cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Pembuatan Kultur In Vitro Stadium Eritrosit Plasmodium Knowlesi A1-H.1 Fauzi Muh; Eun-Taek Han
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.358-363

Abstract

Latar belakang: Plasmodium knowlesi adalah spesies Plasmodium yang terkenal mampu menyebabkan malaria zoonosis pada manusia. Infeksi P knowlesi dapat menyebabkan penyakit yang bersifat parah hingga kematian. Parasit malaria ini dapat menginfeksi darah manusia dan juga kera. Kultur in vitro parasit stadium deritrosit (blood stage) jangka panjang sangat memungkinkan untuk P falciparum dan P knowlesi. P knowlesi saat ini digunakan sebagai model eksperimental untuk penelitian in vivo, ex vivo dan in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk  mengkultur P knowlesi yang dilakukan secara kontinyu dalam kondisi laboratorium.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan rancangan eksperimental dengan pendekatan observasional. Kami menggunakan strain P knowlesi A1-H.1 (PkA1-H.1) dengan beberapa kondisi laboratorium, seperti optimasi serum dan konsentrasi glokosa yang digunakan. P knowlesi di kultur selama 10 hari dan morfologi parasit dikonfirmasi dengan pewarnaan giemsa 10%.Hasil: Strain PkA1-H.1 mampu mempertahankan kemampuannya untuk menginfeksi 100% sel darah merah manusia dalam kondisi laboratorium. Serum AB manusia dan serum kuda (10%, v/v) merupakan kondisi optimal untuk pertumbuhan PkA1-H.1. Total 2-4 gram dekstrosa anhidrat merupakan glukosa optimal yang dibutuhkan parasit untuk tumbuh. Parasit tumbuh perlahan pada 5 hari pertama setelah proses kultur dilakukan (thawing), namun pertumbuhan bisa meningkat pesat setelah hari ke 6 kultur. Parasit nampak sehat dari hari pertama hingga hari kesepuluh, yang dibuktikan dengan penampakan morfologi ring, tropozoit dan schizont.Simpulan: Hasil ini menunjukkan pentingnya faktor pertumbuhan yang optimal seperti konsentrasi serum dan dekstrosa untuk mendukung pertumbuhan PkA1-H.1. Keberhasilan kultur in vitro bisa membantu penelitian tentang biologi invasi, vaksin dan skrining obat baru.Kata kunci: malaria; zoonosis; P knowlesi, kultur in-vitro Title: Re-setting-up the Continous in-vitro Culture of Plasmodium knowlesi Blood StagesBackground: Plasmodium knowlesi is well-known Plasmodium species causing zoonotic malaria in humans. The infection of P knowlesi cause severe illness to death. This simian malaria parasite infects both macaque and human bloods. Long-term in vitro cultures of blood-stage parasites are feasible for Plasmodium falciparum and P knowlesi. However, P knowlesi is recently used as experimental model for in vivo, ex vivo and in vitro studies. This study aimed to culture continously the P knowlesi in laboratory condition with human red blood cells.Method: This study used an experimental study design with observasional approach. We used P knowlesi A1-H.1 strain (PkA1-H.1) under several laboratory conditions, such as serum and glocuse concentration. The culture was conducted for 10 days. The morphology of parasites was confirmed using 10% Giemsa staining.Result: PkA1-H.1 human-adapted strain was successfully maintained ability to grow under the 100% human red blood cells. Pooled-human AB serum and horse serum (10%, v/v) was optimal condition for PkA1-H.1 to grow. Total 2-4 gram of dextrose anhydrous was optimal glucose required for parasite to grow. The parasites grew slowly in the first 5 days after thawing, but the growth increased rapidly after day 6 of culture. The morphology of parasites was normally observed as seen healthy rings, trophozoites and schizonts.Conclusion: This result showed the importance of optimal growth factors (serum and dextrose) to support the PkA1-H.1 under the laboratory condition. Its successful of continous culture highlighted the use of culture for understanding of the invasion biology, vaccine or drug discoveries.Keywords: malaria; zoonosis; P knowlesi, in vitro culture
Asupan Karbohidrat Berkorelasi terhadap Status Gizi Santriwati dengan Puasa Ngrowot Farohatus Sholichah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.399-405

