cover
Contact Name
Saaduddin
Contact Email
red.ekspresiseni@gmail.com
Phone
+6281371972228
Journal Mail Official
red.ekspresiseni@gmail.com
Editorial Address
https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Ekspresi/about/editorialTeam
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi
Core Subject : Humanities, Art,
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni welcomes full research articles in the area of Visual Art and Performing Art. Scope areas are: related to Art and Culture, Creative Process and conceptual research in visual art and Performing Art.
Articles 297 Documents
THE HYBRID PERSEMBAHAN DANCE: CROSS-CULTURAL COLLABORATION AND ART TOURISM IN PASA HARAU ART AND CULTURE FESTIVAL 2018 Fresti Yuliza; Visaka Saeui; Hasnah Sy; Dede Pramayoza
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.281 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v24i1.1576

Abstract

This paper discusses the process of creating a collaborative dance work entitled Cross-Cultural Offering Dance, which was created jointly by three choreographers of different cultural backgrounds in the 2018 Pasa Harau Art and Culture Festival. The three choreographers involved in the collaboration are Siska Aprisia (Minangkabau, Indonesia). ), Kiki Rahmatika Syaher (Lampung, Indonesia), and Visaka Saeui (Thailand). The three of them tried to create a dance offering by offering the idea of a dance with the same theme, namely a dance to welcome guests in their respective cultural backgrounds. Applying a qualitative approach with research methods centered on performance events, this paper is intended to describe the stages of the creation process, and the modes of collaboration agreed upon by the three choreographers. Primary data was collected through involved observation, namely by participating directly as a choreographer, dramaturg, and administrator of the intended collaborative dance performance process. Secondary data were collected from narrative interviews with the three choreographers and by observing the responses and reactions of the audience and dancers. The results showed that the creation of the Performance Dance by the three choreographers was a hybridization process that began with sharing views on the world of traditional dance in order to build a shared spectrum, followed by a process of division of parts in the plot, where the embodiment of the atmosphere from solemn to joyful became the common thread. The result of the collaboration is a dance number entitled Cross-Cultural Offering Dance, which not only meets the criteria as a presentation in a festival, but can also be a tourism art presentation.Keywords: Persembahan Dance; Hybrid; Cross-Cultural Collaboration; Tourism Arts; FestivalTARI PERSEMBAHAN HIBRIDA: KOLABORASI LINTAS-BUDAYA DAN SENI PARIWISATA DALAM PASA HARAU ART AND CULTURE FESTIVAL 2018AbstrakTulisan ini membahas tentang proses penciptaan sebuah karya tari kolaboratif bertajuk Tari Persembahan Lintas Budaya, yang diciptakan bersama oleh tiga koreografer berbeda latar belakang budaya dalam kegiatan Pasa Harau Art and Culture Festival 2018. Ketiga koreografer yang terlibat di dalam kolaborasi adalah Siska Aprisia (Minangkabau, Indonesia), Kiki Rahmatika Syaher (Lampung, Indonesia), dan Visaka Saeui (Thailand). Ketiganya mencoba menciptakan sebuah karya Tari Persembahan dengan menawarkan gagasan dari tari bertema sama, yakni tari penyambutan tamu di masing-masing latar budaya mereka. Menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian yang berpusat pada peristiwa pergelaran, tulisan ini dimaksudkan untuk menguraikan perihal tahapan-tahapan proses penciptaan, dan moda kolaborasi yang disepakati oleh ketiga koreografer. Data primer dikumpulkan melalui pengamatan terlibat, yakni dengan ikut serta secara langsung sebagai koreografer, dramaturg, dan administrator dari proses kolaborasi Tari Persembahan yang dimaksudkan. Data sekunder dikumpulkan dari wawancara naratif dengan ketiga koreografer serta dengan mengamati respons dan reaksi penonton dan penari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan Tari Persembahan oleh ketiga orang koreograger adalah suatu proses hibridisasi yang dimulai dengan sharing pandangan atas dunia tari tradisional guna membangun spektrum bersama, dilanjutkan dengan proses pembagian bagian dalam plot, di mana perwujudan suasana dari khidmat menuju riang gembira menjadi benang merahnya. Hasil dari kolaborasi adalah sebuah nomor tarian bertajuk Tari Persembahan Lintas Budaya, yang tidak saja memenuhi kriteria sebagai sajian dalam festival, namun juga dapat menjadi sajian seni pariwisata.Kata Kunci: Tari Persembahan; Hibrida; Kolaborasi Lintas-Budaya; Seni Pariwisata; Festival
"FUNKY SLAWE" IN THE CREATIVE PROCESS OF SENDRATASIK (ART, DRAMA, DANCE, MUSIC) STUDENTS IN THE UNIVERSITY OF PGRI PALEMBANG Rio Eka Putra; Muhsin Ilhaq
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.58 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v21i2.906

