cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017" : 52 Documents clear
Diskusi Politik Pengunjung Warung Kopi dan Partisipasi Politik Menjelang Pemilihan Walikota Banda Aceh 2017 Muhibbul Khairi; Radhi Darmansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.775 KB)

Abstract

Tulisan ini, menjelaskan tentang fenomena warung kopi di kota Banda Aceh sebagai ruang publik, yang setiap harinya dipenuhi oleh individu, komunitas, dan dengan latar belakang profesi yang beragam, tujuan, maupun kepentingan yang berbeda. Mulai darimembicarakan bisnis, silaturahmi sesama kerabat, berdialog tanpa batas, hingga tak jarang pembicaraan melebar pada perdebatan politik yang terjadi sesama pengunjung warung kopi dalam satu meja. penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif-kualitatif atau metode campuran, dengan pendekatan ruang publik dan budaya politik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode Kuantitatif-Kualitatif atau metode campuran melalui kajian kepustakaan, observasi, kuisioner, dan wawancara bersama pengunjung warung kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, diskusi pengunjung warung kopi berpengaruh dan memiliki hubungan terhadap partisipasi politik menjelang pemilihan walikota Banda Aceh 2017, dilihat berdasarkan indikator organ informasi, diskusi politik dan partisipasi politik, diskusi pengunjung warung kopi menyangkut situasi politik menjadi tolak ukur dalam menganalisis tingkat partisipasi politik yang terjadi di ruang publik warung kopi, yaitu dengan mengukur tingkat pengetahuan pengunjung warung kopi terhadap perkembangan situasi dan kondisi politik menjelang pemilihan walikota Banda Aceh 2017.
EFEKTIVITAS IKLAN RADIO BERBAHASA ACEH TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN (Studi Pada Radio Megah Fm Kota Banda Aceh) Mulkan Nazir; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.208 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Efektivitas Iklan Radio Berbahasa Aceh Terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Pada Radio Megah Fm Kota Banda Aceh)”. penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Iklan Radio Berbahasa Aceh (variabel X) terhadap minat beli konsumen (variable Y). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanasi, populasi pada penelitian ini adalah seluruh pendengar radio Megah FM  Banda Aceh. Dan setelah menggunakan rumus Djarwanto dan Subagyo dengan presisi 10% dari jumlah populasi, maka besarnya sampel yang diambil adalah sebanyak 100 responden. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Aliran Informasi, yang menjelaskan bagaimana informasi perpindahan dari media atau komunikator kepada khalayak untuk mendapatkan efek tertentu yang dikehendaki. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang skala pengukuran menggunakan skala likert dan diolah secara statistik dengan program SPSS versi 17.0 yaitu uji validitas dan reabilitas, uji hipotesis, uji regresi sederhana serta menjelaskan kuesioner eksplanasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung adalah 4,787 dan nilai ttabel pada 0,05 pada uji 2 sisi diketahui 1,984. Berdasarkan kriteria uji hipotesis yaitu jika thitung lebih besar ttabel (4,7871,984)  Maka  Ha diterima. Perhitungan regresi linier diperoleh nilai b = 0,559 dan taraf signifikan 0.000. Angka 0,559 menunjukkan hasil yang positif pada taraf yang cukup berarti  bahwa adanya efektivitas iklan penggunaan bahasa Aceh pada radio Megah FM terhadap masyarakat kota Banda Aceh. Artinya dapat disimpulkan bahwa iklan berbahasa Aceh terdapat pengaruh signifikan dan positif terhadap minat beli konsumen studi pada radio Megah FM kota Banda Aceh.Kata Kunci: Iklan Berbahasa Aceh, Minat Beli Konsumen, Radio Megah FM. ABSTRACTThis research is entitled "the effectiveness of Advertisement in Acehnese Language on Consumer Buying Interest (Study at Radio Meugah  Fm Banda Aceh)". This research aimed at finding out the effectiveness of advertisement promoted in Acehnese Language (variable X) to consumer buying interest (variable Y). The research method used is quantitative approach with explanation method. The population of this research were all listeners of Megah FM Banda Aceh radio. The writer used formula developed by  Djarwanto and Subagyo with precision 10% of the total population which resulted 100 respondents. The theory used in this research is Information Flow Theory, which explains how information is transferred from media or communicator to the audience to get certain desired effect. Primary data in this research were obtained from questionnaires of which measurement scale used was Likert Scale and then processed statistically with SPSS program version 17.0 to test of validity and reliability, hypothesis test, simple regression test and explanation of explanation questionnaire. Based on the results of the study, it can be concluded