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Puasa Ngrowot merupakan salah satu jenis puasa kebatinan. Ngrowot merupakan upaya menahan diri dari bahan makanan berbahan dasar beras dan menggantinya dengan umbi-umbian, jagung, dan lainnya. Santri dengan puasa Ngrowot lebih sedikit mengkonsumsi makanan dibandingkan dengan yang tidak berpuasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat berpengaruh terhadap status gizinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis asupan makan dan status gizi santri dengan puasa Ngrowot.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 50 santriwati di SMK Syubbanul Wathon, Pondok Pesantren Api Asri, Tegalrejo, Magelang. Sampel secara purposive sampling. Data asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, dan serat diambil dengan food record 2x24 jam dan Food Frequency Questionaires (FFQ). Status gizi dinilai berdasarkan indeks IMT/U (Indeks Massa Tubuh menurut Umur). Data dianalisis univariat dan bivariate menggunakan uji korelasi pearson.Hasil: Rata-rata asupan energi santriwati adalah 1312.71 ± 330.94 kcal; protein 42.26 ± 12.69 gram; karbohidrat 179.48 ± 53.63 gram; lemak  50.94 ± 1.80 gram; dan serat 6.89 ± 2.65 gram. Rata-rata santriwati memiliki status gizi normal menurut indeks IMT/U (0.38 ± 0.90). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p=0,115), asupan protein (p=0,823), asupan lemak (p=0,472), dan asupan serat (p=0,640) terhadap status gizi menurut IMT/U. Hanya asupan karbohidrat yang berhubungan terhadap status gizi menurut IMT/U (p=0,030, r= -0,306). Artinya, asupan karbohidrat dan status gizi berkorelasi negatif dengan kekuatan korelasi kategori lemah.Simpulan: Asupan karbohidrat berkorelasi terhadap status gizi santriwati dengan puasa NgrowotKata kunci: Asupan gizi; Puasa Ngrowot; Status giziAbstractTitle: Carbohydrate Intake Correlated with The Nutritional Status of Santriwati with the Ngrowot Fasting Background: Ngrowot fasting is a type of spiritual fasting. Ngrowot is an effort to refrain from rice-based food ingredients and replace them with tubers (wod), corn, and others. The purpose of this study is to analyze the nutritional intake and nutritional status of santriwati with the Ngrowot fasting. Students who fast Ngrowot consume less food than those who do not fast, both in terms of quantity and quality, so this can affect their nutritional status.Method: This study was a quantitative study using a cross sectional design. The study was conducted on 50 santriwati at SMK Syubbanul Wathon, Pondok Pesantren Api Asri, Tegalrejo, Magelang. Purposive sampling was used in this study. The energy, carbohydrate, protein, fat and fiber intake were obtained from 2x24 hours food record and Food Frequency Questionnaire (FFQ). Nutritional status was assessed based on the BMI for age (Body Mass Index for Age).Result: The average of energy intake  was 1312.71 ± 330.94 kcal; protein 42.26 ± 12.69 grams; carbohydrate 179.48 ± 53.63 grams; fat  50.94 ± 1.80 grams; and fiber is 6.89 ± 2.65 grams. The average nutritional status of santriwati according to BMI for age was normal (0.38 ± 0.90). There was no correlation between energy intake (p = 0.115), protein intake (p = 0.823), fat intake (p = 0.472), and fiber intake (p = 0.640) with nutritional status according to BMI for age. Carbohydrate intake was related to nutritional status according to BMI for age (p = 0.030, r = -0.306). Carbohydrate intake and nutritional status are negatively correlated with the strength of the correlation in the weak category.Conclusion: Carbohydrate Intake Correlated with The Nutritional Status of Santriwati with the Ngrowot FastingKeywords: Nutritional Intake;  Ngrowot Fasting; Nutritional Status 
Faktor yang Berhubungan dengan Emotional Eating Pada Mahasiswa di Semarang Adya Fathma Irzanti; Besar Tirto Husodo; Aditya Kusumawati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.364-372