Abstract

Traditional music of terbangan from Palembang city is composed into the composition of new music. It's hoped that this music can be accepted by all circle whether it's old people or young ones. This process involved several art students especially the students of art, drama, dance, music department in the university of PGRI Palembang. The achievement of this art development is that the students obtain the science of composing traditional music and maintaining the tradition of terbangan. The variable of this applied research used the approach of popular music. This composition style has extensive attraction, tends to have many audiences, and is distributed to the public. From the results of this research, it's hoped new creative ideas in the development of traditional music and unique ideas in packaging this new development that have quality in maintaining local image and wisdom appear in the society.Development; Traditional art; New music composition 
The Dynamics of Industrialization in Dangdut Music Culture on Television with CDA Concept ZAFIRAH QUROATUN 'UYUN
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.493 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.1008

Abstract

Konsep CDA (Critical Discourse Analyse) atau analisis wacana kritis merupakan konsep meneropong gejala budaya yang merujuk pada tradisi komunikasi kritis. Dengan menggabungkan konsep CDA dan media televisi sebagai sebuah media kajian baru dalam lingkup analisis wacana, diharapkan mampu membongkar isu-isu kontemporer yang melibatkan  komunikasi dan  budaya . Penelitian ini bertujuan menilik perjalanan budaya musik dangdut yang terdistorsi menjadi sebuah industrialisasi budaya akibat ekonomi dan politik media televisi. Menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan kajian literasi pustaka, peneliti mendapati bahwa budaya musik dangdut menjadi lebih dari sekedar mengenalkan musik dangdut ke khalayak luas. Musik dangdut telah berubah menjadi sebuah gaya baru yang dapat mengubah lifestyle dan mempengaruhi penikmatnya dari sisi selera bermusik, berpakaian, tontonan, komunitas dan potensi ekonomi lainya. Lebih jauh penelitian ini menemukan sisi politik dan ekonomi musik dangdut yang termediasi televisi serta memunculkan fenomena transformasi musik dangdut kontemporer.
NEW MEDIA LANGKAH PELESTARIAN KESENIAN TRADISIONAL SALUANG DENDANG OLEH KELOMPOK SENI CIMPAGO TALANG RIKARNO, RIKI; SAADUDDIN, SAADUDDIN
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.124 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1619

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat pada era globalisasi ini. Perkembangan ini dipastikan menyentuh, bahkan melahirkan orientasi baru pada semua bidang kehidupan manusia termasuk pertunjukan kesenian saluang dendang. Salah satu grub Baguruau Saluang Dendang yang ada di Kabupaten Solok adalah Cimpago Talang. Grub kesenian Cimpago Talang dengan konsidi Covid 19, pemerintah telah menerapkan pembatasan social. Untuk itu media penayangan melaui aplikasi-aplikasi media social menjadi pilihan melakukan pertunjukan saluang dendang. Salah satu media yang mereka pakai adalah Live Streaming melalui aplikasi Facebook dan Youtube, sehingga pagelaran Bagurau Saluang Dendang tetap berjalan dengan konsep komunikasi dua arah dengan penonton.
PENANAMAN NILAI-NILAI KONSERVASI MELALUI ORKESTRA MAHASISWA HARMONO SEJATI, IRFANDA RIZKI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.787 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1637

