cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14124920     EISSN : 27755614     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
Hubungan Usia, Jenis Pekerjaan, Kepatuhan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD), dan Kelayakan Alat Pelindung Diri terhadap Keluhan Dermatitis pada Pekerja Pembuatan Timbangan PT. A Kabupaten Tangerang Audhina Putri Rusdhianata; Baju Widjasena; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.204-208

Abstract

Latar belakang: Terjadinya peradangan kulit yang disebabkan oleh paparan pekerjaan ditempat kerja disebut penyakit kulit yang timbul akibat pekerjaan (occupational dermatoses). Dermatitis kontak ialah setengah dari seluruh penyakit akibat kerja dengan jumlah paling banyak yang bersifat non-alergi atau iritan. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, maka semakin meningkat juga kerentanan seseorang terhadap penyakit. Pada kaitannya dengan Dermatitis, apabila pekerja tidak menggunakan APD ketika melakukan pekerjaan atau APD yang digunakan tidak layak maka dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan usia, jenis pekerjaan, kepatuhan pemakaian alat pelindung diri (APD), dan kelayakan alat pelindung diri (APD) terhadap keluhan dermatitis kulit pada pekerja pembuatan timbangan di PT. A.Metode: Dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan survei analitik, penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Semua tenaga kerja di PT. A yang berjumlah 50 orang menjadi populasi dalam penelitian ini. Kemudian digunakan metode total sampling untuk mendapatkan 50 orang pekerja sebagai sampel penelitian ini.Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan pemakaian APD (p=0,000) terhadap terjadinya keluhan dermatitis dan tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,870), jenis pekerjaan (p=0,732), dan kelayakan APD (p=0,783) terhadap terjadinya keluhan dermatitis.Simpulan: Tidak ada hubungan antara usia, jenis pekerjaan, dan kelayanan APD, tetapi ada hubungan antara kepatuhan pemakaian APD dengan kejadian keluhan dermatitis.Kata kunci: kepatuhan pemakaian APD; kelayakan APD; keluhan dermatitis; pekerja pembuatan timbangan Title: Relationship between Age, Type of Work, Compliance with Use of Personal Protective Equipment (PPE), and Eligibility of Personal Protective Equipment Against Dermatitis Complaints in Weighing Workers at PT. A Tangerang RegencyBackground: Occupational skin diseases (occupational dermatoses) are skin inflammation caused by occupational exposure in the workplace. Contact dermatitis is half of all occupational diseases with the largest number being non-allergic or irritant. As a person gets older, the person's susceptibility to disease also increases. In relation to Dermatitis, if workers do not use PPE when doing work or the PPE used is inappropriate, it can increase the risk of disease. The purpose of this study was to analyze the relationship between age, type of work, adherence to the use of personal protective equipment (PPE), and the appropriateness of personal protective equipment (PPE) against skin dermatitis complaints among workers making scales at PT. A.Method: By using a cross sectional approach and an analytical survey, this research is included in the quantitative research. All workers at PT. A which amounted to 50 people became the population in this study.Then the total sampling method was used to get 50 workers as the sample of this study.Result: The results of this study indicate that there is a relationship between compliance with the use of PPE (p=0.000) and the occurrence of dermatitis complaints and there is no relationship between age (p=0.870), type of work (p=0.732), and appropriateness of PPE (p=0.783) to dermatitis complaints.Conclusion: There is no relationship between age, type of work, and PPE services, but there is a relationship between compliance with the use of PPE and the incidence of dermatitis complaints.Keywords: compliance with the use of PPE; PPE eligibility; dermatitis complaints; scales manufacturing worker
Analisis Kesesuaian Sarana Proteksi Kebakaran Aktif dan Sarana Penyelamatan Jiwa di Rusunawa Universitas Diponegoro Tahun 2023 Marita Puspa Nila; Bina Kurniawan; Ida Wahyuni
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.176-182

