cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Kerja pada Pekerja Pengangkut Sampah Kota Padang Miftahul Rahmi; Tivany Edwin; Taufiq Ihsan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.313-320

Abstract

Latar belakang: Pekerjaan pengangkutan sampah rentan terhadap kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja, dan melakukan penilaian risiko pada pekerja pengangkut sampah di Kota Padang.Metode: Identifikasi bahaya dilakukan dengan metode observasional dan juga wawancara pada 46 orang pekerja pengangkut sampah. Tingkat risiko didapatkan dengan mengalikan keparahan dan peluang terjadinya risiko.Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 13 potensi bahaya saat naik turun truk berulang kali, 11 potensi bahaya saat melempar sampah ke dalam truk, dan 12 potensi bahaya saat menyusun sampah di dalam truk. Berdasarkan hasil identifikasi faktor penyebab, didapatkan bahwa kecelakaan kerja sangat dipengaruhi oleh faktor pekerja, peralatan dan material, lingkungan kerja dan tata cara kerja. Potensi bahaya dengan risiko tinggi meliputi penyakit dan kecel-akaan lalu lintas pada kegiatan naik dan turun truk untuk mengambil sampah.Simpulan: Terdapat potensi bahaya rendah sampai tinggi dalam kegiatan pekerjaan pengangkutan sampah. Untuk itu, perlu adanya pengendalian terhadap risiko kerja pada pengangkut sampah di Kota Padang.Kata kunci: bahaya; risiko; pekerja pengangkutan sampah; kota padang ABSTRACTTitle: Hazard Identification and Occupational Risk Assessment of Solid Transport Workers in Padang CityBackground: Solid waste transport worker are prone to work accidents. This study aims to analyze the potential hazards and factors that cause work accidents, and assess the risk of solid waste transport workers in Padang city.Method: Hazard identification was carried out using observational methods and interviews with 46 waste transport workers. The level of risk is obtained by multiplying the severity and probability of the risk.Result: Result showed that there were 13 potential hazards when going up and down the truck repeatedly, 11 potential hazards when throwing garbage into the truck, and 12 potential hazards when arranging garbage in the truck. Based on the identification of the causative factors, it was found that work accidents are strongly influenced by factors of workers, equipment and materials, work environment and work procedures. Potential hazards with high risk include diseases and traffic accidents in the activity of getting on and off trucks to pick up garbage.Conclusion: There is a low to high hazard potential in waste transportation work activities. For this reason, it is necessary to control the work risks of solid waste transport workera in the Padang city.Keywords: hazard; risk; solid waste transport workers; padang city
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penderita Hipertensi dalam Melaksanakan Terapi di Puskesmas Bandarharjo Regi Aromdillah Prabawati; Bagoes Widjanarko; Priyadi Nugraha Prabamurti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.405-410

