cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
JIMFISIP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi, yaitu Prodi Sosiologi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Ilmu Politik dan Prodi Ilmu Pemerintahan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 1,018 Documents
PREFERENSI ORANG TUA TERHADAP TAYANGAN EDUKATIF DALAM PENDAMPINGAN ANAK MENONTON TELEVISI (Studi Terhadap Orang Tua di Gampong Lamteungoh Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar) Khairina Khairina; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1587.379 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Preferensi Orang Tua Terhadap Tayangan Edukatif di Televisi Dalam Pendampingan Anak MenontonTelevisi (Studi Terhadap Orang Tua di Gampong Lamteungoh Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi orang tua terhadap tayangan edukatif  di televisi dalam pendampingan anak menonton televisi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratification yang berasumsi bahwa pengguna media secara aktif mencari media tertentu untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan kepuasan tertentu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari sembilan orang tua yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi orang tua di Gampong Lamteungoh dalam pemilihan acara televisi untuk ditonton oleh anak berdasarkan kriteria, yaitu acara yang mengandung unsur pendidikan, sosial budaya, dapat memberikan motivasi untuk belajar, dan menghibur. Acara yang sering dipilih oleh orang tua untuk ditonton bersama anak adalah On The Spot di Trans7. Hal ini dikarenakan para orang tua merasa acara tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Pengetahuan yang didapat beragam, mulai pengetahuan umum, sejarah, pengetahuan alam, dan budaya. Orang tua di Gampong Lamteungoh melakukan pendampingan saat anak menonton televisi. Para Orang tua cenderung  membiarkan anak menonton acara yang disukai. Acara yang sering dibiarkan oleh orang tua ketika anak menonton film kartun, seperti Upin Ipin. Para orang tua menjadikan Upin Ipin sebagai contoh untuk anak berbuat baik, seperti belajar mengaji, rajin ke sekolah, baca doa sebelum makan, membantu orang tua, dan saling menolong sesama. Bentuk pendampingan orang tua dalam aktifitas anak menonton televisi berupa pemilihan program yang sesuai dengan umur anak, penyampaian informasi program acara televisi, membuat kriteria acara yang dapat di tonton anak dan menerapkan waktu menonton televisi. Bentuk pendampingan orang tua dalam aktifitas anak menonton televisi berupa pemilihan program yang sesuai dengan umur anak, penyampaian informasi program acara televisi, membuat kriteria acara yang dapat di tonton anak dan menerapkan waktu menonton televisi. Kata Kunci: Preferensi Orang Tua, Tayang Edukatif Televisi, Anak Parent Preferences on Educational Shows on Television in the Accompaniment of Children Watching Television (Study of Parents at Gampong Lamteungoh Ingin Jaya sub-district Aceh Besar) This research entitled "Parent Preferences on Educational Shows on Television in the Accompaniment of Children Watching Television (Study of Parents at Gampong Lamteungoh Ingin Jaya sub-district Aceh Besar)". The purpose of this study is to determine parents’ preference on educational shows on television in the accompaniment of children watching television. The theory used in this research is the theory of uses and gratification which assume that media users are actively looking for certain media to meet the needs and get certain satisfaction. This is a descriptive qualitative research. Informants in this study consisted of nine parents which were selected based on purposive sampling technique. Data collection methods used in this research was interview and observation. The results showed that the preference of parents in Gampong Lamteungoh in the selection of television shows to watch by children based on the criteria that the television shows contain the elements of education, social culture, can provide motivation to learn, and entertaining. The television show often chosen by parents to watch with children is On The Spot in Trans7. This is because the parents feel the show can add insight and knowledge. Knowledge gained is diverse, ranging from general knowledge, history, natural knowledge, and culture. Parents in Gampong Lamteungoh do mentoring when children watch television. Parents tend to let children to watch their preferred show. Shows that are often watched by children without the supervising of parents are cartoons like Upin Ipin. Parents chose Upin Ipin as a good example for children such as studying, going to school diligently, reading prayers before meals, helping parents, and helping each other. Key words: Parent Preferences, Education Show on Television, children
