cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
Gaya Hidup Pekerja Seks Komersial (PSK) di Negeri Syariat Kota Banda Aceh cut putri widya fonna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya jumlah pekerja seks komersial merupakan fenomena sosial tersendiri yang harus dicermati bersama, tanpa disadari prostitusi secara tidak langsung berdampak bagi masyarakat.Masyarakat bisa saja menjadi korban dari prostitusi, terancam terkena penyakit menular seksual, retaknya rumah tangga, berkembangnya pemikiran hedonisme yang membuat mereka mudah melakukan perbuatan maksiat.Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gaya hidup Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terdapat di Negeri Syariat Kota Banda Aceh dan mengetahui cara berinteraksi PSK dengan masyarakat di Negeri Syariat Kota Banda Aceh. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eskriptif kualitatif.Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah para PSK yang berada disekitaran daerah Gampong Peunayong Kota Banda Aceh yang dipilih secara snowball untuk mengeksplorasi pengalamannya.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Observasi, interview, dan dokumentasi.Adapun teknik pengolahan dan analisis data dilakukan secara interaktif yang terdiri dari tiga hal utama yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang melatar belakangi seseorang untuk menjadi PSK berawal dari keluarga yang tidak mampu membiayai kehidupannya, disamping itu juga gaya hidup para PSK yang bersifat hedonis. Interaksi antara PSK dengan warga terjalin secara baik. Pertentangan antar PSK dengan warga belum pernah terjadi, interaksi tersebut lebih kepada individu-individu yaitu saling tidak peduli urusan antara satu dan yang lain, banyak juga tetangga yang tidak mengetahui pekerjaan asli mereka termasuk keluarganya, sehingga seluruh bantuan yang PSK berikan (berupa materi) dengan mudah diterima oleh keluarga. Dari hasilpenelitian, peneliti dapat memberikan saran bagi PSK agar lebih memiliki pertimbangan-pertimbangan dalam menentukan suatu keputusan. Karena berdasarkan keputusan-keputusan tersebut yang nantinya akan menentukan perjalanan hidup seseorang. Dapat menjaga hubungan baik dengan keluarga, karena bagaimanapun juga keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan.Selain itu hendaknya para perempuan selalu waspada terhadap pihak-pihak yang berusaha menjerumus-kan untuk menjadi PSK. Kata kunci: Gaya Hidup, PSK, Negeri Syariat
Reintegrasi Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka Fajrul Zuhri; Khairulyadi Khairulyadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKMelihat perjalanan MoU yang ditandatangani oleh kedua pihak di Helsinki pada 2 Januari 2005 atas inisiatif mantan Presiden Finlandia Martti Athisari telah mengalami beberapa tahap proses perundingan hingga pembuatan draft nota kesepakatan sampai tanggal 17 Juli 2005, akhirnya penandatangan nota kesepakatan damai dilangsungkan 15 Agustus 2005. Di dalam MoU yang sudah di tandatangani oleh kedua belah pihak  ada hal penting yang harus dilihat yaitu mengenai penyelesaian masalah konflik yang harus sesuai dengan apa yang telah disepakai bersama. Hal ini dilakukan untuk tidak terjadinya dan juga timbul konflik baru. Melihat kondisi ini maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses reintegrasi eks kombatan kedalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dimana yang menjadi informan diperole dengan metode purposive sampling. Teori yang di pakai dalam penelitian ini adalah teori konflik Lewes A, Coser. Hasil penelitian menunjukan bahwa Reintegrasi bertujuan untuk membangun kembali norma-norma, nilai-nilai dan struktur sosial ekonomi masyarakat paska terjadianya konflik. Proses reintegrasi mantan kombatan GAM terus dilakukan sampai para mantan kombatan telah benar-benar kembali kepada masyarakat walaupun sampai saat ini integrasi sosial para mantan kombatan GAM masih menjadi masalah seperti integrasi ideologis. Selain itu respon masyarakat kepada para kombatan GAM dan tahanan politik yang kembali lebih dahulu ke gampong tidak menimbulkan masalah. Sebagian besar dari GAM yang aktif (80%) kembali ke desa pada dua bulan setelah penandatanganan MoU. Dalam hampir banyak kasus, tingkat penerimaan terhadap anggota GAM yang kembali cukup tinggi yaitu 90% pada bulan-bulan selanjutnya.Kata Kunci : Reintegrasi,  Eks Kombaran, Masyarakat. ABSTRACT Looking at the journey of MOU that was signed by both parties in Helsinki on January 2, 2005 at the initiative of former of Finland President Martti Athisari has undergone