cover
Contact Name
Saaduddin
Contact Email
red.ekspresiseni@gmail.com
Phone
+6281371972228
Journal Mail Official
red.ekspresiseni@gmail.com
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi
Core Subject : Humanities, Art,
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni welcomes full research articles in the area of Visual Art and Performing Art. Scope areas are: related to Art and Culture, Creative Process and conceptual research in visual art and Performing Art.
Articles 297 Documents
DOCUMENTARY FILM AS THE MISSIONARY ENDEAVOR OF DIGITAL ERA Riki Rikarno
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.375 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v21i2.905

Abstract

One of television shows is the program of documentary film. Documentary film with religious content involving religious thought, religious values, and public figures of a religion has educational values and wisdom made into a description of life. It has the essence of missionary endeavor that has social purpose and function namely producing peaceful, prosperous, happy and safe life. The making of documentary film of missionary endeavor or more often called the production of documentary film of missionary endeavor is the process of film making from the story idea until the production of documentary film of missionary endeavor. In planning a production, a professional producer will be faced on five things that need deep thought namely the material of production, the means of production (equipment), the cost of production (financial), the executive organization of production, and the implementation stage of producing the documentary film of missionary endeavor.
CREATIVITY OF ART IN SENDRATARI RAMAYANA AS AN EXAMPLE OF TRANSFORMATION PROCESS FRESTI YULIZA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.082 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.1013

Abstract

Artikel ini membahas perihal kreatifitas dalam proses pemindahan bentuk dari relief di kompleks candi Prambanan di Jawa Tengah ke dalam bentuk sendratari masa kini berjudul Sendratari Ramayana. Proses yang belakangan banyak disebut sebagai ‘alih wahana’ tersebut, dibahas dengan terlebih dahulu menguraikan perihal hal-hal yang menjadi konsep dari ‘alih wahana,’ yang dilanjutkan dengan melihat perbandingan antara Sendratari Ramayana dengan relief di Candi Prambanan. Berdasarkan perbandingan tersebut, ditemukan ciri-ciri dari adanya kreatifitas, yang dalam hal ini dihubungkan dengan adanya usaha menyusun tanda-tanda dalam pementasan, yang selanjutnya dibaca dengan semiotika tari.
OTA LAPAU SEBAGAI ALTERNATIF IDE PENCIPTAAN TEATER KONTEMPORER MINANGKABAU AFRIZAL H; YUSRIL YUSRIL; SUSANDRO SUSANDRO
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.463 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.1266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan,. sekaligus menemukan model penciptaan teater kontemporer Minangkabau yang bertolak pada ide/gagasam yang berpusat pada ota lapau. Fenomena ota lapau merupakan salah satu potensi budaya yang tetap bertahan sampai sekarang di Minangkabau. Kekuatan improvisasi dan kemampuan dalam mewujudkan akting melalui cara bercerita yang lahir secara spontan dalam merespons persoalan-persoalan seperti nilai-nilai keagamaan, pergaulan, situasi ekonomi, fenomena politik, seni dan budaya, bahkan pengetahuan tentang adat istiadat berbaur menjadi satu sebagai wujud tematik cerita yang dibangun di dalam lapau. Data yang digunakan di dalam penelitian ini berpusat pada data kualitatif, yaitu data observasi, dokumentasi, termasuk juga data wawancara. Dari masing-masing data tersebut dielaborasi, sehingga menemukan berbagai ragam istilah yang berkemungkinan dapat digunakan di dalam praktik penciptaan teater kontemporer di Sumatera Barat, berpusat pada ide penggarapan ota lapau.  
MEMBACA MAKNA KARYA FOTOGRAFI DOKUMENTER SUSANTI, INDAH
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.1074