Abstract

Latar belakang: Emotional eating merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang dalam mengonsumsi makanan maupun minuman secara berlebihan yang dipicu oleh emosi yang sedang dirasakan dari seseorang tersebut, namun emotional eating mempunyai dampak negatif baik jangka pendek maupun panjang terhadap kesehatan individu. Mahasiswa termasuk pada tahapan usia remaja akhir yang masih terjadinya fluktuasi emosi sehingga mahasiswa berisiko emotional eating. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik responden (usia, jenis kelamin, tahun masuk perkuliahan), pengetahuan, sikap, self efficacy, akses pembelian makanan, lingkungan sosial, pola makan keluarga, media, iklan dengan emotional eating pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sebanyak 284 responden dengan metode propotional random sampling sesuai dengan kriteria sampel penelitian. Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai September 2023. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu pengisian lembar kuesioner serta data sekunder yaitu buku, artikel ilmiah, e-journal, dan e-book yang berkaitan dengan emotional eating. Data penelitian dilakukan uji normalitas dan uji chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tahun masuk perkuliahan (angkatan) dengan p-value 0.001, sikap dengan p-value 0.000, lingkungan sosial dengan p-value 0.000, media dengan p-value 0.004, dan iklan dengan p-value 0.036 terhadap emotional eating. Kemudian, variabel usia, jenis kelamin, pengetahuan, self-efficacy, akses pembelian makanan, serta pola makan keluarga tidak berhubungan terhadap emotional eating pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.Simpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variabel tahun masuk perkuliahan (angkatan), sikap, lingkungan sosial, media, dan iklan berhubungan terhadap perilaku emotional eating pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.Kata kunci: emotional eating; perilaku makan; mahasiswa Title: Factors Related to Emotional Eating among Students in SemarangBackground: Emotional eating is an activity carried out by a person in consuming excessive food and drinks triggered by the emotions that are being felt, but emotional eating has a negative impact both short and long term on individual health. Students are included in the late adolescent stage which still has emotional fluctuations so that students are at risk of emotional eating. The purpose of this study was to analyze the relationship between respondent characteristics (age, gender, year of entering college), knowledge, attitudes, self-efficacy, access to food purchases, social environment, family diets, media, advertising with emotional eating in students of the Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro.Method: In accordance with the research sample criteria, 284 respondents were selected using a proportional random sampling technique for this quantitative study. The investigation was carried out between March and September of 2023. This study employed a combination of primary and secondary data sources, including questionnaires, scientific articles, books, e-journals, and e-books pertaining to the topic of emotional eating. The normality of the research data was assessed, and the chi-square test was utilized to ascertain the association between variables.Result: Based on the findings of the chi-square statistical test, it can be concluded that there exists a significant inverse relationship (p < 0.001) between year of college enrollment (class) and the variables of attitude (0.000), social environment (0.004), media (0.004), and advertising (0.036) with respect to emotional eating. Then, there was no significant relationship between emotional eating and the following variables: family eating patterns, age, gender, knowledge, self-efficacy, or access to food purchases at the Faculty of Public Health, Diponegoro University.Conclusion: This study found that Diponegoro University Faculty of Public Health students' emotional eating behavior is linked to class year, attitude, social environment, media, and advertising.Keywords: emotional eating; eating behavior; students
Pengembangan Sistem Informasi K3 pada Rumah Sakit dan Puskesmas Indonesia: Sistematik Literatur Review Papilaya, Rivaldo Oryon; Agushybana, Farid; Lestantyo, Daru
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 2 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.2.121-128

Abstract

Latar belakang: Pengembangan sistem informasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat membantu dalam pelaporan, pencatatan, monitoring insiden, dan sebagai sistem pendukung keputusan. Tujuan dalam penelitian ini adalah Meninjau bagaimana fitur dalam sistem informasi keselamatan dan kesehatan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan meliputi rumah sakit dan puskesmasMetode: Desain penelitian adalah systematic literature review. Metode pencarian artikel dari database seperti Google Scholar, Scopus, Dimension dan Base. Kata kunci yang digunakan “Sistem Informasi AND Keselamatan dan Kesehatan Kerja OR Kecelakaan Kerja OR Bahan Berbahaya dan Beracun OR Penyakit Akibat Kerja OR Inspeksi K3 OR Keselamatan Pasien AND Fasilitas Pelayanan Kesehatan OR Rumah Sakit OR Puskesmas” ditemukan sejumlah 1.761 artikel dan 7 artikel yang disertakan dalam studi.Hasil: Hasil penelitian sebagian besar artikel berfokus pada sistem informasi K3 di rumah sakit dan puskesmas dengan fitur-fitur meliputi kecelakaan kerja, bahan berbahaya dan beracun, penyakit akbat kerja, keselamatan pasien, kegiatan K3 dan inspeksi kebakaran pada rumah sakit dan puskesmas. Rumah sakit dan puskesmas harus melakukan pengembangan sistem informasi K3 yang tidak hanya berfokus pada pencatatan dan pelaporan namun juga dapat membantu mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai upaya untuk mencegah insiden keselamatan dan kesehatan kerja serta digunakan sebagai sistem pendukung keputusan dan evaluasi program K3.Simpulan: Pengambangan sistem informasi K3 memberikan manfaat kecepatan dan kemudahaan pelaporan K3. Kekurangan dari sistem informasi K3 belum terintegrasi dan belum digunakan sebagai sistem pendukung keputusan.Kata kunci: sistem informasi; keselamatan dan kesehatan kerja; rumah sakit; puskesmas ABSTRACTTitle: Development of OHS Information System at Hospital and Health Center in Indonesia: Systematic Literature ReviewBackground: The development of an occupational health and safety (OHS) information system can assist in reporting, recording, monitoring incidents, and as a decision support system. The purpose of this study is to review how features in the occupational health and safety information system in health care facilities include hospitals and health centers.Method: The research design was a narrative review. The method of searching articles from databases such as GoogleScholar, Scopus, Dimension and Base. The keywords used were "Information System AND Occupational Health and Safety OR Occupational Accident OR Hazardous and Toxic Material OR Occupational Disease OR OHS Inspection OR Patient Safety AND Health Care Facility OR Hospital OR Health Center" and 1,761 articles were found and 7 articles were included in the study.Result: The research results of most articles focused on OHS information systems in hospitals and health centers with features including work accidents, hazardous and toxic materials, occupational diseases, patient safety, OHS activities and fire inspections in hospitals and health centers. Hospitals and health centers should develop OHS information systems that not only focus on recording and reporting but can also help collect data that can be used as an effort to prevent occupational health and safety incidents and used as a decision support system and evaluation of OHS programs.Conclusion: the OHS information system provides the benefits of speed and ease of OHS reporting. The weaknesses of the OHS information system have not been integrated and have not been used as a decision support system.Keywords: Information system; occupational health and safety; hospital; health center
Pelaksanaan Deteksi Dini Covid-19 di Bandara oleh Petugas: Analisis Faktor yang Terkait dengan Pendekatan Cross-sectional Mutia Iriyanti; Martini Martini; Sri Yuliawati; Lintang Dian Saraswati; Moh. Arie Wuryanto
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.373-380