several stages of the negotiation process and the drafting of a memorandum of understanding until July 17, 2005, eventually the signing of peace agreement took place on August 15, 2005. In the MoU already signed by the two sides, there are important things that must be seen that the settlement of the conflict should be in accordance with what has been agreed. This is done for the absence and also for no arising new conflicts. Seeing this condition, the purpose of this study was to determine how the process of reintegration of ex-combatants into society. This study used the qualitative descriptive research which the informants were obtained by using purposive sampling method. The theory used in this study was theory of conflict of Lewes A Coser. The results showed that the reintegration aims to rebuild the norms, values and socio-economic structures of post-conflict societies. The reintegration of former of GAM combatants is consecutively continued until the ex-combatants have been really back to society even though until now the Social Integration of the former combatants is still a problem as the ideological integration. Then, the society’s responds to the GAM combatants and political prisoners who firstly returned to the village did not pose a problem. Most of active GAM (80%) returned to the society in two months after signing the MoU. In almost all cases, the level of acceptance of GAM returnees is quite high at the percentage of 90% in the following months.
HEGEMONI ULAMA DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIKAP MASYARAKAT TERKAIT SYARIAT ISLAM DI ACEH ( MODEL PENELITIAN TERHADAP MASYARAKAT KOTA LANGSA) Muhammad Elmuava Sani; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKMUHAMMAD ELMUAVA SANI2017Hegemoni Ulama Dan Pengaruhnya Terhadap Sikap Masyarakat Terkait Syariat Islam Di Aceh (Model Penelitian Terhadap Masyarakat Kota Langsa) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala(Dr. Effendi Hasan, M.A)(vi,89),pp.,bibl,.App. Ulama adalah gelar yang diberikan oleh umat Islam untuk seorang pakar ilmu agama. Dalam konteks lokal Aceh, ulama merupakan elit lokal yang mempunyai sumber daya politik berbasis tradisional dan mampu membentuk preferensi politis tertentu dalam struktur sosial masyarakat. Dalam kultur Aceh, ulama berhak menentukan corak spiritual dalam masyarakat. Hal ini disebabkan ulama mempunyai pendukung yang fanatik dan menentang ulama sama seperti menentang agama. Ulama secara kolektif, memiliki cita-cita untuk menegakkan Syariat Islam. Sebagai pakar Islam, ulama mempunyai peran dalam menghegemoni masyarakat untuk ikut andil dan mematuhi Syariat Islam. Menurut Antonio Gramsci, hegemoni adalah cara yang paling ampuh dalam mempertahankan tatanan kekuasaan. Oleh itu, dalam rangka menjaga tatanan, pemerintah selain mampu menguasai masyarakat dengan dominasi melalui cara koersif, juga harus menghegemoni masyarakat melalui instrumen ideologis. Dalam hal ini, ulama sebagai pakar Islam seharusnya menjadi aparatur hegemonik dalam penerapan Syariat Islam di Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebagai kelompok yang dominan dalam hierarki masyarakat, juga sebagai pakar Islam, bagaimana ulama menjalankan peran hegemoninya dalam penegakan Syariat Islam mengingat isu Syariat Islam menjadi komoditas politik dalam dinamika politik Aceh. Selain itu, peneliti juga ingin melihat sejauh mana pengaruh hegemoni tersebut terhadap sikap masyarakat Aceh dalam merespon pemberlakuan Syariat Islam di Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data sekunder, data primer melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara. Sedangkan data sekunder melalui penelitian kepustakaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama secara instrumental sudah layak menjadi aparatur ideologis dalam pelaksanaan Syariat Islam. Namun, dari sudut dimensi legal standing hukum dan posisi dalam pemerintahan, ulama masih belum mendapatkan posisi strategis sebagai aparatur ideologis dalam penerapan Syariat Islam.Selanjutnya, masyarakat Aceh pada umumnya masih mengakui ulama sebagai otoritas moral. Namun, masyarakat menyayangkan peran ulama yang tidak signifikan sehingga pelaksanaan Syariat Islam dinilai tidak komprehensif. Masyarakat juga menginginkan Syariat dapat berjalan seiring dengan modernitas. Sejauh dalam ruang sosial, kelihatannya hegemoni ulama mempunyai pengaruh besar terhadap perspektif masyarakat dalam menjalani keseharian.Kata Kunci : Hegemoni, Ulama, Syariat Islam, Sikap Masyarakat, Aceh ABSTRACTMUHAMMAD ELMUAVA SANI2017Hegemony Of The Ulama And