that the results of hypothesis testing obtained that tcount was 4.787 and ttable value was 0.05, and on the 2 side test it was gained 1.984. Based on hypothesis test criteria that is if tcount is bigger ttable (4,7871.984) Then Ha is accepted. Linear regression calculation obtained value of b = 0,559 and significant level 0.000. Figures 0,559 show a positive result at a sufficient level means that the effectiveness of advertising the use of Aceh language on Megah FM radio to the city of Banda Aceh. This means that it can be concluded that the ads in Aceh language there is a significant and positive influence on consumer buying interest in the study of Megah FM radio Banda Aceh city. Suggesting that there was a significant and positive influence on consumer buying interest in Megah FM radio in Banda Aceh.Keywords: Advertisement in Acehnese Language, Consumer Buying Interest, Megah FM Radio.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DALAM MEMPENGARUHI KECEMASAN BERKOMUNIKASI DI DEPAN PUBLIK (STUDI PADA MAHASISWA FISIP DAN FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA) HIDAYATULLAH HIDAYATULLAH; MARTUNIS YAHYA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.088 KB)

Abstract

Abstrak            Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Dalam Mempengaruhi Kecemasan Berkomunikasi di Depan Publik dengan studi pada mahasiswa FISIP dan FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kecemasan berkomunikasi di depan publik dan faktor apa saja yang mengakibatkan timbulnya kecemasan berkomunikasi pada mahasiswa FISIP dan FKIP Universitas Syiah Kuala. Teori yang digunakan pada penelitian ini teori sosiopsikologis sifat atau kecemasan sosial dari Stephen W. Little Jhon yang membahas cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku terhadap situasi khususnya saat berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bermacam bentuk kecemasan komunikasi pada mahasiswa FISIP dan FKIP Universitas Syiah Kuala ketika berkomunikasi di depan publik yang berupa gugup, keringat dingin dan gemetaran yang pada akhirnya bentuk kecemasan itu mengakibatkan mereka menjadi terbata-bata dalam berbicara dan tidak fokus sehingga sulit untuk menyampaikan pesan-pesan kepada audiens. Terdapat tiga faktor yang menimbulkan kecemasan tersebut, antara lain faktor kurangnya persiapan dan pengalaman, faktor lingkungan dan faktor audiens. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa FISIP dan FKIP Universitas Syiah Kuala memiliki cara masing-masing mengatasi kecemasan berkomunikasi di depan publik, mulai dari berlatih dan mempersiapkan bahan sebaik mungkin, berani untuk tampil dan tidak takut salah, memberikan jeda waktu kepada diri sendiri ketika sedang berbicara sampai hanya fokus pada laptop atau teks ketika mereka berbicara di depan umum. Hal tersebut dapat dimaklumi karena latar belakang dan pengalaman mereka berbeda-beda dalam berbicara di depan umum sehingga cara mereka untuk mengurangi bentuk kecemasannya juga beragam.Kata Kunci: Kecemasan Berkomunikasi di Depan Publik, Komunikasi MassaAbstract                    This study titled “Analysis of Factors Affecting Communication Anxiety in Public with Study on FISIP and FKIP Student of Syiah Kuala University of Banda Aceh”. The purpose of this study is to determine the form of anxiety communicating in public and any factors that lead to the emergence of anxiety to communicate to students FISIP and FKIP Syiah Kuala University. The theory used in this study is the sociopsychological theory of the nature or social anxiety of Stephen W. Little Jhon who discusses the way of thinking, feeling, and behaving towards situations especially when communicating. This research uses descriptive qualitative method. The data of this research is obtained through interview method, observation and documentation. The results show that there are various forms of communication anxiety in FISIP and FKIP students of Syiah Kuala University when communicating in public which is in the form of nervous, cold sweats and trembling which in the end the form of anxiety leads them to stammer in speech and not focus so difficult to delivering messages to the audience. There are three factors that cause the anxiety, among other factors lack of preparation and experience, environmental factors and audience factors. In addition, the results of the study showed that FISIP and FKIP students of Syiah Kuala University have their own way of overcoming the anxiety of communicating in public, ranging from practicing and preparing the best possible materials, daring to perform and not afraid of wrong, giving time lag to self while Talking until just focus on the laptop or text when they are speaking in public. This is understandable because their background and experience vary in public speaking so that their ways to reduce the form of anxiety are also varied.Keywords: Communication Anxiety in Public, Mass Communication