Abstract

Latar belakang: Deteksi dini COVID-19 di titik masuk negara berkaitan dengan kualitas petugas dalam pelaksanaan pencegahan penyakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan deteksi dini COVID-19 di bandara oleh petugas KKP Kelas IV Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai KKP Kelas IV Yogyakarta dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 40 orang. Variabel bebas meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana prasarana, pelatihan yang diikuti, peraturan yang berlaku, dukungan kepala kantor, dan dukungan rekan kerja. Sedangkan variabel terikat yaitu pelaksanaan deteksi dini Covid-19. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat dengan analisis statistik Chi-square (derajad kemaknaan =0,05). Hasil: Pelaksanaan deteksi dini COVID-19 di bandara oleh petugas KKP Kelas IV Yogyakarta sebagian besar masih kurang baik (55,0%). Ada hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,002), sikap (p<0,01), ketersediaan sarana prasarana (p<0,01), pelatihan yang pernah diikuti (p=0,013) dan dukungan kepala kantor (p=0,011) dengan pelaksanaan deteksi dini COVID-19 di bandara, sedangkan umur (p=0,073), jenis kelamin (p=0,585), tingkat pendidikan (p=0,759), masa kerja (p=0,998), sosialisasi peraturan yang berlaku (p=0,054) dan dukungan rekan kerja (p=0,998) tidak memiliki hubungan signifikan.Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana prasarana, pelatihan yang pernah diikuti, dan dukungan kepala kantor dengan pelaksanaan deteksi dini COVID-19 di bandara oleh petugas KKP Kelas IV Yogyakarta. Disarankan perlunya pelatihan kewaspadaan dini berkala bagi petugas.Kata kunci: deteksi dini COVID-19; bandara; petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Title: Related Factors for Early Detection Implementation of Covid-19 at the Airport by Yogyakarta Class IV Port Health OfficerBackground: Early detection of COVID-19 at country entry points is related with quality of officers in implementing disease prevention. The aim of this research is analyze factors related for early detection implementation of COVID-19 at the airport by Yogyakarta Class IV Port Health officers.Method: This research using analytical observational method with cross sectional approach. Population were all KKP Class IV Yogyakarta employees with sample that met the inclusion and exclusion criteria was 40 people. Independent variables include age, gender, education, working period, knowledge, attitude, infrastructure availability, training attended, applicable regulation, support from head office and work colleague. Dependent variable was early detection of Covid-19. Data were collected using a questionnaire and analyzed univariately and bivariately with Chi-square statistical analysis (degree of significance alpha=0.05).  Result: Implementation of COVID-19 early detection at the airport by Yogyakarta Class IV Port Health officers was mostly poor (55.0%). There was a significant relationship between knowledge (p=0.002), attitude (p<0.01), infrastructure availability (p<0.01), training attended (p=0.013) and support from head office (p=0.011) with the early detection implementation of COVID-19 at the airport, while age (p=0.073 ), gender (p=0.585), education level (p=0.759), length of service (p=0.998), socialization of applicable regulations (p=0.054) and co-worker support (p=0.998) did not have a significant relationship.Conclusion: There was a relationship between knowledge, attitude, infrastructure availability, training attended, and support from head office with the early detection implementation of COVID-19 at the airport by Yogyakarta Class IV Port Health officers. It is recommended that regular early warning training for officers be required.Keywords: early detection of COVID-19; airport; Port Health Officer
Pengaruh Pandemi COVID-19 terhadap Tingkat Stres Mahasiswa dalam Melaksanakan Kuliah Daring Almufarid Fauzi; Mursyida Mursyida; Khatab Khatab; Elmiyati Elmiyati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 6 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.6.342-345