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi mempunyai tingkat mortalitas yang cukup tinggi serta mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas seseorang. Upaya untuk pengurangan resiko naiknya tekanan darah dan pengobatannya adalah dengan cara terapi hipertensi. Kepatuhan penderita merupakan faktor utama penentu keberhasilan terapi Hipertensi. Kepatuhan pengobatan pada penderita merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol agar tidak terjadi komplikasi yang berujung kematianMetode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di Puskesmas Bandarharjo. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 72 orang.Hasil: Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penderita Hipertensi dalam melaksanakan terapi sebagai berikut: Persepsi kerentanan (p-value = 0,019), Persepsi keseriusan (p-value = 0,010), dan Efikasi diri (p-value = 0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penderita Hipertensi dalam melaksanakan terapi sebagai berikut: Usia responden (p-value = 0.463), Jenis Kelamin (p-value = 0.214), Pekerjaan responden (p-value = 0.744) Tingkat Pendidikan (p-value = 0.754), Pengetahuan (p-value = 0.137), Persepsi manfaat (p-value = 0.499), Persepsi hambatan (p-value = 0.057) dan Isyarat untuk bertindak (p-value = 0.584). Kerentanan mayoritas terdapat pada kategori kerentanan tinggi, Persepsi Keseriusan mayoritas terdapat pada kategori keseriusan tinggi, dan Efikasi Diri mayoritas terdapat pada kategori efikasi diri tinggi.Simpulan: Kepatuhan penderita hipertensi dalam melaksanakan terapi berada pada kategori kepatuhan tinggi (62.5%).Kata kunci: hipertensi; kepatuhan terapi; health belief modelsABSTRACTTitle: Factors Related to Compliance with Hypertension Patients in Implementing Therapy at Bandarharjo Health CenterBackground: Hypertension has a fairly high mortality rate and affects a person's quality of life and productivity. Efforts to reduce the risk of rising blood pressure and its treatment is by means of hypertension therapy. Patient compliance is the main factor determining the success of hypertension therapy. Compliance with treatment in patients is important because hypertension is a disease that cannot be cured but must always be controlled so that complications do not occur that lead to death.Methods: The type of research used is descriptive analytic research using quantitative methods and using a cross sectional study design. The population in this study were patients with hypertension at the Bandarharjo Health Center. The sampling technique is the total population with a sample of 72 people.Results: From this study, it was found that the variables related to compliance with hypertension sufferers in carrying out therapy were as follows: Perceived vulnerability (p-value = 0.019), Perceived seriousness (p-value= 0.010), and Self-efficacy (p-value = 0.000 ). While the variables that are not related to the compliance of hypertension sufferers in carrying out therapy are as follows: Age of respondents (p-value = 0.463), Gender (p- value = 0.214), Respondent's occupation (p-value = 0.744) Education level (p-value = 0.754), Knowledge (p- value = 0.137), Perception of benefits (p-value = 0.499), Perception of barriers (p-value = 0.057) and Signals to act (p-value = 0.584). The majority of vulnerability is in the high vulnerability category, the seriousness perception is mostly in the high seriousness category, and the majority of self-efficacy is in the high self-efficacy category.Conclusion: Compliance with hypertension patients in carrying out therapy is in the category of high adherence (62.5%).Keywords: hypertension; therapeutic compliance; health belief models
Analisis Penyebab Pending Claim Berkas BPJS Kesehatan Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Airlangga Erlia Safa Maulida; Achmad Djunawan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.374-379

Abstract

Latar belakang: Klaim BPJS Kesehatan merupakan penyerahan biaya pengobatan peserta BPJS Kesehatan oleh Rumah Sakit kepada BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada BPJS Kesehatan setiap bulan. Pembiayaan kesehatan merupakan bagian terpenting dari implementasi Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan di Rumah Sakit oleh BPJS Kesehatan melalui pengajuan klaim. Namun, hasil akhir pengajuan klaim berupa status klaim layak atau status klaim tidak layak (Pending Claim), oleh karena itu tidak semua berkas yang diajukan dapat terklaimkan, sehingga status klaim dinyatakan tidak layak atau pending klaim terjadi apabila berkas klaim yang diajukan oleh Rumah Sakit belum lengkap. Tujuan penelitian ini menganalisis penyebab pending claim berkas BPJS Kesehatan pelayanan rawat inap berdasarkan pengumpulan data.Metode: Metode penelitian ini kuantitatif desain crosectional yaitu pendekatan yang berdasarkan pengumpulan data yang dapat menyajikan informasi dalam waktu yang singkat. Periode 02 Februari 2022 sampai dengan 02 Maret 2022.Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah 720 berkas pengajuan klaim pada pelayanan rawat inap RS Universitas Airlangga dengan tiga (3) status klaim yaitu, terdapat 720 berkas dengan status klaim layak, 88 berkas dengan status klaim tidak sesuai atau pending, dan 0 dengan status klaim dispute.Simpulan: Penyebab terjadinya pending klaim di Rumah Sakit Universitas Airlangga dikarenakan 4 faktor yaitu: Berkas tidak lengkap, kurang tepatnya coding, kurangnya pemeriksaan penunjang dan kurangnya eviden terapi.Kata kunci: klaim BPJS kesehatan; status klaim; penyebab pending klaimABSTRACT Title: Analysis of the Causes of Pending BPJS Health Claims on Inpatients at the Airlangga University HospitalBackground: BPJS Health claims are medical expenses for BPJS Health participants by the Hospital to BPJS Health which are carried out collectively and billed to BPJS Health every month. Health financing is the most important part of the implementation of the National Health Insurance which is held in hospitals by BPJS Health through filing claims. However, the final result of submitting a claim is in the form of a proper status or an improper claim status (Pending Claim), therefore not all files submitted can be claimed, so that the claim status is declared inappropriate or a claim pending occurs if the claim file submitted by the Hospital is incomplete. The purpose of this study was to analyze the causes of delayed claims for BPJS Health files for inpatient services based on data collection.Method: This research method is quantitative with a cross-sectional design, namely an approach based on data collection that can present information in a short time. Period 02 February 2022 to 02 March 2022.Result: The results of this study were 720 submissions for claims for inpatient services at Universitas Airlangga Hospital with three (3) claim statuses, namely, there were 720 files with proper claim status, 88 files with inappropriate or pending claim status, and 0 with claim status dispute.Conclusion: The cause of claims at the Airlangga University Hospital was due to 4 factors, namely: incomplete files, lack of precise coding, lack of examination and evidence of therapy.Keywords: BPJS health claims; claim status; causes of pending claims
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Pernapasan pada Pekerja Mebel di Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi Amalia Puji Adjani; Pura Apriadi Siregar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 1 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.1.54-59