Political Branding Basuki Tjahaja Purnama Dalam Berita Penistaan Agama Di Metro TV Siti Sharrah Dzundza; Dr. Hamdani M. Syam, MA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.68 KB)

Abstract

ABSTRAK - Marketing politik perlahan dengan pasti masuk ke dalam Indonesia. Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama pada akhir November 2016 membuat warga Indonesia terkejut. Hal ini juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap Basuki Tjahaja Purnama. Metro TV sebagai televisi berita yang ikut memberitakan Ahok bahkan sempat dicap sebagai televisi yang mendukung Ahok. Tujuan penelitian Wacana Political Branding Basuki Tjahaja Purnama Dalam Berita Penistaan Agama Di Metro TV adalah untuk mengetahui deskripsi teks yang dibangun oleh redaksi Metro Hari Ini pada berita penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. Untuk mengetahui model koginisi sosial dan konteks sosial pada pemberitaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. Teori dan konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Van Dijk. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif dengan sifat penelitian eksplanatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yakni studi pustaka dan hasil wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah, tayangan Raising A Leader: Basuki Tjahaja Purnama di Metro TV bertujuan untuk memperbaiki citra Ahok yang dianggap intoleran dan menistakan agama Islam. Pada tayangan ini juga Ahok dicitrakan oleh Metro TV sebagai salah satu masyarakat yang mempunyai karakter pemimpin. Hal ini juga bertujuan untuk meluruskan polemik yang sudah terjadi di mayarakat yang menganggap jika Ahok merupakan pemimpin yang anti Islam. Tayangan ini juga berefek pada opini publik yang bisa berganti yang berawal tidak setuju menjadi setuju dengan Ahok. Hal ini dikarenakan tayangan dokumenter Raising A Leader: Basuki Tjahaja Purnama mampu mempengaruhi sisi afektif dari pemirsa. Keyword: Basuki Tjahaja Purnama, Political Branding, Analisis WacanaPolitical Branding Basuki Tjahaja Purnama In The News The Defamation Of Religion In Metro TVABSTRACT - Political marketing slowly but sure is getting popularly employed in Indonesia. Blasphemy case which was committed by Basuki Tjahja Purnama in late November, 2016, was shocking many Indonesians. This affects people’s trust towards Basuki Tjahja Purnama. Metro TV as a news television channel which was actively involved in reporting Ahok, even it was once branded as a television channel that supported Ahok.  The aim of the research of Political Branding Discourse of Basuki Tjahja Purnama on Blasphemy News Report in Metro TV is to identify the text description created by Metro Hari Ini editorial board regarding the news report on blasphemy which was committed by Basuki Tjahaja Purnama. To identify the social cognition model and social context of the news report on blasphemy committed by Basuki Tjahaja Purnama. Van Dijk Theory was used as the basic theory and concept of this study. This study is  a qualitative study with the property of explanatory research. This study used data collecting technique which included literature study and interview. The result of this study signifies that the television program named, Raising A Leader : Basuki Tjahaja Purnama, in Metro TV, had a purpose to restore Ahok’s reputation which had been closely associated with intolerance and Islam blasphemy. On this television program, Ahok was depicted by Metro TV as a member of the society who had a character of leadership. The purpose was also to straigthen the polemic which had happened in society and considered Ahok as an anti-Islam leader. The television program also influenced public opinion which was changed from a disagreement to an agreement with Ahok. This is due to documentary show of Raising A Leader: Basuki Tjahaja Purnama was capable to influence audience’s affect.Keyword: Basuki Tjahaja Purnama, Political Branding, Discourse Analysis   
PENGARUH PEMECATAN KEUCHIK DI KECAMATAN DARUL IMARAH TERHADAP KEKALAHAN PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI (Saifudin Yahya – Juanda M. Djamal) PADA PILKADA TAHUN 2017 DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR tia nanda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.634 KB)