Abstract

AbstrakFoto dokumenter adalah penggambaran dunia nyata oleh fotografer.  Gambaran tersebut menyampaikan sesuatu yang penting dan memberikan komentar agar dimengerti oleh orang lain. Secara tidak langsung, hal ini  dapat dikonsumsi public guna mempertahankan sebuah warisan budaya. Visualisasi dari  dunia nyata yang direkam oleh seorang fotografer juga berupaya mengkomunikasikan dan memberikan informasi  terhadap suatu peristiwa. Apa yang divisualkan oleh seorang fotografer  merupakan bentuk ekspresi dan suatu upaya merespon lingkungannya. Kepekaan seorang fotografer akan menggerakkan ISO, Speed dan Diafragma.  Setiap momen adalah peristiwa penting, setiap tekanan shutter adalah wujud kepeduliannya. Dalam Artikel ini, penulis melakukan pemaknaan terhadap tiga karya fotografi documenter 1). Ragam Hias Rumah Gadang, 2). Eksistensi Tebu Lawang, 3). Ibu Yusnidar Pembuat Saka Tabu Bukik Batabuh. AbstractDocumentary photos are real-world depictions by photographers. The picture conveys something important and provides comments so that others can understand it. Indirectly, this can be consumed by the public to maintain cultural heritage. Visualizing the real world recorded by a photographer also seeks to communicate and provide information about an event. What a photographer visualizes is a form of expression and an attempt to respond to his environment. The sensitivity of a photographer will move the ISO, Speed , and Diaphragm. Every moment is an important event, and every shutter press is an expression of concern. In this article, the author interprets the three works of documentary photography 1). Ornamental Variety of Rumah Gadang, 2). The existence of Lawang Sugarcane,Ragam Hias Rumah Gadang, 2). Eksistensi Tebu Lawang, 3). Ibu Yusnidar Pembuat Saka Tabu Bukik Batabuh.
WUJUD MISKOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PERTUNJUKAN TEATER Ba A Ka Ba A AHMAD RIDWAN FADJRI; SAADUDDIN SAADUDDIN
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.56 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i2.1702

Abstract

ABSTRAK Proses berbagi informasi tentang sebuah kabar secara interpersonal mempunyai suatu kelemahan sehingga terjadi miskomunikasi.  Adapun miskomunikasi interpersonal dapat menimbulkan berbagai dampak disintegrasi. Miskomunikasi interpersonal dapat melakukan berbagai rekayasa fakta dan data sehingga dapat berdampak dalam lintas budaya, dan batas wilayah Negara akibat pengaruh teknologi. Fenomena miskomunikasi interpersonal sebagai ide mewujud  dalam karya teater berjudul Ba A Ka Ba A. Baa? Kaba’a? merupakan bentuk frasa berkonotasi negatif yang bernuansa pesimis,  yang digunakan memperlihatkan kepasarahan menghadapi situasi sulit. Namun Baa? Kaba’a? juga merupakan bentuk frasa yang berkonotasi positif bernuansa optimis. Tergambar dalam keseharian masyarakat di Minangkabau digunakan untuk memperlihatkan rasa semangat dan harapan tinggi. Menggunakan gaya teater kejam (cruelty theater) Artaud, tubuh aktor dan komposisi panggung menjadi medium kolaborasi menggarap tema Baa? Kaba’a? sebagai objek formal penciptaan. Pada temuan di penciptaan, dampak miskomunikasi interpersonal dapat hadir dengan format yang berbeda di atas panggung.ABSTRACTThe process of interpersonally sharing information about a piece of news has a weakness, so miscommunication occurs. Interpersonal miscommunication can cause various effects of disintegration. Interpersonal miscommunication can carry out multiple engineering facts and data to impact cultures and national boundaries due to the influence of technology. The phenomenon of interpersonal miscommunication as an idea manifests itself in a theatrical work entitled Ba A Ka Ba A. Baa? Kaba'a? is a form of phrase with a negative connotation and a pessimistic nuance, which shows the marketability of facing difficult situations. But Baa? Kaba'a? is also a positive definition and an optimistic nuance. It is depicted in the daily life of people in Minangkabau, and it is used to show a sense of enthusiasm and high hopes. Using Artaud's Cruelty Theatre, the actors' bodies and stage compositions serve as a medium for collaboration on the theme of Baa? Kaba'a? as a formal object of creation. On the findings at design, the impact of interpersonal miscommunication can present in different formats on stage.
AESTHETIC SPACE IN SYNTHETIC CUBISM, INTERPRETATION ANALYSIS OF ARMEN NAZARUDDIN'S PAINTINGS Mukhsin Patriansah; Ria Sapitri; Husni Mubarat
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.666 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i1.2206