Abstract

Latar belakang: Rusunawa Universitas Diponegoro adalah gedung bertingkat yang berfungsi sebagai tempat hunian sehingga memiliki beragam aktivitas di dalamnya.  Semakin kompleks fungsi bangunan, maka semakin tinggi tuntutan keamanannya. Namun, penyediaan fasilitas sarana proteksi kebakaran di Rusunawa Universitas Diponegoro masih belum lengkap dan tidak dilakukan pemeriksaan berkala terhadap fasilitas yang telah tersedia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis kesesuaian sarana proteksi kebakaran aktif dan sarana penyelamatan jiwa di Rusunawa Universitas Diponegoro pada tahun 2023.Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jumlah informan sebanyak 4 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan, secara keseluruhan sarana proteksi kebakaran aktif yang terdiri dari: APAR, sprinkler, hidran, alarm kebakaran, dan detektor memiliki persentase kesesuaian sebesar 43,9% dan sarana penyelamatan jiwa yang terdiri dari: sarana jalan keluar, petunjuk arah evakuasi, pintu darurat, tangga darurat, lampu darurat, dan tempat berhimpun memiliki persentase kesesuaian sebesar 65%.Simpulan: Sarana proteksi kebakaran aktif di Rusunawa Universitas Diponegoro termasuk dalam kategori kurang, sedangkan untuk sarana penyelamatan jiwa termasuk dalam kategori cukup.Kata kunci: rusunawa; proteksi kebakaran aktif; sarana penyelamatan jiwa; kesesuaian Title: Analysis of Conformity of Active Fire Protection Facilities and Life-Saving Facilities at Diponegoro University Rusunawa in 2023Background: Rusunawa Universitas Diponegoro is a multi-story building that functions as a residence so it has a variety of activities. The more complex the function of the building, the higher the security demands. However, the provision of fire protection facilities at the Rusunawa Universitas Diponegoro is still incomplete and there is no periodic inspection of the available facilities. The purpose of this study is to analyze the suitability of active fire protection facilities and life-saving facilities at Rusunawa Universitas Diponegoro in 2023.Method: The research conducted was a qualitative descriptive study using observation, interview, and documentation approaches. The number of informants was 4 people who were determined by purposive sampling technique.  Result: The results showed that overall active fire protection facilities consisting of fire extinguishers, sprinklers, hydrants, fire alarms, and detectors had a suitability percentage of 43.9%, and life-saving facilities consisting of: means of egress, evacuation directions, doors emergency, emergency stairs, emergency lights, and assembly point had a suitability percentage of 65%.Conclusion: Active fire protection facilities at Rusunawa Universitas Diponegoro were included in the less category, while life-saving facilities were included in the adequate category.Keywords: flats; active fire protection; life-saving facilities; suitability
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tingkat Kecemasan Saat Menghadapi Premenstrual Syndrome (Studi pada Siswi SMP dan SMA Di Sumatera Utara) Yustika Shaniya; Syamsulhuda Budi Musthofa; Besar Tirto Husodo
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 1 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.1.69-75

