cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Peran Ibu Pekerja Dalam Memberikan Pendidikan Seksualitas Pada Anak Usia Dini Frida Kusumaningtyas; Priyadi Nugraha Prabamurti; Aditya Kusumawati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 1 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.1.20-27

Abstract

Latar belakang: Pendidikan seksualitas bukan hanya mempelajari tentang aspek biologi atau sosial tetapi menyangkut masalah psikologis, budaya, moral, etika dan hukum. Pendidikan seksualitas tidak hanya memberikan informasi tentang seksualitas tetapi juga menumbuhkan sikap, perilaku positif, dan refleksi kritis terhadap pegalaman individu. Peran ibu sangat penting untuk mengenalkan pendidikan seksualitas sejak dini untuk anaknya.Metode: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan metode kuantitatif dan desain studi cross-sectional. Populasi sebanyak 487 karyawati yang bekerja di PT Phapros Tbk yang diambil denganteknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel 98. Analisis data dilakukan dengan uji statistik univariat dan bivariat dengan uji chi square (α =5%).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kerentanan mayoritas terdapat pada kategori kerentanan baik, persepsi keseriusan mayoritas terdapat pada kategori keseriusan baik, persepsi manfaat mayoritas terdapat pada kategori manfaat tinggi, persepsi hambatan mayoritas terdapat pada kategori hambatan tinggi, dan efikasi diri mayoritas terdapat pada kategori efikasi diri tinggi. Ada hubungan antara persepsi kerentanan (p-value = 0.045), persepsi keseriusan responden (p-value = 0.30), persepsi manfaat (p-value = 0.031), persepsi hambatan (p-value = 0.000), dan efikasi diri (p-value = 0.001) dengan peran ibu pekerja dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini. Sedangkan usia responden (p-value = 0.565), pendidikan responden (p-value = 0.155), pekerjaan responden (p-value = 0.054), pengetahuan (p-value = 0.103), dan isyarat untuk bertindak (p-value = 0.254) tidak berhubungan dengan peran ibu pekerja dalam memberikan Pendidikan seksualitas pada anak usia dini.Simpulan: Peran ibu pekerja dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini berada pada kategori tinggi.Kata kunci: pendidikan seksualitas, ibu pekerja, health belief model ABSTRACTTitle: The Role of Working Mothers in Providing Sexuality Education in Early ChildhoodBackground: Sexuality education covers biological, social, psychological, cultural, moral, ethical, and legal issues. Sexuality education promotes positive attitudes, behaviors, and self-reflection. Early sexuality education is crucial for mothers.  Method: This type of research is descriptive-analytic with quantitative methods and a cross-sectional study design. The population of 487 female employees at PT Phapros Tbk was sampled with 98 using the purposive sampling technique. The data was analyzed using univariate and bivariate statistical tests, as well as the chi square test (= 5%).  Result: The results showed that the majority of perceptions of vulnerability were in the "good vulnerability" category, the majority of perceptions of seriousness were in the "good seriousness" category, the majority of perceived benefits were in the "high benefit" category, the majority of perceived obstacles were in the "high obstacle" category, and the majority of self-efficacy was in the "high self-efficacy" category. There is a relationship between perceptions of vulnerability (p-value = 0.045), respondents' perceptions of seriousness (p-value = 0.30), perceived benefits (p-value = 0.031), perceived obstacles (p-value = 0.000), and self-efficacy (p-value = 0.001) with the role of working mothers in providing sexuality education to early childhood. While the respondent's age (p-value = 0.565), respondent's education (p-value = 0.155), respondent's occupation (p-value = 0.054), knowledge (p-value = 0.103), and cues to act (p-value = 0.254) are not related to the role of working mothers in providing sexuality education in early childhood.Conclusion: Working mothers play an important role in providing sexuality education to young children. Keywords: sexuality education, working mother, health belief model
Kajian Sistematis Faktor-Faktor Risiko Hipertensi pada Lansia Angga Cipto Utomo; Chahya Kharin Herbawani
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 5 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.5.347-353