Abstract

This study aims to see the aesthetic spaces in synthetic cubism by Armen Nazaruddin. When mastering the techniques, tools and materials that are mastered, the next problem that arises is the application of aesthetic values in the form of works of art. Therefore, describing an experience of having a sense and being intellectual in giving birth to his work of art. This is what the author did to conduct an object study of Armen Nazaruddin's painting, which later could be used as a reference and reference in the development of painting in Indonesia, especially in West Sumatra. This painting really considers the principles of making principles in detail and meticulously as well as the stars of the message and meaning in it. Artists experiment with how to make use of objects around them that have no value to become more appropriate in accordance with the Minang Kabau philosophy, namely, "Nature Takambang Becomes a Teacher". Keywords: Aesthetics, Painting, Synthetic Cubism, ExperimentRuang Estetika Dalam Kubisme Sintetik, Analisis Interpretasi Terhadap Lukisan Armen NazaruddinAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat ruang-ruang estetis dalam kubisme sintetik karya Armen Nazaruddin. Ketika penguasaan teknik, alat dan bahan sudah dikuasai, persoalan selanjutnya yang muncul adalah terapan nilai estetika dalam wujud karya seni. Oleh karena itu, seniman dituntut memiliki suatu kepekaan rasa dan intelektual dalam melahirkan karya seninya. Hal inilah yang mendasari penulis melakukan objek kajian terhadap karya seni lukis Armen Nazaruddin, yang nantinya bisa dijadikan acuan serta referensi dalam perkembangan seni lukis di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Lukisan ini sangat mempertimbangkan prinsip-prinsip penyusunan secara detail dan teliti dan juga tersirat pesan dan makna di dalamnya. Seniman senantiasa bereksperimentasi dengan cara memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya yang tidak memiliki nilai menjadi lebih bernilai sesuai dengan falsafah minang kabau yakni “alam takambang jadi guru”. Kata kunci :  Estetika, Seni Lukis, Kubisme Sintetik, Eksperimentasi
Contemporary Painting: Anjani Mystery Room BR.PURBA, RIPASE NOSTANTA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.335 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.996

Abstract

Abstract painting is a genre of art whose forms of delivery are not direct. Anjani is one of the young artists who work with abstract paintings by displaying her wild imagination. Through a mix of media mix and sweep, spill, melt scratch techniques together and connect together into an unexpected configuration of results. The artist himself has dyslexia, which is not trivial for someone, especially artists because dyslexia is a 'language disorder' which causes individual deferences. However, lack is not an obstacle to Anjani, Anjani makes her shortcomings into an artistic 'personal charm' and this is a great capital and impetus for creating the best work of art. The theory used is Paul Ricoeur's interpretation theory. Interpretation is the interpretation, meaning, meaning, impression, opinion, and theoretical view of an object, the object this time meant is Anjani's painting, which the author limits to three paintings, namely Regeneration, Shifting, Mandala. Lukisan Abstrak, Paul Recoeur, Hermeneutik, Disleksia.
BENTUK MUSIK DAN MAKNA LAGU GARUDA PANCASILA NANDA KURNIA NOVANDHI; SETYO YANUARTUTI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.767 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.1267

Abstract

Setiap lagu memiliki bentuk musik yang dapat diuraikan secara jelas, baik lagu dengan tingkat kompleksitas yang tinggi sampai lagu sederhana dapat dipastikan akan selalu memiliki struktur dan bentuk musik di dalamnya. Bentuk musik dibutuhkan di dalam sebuah lagu, agar lagu yang diciptakan memiliki struktur yang jelas dalam urutan musiknya. Tentunya dalam sebuah lagu juga memiliki lirik yang membantu untuk menyampaikan pesan dari lagu yang diciptakan, terlebih dalam lagu nasional. Dalam artikel ini akan membahas bentuk musik dan makna dari lirik lagu nasional yang berjudul Garuda Pancasila. Lagu Garuda Pancasila akan dibedah menggunakan keilmuan musikologi untuk bentuk musiknya dan menggunakan keilmuan sastra untuk makna dari liriknya. Dari hasil pembahasan, diperoleh fakta bahwa musik yang cenderung sederhana dalam lagu Garuda Pancasila memiliki pengolahan motif yang komplek dan memiliki lirik yang mengandung pesan bagaimana seharusnya hidup berbangsa dan bernegara
HOAKS SEBAGAI KONSEP PENCIPTAAN TARI “FILTER” NUGRA, PRASIKA DEWI; GUSMAIL, SABRI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.576 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1361