Abstract

Latar belakang: Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh remaja wanita saat ini adalah Premenstrual Syndrome atau PMS. Premenstrual Syndrome yang terjadi dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kecemasan pada remaja. Oleh karenanya, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tingkat kecemasan remaja wanita saat menghadapi premenstrual syndrome.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah siswa SMP dan SMA berjumlah 119 orang yang dipilih menggunakan probability sampling. Variabel bebas adalah sikap dan pengetahuan, sedang variabel terikatnya adalah kecemasan menghadapi PMS. Instrumen penelitian adalah kuesioner berbasis online. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50,4% responden berusia <15 tahun. Sebanyak 30,3% responden mengalami gejala PMS sebelum menstruasi dan sisanya 69,7% responden mengalami gejala PMS saat menstruasi. Berdasarkan analisis bivariat diketahui bahwa pengetahuan berhubungan dengan kecemasan remaja saat menghadapi PMS (nilai p = 0,003), sedang variabel sikap tidak berhubungan (nilai p = 0,303).Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai PMS berpengaruh terhadap kecemasan pada saat menghadapi PMS pada remaja wanita.Kata kunci: premenstruasi syndrome, pengetahuan, sikap, kecemasan ABSTRACTTitle: The Relationship between Knowledge and Attitudes Regarding Premenstrual Syndrome Anxiety Level (Study on Middle and High School Students in North Sumatra)Background: Premenstrual syndrome, or PMS, is one of the current health issues faced by young women. Long-lasting premenstrual syndrome can result in anxiety in adolescents. This study was conducted to ascertain the relationship between adolescent females' premenstrual syndrome-related knowledge and attitudes and their anxiety levels.Method: This research is descriptive-analytical, quantitative, and cross-sectional study design. Using probability sampling, 119 junior and senior high school students were selected as the research sample. The independent variables are knowledge and attitude, and the dependent variable is PMS anxiety. The instrument for research is an online questionnaire. The data analysis used was univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test.Result: The findings revealed that 50.4% of respondents were at least 15 years old. Thirty-three percent of respondents experienced PMS symptoms prior to menstruation, while the remaining 69.7 percent experienced PMS symptoms during menstruation. Based on the bivariate analysis, it was determined that knowledge was related to PMS-related anxiety in adolescents (p = 0.003), whereas attitude was not (p = 0.303).Conclusion: The results of this study indicate that knowledge about PMS influences anxiety when facing PMS in female adolescents.Keywords: premenstrual syndrome, knowledge, attitudes, anxiety
Analisis Pemberian Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Puskesmas: Studi Literature Review Elsa Sari Mutiara; Lasria Manalu; Ranita Evi Klise; Sephiani Aginta; Fadilah Aini; Rusmalawaty Rusmalawaty
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 2 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.2.125-135

Abstract

Latar Belakang: Terjadinya anemia pada Ibu Hamil berakibat buruk dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada janin di dalam kandungan dan juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah selama kehamilan hingga persalinan, bahkan juga dapat membuat terjadinya kematian pada ibu dan anak. Dengan demikian salah satu pencegahan yang dapat diberikan dalam mengatasi anemia yaitu melalui pemberian TTD atau tablet tambah darah. Bertujuan untuk menganalisis pemberian tablet tambah darah (TTD) pada Ibu Hamil yang terjadi di beberapa Puskesmas.Metode: Menggunakan hasil penelitian sebelumnya berupa literature review dengan jangka waktu 5 tahun terakhir (2018-2023) yang dipublikasikan pada situs online Google Scholar dan Portal Garuda yang berhubungan dengan Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Puskesmas. Jurnal yang dipilih adalah 15 jurnal nasional.Hasil: Menunjukkan pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil di beberapa puskesmas masih berjalan ditemukan adanya masalah yang menyebabkan cakupan pelaksanaan masih berjalan kurang baik.Simpulan: Analisis Pemberian Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di beberapa Puskesmas masih kurang berjalan dengan baik. Adapun pemberian tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil. Puskesmas masih kurang berjalan dengan baik. Adapun pemberian tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor yang meliputi pendidikan, pengetahuan, perilaku terhadap kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil.Kata kunci: tablet tambah darah; ibu hamil; puskesmas Title: Analysis of Giving Blood Supplement Tablets to Pregnant Women at the Health Center: Literature Review StudyBackground: The occurrence of anemia in pregnant women has a negative impact on the growth and development of the fetus in the womb and also has the potential to cause various problems during pregnancy to delivery, and can even cause death in the mother and child. Thus, one of the preventions that can be given in overcoming anemia is through administration of iron tablets or iron tablets. Aims to analyze the administration of blood-boosting tablets to pregnant women that occurs in several health centers.Methods: Using the results of previous research in the form of a literature review for the last 5 years (2018- 2023) published on the Google Scholar online site and the Garuda Portal which are related to Supplementary Blood Tablets in Pregnant Women at the Puskesmas. The selected journals are 15 national journals.Results: Indicates that the administration of iron supplement tablets to pregnant women in several health centers is still running, it is found that there are problems that cause the scope of implementation to run poorly.Conclusion: Analysis of Giving Blood Supplement Tablets to Pregnant Women in several Community Health Centers is still not going well. As for giving iron tablets to pregnant women. Health centers are still not running well. The administration of blood-boosting tablets (TTD) to pregnant women is influenced by several factors which include education, knowledge, behavior towards compliance in consuming blood-boosting tablets in pregnant women.Keywords: blood supplement tablets; pregnant women; public health centers
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Scabies pada Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Aisyah Mutiara Qalbu; Silvia Yasmin Lubis; Aslinar Aslinar
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 4 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.4.245-249