Abstract

Latar Belakang: Seiring dengan berkembangnya peradaban, maka terjadi pula transisi epidemiologi dari waktu ke waktu, di mana saat ini Indonesia sedang mengalami tahap the age of triple health burden. Tahap tersebut menggambarkan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi beban ganda karena penyakit tidak menular. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 1 dari setiap 3 orang di dunia terdiagnosis penyakit hipertensi. Tinjauan pustaka ini ditujukan untuk mengetahui faktor risiko hipertensi pada lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Strategi yang digunakan adalah mencari artikel penelitian menggunakan laman pencarian Google Scholar, GARUDA, dan PubMed untuk mengidentifikasi artikel yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Artikel yang telah didapatkan dipublikasi antara tahun 2010―2020. Sebagian besar desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dan case-control.Hasil: Kejadian hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, seperti kurangnya melakukan aktivitas fisik, konsumsi garam berlebih, pola makan yang tidak sehat dan teratur, dan obesitas.Simpulan: Terdapat banyak faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian hipertensi pada lansia. Ada faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dan segera memeriksakan ke pelayanan kesehatan jika dirasakan timbulnya gejala hipertensi.Kata kunci: kajian sistematis; faktor risiko; hipertensi; lansia ABSTRACTTitle: A Systematic Review of Risk Factors Hypertension in The ElderlyBackground: Along with the development of civilization, there has also been an epidemiological transition from time to time, during which Indonesia is currently experiencing the age of triple health burden. This phase illustrates that Indonesia is currently facing a double burden due to non-communicable diseases. According to data from the World Health Organization (WHO) in 2015 showed around 1.13 billion people or 1 in 3 people in the world diagnosed with hypertension. This systematic review is intended to determine the risk factors for hypertension in the elderly.Method: This study uses a systematic review method. The strategy used is to search for research articles using the Google Scholar, GARUDA, and PubMed search pages to identify articles related to the research objectives. Articles that have been obtained were published between 2010-2020. Most of the research designs used are cross-sectional and case-control. Result: The incidence of hypertension is influenced by several risk factors, such as lack of physical activity, excessive salt consumption, unhealthy and regular eating patterns, and obesity. Conclusion: There are many risk factors that can influence the incidence of hypertension in the elderly. There are risk factors that can be changed and risk factors that cannot be changed. It is expected that the community can adopt a healthy lifestyle and immediately check into health services if hypertension symptoms are felt.Keywords: risk factors; hearing loss; workers
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Desa Baet Lampuot Aceh Besar Aditya Candra; Tahara Dilla Santi; M. Yani; Devy Surya Mawaddah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 21, No 6 (2022): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.21.6.418-423

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ≥140/90 mmhg. Faktor resiko hipertensi dibagi menjadi 2 kelompok yaitu yang dapat dirubah seperti merokok, konsumsi garam berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stress dan tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, dan genetik). Hipertensi dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes dan stroke. Penanganan hipertensi meliputi farmakologi dengan obat antihipertensi dan non farmakologi dengan menjalani gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di desa Baet Lampuot.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, teknik sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik accidental sampling. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan chi square analisis.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara umur responden dengan risiko terjadinya hipertensi dengan p value 0,026 dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin responden dengan risiko terjadinya hipertensi dengan p value 0,024.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan jenis kelamin terhadap kejadian hipertensi di desa Baet Lampuot.Kata Kunci : hipertensi; usia; jenis kelamin ABSTRACTTitle: Factors Associated with the Incidence of Hypertension in Baet Lampuot Village Aceh BesarBackground: Hypertension is a blood circulation system disorder that results in an increase in blood pressure above the normal value or blood pressure of 140/90 mmHg. Risk factors for hypertension are divided into 2 groups, namely modifiable (smoking, excessive salt consumption, obesity, lack of physical activity, and stress) and non-modifiable (age, gender, and genetics). Hypertension can cause several complications such as heart disease, kidney failure, diabetes, and stroke. Handling hypertension includes pharmacology with antihypertensive drugs and non-pharmacological by living a healthy lifestyle. This study aimed to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the community in Baet Lampuot village. Methods: Quantitative research with a cross sectional approach, sampling technique using non-probability sampling with accidental sampling technique. Data analysis used frequency distribution and chi square analysis. Results: Based on the results of the study, there was a relationship between the respondent's age and the risk of hypertension with a p value of 0.026 and there was a significant relationship between the sex of the respondent and the risk of hypertension with a p value of 0.024. Conclusion: There is a significant relationship between age and gender on the incidence of hypertension in Baet Lampuot desa village.Keywords: hypertension; age; gender
Implementasi "Pojok Vaksin" Dalam Rangka Upaya Percepatan Program Vaksinasi di Indonesia Sukrisno Sukrisno
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 2 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.2.76-81