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada berbagai kehidupan salah satunya yaitu pendidikan dengan diberlakukannya pembelajaran daring. Pemberlakuan pembelajaran daring yang secara tiba tiba menuntun mahasiswa berdaptasi dengan cepat terhadap metode belajar yang berbeda dengan sebelumnya. Perubahan terhadap metode daring ini dapat menimbulkan stres bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Abulyatama. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat stres terhadap mahasiswa kuliah daring. Tujuan dari penelitiam ini adalah untuk mengetahui Pengaruh tingkat stres pada mahasiswa kuliah daring pada mahasiswa Abulyatama selama pandemi COVID-19.Metode: Jenis desain penelitian ini Cross Sectional retrsopektif, dengan responden 92 mahasiswa kedokteran Universitas Abulyatama dengan teknik pengambilan sampel total sampling yaitu jumlah sampel dengan populasi sampel sama  sebanyak 92 mahasiswa, pada penelitian ini menggunakan kueisoner Depresi Anxiety Stres Scale (DASS-42). Penelitian ini dilakukan pada bulan november 2022 hingga januari 2023.Hasil: Hasil penelitian terhadap tingkat stres pada mahasiswa Abulyatama sebagian besar tidak mengalami stres yaitu normal 71 orang dengan presentase (77,2%), stres sedang 10 orang dengan presentase (10,9%), stres ringan 8 orang dengan presentase (8,7%), stres parah 2 orang dengan presentase (2,2%) dan yang mengalami stres sangat parah 1 orang dengan presentase (1,1%).Simpulan: Dapat disimpulkan bahwasanya mahasiswa kedokteran abulyatama tidak berpengaruh terhadap pembelajaran daring pada massa COVID 19, sehingga pada angkatan atas sudah bisa beradaptasi dengan metode pembelajaran daring, yang dimana pada mahasiswa kedokteran Universitas Abulyatama pada angkatan 2019 tidak menimbulkan stres pada saat melaksanakan kuliah daring sehingga perkuliahan daring ini efektif dilaksanakan pada angkatan 2019.Kata kunci: pandemi COVID-19; pembelajaran daring; tingkat stres Title: The Influence of The COVID-19 Pandemic on Students' Stress Levels in Carrying Out Online LecturesBackground: The COVID-19 pandemic has had an impact on various lives, one of which is education by implementing online learning. The introduction of online learning suddenly led students to adapt quickly to learning methods that were different from before. This change to the online method can cause stres for Abulyatama Medical Faculty students. Therefore researchers conducted research to determine the effect of stres levels on online college students. To find out the effect of stress levels on online lecture students on Abulyatama students during the COVID-19 pandemic. Method: This type of research design was cross-sectional retrospective, with 92 medical students at Abulyatama University as respondents with a total sampling technique, namely the number of samples with the same sample population of 92 students, in this study using the Depression Anxiety Stress Scale questionnaire (DASS-42). This research was conducted from November 2022 to January 2023.Result: The results of the research on stress levels in Abulyatama students mostly did not experience stress, namely normal 71 people with a percentage (77,2%), 10 people who were moderately stressed with a percentage (10,9%) , 8 people who were mildly stressed with a percentage(8,7%), 2 people who were severely stressed with a percentage (2,2%) and 1 person who was experiencing very severe stress with a percentage (1,1%).Conclusion: It can be concluded that Abulyatama medical students have no effect on online learning in the mass of COVID 19, so that upperclassmen have been able to adapt to online learning methods, which medical students at Abulyatama University in class of 2019 do not cause stress when carrying out online lectures so that lectures This online program is effectively carried out in the 2019 batch.Keywords: COVID-19 pandemic; online learning; stres level
Prevalensi dan Faktor Risiko Hipertensi pada Orang Dewasa di Semarang Barat Sifai, Izzatul Alifah; Wulandari, Respati
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.%p