Abstract

Latar belakang: Personal hygiene (kebersihan diri) merupakan salah satu upaya seseorang untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan diri. Personal hygiene merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular scabies. Menurut (WHO) World Health Organization setiap tahunnya ada sekitar 300 juta kasus di dunia.  Pada tahun 2020 kasus scabies masuk dalam 6 besar penyakit parasit epidermal kulit yang besar angka kejadiannya di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian scabies pada wilayah kerja Puskesmas Simpang Kiri.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien berusia 10 – 18 tahun yang mengunjungi Puskesmas Simpang Kiri. Sampel direkrut menggunakan teknik totally sampling dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder berupa wawancara dan rekam medik pasien yang datang ke Puskesmas Simpang Kiri kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil: Responden paling banyak berusia 15 tahun (20,6%), dengan jenis kelamin laki-laki (52,9%), dan pendidikan SMP (61,8%). Pasien dengan scabies sebanyak 70,6% dan yang tidak scabies 29,4%. Dalam penelitian ini juga ditemukan tidak terdapatnya hubungan bermakna antara personal hygiene dengan kejadian scabies di Puskesmas Simpang Kiri dengan nilai p sebesar 0,150.Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna  antara personal hygiene dengan kejadian scabies di Puskesmas Simpang Kiri (nilai p = 0,150).Kata kunci: personal hygiene; scabies ABSTRACTTitle: Relationship between Personal Hygiene and Scabies Incidence Rate in the Simpang Kiri Health Center Work AreaBackground: Personal hygiene is one of a person's efforts to improve personal hygiene and health. Personal hygiene is one way to prevent scabies infections. According to the World Health Organization (WHO), every year there are around 300 million cases in the world. In 2020, scabies cases will be included in the top 6 epidermal skin parasitic diseases with a large number of occurrences in the world. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and the incidence of scabies in the Simpang Kiri Health Center work area.Method: This study used an analytic observational method with a cross-sectional approach. The population used was patients aged 10–18 years who visited the Simpang Kiri Health Center. Samples were recruited using a totally sampling technique where the number of samples is the same as the population. This study used primary and secondary data in the form of interviews and medical records of patients who came to the Simpang Kiri Health Center and then analyzed it using univariate and bivariate analysis.Risult: Most of the respondents were 15 years old (20.6%), male (52.9%), and had a junior high school education (61.8%). Patients with scabies as much as 70.6% and 29.4% without scabies. In this study, it was also found that there was no significant relationship between personal hygiene and the incidence of scabies at the Simpang Kiri Health Center, with a p value of 0.150.Conclusion: There was no significant relationship between personal hygiene and the incidence of scabies at Simpang Kiri Health Center (p value = 0.150).Keywords: personal hygiene; scabies
Tindakan Pencegahan dan Kejadian Reaksi Alergi Obat di Kamar Operasi pada Pasien dengan Anestesi Umum di RSPUR Tahun 2021 Yumna Sabila; Muhammad Syakir Marzuki; Farid Bastian
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 4 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.4.277-282