Abstract

The form of presentation of the Orchestra at  Universitas Negeri Semarang is flexible. There are no special courses for Orchestra practice that can make students play Orchestra as capital for teaching and working in music. This article aims to determine the skill level of students playing the main instruments that have been obtained in the PIIP course and applied to orchestral games and how the inculcation of conservation values for each player with different tools can become a harmonious sound unit. This study uses qualitative research methods with descriptive exposure. The research subjects are active students of music artists who are members of the Semarang State University orchestra. The results of data collection with observation, interview, documentation, and data analysis techniques. The analysis technique is divided into three stages: data reduction, data presentation, and concluding. The results of interviews and observations that have been collected, such as; documentation, pictures, photographs, field notes, personal notes, and other documents, are studied, analyzed, researched, and then reduced to an abstraction.ABSTRAKBentuk penyajian Orkestra di Universitas Negeri Semarang bersifat fleksibel. Tidak ada mata kuliah khusus praktek Orkestra yang dapat membentuk mahasiswa bermain orchestra sebagai modal mengajar dan berkarya di bidang musik. Artikel  ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan mahasiswa memainkan Instrumen pokok yang sudah didapat pada mata kuliah PIIP dan diaplikasikan ke dalam permainan Orkestra, dan bagaimanakah penanaman nilai-nilai konservasi tiap-tiap pemain yang berbeda instrumen dapat menjadi satu kesatuan bunyi yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paparan secara deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif seni musik yang tergabung dalam orkestra Universitas Negeri Semarang. Hasil pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Teknik analisis terbagi  tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil wawancara dan observasi yang sudah terkumpul seperti; dokumentasi, gambar-gambar, foto-foto, catatan lapangan, catatan pribadi, serta dokumen-dokumen lainnya dipelajari, ditelaah, diteliti kemudian direduksi menjadi sebuah abstraksi.
KAJIAN MUSIK DAN MAKNA LAGU SIKSIK SIBATU MANIKKAM DICOVER OLEH GRUP JAMRUD JUNITA BATUBARA; FINO HARJA MARBUN; JUBILEZER SIHITE
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.003 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i2.2079

Abstract

This study discusses the analysis of the song Siksik Sibatu Manikkam performed by the Jamrud music group. The song Siksik Sibatu Manikkam was arranged and published in 2011 on the third track on the Jamrud music group's ninth album entitled Bumi dan Langit Menangis with Rock style. The theories used in this research are William P. Malm's theory to get a musicological study and Ferdinand de Saussure's semiotic theory to explain the meaning in this song. The song Siksik Sibatu Manikkam is performed in a modern (rock) style with drums, electric guitar, bass guitar, keyboard, and electronic music in the form of hasapi sound. The method used in this research is qualitative descriptive. The results of the study are that the structure of the musical form in the song Siksik Sibatu Manikkam is a song form with 2 parts consisting of A(a,a'), B(b,b') which consists of an intro, part A, Intermezzo, part B. , Intermezzo, B', Interlude, A', Outro. The meaning in the song Siksik Sibatu Manikkam is about the fate of a man who can marry a woman who was previously considered to have nothing by the woman. But the man reaps luck by getting his idol.ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang analisis lagu Siksik Sibatu Manikkam yang dibawakan oleh grup musik Jamrud. Lagu Siksik Sibatu Manikkam diaransemen dan diterbitkan tahun 2011 pada track ketiga di album kesembilan grup musik Jamrud yang berjudul Bumi dan Langit Menangis dengan gaya Rock. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori William P. Malm untuk mendapatkan kajian musikologis, dan teori semiotika Ferdinand de Saussure untuk memaparkan makna dalam lagu ini. Lagu Siksik Sibatu Manikkam dibawakan dengan bergaya musik modern (rock) dengan instrumen drum, gitar elektrik, gitar bass, keyboard dan musik elektronik berupa bunyi hasapi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriktif kualitatif. Hasil dari penelitian adalah bahwa struktur bentuk musik pada lagu Siksik Sibatu Manikkam merupakan bentuk lagu song form dengan 2 bagian terdiri dari A(a,a’), B(b,b’) yang terdiri dari intro, bagian A, Intermezzo, bagian B, Intermezzo, B’, Interlude, A’, Outro. Adapun makna yang terkandung dalam lagu Siksik Sibatu Manikkam adalah tentang nasib seorang laki-laki yang dapat mempersunting seorang perempuan dimana dulu dirinya dianggap tidak memiliki apa-apa oleh si perempuan. Namun lelaki tersebut menuai keberuntungan dengan mendapatkan pujaan hatinya.
HOW TO PLAY AND TUNE SASANDO IN EDON STYLE MARIA KLARA AMARILIS CITRA SINTA DEWI TUKAN; FLORA CEUNFIN; MELKIOR KIAN
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.974 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i1.1038