Abstract

ABSTRAKKecamatan Darul Imarah adalah salah satu kecamatan di  Aceh Besar dengan penduduk yang sangat banyak.  Bupati Aceh Besar Muklis Basyah mencabut SK 28 Keuchik Darul Imarah yang tergabung dengan Forum Keuchik Darul Imarah yang di sebabkan oleh keinginan para keuchik untuk bergabung dengan Banda Aceh tanpa sepengetahuan Mukhlis Basyah. Keputusan yang diambil oleh Mkhlis Basyah berimbas terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati pada pilkada 2017 di Aceh Besar yang sama-sama diusung oleh Partai Aceh.  Konflik ini dapat berpengaruh Pada suara untuk Partai Aceh dalam pilkada, karna konflik tersebut dalam merusak Citra Partai Aceh.  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konflik yang terjadi antara Forum Keuchik Darul Imarah dengan Pemerintah Aceh Besar serta pengaruhnya terhadap kekelahan pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Besar dalam pilkada 2017. Penelitian ini bersifat kajian dan kepustakaan, dimana data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer yang meliputi hasil wawancara, observasi. Sedangkan data sekunder berupa dokumen, baik dalam bentuk elektronik maupun cetak, undang-undang, skripsi, artikel, dan jurnal yang memiliki hubungan dengan penelitian ini. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukan bahwasanya pemecatan 28 keuchik di Kecamatan Darul Imarah dilatarbelakangi oleh kepentingan sekelompok elit , dimana pemecatan tersebut berpengaruh terhadap kekalahan pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh besar  yaitu Saifuddin Yahya dan Juanda M Djamal dalam pilkada 2017 Di Aceh Besar dikarnakan konflik tersebut dimanfaatkan oleh beberapa elit lainya untuk memenangkan pilkada tersebut. Diharapkan kepada pemerintah agar tidak mengambil keputusan dengan  gegabah tanpa melihat kondisi dan dampak yang akan terjadi atas keputusan tersebut.Kata kunci: Pilkada, konflik, pemerintah THE INFLUENCE OF KECHIK DISMISSAL AT DARUL IMARAH DISTRICT TOWARDS THE DEFEAT OF REGENT AND VICE-REGENT CANDIDATES (SAIFUDIN YAHYA – JUANDA M. DJAMAL) ON LOCAL ELECTION YEAR 2017 IN DARUL IMARAH ACEH BESARABSTRACTDarul Imarah district is one of districts in Aceh Besar with high population number. Aceh Besar regent Muklis Basyah dismissed 28 Darul Imarah Keuchik(s) who join Darul Imarah Keuchik Forum, caused by the keuchik’s intention to merge with Banda Aceh without Mukhlis Basyah being priorly notified. The decision taken by Mukhlis Basyah impacted the candidate pair of regents on 2017 local election who were collectively proposed by Aceh Party. This conflict could influence Aceh Party voters in the local election, because the conflict had damaged Aceh Party popularity. The aim of this research is to evaluate how a conflict that had happened between Darul Imarah Keuchik Forum with Aceh Besar government and its influence towards the defeat of candidate pair of regents in 2017 local election. This research is based on investigation and literature study, in which the data used in this research are primary and secondary. The primary data include interview and observation. Whereas the secondary data are documents, either in electronic or printed form, act, undergraduate thesis, article, and journal which are relatable to this research. The result and the conclusion of this research shows that the dismissal of 28 keuchik(s) at Darul Imarah district was based on the interest of political elite groups, where the dismissal caused the defeat of candidate pair of Aceh Besar regents, Saifuddin Yahya and Juanda M. Djamal, on 2017 local election in Aceh Besar because of the conflict had been used by some other elites to win the local election. Therefore, the government is expected for not taking reckless decision without seeing the condition and impact which will happen after the decision. Keywords: Local election, conflict, government