Abstract

Latar belakang: Industri pengolahan kayu atau mebel merupakan salah satu sektor industri yang terus berkembang di Indonesia. Debu kayu yang dihasilkan dari kegiatan penggergajian dan penggilingan akan beterbangan di udara dan masuk ke dalam organ pernafasan yang dapat menimbulkan keluhan gangguan pernafasan pada pekerja. Pekerja sering mengabaikan penggunaan alat pelindung diri (APD). Kota Bekasi merupakan salah satu kota industri karena letaknya yang berbatasan langsung dengan berbagai daerah, seperti bagian barat berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta, bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pernafasan pada pekerja mebel di Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian analitik cross sectional dengan menggunakan uji Chi Square. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu menggunakan semua objek yang diteliti sebanyak 97 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,00), masa kerja (p=0,03), jam kerja (p=0,00), dan penggunaan alat pelindung diri (p=000). dengan gangguan pernapasan. Sedangkan untuk kebiasaan merokok ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan gangguan pernafasan (p=0,738).Simpulan: Ada hubungan yang bermakna antara umur, masa kerja, jam kerja, dan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan pernafasan.Kata kunci: keluhan pernapasan, APD, pekerja furnitur ABSTRACTTitle: Factors Linked to Furniture Workers' Complaints of Respiratory Disorders in Medan Satria District, Bekasi City, IndonesiaBackground: Wood processing or furniture industry is one of the industrial sectors that continues to grow in Indonesia. Wood dust resulting from sawing and grinding activities will fly in the air and enter the respiratory organs which can cause complaints of respiratory problems in workers. Workers often neglect the use of personal protective equipment (PPE). Bekasi City is one of the industrial cities because of its location which is directly adjacent to various areas, such as the western part bordering the DKI Jakarta Province, the southern part bordering the Bogor Regency. The purpose of this study was to determine the factors associated with complaints of respiratory problems among furniture workers in Medan Satria District, Bekasi City.Method: The type of research used is a cross sectional analytical research method using the Chi Square test. Sampling used the total sampling method, namely using all the objects studied and as many as 97 people. Data analysis using univariate and bivariate analysis.Result: The results showed that there was a significant relationship between age (p=0,00), year of service (p=0,03), working hours (p=0,00), and use of personal protective equipment (p=000) with respiratory disorder. As for smoking habits, it was found that there was no significant relationship between smoking habits and respiratory disorders (p=0,738).Conclusion: There is a significant relationship between age, year of service, working hours, and use of personal protective equipment and respiratory disorders.Keywords: respiratory complaints, PPE, furniture worker
Hubungan Asupan Energi, Zinc, Protein pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita 7-24 Bulan di Indonesia: Literature Review Melinda Renssca Inas; Laksmi Widajanti; Sri Achadi Nugraheni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.354-357