Pengaruh Terpaan Iklan Perido(Partai Persatuan Indonesia) Terhadap Pencitraan Iklan Perindo (Studi Pada Masyarakat Kota Banda Aceh) Mifnahul Malia; Nur Anisah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.592 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh gencarnya iklan partai politik yang ditayangkan ditelevisi saat ini, padahal pemilu yang akan datang masih sangat lama. Hal ini semata-mata bukan hanya untuk memperoleh dukungan bagi partai itu sendiri, namun juga sebagai pencitraan. Salah satu iklan Politik yang saat ini gencar melakukan iklannya adalah iklan partai Perindo, Adapun tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh terpaan iklan perindo terhadap pencitraan partai perindo pada masyarakat kota Banda Aceh. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori empati dan homofili. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 responden yang merupakan masyarakat Kota Banda Aceh yang termasuk dalam daftar pemilihan umum. Pengolahan analisis data pada penelitian ini menggunakan software pengolahan data statistic yaitu SPSS versi 23.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa thitung lebih besar dari ttabel (thitung 13,164 ttabel 1,984). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terpaan iklan Perindo mempemgaruhi pencitraan partai Perindo.Kata Kunci: Partai Perindo, Terpaan Iklan, Pencitraan ABSTRACTThis research is based on the incessant of political party advertisement that aired on television today, whereas the elections are still coming very long. This term is not merely to gain support for the party itself, but also as shaping an image. One of the Political advertisements that are currently heavily advertising is Perindo party advertisement. The purpose of this research is to know the extent of perindo’s advertisement to imaging of perindo party in Banda Aceh society. The theoretical foundation used in this research is the theory of empathy and homofili. The research method used is quantitative explanative research. The number of samples in this study are 100 respondents who are the people of Banda Aceh which is included in the list of public elections. Processing data analysis in this research using statistical data processing software that is SPSS version 23. Based on the results of the research note that t count is greater than t table (t count 13,164 ttable 1,984). So it can be concluded that the exposure of Perindo ads affect the image of Perindo party.Key Word: Perindo Party, Advertisement, Party Imaging
PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN ALIRAN SUNGAI SEBAGAI SARANA MANDI CUCI DAN KAKUS (MCK) ( Studi Kasus di Desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo ) Randi Sugara; Bahrein T. Sugihen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.871 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa masyarakat di Desa Pasir masih melakukan aktivitas MCK (Mandi Cuci Kakus) di Sungai Kuala Tripe dan apa pengaruh dari pemanfaatan sungai sebagai sarana MCK (Mandi Cuci Kakus) bagi kesehatan masyarakat di Desa Pasir. Penelitian ini menggunakan teori tindakan dari Talcott Parsons yang menyatakan bahwa kebudayaan dengan segala wujudnya merupakan tindakan manusia yang berpola. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek penelitian dan relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, masyarakat di desa  Pasir dalam melakukan aktivitas MCK sudah terbiasa, bahkan telah menjadi budaya keseharian masyarakat. Mayoritas dari masyarakat di desa ini tidak memiliki sarana MCK yang memadai, faktor ekonomi dan sosial-budaya sangat berperan penting dalam membentuk pola prilaku tersebut. Tradisi ini sudah membudaya bagi masyarakat setempat. Kedua, dampak dari pemanfaatan sungai sebagai sarana dalam melakukan aktivitas MCK sangat berpotensi untuk menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti panu, kudis, gatal-gatal dan kutu air. Melalui penelitian ini penulis berharap pemerintah lebih memperhatikan sarana dan prasarana dalam mendukung pola hidup sehat serta perlu adanya usaha-usaha dari Dinas Kesehatan bekerjasama dengan instansi terkait untuk mengadakan penyuluhan terhadap pentingnya pola hidup sehat, bersih dan nyaman, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat yang ada. sehingga masyarakat yang ada di Desa Pasir dapat memiliki kualitas hidup yang jauh lebih sehat.Kata kunci :Perilaku, masyarakat, MCK di Sungai.  