Their Influence On The Attitudes Response Of Society Related To Implementation Of Islamic Shari’a In Aceh (Research Model On The Society Of Langsa City) Faculty Of Social And Political Science Syiah Kuala University(Dr. Effendi Hasan, M.A)(vii,89),pp.,bibl,.App.Ulama (clergy) is the title given by muslims to an expert in Islamic religion. In the local context of Aceh, clergy are local elites who have traditionally-based political power and able to establish certain political preference in the social structure of society. In Aceh culture, clergy have the right to determine spiritual pattern in society. This is due to the clergy supported by fanatic followers, and opposing the clergy same as against the religion. Collectively, clergy want to embrace the idea to enforce Islamic Shari’a. According to Antonio Gramsci , hegemony is the most effective way to maintain the order. Therefore, to maintain the order, the government not only able to control the society with dominance through coercive means, but also able to hegemonize the society through ideological instruments. In this case, the clergy as an Islamic scholars should be the hegemonic officials (ideological apparatus) in the implementation of the Islamic Shari’a in Aceh.This study aims to know as a dominant group in the hierarchy of society, and also as an Islamic scholars, how do the clergy run their role as a hegemonic officials  in the enforcement of Islamic Shari’a considering the issue of Islamic law becomes a political commodity in the dynamics of Aceh politics. Other than that, the researchers also want to see how far the influence of hegemony on the attitude response of Acehnese in responding to the implementation of Islamic Shari’a in Aceh.Research methodology used in this study is qualitative research method. Data was collected through the available sources of primary and secondary data, primary data collected through field research by interview method. While secondary data collected through literature research.The results of research indicate that clergy instrumentally are capable to be an ideological officials in the Islamic Shari’a. But, from the legal standing dimensions of law and position in government, clergy have not found a strategic position as an ideological officials in the implementation of Islamic Shari’a.Furthermore, the Acehnese in general recognize the clergy as moral authority. However, the people deplore the role of clergy that is insignificant so that the implementation of Islamic Shari’a was considered not comprehensive. The people also want the implementation of Islamic Shari’a in line with modernity. As far as in social context, it seems that the hegemony of the clergy has a great influence on the perspective of society in daily life.Keywords : Hegemony, Clergy (Ulama), Islamic Shari’a, Society Attitude Response, Aceh   
Asimilasi Masyarakat pendatang dengan Masyarakat lokal Mutia Mutia Mutia; Bahrein sugihen
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses terjadinya pola asimilasi antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, keberhasilan asimilasi dengan adanya faktor pendukung dan faktor penghambat proses asimilasi masyarakat Batak dengan masyarakat lokal Tamiang di Kecamatan Rantau. Penelitian ini mnggunakan metode kualitatif.Terdapat delapan informan dalam penelitian ini yang terdiri dari tujuh pasang keluarga dan satu kepala adat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa asimilasi yang terjadi pada masyarakat suku Tamiang dan suku Batak serta suku yang lain bersifat asosiatif(perkumpulan). Saran yang ditekankan dalam hal ini adalah adanya kesadaran, kemauan, dan perlakuan yang sama pada semua warga masyarakatnya yang pada masa ini telah mengalami perkembangannya. ABSTRACTThe purpose of this research is to describe the process of assimilation pattern between migrant community and local community in Rantau District of Aceh Tamiang Regency.Know how successful assimilation with the existence of supporting factors and factors inhibiting the process of assimilation Batak community with local community Tamiang in District Rantau. This research mnggunakan qualitative. There are eight informants in this study consisting of seven pairs of families and one customary head.The results of this study indicate that the assimilation that occurs in the Tamiang and Batak tribe communities and other tribes are associative. Suggestion that is more emphasized in this case is the existence of awareness, willingness, and equal treatment to all citizens of society which at this time have progressed.