Abstract

Latar belakang: Berbagai penelitian telah membuktikan adanya dampak kejadian stunting pada balita terhadap status gizi ibu ketika hamil dengan asupan gizi yang tidak mencukupi kebutuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi, zinc, protein pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita 7-24 bulan di Indonesia.Metode: Penelitian ini menggunakan beberapa jurnal nasional dan kata kunci sesuai dengan topik penelitian. Variabel bebas penelitian ini adalah asupan energi, zinc, protein pada ibu hamil, sedangkan variabel terikat adalah kejadian stunting pada balita.Hasil: Hasil penelitian dari lima belas atikel yang ditemukan, enam artikel mempunyi hubungan antara hubungan asupan energi, zinc, protein  pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita.Simpulan: Terdapat hubungan asupan energi, zinc, protein  pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Semakin sedikit tingkat kecukupan protein dan zinc, maka resiko anak menjadi pendek semakin besar.Kata kunci: tingkat kecukupan energi; tingkat kecukupan protein; tingkat kecukupan zinc; stunting; balitaABSTRACTTitle: Relationship of Energy, Zinc, Protein Intake in Pregnant Women with Stunting Incidence in Toddlers 7-24 Months in Indonesia: Literature ReviewBackground : Numerous research has been proved there is a stunting effect on toddlers when the mother did not get enough nutritional intake. The purpose of this research is to find out the relationship of nutritional intake, zinc, and protein on expectant mothers with the stunting on toddlers for a range of 7-24 months in Indonesia. Methods: This research is based on the journals and keywords corresponding to the research topic. The research independent variable is energy, zinc, and protein intake in pregnant women, while the dependent variable is the stunting of toddlers.Result: Results that were found from fifteen articles, six of them showed that there is a connection between energy, zinc, and protein intake on pregnant women with stunting in toddlers. Conclusion: There is a correlation between the energy, zinc, and protein intake on expectant mothers with stunting toddlers. As the protein and zinc adequacy decreases, there is a risk that the toddler will grow up short.Keywords: energy adequacy level; protein adequacy level; zinc adequacy level; stunting; toddler
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kadar Hemoglobin pada Ibu Menyusui di Desa Selokaton Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Nurul Dewi Anggraeni; Apoina Kartini; Siti Fatimah; Dina Rahayuning Pangestuti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 1 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.1.12-19

