cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JIM kedokteran Medisia adalah jurnal ilmiah untuk seluruh bidang ilmu kedokteran.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus 2017" : 6 Documents clear
Hubungan Fungsi Sistolik Ventrikel Kiri dengan Kapasitas Fusngsional Pasien Gagal Jantung Kongestif di Poliklinik Jantung RSUDZA Sheilla Natasha; Yopie Afriandi Habibie; Marisa Marisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.213 KB)

Abstract

Gagal jantung kongestif adalah kumpulan gejala yang kompleks yaitu napas pendek yang tipikal saat istirahat atau saat melakukan aktivitas disertai/tidak kelelahan, tanda retensi cairan berupa edema pulmoner atau edema perifer, dan adanya bukti dari gangguan struktural maupun fungsional jantung. Pasien gagal jantung kongestif mengalami penurunan fungsi sistolik berdasarkan fraksi ejeksi  dan penurunan kapasitas fungsional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara fungsi sistolik ventrikel kiri dengan kapasitas fungsional pasien gagal jantung kongestif di poliklinik jantung RSUDZA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan telah dilakukan pada 14 September-31 Oktober 2016 dengan jumlah responden 44 orang yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi sistolik ventrikel kiri dengan kapasitas fungsional (p0,001) pasien gagal jantung kongestif  di Poliklinik Jantung RSUDZA.                                  Congestive heart failure is a complex collection of symptoms that typically are short of breath at rest or while doing activities with / no fatigue, fluid retention pins in the form of pulmonary edema or peripheral edema, and no evidence of structural or functional cardiac disorder. Congestive heart failure patients experienced a decrease in systolic function by ejection fraction and decreased functional capacity. The purpose of this study was to determine the relationship between left ventricular systolic function with the functional capacity of patients with congestive heart failure in cardiac clinic RSUDZA. This research is an observational analytic research with cross-sectional and was carried out on 14 September – 31 October 2016, with the number of respondents 44 people who were taken with consecutive sampling technique. The results of the bivariate analysis with Chi-square test showed a significant relationship between left ventricular systolic function with functional capacity (p 0.001) in patients with congestive heart failure Heart Clinic RSUDZA.
Perbandingan Respon Glikemik akibat Pemberian Nasi Putih Organik dan Nasi Putih Nonorganik pada Mahasiswa dengan Overweight Aida Fitri; Marisa Marisa; Wilda Mahdani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.213 KB)

Abstract

Respon glikemik merupakan kondisi fisiologis pada kadar glukosa selama periode tertentu setelah seseorang mengonsumsi suatu pangan. Setiap pangan yang mengandung karbohidrat mempunyai respon glikemik yang berbeda-beda. Pangan yang dapat menaikkan kadar glukosa darah dengan cepat memiliki indeks glikemik yang tinggi, salah satunya adalah nasi putih. Overweight adalah hasil dari ketidakseimbangan energi dimana terlalu banyak kalori yang dimakan dibandingkan energi yang digunakan oleh tubuh untuk melakukan aktivitas fisik. Orang overweight cenderung mudah terkena penyakit-penyakit metabolisme seperti diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan respon glikemik akibat pemberian nasi putih organik dan nasi putih nonorganik pada mahasiswa yang overweight. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain cross-over acak pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Sampel berjumlah 30 orang yang masing-masing mendapatkan 2 perlakuan yang sama yaitu mendapatkan nasi putih organik dan nasi putih nonorganik. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, pengukuran antropometri dan respon glikemik yang diambil dari sampel darah kapiler. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t dependent. Hasil penelitian ini,  respon glikemik pada pemberian nasi putih organik lebih rendah secara bermakna (p = 0,013) dibandingkan dengan respon glikemik pada pemberian nasi putih nonorganik pada mahasiswa yang overweight. Kesimpulan mengkonsumsi nasi putih organik memperlihatkan respon glikemik lebih rendah, menunda rasa lapar dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama dibandingkan nasi putih nonorganik.Glycemic response is a physiological condition in glucose levels during a certain period after a person consumes food. Every food which contains carbohydrates has a different glycemic response. The food that can raise blood glucose levels rapidly have a high glycemic index, one of them is white rice. Overweight is a result of inequity energy which caused by calories that have been consumed is larger than the used of energy by the body to do the physical activity. Overweight people are prone to metabolic diseases such as diabetes mellitus. This study is aimed to compare the glycemic response to the consequence of consuming organic white rice and non-organic white rice on overweight students. This study is an experimental study with a randomized cross-over design to the students of Faculty Medicine, University of Syiah Kuala. The samples were 30 people and each of them gets two of equal treatment to consume organic white rice and non-organic white rice. The data was collected using interviews, anthropometric measurements, and glycemic response drawn from capillary blood sample. The data were analyzed using t-test dependent. The results of this study is the glycemic response to the consumption of organic white rice was significantly lower (p = 0.013) compared to the glycemic response of  the consumption non-organic white rice on overweight students. Conclution in this study is the consume of organic white rice showed the lower glycemic response, postponted hunger feeling and maintained the satiety longer than non-organic white rice
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita terhadap Pemberian Imunisasi Polio di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh Nurul Maghfirah; Sulaiman Yusuf; Siti Hajar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.213 KB)