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Penyakit-penyakit ini merupakan penyebab utama kematian dan cacat di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi yang terus meningkat di banyak negara, termasuk di Indonesia. Prevalensi hipertensi pada penduduk umur ≥18 tahun di Jawa Tengah yaitu 37,57%, sedangkan di Kota Semarang terdapat 219376 penderita Hipertensi pada tahun 2022. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi dan menganalisis faktor risiko hipertensi pada orang dewasa di Semarang Barat.Metode: Desain penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk di Kelurahan Bongsari dan Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat berusia minimal 17 tahun. Sampel menggunakan accidental sampling dan diperoleh sampel sebesar 222 responden. Pengambilan data menggunakan isntrumen berupa kuesioner yang disusun oleh peneliti. Variabel dependen penelitian ini kejadian hipertensi dan variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pengetahuan, sikap, dan perilaku. Analisis hubungan menggunakan chi square.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dan usia(OR=0,723; 95% CI=0.663-0.789, p=0.002), riwayat keluarga (OR=4,4623; 95% CI=2.321-8.577, p=0.001), dan perilaku (OR=0,222; 95% CI=0.114-0.432, p=0.001). Angka kejadian hipertensi di Semarang Barat pada tahun 2023 masih tinggi yaitu 24,3%. Faktor risiko kejadian hipertensi yang utama adalah riwayat keluarga (OR=4,46) berpeluang 4,4 kali lebih besar. Simpulan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa hipertensi masih banyak ditemukan banyak orang dewasa di Semarang Barat. Mengurangi konsumsi alkohol berlebihan, mengatur konsumsi kopi, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta menjaga rutinitas olahraga yang teratur dapat membantu menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Kata kunci: Hipertensi;Pengetahuan;Perilaku;Sikap.ABSTRACT Title: Prevalence and risk factors associated with hypertension among Adults in West Semarang DistrictBackground: Hypertension is one of the main causes of heart disease, stroke, and kidney failure. These diseases are the main causes of death and disability worldwide. The prevalence of hypertension continues to increase in many countries, including Indonesia. The prevalence of hypertension in the population aged ≥18 years in Central Java is 37.57%, while in Semarang City there are 219376 people with hypertension in 2022. This study aims to determine the prevalence of hypertension and analyze the risk factors for hypertension in adults in West Semarang.Method: The design of this study is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population in this study were residents of Bongsari Village and Ngemplak Simongan Village, West Semarang District aged at least 17 years. The sample used accidental sampling and obtained a sample of 222 respondents. Data collection used an instrument in the form of a questionnaire compiled by the researcher. The dependent variable of this study is the incidence of hypertension and the independent variables include age, gender, family history, knowledge, attitude, and behavior. The relationship analysis used chi square.Result: There was a significant relationship between hypertension and age (OR=0.723; 95% CI=0.663-0.789, p=0.002), family history (OR=4.4623; 95% CI=2.321-8.577, p=0.001), and behaviour (OR=0.222; 95% CI=0.114-0.432, p=0.001). The incidence of hypertension in West Semarang in 2023 is still high at 24.3%. The main risk factor for hypertension is family history (OR = 4.46) with a 4.4 times greater chance.Conclusion: Research findings show that hypertension is still commonly found in many adults in West Semarang. Reducing excessive alcohol consumption, regulating coffee consumption, increasing vegetable and fruit consumption, and maintaining a regular exercise routine can help keep blood pressure within normal limits and improve overall health.Keywords: Hypertension; Knowledge; Behavior; Attitude
Persepsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah pada Islamic Boarding Schools Pertiwi, Wiwik Eko; Annissa, Annissa; Nasiatin, Titin; Setyowati, Dina Lusiana
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.325-331