Abstract

Latar belakang: Prevalensi anemia ibu pasca melahirkan di Indonesia cukup tinggi mencapai 45,1%, dan di Kabupaten Kendal tahun 2018 mencapai 99%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin pada ibu menyusui di Desa Selokaton, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 42 orang. Wawancara dan uji hemoglobin menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner, formulir recall 24 jam, dan HB POCT (Hemoglobin Point of Care Testing). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Sebagian besar ibu termasuk usia tidak berisiko (81%), berpendidikan lanjut (64,3%), tidak memiliki risiko KEK (95,2%), tidak memiliki paparan pestisida (97,6%), terpapar rokok (81,0%), kurang asupan zat besi (97,6%), kurang asupan vitamin C (76,2%), tidak rutin mengonsumsi TTD (85,7%), paritas ibu ≤3 (97,6). Hasil uji Pearson Product Moment menemukan tidak terdapat relevansi antara usia dengan kadar hemoglobin ibu (p=0,447). Hasil uji korelasi ­Rank Spearman menunjukkan tidak ada relevansi antara tingkat pendidikan (p=0,467), pendapatan keluarga (p=0,068), status gizi (p=0,590), paparan pestisida (p=0,808), paparan rokok (p=0,198), kecukupan asupan zat besi (p=0,082) dan kecukupan asupan vitamin C (p=0,136) dengan kadar hemoglobin ibu menyusui.Simpulan: Tidak terdapat korelasi antara usia, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, status gizi, paparan pestisida, paparan rokok, kecukupan asupan zat besi, dan kecukupan asupan vitamin C dengan kadar hemoglobin pada ibu menyusui Desa Selokaton. Terdapat kecenderungan faktor paparan rokok, kecukupan asupan zat besi dan kecukupan asupan vitamin C pada kadar hemoglobin ibu menyusui.Kata kunci: hemoglobin, karakteristik, asupan zat gizi, paparan pestisida, paparan rokok ABSTRACTTitle: Factors Affecting Hemoglobin Levels in Breastfeeding Mothers in Selokaton Village, Sukorejo District, Kendal RegencyBackground: Indonesia had 45.1% postpartum maternal anemia, while in 2018, Kendal Regency has 99%. The study sought to identify factors that affect breastfeeding mothers' hemoglobin levels in Selokaton Village, Sukorejo District, Kendal Regency.Method: This type of research is analytic and observational with a cross-sectional design using purposive sampling and a sample of 42 people. Research tools like questionnaires, 24-hour recall forms, and HB POCT (Hemoglobin Point of Care Testing) were used for interviews and hemoglobin tests. Bivariate analysis used the Pearson Product Moment correlation test and the Rank Spearman correlation test.Result: Most of the mothers were not at risk (81%), had advanced education (64.3%), did not have CED risk (95.2%), did not have exposure to pesticides (97.6%), were exposed to cigarettes (81.0%), had insufficient intake of iron (97.6%), had insufficient intake of vitamin C (76.2%), did not take iron tablets regularly (85.7%), and had maternal parity ≤3 (97.6%). The Pearson product moment test results found no relevance between age and maternal hemoglobin levels (p=0.447). Spearman's rank correlation test results showed no relevance between education level (p=0.467), family income (p=0.068), nutritional status (p=0.590), exposure to pesticides (p=0.808), exposure to cigarettes (p=0.198), adequacy of iron intake (p=0.082) and adequacy of vitamin C intake (p=0.136) with hemoglobin levels of lactating mothers.Conclusion: Age, education, family income, nutritional status, pesticide and cigarette exposure, iron and vitamin C intake, and hemoglobin levels in breastfeeding mothers in Selokaton Village are not related. Smoking, iron, and vitamin C intake affect hemoglobin levels in lactating mothers.Keywords:hemoglobin level, characteristic, nutritional intake, pesticide exposure, cigarette exposure 
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Persepsi Body Image dengan Kebiasaan Sarapan Pagi pada Remaja Putri di Surakarta Larissa Agustina Sukoco; Laksmi Widajanti; Martha Irene Kartasurya
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.307-312