Abstract

Program imunisasi merupakan suatu upaya pencegahan yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dan juga orang disekitarnya terhadap suatu penyakit. Namun, program imunisasi di Indonesia masih mengalami hambatan akibat  penolakan orangtua, dikarenakan anggapan salah yang berkembang di masyarakat, tingkat pengetahuan yang rendah, dan kesadaran yang kurang untuk mengimunisasikan anaknya. Dalam rangka mewujudkan dunia bebas polio maka dibutuhkan kontribusi dari segala pihak untuk meningkatkan persentase imunisasi polio ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap pemberian imunisasi polio di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara proportional random sampling dengan teknik simple random sampling dengan cara lottery technique. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian yang didapat dari 84 responden yang berpengetahuan baik dan memberikan imunisasi pada anaknya berjumlah 29 responden (74,4%) dan yang berpengetahuan tidak baik dan tidak mengimunisasikan anaknya berjumlah 23 responden (51,5%). Sikap ibu yang setuju dan memberikan imunisasi pada anaknya berjumlah 47 responden (62,7%), ibu yang tidak setuju dan tidak memberikan imunisasi berjumlah 5 responden (55,6%). Kesimpulannya terdapat hubungan yang bermakna antara pengatahuan (p = 0,017) ibu balita pemberian imunisasi polio (p 0,05), namun tidak adanya hubungan antara sikap (p = 0,290) ibu balita terhadap pemberian imunisasi polio (p 0,05).Immunization program is a preventif effort which is conducted to improving immunity of a child and also people around against the diseases. Unfortunately in Indonesia, this program still encounter some problems because of rejection for some parents who had a wrong stigma , low education level , and less awareness about immunization program. In order to actualize a world free from polio , demanded from all parties to increase polio immunization percent. This research intend to discover the relation between mother’s education and attitude to polio immunization  at Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. Sampling of this research done using proportional random sampling method with simple random sampling type by means of lottery technique. Data analyzed using chi-square test. The result obtained from 84 total respondents ,the respondents who have a good knowledge and giving immunization to their children come to 29 (74,4%) , the others who don’t are up to 23 respondents (51,5%).Mothers who agreed and giving their child immunization up to 47 respondents (62,7%). The number of others who rejected immunization are 5 respondents. (55,6%) The conclusion , there is significant relation between education (p = 0,017) and the mothers who give immunization to their children, but there is no relation in attitude (p = 0,290) and mother giving immunization to their child (p 0,05).
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT KELASI BESI TERHADAP PERKEMBANGAN SEKS SEKUNDER PADA ANAK PENDERITA Thalasemia Beta Mayor DI SENTRAL THALASEMIA RSUDZA BANDA ACEH Fahmiati Arifna; Jufitriani Ismy; Hanifah Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.213 KB)

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit yang diturunkan. Pada penderita thalasemia, hemoglobin mengalami penghancuran (hemolisis). Akibatnya penderita harus menjalani pengobatan seumur hidup. Efek dari penyakit dan pengobatan thalasemia adalah terganggunya perkembangan seks sekunder akibat zat besi yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kepatuhan minum obat kelasi besi dengan perkembangan seks sekunder pada anak penderita thalasemia di Sentral Thalasemia Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling, didapatkan 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dari 21 Juli – 30 September 2016. Analisis data penelitian menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil penelitian dari 43 pasien - 19 anak laki-laki (44,2%) dan 24 anak perempuan (55,8%) - menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat kelasi besi dengan perkembangan seks sekunder (p = 0,010) pada anak penderita thalasemia beta mayor.Thalassemia is an inherited disease. Haemoglobin in thalassemia patient is being dissolved (haemolisis), thus, the people who suffer from thalassemia must get medical treatment for the rest of theirlife. Treatment of thalassemia and the disease itself interfere the development of secondary sexual traits in children suffering from the disease due to excessive iron produced. The aimed of this research is to know the corelation between adherence to iron chelating agent therapy with the development of secondary sexual traits in children with thalassemia at Thalasemia Center of Zainoel Abidin Hospital, Banda Aceh. This is an analitic-observasional research using a cross-sectional design. Sampling technique was done through concecutive sampling. In total, there were 43 patients met the inclusion criterias whom then being included in this study, started from july 27th to september 30th 2016. Data analysis was performed using mann-whitney statistic test. The result of total 43 samples - 19 of whom are boys (44,2%) while the rest 24 are girls (55,8%)- showed that there is a significant relationship between adherence to iron chelating agent therapy with secondary sexual development (p=0.010) in children with beta major thalassemia.
Hubungan Derajat Keparahan Melasma dengan Kualitas Hidup pada Pasien Melasma di Praktek Swasta Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Kota Banda Aceh Dina Tursina; Sitti Hajar; Cut Gina Inggriyani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.213 KB)