Abstract

Latar belakang: Anestesi umum dengan kandungan obat dan dosis tertentu, mungkin tidak cocok pada kondisi tubuh individu yang mendapatkan dosis obat anestesi tersebut. Hal ini dapat menyebabkan reaksi alergi yang harus segera ditangani dan diberi antidotum agar tidak menyebabkan komplikasi yaitu syok anafilatik di ruang operasi. Reaksi ini merupakan salah satu reaksi yang tidak diharapkan dan dapat terjadi di ruang operasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis angka kasus operatif yang membutuhkan preventif dan kejadian reaksi alergi obat anestesi umum. Selain itu, penelitian ini juga menilai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mengatasi gejala yang timbul pada pasien.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada pasien di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. Sampel penelitian berjumlah 785 pasien yang dipilih dengan metode non-probability sampling dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan data rekam medik pasien tahun 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien dengan tindakan operatif yang mendapatkan anestesi umum yang tercatat di rekam medis dalam kurun waktu Januari hingga Desember tahun 2021 di ruang operasi Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. Dalam penelitian ini hanya dilakukan analisis univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 303 kasus (40%) menggunakan obat anestesi umum kurang dari 5 jenis obat. Sedang tindakan yang menggunakan ≥ 5 jenis obat ditemukan sebanyak 455 kasus (60%). Sebanyak 750 pasien (99,99%) mengalami reaksi alergi dan sisanya tidak mengalami reaksi alergi (0,01%). Tindakan preventif telah dilakukan pada 152 pasien (20%), sedang sisanya tidak mendapatkan terapi preventif (80%).Simpulan: Kesimpulan penelitian ini obat anestesi umum yang diberikan pada pasien dengan tindakan operatif paling banyak menggunakan ≥ 5 jenis obat sebanyak 60% dan hanya 20% pasien yang melakukan tindakan yang dilakukan untuk preventif gejala reaksi alergi obat anestesi umum. Angka kejadian reaksi alergi obat anestesi umum sebanyak 0,01% di ruang operasi RSPUR tahun 2021.Kata kunci: anestesi umum; tindakan preventif; reaksi alergi Title: Prevention Measures and Events of Allergic Reactions in The Operating Room in Patients Under General Anesthesia at RSUPR in 2023Background: General anesthesia with particular drug ingredients and dosages may not suit the patient's body. This can trigger an allergic reaction that requires rapid treatment and an antidote to prevent anaphylactic shock in the operation room. Unexpected reactions can occur in the surgery room. This study examined the number of preventative instances and general anesthesia medication allergies. This study also examines ways to alleviate patient complaints.Method: This study is a quantitative, descriptive investigation of patients at the Permemedika Ummi Rosnati Hospital in Banda Aceh. The study sample consisted of 785 patients who were selected using a non-probability sampling technique and total sampling. This study utilized 2021 patient medical record data. From January to December 2021, in the operating room of the Peramedika Ummi Rosnati Hospital Banda Aceh, all surgical patients who received general anesthesia and whose medical records were documented were included in this study. In this investigation, only a univariate analysis was conducted.Result: The results showed that 303 cases (40%) used less than five types of general anesthetic drugs. Meanwhile, there were 455 cases (60%) using ≥ 5 types of drugs. A total of 750 patients (99.99%) experienced allergic reactions, and the rest did not experience allergic reactions (0.01%). Preventive measures have been carried out in 152 patients (20%), while the rest did not receive preventive therapy (80%).Conclusion: The conclusion of this study is that general anesthetic drugs given to patients with operative procedures mostly use ≥ 5 types of drugs, as much as 60%, and only 20% of patients take action to prevent symptoms of allergic reactions to general anesthetic drugs. The incidence of allergic reactions to general anesthetic drugs will be 0.01% in the RSPUR operating room in 2021.Keywords: general anesthesia; preventive measures; allergic reactions
Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja SPBU X Kabupaten Malang Nurkhalissa Mahdanie; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.198-203