Abstract

Latar belakang: Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekolah memerlukan dukungan dan keterlibatan semua pihak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi guru tentang K3 sekolah di boarding school Kota Serang tahun 2022.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di enam Madrasah Aliyah yang menggunakan sistem Boarding School dan Pondok pesantren dibawah naungan Kementrian Agama Kota Serang pada bulan April sampai Juni 2022. Sampel dalam penelitian sebanyak 145 orang guru boarding school di Serang. Pengumpulan data secara langsung menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 55,9% responden memiliki persepsi baik tentang K3 Sekolah, 53,8% responden memiliki pengetahuan baik, 96,6% responden memiliki tingkat pendidikan tinggi, 80% responden memiliki masa kerja lama (>5th), sebagian besar responden adalah laki-laki serta sebanyak 79,3% responden tidak pernah mengalami kecelakaan di sekolah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan masa kerja dengan persepsi guru tentang K3 sekolah serta tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat Pendidikan, jenis kelamin dan kejadian kecelakaan dengan persepsi guru tentang K3.Simpulan: Persepsi guru tentang K3 di sekolah dipengaruhi oleh pengetahuan serta persepsi tentang K3 tidak berkorelasi terhadap kecelakaan kerja yang pernah dialami oleh guru.Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah, persepsi, pengetahuan, kecelakaan kerja ABSTRACTTitle: Knowledge and Perceptions of Occupational Safety and Health (OSH) Schools in Islamic Boarding SchoolsIntroduction: Workplace safety and health (WSH) programs in schools need to be supported and involve all elements ofschools. This research aims to seek the factors related to the teachers’ perception of school workplace safety and health in boarding schools and Islamic boarding schools (Pondok Pesantren) in the city of Serang in 2022. Methods: This study used a quantitative research design with across-sectional approach. The research was conducted at six Madrasah Aliyah boarding schools and Islamic boarding schools that were under the Ministry of Religious Affairs in Serang and took place from April to June 2022. The respondents in this study were 145 Islamic boarding school teachers in Serang. Data was collected from questionnaires through the interview method,s, and the data was analyzed in univariate and bivariate (chi-square) forms. Result: Research results showed that as much as 55.9% of respondents had good perceptions of school WSH, where 99.6% of respondents had a high education level, and 80% had a long length of employment (>5 years), the majority of respondents were male, and 79.3% of respondents had never experienced an accident at school. There was a significant relationship between knowledge and length of employment towards the teachers’ perception of WSH. However, there were not any significant relationships between educational level, gender, and incidence of accidents toward teachers’ perception of WSH. Conclusion: Teachers' perceptions of WSH at school are influenced by knowledge, and perceptions of WSH do not correlate with teachers’ work accidents experiencedKeywords: perceptions on WSH, knowledge, workplace accidents
Pengaruh Simulasi Permainan Boardgame: Find the Notice Edusex Terhadap Daya Tarik dan Sikap Remaja Tentang Free Sex Oktavia, Jinhan Nur; Arwani, Arwani; Pertiwi, Estuasih Dyah; Widyawati, Melyana Nurul
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 2 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.2.100-105

Abstract

Latar belakang: Aktivitas seks tanpa perlindungan dapat berisiko menyebabkan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), sangat mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja sampai dengan rentang usia produktif usia 15-30 tahun seperti terlihat dari 573 kasus HIV/AIDS dan 802 kasus IMS di Kota Malang. Meskipun upaya oleh Kementerian Kesehatan telah dilakukan, angka IMS dan HIV/AIDS tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian simulasi permainan BoardGame: Find the Notice Edusex terhadap daya tarik dan sikap remaja tentang seksual bebas.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Experimental dengan Non-Equivalent Pre-Test Post-Test with Control Group Design. Sampel dipilih melalui proportional random sampling berjumlah 34 responden untuk masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji homogenitas Saphiro Wilk, paired t-test dan independent t-test. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu Simulasi Permainan BoardGame: Find the Notice Edusex, dan variabel dependen yaitu Daya tarik dan sikap remaja tentang Free Sex. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah permainan BoardGame: Find the Notice Edusex, kuesioner daya tarik, kuesioner sikap, leaflet edukasi seksual.Hasil: Penelitian ditemukan bahwa Boardgame: Find the Notice Edusex sudah sesuai berdasarkan uji ahli sebanyak 91%. Terdapat pengaruh pemberian simulasi permainan BoardGame: Find the Notice Edusex terhadap daya tarik remaja dibandingkan dengan pemberian edukasi leaflet edusex (p=0,048) dan sikap remaja tentang free sex (p = 0,007).Simpulan: BoardGame: Find the Notice Edusex efektif digunakan sebagai media edukasi seksual terhadap daya tarik dan sikap remaja tentang free sex.Kata kunci: Boardgame; Daya Tarik; Sikap; HIV/AIDS; IMS ABSTRACTTitle: The Influence of Boardgame: Find the Notice Edusex on Attractiveness and Adolescent Attitudes About Free SexBackground: Sexual activity without protection can risk causing HIV/AIDS and Sexually Transmitted Infections (STIs), which is very worrying, especially among teenagers up to the productive age range aged 15-30 years as seen from 573 cases of HIV/AIDS and 802 cases of STIs in Malang City . Despite efforts by the Ministry of Health, STI and HIV/AIDS rates remain high. This research aims to analyze the effect of providing the simulation game BoardGame: Find the Notice Edusex on the attractiveness and attitudes of teenagers regarding sexual promiscuity.Method: This research uses a Quasi-Experimental design with Non-Equivalent Pre-Test Post-Test with Control Group Design. The sample was selected through proportional random sampling totaling 34 respondents for each intervention group and control group. Data analysis used in this research was the Shapiro Wilk homogeneity test, paired t-test and independent t-test. This research uses an independent variable, namely the Board Game Simulation Game: Find the Notice Edusex, and the dependent variable is the attractiveness and attitude of teenagers regarding Free Sex. The instruments used in this research were the Board Game: Find the Notice Edusex, attractiveness questionnaire, attitude questionnaire, sexual education leaflet.Result: Research found that Boardgame: Find the Notice Edusex was 91% appropriate based on expert testing. There was an effect of providing the simulation game BoardGame: Find the Notice Edusex on the attractiveness of teenagers compared to providing educational leaflets Edusex (p=0.048) and teenagers' attitudes about free sex (p = 0.007).Conclusion: BoardGame: Find the Notice Edusex is effectively used as a medium for sexual education regarding the attractiveness and attitudes of teenagers regarding free sex.Keywords: Boardgame: Attraction; Attitude; HIV/AIDS; STIs
Analisis Epidemiologi Deskriptif Malaria Kabupaten Purworejo Dalam Periode Peningkatan Kasus Malaria Tahun 2021 Yuliawati, Sri; Martini, Martini; Wuryanto, Mohammad Arie; Hestiningsih, Retno; Susanto, Henry Setiawan
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 23, No 4 (2024): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.23.4.%p