PROSES PERUMUSAN PERATURAN GUBERNUR (PERGUB) NO 49 TAHUN 2016 TENTANG KEBIJAKAN CUTI HAMIL DI PROVINSI ACEH firdaus firdaus; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.244 KB)

Abstract

ABSTRAKAceh mendapatkan hak Otonomi Khusus lewat Undang-undang Nomor 11 tahun 2016 tentang Pemerintah Aceh yang memiliki kewenangan untuk mengatur diri sendiri. Artinya dapat disimpulkan bahwa mengatur mengenai Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif dan Pemberian Cuti Selama 6 bulan kepada Pegawai Negeri Perempuan bukanlah hal yang bertentangan dengan kewenangan yang dimiliki oleh Pusat. Sedangkan cuti PNS ketentuannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 Tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil. PP tersebut menyebutkan lamanya cuti bersalin adalah 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah persalinan. Hal tersebut tentu menjadi sebuah kendala dalam melakukan impementasi kebijakan peraturan Gubernur mengenai cuti hamil. Proses pertimbangan dalam formulasi yang menjadi latar belakang terbentuknya kebijakan cuti hamil harus sesuai dengan asas kemanfaatan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perumusan Peraturan Gubernur (Pergub) No 49 Tahun 2016 tentang Kebijakan Cuti Hamil di Provinsi Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui sumber data primer dan data sekunder, data primer melalui penelitian lapangan yaitu dengan melakukan wawancara kepada informan. Sedangkan data sekunder melalui penelitian kepustakaan yaitu dengan dokumen-dokumen, buku-buku dan bacaan-bacaan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Gubernur (Pergub) No 49 Tahun 2016 tentang Kebijakan Cuti Hamil di Provinsi Aceh muncul karena bertujuan untuk kecerdasan generasi bangsa dan bentuk dari pengakuan terhadap nilai-nilai kemanusiaan karena kaum wanita harus mendapatkan perlakuan istimewa, selama masa pemberian ASI eksklusif kepada bayi dan dirumuskan sesuai teori dengan sistematis berdasarkan tahap-tahap terbentuknya kebijakan publik sebagaimana mestinya.Kata Kunci : Proses Perumusan, Peraturan Gubernur, Kebijakan Cuti Hamil, Banda Aceh PROCESS FORMULATION OF GOVERNOR REGULATION (PERGUB) NO. 49 YEAR 2016 CONCERNING PREGNANT POLICY POLICY IN ACEH PROVINCEABSTRACTAceh has the right of sspecial autonomy through Law Number 11 of 2016 on the Government of Aceh which has the authority to regulate itself. This means that it can be concluded that the regulation of Exclusive Breast Milk (ASI) and the Provision of Leave for 6 months to the Women Servant is not contrary to the authority possessed by the Center. While the civil servant leave is stipulated in Government Regulation No. 24 of 1976 on Civil Service Leave. The PP states that the duration of maternity leave is 1 month before and 2 months after childbirth. This is certainly a constraint in implementing the governor's policy regulation regarding maternity leave. The process of consideration in the formulation that became the background of the formation of the policy of maternity leave should be in accordance with the principle of benefit and the needs of the community. This study aims to determine the process of formulation of the Governor Regulation (Pergub) No 49 of 2016 on the Policy of Maternity Leave in Aceh. The research method used was qualitative research method with descriptive approach. The data was analyzed with primary and secondary data source, primary data were obtained through field research by conducting interviews to informant. While the secondary data were obtained through literature research from documents, books and related readings. The results of this study showed that the Governor Regulation (Pergub) No 49 of 2016 on the Policy of Maternity Leave in Aceh because it aims to the intelligence of the nation's generation and the form of recognition of the values of humanity because women should get preferential treatment, during the exclusive breast feeding period and formulated systematically according to theories based on the stages of the formation of public policy as appropriate. Keywords: Formulation Process, Governor Regulation, Policy of  Maternity Leave, Banda Aceh 