Pengaruh Menonton Program My Trip My Adventure TransTV Terhadap Minat Berpetalang Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unsyiah Dede Ismunandar; Hamdani M Syam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.602 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pengaruh Menonton Tayangan My Trip My Adventure Terhadap Minat Travelling Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penonton Tayangan my trip my adventure terhadap minat berpetualang pada mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuatitatif. Subjek pada penelitian ini sebanyak 78 mahasiswa yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsyiah. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuisioner. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori AIDDA akronim dari kata-kata Attention (perhatian), Interest (minat), Desire (hasrat), Descicion (keputusan), Action (tindakan/kegiatan). Hasil penelitian menunjukkan angka R square atau Koefisien determinasi sebesar 0,583. Ini menandakan bahwa tayangan My Trip My Adventure TransTV memiliki pengaruh terhadap minat berpetualang mahasiswa program studi ilmu komunikasi sebesar 58,30% dan sudah termasuk kedalam kategori cukup kemudian didapatkan nilai thitung untuk variable tayangan My Trip My Adventure ialah 10,318 sedangkan nilai ttable ialah 1,992 pada taraf signifikasi 5%. Jika thitung ttabel (10,318 1,992) dengan tingkat signifikansi 5% maka Ha dapat diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya, menonton tayangan My Trip My Adventure TransTV berpengaruh postif terhadap minat berpetualang mahasiswa.Kata Kunci: Program, My Trip My Adventure, Melakukan PerjalananTHE EFFECT OF THE MTMA PROGRAM ON THE INTERESTOF STUDENTS THE STUDY OF COMMUNICATION SCIENCE UNSYIAHABSTRACTThis study entitled “The Effect of Watching My Trip My Adventure Impressions on Student's Interest in Communication Studies Program”. This study was aimed to find out how much influence the audience Impressions my trip my adventure against the interests of traveling on students. The approach used in this research is a descriptive approach of quantitative. Subjects in this study as many as 78 students who are students of Communication Studies FISIP Unsyiah. Data collection techniques by distributing questionnaires. The theory used in this study uses AIDDA theory acronyms from words Attention (attention), Interest (interest), Desire (Desire), Descicion (decision), Action (action / activity). The results showed the R square or coefficient of determination of 0.583. This indicates that the impressions of My Trip My Adventure TransTV have an influence on the adventurous interests of students of science communication science courses of 58.30% and already included into the category enough. Then shows that the thitung (count) value for My Trip My Adventure is 10.318 while the value of ttabel (table) is 1,992 at 5% significance level. If thitung (count) ttabel (table) (10,318 1,992) with significance level 5% then Ha is acceptable. So it can be concluded that Ha accepted. That is, watching My Trip My Adventure TransTV impressions positively affect the interests of student traveling. The influence of impressions my trip my adventure travel to the interests of student traveling.Keywords: Program, My Trip My Adventure, Travelling
Efektifitas Media Video dalam Menyampaikan Informasi Kepada Para Pengguna Jalan Raya di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh M. Anggi Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas informasi yang diterima oleh para pengguna jalan raya di simpang Surabaya Kota Banda Aceh melalui vidoetron yang disampaikan oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh (Bainprom) serta hambatan-hambatan yang dialami oleh Bainprom Aceh dalam menyampaikan informasinya melalui media tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratifications (Pemenuhan Kebutuhan) yang memfokuskan pada informasi yang disampaikan melalui videotron dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh melalui media videotron sangat mudah dipahami oleh para pengendara lalu lintas di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh disebabkan oleh beberapa hal di antaranya gambar/tampilan yang menarik, strategi komunikasi verbal yang dilakukan berjalan dengan baik, letaknya yang strategis dapat mendukung para pengendara melihat informasi tersebut dan didukung oleh pemilihan media yang tepat. Dengan kehadiran media videotron dapat mengurangi tempat promosi sehingga dengan adanya media ini juga dapat terciptanya tata kelola kota dengan baik. Ada beberapa hambatan yang dialami oleh Bainprom dan juga oleh para pengendara setempat di antaranya yaitu lampu penerangan vidoetron terlalu kuat sehingga dapat memicu sinar/silau bagi pengendara khususnya pada malam hari, selanjutnya hambatan yang dialami yaitu sering terjadi kerusakan pada sistem pengoperasian vidoetron disebabkan gangguan alam seperti hujan lebat, petir, mati lampu, dan lain-lain. Kata Kunci : Efektivitas, Vidoetron, Pengguna Jalan Raya.