Abstract

Latar belakang: SPBU merupakan kawasan major hazard accident. Menurut data, selama rentang tahun 2016 hingga 2018 terdapat 120 kasus kecelakaan kerja di sekitar SPBU. Angka kecelakaan  kerja di SPBU dapat ditekan dengan adanya pengetahuan dan sikap mengenai  K3 yang baik karena  pekerja dapat melakukan perilaku yang sesuai dengan pengetahuan dan sikap K3 yang telah dimiliki yang kemudian memunculkan sebuah praktik.  SPBU X berdiri sejak tahun 2019 dan berlokasi di Kabupaten Malang dengan bentuk CODO (Company Owned Dealer Operated). Menurut wawancara dan observasi peneliti, beberapa pekerja SPBU X memiliki pemgetahuan yang kurang mengenai K3, pekerja SPBU belum menaati Standar Operasional Prosedur yang sudah dijelaskan pada saat safety briefing, dan lain sebagainya.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dan melibatkan 33 responden. Penelitian ini menggunakan teknik total populasi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian lembar angket pengetahuan, sikap, dan praktik.Hasil: Sebagian besar pekerja di SPBU X Kabupaten Malang memiliki pengetahuan yang tidak baik 63,6%, sikap yang positif 78,8% dan praktik yang baik 90,9%. Analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik penerapan K3 pada pekerja SPBU X Kabupaten Malang dengan nilai p-value sebesar 0,016 atau p-value < 0,05. Ada hubungan antara pekerja dengan praktik penerapan K3 pada pekerja SPBU X Kabupaten Malang dengan nilai p-value sebesar 0,043 atau p-value < 0,05.Simpulan: Pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan praktik penerapan K3 pada pekerja SPBU X Kabupaten Malang.Kata kunci: pengetahuan; sikap; praktik; penerapan keselamatan dan kesehatan kerja Title: Knowledge, Attitudes, and Practices of Occupational Safety and Health Implementation in X Gas Station Workers Malang RegencyBackground: Gas stations are major hazard accident areas. According to the data, from 2016 to 2018 there were 120 cases of work accidents around gas stations. The number of work accidents at gas stations can be reduced by having good knowledge and attitudes about Occupational Safety and Health because workers can perform behaviors that are in accordance with the Occupational Safety and Health knowledge and attitudes that have been owned which then lead to a practice. X Gas Station was established in 2019 and is located in Malang Regency in the form of CODO (Company Owned Dealer Operated). According to the researcher's interviews and observations, some X gas station workers have insufficient knowledge about Occupational Safety and Health, gas station workers have not obeyed the Standard Operating Procedures that have been explained during safety briefings, and so on.Method: This research is a quantitative study with a cross sectional approach and involved 33 respondents. This study used the total population technique. Data collection techniques using knowledge, attitude, and practice questionnaire research instruments.Result: The results showed that most workers at X Gas Station Malang Regency had poor knowledge 63,3%, positive attitudes 78,8%, and good practices 90,9%. Statistical analysis shows the results that there is a relationship between knowledge and the practice of implementing Occupational Safety and Health in X gas station workers  Malang Regency with a p-value of 0.016 or p-value <0.05 5). There is a relationship between workers and the practice of implementing Occupational Safety and Health in X gas station workers Malang Regency with a p-value of 0.043 or p-value <0.05.Conclusion: Knowledge and attitude have a significant relationship with Occupational Safety and Health practices at X Gas Station Malang Regency.Keywords: knowledge; attitude; practice; implementation of occupational safety and health
Pelaksanaan Program Triple Elimination pada Ibu Hamil di Puskesmas Karanganyar Kota Semarang Menggunakan Model CIPP Nadia Dela Ayunda; Septo Pawelas Arso; Nurhasmadiar Nandini
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 3 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.3.209-216