Abstract

Latar Belakang: Anak usia remaja terutama remaja putri (56,9%) lebih memilih mengkonsumsi camilan dan melewatkan dua kali waktu makansebagai upaya remaja dalam mempertahankan atau menurunkan dan mengurangi berat badan serta menjaga penampilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi dan persepsi  body image dengan kebiasaan sarapan pagi pada siswi SMA Negeri 4 Surakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek berjumlah 82 siswi kelas 10 dan 11 dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan menggunakan media google form yang terdiri dari data diri responden, pengetahuan gizi dan body image, kebiasaan sarapan dengan food recall 1x24 jam.Hasil: Sebanyak 54,9% responden memiliki tingkat pengetahuan gizi cukup, 52,4% responden memiliki persepsi body image positif, 40,2% responden jarang melakukan sarapan pagi dan 87,8% memiliki IMT normal. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (r=0,17, p=0,127). Terdapat hubungan persepsi body image dengan kebiasaan sarapan (r=0.311, p=0.004). Terdapat hubungan antara persepsi body image dengan IMT (r=-0,388, p=0,002). Tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan frekuensi sarapan (r=0,177, p=0,112).Simpulan: Responden dengan persepsi body image negatif jarang melakukan sarapan pagi dan responden dengan body image positif lebih banyak yang memiliki IMT normal.Kata Kunci: pengetahuan gizi; persepsi citra tubuh; kebiasaan sarapanABSTRACTTitle: Relationship between Nutrional Knowledge and Body Image Perception with Breakfast Habits in Adolescent Girls in SurakartaBackground: Adolescents, especially adolescent girls (56.9%) prefer to consume snacks and skip two meals as a an effort to maintain or lose and reduce weight and maintain appearance. This study aims to analyze the relationship between nutritional knowledge and perception of body image with breakfast habits in students of SMA Negeri 4 Surakarta.Methods: This research is a quantitative study with a cross sectional design. The subjects were 82 students in grades 10 and 11 using purposive sampling technique. Data collection was done online using google form media which consisted of respondent's personal data, knowledge of nutrition and body image, breakfast habits with food recall 1x24 hours.Results: A total of 54.9% of respondents had sufficient knowledge of nutrition, 52.4% of respondents had a positive body image perception, 40.2% of respondents rarely had breakfast and 87.8% had a normal BMI. There was no relationship between nutritional knowledge and breakfast habits (r=0.17, p=0.127). There is a relationship between body image perception and breakfast habits (r=0.311, p=0.004). There is a relationship between body image perception and BMI (r=-0.388, p=0.002). There was no relationship between body mass index and breakfast frequency (r=0.177, p=0.112).Conclusion: Respondents with a negative body image perception rarely eat breakfast and respondents with a positive body image have a normal BMI.Keyword: nutrition knowledge; body image; breakfast habits
Strategi Pengendalian Stres Akademik di Era Pandemi COVID-19 pada Siswa Sekolah Menengah Atas (Studi Kasus Pada Siswa SMA Negeri 1 Kota Pariaman) Sri Yolami; Besar Tirto Husodo; Aditya Kusumawati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.411-417

Abstract

Latar Belakang: Stres akademik selama era pandemi COVID-19 dirasakan oleh siswa. Faktor penyebab stres akademik selama era pandemi COVID-19 yang berdampak yaitu perubahan metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengendalian stres akademik pada siswa SMA Negeri 1 Kota Pariaman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif.Metode: Metode pengambilan sampel dengan simple random sampling dan metode analisis data univariat dan bivariat. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kota Pariaman.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor stres akademik masih tinggi, kejadian stres akademik rendah, serta strategi pengendalian stres akademik baik dengan teknik Schedule Daily Relaxing Time dan Problem focused coping.Kesimpulan: Komponen pada teori Cognitive Behaviour Modification (CBM)/Cognitive Behaviour Theraphy (CBT) saling berhubungan satu dengan yang lain dalam mempengaruhi startegi pengendalian stres akademik pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kota Pariaman, meskipun tidak semuanya saling berhubungan secara statistic. Peneliti menyarankan kepada guru untuk memberikan sesi refreshment dan waktu interaksi sharing untuk berbagi cerita antara guru dan siswa untuk mengurangi tingkat stres akademik di era pandemi COVID-19 pada siswa.Kata kunci: remaja; stres akademik; coping stresABSTRACTTitle: Academic Stress Control Strategy in High School Students (Case Study in SMA Negeri 1 Pariaman City Students)Background: Academic stress during the COVID-19 pandemic era was felt by students. Factors causing academic stress during the COVID-19 pandemic era that have an impact are changes in learning methods. This study aims to determine how the academic stress control strategy in SMA Negeri 1 Pariaman City students. This research is a quantitative research with a descriptive quantitative approach.Methods: Sampling method using simple random sampling and univariate and bivariate data analysis methods. The sample in this study was class XII students of SMA Negeri 1 Kota Pariaman.Results: The results showed that the academic stress factor was still high, the incidence of academic stress was low, and the academic stress control strategy was good with Schedule Daily Relaxing Time and Problem focused coping techniques.Conclusion: The components of the Cognitive Behavior Modification (CBM)/Cognitive Behavior Theraphy (CBT) theory are related to each other in influencing academic stress control strategies for class XII students of SMA Negeri 1 Kota Pariaman, although not all of them are statistically related. Researchers suggest teachers to provide refreshment sessions and sharing interaction time to share stories between teachers and students to reduce academic stress levels in the era of the COVID-19 pandemic for students.Keywords: teenager; academic stress; coping stress
Analisa Perilaku Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Santri di Pondok Pesantren Daarul Quran, Karangawen, Kabupaten Demak Desi Susilo Putri; Priyadi Nugraha Prabamurti; Besar Tirto Husodo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.380-386