ABSTRACTThis thesis aims to figure out why people in the village of Pasir still perform MCK (Bathing, Washing, and Serving as a lavatory) activities in the river Kuala Tripe and what effect of river utilization as an MCK for public health in Pasir village. This study used Talcott Parsons Action theory stating that culture with all its forms is a patterned human action. The type of this research is descriptive by using a qualitative approach, the data obtained through in-depth interviews with informants who meet the criteria for research subjects and relevant in providing information needed in this study. The results of this study showed that: First, people in the village of Sand get used to do the MCK activities, even several has become the people's daily culture. The majority of the individuals in this community do not have adequate toilet facilities. Economic and sociocultural factors play a significant role in shaping the behavioral patterns. This tradition has been entrenched for the local community. Second, the impact of the use of the river as a means of MCK activities has the potential to cause a variety of skin diseases such as tinea, scabies, hives and water fleas. Through this study, the author hopes the government pays more attention to facilities and infrastructure in support of healthy lifestyles and the need for efforts from the health department in cooperation with relevant agencies to conduct counseling on the importance of healthy, clean and comfortable lifestyle, by considering the condition and ability of the community. So that people in the village of Pasir can have a much healthier quality of life. Keywords: Behavior, community, MCK on the river.
EKSISTENSI PARTAI POLITIK LOKAL DI ACEH (Suatu Kajian Terhadap Partai Daulat Aceh Pada Tahun 2009) Feisal Akbar; Mujibussalim Mujibussalim
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.684 KB)

Abstract

ABSTRAK Nota kesepahaman antara GAM dan RI menandakan kilas baru sejarah perpolitikan di Aceh, salah satu poin dari kesepahaman tersebut membolehkan masyarakat Aceh mendirikan partai politiknya sendiri, dalam hal ini, PDA adalah salah satu partai politik lokal berlandaskan keislaman yang ada di Aceh, partai ini didirikan oleh para ulama, santri dayah dan tokoh masyarakat. Pada tahun 2009 dan 2014 PDA hanya mendapatkan satu kursi di parlemen Aceh, hal ini membuat PDA tidak melewati syarat elecktoral treeshold, fenomena ini bertolak belakang dengan keadaan yang semestinya terjadi, seharusnya para ulama menjadi pilihan yang rasional untuk mewakili aspirasi masyarakat Aceh di parlemen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat aceh terhadap PDA. Mengetahui strategi PDA kedepan terkait eksistensinya sebagai partai politik lokal.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data skunder, data primer melalui penelitian lapangan yaitu dengan wawancara informan. Sedangkan data skunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan dokumen-dokumen, buku-buku dan bacaan-bacaan terkait.Hasil penelitian menunjukkan faktor yang menyebabkan kurangnya kepercayaan masyarakat Aceh terhadap PDA dalam hal ini PDA perlu melakukan branding partai agar mendapatkan kepercayaan masyarakat dan terobosan baru agar PDA dapat menimbulkan rasa percaya masyarakat terhadap partai tersebut.Adapun strategi PDA terkait eksistensinya sebagai partai politik lokal adalah membangun komitmen dalam mengawal proses pemilihan, Karena PDA mendapatkan banyak kecurangan di lapangan, PDA mengalami banyak kecolongan suara, jika tampa kecurangan seharusnya PDA banyak memperoleh suara di pemilihan legislatif. Strategi lain yang digunakan PDA adalah melakukan rekrutmen yang sederhana dan diplomatis, dimana kader yang direkrut ini pada umumnya adalah santri-santri dari dayah untuk mengajak generasi muda menjaga eksistensi keberlangsungan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Kata Kunci : Eksistensi Partai Damai Aceh  ABSTRACT The MoU between GAM (Free Aceh Movement) and RI (Republic of Indonesia) denoted a flash new political history in Aceh. One of the points of this MoU is to allow the people of Aceh to establish their own political parties. In this case, the PDA is one of the local political parties based on Islam in Aceh. The party is founded by the scholars, the Islamic boarding school students, and community leaders. In 2009 and 2014 PDA only got one seat in parliament in Aceh. It made the PDA did not pass the electoral threshold terms. This phenomenon contradicts the current circumstances. The Ulama should be a rational choice to represent the aspirations of the Acehnese in parliament.This study aims to determine what factors are causing distrust of the people of Aceh to the PDA for the future strategy related PDA existence as a local political party.The method used is a qualitative method with descriptive approach. The data were obtained through primary data sources and secondary data. The primary data were obtained through field research with interviews, while the secondary data were obtained through the literature research such as documents, books, and readings related to the topic.The results showed the factors that lead to a lack of trust of the Acehnese to PDA. This party needs to do a party branding in order to gain public confidence as well as new breakthroughs so that PDA can grow public trust towards the party.The strategies related PDA existence as a local political party is to build commitment in safeguarding the electoral process because PDA got cheated on the field. The PDA lost many ballots; otherwise, the ballots would gain the PDA’s voice in the legislative elections. Another strategy used by PDA is to do a simple and diplomatical recruitment. The cadres recruited in general are students of Dayah to encourage the younger generations to maintain the sustainability existence of the implementation of Islamic law in Aceh.Keywords: The existence of the Aceh Peace Party (PDA)