Abstract

Latar belakang: COVID-19 terdeteksi sejak Desember 2019 lalu pada 11 Maret 2020, WHO meningkatkan status wabah COVID-19 dari epidemi menjadi pandemi, yang kini menyebar secara global dengan kecepatan tinggi. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19 ini adalah dengan cara mempercepat pelaksanaan vaksinasi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan observasi dari beberapa literatur. Analisis dilakukan untuk menentukan skema model yang tepat untuk percepatan vaksinasi di Indonesia. Hasil: Berdasarkan analisis, terdapat 3 (tiga) skema vaksin yang akan diuraikan dan dijelaskan dalam pembahasan ini. Pojok Vaksin Indoor Kelas 1, yaitu pojok vaksin yang ditempatkan di setiap kecamatan dengan fasilitas kesehatan penunjang dari Puskesmas/Klinik Kesehatan Rujukan. Pojok Vaksin Indoor Kelas 2, yaitu pojok vaksin yang ditempatkan di setiap desa. Terakhir, Outdoor Pojok Vaksin bagi lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan.Simpulan: Pemerintah Indonesia telah mencanangkan kebijakan program prioritas nasional vaksinasi kepada seluruh elemen masyarakat dan saat ini terdapat 3 (tiga) gagasan model skema vaksin yang sedang dikembangkan.
Tantangan Implementasi Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Berdasarkan Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Kinerja Melalui Pendekatan Transformasi Sistem Kesehatan Djembar Wibowo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 2 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.2.82-88

Abstract

Latar belakang: Kementerian Kesehatan melakukan upaya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pusat dengan daerah yang dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023, mengamanatkan proses penganggaran berbasis kinerja (performance based budgeting). Penelitian ini bertujuan merumuskan bentuk rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran dalam rangka menyelesaikan persoalan tantangan yang dihadapi dalam implementasi hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) berbasis kinerja dengan menggunakan pola tatanan baru yaitu Transformasi Sistem Kesehatan.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional, menggunakan variabel antara kesesuaian hasil perencanaan dan penganggaran pusat-daerah dengan pencapaian kinerja daerah berbasis transformasi sistem kesehatan. Prosedur pelaksanaan Musrenbangda menggunakan FGD yang melibatkan Tim Perencana Program.Hasil: Berdasarkan Musrenbangda Bidang Kesehatan, konteks operasional penyusunan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja di dalam pola tatanan yang baru, yaitu Transformasi Sistem Pelayanan Kesehatan, perlu menetapkan strategi pembangunan kesehatan berbasiskan pada: 1) Tenaga Kesehatan yang mau dan mampu berpikir tentang perilaku sehat, 2) Institusi Kesehatan yang mau dan mampu menerapkan semua standart yang telah ditetapkan Pemerintah, baik di dalam Undang-Undang atau Peraturan Menteri, termasuk kepatuhan terhadap SOP, 3) Konsep Pengambilan Keputusan bagi Pemda yang berkaitan dengan permasalahan kesehatan dengan berpedoman pada peningkatan akses yankes yang merata dan berkesinambungan, 4) Masyarakat sebagai subjek sekaligus objek pembangunan kesehatan, harus mau, mampu dan dapat bersikap sebagai agent of change, di dalam kelompok terkecilnya yaitu keluarga bahkan sampai ke individunya.Simpulan: Kementerian Kesehatan berkomitmen penuh untuk mempersiapkan dan memetakan seluruh sasaran hasil dari Musrenbangda bidang kesehatan untuk menetapkan isu strategis dan prioritas pembangunan kesehatan yang sesuai dengan perencanaan serta penganggaran pusat - daerah berbasis kinerja.Kata kunci: musrenbangda, perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, transformasi sistem kesehatan ABSTRACT Title: The Challenges of Implementing the Results of Regional Development Planning Forum "Musrenbangda" Based on Performance-Based Planning and Budgeting Through the Health System Transformation Approach Background: The 2023 Government Work Plan requires performance-based budgeting by the Ministry of Health to harmonize central and regional planning and budgeting. This study aims to provide accurate policy recommendations to address the challenges of implementing the performance-based Regional Development Planning Forum "Musrenbangda" results using a new order pattern, Health System Transformation. Method: Descriptive observational research comparing central-regional planning and budgeting results with regional performance based on health system change."Musrenbangda" implementation uses FGDs with the Program Planning Team. Result: The results of the "Musrenbangda" in the health sector require the establishment of a health development strategy based on: 1) health workers who are willing and able to think about healthy behavior simultaneously, 2) Health institutions that are willing and competent to implement all government requirements, including laws, ministerial rules, and SOPs, 3) Regional government health decision-making based on equitable and sustainable health service access 4) Communities, as subjects and objects of health development, must be willing.Conclusion:The Ministry of Health is committed to preparing and mapping out all "Musrenbangda" health sector outcomes to define strategic concerns and goals for health development in accordance with performance-based central and regional planning and budgeting. Keywords: musrenbangda, performance-based planning and budgeting, health system transformation
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Keselamatan Berkendara (Safety Riding) pada Siswa SMA X Kota Bontang Farah Dwinanda Oktavianti; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 2 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.2.114-119