Modernisasi Pertanian Pada Petani Padi Di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Fatthaya Fatthaya; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK. Gejala modernisasi telah merambah dalam semua sektor kehidupan manusia, ruang privat maupun publik, dari modernisasi teknologi sampai modernisasi gagasan. Modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Modernisasi tidak lepas dari panggunaan teknologi. Indonesia merupakan negara berkembang dengan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama dari mayoritas penduduknya. Pertanian merupakan sebuah sektor yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu sektor pertanian menjadi tumpuan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Kecamatan Bandar Baru adalah salah satu kecamatan di aceh yang kesejahteraan ekonomi masyarakatnya tergantung pada sektor pertanian, terutama dalam sektor pertanian padi. Masyarakat mengandalkan sektor pertanian sebagai peningkatan taraf kesejahteraan mereka.Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana penggunaan teknologi disektor pertanian padi di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya ? dan Bagaimana modernisasi pertanian berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya ?. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan teknologi disektor pertanian dan untuk mengetahui bagaimana modernisasi pertanian dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori adopsi untuk mengetahui bagaimana masyarakat dapat menerima teknologi dalam pertanian padi. Metode yang digunakan oleh penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang memenuhi kriteria subjek peneliti serta relevan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Bentuk-bentuk penggunaan teknologi pada sektor pertanian di Kecamatan Bandar baru yaitu seperti penggunaan alat-alat alsintan seperti traktor, mesin perontok, mesin pemotong padi, penggunaan bibit-bibit unggul, penggunaan pupuk-pupuk kimia. Modernisasi pertanian juga telah mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani dan buruh tani di Kecamatan Bandar baru. ABSRACT.Symptoms of modernization has penetrated in all sectors of human life, private room or space, of technological modernization to modernization ideas. Modernization can be interpreted as a change from a traditional society. Modernization can not be separated from the use of technology. Indonesia is a developing country with agriculture as the main source of livelihood majority. Agriculture is a sector which has an important role in human life. For the agricultural sector became the foundation of life and well. Being of society in general. The Bandar Baru districts is one of the districts in Aceh that the economic prosperity of its people depend on agriculture, especially in the agricultural sector rice. People rely on agriculture as an increase in the welfare of there.Formulation of the problem in this research is how the use of technology in the agricultural sector of rice in the district of Bandar Baru Pidie Jaya ? and the modernization of agricultural how influential people in the district of Pidie Jaya Bandar Baru ?. this thesis aims to determine the use of technology in the agricultural sector and to find out how the modernization of agricultural can affect the public welfare. This study uses the theory of adoption. The theory to know how people can accept the technology in rice farming. The method used by this research is qualitative descriptive. The data were obtained through interviews with informants who met the criteria as well as relevant research subject in providing the information needed by researchers.Forms of agricultural use of the technology sector in the district of the Bandar Baru that like the use of tools such as tractors, threshers, rice cutting machine, the use of superiar seeds, fertilizer use chemical fertilizer. Modernization of agriculture has also affected the level of welfare of farmers and farm workers in district Bandar Baru.