Abstract

Latar Belakang: Malaria masih menjadi ancaman status kesehatan masyarakat Indonesia. Purworejo merupakan kabupaten dengan kasus malaria tertinggi di Jawa Tengah. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan kejadian malaria di Kabupaten Purworejo menurut variabel orang, tempat, dan waktu.Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional dengan sampel berjumlah 192 orang yang merupakan penderita malaria di Kecamatan Bener dan Kecamatan Kaligesing tahun 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik responden, tingkat pengetahuan, faktor perilaku, dan faktor lingkungan. Data dianalisis secara deskriptif serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik yang menggambarkan distribusi faktor risiko kejadian malaria di Purworejo.Hasil: Kasus malaria di Purworejo paling banyak terjadi di Bener (53,3%) dan Kaligesing (35%), pada usia produktif (73,1% di Bener dan 73,7% di Kaligesing), laki-laki (61,5% di Bener dan 60,5% di Kaligesing), serta bulan Juni (28,2% di Bener) dan Januari (24,3% di Kaligesing). Pengetahuan masyarakat Bener dan Kaligesing tergolong baik yaitu mencapai 97,4% dan 93%, praktik pencegahannya juga sudah baik yaitu mencapai 56,4% (Bener) dan 85,7% (Kaligesing). Keberadaan habitat vektor masih tinggi yaitu mencapai 62,8% di Bener dan 61,4% di Kaligesing yang tersebar di sekitar rumah penduduk dengan jarak < 100 meter.Simpulan: Masyarakat yang terpapar malaria di Kabupaten Purworejo sebagian besar merupakan kelompok usia produktif, berjensi kelamin laki-laki, terdiagnosis malaria pada Bulan Januari dan Juni, berpengetahuan baik, berperilaku buruk, dan memiliki lingkungan yang rumah yang dekat dengan tempat perkembangbiakan nyamuk.Kata kunci: Epidemiologi; Malaria; PurworejoABSTRACT Title: Malaria Epidemiological Analysisi in Purworejo District during the Period of Increasing Malaria Cases 2021Background: Purworejo is a district with the highest malaria cases in Central Java. The aim of the study was to describe the incidence of malaria in Purworejo Regency according to the variables of person, place and time.Methods: Descriptive observational research with cross sectional design. The population and sample are 192 respondents in Bener and Kaligesing in 2022. Data were collected using a questionnaire included respondent characteristics, knowledge, behavioral, and environmental. Data were analyzed descriptively, presented in tables and graphs which illustrate the distribution of risk factors for malaria in Purworejo.Result : Most cases of malaria in Purworejo occur in Bener (53.3%) and Kaligesing (35%), in productive age (73.1% in Bener and 73.7% in Kaligesing), male (61.5% in Bener and 60.5% in Kaligesing), in June (28.2% in Bener) and January (24.3% in Kaligesing). The knowledge of the Bener and Kaligesing people is good, reaching 97.4% and 93%. The behaviour are also good, reaching 56.4% (Bener) and 85.7% (Kaligesing). The existence of vector habitat is still high, reaching 62.8% in Bener and 61.4% in Kaligesing.Conclusion : Malaria in Purworejo are influenced by gender, age, area, time, knowledge, behavior, and environment.Keywords: Analysis; Epidemiological; Malaria