yang diadopsi dari kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) dan pertanyaan mengenai aktivitas fisik yang diadopsi dari kuesioner PAL (Physical Activity Level). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan pada remaja antara lain adalah umur (OR=7,57; p<0,05), jenis kelamin (OR=0,39; p<0,05), pendapatan orang tua (OR= 1,83; p<0,05) dan metode belajar disekolah (OR=2,71; p<0,05), sedangkan faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja antara lain adalah jenis kelamin (OR=5,2 ; p<0,05), pendapatan orang tua (OR=5,5; p<0,05) dan metode belajar di sekolah (OR=0,9; p<0,05). Dari sebaran status gizi responden diketahui responden dengan status gizi underweight (berat badan kurang) memiliki persentase cukup tinggi yaitu sebesar 42,50%, diikuti dengan status gizi overweight (kelebihan berat badan dengan risiko) sebesar 8,33% dan Obesitas II sebanyak 3,33%. Lebih lanjut analisis dengan skoring AFHC diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan makan yang buruk (60%) serta lebih banyak melakukan aktivitas fisik yang pasif seperti seperti tidur-tiduran, duduk, mengetik/menulis maupun aktivitas pasif lainnya.Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan pada remaja antara lain umur, jenis kelamin, pendapatan orangtua, dan metode belajar di sekolah sedangkan faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja antara lain jenis kelamin, pendapatan orangtua, dan metode belajar di sekolah.Kata kunci: pandemi COVID-19, kebiasaan makan, aktivitas fisik, status gizi remajaABSTRACT Title: Factors Affecting Adolescent Eating Habits and Physical Activity during the Covid-19 Pandemic Transition in the City of DenpasarBackground: Adolescents experience many developments, especially in food preferences, food habits including physical activity which can change under various conditions, including during the transition to the COVID-19 pandemic. This study aims to determine the eating habits and physical activity of school adolescents during the COVID-19 pandemic transition and to measure the relationship between learning methods at school and the sociodemographic characteristics of adolescents with eating habits and physical activity.Method: This research is a quantitative study with a cross sectional research design conducted in Denpasar with a sample of 120 adolescents aged 10-21 years. The research instrument used a questionnaire containing questions about eating habits adopted from the Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) questionnaire and questions about physical activity adopted from the PAL (Physical Activity Level) questionnaire.Result: The results of this study indicate that the factors that influence eating habits in adolescents include age (OR=7.57; p<0.05), gender (OR=0.39; p<0.05), parental income (OR = 1.83; p<0.05) and learning methods at school (OR=2.71; p<0.05), while the factors that influence physical activity in adolescents include gender (OR=5.2; p <0.05), parents' income (OR=5.5; p<0.05) and learning methods at school (OR=0.9; p<0.05). From the distribution of the nutritional status of respondents, it is known that respondents with underweight nutritional status (underweight) have a fairly high percentage of 42.50%, followed by overweight nutritional status (overweight with risk) of 8.33% and Obesity II as much as 3. 33%. Further analysis with AFHC scoring revealed that most respondents have bad eating habits (60%) and do more passive physical activities such as sleeping, sitting, typing/writing or other passive activities.Conclusion: Factors that influence eating habit in adolescents include age, gender, parental income, and learning method at school; while factors that influence physical activity in adolescents include gender, parental income, and learning method at school.Keywords: COVID-19 pandemic; food habit; physical activity; adolescents nutrition status