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok umur yang sering mengalami kecelakaan lalu lintas. Menurut Data Kementerian Perhubungan tahun 2020, angka kecelakaan lalu lintas banyak terjadi pada tingkat pendidikan SMA. Menurut data yang diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kota Bontang, 30% kecelakaan lalu lintas melibatkan pelajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada siswa SMA X Kota Bontang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 216 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 67 siswa kelas XII dengan instrumen penelitian berupa angket dan diisi melalui Google Form. Pengambilan sampel ditentukan berdasarkan siswa kelas XII yang memberikan respon. Analisis data penelitian ini dengan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59,7% dari total responden memiliki perilaku keselamatan berkendara (safety riding) yang tidak aman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara sikap (p=0,017), perlengkapan berkendara (p=0,006) dan dukungan lingkungan sosial (p=0,001) terhadap perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada siswa SMA X Kota Bontang. Namun, tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,570) dan kondisi kendaraan (p=0,142) terhadap perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada siswa SMA X Kota Bontang.Simpulan: Dari keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara (safety riding) pada siswa SMA X Kota Bontang adalah sikap, perlengkapan berkendara dan dukungan lingkungan sosial.Kata kunci: perilaku; keselamatan berkendara; siswa; kecelakaan lalu lintas Title: Factors Related to Safety Riding Behaviour in High School X BontangBackground: Teenagers are the age group that often experience traffic accidents. According to data from the Ministry of Transportation for 2020, the number of traffic accidents occurs at the high school education level. According to data published by the Bontang City Police Traffic Unit, 30% of traffic accidents involve students. The purpose of this study was to analyze several factors related to safety driving behavior in students of SMA X Bontang City.Method: This research is a quantitative research with the type of analytic observational research with a cross sectional study approach. The population in this study were 216 students. The sample used was 67 class XII students with a research instrument in the form of a questionnaire and filled in via the Google Form. Sampling was determined based on class XII students who gave a response. Analysis of the research data with univariate and bivariate using the chi-square test.Result: The results showed that 59.7% of the total respondents had unsafe safety driving behavior. The results showed that there was a relationship between attitude (p=0.017), riding equipment (p=0.006) and social environmental support (p=0.001) on safety driving behavior in students of SMA X Bontang City. However, there is no relationship between knowledge (p=0.570) and vehicle condition (p=0.142) on safety driving behavior in students of SMA X Bontang City.Conclusion: From the overall results of the study it can be concluded that the factors related to safety driving behavior (safety riding) in SMA X students in Bontang City are attitude, driving equipment and social environmental support.Keywords: behavior; safety riding; students; traffic accidents
Efektivitas Penyelenggaraan Kebijakan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama Fatimah Umar; Eka Yunila Fatmasari; Putri Asmita Wigati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 4 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.4.228-237