Abstract

Latar belakang: Program triple elimination bertujuan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu kepada janin. Dalam studi pendahuluan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, ditemukan bahwa capaian deteksi dini triple elimination di Puskesmas Karanganyar saat ini masih sebesar 63%. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran tentang pelaksanaan program triple elimination berdasarkan teori CIPP.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini meliputi context, input, process dan product.  Hasil: Dalam aspek konteks, penting untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil sebagai tindak lanjut terhadap kebutuhan dan masalah yang ada. Pada aspek input, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan, seperti pedoman, sumber daya manusia yang memadai, dan sarana prasarana yang memadai. Dalam aspek proses, langkah-langkah seperti deteksi dini, tindak lanjut, dan pencatatan pelaporan telah dilakukan dengan baik. Namun, terdapat kekurangan dalam kemampuan petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan konseling kepada ibu hamil. Dalam aspek produk, capaian program dapat dinilai berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa capaian deteksi dini dan tindak lanjut program telah tercapai.Simpulan: Program triple elimination di Puskesmas Karanganyar sudah dilaksanakan dengan baik. Diperlukan adanya pelatihan bidan mengenai triple eliminasi secara khusus agar lebih terampil. Selain itu, diperlukan adanya media KIE yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi maupun konseling.Kata kunci: triple elimination; ibu hamil; CIPP Title: Implementation Triple Elimination of Pregnant Women in Puskesmas Karanganyar Semarang City Using The CIPP ModelBackground: The triple elimination program aims to prevent transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from mother to child. In a preliminary study conducted by the Semarang City Health Office, it was found that the achievement of triple elimination early detection at the Puskesmas Karanganyar is currently still at 63%. The purpose of this study is to provide an overview of the implementation of the triple elimination program based on CIPP theory.Method: This research used the descriptive qualitative method, and the sampling technique is purposive sampling. The variables in this study include context, input, process, and product.Result: In terms of context, it is important to increase awareness of pregnant women as a follow-up to existing needs and problems. In the input aspect, there are opportunities that can be exploited, such as guidelines, adequate human resources, and adequate infrastructure. In the process aspect, steps such as early detection, follow-up, and recording of reports have been carried out properly. However, there are deficiencies in the ability of health workers to provide education and counseling to pregnant women. In the product aspect, program achievements can be assessed based on the objectives that have been set. The results of the interviews show that early detection and follow-up programs have been achieved.Conclusion: The triple elimination program at the Puskesmas Karanganyar has been implemented well. There is a need for training for midwives regarding triple elimination, specifically so that they are more skilled. In addition, it is necessary to have IEC media that can be used as a means of education and counseling.Keywords: triple elimination; pregnant women; CIPP
Peranan Auditor Internal dalam Upaya Pencapaian Zero Accident di PT Dirgantara Indonesia Hana Wahyu Cahyaningtyas; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 2 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.2.89-93