Abstract

Melasma adalah kelainan pigmentasi pada kulit yang didapat, umumnya simetris dan bersifat kronis pada area kulit yang terpajan sinar matahari, terutama terjadi pada area wajah. Melasma mempunyai banyak faktor pemicu yang dapat meningkatkan keparahan melasma. Kondisi ini menyebabkan keparahan  melasma berpotensi memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat keparahan melasma dengan  kualitas hidup pada pasien melasma di praktek swasta dokter spesialis kulit dan kelamin Kota Banda Aceh.  Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan rancangan penelitian cross sectional dan menggunakan  metode accidental sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner Melasma Quality of Life Scale (MELASQOL) untuk mengukur kualitas hidup pasien melasma dan skor modified Melasma Area and Severity Index (mMASI) untuk menilai keparahan melasma. Data dianalisis dengan Uji Korelasi Spearman dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian dari 33 pasien menunjukkan nilai r hitung = 0,512 dengan p value =  0,002  (p 0,05). Kesimpulan dari penelitian, terdapat hubungan antara derajat keparahan melasma dengan kualitas hidup pada pasien melasma, semakin tinggi derajat keparahan melasma maka semakin buruk kualitas hidup penderitanyaMelasma is skin pigmentation disorder which is acquired, generally symmetric and chronic on sun-exposed areas of the skin, mainly occur on the face. Melasma has many triggering factors that can improve severity of melasma. This condition causes severity of melasma potentially affect patient’s quality of life. The purpose of this study is to know the corellation between the severity level of melasma with melasma patients’ quality of life at the private dermato-venerologist in Banda Aceh City. This study used observational method with cross sectional study design and taken by accidental sampling method. Melasma Quality of Life Scale (MELASQOL) questionnaire was used to measure patients’ quality of life and modified Melasma Area and Severity Index (mMASI) score was used to measure severity of melasma. The data was analized by Spearman Corellation  using SPSS program. Based on the result of this study from 33 patients showed that r value = 0,512 with p value = 0,002 (p 0,05). The conclusion of this study, there is a corellation between the severity level of melasma with melasma patient’s quality of life, the higher severity level of melasma is, the worse effect in the patient’s quality of life will be.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Poli Paru BLUD RSUD. Zainoel Abidin Banda Aceh Dimas Maulana Agustian; Novita Andayani; Nur Wahyuniati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Medisia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.091 KB)

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru yang memiliki keterbatasan jalan napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan bersifat progresif yang disebabkan karena inflamasi kronik akibat pajanan partikel atau gas beracun dalam waktu yang lama. Penyakit Paru Obstruktif Kronik menyebabkan gangguan kualitas hidup. Salah satu faktor resiko yang mempengaruhi kualitas hidup pasien PPOK adalah dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien PPOK di Poli Paru BLUD RSUD. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2016 dengan jumlah responden 30 orang. Hasil analisis komparatif dengan uji Mann Whitney menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p = 0,028) pada pasien PPOK di Poli Paru RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi dan masukan bagi keluarga pasien untuk senantiasa memberikan dukungan serta motivasi kepaada pasien PPOK sebagai salah satu upaya untuk terus menjaga kualitas hidup pasien.Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a lung disease that has limited airway that is not fully reversible and progressive caused by chronic inflammation due to exposure of toxic gas particles over a long time. Chronic Obstructive Pulmonary Disease causes impaired quality of life. One of the risk factors that affect the quality of life of patients with COPD is family support. The Purpose of this study was to determine the relationship of family support and quality of life in COPD patients at Lung Polyclinics Zainoel Abidin Hospital, Banda Aceh. This research is an observational analytic research with crosss-sectional approach and has been done in the month of May to July 2016 with thirty respondents. The results of comparative analysis with Mann Whitney test showed a significant relationship between family support with the quality of life of patients with COPD at Lung Polyclinics Zainoel Abidin Hospital, Banda Aceh. This research expected to be a source of information and advice families of patients with COPD, and effort to maintain quality of life patients with COPD

Page 1 of 1 | Total Record : 6