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks dan payudara menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada perempuan di Indonesia dengan angka kematian yang tinggi. Kebijakan deteksi dini kanker serviks dan payudara melalui pemeriksaan IVA dan SADANIS merupakan upaya dari pemerintah untuk menanggulangi penyakit ini. Kota Jakarta Selatan merupakan salah kota dengan temuan IVA positif tertinggi dan tumor/benjolan payudara yang tinggi. Cakupan pemeriksaan IVA dan SADANIS di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama pada tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya 4,5% Wanita Usia Subur yang melakukan deteksi dini dengan IVA dan SADANIS. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan kebijakan deteksi dini kanker serviks dan payudara belum berjalan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penyelenggaraan kebijakan deteksi dini kanker serviks dan payudara di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 3 informan utama dan 4 informan triangulasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara mendalam.Hasil: Penyelenggaraan kebijakan deteksi dini kanker serviks dan payudara belum berjalan dengan efektif ditunjukkan dari penyebarluasan informasi yang belum rutin dilakukan, rendahnya kesadaran WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara di fasilitas kesehatan, serta pembinaan dan monev yang belum maksimal.Simpulan: Masih terdapat hambatan dalam aspek penyebarluasan informasi, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana.Kata kunci: implementasi; kebijakan deteksi dini; kanker serviks; kanker payudara; IVA; SADANIS Title: The Effectiveness of Early Detection Policy for Cervical and Breast Cancer in Kebayoran Lama District Health CenterBackground: Cervical and breast cancer is one of the main health problems for women in Indonesia with a high mortality rate. The policy of early detection of cervical and breast cancer through VIA and CBE is an effort by the government to tackle this disease. The city of South Jakarta is one of the cities with the highest positive IVA findings and high tumors/breast lumps. The coverage of VIA and CBE at the Kebayoran Lama District Health Center in 2022 shows that only 4.5% of Women of Reproductive Age carry out early detection with VIA and CBE. This shows that the implementation of policies for early detection of cervical and breast cancer has not run optimally. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of implementing policies for early detection of cervical and breast cancer at the Kebayoran Lama District Health Center.Method: This type of research is a qualitative research through in-depth interviews. The selection of research subjects was carried out by using purposive sampling technique. The research subjects consisted of 3 main informants and 4 triangulation informants. The instrument used is an in-depth interview guide.Result: The implementation of early detection policies for cervical and breast cancer has not run effectively as shown by the dissemination of information that has not been routinely carried out, the low awareness of WRA to carry out early detection of cervical and breast cancer in health facilities, as well as training and monitoring and evaluation that have not been maximized.Conclusion: There are still obstacles in the aspect of information dissemination, human resources, and facilities and infrastructure.Keywords: implementation; screening policy; cervical cancer; breast cancer; visual inspection with acetic acid (VIA); clinical breast exam (CBE)
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Kejadian Stroke di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh Tahun 2023 Alfian Ubaidillah Gustian; Satria Safirza; Mursyida Mursyida
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 4 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.4.266-270