Efektivitas Komunikasi Interpersonal Petugas Rohaniawan Dalam Pelayanan Bimbingan Rohani Islami Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Sarojini Mutia Irfan; Ade Irma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Komunikasi Interpersonal Petugas Rohaniawan Dalam Pelayanan Bimbingan Rohani Islami Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas komunikasi interpersonal dalam proses pelayanan bimbingan rohani islami antara rohaniawan dengan pasien, dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yang dihadapi petugas rohaniawan dalam memberikan pelayanan bimbingan rohani islami pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yang menjadi informan adalah sebanyak 7 orang terdiri dari 5 orang petugas rohaniawan dan 2 orang pasien rawat inap. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi interpersonal dalam program pelayanan bimbingan rohani islami antara rohaniawan dengan pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dikategorikan efektif. Keefektifan komunikasi interpersonal  dalam program pelayanan bimbingan rohani islami antara rohaniawan dengan pasien rawat inap ditinjau dari indikator keterbukaan, empati, sikap suportif, sikap positif dan kesetaraan. Kemudian terdapat beberapa hambatan dalam menyampaikan bimbingan rohani islami yaitu berupa kurangnya komunikasi antara petugas rohaniawan, pasien dan keluarga pasien, kurangnya perhatian dari pasien kepada petugas bimbingan sehingga pelaksanaan bimbingan tidak tercapai secara maksimal serta kurangnya petugas yang memadai dalam bidang pelayanan bimbingan rohani.Interpersonal Communication Effectiveness of clerical officers In Islamic Spiritual Guidance Services In Inpatient Patients at Regional General Hospital dr. Zainoel AbidinThis research entitled Interpersonal Communication Effectiveness of clerical officers In Islamic Spiritual Guidance Services In Inpatient Patients at Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin. The purpose of this research to know how the effectiveness of interpersonal communication in the process of spiritual guidance services between the clergy with the patient, and to determine the inhibiting factors faced by clerical officers in providing services of Islamic spiritual guidance on inpatients at the Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. The approach used in this research is qualitative approach with descriptive method. Research subjects who become informants are as many as 7 people consisting of 5 people and 2 ward officers inpatients. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation studies. The theory used in this research is the theory of planning. The results showed that the process of interpersonal communication in the program of spiritual guidance service islami between the clergy with inpatients at the Regional General Hospital dr. Zainoel Abidin Banda Aceh is categorized as effective. The effectiveness of interpersonal communication in the Islamic spiritual guidance service program between the priests and the inpatients is viewed from indicators of openness, empathy, supportive attitude, positive attitude and equality. Then there are some obstacles in delivering Islamic spiritual guidance which is lack of communication between clerical officer, patient and patient's family, lack of attention from patient to guidance officer so that guidance implementation is not reached maximally, lack of adequate officer in spiritual guidance service.
Kematian Bayi di Gampong Bale Baro Keumangan Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie Riska Zahara; khairul yadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.646 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang penyebab kematian bayi di Gampong Bale Baro Keumangan Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan salah satu teori fenomenologi Edmund Husserl untuk menganalisis kematian bayi di Gampong Bale Baro Keumangan. Husserl menjelaskan bahwa tugas utama fenomenologi adalah menjalin keterkaitan manusia dengan realitas sosial. Fenomenologi juga suatu metode yang secara sistematis berpangkal pada pengalaman dan kesadaran hidup dalam sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Pidie, yag dilakukan di Gampong Bale Baro Keumangan Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini yang menjadi informan ialah ibu yang meninggal bayi yang berada di Gampong Bale Baro Keumangan. Informan berjumlah 6 (enam) yaitu Geusyik Gampong, Bidan Gampong dan ibu-ibu yang meninggal bayi. Dari rangkaian penelitian disimpulkan bahwa kematian bayi merupakan salah satu indikator kunci untuk menggambarkan status kesehatan suatu populasi dan penting bagi perencana kesehatan atau pengambil kebijakan suatu negara. Permasalahan kematian bayi menjadi suatu masalah yang tidak mudah diatasi meskipun sudah ada Undang-Undang Kesehatan yang mengatur terkait hal tersebut. Kamatian bayi umumnya disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, faktor sosial, budaya, ekonomi dan medis (penyakit). Terkait hal ini, dibutuhkan suatu penanganan yang khusus terutama dari pihak tenaga kesehatan, peran penting keluarga serta masyarakat sekitar. Dibutuhkan kesadaran dan pemahaman dari orang tua bayi terutama ibu dalam memantau kesehatan mereka agar tercapai kesehatan yang optimal, dengan demikian dapat meningkatkan taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.           