Abstract

Latar belakang: Belum adanya sosialisasi baik dalam bentuk media informasi maupun penyuluhan mengenai nyeri punggung bawah di pondok membuat santri memiliki pengetahuan yang relatif sedikit. Sari (2016) menjelaskan bahwa hal utama yang harus dilakukan dalam mencegah nyeri punggung bawah adalah melakukan olahraga dan peregangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan nyeri punggung bawah pada santri.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah santri Pondok Pesantren Daarul Quran sebanyak 113 santri dengan sampel total sampling. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square dengan signifikansi 5%Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden sudah menerapkan praktik pencegahan nyeri punggung bawah dengan baik. Sebanyak 61% responden merupakan remaja awal, 43% berbadan kurus, dan 73% perempuan. Mayoritas responden berpengetahuan baik (54.9%), sikap yang mendukung (59.3%), guru yang mendukung (59.3%), teman yang mendukung (61.1%), instansi yang mendukung (66.4%), terdapat informasi (69%), dan terdapat sarana prasarana (52.2%). Variabel usia (p=0.029), pengetahuan (p=0.021), sikap (p=0.019), dukungan guru (p=0.04), dukungan teman (p=0.046), kebijakan instansi (p=0.025), ketersediaan informasi (p=0.049), ketersediaan sarana prasarana (p=0.021), ada hubungan antara variabel usia hingga sarana prasarana dengan perilaku pencegahan nyeri punggung bawah.Simpulan: Praktik responden dengan kategori baik dalam upaya pencegahan nyeri punggung bawah sebesar 59.3%, yang didukung oleh variabel usia, pengetahuan, sikap, dukungan guru, dukungan teman, kebijakan instansi, ketersediaan informasi, dan ketersediaan sarana prasarana. Perilaku santri yang masih harus diperhatikan adalah kebiasaan melakukan olahraga santri yang masih rendah.Kata kunci: pondok pesantren; pencegahan nyeri punggung bawah; santri ABSTRACTTitle: Behavioral Analysis of Lower Back Pain Prevention in Santri at Daarul Quran Islamic Boarding School, Karangawen, Demak RegencyBackground: The absence of socialization either in the form of information media or counseling about low back pain in boarding schools makes students have relatively little knowledge. Sari (2016) explained that the main thing to do in preventing low back pain is to do sports and stretch. The purpose of this study was to determine the factors associated with the prevention of low back pain in students. Method: This research is an analytical survey research with a cross sectional approach. The research population was the students of the Daarul Quran Islamic Boarding School as many as 113 students with a total sample of sampling. Data collection using a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with Chi-square test with a significance of 5%Result: The results showed that 59% of respondents had implemented good low back pain prevention practices. As many as 61% of respondents are early teens, 43% are thin, and 73% are women. The majority of respondents have good knowledge (54.9%), supportive attitude (59.3%), supportive teachers (59.3%), supportive friends (61.1%), supportive institutions (66.4%), there is information (69%), and there are infrastructure (52.2%). Variables age (p=0.029), knowledge (p=0.021), attitude (p=0.019), teacher support (p=0.04), friend support (p=0.046), agency policy (p=0.025), availability of information (p = 0.049), the availability of infrastructure (p = 0.021), there is a relationship between the variables of age and infrastructure with the behavior of preventing low back pain.Conclusion: The practice of respondents with good categories in efforts to prevent low back pain was 59.3%, which was supported by variables of age, knowledge, attitudes, teacher support, friend support, agency policies, availability of information, and availability of infrastructure. The behavior of students that still must be considered is the habit of doing sports by students who are still low.Keywords: boarding school; prevention of low back pain; students
Perilaku Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil yang Mengalami Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Bener Kabupaten Purworejo Maria Cynthia Bella Wijayanti; Bagoes Widjanarko; Ratih Indraswari
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.321-328