Abstract

Sasando is one of the cultural artifacts of the Rote Tribe that was born from ideas, good values, and local wisdom of the Rote people. This research is a qualitative case study type research aimed at gaining an understanding of sasando plays in Edon Studio and its tuning techniques. Edon Studio chose because the Edon technique has the characteristic of only using 7 fingers to play sasando and being able to tune sasando with two scales simultaneously. The results showed that at Edon Studio, sasando was played using 7 fingers consisting of 4 fingers of the left hand and 3 fingers of the right hand. On the left hand, the thumb and index finger enter in playing the melody, while the middle finger and ring finger meet in playing the bass. Besides playing the melody, the index finger is more positioned as the center of the movement of the other fingers. On the right hand, the thumb, index finger and middle finger are used to play rhythm. The middle finger meets as the commander, while the thumb and index finger meet to form the chord. For chords consisting of four notes, for example C7 chords, one note can be played from the melody (left hand). Regarding tuning, at Edon Studio, sasando tuning is done by considering modulation, namely sasando tuned using two scales. To set two or more basic sasando tunes, three important steps are used, namely: a) analyzing the composition of the melody on the song that will be played
MINANGKABAU TRADITIONAL WOMEN'S CREATIVITY IN TRADITIONAL CERAMIC ARTS IN GALOGANDANG BATUSANGKAR PURWO PRIHATIN; YANDRI YANDRI; SUMADI SUMADI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.792 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i2.1023

Abstract

Galogandang women have the ability to create traditional ceramic art. Their  creativity  gave birth to a traditional ceramic form that had an impact on traditional women in relation to art. In this case, the presence of creative women in Galogandang gave birth to innovative traditional ceramics.   Traditional ceramic art was created in the form of pottery such as belango, pot, tirih pot, mengu, kumbuak, pot sigulamine, rosewater container, borasan, teapot, cauldron, kawa holder, miniature traditional house, giriak pot, pancake place, bika pot, tenpat water, incense sticks, carano pottery, miniature legged pan, glass, piggy bank, ashtray and so on. The problem formulated in this research is to explain the creativity of Galogandang women in developing the ceramic crafts to demonstrate their independence. This study uses a qualitative research method with descriptive analysis. In the end, the position of traditional women in their relationship with art is one of the spearheads in cultivating traditional arts and at the same time preserving pottery culture in Galogandang
COMMUNICATION SIGNS BEHIND AJI WINDU VIATRA'S POSTER: A SAUSSURE SEMIOTIC STUDY PATRIANSAH, MUKHSIN; YULIUS, YOSEF; SAPITRI, RIA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.687 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.1293