Kata Kunci: Kematian Bayi, Gampong Bale Baro Keumangan, Mutiara Barat            BABY DEATH IN THE GAMES BALE BARO THE WEST POLLUTION OF WEST POLICY DISTRICTABSTRACTThe research has a purpose to know the factors that influences the mortality in Gampong Bale Baro Keumangan Mutiara Barat Pidie Regency. The research used one of the teory of Edmund Husserl fenomenology to analysed about the factors that influenced the mortality in Pidie Regency. Husserl explained that the primary task of fenomenology is to connect human with social reality. To Husserl, reality is not different from something that was inspeeted by himself. Fenomenology is also a method that sistematically come from experiences and realization in daily life. The method that was used in this research is Qualitative and Deskriptive method. This research was located in Pidie, Gampong Bale Baro Keumangan, Mutiara Barat Subdistrict, Pidie Regency. The techniques that was used to collect the data are: Observation, Interview, and Dokumentation. The informants in this research are 6 (six) mothers that had Lost theire Babies and Live in Gampong Bale Baro Keumangan. The conclution from theis research is the mortality is one of the key indicator to describe the healthy status of a population and it is important to the healthy planner of the government. The mortality matter becomes a problem that does not easy to solve altough there are the Health Ordinances that organize it. The mortality in generally is coused by some factors, there are: social, culture, economic, and medic (disease) factor. Related to thiese, it needs a specific handling from the healthy party, the role of family, also from the society in the environment. This also needs realization and understatement from the parents, especially the mothers in observing their health in order to get the optimal care and can increase the society life style and prosperty.    Keywords: Infant Mortality, Gampong Bale Baro Keumangan, Mutiara Barat.  
Peluang dan Tantangan Jurnalis Terhadap Penerapan Jurnalisme Investigasi di Aceh ariansyah ariansyah; Dr. Hamdani M.Syam M.A
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.888 KB)

Abstract

ABSTRAK                     Penelitian ini berjudul Peluang dan Tantangan Jurnalis Terhadap Penerapan Jurnalisme Investigasi di Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan jurnalis tentang peluang dan tantangan dalam penerapan jurnalisme investigasi di Aceh. Hal ini dikarenakan peliputan dan pemberitaan terkait investigasi di Aceh mulai menurun bahkan hampir hilang dari pemberitaan. Padahal jurnalisme investigasi merupakan jurnalisme yang membongkar suatu kejadian yang sengaja disembunyikan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi melalui pengumpulan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara yag bersifat semi terstruktur. Subjek informan dalam penelitian mengambil teknik purposive dengan menentukan subjek penelitian berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteria dalam penelitian ini adalah jurnalis yang pernah meliput berita mengenai investigasi dan juga jurnalis-jurnalis yang tergabung dalam organisasi pers yang diakui oleh dewan pers, seperti jurnalis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan jurnalis Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan dalam penerapan investigasi, seperti banyaknya isu yang dapat diangkat. Contohnya penyelewengan anggaran, penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh pemerintah kemudian isu terkait ilegal loging. Apalagi kemudian ada lembaga-lembaga yang ikut serta membantu jurnalis untuk melakukan investigasi. Namun tantangan yang dihadapi juga cukup besar, salah satunya adalah pemahaman jurnalis yang minim akan jurnalisme investigasi dan juga dukungan media terhadap pemberitaan jurnalisme investigasi di Aceh tidak maksimal. Hal ini dikarenakan kebanyakan media di Aceh adalah media cetak harian. Biaya yang dibutuhkan dalam melakukan investigasi juga sangat besar. Resiko terbesar dari liputan investigasi adalah kehilangan nyawa. Kata Kunci: Peluang dan Tantangan, Jurnalisme Investigasi, Teori Fenomenologi.Opportunities and Challenges of Journalists on the