cover
Contact Name
Saaduddin
Contact Email
red.ekspresiseni@gmail.com
Phone
+6281371972228
Journal Mail Official
red.ekspresiseni@gmail.com
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi
Core Subject : Humanities, Art,
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni welcomes full research articles in the area of Visual Art and Performing Art. Scope areas are: related to Art and Culture, Creative Process and conceptual research in visual art and Performing Art.
Articles 289 Documents
LAGU POP BIDAYUH BUKAR SADONG DI SERIAN, SARAWAK, MALAYSIA Connie Lim Keh Nie
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.626 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.109

Abstract

Bidayuh merupakan salah satu masyarakat yang terdapat di negeri Sarawak.Masyarakat ini mempunyai empat pecahan etnik yang utama iaitu di Bau, Serian,Lundu dan Padawan. Masyarakat ini mempunyai empat pecahan bahasa etnikiaitu Bukar-sadong di Serian, Jagoi di kawasan Bau, Biatah di kawasan Padawandan Penrissen. Kajian ini bertumpu pada lagu popular Bidayuh yang dicipta dikawasan Serian, Sarawak yang penduduknya adalah majoriti kaum BidayuhBukar-Sadong dari tahun 2000 hingga 2013. Melalui kajian ini, ciri-ciri lagu popBidayah Bukar Sadong Serian akan dikenalpasti dari aspek tanda masa, melodi,rentak, harmoni dan struktur (form). Secara kesimpulan, didapati penggunaanstruktur lagu yang amat terhad, penggunaan ilmu teori muzik yang terhad dalamkomposisi dan penggunaan alat muzik orkestra barat yang terhad dalamkomposisi lagu pop Bidayuh.
PESTA PARA PENCURI KARYA TEATER JEAN ANNOULIH SADURAN RAHMAN SABUR Desi Susanti
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1788.583 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.165

Abstract

esta Para Pencuri karya Annoulih Saduran Rahman Sabur, yang penulis sekaligus pengkarya pentaskan terjadi di sebuah warung, hal ini bisa dilihat dari setting warung yang dihadirkan di atas panggung dan merupakan pilihan untuk mendekatkan peristiwa yang terjadi di panggung dengan penonton. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pembicaraan di warung saat ini tidak lagi terbatas pada golongan menengah kebawah saja tapi sudah merambah pada persoalan sosial, politik dan ekonomi bahkan yang sifatnya rahasia sekalipun. Begitupun dengan pengunjung warung saat ini, tidak terbatas pada strata sosial tertentu saja. Pencuri yang ditafsirkan pengkarya adalah pencuri yang sudah bersifat terbuka dan terang-terangan mengambil hak orang lain dan membicarakan hasil curiannya di ruang publik seperti warung. Pencuri yang tidak lagi mempunyai rasa malu, segan dan takut akan perbuatannya, pencuri yang tidak memandang kawan atau lawan. Untuk mewujudkan karakter tokoh dalam Pesta Para Pencuri karya Annoulih Saduran Rahman Sabur, pengkarya menggunakan metode akting Brecht dan Stanislavsky, dengan pendekatan akting presentasi dan gaya realisme. Hal ini bertujuan agar pemain dan penonton tidak terlalu berjarak dengan pertunjukan dan peristiwa yang dihadirkan diatas panggung.  
KOMPOSISI MUSIK KASANG BAJUNDAI Suharti Suharti
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.096 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i1.182

Abstract

Kehadiran teknologi industri dan perkembangan music-musik popular sangat memberikan pengaruh terhadap perkembangan musik-musik tradisi, sehingga pesatnya/ desakan music popular telah dapat memarjinalkan eksistensi kesenian tradisi khususnya (kesenian tari Benten) yang seyogyanya merupakan jati diri kebudayaan masyarakat Pesisir Selatan Minangkabau Sumatera Barat yang sangat pantas dilestarikan hingga sekarang. Berdasarkan fenomena yang rerjadi pada kesenia tersebut di atas, maka menarik untuk ditulis ke dalam sebuah jurnal dengan rumusan penciptaan sebagai berikut: (1) bagaimana bentuk komposisi music Kasang Bajundai setelah digarap melodi, ritem dan syairnya, (2) bagaimana karakteristik Komposisi Kasang Bajundai sebagai sebuah komposisi baru yang berangkat dari Dendang Kasang iringan Tari Benten dengan focus  pendekatan konsep re-interpretasi tradisi. Adapun teknik garap yang digunakan di dalam Komposisi Kasang Bajundai ini yakni seperti: kanon, harmonisasi, coll and respon, dinamik, pengolahan tempo dan pengembangan melodi serta ritme adok. Komposisi Kasang Bajundai ini didukung oleh beberapa intrumen music seperti: adok, suling, vocal, gitar elektrik, akordion, tabla, bass electrik serta drum.
KONSEP SEMIOLOGI VERBALISASI MAKNA MUSIKAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Nursyirwan, Nursyirwan
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.234 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.198