Abstract

AbstrakKarya tari “Filter” merupakan karya peraih Hibah Seni Kelola 2019, kategori karya kolaborasi inovatif. Terinspirasi dari kondisi merebaknya hoaks (berita bohong) di jejaring sosial, khususnya pada layanan sosial media. Mengusung tema kehidupan sosial masyarakat di Indonesia, guna merefleksikan kondisi yang terjadi di Indonesia akibat hoaks yang berserakan di media digital. Memilih tipe abstrak dengan metode penciptaan berupa observasi (penjelajahan data, wawancara dan dokumentasi), analisa data, proses penciptaan (eksplorasi, improvisasi dan komposisi/pembentukan), persiapan, pertunjukan dan evaluasi. Karya ini terdiri dari 3 (tiga) bagian, antara lain ; 1) Menggambarkan bebasnya informasi yang beredar di sosial media, 2) Berita bohong (hoaks) yang tidak terbendung membanjiri sosial media, 3) Upaya individu dalam menyaring informasi hoaks yang berserakan, memilih dan berbagi informasi sesuai kebutuhan. Pelahiran karya ini memberikan tawaran esensi ideal akan pemanfaatan teknologi dalam berkomunikasi, meminimalisir dampak hoaks dari elemen terkecil, yaitu individu itu sendiri.AbstractThe dance work "Filter" is the work of the 2019 Governance Art Grant winner in innovative collaboration works. It is inspired by the widespread condition of hoaxes (fake news) on social networks, especially on social media services. Carrying the theme of social life in Indonesia, to reflect the situations that occur in Indonesia due to hoaxes scattered in digital media—selecting the abstract type with the creation method in the form of observation (data exploration, interviews, and documentation), data analysis, creation process (exploration, improvisation, and composition/formation), preparation, performance, and evaluation. This work consists of 3 (three) parts, among others; 1) Describing the freedom of information circulating on social media, 2) Unstoppable hoaxes flooding social media, 3) Individual efforts in filtering scattered hoax information, selecting and sharing information as needed. The birth of this work offers an ideal essence of the use of technology in communication, minimizing the impact of hoaxes from the smallest element, namely the individual himself.
BENTUK TATA RUANG PENTAS PANGGUNG PROSCENIUM DI GEDUNG WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA ANA ROSMIATI; INDY RAFIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.715 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i2.1554

Abstract

ABSTRAKPanggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung Proscenium (proscenium arch). Tempat duduk penonton diatur untuk memberikan tampilan pertunjukan melalui lengkung proscenium di dinding. Penulis mengkaji bentuk bentuk tata ruang pada panggung procenium di Gedung Wayang Orang Sriwedari Surakarta. Bagian-bagian panggung yang dikaji adalah bingkai proscenium, border, backdrop, lantai panggung, wing, layar, apron, dan orchestra pit. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa bentuk tata ruang panggung proscenium  di Gedung Wayang Orang Sriwedari beserta alat dan bahan yang digunakan untuk seluruh bagian-bagian panggung, serta detail kekurangan serta kelebihannya dari alat dan bahan yang digunakan.ABSTRACTThe proscenium stage can also be called a framed stage because the audience watches the actors' actions through a proscenium arch or frame. The audience seating is arranged to give the show's appearance through the proscenium arch in the wall. The author examines the spatial forms on the proscenium stage in The Wayang Orang Sriwedari Building, Surakarta. The parts of the stage studied are the proscenium frame, border, backdrop, stage floor, wing, screen, apron, and orchestra pit. In this study, it was found that the spatial form of the proscenium stage at the Wayang Orang Sriwedari Building, along with the tools and materials used for all parts of the stage, as well as details on the advantages and disadvantages of the tools and materials used.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 1 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022 Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022 Vol 24, No 2 (2022): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni More Issue