Abstract

 AbstrakPoster hadir di tengah masyarakat memiliki arti khusus dalam menginformasikan suatu pesan (message). Poster hanyalah sebatas media, hal paling penting dalam sebuah poster adalah pesan (message) yang diinformasikan melalui tanda verbal dan visual.  Tulisan ini berusaha mengungkapkan sistem penandaan yang disajikan  dalam sebuah poster iklan layanan masyarakat ‘smoke rise_asapa’ karya Aji Windu Viatra. Tanda-tanda yang dihadirkan dalam poster ini merupakan representasi dari kejenuhan dan dampak buruk yang diakibatkan dari bencana asap yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia khususnya di kota Palembang yang merupakan salah satu kota terkena dampak sangat parah dari bencana ini. Tanda verbal ataupun tanda visual dalam karya poster ini cukup menarik untuk dibedah dan dianalisis dengan pendekatan semiotika komunikasi ala Ferdinand De Saussure. Sebagai sebuah disiplin ilmu, semiotika tidak hanya sekedar sebagai metode kajian (decoding), akan tetapi juga sebagai metode penciptaan (encoding). Sebagai metode penciptaan (encoding) semiotika memiliki pengaruh yang kuat dalam bidang-bidang seni rupa salah satunya adalah desain komunikasi visual. Secara representatif sebuah tanda yang disajikan memiliki  aturan dan prosedur  tertentu yang harus dipatuhi, sehingga tanda tersebut mampu berkomunikasi dan mudah dimengerti.AbstractPosters present in the community have a special meaning in informing a message. However, posters are only limited to media. The essential thing in a poster is the message that is reported through verbal and visual signs. This paper attempts to reveal the marking system presented in a public service advertisement poster 'smoke rise_asapa' by Aji Windu Viatra. The characters shown in this poster represent the saturation and adverse effects caused by the haze disaster that occurs every year in Indonesia, especially in the city of Palembang, one of the cities most severely affected by this disaster. In this poster work, verbal signs or visual signs are pretty interesting to be dissected and analyzed with the semiotic communication approach in Ferdinand De Saussure's style. As a scientific discipline, semiotics is a method of study (decoding) and creation (encoding). As a method of creating (encoding), semiotics has a strong influence on art, one of which is visual communication design. Representatively a sign presented has specific rules and procedures that must be obeyed so that the character can communicate and is easy to understand. 
DIASPORA SEDULUR SIKEP DAN KESENIANNYA DI SAWAHLUNTO Elsa Putri E. Syafril
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.349 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i1.160

Abstract

Sebagai   sebuah   kota   yang   diciptakan   pemerintahan   kolonial,   Sawahlunto menyimpan berbagai narasi tentang modernisme, lompatan ruang-waktu serta endapan persoalan  pengerahan  ribuan buruh paksa, khususnya  dari tanah Jawa. Menariknya, di bawah kekuasaan kolonial yang penuh kontrol dan pengawasan, dengan situasi sosial yang dibuat terkotak-kotak, masyarakat Sawahlunto di masa lalu justru berhasil memproduksi konsepsi tentang ’kita’ sebagai nation yang melampaui  zamannya.  Tulisan  ini bertujuan  untuk menguraikan  tentang  acuan nilai yang membuat proses menuju ’kita’ itu berlangsung di masyarakat pertambangan   Sawahlunto.   Penelitian   menunjukkan   bahwa   selain   diwarnai segregasi dan diferensiasi, masyarakat Sawahlunto juga ditandai oleh hibridisasi tak  tersadari,  yang  tampak  dalam  bahasa,  berbagai  tradisi  dan  keseniannya. Sebuah   kondisi   yang   merepresentasikan    siasat   kebudayaan   dalam   situasi kolonial, dalam sebuah konsep yang dinamakan’sedulur’, yang tidak sekadar mengacu ke pertalian darah, tetapi satu cara pandang memaknai pihak lain yang diposisikan sama dan sederajat, diikat oleh rasa kedekatan dan kekerabatan.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 1 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 1 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 1 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022 Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022 Vol 24, No 2 (2022): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni More Issue