ANALISIS SEMIOTIKA PRODUCT PLACEMENT DALAM FILM LOKAL ACEH (Studi Pada Film Eumpang Breuh Serial 8) fitria anggraini; Syam M. Hamdani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Analisis Semiotika Product Placement Dalam Film Lokal Aceh (Studi Pada Film Eumpang Breuh Serial 8). Berdasarkan pada asumsi bahwa film tidak hanya sebagai media hiburan melainkan dapat bertansformasi menjadi media beriklan ketika sebuah product placement diletakkan didalamnya. Banyaknya perfilman yang telah mengaplikasikan product placement pada produksinya. Perkembangan penggunaan product placement bukan hanya pada film nasional saja melainkan telah merambah pada film lokal. Hal inilah menjadikan Film Eumpang Breuh Serial 8 sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna pesan product placement dalam film lokal Aceh, yaitu pada Film Eumpang Breuh Serial 8. Product placement yang dimaksud dalam penelitian ini adalah product placemen yang terdapat pada scene dalam Film Eumpang Breuh Serial 8. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika. Analisis dilakukan menggunakan teori semiotika Roland Barthes secara denotasi, konotasi dan mitos dengan kategori bentuk dan dimensi product placement. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya product placement yang terdapat pada scene dalam film Eumpang Breuh Serial 8, serta menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidaksesuain product placement terhadap scene tersebut. Analisis menjelaskan adanya keterbatasan produk dalam memberikan gambaran ketika mempresentasikannya sehingga positioning produk tidak dapat terkomunikasikan dengan baik. Kata Kunci: Analisis, Semiotika, Film,  Product Placement Analysis of Semiotics Product Placement in Aceh Local Film (Study On Eumpang Breuh Movie Serial 8)ABSTRACTThis research is titled Analysis of Semiotics Product Placement in Aceh Local Film (Study On Eumpang Breuh Movie Serial 8). Based on the assumption that the film is not only as an entertainment medium but can be transformed into advertising media when a product placement is put in its. The number of cinema that has applied product placement on its production. The development of the use of product placement not only in national films but has penetrated the local film. That reason makes the film Eumpang Breuh Serial 8 as the object of research. This research aims to know the meaning of product placement message in Aceh local film, that is on Film Eumpang Breuh Serial 8. Product placement which is meant in this research is product placement which is in scene on Eumpang Breuh Movie Serial 8. The approach used in this research is a qualitative approach with semiotic analysis techniques. The analysis was conducted using Roland Barthes's semiotics theory in denotation, connotation and myth with the shape category and product placement dimension. The results of this study is the product placement in the scene on Eumpang Breuh Movie Serial 8, and showed that there are some product placement nonconformity to the scene. Analysis explains the limitations of the product in providing an overview when presenting it so that product positioning can not be communicated properly. Keywords: Analysis, Semiotics, Film, Product Placement
REFLEKSI FENOMENA GAYA HIDUP HEDONISME PADA AKUN INSTAGRAM(STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNISUNIVERSITAS SYIAH KUALA) maulana alnazry
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.549 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat dengan munculnya media baru. Media sosial menjadi sarana populer untuk melakukan komunikasi diantara individu-individu. Hal ini menjadi peluang masuknya paham asing yaitu paham hedonisme atau gaya hidup yang menampilkan kemewahan. Saat ini media sosial yang dianggap dinamis karena dapat menyesuaikan kebutuhan para user-nya adalah Instagram. Instagram saat ini memiliki fitur baru yaitu Live dan Insta Story yang menampilkan aktivitas penggunanya. Instagram menjadi orientasi baru bagi para remaja untuk mengabadikan gaya hidupnya dan mengunggahnya ke Instagram. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana refleksi gaya hidup hedonisme pada akun Instagram mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori atribusi dan teori ketergantungan media. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala memiliki kecenderungan untuk menampilkan gaya hidupnya di akun Instagram dengan memenuhi 3 aspek gaya hidup hedonis, yaitu aktivitas, minat dan opini. Fashion menjadi minat utama mahasiswa saat menampilkan gaya hidup dirinya di media sosial Instagram. Kata Kunci:Gaya Hidup Hedonisme,Instagram, Mahasiswa ABSTRACT The development of communication technology is increasing rapidly with the emergence of new media. Social media has become a popular means of communication between individuals. This becomes an opportunity for entry of foreign understand that hedonism or lifestyle that displays luxury. Currently social media are considered dynamic because it can adjust the needs of its users is Instagram. Instagram currently has a new feature that is Live and Insta Story that show the user activity. Instagram becomes a new orientation for teenagers to immortalize their lifestyle and upload it to Instagram. The purpose of this research is to know how the reflection of hedonism lifestyle on Instagram account of Syiah Kuala University Faculty of Economics and Business students. The theory used in this research is attribution theory and media dependency theory. This research is a qualitative research with descriptive research type. This research uses data collecting technique that is interview, observation and documentation study. The result of this research is the students of Faculty of Economics and Business of Syiah Kuala University have tendency to display their lifestyle in Instagram account by fulfilling 3 aspects of hedonic lifestyle, that is activity, interest and opinion. Fashion became the student's primary interest while presenting their lifestyle in social media Instagram. Keywords : Hedonism Lifestyle, Instagram, Student
Upaya Panwaslih Aceh Mengusut Kasus Politik Uang Pada Pilkada Tahun 2017 di Pidie Jaya Aulia Rahmat; Effendi Hasan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.558 KB)

Abstract

  Aulia Rahmat2017ABSTRAKUPAYA PANWASLIH ACEH MENGUSUT KASUS POLITIK UANG PADA PILKADA TAHUN 2017 DI PIDIE JAYAFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala Dr. Effendi Hasan, MA(ix, 60), pp, bilb, app Politik uang pada Pilkada tahun 2017 terjadi di Desa Meunasah Baro, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya. Pelaku praktik politik uang dilakukan oleh Muhammad Nazar dan Ridwan menjelang hari pencoblosan pada tanggal 11 Februari 2017. Praktik politik yang terjadi telah dilaporkan ke Panwaslih Pidie Jaya dan sudah sampai ke Pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan pihak Panwaslih Aceh dan Panwaslih Pidie Jaya telah melakukan upaya khusus dalam menangani maupun mengusut kasus politik uang yang terjadi di Pidie Jaya, diantaranya melakukan kerjasama antara Panwaslih Provinsi Aceh dan Panwaslih Pidie Jaya dalam menuntaskan kasus yang terjadi, melakukan sosialisasi terkait politik uang dan penempatan spanduk berisi pesan kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik politik uang, melakukan pendekatan serta pemberian informasi kepada para calon kandidat, Tim Sukses, dan partai politik pendukung. Mekanisme dalam memproses sebuah kasus adalah perlu adanya sebuah laporan, apabila sebuah laporan tidak mempunyai kejelasan, upaya pihak Panwaslih Pidie Jaya adalah meninjau langsung ke lapangan atau lokasi tempat praktik politik uang terjadi guna untuk menggali informasi lebih, kasus tersebut akan dikaji sebagai temuan, namun apabila alat bukti lengkap dan memenuhi unsur materil dan formil, maka laporan tersebut, akan dikaji lebih dalam dengan berkoordinasi langsung bersama GAKKUMDU untuk penuntasan kasus tersebut hingga sampai ke Pengadilan. Kesimpulan, kasus praktik politik uang yang dilakukan Muhammad Nazar dan Ridwan yang terjadi di Pidie Jaya sudah sampai ke pengadilan dan telah diselesaikan. Majelis hakim telah menjatuhi hukuman satu tahun penjara terhadap kedua terdakwa, dengan masa percobaan dua tahun, dan majelis hakim juga membebankan terdakwa Muhammad Nazar dan Ridwan untuk membayar denda Rp. 200 juta atau bisa diganti dengan kurungan tambahan (subsider) satu bulan penjara. Kata Kunci: Pengawasan, Upaya Mengusut, Politik UangThe Efforts Of Panwaslih Aceh In Investigating The Case Of Money Politics In Aceh Election 2017 In Pidie Jaya  Aulia Rahmat2017ABSTRACTTHE EFFORTS OF PANWASLIH ACEH IN INVESTIGATING THE CASE OF MONEY POLITICS IN ACEH ELECTION 2017 IN PIDIE JAYAFaculty of Social and Political Sciences Syiah Kuala UniversityDr. Effendi Hasan, MA(x, 60), pp, bilb, app In Aceh election in 2017 money politics occurred in Meunasah Baro Village, Bandar Dua Subdistrict, Pidie Jaya. The perpetrators of money politics practiced by Muhammad Nazar and Ridwan before the election day on February 11st, 2017. Political practice has been reported to Panwaslih Pidie Jaya and has reached the Court.The result of the research shows that Panwaslih Aceh and Panwaslih Pidie Jaya