Abstract

Latar belakang: Prevalensi stroke di Indonesia mencapai 7% pada tahun 2013 dan meningkat menjadi 10,9% pada tahun 2018. Prevalensi stroke di Provinsi Aceh tahun 2013 sebesar 6,6% dan mengalami peningkatan 7,8% di tahun 2018. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa jumlah kasus stroke tahun 2022 mencapai 268 penderita. Sedang jumlah kasus diabetes melitus mencapai 441 penderita pada tahun yang sama. Diabetes melitus dapat menyebabkan stroke iskemik dengan adanya proses aterosklerosis. Sekitar 30% pasien dengan aterosklerosis otak terbukti menderita diabetes. Tingginya gula darah, apabila dibiarkan secara terus menerus dapat membuat lemak di pembuluh darah semakin lama semakin banyak sehingga meningkatkan risiko penyakit stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel 35 responden. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah pasien stroke iskemik dan hemoragik diruang rawat inap RSUD Meuraxa Aceh pada tahun 2023. Variabel independen pada penelitian ini adalah kadar gula darah sewaktu sedangkan variabel dependen adalah kejadian stroke. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2023 di ruang rawat inap RSUD Meuraxa Aceh. Data penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Analisis chi-square mendapatkan bahwa kadar gula darah sewaktu dengan kejadian stroke dengan nilai p-value 0.769 dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara hubungan kadar gula darah sewaktu dengan kejadian stroke. Simpulan: Kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan kadar gula darah sewaktu dengan kejadian stroke. Peneliti lebih lanjut diharapkan menambahkan jumlah sampel dan menggunakan metode yang lebih baik untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.Kata kunci: stroke, hiperglikemia, kadar gula darah sewaktu Title: Relationship between Blood Sugar Levels and Stroke Incidence at Meuraxa Hospital in Banda Aceh in 2023Background: The incidence of stroke in Indonesia increased from 7% in 2013 to 10.9% in 2018. In Aceh Province, the prevalence of stroke in 2013 was 6.6% and increased by 7.7% in 2018. According to information from the General Hospital Regional Hospital (RSUD) in Meuraxa, the number of cases of stroke will reach 268 in 2022. While the number of people diagnosed with diabetes mellitus reached 441 in the same year. In the presence of atherosclerosis, diabetes mellitus can induce ischemic stroke. Diabetes is confirmed in approximately 30% of patients with atherosclerosis of the brain. If allowed to persist, high blood sugar can cause fat to accumulate in the blood vessels, thereby increasing the risk of stroke.Method: This study employed a cross-sectional design with a sample size of 35 participants. This study's sample criteria included ischemic and hemorrhagic stroke patients admitted to the Meuraxa Aceh Hospital in 2023. In this study, transient blood sugar levels were the independent variable, while the incidence of stroke was the dependent variable. This study was conducted in the hospital's inpatient wards between May and June of 2023. Using the chi-square test, research data were analyzed.Result: A chi-squared analysis found that blood sugar levels during stroke had a p-value of 0.769, which could mean that there was no significant relationship between blood sugar levels during stroke and stroke events.Conclusion: The conclusion is that there is no relationship between blood sugar levels at the time of stroke. Further research is expected to increase the number of samples and use better methods to get maximum results.Keywords: stroke, hyperglycemia, current blood sugar levels
Pengaruh Motivasi Kerja, Hubungan Interpersonal, dan Burnout (Kejenuhan Kerja) Terhadap Kepuasan Kerja Guru Tunagrahita di SLB Negeri Semarang Korinne Shabira Bryantami; Ekawati Ekawati; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.183-188

Abstract

Latar belakang: Kepuasan kerja didefinisikan sebagai sikap positif terhadap pekerjaan seseorang yang berasal dari aspek penilaian baik dan buruk dari pekerjaan serta bagaimana pengaruhnya terhadap mereka, sehingga menghasilkan penilaian atau kepuasan tersendiri. Hal ini dapat berasal dari faktor hasil pekerjaan, pengakuan pimpinan atas pekerjaan yang dilakukan, kompensasi, pengembangan diri, dan hubungan interpersonal kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, hubungan interpersonal, dan burnout (kejenuhan kerja) terhadap kepuasan kerja guru tunagrahita di SLB Negeri Semarang.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan studi cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 40 responden guru tunagrahita. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja (sig. 0,000). Hubungan interpersonal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja (sig. 0,447). Burnout tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja (sig. 0,293).Simpulan: Kesimpulan penelitian ini ketiga variabel tersebut berkontribusi terhadap variabel kepuasan kerja sebesar 52,4%, sedangkan sisanya sebesar 47,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: kepuasan kerja; motivasi kerja; hubungan interpersonal; burnoutTitle: The Influence of Work Motivation, Interpersonal Relationships, and Burnout (Job Saturation) on Job Satisfaction of Teachers with Disabilities in Semarang State SLBBackground: Job satisfaction is defined as a positive attitude towards one's job that comes from aspects of assessing the good and bad of the job and how it affects them, resulting in their assessment or satisfaction. This can come from factors of work results, leadership recognition of the work done, compensation, self-development, and work interpersonal relationships. The purpose of this study was to determine the effect of work motivation, interpersonal relationships, and burnout on job satisfaction of tunagrahita teachers in SLB Negeri Semarang.Method: This research is a quantitative type with a cross-sectional study approach. Sampling using a total sampling method of as many as 40 respondents of tunagrahita teachers. The research instrument used was a questionnaire.Result: The results showed that work motivation has a significant effect on job satisfaction (sig. 0.000). Interpersonal relationships do not significantly affect job satisfaction (sig. 0.447). Burnout has no significant effect on job satisfaction (sig. 0.293).Conclusion: The conclusion of this study is that the three variables contribute to the job satisfaction variable by 52.4%, while the remaining 47.6% is influenced by other variables not examined in this study.Keywords: job satisfaction; work motivation; interpersonal relationships; burnout
Identifikasi Kualitas Hidup Pasien Pasca Laparatomi di RSUD Meuraxa Banda Aceh Tahun 2022 Sy. Oksen Timal Husnah; Hendro Mustaqim; Fauziah Hayati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.164-168