Abstract

Penafsiran endosemantik terhadap musik mempertimbangkan bentuk verbalisasi. “Jika penting menghadirkan tanda musikal (signifier), penandaan (signified), maka yang ditandai adalah aspek “yang bisa dinalar” atau “bisa diterjemahkan”. Penjelasan tanda-tanda musikal (signifier) seharusnya ‘bisa dipahami’. Secara paradoksikal, terdapat kesepakatan bahwa musik adalah sistem semiotik dari suara-suara musikal. Pembahasannya [sistematik] terpusat pada analogi, perbedaan, di antara musik dan bahasa.
ORKESTRASI MUSIK SINKRETIK “KATUMBAK” DI NAGARI LIMAU PURUIK–PARIAMAN Yurnalis, Yurnalis
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.771 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.233

Abstract

Katumbak, salah satu musik sinkretik Minangkabau merupakan kekayaan musikal masyarakat, berfungsi hiburan dalam berbagai hajatan masyarakat nagari Limau Puruik, Pariaman. Eksistensinya sempat tenggelam sebagai dampak kemajuan tek­­nologi musik Organ Tunggal. Tradisi Katumbak menjadi menarik karena dapat menantang arus pertunjukan Organ Tunggal. Data kualitatif katumbak, faktor pengembangan aspek orkestrasi, instrumentasi, dan deskripsi konsep telah memicu bangkit kembali tradisi musik ini dari keterpurukannya di samping strategi seniman dalam aktivitas sosial masyarakat nagari Limau Puruik, Pariaman.
SENI KERAJINAN BORDIR HJ.ROSMA: FUNGSI PERSONAL DAN FISIK Ranelis, Ranelis
Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.545 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i1.61

Abstract

Kerajinan bordir Hj. Rosma terdapat di Ampek Angkek Canduang, sebuah nagari di kabupaten Agam Sumatra Barat yang merupakan salah satu daerah sentra seni kerajinan bordir yang sedang tumbuh dan berkembang. Kegiatan membordir merupakan kegiatan perekonomian yang selain memiliki fungsi personal yaitu ekspresi dari Hj. Rosma dalam membuat motif-motif baru yang cantik dan menarik, dan memiliki fungsi fisik. Seni kerajinan bordir Hj. Rosma sebagai salah satu bentuk budaya tradisional berawal dari memproduksi perlengkapan rumah tangga yang berkembang menjadi produk fasion. Corak ragam hias yang terdapat pada bordiran Hj. Rosma adalah motif tumbuh-tumbuhan dalam bentuk bunga mawar, melati, kaluak paku dan motif geometris. Produk yang dihasilkan Rosma diantaranya adalah: mukenah, jilbab, baju kurung dan kebaya. Semua itu menunjukkan kemampuan Rosma dalam menciptakan ragam hias yang diilhami dari konsep “alam takambang jadi guru”. Nilai-nilai keindahan kain bordir secara visual bisa dilihat dari bentuk ragam hias yang ditampilkan, maupun dari fungsi kain bordir yang dihasilkan
TUBUH PEREMPUAN HARI INI MELALUI KOREOGRAFI “AKU DAN SEKUJUR MANEKIN” Nike Suryani
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.687 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.77