Application of Investigative Journalism In AcehABSTRACT - This research entitled Opportunities and Challenges of Journalists in The Implementation of Investigative Journalism in Aceh. This study aims to identify the journalists’ views about the opportunities and challenges in the implementation of investigative journalism in Aceh.This is because covering and reporting related to the investigation in Aceh begin to decline even almost disappear from the news. Though investigative journalism is a journalism unraveling an event that was deliberately hidden. Qualitative descriptive approach is used in this reseach that aims to explain the phenomena occur through data collection. Technique of collecting data in this research is semistructured interview. The subject of the informant in the research used the purposive technique by determining the research subject based on certain criteria. The criteria used in this study are journalists who once covered the news about the investigation and also journalists who are members of a press organization recognized by the press council, such as Persatuan Jurnalis Indonesia (PWI) and Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). The theory used in this research is Phenomenology theory. The results show that there are several opportunities that can be utilized in the implementation of investigations, such as the many issues that can be raised. For example, budget misuse, abuse of power by the government then issues related to illegal logging. Moreover, then there are institutions that participate to help journalists to conduct investigations. But the challenges faced are also quite large, one of which is minimal understandings of journalists on investigative journalism as well as media support for reporting investigative journalism in Aceh is not optimal. This is because most of the media in Aceh are printed daily media. The cost involved in conducting an investigation is also very large. The biggest risk of investigative coverage is the loss of life.  Keywords: Opportunities, Challenges, Journalism, Investigative, Phenomenology Theory.
Dinamika Sosial Club Motor di kota banda Aceh (Studi Kasus Masyarakat dan Hubungan Sosial Club Motor di kota Banda Aceh) Teuku Nurjuliansyah; Bukhari MHSc
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.086 KB)

Abstract

ABSTRAK Club motor ialah wadah pecinta otomotif yang melakukan kegiatan bersama dengan menunjukan kekompakan di setiapa kegiatan mereka yang di landasi dari solidaritas penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sebuah club mengkontruksikan simbol, dan bagaimana kontruksi simbol menjalin hubungan sosial menjadi sakral dan otoritatif, sehingga simbol menjadi dasar dari hubungan yang berlanjut terus menerus dan bagaimana simbol melahirkan kesepakatan bersama yang terus mendikte dan melahirkan ritual-ritual, berupa pola dan kebiasaan yang terus terjadi dan berulang, pada club YVCI-BA dan HSFCI-BA. Teori yang di gunakan adalah teori Interaksi ritual oleh Randall Collins. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis metode deskriptif. Adapun teknik pengambilan informasi dilakukan dengan teknik purposive.Pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di ketahui bahwa kontruksi simbol, operasionalisasi simbol dan penerjemahan simbol kedalam ritual-ritaul terjadi di dasari dari keinginan individi sendiri untuk bergabung di club dikarenakan hobi jalan-jalan dan ritual-ritual club yang membuat individu merasa nyaman dan tanpa paksaan dalam mengikuti ritual-ritual club karena di dasari dari hobi, dan adanya wadah untuk menyalurkan hobi mereka, terjaganya kontruksi simbol, operasionalisasi simbol dan penerjemahan simbol kedalam ritual-ritaul terjadi karena adanya interaksi yang berulang dan rutin dalam setiap kegaitan club dan membuat keakraban dan solidaritas sesama anggota terus terjaga karena di dasari dari keinginan dan hobi yang sama dan di satukan dalam satu wadah, artinya terbentuknya club bukan hanya di dasari dari hobi yang sama saja, namun ada rasa kekeluargaan yang terjalin dan terbangun yang terus terjaga dengan adanya kegiatan-kegiatan club yang membuat anggota club tersebut terus berinteraksi, dan terjadi terus menerus, dan tidak ada konflik yang menyebabkan perpecahan di dalam club, dikarena club tersebut sudah seperti keluarga. Kata kunci: Simbol , Ritual, Club MotorMotor Club's social dynamicsin Kota Banda Aceh (Case Study of Society and Social Relations Club Club in Banda Aceh City)ABSTRACTMotor Club is an automotive enthusiast that conducts joint activities by showing cohesiveness in their activities on the basis of the solidarity of this study aims to describe how a club constructs symbols, and how the symbolic construct of social relationships becomes sacred and authoritative, so