Penerapan Syari’at Islam Dan Pencitraan Illiza Sa’aduddin Djamal Dikota Banda Aceh;The application of Islamic Sharia And Illiza Sa'aduddin Imaging Hakamudin In Banda Aceh era nurlianti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.355 KB)

Abstract

ABSTRAK             Pencitraan politik yang dibangun lewat penegakan Syari’at Islam di Kota Banda Aceh telah berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Banda Aceh terhadap seorang pemimpin oleh Illiza Sa’adudin Djamal yang fokus terhadap nilai-nilai agama. Penerapan syari’at Islam dijadikan sebagai pencitraan. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, penerapan syari’at Islam dan pencitraan Illiza Sa’aduddin Djamal dikota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penegakan Syari’at Islam dikota Banda Aceh dengan politik pencitraan dan untuk mengetahui dampak Syari’at Islam terhadap dukungan politik.            Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan yaitu: (1) Hubungan penegakan syariat Islam dengan pencitraan yang dilakukan oleh Illiza Sa’aduddin Djamal, mendapat respon positif dari kalangan pemerintahan maupun kalangan masyarakat. Karena masyarakat menganggap bahwa beliau melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi ada sebagian masyarakat beranggapan itu hanya sebagai pencitraan beliau untuk mendapat dukungan. Adapun pencitraan melalui penerapan syari’at Islam tidak memiliki dampak karena pencitraan tersebut dianggap tidaj efisien sehingga masyarakat tidak mendukung Illza dalam pilkada 2017.            (2) Penerapan syari’at Islam menjadi kebijakan yang dibuat oleh Illiza Sa’aduddin Djamal dan beliau konsisten dalam menjaga peraturan penerapan syari’at Islam sehingga menjadi bagian dari strategi politik untuk tetap menggunakan pada momentum pilkada tahun 2017 walaupun beliau tidak ada niat untuk menjadikan sebagai strategi politik tetapi efek dalam kepentingan politik itu sendiri ada. Akan tetapi ini akan menjadi dampak tren atau dilebelkan sebagai orang yang fokus sekaligus konsisten dengan isu syari’at Islam.            Penerapan syari’at Islam bukan hanya sebagai politik, melainkan sebagai peraturan yang menjadi tanggung jawab Illiza Sa’aduddin Djamal dalam melaksanakannya. Bukan hanya sebagai tugas beliau melainkan juga menjadi tugas siapapun pemimpin daerah itu memang harus melekat erat dalam melaksanakan hukum setegak-tegaknya dikota Banda Aceh.            Syari’at Islam bukan hanya peraturan yang dibuat oleh pemerintah saja tetapi syari’at Islam merupakan Al-qur’an dan Hadist sebagai pedomannya. Oleh karena itu, setiap masyarakat baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah harus menjaga dengan baik syari’at Islam yang telah menjadi aturan dikota Banda Aceh.Kata Kunci : Syari’at Islam, Pencitraan Political imagery that was built through the enforcement of Islamic Sharia in Banda Aceh has managed to attract the attention of society Banda Aceh towards a leader by Illiza Sa'adudin Hakamudin that focus on religious values. Implementation of Islamic Shari'ah as Imaging. In this case the researchers interested in conducting research with the title, the implementation of Islamic Shari'ah and Illiza Sa'aduddin Imaging Hakamudin in Banda Aceh. This research aims to know the relationship of Islamic Sharia enforcement in Banda Aceh with political imagery and to know the impact of the Shari'ah of Islam against the political support.            This research uses qualitative approach method. The results showed that: (1) the relationship of Sharia enforcement with imaging conducted by Illiza Sa'aduddin Hakamudin, got a positive response from the Government as well as among the public. Because the public thinks that he carry out a task that becomes his responsibility, but there are some people contended that just as he had the support to Imaging. As for imaging through the implementation of Islamic Shari'ah has no impact because the imaging is considered efficient are not qualified so that people do not support Illza in the election in 2017.            (2) Application of the Shari'ah of Islam being a policy made by Illiza Sa'aduddin Hakamudin and she is consistent in keeping the rules of the Islamic Shari'ah implementation so that it becomes part of a political strategy to keep using on the momentum of the elections in 2017 although he has no intention to make it as a political strategy but the effect in the interest of politics itself there. But this will be the impact of the trend or private labeledas the focus at once consistent with Islamic Sharia.            Application of the Shari'ah of Islam not only as political, but as a rule the responsibility Illiza Sa'aduddin Hakamudin in implementing it. Not only he but also a task as the task of the regional leader was indeed anyone should be inherent in carrying out the law of fair  in Banda Aceh.            The Shari'ah of Islam not only regulations that are made by the Government, but Islam is Sharia Al-Qur'an and Hadith as his guideline. Therefore, every community either from the top or bottom circles should keep well the Shari'ah of Islam has become the rule in Banda Aceh.Keywords: Islamic Shari'ah, imaging
PESAN SIMBOLIK DALAM PROSESI PERNIKAHAN ADAT GAYO DI KECAMATAN BLANGKEJEREN,GAYO LUES Ali Mustafa; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.129 KB)

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Gayo dalam mempertahankan estetika tradisionalnya dengan menggunakan simbol-simbol baik yang visual maupun nonvisual sesuai dengan ajaran agama Islam. Simbol-simbol tersebut mereka temukan dari hasil pengamatan terhadap tanda-tanda yang tersurat dalam kitab suci Al-quran dan hadist nabi serta tanda-tanda yang ada di dalam sekeliling masyarakat Gayo.Sebagai gerakan estetik, agama Islam yang dianut oleh orang-orang suku Gayo memiliki personifikasi simbolik dengan agama-agama lain seperti yang tercatat dalam antropologi budaya. Bahwa watak kosmologis setiap agama dapat memancarkan keadaan rohani yang memungkinkan untuk dipahami secara universal.Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan simbolik dalam prosesi upacara pernikahan adat Gayo berdasarkan ritual dan adat istiadat Gayo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.Data yang diperlukan dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku teks, penelitian sebelumnya,jurnal, dan bahan-bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini, sedangkan penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai informan penelitian. Berdasarkan uraian mengenai kajian makna dan estetika tradisionalsuku Gayo pada upacara perkawinan “ngerje” dapat disimpulkan bahwa pesan simbolik dalam prosesi pernikahan adat Gayo Lues yang ditampilkan dalam bentuk benda-benda adat tradisional yaitu Alang-alang, Batil Tembege, Dalung dan Ampang.Diharapkan agar generasi muda suku Gayo agar lebih memahami dan memelihara maksud dari simbol-simbol yang ada dalam adat istiadat Gayo dan untuk pemerintah daerah kabupaten Gayo Lues agar menggali dan memahami lebih jauh makna dari simbol-simbol yang ada dalam adat istiadat Gayo dan membukukannya sebagai suatu dokumentasi.Kata Kunci: Pesan simbolik, Prosesi upacara pernikahan, adat Gayo.  ABSTRACTGayo Community maintains their traditional aesthetics by using symbols both visual and nonvisual accordance with the teaching of Islam. Those symbols were found from the observation of the signs that are written in the Al-Qur’an and Hadist of the Prophet as well as the signs that exist in the society around Gayo. As an aesthetic movement, Islam embraced by Gayonese has a symbolic personification with other religions as recorded in the cultural anthropology. The cosmological nature of each religion can emit a spiritual that allows it to be universally understood.The purpose of this study was to find out the meaning of symbolic message in the traditional wedding ceremony procession of Gayo custom based on the rituals and the customs in Blangkejeren, GayoLues district. The data needed in this study was obtained by means of literature and field research. The library research was undertaken by reading textbooks, previous research, journals, and other reading materials related to this study. Meanwhile, the field research was conducted by interviewing informants. Based on the elucidation of the study of meaning and traditional aesthetics of Gayonesecustomsin the marriage ceremony “ngerje” can be concluded that the symbolic message in a wedding procession of GayoLues tradition that shown in the form of traditional custom objects are Alang-alang, Batil Tembege, Dalung and Ampang. It is expected that younger generation of Gayonese can be better understand and maintain the intent of the symbols contained in the customs of Gayo and for local government of GayoLues district, it is expected to explore and can be better understand the meaning of the symbols that have in the customs of Gayo and booked it as a documentation. Keywords: Symbolic message, Wedding Procession, of Gayo customs.