Abstract

Aku dan Sekujur Manekin merupakan sebuah wujud karya tari yangmengusung tubuh tari dan keperempuanan dalam wacana senipertunjukan. Dengan memfokuskan pada rekonsruksi seni pertunjukanpada masa tertentu, maka ada batasan untuk menganalisis bagaimanatubuh perempuan dimaknai, diinterpretasikan, dan direpresentasikandalam bentuk karya tari. Tubuh tari dalam tulisan ini tidak hanya dilihatsebagai bentuk seni yang diproduksi, dilakukan, dan diinterpretasikan olehperempuan, melainkan juga bagaimana masyarakat mengartikan tubuh taritersebut. Garapan karya tari Aku dan Sekujur Manekin menunjukkansejauhmana terjadi kontradiksi tokoh perempuan dalam prosestransformasinya.Tulisan ini akan digunakan pendekatan intertekstual.Pendekatan ini menegaskan adanya keterkaitan antara satu teks denganteks lain. Sebuah karya hanya dapat dibaca dalam kaitan ataupunpertentangan dengan teks-teks lain yang merupakan semacam kisi-kisi.Melalui kisi-kisi itu teks dibaca dan diberi struktur dengan menimbulkanpembaca untuk memilih dan mengambilciri-ciri menonjol dari tekstersebut dan memberikan sebuah struktur pada teks baru.
LASUANG SEBAGAI SUMBER PENCIPTAAN TARI MODERN LASUANG TATINGGA DI SUMATERA BARAT Emri Emri
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.496 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v18i1.88

Abstract

Lasuang atau lesung merupakan alat untuk menumbuk padi pada masa lalu. Dalam setiap peristiwa budaya yang ada dalam cerita rakyat banyak ditemukan aktifitas masyarakat yang berhubungan dengan lesung. Setiap aktifitas tersebut selalu menghadirkan cerita-cerita yang menarik. Hal ini merupakan ciri khas masyarakat petani atau masyarakat agraris. Kondisi tersebut menimbulkan keinginan untuk menciptaan seni tari yang berangkat dari fenomena lesung tersebut. Fenomena lesung yang dijadikan dasar penciptaan seni tari adalah fenomena yang berhubungan dengan kebudayaan Minangkabau pada masa lalu. Pada masa lalu, lasuang memiliki konteks menumbuk padi di lasuang. Mengenang masa lalu, lasuang merupakan salah satu tempat untuk bermain dengan sesama, lasuang juga tempat mendapatkan pengalaman untuk hidup di masa mendatang. Seorang ibu tidak hanya memberikan nasehat ketika berada di rumah saja, namun si anak juga bisa mendapatkan petuah-petuah ini disaat berada di lokasi lasuang. 
“PERMAINAN BOLA API (BOLES)” ANTARA SAKRAL DAN PROFAN DI PONDOK PESANTREN DZIKIR AL- FATH SUKABUMI Evi Lutfiah
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.376 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.104

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengemukakan  dan mendeskripsikan  wujud seni pertunjukan permainan Bola Api sebagai salah satu permainan rakyat yang ditampilkan oleh santri pondok pesantren Al-fath sukabumi. Penelitian ini terkait dengan  kehadiran  pesantren  sebagai   pelestari  seni  tradisional  dan pembentuk kader-kader   seni  tradisional   untuk  tetap  menjaga   kelestariannya.   Di  dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana fungsi permainan Bola Api sebagai Tuntunan atau hanya sekedar tontonan. 
MENDOBRAK NILAI-NILAI PATRIARKI MELALUI KARYA SENI: ANALISIS TERHADAP LUKISAN CITRA SASMITA Aninda Dyah Hayu Pinasti Putri; Nooryan Bahari; Novita Wahyuningsih; Citra Sasmita
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.901 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.147

Abstract

Patriarki merupakan simbol dari kekuasaan, perangkap, dan hegemoni yang menciptakan wacana-wacana meminggirkan keberadaan perempuan. Dalam dunia seni rupa, subaltern perempuan membutuhkan upaya mengungkapkan di bagian mana perempuan berbicara dan tidak berbicara. Perupa perempuan menarik untuk diungkap sebagai subaltern. Partisipasi perempuan sebagai perupa diharapkan menghilangkan gambaran perempuan yang selama ini diciptakan oleh perupa laki-laki. Dominasi perupa laki-laki menunjukkan minimnya perempuan perupa, seolah dunia perupa tidak memberi tempat bagi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu, dengan wawancara terstruktur, observasi, mengkaji dokumen dan arsip. Hasil yang dicapai dari karya Citra Sasmita adalah lukisan dengan figur perempuan dan simbol- simbol yang berkaitan dengan konsep purusa dan pradanapada budaya Hindu Bali, misalnya seperti tumbuhan kaktus sebagai simbol purusa. Warna-warna yang sering digunakan yaitu warna hijau, biru, hitam, putih, coklat, merah.

Page 8 of 29 | Total Record : 289


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 1 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022 Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022 Vol 24, No 2 (2022): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni More Issue