Persepsi Akademisi dan Ulama Terhadap Pernyataan Islamophobia dalam Kampanye Donald Trump pada Pemilihan Presiden Amerika Serikat Periode 2017-2021 (Studi Kasus Kota Banda Aceh) Sahlawati Sahlawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2162.357 KB)

Abstract

Pernyataan kampanye Donald Trump, calon Presiden periode 2017-2021 di Amerika Serikat menyebabkan berbagai spekulasi muncul di kalangan akademisi dan ulama. Pernyataan kampanye tersebut ada dua, yaitu: pertama, selama periode yang tidak terbatas, orang yang beragama Islam dilarang memasuki Amerika Serikat baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, bahkan wisatawan sekalipun. Kedua, Islam merupkan sumber kekacauan dunia. Bahkan pernyataan lain yang juga merupakan penghinaan terhadap Islam yaitu diseluruh dunia, kaum Muslim benar-benar liar.Tujuan penulisan ini untuk mengetahui persepsi akademisi dan ulama terhadap pernyataan Islamophobia dalam kampanye Donald Trump di Banda Aceh serta langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh akademisi dan ulama supaya Islamophobia tidak meningkat setelah Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat periode 2017-2021. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi inimenggunakan metode kualitatif dan kantitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan pemberian angket yang didapatkan melalui penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi akademisi lebih melihat pernyataan tersebut merupakan bagian dari marketing politik dan ulama melihat halter sebut murni Islamophobia. Akademisi dan ulama dalam langkah selanjutnya yang dilakukan supaya Islamophobia tidak meningkat setelah Donald Trump terpilih yang harus dilakukan yaitu mengubah pola pikir orang Amerika Serikat melalui penulisan opini, pendidikan, pendekatan individu, kelompok, antar kelompok, dan sosial cultural. Pada akhirnya penulis menyarankan bahwa segala pernyataan kamppanye yang akan diterapkan oleh Donald Trump terhadap Islam tidak memiliki dampak yang besar khususnya pemeluk agama Islam di Amerika Serikat. PERSPECTIVES OF SCHOLAR AND ISLAMIC SCHOLARS ON TRUMP’S COMMENTS ABOUT ISLAMOPHOBIA IN HIS CAMPAIGN FOR THE UNITED STATES OF AMERICA PRESIDENTIAL ELECTION FOR THE PERIOD OF 2017-2021 (A CASE STUDY IN BANDA ACEH)The comments about Islam of Donald Trump as one of candidates for United States of America presidential election for the periode of 2017-2021 has triggered speculation among scholars and Islamic scholars. Trump mentioned two statements about Islam i.e. first, He indicated will order suspending all entry for Islam to US. Muslim will not be allowed to enter United States whether by land, air, or sea transportation. Second, Islam is the cause of conflicts across the globe. He also addressed offensive statement to Muslim by stating that all of Muslims around the world are wild.This study aimed at understanding perspectives of scholars and Islamic scholars in Banda Aceh on Trump’s offensive comments about Islamophobia in his campaign for presidency and knowing further steps made by the scholars to control Islamophobia Issues due to Trump’s Win in the 2017-2021’s election.This was qualitative and quantitative study. The techniques employed to collect the data included interview and questionnaire. The data were obtained by carrying out a field study.The results showed that the scholars believed that Trump made those offensive comments about Islam was one of political marketing strategies and the islamic scholars agreed that was an action as Islamophobia. The effort made by the scholars to control fear of Islam or Islamophobia was done by trying to change the mindset of people in United States about Islam by writing their opinions, educating, doing personal and intergroup approaches, as well as social cultural approaches.It is expected that people to realize that all of the statements made by Donald Trump will not give significant impacts especially for Muslims who live in the United States.

Page 15 of 102 | Total Record : 1018