Abstract

Latar belakang: Internal audit merupakan salah satu upaya penerapan SMK3 yang dapat membantu mencapai zero accident di perusahaan. PT X menerapkan internal audit sebanyak satu kali dalam satu tahun dan dilakukan oleh auditor yang telah berkualifikasi sebagai seorang auditor. Berdasarkan pengamatan pada PT X, peranan auditor dapat mempengaruhi pelaksanaan dan hasil audit. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peranan auditor dalam upaya pencapaian zero accident di PT X.Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 3 informan utama yang merupakan auditor internal dan 4 informan triangulasi dari Lead Audit, P2K3, serta karyawan. Instrumen penelitian yaitu pedoman wawancara mendalam dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi. Hasil: Hasil penelitian membuktikan bahwa internal audit di PT X telah terlaksana dengan baik yang mengarah pada zero accident. Peranan auditor internal dalam upaya pencapaian zero accident di PT X yaitu dengan membantu implementasi K3 di perusahaan melalui internal audit, monitoring potensi K3 dan pemberian rekomendasi tindakan perbaikan, serta promosi K3.Simpulan: Peranan auditor internal membutuhkan dukungan dari pemimpin untuk mendorong keefektifan pelaksanaan dan pencapaian tujuan yang diinginkan, yaitu zero accident.Kata kunci: audit internal, auditor internal, zero accident ABSTRACTTitle: The Role of Internal Auditors in Efforts to Achieve Zero Accident at PT XBackground: Internal audit is one of the efforts to implement SMK3 that can help achieve zero accidents in the company. PT X implements an internal audit once a year and is carried out by an auditor who has qualified as an auditor. Based on observations at PT X, the role of the auditor can affect the implementation and results of the audit. This study aims to explain the role of auditors in efforts to achieve zero accidents at PT X.Method: This research uses descriptive research through a qualitative approach. The research subjects consisted of 3 main informants who were internal auditors and 4 triangulation informants from Lead Audit, P2K3, and employees. The research instruments were in-depth interview guidelines and observation sheets. This research uses in-depth interview and observation methods.Result: The results of the study prove that the internal audit at PT X has been well implemented which leads to zero accidents. The role of internal auditors in efforts to achieve zero accidents at PT X is by assisting the implementation of OHS in the company through internal audits, monitoring potential OHS and providing recommendations for corrective action, and promoting OHS.Conclusion: The role of internal auditors requires support from leaders to encourage effective implementation and achievement of the desired goal, namely zero accidents.Keywords: internal audit, internal auditor, zero accident
Hubungan Durasi Kerja, Masa Kerja, dan Postur Kerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Batik Tulis di Kampung Batik Kauman Kota Pekalongan Atika Rizqi Aulia; Ida Wahyuni; Siswi Jayanti
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 22, No 2 (2023): MKMI
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.22.2.120-124

Abstract

Latar belakang: Nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri akut pada area tulang punggung bagian bawah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia, angka prevalensi gangguan nyeri punggung bawah di Indonesia mencapai 18%. Pekerja dalam melakukan pekerjaannya memiliki risiko mengalami nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara durasi kerja, masa kerja, dan postur kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja batik tulis di Kampung Batik Kauman Kota Pekalongan.Metode: Penelitian dilaksanakan di Kampung Batik Kauman Kota Pekalongan pada bulan Februari 2023. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah populasi sebesar 61 pekerja dan sampel adalah 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui karakteristik responden, lembar penilaian Brief Survey untuk mengukur postur kerja, dan lembar penilaian VAS (Visual Analog Scale) untuk mengukur keluhan LBP. Data di analisis univariat dan bivariat, yang mana analisis bivariat menggunakan uji chi- square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p value= 0.004), masa kerja (p value = 0.0001), dan postur kerja (p value = 0.0001) dengan keluhan nyeri punggung bawah.Simpulan: Terdapat hubungan antara durasi kerja, masa kerja, dan postur kerja dengan keluhan low back pain.Kata kunci: nyeri punggung bawah; durasi kerja; masa kerja; postur kerja Title: Correlation Between Working Duration, Working Period, and Working Posture with Low Back Pain Complaints in Batik Workers Kauman Pekalongan CityBackground: Low Back Pain is a musculoskeletal disorder that causes discomfort and acute pain in the lower backbone. Based on data from the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS), the prevalence rate of low back pain disorders in Indonesia reaches 18%. The purpose of this study is to determine the relationship between working duration, working period, and working posture with complaints of low back pain in handmade batik workers in Kauman Batik Village, Pekalongan City.Method: This research was carried out in Kauman Batik Village, Pekalongan City on February 2023. This type of research is quantitative analytic with cross sectional case design. The research sample was taken using a purposive sampling technique with a total sample of 30 respondents. The instrument used was questionnaire to determine the characteristic of respondents, Brief Survey to measure work posture, and VAS (Visual Analog Scale) to measure Low Back Pain. Data in univariate and bivariate analysis, which is the chi-square test for bivariate analysis.Result: The results showed that there was a significant relationship between work duration (p value = 0.004), work period (p value = 0.0001), and work posture (p value = 0.0001) with complaints of low back pain.Conclusion: The conclusion from this study is that there is a relationship between working duration, working period, and working posture with complaints of low back pain.Keywords: low back pain; working duration; working period; working posture