Strategi Komunikasi Pemasaran Dalam Pengumpulan Zakat Oleh Baitul MAl Aceh Muhammad Haekal ZG; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.096 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Stratetgi Komunikasi Pemasaran dalam Pengumpulan Zakat oleh Baitul Mal Aceh”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi apa yang digunakan oleh Baitul Aceh dalam pengumpulan zakat selama ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah 11 orang, 7 pegawai Baitul Mal Aceh dan 4 orang yang merupakan muzakki di Baitul Mal Aceh. Sedangkan objek penelitian ini adalah stretegi pemasaran yang di terapkan oleh Baitul Mal Aceh dalam pengumpulan zakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Mal Aceh telah melakukan kegiatan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) dan Bauran Promosi (Promotion Mix) ini dapat dilihat dari empat elemen penting yang telah mereka terapkan selama ini dalam usaha mereka  melakukan kegiatan pemasaran yaitu 4p (product, price, place, dan promotion). Pihak BMA selama ini memasarkan jasanya melalui iklan yang di berbagai media, mulai dari billboard, baliho, radio, TV hingga di media sosial. Bauran  promosi (promotion mix) berupa iklan (advertising), penjualan perorangan (personal selling), promosi penjualan (sales promotion) pemasaran sponsorship (sponsorship marketing), publisitas (publicity) dan yang terakhir adalah dengan cara komunikasi penjualan ditempat pembelian (point of purchase communication). Kegiatan bauran promosi ini lebih aktif dilakukan dengan kegiatan sosialisasi ke instansi, kantor maupun lembaga yang karyawannya masih belum menjadi muzakki tetap disana. Seluruh tahapan teori AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) pun telah dijalankan seiring berlangsungnya kegiatan pemasaran dan promosi tersebut. BMA berhasil menstimulus masyarakat untuk menunaikan zakat disana, indikasi keberhasilan ini dapat dilihat dari daftar pemasukan zakat Baitul Mal Aceh yang terus meningkat setiap tahunnya.Kata Kunci: Strategi, Komunikasi, PemasaranCommunication Marketing Strategic in fundraising Zakat by Baitul Mal AcehABSTRACTSThis research titled is “Communication Marketing Strategic in fundraising Zakat by Baitul Mal Aceh.” The porpouse of this research is to knowing  what kind of  strategical did Baitul Mal Aceh use it. A descriptive qualitative method was used as the research approach. Informant subject in this research involved 11 persons, 7 as employee on Baitul Mal Aceh and 4 more as Muzakki there. The object of this research is communication marketing who applied by Baitul Mal Aceh when during zakat fundraising progress. To collect the data in this research was used interview and documentation studied. This research using AIDDA Theory  (Attention, Interest, Desire, Decision, Action ) to analyze. The result was showed Baitul Mal Aceh is already using Marketing and promotion mix as effort them to marketing activity. It was saw from 4 important element that them using it. The BMA used marketed our services by advertisement on any media’s like billboard, radio, TV and news papper till social media. They also using Promotion Marketing, this one more doing it with socialization to Instance, institute league or office who’s employee was’nt appeared as muzakki’s in Baitul Mal Aceh. Every whole step of AIDDA Theory has been aplied as long as during those marketing and promotion activity. BMA was successful to stimuliation people’s to fulfill zakat there. The indicated of this succeed it saw by increase and engagement of zakat list Baitul Mal Aceh.Keyword : Strategi, Communication, Marketing 