Abstract

Latar belakang: Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami anemia disebabkan adanya hemodilusi. Kabupaten Purworejo menjadi Kabupaten dengan cakupan pemberian TTD paling rendah di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2019. Kecamatan Bener menjadi kecamatan dengan anemia ibu hamil tertinggi di Kabupaten Purworejo pada tahun 2020. Penanggulangan dan pengobatan ibu hamil yang mengalami anemia dilakukan dengan mengonsumsi TTD. Kepatuhan ibu hamil yang mengalami anemia dalam mengonsumsi TTD menjadi kunci keberhasilan pengobatan. Puskesmas Bener sebagai distributor TTD tidak dapat menjamin kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil dengan anemia. Puskesmas Bener telah melakukan KIE berupa edukasi oleh konselor, kelas ibu hamil serta pemasangan poster di ruang tunggu pasien.  Penelitian ini menggunakan teori Health Belief Model sebagai dasar analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil yang mengalami anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Bener.Metode: Penelitian menggunakan desain peneltiian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total populasi dengan jumlah sampel 54 ibu hamil yang mengalami anemia. Penelitian dilakukan dari bulan April – Juni 2022 dan dianalisis dengan uji hubungan spearman’s rho.Hasil: Mayoritas responden patuh mengonsumsi TTD (92,6%). Hasil uji menunjukkan variabel yang memengaruhi kepatuhan konsumsi TTD ialah perceived severity (p-value 0,006), perceived barriers (p-value 0,001), self-efficacy (p-value 0,001) dan cues to action (p-value 0,004). Variabel perceived susceptibility (p-value 0,417) dan perceived benefit (p-value 0,262) tidak memengaruhi kepatuhan konsumsi TTD pada ibu hamil yang mengalami anemia.Simpulan: Perceived severity, perceived barriers, self-efficacy dan cues to action menjadi variabel yang berpengaruh terhadap kepatuhan TTD pada ibu hamil yang mengalami anemia.Kata kunci: kepatuhan; tablet tambah darah; ibu hamil; anemia; health belief modelABSTRACTTitle: Compliance Behavior of Blood Supplementation Tablets in Pregnant Women with Anemia in the Work Area of Bener Health Center, Purworejo RegencyBackgorund: Pregnant women are one of the groups that are prone to anemia due to hemodilution. Purworejo Regency became the Regency with the lowest coverage of giving iron tablets in Central Java Province in 2019. Bener District became the sub-district with the highest anemia for pregnant women in Purworejo Regency in 2020. Management and treatment of pregnant women with anemia is done by consuming iron tablets. Compliance of pregnant women with anemia in taking iron tablets is the key to successful treatment. Bener Health Center as a distributor of iron tablets cannot guarantee compliance with iron supplements consumption for pregnant women with anemia. The Bener Health Center has carried out IEC in the form of education by counselors, classes for pregnant women and posters in the patient waiting room. This study uses the Health Belief Model theory as the basis for analyzing the factors that influence adherence to iron tablets consumption in pregnant women with anemia in the Bener Health Center Work Area.Methods: The study used a cross sectional research design. The sampling technique used was the total population of 54 pregnant women with anemia. The study was conducted from April to June 2022 and analyzed by using the Spearman's Rho test.Results: The majority of respondents complied with taking blood-added tablets (92.6%). The test results show that the variables that affect compliance with blood-added tablets are perceived severity (p-value 0.006), perceived barriers (p-value 0.001), self-efficacy (p-value 0.001) and cues to action (p-value 0.004). The variables perceived susceptibility (p-value 0.417) and perceived benefit (p-value 0.262) did not affect the compliance of blood-added tablet consumption in pregnant women with anemia.Conclusion: perceived severity, perceived barriers, self-efficacy and cues to action are variables that affect adherence to blood-added tablets in pregnant women with anemia.Keywords: compliance; iron tablets; pregnant woman; anemia; health belief model