that symbols become the basis of ongoing relationships and how symbols create a mutual agreement that continues to dictate and produce rituals, in the form of recurring patterns and habits, at the YVCI-BA and HSFCI-BA clubs. The theory used is the theory of ritual interaction by Randall Collins. This research is a qualitative research with type of descriptive method. The information retrieval technique is done by purposive technique. Data collection is done in three ways, namely observation, interview and documentation. The results of research in the know that the construction of symbols, operationalization of symbols and translation of symbols into ritual-ritaul occur in the basics of individual desire alone to join the club because of the hobby of the streets and club rituals that make individuals feel comfortable and without coercion in following the ritual- the ritual of the club because of the hobbies of the hobby, and the existence of a container to channel their hobbies, the preservation of the symbols, the operationalization of symbols and the translation of symbols into the rituals occur because of repeated and routine interactions in every club club and make the intimacy and solidarity of members because in the bases of the same desire and hobby and united in one container, it means the formation of clubs not only in the basics of the same hobby, but there is a sense of kinship that is established and awakened are kept awake by the club activities that make club members it continues to interact, and occurs t and there is no conflict that causes division within the club, because the club is like a family. Keywords: Symbols, Rituals, Motor Clubs
TURIS ASING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT SIMEULEU Romi Fandayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan untuk liburan ketempat yang jauh dari tempat tinggalnya dalam beberapa hari saja dengan tujuan untuk menikmati tempat menyenangkan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk perubahan kehidupan sosial masyarakat Simeulueakibat interaksi  turis asing dengan masyarakat Simeulue di desa Maudil kecamatan Teupah Barat, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kehidupan sosial masyarakat Simeulue akibat interaksi antar turis asing dengan masyarakat Simeulue. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini juga diperoleh dari informan kunci. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Bentuk perubahan kehidupan sosial masyarakat Simeulueakibat interaksi  turis asing dengan masyarakat Simeulue di desa Maudil kecamatan Teupah Barat yaitu Perubahan Pola Budaya Masyarakat Lokal dan Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Lokal. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kehidupan social masyarakat Simeulue akibat interaksi antar turis asing dengan masyarakat Simeulue ialah Pola Pikir Masyarakat yang sudah Maju dan Pengembangan Lokasi Wisata. Pekerjaan ditempat turis asing bias dikerjakan warga sehingga menambah penghasilan masyarakat di sana. Namun ada juga terjadi perselisihan paham antara masyarakat karena turis asing belum memahami adat dan norma masyarakat setempat, tapi setelah diberi pemahaman Mereka mulai memahaminya.ABSTRACTTourist is a person traveled for vacation to the place far from her home in a few days with the intention of enjoying a pleasant self. The purpose of this study was to determine the form of changes in social life Simeulue foreign tourists due to interaction with the community in thevillage Maudil Simeulue Barat subdistrict Teupah, to determine the factors that influence changes in social life due to the interaction between Simeulue foreign tourists with the Simeulue. The theory used in this research is the theory of social change. This research is qualitative descriptive. The research data was also obtained from key informants. While the method of data collection in the study was the observation of interviews and documentation. The results showed: First, Shape changes in social life Simeulue result foreign tourists interaction with the community in the village Maudil Simeulue Barat subdistrict Teupah that pattern changes in Local Communities Culture and Lifestyle Changes Local Communities. Second, the factors affecting changes in social life due to the interaction between Simeulue foreign tourists with the Simeulue is Mindset People who already Advancement and Development of Tourism Area. Work can be done in place of foreign tourists to increase income residents of the community there. But there have also been disagreements between the community because foreigners do not understand the customs and norms of the local community, but after being given the understanding they begin to understand it.

Page 17 of 102 | Total Record : 1018