Pendekatan Komunikasi Yang Dilakukan Guru Dalam Membentuk Perilaku Kesopanan Dan Kebersihan Pada Anak (Studi Pada Paud IT Al-Azhar Banda Aceh) Eka Dara Phonna; Martunis Yahya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.54 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Pendekatan Komunikasi yang Dilakukan Guru dalam Membentuk Perilaku Kesopanan dan Kebersihan Pada Anak (Studi Pada Paud IT Al-Azhar Banda Aceh)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan komunikasi interpersonal guru dalam membentuk perilaku kesopanan dan kebersihan, serta untuk mengetahui hambatan yang muncul ketika guru berkomunikasi dengan anak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosial learning yang mengemukakan bahwa manusia belajar tidak hanya melalui pengalaman langsung, melainkan juga melalui peniruan. Guru seyogiyanya memainkan peran penting sebagai seorang model atau tokoh yang dijadikan contoh berperilaku sosial dan moral bagi siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang guru yang dipilih berdasarkan teknik purposif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pendekatan menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh guru dalam membentuk perilaku kesopanan dan kebersihan pada anak usia dini berupa pendekatan informatif, dialogis, persuasif, dan instruktif. Pendekatan informatif digunakan oleh guru untuk memberikan pemahaman pada anak didik akan hal yang baik bagi dirinya dan lingkungannya. Pendekatan dialogis digunakan guru untuk mengetahui kebutuhan anak didik dan apa yang anak rasakan. Adapun pendekatan persuasif diterapkan oleh guru saat membujuk anak yang sulit diatur dan mengalami permasalahan terhadap perilakunya seperti rasa mementingkan diri sendiri, tidak ikut aturan, tidak sopan, dan tidak bersih, motivasi yang kurang dan permasalahan perilaku yang lainnya, dan yang terakhir pendekatan instruktif yang guru gunakan untuk membuat dan menjalankan aturan yang telah ada guna membentuk perilaku anak menjadi lebih baik. Hambatan komunikasi yang muncul ketika guru membentuk perilaku kesopanan dan kebersihan pada anak, yaitu meliputi perbedaan persepsi bahasa, gangguan emosional, dan gangguan fisik.Kata Kunci: Pendekatan Komunikasi Interpersonal, Guru, Anak Usia Dini, Perilaku Kesopanan dan Kebersihan.ABSTRACTThis study entitled "Communication Approaches Used by Teachers in Shaping the Politeness and Cleanliness Behavior in Children (Study on Paud IT Al-Azhar, Banda Aceh)." The purpose of this research is to know the interpersonal communication approaches used by teachers in shaping the politeness and cleanliness behavior as well as to know the obstacles that arise when teachers communicate with the children. The theory used in this research is the theory of social learning that suggests that humans learn not only though direct experience, but also through impersonation. Teacher should play an important role as an example for students in social and moral activities. This is a qualitative descriptive research. Informants in this study consisted of 7 teachers who were selected based on purposive technique. The methods for data collection used in this study were interview, observation, and documentation. The results of the approaches suggested that interpersonal communication approaches applied by the teachers in shaping the politeness and cleanliness behavior on early childhood students are in the form of informative, persuasive, dialogical, and instructive. Informative approach used by the teacher to provide understanding for the students will be a good thing for students and their environment. The analogical approach used by teachers is to know the need of the students and what they are feeling. As for the persuasive approach applied by the teacher is to persuade the unruly children and who have problems with their behaviors like  a sense of selflessness, not following the rules, disrespectful, not clean, less motivation, and other behavior problems. The last one is instructive approach used by teachers to create and run the existing rules in order to form a better behavior for the children.  Communication barriers that arise when teachers shape the behavior of politeness and cleanliness in children cover the differences of perception, emotional disorders, and physical disorders.Key words: Interpersonal Communication Approach, Teacher, Early Childhood, Behavior of Politeness and Cleanliness.