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) kualitas hidup (Quality of Life) merupakan persepsi individu dalam hidupnya yang ditinjau dari konsteks budaya, perilaku dan sistem nilai dimana mereka tinggal dan berhubungan dengan standar hidup, harapan, kesenangan, dan penilaian individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan. Menurut data World Health Organization (WHO) jumlah pasien yang menjalani operasi telah meningkat secara signifikan. Pada tahun 2017 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, dan pada tahun 2019 diperkirakan meningkat menjadi 148 juta jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien pasca laparatomi di RSUD Meuraxa Banda Aceh pada tahun 2022.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan tindakan pasca Laparatomi di poliklinik bedah RSUD Meuraxa Banda Aceh pada tahun 2022 dengan menggunakan Teknik Totally Sampling. Penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2022 dengan menggunakan analisa data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan distribusi deskriptif dengan menggunakan program SPSS dan menggunakan uji kualitatif.Hasil: Didapatkan sebanyak (55,6%) usia 20-44 kategori dewasa, (55,6%) dengan jenis kelamin laki-laki, (44,4%) dengan diagnosa acute appendicitis, dan sebanyak (61,1%) dengan lama rawatan 3 hari. Sebanyak (11,1%) pasien yang memiliki kualitas hidup buruk. Rata-rata kesehatan  fisik dan mental adalah ≥50 dikatakan baik.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup pasien pacsa laparatomi di RSUD Meuraxa Banda Aceh tahun 2022 adalah baik.Kata kunci: kualitas hidup; pasien pasca laparatomi Title: Identification of Quality of Life of Post Laparotomy Patients at Meuraxa Hospital Banda Aceh in 2022Background: According to the World Health Organization (WHO) quality of life (Quality of Life) is an individual's perception of life in terms of the cultural context, behavior and value systems in which they live and relates to living standards, expectations, pleasures, and individual assessments of their position in life, according to data from the World Health Organization (WHO) the number of patients with surgery reached a very significant increase. In 2017 there were 140 million patients in all hospitals in the world, and in 2019 it was estimated to increase to 148 million.Method: This study used a descriptive method with a cross sectional approach. The population of this study were outpatients with post-laparotomy procedures at the surgical polyclinic at the Meuraxa Hospital in Banda Aceh in 2022 using the Totally Sampling Technique. Research and data collection were carried out in December 2022 using univariate data analysis presented in the form of a frequency distribution table and a descriptive distribution using the SPSS program.Result: There were (55.6%) aged 20-44 in the adult category, (55.6%) male, (44.4%) diagnosed with acute appendicitis, and as many as (61.1%) with length of stay 3 days. A total of (11.1%) patients had a poor quality of life. The average physical and mental health is ≥50 is said to be good.Conclusion: Based on the research results obtained, it can be concluded that the quality of life of post-laparotomy patients at Meuraxa Hospital Banda Aceh in 2022 is good.Keywords: quality of life; post-laparatomy patients